Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak

Perkembangan COVID-19 Siak

Berita Terbaru

Lihat semua
Kumpul Kebo Bulan Ramadan, Belasan Pemuda dan Pemudi Diamankan Satpol PP Pekanbaru
28 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Resahkan masyarakat, 11 orang remaja pria dan wanita diamankan Satpol PP Kota Pekanbaru karena kedapatan kumpul kebo di kos-kosan di Jalan Garuda, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (28/4/2021) dini hari.Petugas Satpol PP datang ke kos-kosan tersebut karena adanya laporan dari masyarakat setempat, yang sudah resah dan tidak nyaman melihat ada kelompok remaja yang berkumpul-kumpul namun belum ada status pernikahan, ditambah aktivitas tersebut tetap dilakukan di bulan suci RamadhanAtas laporan itulah petugas Satpol PP mendatangi kost-kostan tersebut, disana petugas menggedor kamar kost, dan mendapati 11 orang remaja yang berkumpul-kumpul."Ada sebelas orang yang diamankan. Empat orang berpasangan di dalam kamar kos dan tiga orang Laki- laki lainnya diamankan karena nongkrong. Kami data dan membuat surat pernyataan. Selagi belum ada pihak keluarga atau penjamin yang datang menjemput mereka tidak dipulangkan," ujar Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang seperti dikutip dari GoRiau.com.Kemudian, pihaknya akan memanggil pemilik kost yang membiarkan muda- mudi bukan pasangan resmi berkumpul di tempat usahanya."Kita panggil pemilik kostnya. Kalau dari mereka yang diamankan tidak ada pihak keluarga yang menjemput kami antar ke Shelter Dinas Sosial Pekanbaru," tutupnya.Sumber : GoRiau.com

Sekat Pemudik dari Dalam dan Luar Kota, Polres Siak Dirikan 5 Pos
28 April 2021 Siak, Petah.id - Polres Siak mulai mendirikan posko pengamanan  guna menyekat pemudik dari luar daerah, Selasa (27/4/2021). Salah satu posko berada di Kecamatan Kandis yang menjadi lokasi perbatasan dengan Kabupaten Bengkalis yang merupakan jalur masuk dari Provinsi Sumatra Utara.Posko yang didirikan mulai melakukan pengamanan terpadu seperti pemeriksaan protokol kesehatan, dan rapid test antigen bagi pengendara dengan plat nomor dari daerah mulai besok.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto mengatakan, pihaknya  berencana akan mendirikan lima pos di lima kecamatan yang merupakan jalur masuk dan keluar dari Kabupaten Siak.“Hari ini kita sudah mulai mendirikan pos “cek point” penyekatan pemudik dari luar daerah dan yang akan keluar daerah Kabupaten Siak yang mana lokasinya merupakan titik pintu masuk dan keluar, Pos I Berada di Kecamatan kerinci Kanan tepat nya jalan lintas di depan Kantor Polsek Kerinci kanan, Pos II berada di Simpang Minas Perawang tepat nya di pos terminal lama Km 1 Kecamatan Minas, Pos III Jalan lintas maredan kampung tengah Kecamatan tualang, Pos IV Jalan lintas Sabak auh depan kantor Polsek Sabak auh, dan terakhir Pos V di jalan lintas KM 75 Kecamatan kandis," terang AKBP Gunar.Lanjut AKBP Gunar, bahwa Polres Siak dan unsur terkait nanti nya akan melakukan pengecekan dan penyekatan di pos pintu masuk dan keluar dari Kabupaten Siak tersebut.“Sesuai dengan Intruksi Presiden Bapak Jokowi bahwa tahun ini untuk mencegah makin meningkatnya jumlah pasien yang terpapar covid -19 maka semua dilarang mudik, jadi apabila ada nanti yang kita temukan pemudik yang ingin coba coba kita akan putar balikkan ke daerah asal nya dan kalau ada yang memaksa kita akan lakukan karantina terhadap yang bersangkutan,” ucap kapolres.Terakhir, Kapolres Siak menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak mudik atau pulang kampung pada lebaran tahun ini mengingat makin meningkatnya pasien yang  tertular Covid -19 terutama di wilayah Kabupaten Siak, karena kita semua berpotensi menularkan dan tertular Covid-19, sayangi orangtua dan keluarga dikampung jangan sampai mereka juga tertular. Selalu terapkan protokol kesetan 5 M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta interaksi," pungkas AKBP Gunar.

Kisah Sertu Eki Mulai dari Sekolah Pelayaran Hingga Menjadi Seorang Angkatan Laut
28 April 2021 Siak, Petah.id - Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan sebelum bergabung dan menjadi seorang Angkatan Laut (AL) merupakan siswa dari SMK Pelayaran Yos Sudarso Cilacap. Kisah itu diceritakan Ayah kandungnya Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di kediamannya di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Setelah Pak Marno dan Ibu kandung Eki, Rustini berpisah, sejak usia Eki 3 tahun, Pak Marno memulai komunikasi dengan Eki, ketika Eki duduk di bangku SMP, sejak itulah dia intens berkomunikasi dengan putranya itu.Bahkan, saat Eki sudah ke jenjang SMK, ayahnya pun mengunjunginya di Jawa."Saya mengunjungi Eki ketika Ia SMK. Saya berkunjung bersama anggota DPRD Siak Pak Rakip," terang Kris Handoko.Pada 2014, Eki magang di Batam, saat itulah dia singgah ke Siak. Selanjutnya, selesai magang Eki pun kembali singgah lagi ke Siak untuk pamit ikut tes TNI AL kepada ayahnya.“Segala izinnya dari orangtua, kami yang mempersiapkannya bersama Rakip, mantan Kades (Penghulu) Jatibaru,” jelas Kris Handoko.Semua berjalan lancar, dia lulus tanpa tanpa ada hambatan. Dan dia dinas di Kapal Selam Nanggala 402.Begitulah gigihnya Eki ingin menjadi seorang prajurit datang ke Kabupaten Siak untuk meminta restu sang ayah.“Tahun 2014 Eki datang ke Siak, meminta izin ke saya untuk masuk TNI. Saya izinkan, alhamdulillah langsung lolos 2015. Semua persyaratannya juga diurus dari sini,” kata Pak Marno.Saat Eki meminta izin untuk masuk TNI AL, lanjut Pak Marno, disitu keteguhannya bermula dengan memberi izin dan memberi kerelaan terhadap apapun yang akan terjadi.“Karena saya izinkan, ya saya harus siap dengan apapun setelah izin itu saya berikan,” ungkapnya.

Eks Sekum FPI Munarman Ditangkap Polisi
28 April 2021 Jakarta, Petah.id  - Eks Sekum FPI Munarman ditangkap polisi. Pengacara Habib Rizieq Shihab itu ditangkap di rumahnya."Iya, nanti kita sampaikan lebih lanjut. Iya, masih belum dibawa, masih ada pihak polisi di sini," kata pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, saat dimintai konfirmasi soal penangkapan Munarman, Selasa (27/4/2021).Munarman ditangkap sore ini. Belum ada penjelasan soal kasusnya.Rumah Munarman digeledah polisi. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih di kediaman Munarman.Sumber : Detik.com

Sepatu Olahraga Jadi Hadiah Terakhir untuk Sang Adik
28 April 2021 Siak, Petah.id - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Kalimat sederhana itu menggambarkan sosok Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan yang dinyatakan gugur di Kapal Selam Nanggala 402 di Perairan Bali beberapa waktu lalu.Sosok putra tunggal dari pasangan Kris Handoko dan Surtini itu lahir di Cilacap Kecamatan Cipari pada tahun 1994.Orang tua Eki, Kris Handoko dan Surtini sudah pisah sejak usianya memasuki 3 tahun. Lalu, Ayahnya berangkat ke Siak, Provinsi Riau, tinggal di Dusun Sri Mersing, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya .Pak Marno menikah lagi dengan Kuswanti yang sudah memiliki dua anak, dan dari pernikahan Marno dan Kuswanti mereka juga dikaruniai tiga anak.Sementara Eki dan Ibu kandungnya tinggal di tanah Jawa.Disampaikan Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis, tak ada firasat aneh saat kepergian Eki. Namun, biasanya setiap akan pergi dinas Eki selalu saja berpamitan kepada dirinya.Tapi, kata Marno,  kali ini Ia sama sekali tidak berpamitan. Cuma saja, Eki mengirimkan sepatu untuk adiknya yang tinggal bersama ayahnya di Kabupaten Siak.“Biasanya kirim baju buat saya kerja. Beberapa waktu sebelum bertugas tiba-tiba ngirim sepatu buat adiknya di sini. Itu yang saya heran,” jelas Marno.Ternyata, lanjutnya, usai mengirimkan sepatu itu menjadi komunikasi terakhir antara Pak Marno dengan Sertu Yoto Eki Setiawan." Ketika sepatu sampai, dikabarkan kapal selam pun dikabarkan hilang," jelasnya.Sepatu olahraga AL itu diberikan Eki untuk adiknya Thomas Probowo yang saat ini duduk di kelas XII SMAN 1 Bungaraya. “Apakah sepatu itu sebagai firasat, entahlah, saya tidak bisa menduga. Tapi yang pasti kami sangat kehilangan. Dan bagi adiknya dari lain ibu, Eki merupakan inspirasi,” tutur Kris Handoko.Sebelumnya,  Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.

Tiga Hari, 10 Warga Pekanbaru Meninggal Dunia Karena Covid-19
28 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Sebanyak 10 warga Pekanbaru meninggal dunia karena covid-19. Kasus meninggal akibat Covid-19 di Pekanbaru, Riau, terus saja bertambahKematian warga karena Covid-19 itu terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Rinciannya tujuh warga meninggal dunia berjenis kelamin perempuan, dan tiga warga berjenis kelamin laki-laki. Dua warga meninggal dunia terpapar Covid-19 berjenis kelamin perempuan usia 67 tahun, dan berjenis kelamin laki-laki, data pertanggal Rabu, 21 April 2021. Selanjutnya, empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, tiga berjenis kelamin perempuan usia 44 sampai 77 tahun, dan satu berjenis kelamin laki-laki usia 60 tahun.Kemudian, empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, tiga berjenis kelamin perempuan usia 43 sampai 93 tahun, dan satu berjenis kelamin laki-laki usia 51 tahun.  

Sosok Korban Nanggala 402 Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di Mata Sang Ayah
28 April 2021 Siak, Petah.id - Gugurnya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di kapal selam Nanggala 402 di Perairan Bali meninggalkan kisah tersendiri bagi keluarganya.Ayah kandungnya, Kris Handoko sampaikan bahwa sosok Eki adalah putra yang mandiri.Sejak Kris Handoko dan Surtini berpisah, Eki ikut ibu kandungnya Surtini tinggal di Jawa." Eki anak yang mandiri, bahkan tak jarang Ia menelfon adiknya untuk mengajari prinsip hidup mandiri," kata Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di rumah kediamannya Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Kata Marno Kumis, pertemuannya dengan Eki pada 8/11/2020 waktu itu menjadi pertemuan terakhir Ia dengan putra sulungnya itu."Bulan 11/2020 itu Eki nikah, saya ke Jawa dan itu ternyata pertemuan saya terakhir dengannya," kata Kris Handoko.Tidak ada firasat, kata Kris Handoko lebih jauh, akan kepergian Eki untuk selamanya." Tidak ada firasat apa-apa, dan saya sudah ikhlas," kata Dia.Akan tetapi, lanjutnya, sebelumnya Eki  mengirimi adiknya di Siak sepatu olahraga Angkatan Laut (AL)." Itu terakhir dia kontak ke keluarga, tapi ke adiknya," tambahnya.Biasanya, kata Kris Handoko, setiap akan bertugas Eki selalu pamit dengan dirinya dan selalu berpesan jangan berharap Eki kembali." Pak, saya mau bertugas. Jangan berharap Eki kembali ya. Begitu selalu Eki berpesan kepada saya," kenang Marno Kumis.Sebelumnya, Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.

Ustaz Abdul Somad Dikabarkan akan Nikahi Gadis 19 Tahun
28 April 2021 Petah.id - Kabar terbaru datang dari Ustaz Abdul Somad atau UAS. Ustaz Abdul Somad dikabarkan akan segera menikah lagi. Kabar ini berembus setelah beredarnya surat persetujuan nikah atas nama UAS.Surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad dan calon istrinya itu beredar luas di media sosial. Salah satu yang memposting surat persetujuan nikah UAS adalah akun Instagram Insert Live, Sabtu (24/4/2021).Mengutip SuaraRiau.id, dalam unggahan tersebut tampak ada pas foto Ustaz Abdul Somad dan perempuan muda berhijab.Perempuan itu bernama Fatimah Az Zahra Salim Barabud, usianya masih 19 tahun. Dia lahir  tanggal 1 Oktober 2001 dan berasal dari Jombang, Jawa Timur.Sementara surat persetujuan nikah itu tertanggal 1 Maret 2021.Beredar surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad (UAS).Sontak dengan beredarnya surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad , warganet bereaksi. Mereka ramai menyoroti sosok sang calon istri."Salfok sama tahun lahir nya, 2001," kata warganet."2001?? Omaigat... Blm genep 20 taun tu bocah," komentar warganet disisipi emoji nangis."Ya ampun kelahiran 2001 muda lagi," komentar warganet.Kendati begitu, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait kabar Ustaz Abdul Somad menikah lagi.Untuk diketahui, Ustaz Abdul Somad pernah menikah dengan Mellya Juniarti. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak.Namun pernikahan itu kadas. Ustaz Abdul Somad dan Mellya Juniarti bercerai pada 2019 lalu.Sumber : SuaraRiau.id

Orang Tua Sertu Yoto Eki Setiawan di Siak Merasa Kehilangan dan Terpukul
28 April 2021 Siak, Petah.id - Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.Marno Kumis bersama Rusinimemperoleh informasi tentang kapal selam itu pada Kamis (22/4/2021) melalui salah satu stasiun televisi.Mendapati informasi tersebut, kata  Marno lebih jauh, ia mengontak keluarga dan menantunya yang saat ini berada di Sidoarjo, Jawa."Istrinya lagi hamil, dia baru menikah. Mereka sekarang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur," jelasnya.Sementara itu, Ibu kandung Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Rusini merasa sangat terpukul kehilangan putranya tersebut.Namun, Ia belum bisa berbicara banyak kepada awak media. Yang pasti, saat ini dirinya sangat terpukul dan terkenang dengan menantu serta cucunya yang masih dalam kandungan."Sudah yatim cucu ku masih dalam kandungan," kata Rusini pecah tak tahan menahan haru.Sementara itu, Kepala Dusun Srimersing, Gatot membenarkan bahwa anak dari Kris Handoko bertugas di Jawa sebagai anggota TNI Angkatan Laut telah menjadi korban tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402.“Benar, itu anaknya pak Kris Handoko Alias pak Marno Kumis, beliau adalah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, anak pertamanya itu," kata Gatot.

Covid-19 di Siak Kian Mengerikan, Safari Ramadan Bupati Tetap Berjalan?
26 April 2021 Siak, Petah.id - Sebanyak 98 orang dalam sehari terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Siak  dari data per Sabtu (24/4/2021). Kendati tampak mengerikan, kegiatan safari ramadan yang digelar Pemkab Siak ke setiap kecamatan tetap berjalan sebagai mana direncanakan jauh hari sebelumnya. Seolah-olah situasi masih dalam kondisi normal. Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak membenarkan bahwa meski kasus covid-19 di Siak meningkat safari ramadan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. "Safari dengan prokes ketat tetap kita laksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah yang hadir 50%. Kalau semua taat prokes inshaallah kasus kita akan turun," kata Budhi, Minggu (25/4/2021) petang. Kata Budhi, Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan sadar dan ikhlas. Namun, tambah Budhi, jika kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak terus meningkat pihaknya akan meniadakan solat berjamaah termasuk soal Idul Fitri. "Jika kasus terus meningkat bukan tidak mungkin kegiatan di rumah ibadah kita tutup lagi, solat Idul Fitri secara berjamaah di tiadakan," jelasnya. Budhi berharap kerjasama masyarakat untuk bisa bersama sama laksanakan protokol kesehatan. Disinggung soal dagangan takjil yang digelar masyarakat setiap sore bisa memicu terjadinya lonjakan covid-19, Budhi tak begitu mempersoalkan masyarakat berdagang. Namun, dengan prokes ketat. "Dagangan sore boleh namun tetap prokes," ungkap Budhi. Budhi mengakui bahwa penegakan hukum pemerintah juga terbatas, sehingga untuk mengendalikan covid harus bersama sama pemerintah masyarakat dan semua komponen bangsa. "Tak bisa pemerintah atau masyarakat saja, semua harus kolaborasi bersama sama saling sinergi," beber Budhi. Saat ini, kata Budhi lebih jauh, pemerintah melakukan upaya  jika kasus covid-19 kian melonjak pihaknya mempersiapkan tempat isolasi. "Mulai semalam kita sudah aktifkan kembali Hotel Yasmin sebagai tempat isolasi," kata Dia. Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat mengikuti dan mematuhi apa yang dianjurkan pemerintah untuk patuh  terhadap protokol kesehatan. " Dan mau di tracing dan test jika kontak dengan pasien positif covid dan isolasi secara benar dan jujur," tandasnya.

Perkembangan COVID-19 Siak