Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak

Perkembangan COVID-19 Siak

Berita Terbaru

Lihat semua
RSUD Tengku Rafi’an Siak Segera Naik Kelas
23 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Banyak raihan prestasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an Siak. Bahkan RSUD tipe C itu menjadi RSUD Paripurna. Dan disiapkan segera naik kelas menjadi tipe B.Hal itu pula yang menjadi penyebab rumah sakit kebanggaan masyarakat Siak ini, selalu dikunjungi dan menjadi rumah sakit percontohan.Demikian dijelaskan dr Benny Chairuddin. Bahkan pada Selasa (23/2), dia menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Kampar dipimpin Zumrotun sebagai Ketua Komisi. Komisi II DPRD Kampar itu didampingi Komisi II DPRD Siak diwakili oleh Gustimar, ke RSUD Tengku Rafi'an Siak, mereka melihat langsung sistem pelayanan dan hal-hal yang berkaitan untuk kepentingan masyarakat."Saya memaparkan informasi tentang rumah sakit didampingi kasi dan kabid. Termasuk upaya penanganan Covid-19, sekaligus menjelaskan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Struktur Organisasi, Tata Kelola keuangan BLUD serta hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan,” jelas dr Benny.Dengan kunjungan kerja ini,  mudah-mudahan anggota Komisi II DPRD Kampar  bisa mendapatkan informasi dalam hal pelayanan yang sudah diterapkan di  RSUD Tengku Rafi'an. Sehingga dapat memberilan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Kampar.“Insya Allah di waktu yang akan datang RSUD Tengku Rafi'an Siak dapat berkunjung ke Kampar untuk mempelajari hal-hal yang bagus untuk diterapkan di Kabupaten Siak,” ucap dr Benny.Lebih jauh dr Benny mengaku senang, sebab bisa berbagi informasi tentang pelayanan. Baginya dengan berbagi informasi akan menambah kekayaan batin. Hal itu terus dipupuknya dengan kerendahan hati sebagai direktur.

Respon Positif Warga Atas Pelayanan LKB dan SKCK Keliling Polsek Koto Gasib
19 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Tetap jaga jarak dan patuhi protokol kesehatan (prokes) itu yang diucapkan personel Polsek Koto Gasib saat memberikan pelayanan pengurusan laporan kehilangan barang (LKB) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).Disebutkan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, pihaknya memberikan pelayanan pertamapada Jumat (19/2) pagi di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau.“Kami memberikan pelayanan memperpanjang SKCK. Teknisnya adalah, kami terima pengurus baru dengan sidik jari dan pengisian blanko, maupun perpanjangan. Selanjutnya SKCK yang sudah selesai akan diantar oleh Bhabinkamtibmas,” jelas Kapolsek Suryawan.Pada dasarnya disebutkan Kapolsek Suryawan, apa yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjaga hubungan dan ikatan antara Polri dengan masyarakat.“Tugas kami adalah pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat. Maka di masa pandemi Covid-19 seperti ini, saat warga diminta mematuhi prokes dan ekonomi sebagai. warga dalam keadaan tidak stabil. Kami memberikan solusi berupaya pelayanan keliling ini,” ungkap Suryawan.Lebih jauh dikatakan Kapolsek Suryawan, dengan pelayanan keliling ini, masyarakat tentu akan merasa semakin dekat dengan kepolisian.Tahap awal ini, pelayanan memang keliling ke sejumlah kampung memberikan pelayanan. Tahap selanjutnya hasil koordinasi dengan Camat dan para penghulu, akan terjadwal.Sehingga masyarakat akan tahu harus ke mana nantinya dalammengurus LKB. Pelayanan terdekat akan terjadwal di sejumlah titik setiap pekannya.“Silakan datang ke sana, kami akan memberikan pelayanan terbaik. Bahkan saat menunggu antrean kami juga menyiapkan permen dan air mineral,” ucap Kapolsek Suryawan.Warga memberikan respon positif, sebab tidak harus ke Polsek untuk mengurus LKB adan SKCK.Sebagaimana diungkapkan Jalius Salim warga Sengkemang yang memperpanjang SKCK.“Pelayanan ini memudahkan kami. Kami tidak perlu ke mana-mana. Kami senang atas inovasi yang dilakukan Polsek Koto Gasib dalam memberikan pelayanan kepada kami,” sebut Jalius Salim.

PT KTU Tanamkan Semangat Kepedulian Terhadap Lingkungan
19 Februari 2021 SIAK, Petah.id - PT Kimia Tirta Utama sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit memiliki tanggung jawab sosial untuk tetap menjaga, melestarikan dan melindungi lingkungan sekitar.Bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra Agro Lestari, PT Kimia Tirta Utama memiliki program unggulan Pendidikan Konservasi bagi siswa SD dan SMP baik untuk sekolah internal maupun sekolah eksternal yang berada di desa lingkar PT Kimia Tirta Utama. "Pendidikan Konservasi yang terintegrasi dalam Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (PLKS) yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Lukman," ungkap Selamet Riyadi, Jumat (19/2/2021).Kata Selamet, saat acara Talkshow dan Expo Gambut tahun lalu menjadi langkah nyata dalam upaya pembinaan sejak dini untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh siswa atau anak -anak yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran mereka tentang nilai-nilai lingkungan."Anak murid juga diajari soal isu lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan murid untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang," kata Dia.Menurut Selamet, ada tiga aspek paling penting untuk diterapkan dalam Pendidikan Konservasi yakni  kognitif,afektif dan psikomotorik."Aspek kognitif meliputi proses pemahaman dan menjaga keseimbangan lingkungan," terangnya.Materi pendidikan konservasi diberikan sebagai materi yang harus diketahui dan dipahami oleh siswa yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. "Aspek afektif yang dapat diterapkan dalam pendidikan konservasi meliputi sikap, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable)," jelasnya.Aspek psikomotorik, kata Selamet lebih jauh, diterapkan dalam pendidikan konservasi meliputi perilaku dan keterampilan siswa dalam mengelola lingkungan."Aspek psikomotorik yang diwujudkan dalam Proyek Nursery berupa pembibitan pohon endemik (pulai, meranti, kulim, pucuk merah, bintaro,Angsana, Pulai ) dan pohon buah (kelengkeng, tampui, kedondong, durian,matoa) yang dilakukan oleh siswa SMP KTU," urai Selamet."Hal itu sebagai projek belajar di masa pandemi, siswa melakukan belajar di rumah (BDR) telah berkontribusi dalam upaya menjaga dan melindungi flora dan fauna pada hutan konservasi PT Kimia Tirta Utama," tambahnya.Dijelaskan Selamat, sebanyak 10.000 pohon endemic, pohon keras dan pohon buah tersebut ditanam di sekitar area konservasi dan wilayah aliran sungai Gasib yang melintasi areal perkebunan PT KTU," jelas Slamet Riyadi, Asisten CSR PT.Pimpinan PT KTU sekaligus penggagas Proyek Nursery juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang terlibat pada proyek ini. "Beliau memandang ini sebagai langkah positif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini kepada anak-anak," ucap Selamet.Selamet berharap, di masa yang akan datang kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan dan dikembangkan sehingga bisa dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lain untuk pelestarian lingkungan.   "Sehubungan program pelestarian lingkungan konservasi ini sudah di lakukan oleh PT KTU mendorong peremajaan dan pembibitan tanaman ( nursery ) merupakan langkah Perusahaan dalam upaya mendorong program Siak Hijau Lestari," kata Dia.Disampaikan Selamet, Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring juga menyatakan 4 desa di sekitar kawasan konservasi juga telah setuju untuk ambil bagian dalam program Desa Siaga Api."Dalam program ini, PT KTU melatih penduduk desa untuk mencegah dan dengan cepat serta mandiri memadamkan api," terangnya.Masih kata Selamet, program kesadaran masyarakat juga fokus pada penggunaan metode tanpa bakar untuk membuka lahan serta menekankan pentingnya menghindari bahaya kebakaran dan kabut asap."Untuk itu, Desa yang terbukti berhasil mencegah kebakaran pada akhir musim kemarau akan menerima bantuan CSR untuk peningkatan ekonomi masyarakat," ucapnya.Menurut Selamet, mencegah kebakaran hutan di Indonesia merupakan tugas yang memerlukan waktu serta sumber daya dan pendekatan inovatif."Semoga melalui program ini kami ingin memperkenalkan langkah-langkah efektif yang dapat diambil bersama-sama dengan masyarakat untuk mengurangi terjadinya kebakaran dan kabut asap," tandasnya.   

Tiga Hari Hilang Diduga Tenggelam, Arul Ditemukan Tak Bernyawa
17 Februari 2021 KUANSING, Petah.id - Arul (8) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tiga hari dalam pencarian. Arul merupakan warga Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah Kuantan Singingi (Kuansing).Sebelumnya, Arul dikabarkan hilang diduga hanyut di Sungai Kuantan dan ditemukan sudah meninggal pada Selasa, (16/2/2021) sekira pukul 11.00 WIB.Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga Tanjung Pisang, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang."Alhamdulillah sudah ditemukan tadi sekitar pukul 11.00 WIB kurang didaerah Tanjung Pisang Baserah. Korban sudah dievakuasi dibawa ke Teluk Kuantan," ujar Camat Pangean, Mahviyen Trikon Putra, Selasa (16/2/2021).Kronologis kejadiannya, Arul dilaporkan hilang pada Minggu 14 Februari 2021 sekira pukul 14.30 WIB.Ketika itu, awalnya korban pergi ke objek Wisata Pantai Jai-Jai Raok, Desa Padang Tanggung, Pangean menggunakan mobil. Sampai di tempat wisata tersebut korban bersama dua orang temannya langsung bermain menuju pantai berpasir di pulau Jai-Jai Raok.Sedang asyik bermain pasir, kaki seorang temannya bernama Faras terkena duri pelepah sawit. Awalnya Faras hanya pergi seorang diri ke tepi sungai kuantan berniat untuk mencuci kaki.Namun korban ternyata juga ikut dari belakang menuju tepi Sungai Kuantan. Meski sudah dilarang oleh teman lainnya tapi korban tidak menghiraukan.Korban yang tidak mengetahui kedalaman Sungai Kuantan tiba-tiba terperosok lalu tenggelam. Melihat korban tenggelam, teman korban bernama Faras langsung berusaha mencoba menolong.Namun Faras juga ikut terbawa arus sungai. Beruntung Faras bisa diselamatkan setelah berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar.Sumber : Suara.com

Antisipasi Kebakaran, Satgas Karhutla Kecamatan Koto Gasib Maksimalkan Patroli
17 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Usia Satgas Karhutla Kecamatan Koto Gasib, sudah setahun lebih. Satgas ini bergerak cepat dalam penganan karhutla di wilayah Koto Gasib.Bahkan tahun lalu, Satgas ini membantu memadamkan karhutla di wilayah Sungai Apit.Demikian dikatakan Camat Koto Gasib Dicky Wahyudi saat peluncuran patroli bersama Satgas Karhutla di halaman Polsek Koto Gasib.“Menghadapi kemarau ini, memang harus bersatu dan bekerja sama, terutama dalam hal patroli,” ungkap Camat Dicky.Dicky juga mengajak para penghulu, RT dan RW, tokoh masyarakat dan pemuda, untuk terus saling mengingatkan bahwa jangan membakar ketika membersihkan kebun atau saat membuka lahan.Besar bahaya dan akibat yang ditimbulkan. Terlebih jika api sudah merambat dan meluas. Tidak hanya waktu dan tenaga yang tersita, tapi juga besar biaya yang harus dikeluarkan.“Bahkan yang membuat miris, satwa yang ada di dalamnya, lingkungan bahkan kesehatan manusia. Dampaknya sangat luar biasa,” jelas Camat Dicky.Sebelum itu terjadi, Camat Dicky mengajak untuk sama-sama mencegah. Sebab mencegah lebih baik dari pada mengawasi.Sementara Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan mengatakan patroli melibatkan personelPolsek, TNI, BPBD atau Damkar Cluster Koto Gasib, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA), pegawai PT KTU dan warga yang peduli karhutla.Selain patroli, kampanye juga kami lalukan dengan menurunkan Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, MPA, serta tokoh masyarakat, penghulu serta RT dan RW.“Hal ini penting, sebab dengan saling koordinasi, apa hang dikhawatirkan diharapkan tidak terjadi,” jelas Kapolsek Suryawan.Suryawan juga mengatakan Satgas Karhutla telah memiliki keterampilan tersendiri dalam memadamkan api di lahan gambut. Di samping itu, peralatan juga dimaksimalkan. Bahkan masing-masing perusahaan sudah membuat daftar peralatan, demikian juga setiap desa menyediakan peralatan untuk memadamkan api.“Selain itu hal yang sangat diperlukan adalah kepedulian. Jika peduli, dan bersedia bekerja sama, apa yang dikhawatirkan saya yakin dapat diantisipasi,” ucap Kapolsek Suryawan.

Pekan Depan, Pemprov Riau Agendakan RUPS 2 BUMD
16 Februari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Untuk mengukuhkan Calon Komisaris dan Direksi di BUMD PT SPR dan PT PIR, Pemprov Riau kembali agendakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan depan.Demikian dikatakan Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau, Jhon Armedi Pinem saat dikonfirmasi terkait jadwal RUPS dua BUMD Riau."Kemungkinan pekan depan," sebutnya, Selasa (16/2/21) di Pekanbaru. Akan tetapi, John tidak menjelaskan kapan jadwal pasti RUPS tersebut."Nanti diinformasikan kembali jadwal pastinya," ulasnya lagi.Terpisah, calon Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau yang terpilih H Jonli, juga membenarkan rencana RUPS tersebut. Bahkan dia mengaku mendapat informasi tanggal 24 Februari mendatang.Seperti diketahui, RUPS dua BUMD Riau itu sempat tertunda. Sebelumnya, telah dijadwalkan Rabu (3/2/21) lalu.Berdasarkan hasil Tim Pansel, para calon komisaris yang lulus  Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) itu diantaranya, H Jonli terpilih sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau dan Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau John Armedi Pinem sebagai Komut PT Sarana Pembangunan Riau (SPR).Sedangkan untuk Dirut PT PIR yakni, Adel Gunawan. Lalu, Direktur PT PIR Syafrudin Atan dan Direksi PT SPR yakni Fuadi Noor.Sumber : Media Center Riau (MCR)

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Koto Gasib Kembangkan Ternak Itik Petelur
16 Februari 2021 SIAK, Petah.Id - Program jaga kampung serta Polri siaga dan peduli hadir di tengah masyarakat Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.Upaya itu ditunjukkan oleh Bripka Zamzami salah satu personel Polsek Koto Gasib sebagai Bhabinkamtibmas di Kampung Buatan I dan Buatan II. Polri siaga dan peduli diperlihatkan personel polsek koto gasib yang kini sebagai bhabinkamtibmas bernama bripka Zamzami dengan merealisasikan peternakan bebek petelur.“Program jaga kampung saya harapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan mengembangkan peternakan bebek petelur, dan hasilnya dijadikan telur asin,” ungkap Zamzami. Bripka zamzami, pada Senin (15/02/21) pagi, melakukan pengecekan perkembangan pilot project yang dikelola kelompok tani Buatan I.“Kelompok tani setiap hari berkoordinasi dengan saya, untuk memastikan apa yang dikerjakan berjalan baik dan maksimal,” ungkap Zamzami. Meski sebagai bhabinkamtibmas, Zamzami juga ikut turun memantau. Disebutkannya, membangun kekompakan dan kebersamaan sehingga suasana terjalin penuh kekeluargaan. “Saya juga belajar tentang kesederhaan dan kebersamaan yang bermuara pada kekompakan,” kata Dia. Lebih jauh dijelaskan Zamzami, dia juga belajar bagaimana peternak bangkit dari keterpurukan ekonomikarena pandemicovid-19. “Tapi yang pasti, ketahanan pangan dalam program jaga kampung akan direalisasikan sesempurna mungkin, dengan kesungguhan dan kebersamaan sebagai cikal bangkal bangkitnya perekonomian masyarakat Kampung Buatan I,” target Zamzami. Saat ini, dikatakan zamzami, protokol kesehatan covid-19 tetap menjadi acuan di Kampung Buatan I. Bagaimana pun kesehatan bersama hal yang terpenting. “Bahkan kami terus mengkampanyekan pentingnya mematuhi prokes bagi setiap individu. dengan disiplin prokes, setidaknya dapat terhindar dari covid-19,” imbuh Zamzami

6 Hektar Lebih Gambut di Kampung Teluk Lanus, Siak Terbakar
16 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Demi Provinsi Riau bebas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tim gabungan pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.Sudah tiga hari ini tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan berjibaku memadamkan api di kampung paling ujung di Kabupaten Siak.Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah mengatakan angin laut yang kencang menjadi kendala bagi tim merah."Kebakarannya tepi laut, dan angin laut yang kuat dan berubah ubah arah sehingga api menjalar lebih cepat menjadi kendala tim di lapangan," kata Ihsan Abdillah, Selasa (16/2/2021).Untuk luasan, tambah Ihsan, saat ini lahan yang terbakar seluas 6 hektar.  Tim terus melakukan penyekatan agar api tidak meluas. " Tim masih di lokasi memadamkan api, dan api mulai bisa dijinakkan," tambahnya.Lahan yang terbakar tidak jauh dari perusahaan PT Uniseraya. Sementara jenis vegetasi yang merupakan semak belukar, Akasia dan Sawit."Lahan yang terbakae itu jaraknya 500 meter dari PT Uniseraya," ungkap Ihsan.Di lokasi kebakaran, tim pemadam gunakan tenda untuk menginap, mereka juga memasak sendiri untuk kebutuhan konsumsi."Ya sudah 3 hari ini mereka bertahan dengan perbekalan yang dibawa dari markas, untuk istirahat malam mereka membuat tenda," jelas Ihsan.Di Kecamatan Sungai Apit sendiri, kata Ihsan lebih jauh, sudah 20 hektar hutan dan lahan yang terbakar." Masuk dengan yang di Kampung Bunsur, sudah 20 hektar hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak terbakar," jelasnya.Adapun tim gabungan yang turut ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit itu Manggala Agni Daops Siak 15 orang, BPBD Siak, TNI, Polisi dan MPA Kampung Teluk Lanus.

Polisi Terus Selidiki Penyebab Karhutla di Siak
12 Februari 2021 SIAK, Petah.id  - Polres Siak terus melakukan penyelidikan terhadap kasus terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang mendera Kabupaten Siak, Provinsi Riau sepekan terakhir.Dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, pihaknya saat ini sedang menyelidiki salah seorang pemilik lahan di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak." Ada salah satu pemilik lahan yang  terbakar di Kecamatan Sungai Apit itu kita selidiki hingga sampai saat ini, dan kita sudah mengantongi namanya, sebab sumber api itu memang dari lahan milik salah seorang warga di sana," ungkap Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahardyanto, Rabu (10/2/2021) petang.Si pemilik lahan, tambah Kapolres, sedang bekerja di luar kota, namun beberapa saksi mengatakan istri si pemilik lahan sedang melakukan bakar-bakar sampah di kebunnya sehingga api itu membesar." Ada saksi yang melihat proses terjadinya kebakaran hutan dan lahan disana," tambahnya.Saat ini, kata AKBP Gunar, kasus terjadinya karhutla di Kecamatan Sungai Apit itu sudah mengarah bahwa lahan tersebut diduga memang dibakar."Hasil dari informasi yang kita himpun kasus itu sudah mengarah kepada dugaan dibakar," kata Dia.Sementara itu, untuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak aparat kepolisian terus mengumpulkan informasi terkait sumber api dan lahan tersebut milik siapa."Belum ada saksi-saksi yang melihat. Kita melakukan menghimpun informasi terkait kepemilikan lahan dan sumber api," jelasnya.Disampaikan AKBP Gunar, lokasi kebakaran hutan dan lahan yang jauh dan masuk ke arela hutan menjadi kendala pihak kepolisian mendapat saksi."Tapi polisi tentunya punya strategi untuk mengungkap itu," tegasnya.Kendati demikian, kata Kapolres, jika itu perorangan dan bukan lahan milik perusahaan, pihaknya tentu akan melihat sejauh mana niatan si pelaku pembakar lahan yang menyebabkan terjadinya karhutla.Untuk diketahui, sepekan terakhir di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, belasan hektar hutan dan lahan dilalap si jago merah. Mulai dari Kecamatan Sungai Apit, Mempura dan Dayun. Untuk jenis tanah yang terbakar pun semuanya sama yakni di atas tanah gambut.

Tidak Ada Strategi Khusus Tangani Karhutla, Pemkab Siak Anggarkan Rp500 Juta
12 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau beberapa pekan terakhir menjadi atensi dari berbagai pihak.Untuk hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak gelontorkan Rp500.000.000 untuk penanganan karhutla.Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Syafrizal, angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1.000.000.000." Kita anggarkan Rp500.000.000 juta untuk penanggulangan Karhutla di Siak, jumlah tersebut lebih kecil dibanding tahun sebelum-sebelumnya," kata Kepala BPBD Siak, Syafrizal, Kamis (11/2/2021).Anggaran tersebut, kata Syafrizal, tidak termasuk dalam gaji pokok petugas pemadam kebakaran serta tidak untuk peningkatan sarana dan prasana." Anggaran tersebut dikhususkan untuk penanggulangan karhutla di Siak saja, seperti honor petugas di lapangan diluar gaji pokok," ungkapnya.Saat ini, tambah Syafrizal, pemerintah daerah juga sedang mempersiapkan Surat Keputusan (SK) tentang siaga Karhutla, mengingat sudah banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Siak." SK nya tinggal nunggu teken dari Bupati Siak saja," jelasnya.Menurut Syafrizal, pihaknya tidak ada menyiapkan sesuatu hal yang khusus dalam menghadapi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Siak."Ya sama seperti sebelum sebelumnya, kita paling cuma melakukan penanggulangan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan,dan imbauan-imbauan ke masyarakat," jelasnya.

Perkembangan COVID-19 Siak