Lantai Dua Tangsi Belanda di Siak Roboh, Anak Anak Luka dan Dilarikan ke RSUD
Foto : Serpihan dari runtuhnya lantai dua pada Tangsi Belanda Siak/ Dokumentasi : Istimewa
Ringkasan Berita
1. 10 orang dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak, 9 siswa dan satu orang guru
2. Peristiwa terjadi pada Sabtu (31/1/2026) saat SD IT Baitul Ridho Studi Tour ke Tangsi Belanda
3. Penyebab ambruknya lantai dua Tangsi Belanda diduga karena pada bagian bluti sudah lapuk dan dimakam rayap
4. Sementara waktu, Destinasi Wisata di Siak seperti Istana Siak, Balai Kerapatan Tinggi dan Tangsi Belanda ditutup sementara pada bagian lantai dua.
Siak, Petah.id - Pagi itu suasana riuh ceria dari wajah anak anak SD IT Baitul Ridho dari Kecamatan Lubuk Dalam Siak berubah menjadi tangis dan jeritan yang memekik.
Suara memekik anak anak itu bergema menyusul ambruknya lantai dua bangunan Tangsi Belanda yang berada di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.
Sedikitnya, ada belasan murid SD IT Baitul Ridho mengalami luka ringan dan luka berat diakibatkan jatuh dari lantai dua Tangsi Belanda.
"Ada 10 orang siswa pada pagi itu segera segera larikan ke RSUD Tengku Rafian agar mendapatkan perawatan karena luka luka," kata salah seorang petugas medis di lokasi saat evakuasi para murid ke RSUD Tengku Rafian Siak, Sabtu (31/1/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Syafrizal mengatakan, kronologis peristiwa nahas itu terjadi bermula dari niatan Studi Tour edukasi dari pihak sekolah ke salah satu lokasi wisata sejarah di Siak yakni Tangsi Belanda.
"Program sekolah SD IT kunjung ke Tangsi Belanda. Kemudian musibah iyu terjadi jam 9.00 Wib," kata Kadisbudparpora, Syafrizal.
Ada 9 anak dan 1 guru pendamping yang langsung dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak.
"Saru anak mengalami luka berat, 6 sedang dan 3 ringan termasuk guru itu," sebutnya.
Penyebabnya, tambah Syafrizal, memang ada bagian bluti yang dimakan rayap. Selain lapuk, memang jenis penahan kayunya tak kuat.
"Bluti tempat betumpu papan itu nempel ke dinding tidak pakai paku. Dia model slop (tembok dilobang dan dimasukkan bluti)," jelasnya.
Sementara ini, sambungnya, beberapa objek wisata cagar budaya seperti Istana Siak, Balai Kerapatan Tinggi, dan Tangsi Belanda ditutup sementara pada bagian lantai duanya.
"Untuk destinasi wisata seperti Istana Siak, Tangsi Belanda dan Balai Kerapatan Tinggi kita tutup sementara pada bagian lantai duanya agar kejadian serupa tak terjadi," beber Syafrizal.
Laporan : Ph1
Editor : Redaksi
Bagikan berita ini melalui :