Cahaya dari Langit untuk Dusun Cempedak Siak, Harapan Baru di Balik Inovasi Panel Surya

​Siak, Petah.id – Bagi warga Dusun Cempedak, kemerdekaan bukan sekadar angka di kalender atau upacara bendera. Di desa tua yang terletak di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak ini, arti merdeka sangatlah sederhana namun mendalam, terbebas dari kegelapan.​Meski Indonesia telah menginjak usia 80 tahun dan Kabupaten Siak genap berusia 26 tahun, Dusun Cempedak seolah terlupakan oleh deru pembangunan. Tak ada tiang listrik yang berdiri tegak, tak ada kabel yang melintang. Saat matahari terbenam, dusun ini tenggelam dalam sunyi dan gulita.​Untuk sampai ke lokasi, jarak 10 hingga 15 kilometer dari jalan lintas menjadi tembok penghalang bagi masuknya aliran listrik. Akses jalan yang rusak parah kian memperburuk keadaan, membuat biaya angkut hasil bumi melambung dan roda ekonomi warga tersendat.​"Bagi kami, kemerdekaan sejati adalah saat listrik menerangi setiap rumah warga," ungkap Waliman, Kepala Desa Kerinci Kanan dengan nada getir.​Selama bertahun-tahun, warga hanya mengandalkan mesin diesel swadaya untuk menghidupkan Masjid Al-Muhajirin. Itu pun dengan biaya yang tidak murah karena ketergantungan pada bahan bakar minyak. Semua dilakukan demi satu tujuan, agar suara azan tetap berkumandang dan air wudu tetap mengalir.​Angin segar akhirnya berembus pada Desember 2025. Sosok Januwira, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Siak, hadir membawa solusi konkret. Melalui jaringan kemitraannya dengan vendor swasta, ia menginisiasi pemasangan panel surya di Masjid Al-Muhajirin.​Hasilnya luar biasa. Masjid yang dulunya redup dan boros biaya operasional, kini terang benderang dengan energi gratis dari matahari.​"Panel surya ini jauh lebih menghemat anggaran warga. Sekarang masjid terang, suara azan makin nyaring, dan anak-anak jadi lebih semangat mengaji di malam hari," kata Waliman penuh syukur.​Dari Masjid ke Rumah Warga​Inovasi Januwira tidak berhenti di rumah ibadah. Ia kini tengah merancang skema agar 50 kepala keluarga (KK) di Dusun Cempedak bisa menikmati teknologi serupa di rumah masing-masing.​"Saya prihatin melihat anak-anak sekolah di sana. Dusun ini tidak boleh terus tertinggal hanya karena masalah listrik. Kami akan upayakan agar harapan warga segera terealisasi melalui koordinasi dengan mitra vendor kami," tegas Januwira.​Langkah inovatif ini pun mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Perhubungan Siak, Junaidi, SE, MM. Menurutnya, apa yang dilakukan Januwira adalah bentuk nyata dari fungsi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat.​Warga Dusun Cempedak mulai berani bermimpi. Mimpi tentang malam-malam yang tak lagi gelap, tentang anak-anak yang bisa belajar dengan lampu yang terang, dan tentang ekonomi desa yang tumbuh tanpa beban biaya diesel yang mencekik.​Di Dusun Cempedak, cahaya itu kini tak lagi hanya berasal dari bintang-bintang di langit, tapi dari inovasi yang dipanen langsung dari sinar matahari.

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

Siak, Petah.id – PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali menegaskan eksistensinya sebagai perusahaan daerah yang berprestasi sekaligus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT BSP, Raihan ST, MT, dalam konferensi pers kinerja Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2025 dan transparansi agenda 2026, akhir Desember 2025, di Pendopo Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat.Konferensi pers tersebut dihadiri Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, Wakil Bupati Siak Syamsurizal Budi, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar, jajaran staf ahli dan asisten, kepala dinas, direksi BUMD, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama SH MH, Anggota DPRD Siak Sujarwo, insan pers, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.Di hadapan para pemangku kepentingan, Raihan memaparkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih PT BSP. Salah satu capaian utama adalah keberhasilan mempertahankan predikat Proper Biru (Compliance) secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025 sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi dan pengelolaan lingkungan hidup.Selain Proper Biru, PT BSP juga telah mengantongi berbagai sertifikasi nasional dan internasional. Sertifikasi tersebut meliputi ISO 45001:2018 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, ISO 14001:2015 tentang sistem manajemen lingkungan, serta sertifikat sistem manajemen K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.Raihan juga menyampaikan realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan perusahaan. Pada 2024, PT BSP menyalurkan dana CSR sebesar Rp6,08 miliar, sementara pada 2025 realisasi CSR tercatat sebesar Rp4,36 miliar untuk mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan.Di luar CSR, PT BSP turut mengimplementasikan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang bersumber dari Work Program and Budget (WP&B) Tahun Anggaran 2025. Program ini difokuskan pada wilayah sekitar area operasi perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial berkelanjutan.Kegiatan PPM tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat, pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan semenisasi jalan.Selain itu, PT BSP juga melaksanakan kegiatan normalisasi saluran air dan sungai, serta berbagai program sosial lainnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.''Komitmen PT BSP adalah menjalankan operasional yang berkelanjutan, berprestasi, dan selaras dengan kepentingan masyarakat serta pemerintah daerah, sehingga kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Siak,'' ungkap Raihan.