Meranti, Petah.id - Sebanyak tiga pasangan mesum terjaring razia operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah wisma, hotel hingga KTV di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Meranti, Rabu (14/12/2022) malam. Operasi pekat kali ini merupakan gabungan dari Polres Kepulauan Meranti dan Satpol PPTidak hanya tiga pasangan mesum, tim gabungan juga mengamankan seorang pria berasal dari Kota Pekanbaru positif menggunakan narkoba. "Jadi, terhadap mereka pasangan yang belum menikah ini kita berikan teguran dengan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya dengan disaksikan oleh orang tua masing-masing serta pihak kepolisian," ungkap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul melalui Kabag Ops Kompol Yudi Setiawan, Kamis (15/12/2022) pagi.Kompol Yudi Setiawan juga mengimbau para pengelola wisma agar tidak menerima pasangan yang belum sah dan mendata tamu sesuai dengam identitas sebenarnya. "Kita juga imbau para pengelola wisma agar tidak menerima pasangan belum sah dan mendata tamu dengan identitas asli," imbau Kompol Yudi Setiawan. Untuk pria yang positif menggunakn narkoba akan diperiksa lebih lanjut oleh Satresnakoba Polres Kepulauan Meranti. "Terkait dengan seorang pria berinisial IM yang telah di tes urine dengan hasil positif Amphetamin, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tutur Kompol Yudi.
Siak, Petah.id - Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Siak, Senopati bagikan ratusan buku tuntunan sholat bagi agama muslim untuk para narapidana yang ada di Kabupaten Siak.Menurutnya, selain memberikan hukuman sebagai efek jera dan penegakan hukum berkeadilan, pendekatan secara spiritual sangat diperlukan."Selain menjalani proses hukum yang ditetapkan agar berkeadilan bagi para narapidana tentunya nilai spiritualitas bisa mendorong terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik lagi," kata Senopati di ruang kerjanya.Pendekatan agama, lanjut Senopati, dianggap penting sebagai instrumen dalam perbaikan diri bagi para narapida."Semoga buku itu bermanfaat sehingga perbaikan perilaku kearah yang lebih baik terjadi sehingga bisa menekan angka kriminalitas yang ada saat ini," jelasnya.Program pembagian buku tuntunan sholat itu merupakan inisiatif dari bidang pidana umum kejaksaan negeri siak."Semua atas masukan dan arahan dari Pak Kajari, semoga jadi bagian amal ibadah juga," tuturnya.
Pekanbaru, Petah.id - Riau berkabung, salah satu tokoh masyarakat Datuk Seri Al Azhar dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Selasa (12/10/2021) malam. Kabar ini tersiar dari pesan di Aplikasi percakapan WhatsApp, dalam pesan tersebut menuliskan menuliskan bahwa Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau itu meninggal pada 12 Oktober 2021 Pukul 22.04 WIB. "Innalillahi wainna ilaihi rojiun. 12 Oktober 2021 Pukul 22.04 wib, Ayah Irfan (Dt. Seri Al azhar) berpulang ke rahmatullah. Mohon dimaafkan bila ada kesalahan yg terbuat dg sengaja/tidak pada Bapak/Ibu, kakak/Adik sekalian. Kami mohon dapat dibantu dengan doa terbaik utk kepergian ayahanda tercinta kami ini. Irfan bin Al azhar. Terima kasih atas segala support yang diberikan," tulis pesan di WA, dikutip pada Selasa (12/10/2021). Sebelumnya diberitakan, kondisi kesehatan Ketua MKA LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar membaik pasca operasi yang dijalani di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pada Selasa (5/10/2021). Menurut perwakilan keluarga, Datuk Al Azhar sudah bisa berkomunikasi dan sudah dibolehkan makan makanan yang disediakan pihak rumah sakit. "Datuk Seri Al Azhar sudah sadar, dan sudah bisa diajak komunikasi bicara," jelas adik Al Azhar, Alang Rizal saat dikonfirmasi SuaraRiau.id, Kamis (7/10/2021) yang dikutip Petah.id. Meskipun demikian, Al Azhar belum bisa dipindahkan ke ruang biasa lantaran masih harus menjalani observasi secara intensif pasca operasi empedu. Pihak keluarga, Alang Rizal mengungkapkan dokter anestesi ICU sudah melepaskan alat bantu yang dipasang di mulut Datuk Seri Alazhar diganti alat pernapasan biasa. Alang pun meminta kepada semua terutama masyarakat Riau untuk mendoakan kesembuhan Datuk Seri Al Azhar. "Terpenting dari pihak keluarga mohon doa supaya beliau cepat pulih dan beraktivitas seperti biasa," ungkap dia Sumber : SuaraRiau.id
Jakarta, Petah.id - Dalih untuk menekan laju penularan Covid-19 Kementerian Agama menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dari yang sebelumnya libur maulid akan berlangsung Selasa (19/10/2021) digeser ke hari Rabu (20/10/2021). "Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021," kata Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, dikutip dari SuaraJakarta.id, Sabtu (9/10/2021). Ditegaskan Kamaruddin, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berubah, yakni tetap 12 Rabiul Awal. Hanya hari libur nasionalnya saja yang digeser. "Maulid Nabi Muhammad SAW tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," ungkapnya. Adanya perubahan itu tertuang dalam Keputusan Bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Sebelumnya, hal serupa juga sempat terjadi pada hari libur peringatan Tahun Baru Hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021. Sumber : SuaraRiau.id
Siak, Petah.id - Kabupaten Siak merupakan salah satu daerah penghasil hewan kurban. Dan kesehatan hewan menjadi prioritas.Bahkan, dari data yang berhasil dihimpun, tahun ketahun ketersediaan hewan qurban di Kabupaten Siak tidak pernah turun.Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Siak drh Susilawati. Tahun 2019, 2020 masyarakat Siak yang melaksanakan kurban terus mengalami peningkatan."Tahun 2020 saja meningkat hingga 5 persen," jelas drh Susilawati, Senin (28/6/2021) di ruang kerjanya.Sementara itu, untuk ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Siak tidak pernah mengalami kekurangan. Diceritakan Susi, dinasnya berada di posisi ini melalui proses, tidak serta-merta bahkan dengan jalan panjang yang penuh rintangan.Dikisahkannya, Sejak 2013 lalu, Dinas Peternakan Siak mempersiapkan hal itu, dan atas dukungan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten tentunya. "Di Siak Ada empat kecamatan yang menjadi cikal-bakal penghasil hewan ternak, mulai dari Kerinci Kanan, Lubukdalam, Koto Gasib dan Dayun,” kata drh Susilawati. Sampai saat ini, keempat kecamatan itu masih terus menjadi perhatian pemerintah pusat, di bawah kementerian. Dan setiap tahun terjadi peningkatan warga berkurban, rata-rata di atas 5 persen, meski di tengah pandemi Covid-19 sekali pun.“Kami belum tahu total berapa hewan kurban yang akan disembelih tahun ini di Kabupaten Siak, tapi kami yakin masih terjadi peningkatan,” sebut drh Susilawati.Meski sampai sejauh ini pihaknya belum mendapatkan angka hewan kurban yang akan disembelih, namun data hewan kurban yang keluar provinsi dan keluar kabupaten sudah ada datanya, untuk Kepulauan Riau ada 500 ekor lebih, untuk Kepulauan Meranti ada 200 ekor. “Kami memastikan hewan hewan itu sehat dan aman, karena prosedur pemeriksaan sudah kami lakukan, mulai dari surat kesehatan sampai izin keluar ternak,” jelasnya.Demikian juga dengan hewan kurban yang akan disembelih di Kabupaten Siak, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan umur hewan, untuk sapi 2 tahun dan kambing 1 tahun. Bahkan untuk menyempurnakannya karena penyembelihan hewan kurban menyebar dan serentak, pihaknya melibatkan panitia kurban untuk membantu memeriksa kondisi hewan kurban.Pemeriksaan kondisi hewan kurban berupa pemeriksaan ante mortem atau kondisi hewan kurban sebelum disembelih, dan gejala klinis lainnya. Serta post mortem, pemeriksaan bagian dalam tubuh hewan kurban setelah disembelih.“Bahkan dalam hal ini, saya turun langsung ke lokasi penyembelihan hewan kurban. Memang kami semua ambil bagian dalam hal ini, untuk kesehatan masyarakat,” sebutnya.Untuk diketahui, sebanyak 2.874 hewan kurban sepanjang 2020 di Kabupaten Siak. Dengan jenis Sapi sebanyak 2.053 ekor, Kerbau 94 ekor, kambing 727 ekor.
Meranti, Petah.id - Ucapan syukur dan terimakasih yang mendalam kepada Kapolda Riau datang dari segenap pengurus & santri Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an, Desa Mantiasa, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dengan penuh suka cita, para santri akan segera menempati asrama baru ditempat mereka menimba ilmu, setelah bantuan pembangunan empat ruang asrama baru dari Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi rampung pembangunan nya. Pimpinan Ponpes, Kyai Musthofa secara langsung mengungkapkan ucapan terimakasih kepada Kapolda Riau beserta jajarannya, sembari terus mendoakan Jendral bintang dua ini untuk senantiasa diberikan keberkahan dan terus menabur kebaikan kepada sesama. "Alhamdulillah, pembangunan empat ruang baru asrama santri sudah rampung dan akan segera dipakai. Terimakasih pak Kapolda beserta jajaran. Semoga sumbangsih yang diberikan memperoleh keberkahan dari Allah SWT dan bapak diberi kesehatan, rezeki yang berlimpah serta teruslah menabur kebaikan bagi sesama insan manusia," demikian diungkapkan pimpinan Ponpes Raudhatul Quran, Kyai Musthofa, Sabtu (19/6/2021).Penambahan ruang Asrama untuk santri ini, kata Kyai Musthofa, sangat dibutuhkan mengingat fasilitas sarana di Ponpes Raudhatul Qur'an minim dengan daya tampung santri sebanyak 200 orang "Begitu juga kepada pak Kapolres Kepulauan Meranti kami ucapkan terimakasih karena sudah membantu, sehingga pembangunan ruang baru Asrama ini bisa terwujud," ujarnya. Bantuan penambahan ruang baru Asrama Ponpes Raudhatul Qur'an itu diberikan Kapolda Riau saat berkunjung ke Pondok tersebut akhir tahun lalu.
Pekanbaru, Petah.id - Resahkan masyarakat, 11 orang remaja pria dan wanita diamankan Satpol PP Kota Pekanbaru karena kedapatan kumpul kebo di kos-kosan di Jalan Garuda, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (28/4/2021) dini hari.Petugas Satpol PP datang ke kos-kosan tersebut karena adanya laporan dari masyarakat setempat, yang sudah resah dan tidak nyaman melihat ada kelompok remaja yang berkumpul-kumpul namun belum ada status pernikahan, ditambah aktivitas tersebut tetap dilakukan di bulan suci RamadhanAtas laporan itulah petugas Satpol PP mendatangi kost-kostan tersebut, disana petugas menggedor kamar kost, dan mendapati 11 orang remaja yang berkumpul-kumpul."Ada sebelas orang yang diamankan. Empat orang berpasangan di dalam kamar kos dan tiga orang Laki- laki lainnya diamankan karena nongkrong. Kami data dan membuat surat pernyataan. Selagi belum ada pihak keluarga atau penjamin yang datang menjemput mereka tidak dipulangkan," ujar Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang seperti dikutip dari GoRiau.com.Kemudian, pihaknya akan memanggil pemilik kost yang membiarkan muda- mudi bukan pasangan resmi berkumpul di tempat usahanya."Kita panggil pemilik kostnya. Kalau dari mereka yang diamankan tidak ada pihak keluarga yang menjemput kami antar ke Shelter Dinas Sosial Pekanbaru," tutupnya.Sumber : GoRiau.com
Pandeglang, Petah.id – Aparat Kepolisian menemukan kondom, keris dan kemenyan dari pengikut kelompok 'Hakekok Balaksuta' yang menggelar ritual bugil atau mandi bareng di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. "Ya, betul. Ada beberapa barang yang kami temukan pada saat pengamanan, di antaranya alat kontrasepsi tersebut," kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana dilansir dari detikcom, Jumat (12/3/2021). Saat ini, Polisi terus melakukan pendalaman terkait penemuan kondom dan barang lainnya yang dibawa segelintir pengikut kelompok 'Hakekok'. Sebab, di antara 16 pengikut ritual bugil ini ada yang sudah berstatus suami-istri. "Masih kami dalami, peruntukannya itu apa belum bisa kami simpulkan. Soalnya ada sudah berumah tangga di antara belasan orang itu," ujar Ricky. Selain kondom, beberapa barang yang dijadikan jimat oleh kelompok 'Hakekok' ini juga turut diamankan polisi. Ada keris hingga kemenyan yang biasa digunakan oleh mereka selama melakukan ritual bugil dengan mandi bareng di sebuah rawa. "Barang-barang tersebut juga turut kami amankan. Sekarang masih kami dalami seluruhnya supaya jelas dan tidak simpang siur," ujar Ricky. Sebelumnya, polisi mengamankan 16 warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. Mereka diamankan karena melakukan ritual yang diduga merupakan bagian dari aliran sesat. Sumber : detikcom
SIAK, Petah.id - Demi Provinsi Riau bebas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tim gabungan pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.Sudah tiga hari ini tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan berjibaku memadamkan api di kampung paling ujung di Kabupaten Siak.Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah mengatakan angin laut yang kencang menjadi kendala bagi tim merah."Kebakarannya tepi laut, dan angin laut yang kuat dan berubah ubah arah sehingga api menjalar lebih cepat menjadi kendala tim di lapangan," kata Ihsan Abdillah, Selasa (16/2/2021).Untuk luasan, tambah Ihsan, saat ini lahan yang terbakar seluas 6 hektar. Tim terus melakukan penyekatan agar api tidak meluas. " Tim masih di lokasi memadamkan api, dan api mulai bisa dijinakkan," tambahnya.Lahan yang terbakar tidak jauh dari perusahaan PT Uniseraya. Sementara jenis vegetasi yang merupakan semak belukar, Akasia dan Sawit."Lahan yang terbakae itu jaraknya 500 meter dari PT Uniseraya," ungkap Ihsan.Di lokasi kebakaran, tim pemadam gunakan tenda untuk menginap, mereka juga memasak sendiri untuk kebutuhan konsumsi."Ya sudah 3 hari ini mereka bertahan dengan perbekalan yang dibawa dari markas, untuk istirahat malam mereka membuat tenda," jelas Ihsan.Di Kecamatan Sungai Apit sendiri, kata Ihsan lebih jauh, sudah 20 hektar hutan dan lahan yang terbakar." Masuk dengan yang di Kampung Bunsur, sudah 20 hektar hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak terbakar," jelasnya.Adapun tim gabungan yang turut ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit itu Manggala Agni Daops Siak 15 orang, BPBD Siak, TNI, Polisi dan MPA Kampung Teluk Lanus.
PETAH.Id - Pendakwah ternama Syekh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber diungkapkan oleh Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew."Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Syaikh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do'anya," tulis Yusuf Mansur, Kamis (14/1).Syekh Ali Jaber dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (29/12). Ia sempat masuk ruang ICU RS Yarsi pada Rabu (30/12).Kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber sempat dilaporkan membaik pada 4 Januari 2021. Sebelumnya, di media sosial sempat juga beredar foto yang menunjukkan Ali sedang tidak sadarkan diri dan sudah menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator."Kondisinya pun semakin membaik tim medis menyampaikan apa adanya, bahwa perkembangannya cukup bagus dan terus menunjukkan peningkatan," tulis akun @syekh.alijaber, Senin (4/1/2021).Dalam akun Instagramnya itu, Ali juga meminta masyarakat, khususnya jemaah Ali, untuk mengirimkan doa. Selain itu, mereka juga mengajak jemaah untuk mengikuti amalan ibadah Ali setiap hari."Kami berupaya meneruskan hobi beliau, merutinkan sedekah subuh dan beliau gemar membaca surat Al-Baqarah setiap hari," ujar akun tersebut.Sumber : CNNIndonesia
Halaman
Severity: Warning
Message: A non-numeric value encountered
Filename: pages/kategori-berita.php
Line Number: 51
Backtrace:
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler
File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view
File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once