Pembelajaran Tatap Muka di Siak Mulai Dilaksanakan
Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka di Siak Mulai Dilaksanakan

Siak, Petah.id - Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak sejak beberapa pekan terakhir menunjukkan angka yang melandai turun.Hal itu membawa angin segar bagi orang tua murid agar anak mereka bisa kembali mengenyam ilmu dengan bersekolah tatap muka.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Lukman mengatakan proses belajar tatap muka sudah bisa dilaksakan oleh sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat."PTM terbatas untuk SD dan SMP sudah dimulai sejak Selasa (14/9/2021). PTM terbatas ini harus dilakukan dengan prokes yang ketat agar semuanya bisa berjalan dengan lancar," ungkap Kadisdik dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Lukman.Secara teknis, dalam seminggu anak-anak murid bisa melakukan pembelajaran tatap muka sebanyak 2 - 3 kali. Hal itu dikarenakan dalam satu kelas hanya boleh diisi oleh setengah dari jumlah seluruh murid dalam satu kelas."Satu kelas itu hanya boleh separuhnya yang boleh belajar tatap muka dari jumlah murid. Dan secara bergantian besoknya. Itu dilakukan sebagai salah satu langkah agar tidak ada kluster di PTM," jelas Lukman.Memastikan PTM berjalan baik dan lancar, Kadisdik dan Kebudayaan Lukman meninjau SMPN 1 dan SD 01 Siak.Kadisdik Lukman tiba di SMPN 1 Siak sekitar pukul 08.00 WIB. Ada wastafel di gerbang sekolah. Lukman menyempatkan diri mencuci tangan, sebelum meninjau PTM.Masuk ke lingkungan sekolah, Lukman bertemu dengan Kepala SMPN 1 Arniza yang sedang berkeliling melihat proses belajar mengajar. Selanjutnya Lukman didampingi Arniza meninjau proses PTM hari pertama.Di hadapan para pelajar yang jumlahnya 50 persen dari jumlah isi kelas itu, Lukman mengajak untuk mematuhi prokes dengan cara mengenakan masker dan rajin mencuci tangan.“Tetap menjaga jarak dan jaga kesehatan. Jangan sampai PTM menjadi cluster baru,” pintanya.Selanjutnya Lukman meninjau Lab Komputer, di dalamnya ada 15 pelajar yang sedang mengikuti assesment secara nasional. Ada 50 pelajar SMPN 1 Siak yang menjadi perwakilan. Tujuannya untuk menguji mutu sekolah. Dan untuk mendapatkan 50 pelajar itu, kementerian memilihnya secara acak.Guru pembimbing melaporkan kepada Lukman, kendala ada pada jaringan dan beberapa hal lainnya. Namun, masih dapat diatasi. 50 pelajar dibagi menjadi tiga kelompok. Selanjutnya,  Lukman menuju ruang guru, di ruang guru Lukman mengingatkan pentingnya mematuhi prokes. Pastikan siapapun yang pergi ke sekolah dalam keadaan sehat.“Guru atau pelajar yang flu, batuk, demam, sebaiknya tidak ke sekolah,” kata Lukman.Agar PTM ini dapat berjalan lancar sesuai harapan, diperlukan kerja sama semua pihak. Mulai dari membatasi interaksi murid.Masuk kedalam ruang belajar kelas VI, Lukman memastikan semuanya mengenakan masker. “Saya minta semua dapat disiplin mengenakan masker di mana saja berada. Memang awalnya tidak nyaman, tapi kalau sudah terbiasa merasa tidak enak jika tidak mengenakannya,” kata Lukman.Lukman sempat berkeliling, bahkan melihat kelas yang dihuni murid kelas I. Begitu ceria murid-murid yang terdiri dari berbagai suku, bangsa dan agama. Lukman ikut gembira menyaksikan situasi itu.Hanya ada satu kelas yang hanya diisi oleh lima murid, ternyata lima murid lainnya dalam keadaan sakit.“Memang sudah menjadi aturan, murid yang sakit harus berobat dan istirahat. Ketika sudah sembuh baru ke sekolah,” kata Lukman.Ditambahkan Lukman, atas kunjungannya di dua sekolah itu, Lukman mengatakan prokes ketat sudah diberlakukan.“Saya berharap sekolah lainnya melakukan hal yang sama. Mari bersama sama menjaga anak-anak kita agar tetap PTM, dan mematuhi prokes, sehingga terhindar dari Covid-19,” kata Lukman.Kepala SMPN 1 Arniza mengatakan pihaknya benar benar siap untuk PTM ini. Sebab pelajar memang harus belajar tatap muka, dengan prokes ketat.“Kami berusaha pelajar merasa nyaman di sekolah, seperti rumah kedua. Sehingga suasana di sekolah benar benar penuh kekeluargaan dan semangat belajar pun muncul,” kata Arniza.Hal yang tidak jauh beda dikatakan Kepala SD 01 Siak Andrayanti. Baginya, PTM solusi bagi muridnya untuk beradaptasi.“Kami sudah siap untuk menggelar PTM dengan  prokes ketat. Para orang tua menyetujuinya. Kami berusaha memberikan pengawasan maksimal dan mengajar dengan penuh ketulusan, sebab mereka adalah masa depan kita,” kata Andrayanti.

Air Genangi Ruang Kelas, Murid di Siak Tetap Belajar
Pendidikan

Air Genangi Ruang Kelas, Murid di Siak Tetap Belajar

SIAK, Petah.id  - Pamandangan tak biasa tampak di Sekokah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hubbul Wathan, Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.Tampak sejumlah anak-anak murid beserta gurunya sedang melakukan proses belajar mengajar di ruangan yang digenangi air.Demikian dikatakan Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan Gustiyana, disebutkannya, pemandangan seperti itu setiap tahun terjadi. Penyebabnya karena air pasang naik tinggi dan kali ini sudah dua hari ruang kelas ini digenangi air." Kalau orang awak cakap ini pasang keling, terendam dah dua hari," ungkap Gustiyana, Rabu (13/1/2021).Dijelaskannya, peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan curah hujan yang tinggi."Tak ada hubungan dengan hujan, laman itu kering, pas pasang besar naik, air sampai dalam kelas, sebab belakang sekolah kami laut/sungai," jelasnya.Kondisi itu, kata Gustiyana lebih jauh, tidak menyurutkan semangat anak murid dan guru untuk tetap melakukan proses belajar."Kami belajar selagi kami bisa, kalau pagi air belum naik.  Semalam jam 9.00 Wib air naik,hari ni jam 9.30Wib air naik," kata dia.Menurutnya, selagi air belum masuk ke ruangan kelas pihaknya terus melakukan proses belajar."Setelah air masuk kami masih belajar, ketika air semakin tinggi baru kami balek," ungkapnya.Dijelaskannya, kondisi seperti ini merupakan kondisi alam. Saat ini, Gustiyana berharap kepada orang tua murid untuk memaklumi kondisi tersebut."Memang sudah kondisi alam, kalau dari segi aliran parit dah bagus. Cumo harapan kami kepada orang tua siswa ketika kondisi seperti ini terjadi harap maklum anak tak bisa belajar degan maksimal, baik dari segi penyampaian materi maupun dari segi waktu," jelasnya.Pihak sekolah terus memanfaatkan waktu pagi ketika kondisi air belum naik terlalu tinggi untuk belajar. Namun, ketika air sudah masuk ruang, sebagian anak dipulangkan." Ada tiga ruang kelas yang agak tinggi dan tak masuk air, 3 ruang ini kami khususkan untuk kelas 1 dan 6 dengan pertimbangan kelas 1 merupakan kelas awal yang perlu belajar dengan bimbingan guru, sedangkan kelas 6 merupakan kelas akhir yang akan mendekati ujian," beber Gustiyana.Dari informasi warga sekitar, besok, Kamis (14/1/2021) merupakan puncak besarnya terjadi kenaikan air pasang."Untuk rungan kantor guru dan gedung lain terpisah dari ruang belajar sehingga tidak terkena banjir. Sebab ruang kantor diseberang jalan dan posisinya agak tinggi," ungkapnya.

Pembelajaran Tatap Muka Upaya Selamatkan Generasi
Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Upaya Selamatkan Generasi

SIAK, Petah.id -Pemerintah Kabupaten Siak, Riau sudah berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 4 Januari 2021 lalu di tengah pandemi Covid-19.PTM dilakukan sesuai Surat Keterangan Bersama (SKB) empat menteri, terdiri dari Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri untuk pembelajaran tatap muka.Disebutkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga hari keempat sebanyak 90 persen Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Siak mengikutinya.Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Lukman SSos MPd. Menurut Lukman, PTM dilakukan sebagai upaya penyelamatan kehidupan peserta didik di masa yang akan datang. Ada 3 poin penting yang menjadi acuan Disdik Siak dalam pelaksaan pembelajaran tatap muka."Tiga acuan itu, terkait tumbuh kembang peserta didik, baik secara fisik maupun secara emosional. Kami memikirkan dan khawatir tentang kehidupan mereka di masa yang akan datang, sekaligus menekan adanya indikasi putus sekolah," ungkap Kadisdik Siak Lukman,  pada Kamis (7/1/2021) siang.Pembelajaran tatap muka ini, kata Lukman, pihaknya melakukan berbagai strategi agar proses belajar mengajar berjalan dengan aman.Untuk pembelajaran di masa seperti ini, jumlah murid di kelas maksimal 50 persen. Sedangkan jam belajar maksimal 3 jam, atau dari pukul 08.00-11.00 WIB. Dan sepekan hanya belajar dua hari, untuk masing masing murid. "Kami membuat panduan apa yang harus dilakukan peserta didik dalam proses belajar mulai berangkat dari rumah hingga pulang ke rumah lain agar aman dan ancaman Covid-19," jelasnya.Yang jelas, tambah Lukman, Jumat dan Sabtu dilakukan belajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik yang tak masuk sekolah.Sementara, untuk waktu pembelajaran di kelas, sekolah diwajibkan belajar maksimal hanya sampai pukul 11.00 Wib."Tidak ada jam istirahat, peserta didik wajib bawak bekal makan dan minum dari rumah, begitu juga bagi gurunya, gurunya diminta untuk makan bersama di dalam kelas bersama murid," kata Lukman.Di dalam kelas jarak tempat duduk antar murid minimal 1,5 meter. Dan satu kelas dibatasi hanya 50 persen dari jumlah murid.Setiap sekolah yang mengikuti  pmebelajaran tatap muka, kata Lukman lebih jauh, harus memenuhi daftar periksa, baik administratif dan fisik."Untuk administrasi harus dapat izin orang tua dan harus ada izin komite sekolah," jelasnya.Semua hal itu, jelasnya, pihaknya terus melakukan penekanan terhadap prokes. Lukman mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan." Kami sampaikan bahwa untuk hal-hal jika ada gejala atau kasus tentang Covid-19 segera dikomunikasikan ke puskesmas terdekat dan Diskes siap untuk itu," ungkapnya.Satgas Covid-19 kecamatan sampai sejauh ini dilibatkan. Tujuannya agar PTM berjalan lancar sesuai harapan bersama. Tidak ada cluster baru setelah ini.

Pastikan Penerapan Prokes, Kapolres Siak Kunjungi Beberapa Sekolah Di Kecamatan Siak
Pendidikan

Pastikan Penerapan Prokes, Kapolres Siak Kunjungi Beberapa Sekolah Di Kecamatan Siak

SIAK, Petah.id - Diberlakukannya kembali proses belajar tatap muka setelah beberapa bulan dilakukan secara daring pada awal tahun 2021 di Kabupaten Siak, sekolah-sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan.Langkah ini di lakukan untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.Sejak pagi, terlihat staf sekolah telah berada di pintu gerbang masuk sekolah untuk memeriksa suhu tubuh setiap siswa yang hendak masuk ke lingkungan sekolah. Para siswa juga diminta untuk tetap menggunakan masker selama berada di sekolah.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto turun langsung melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan cegah Covid-19 di beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Siak, Kamis (8/1/2021).Kapolres Siak mengatakan, pada hari pihaknya langsung turun untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan."Pagi ini saya bersama jajaran langsung turun ke sekolah- sekolah untuk mengecek penerapan protokol kesehatan. Alhamdulillah, secara keseluruhan sekolah- sekolah menerapkan anjuran sesuai dengan protokol kesehatan," kata AKBP GunarAKBP Gunar juga mengatakan, sekolah- sekolah telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan alat thermogun untuk mengukur suhu badan anak anak."Pantauan kita semua sekolah sudah menyiapkan, anak-anak juga memakai masker dalam proses belajar mengajar. Kita harap ini berjalan dengan lancar," ungkapnya.AKBP Gunar juga menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Siak belum seluruhnya memulai proses belajar mengajar tatap muka."Dari keterangan kepala sekolah dan guru yang saya kunjungi pagi ini 1 kelas dibagi menjadi dua kelompok yang masuk bergantian 2 kali dalam seminggu dan yang tidak masuk tetap akan melakukan belajar secara daring," katanya.Diakhir kunjungan nya kesekolah sekolah AKBP Gunar mengingatkan kembali kepada Kepala sekolah dan guru guru agar serius dalam melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan cegah Covid - 19 disekolah." Kita berharap seluruh sekolah yang melakukan proses belajar tatap muka betul betul serius menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19 baik oleh murid maupun guru guru nya, seluruh ruangan kelas kita minta untuk membuka jendela agar sirkukasi udara nya tetap terjaga, mudah mudahan dengan upaya yang kita lakukan secara maksimal dapat mencegah terjadinya penyebaran Covid - 19," tutup Kapolres Siak.

Alfedri Sebut 80 Persen Sekolah di Siak Siap Lakukan Belajar Tatap Muka
Pendidikan

Alfedri Sebut 80 Persen Sekolah di Siak Siap Lakukan Belajar Tatap Muka

SIAK, Petah.id - Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau menyatakan siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.Guru dan murid melakukan belajar tatap muka setelah beberapa bulan melaksanakan proses belajar dengan daring.Seperti dikatakan, Bupati Siak Alfedri, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, sebanyak 80 persen sekolah siap mengikuti pembelajaran tatap muka."Untuk tingkat SD baik Negeri maupun Swasta yang siap belajar tatap muka sebanyak 183 sekolah sementara yang belum siap sebanyak 47 sekolah," kata Alfedri.Tingkat SMP, tambah Alfedri, jumlah sekolah tingkat menengah itu di Siak berjumlah 110  sekolah dengan rincian 82 sekolah Negeri dan 28 sekolah Swasta." Yang siap dan memenuhi syarat untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP sebanyak 88 sekolah dengan rincian 70  sekolah negeri dan 18 sekolah swasta," tambah Alfedri.Setiap sekolah, jelas Alfedri, harus menyiapkan alat termogan, tempat cuci tangan, masker dan menyusun kursi tempat duduk murid agar menjaga jarak."Bagi yang belum memenuhi persyaratan daftar periksa maka belum bisa melakukan proses belajar tatap muka, namun, bagi yang telah memenuhi persyaratan,maka akan dimulai pada hari ini," kata Alfedri.Persetujuan dari orang tua siswa, lanjut Alfedri, merupakan bagian dari persyaratan untuk proses pembelajaran tatap muka."Apa bila orang tua siswa tidak menyetujui,maka siswa akan melakukan pembelajaran melalui daring," jelasnya." Dan suhu tubuh Siswa diatas 37,3 Derajat Celcius agar pihak sekolah mengamankan siswa tersebut," tutupnya.

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Siak dengan Prokes Ketat
Pendidikan

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Siak dengan Prokes Ketat

SIAK, Petah.id - Setelah beberapa bulan para peserta didik melakukan proses belajar dengan daring akibat pandemi covid-19.Di Kabupaten Siak, terlihat sejumlah siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Siak mengikuti kegiatan belajar tatap muka di hari pertama paska pandemi covid-19, Senin (04/01/2021).Meski tampak beberapa anak tidak ikut dalam belajar tatap muka itu namun hal ini bukanlah suatu halangan untuk dilaksanakannya proses belajar tatap muka ini.Seperti dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, Arfan Usman menyebut hal itu sudah sesuai dengan yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan."Proses belajar mengajar tatap muka ini akan dilaksanakan secara bergilir. Dan bagi yang tidak melaksanakan tatap muka akan tetap belajar secara daring," kata Sekda Siak, Arfan Usman saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Siak."Proses belajar mengajar tatap muka ini harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan," pintanya.Ditambahkan Arfan, Dinas Pendidikan dan Tenaga Pendidik tentunya sudah merencanakan yang terbaik untuk pelaksanaan belajar tatap muka ini."Dinas pendidikan juga akan menunjang kegiatan ini dengan memberikan masker gratis. Dan tidak lupa untuk menjalankan 3M bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan proses belajar tatap muka ini," jelas Arfan Usman.Untuk diketahui, Uji coba pelaksanaan proses belajar tatap muka ini akan berjalan selama 2 bulan. Nantinya, tambah Arfan, akan diseleksi kembali apakah kegiatan ini akan dilanjutkan sesuai dengan keadaan dari daerah masing-masing. " Untuk siswa dan siswi jangan lupa membawa makanan minuman dari rumah dan tetap terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta tetap semangat," kata Arfan.

Awal Januari, Pemkab Siak Terapkan Belajar Tatap Muka
Pendidikan

Awal Januari, Pemkab Siak Terapkan Belajar Tatap Muka

SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak akan menerapkan metode pembelajaran tatap muka bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada pekan depan awal Januari 2020. "Iya Minggu depan tatap muka. Sabtu (02/01/2021) nanti kita pantau persiapannya, kalau sudah memenuhi daftar periksa Surat Keputusan Bersama empat menteri tanggal 4 Januari boleh belajar," kata Bupati Siak, Alfedri, Rabu (30/12/2020).Ditambahkannya, jika pun belum memenuhi daftar periksa maka penundaannya hanya sampai Rabu, 6 Januari 2021. Untuk belajar tatap muka itu, lanjutnya, kapasitas kelas hanya diisi 50 persen peserta didik. Murid SD hanya belajar dua kali seminggu yakni Senin dan Rabu atau Selasa dan Kamis. Sedangkan pada Jumat dan Sabtu pembelajaran dilakukan secara daring. Pihaknya mengatakan akan mengirimkan Satuan Tugas COVID-19 untuk monitoring agar protokol kesehatan dilakukan dengan baik. Seperti sebelum masuk dilakukan ukur suhu di bawah 37,3 derajat celcius."Kalau lebih supaya Unit Kesehatan Sekolah berkoordinasi dengan pusat kesehatan masyarakat pembantu agar dilakukan nanti tes cepat. Nanti ada juga tindak lanjut bersama dinas kesehatan," ungkapnya.Selain itu, tentunya peserta didik diwajibkan pakai masker dan menjaga jarak. Pihaknya juga menekankan dan mengimbau agar tidak bersentuhan satu sama lain.Sementara itu, tambahnya untuk sekolah dibawah kementrian agama belajar tatap muka dilakukan pada 11 Januari 2021. Karena memang pada pekan depan masih melakukan verifikasi daftar periksa.Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas sebutnya itu kewenangan pemerintah provinsi. Namun menurutnya akan sama dengan yang diterapkan pihak kabupaten."Masa transisi ini Januari sampai Februari setelah itu nanti kita evaluasi dan tetap dipantau terus pelaksanaannya. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik," harapnya.

Kali ke Dua, Perpustakaan Daerah Siak Raih Penghargaan Nasional
Pendidikan

Kali ke Dua, Perpustakaan Daerah Siak Raih Penghargaan Nasional

SIAK, Petah.id - Di penghujung tahun 2020 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak menerima penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2020.Penghargaan itu diserahkan oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional  Suriadi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Siak M Arifin yang diwakili oleh  Kasi Pengembangan tenaga Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Anita S.S.Penghargaan tersebut di serahkan pada Acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hermes Palace Hotel Medan, Kamis (3/12/2020) kemarin.Saat dihubungi, Anita mengatakan pihaknya sudah dua kali menerima penghargaan itu, namun pertama bagi pustaka kampung Mandi Angin. “Penghargaan ini sudah kali kedua diraih, yang sebelumnya diperoleh pada 2019,” kata Anita melalui telefon selularnya, Jum’at (4/12/2020).Ia bilang, perpustakaan Kampung Mandi Angin ini termasuk dari 28 perpustakaan desa/kelurahan terbaik di Indonesia, dari ratusan perpustakaan yang dievaluasi Perpusnas dalam mengimplementasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.Lebih lanjut Anita menyampaikan pesan dari Kepala Perpusnas adalah mengajak seluruh mitra kerja Perpusnas dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk bersama meyakinkan masyarakat bisa bangkit dan sejahtera melalui literasi. Dikesempatan yang sama diserahkan hadiah uang tunai untuk staf Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak (Nurhasanah) yang mengikuti lomba foto bertajuk Dampak Perspustakaan, yang ditaja oleh Perpustakaan Nasional melalui Instagram.Dampak dari kegiatan inklusi sosial di Pusda Siak, menurut Anita masyarakat  sudah bisa sejahtera melalui literasi bahkan menjadi pebisnis. Ibu satu anak ini menambahkan, transformasi perpustakaan itu maksudnya bahwa selain menyediakan bahan bacaan, pihaknya juga menfasilitasi kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.Seperti Nurhasanah salah seorang staf dinas dengan memanfaatkan layanan WiFi gratis dan buku di Pusda Siak dalam memperoleh informasi terkait ilmu merajut hingga kini mampu menjual ratusan masker dan Connector rajut.“Yang jelas, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Siak berkomitmen menjalankan dan mengembangkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial ini. Apalagi di tengah pandemic Covid saat ini, sangat penting membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya melalui gerakan literasi,” pungkasnya.

Halaman

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: A non-numeric value encountered

Filename: pages/kategori-berita.php

Line Number: 51

Backtrace:

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/pages/kategori-berita.php
Line: 51
Function: _error_handler

File: /home/u1605178/public_html/application/views/public/public.php
Line: 159
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/application/controllers/Main.php
Line: 242
Function: view

File: /home/u1605178/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

1 dari 4