Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
5 Tempat Ngopi Asik di Siak yang Patut Dicoba
13 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Selain menawarkan wisata sejarah, Kota Siak juga memiliki tempat asyik untuk tongkrongan anak muda.Berbagai jenis kafe mudah sekali di jumpai kalau kamu melintas di sekitar Kota Siak.Mulai dari kafe-kafe sederhana, bahkan sampai kafe-kafe kekinian semua bisa ditemui di sini dengan konsep yang berbeda-beda.Tak hanya nyaman untuk nongkrong, namun juga untuk ngopi-ngopi santai sambil mengerjakan tugas sekolah, atau bahkan tugas kantor.Nah, bagi kamu yang ingin mencari tempat ngopi yang pewe banget di sekitar Kota Siak, SuaraRiau.id punya rekomendasinya. Berikut 5 daftar kafe di Siak yang asyik untuk nyantai berlama-lama :1. Lantai 2 Cafe dan RestoLantai 2 Cafe dan Resto menjadi salah satu Cafe favorit yang banyak digandrungi kaum muda di kawasan Kota Siak.Berada tepatnya di Jalan Raja Raja Kecik Kampung Dalam-Siak-Riau.Berbagai macam menu Nusantara dan WesternRecommend  yakni Steak, Mix Seafood dan Korean Food.Disana juga tersedia juga Kopi dengan banyak varian menu kopi kekinian.Untuk Fasilitas Lantai Dua dan Resto ada Area Indoor di Lt2 dan area Outdoor di Roftop. Dan ini keren untuk dijadikan tempat swafoto.Selain itu, Lt2 dan Resto juga menyediakan Mushola dan Ruang VIP ber AC.Untuk anak muda yang hobi karokean, Lt2 dan Resto ada Event Live Akustik setiap Rabu dan Sabtu malam.Bagi yang ke Lt2 dan Resto jangan takut kemahalan, sebab di cafe ini makanan dan minuman harganya sangat terjangkau.Lantai dua dan Resto mengangkat Tagline #pertamadisiak. Untuk lebih jauh, pembaca bisa menghubungi nomor Hp +62852-7153-75992. Rasa Q CafeSelain Lantai Dua dan Resto, Rasa Q Cafe juga bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin nongkrong bersama teman atau mengerjakan tugas sambil menikmati kopi di sekitar Kota Siak.Selain bisa menikmati kopi, kamupun juga bisa santai sejenak sambil ngemil-ngemil cantik di Rasa Q Cafe.Rasa Q Cafe, salah satu tempat tongkrongan di Siak dengan harga terjangkau. Alamat di Jalan Indragiri (Turap) kelurahan Kampung Rempak, kecamatan Siak. Berdiri sejak 23 Mei 2017. Cafe ini menyajikan minuman kopi tradisional Aceh, dengan biji kopi uleekareng. Varian pada menu kopi Aceh di sini cukup beragam. Mulai dari kopi saring, kopi sanger, kopi tarik, hingga Vietnam drip dan V60, longblack dan mocapot single dan double. Selain menu kopi, Cafe ini juga terkenal dengan sajian minuman teh Thailand seperti Thai greentea dan Thai tea, dengan beragam campuran dan racikan.Untuk menu makanan juga cukup banyak tersedia, seperti varian nasi goreng dengan racikan bumbu spesial Rasa Q Cafe, ayam rica -rica, ayam asam manis, udang rica rica, udang asam manis dan ayam penyet. Di malam hari, setiap akhir pekan dan pertengahan pekan, pengunjung akan dimanjakan dengan live accoustic dari musisi musisi handal di kota Siak.Tempat tongkrongan ini mulai buka sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB3. Warkop Reborn (WR)Berbeda dari yang lainnya, bagi penikmat kopi, Warkop Reborn (WR) bisa menjadi alternatif untuk merasakan cita rasa racikan kopi dari barista handal.Untuk biji kopi yg dipakai ada berbagai varian yakni arabika, robusta  dan Liberika.Untuk varian manual brew Warkop Reborn (WR) juga manjakan lidah pecandu kopi dengan metode seduh v60, Vietnam Drip, Frenchpress danAeropress.Untuk jenis kopi Liberika, WR Coffe Shop memakai Kopi Meranti. Dalam menemukan rasa cita kopi, semua jenis rasa akan disajikan dengan berbeda cara.Untuk yang ingin tau lebih jauh bisa follow IG  wr_coffeeshop dan datang ke Alamat Jalan Kwalian, Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau.4. Scatter KopiMelipir sedikit dari Warkop Reborn, pengunjung bisa menemukan tempat ngopi dengan menawarkan konsep sederhana.Tempat itu Scatter Kopi. Cafe pertama di Siak yang menyediakan Kopi Nira. Tidak hanya Kopi Nira, Scater Kopi juga dapat manjakan pengunjung dengan kopi gula Aren.Untuk menu unggulan yang segar, pengunjung dapat menikmati Mocktail dengan berbagai rasa, yakni rasa Sweety, Greensky, Melon Squash, Summer Breze, Jeruk Squash, Ocean Blue, Tropical Squash5. Kedai Kopi Yong BengkalisBerbeda dari 4 cafe di atas, Kedai Kopi Yong Bengkalis berada di Kecamatan Mempura. Tempatnya tidak jauh dari Kantor Bupati Siak. Letak yang strategis di Jalan Lintas Siak- Gasib, kedai kopi ini tergolong baru dan ramai dikunjungi. mulai dari anak muda hingga pejabat daerah.Kedai Kopi Yong Bengkalis manjakan pengunjung dengan cita rasa makanan khas melayu, ada mi lendir, lontong bengkalis, dan berbagai jenis lainnya.Untuk harga, pengunjung dipastikan tidak akan merogoh kocek terlalu dalam. Selain enak masakan dan minuman di Kedai Kopi Yong Bengkalis sangat murah.Sumber : Suara.com

Liburan Akhir Tahun? Istana Asyerayah Al Hasyimiyah jadi Tempat Pilihan di Riau
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id -  Libur akhir tahun mungkin sudah dinantikan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sambil bepergian.Kalau Anda masih mencari tempat berlibur, kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini mungkin patut dipertimbangkan.Anda yang suka wisata sejarah bisa berkunjung ke Istana Siak Asyerayah Al Hasyimiyah yang masih menyimpan beragam tentang peninggalan kejayaan Kerajaan Siak.Untuk masuk ke Istana Siak, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu mahal. Untuk dewasa dan anak-anak domestic cuma dikenakan Rp10.000 dan Rp5.000 sementara untuk pengunjung mancanegara bagi dewasa dan anak-anak dikenakan Rp25.000 dan Rp15.000 saja.Memasuki Istana Peninggalan Sultan Hasyim, nuansa kerajaan zaman dahulu pun langsung bisa kita nikmati.Kedalam, kita langsung disambut patung mirip manusia pada zaman kerajaan sedang melakukan rapat." Patung itu berada di Ruang Gading, kenapa Ruang Gading karena kursinya terbuat dari Gading Gajah," kata petugas penjaga Istana Siak, Mardianto.Istana Peninggalan Sultan ke sebelas itu juga menawarkan banyak benda sejarah yang bisa menjadi pengetahuan kita tentang kemahsyuran Kerajaan Siak pada masa itu." Ada cermin milik permaisuri yang konon ceritanya itu menkadi cermin awet muda bagi permaisuri," kata Mardianto.Jika beruntung, pengunjung juga dapat menikmati alunan musik dari alat musik yang cuma ada dua di dunia yakni Komet.Komet ada cuma di Jerman dan Indonesia tepatnya di Istana Siak." Zaman dahulu, Komet dimainkan saat menyambut para tamu raja," tambahnya.Tidak hanya itu, wisatawan yang masuk ke Istana Siak juga bisa melihat Kursi Singgasana.Menariknya, Kursi Singgasana Raja itu terbuat berlapis Emas 18 karat pada masa Sultan Hasyim."Kursinya masih asli," terang Mardianto.Wisatawan juga bisa melihat Lemari Besi berusia ratusan tahun yang hingga saat ini tidak bisa dibuka.Cerita yang terdengar hingga saat ini, lemari besi atau brankas kerajaan tersebut berisi dokumen penting tentang harta Kerajaan  Siak hingga persoalan pribadi Sultan.Diprediksi didalam lemari besi itu juga ada benda berharga."Sudah beberapa kali dicoba dibuka bahkan mendatangkan para ahli tapi tetap saja tidak bisa dibuka," ungkap Mardianto.Selain Istana Siak Asyerayah Alhasyimiyah, wisatawan yang datang ke Kota Siak juga dapat berkunjung ke situs sejarah lainnya seperti di makam para Sultan Siak dahulunya.Ada Masjid Syahbudin, Masjid yang dibangun pada masa kerajaan dahulunya.Tidak jauh dari Istana Siak, Wisatawan yang datang ke Siak bisa bermain ke Taman Tengku Mahratu, disana, mata pangunjung bisa dimanjakan dan menikmati suasana di Tepian Sungai Jantan. "Disana juga banyak jajanan kuliner yang patut pengunjung coba," kata Mardianto.Kendati demikian, di tengah pandemi covid-19, pengelola sangat perketat protokol kesehatan (prokes) untuk mecegah penyebaran covid-19 ituSebab, untuk masuk Istana Siak, selain wajib menggunakan masker, pengunjung juga dicek suhu tubuhnya.

Bernilai Sejarah Tinggi, Pjs Bupati Siak Pesankan Agar Menjaga dan Merawat Istana
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Paska dibukanya Istana Siak setelah lama ditutup karena pandemi covid-19, Pjs Bupati Siak Indrq Agus Lukman kunjungi Istana Asyerayah Al Hasyimiyah, Selasa (17/11/2020) petang.Kunjungan Pjs Bupati Siak itu tepat pada hari ke Empat dibukanya kembali Istana Siak setelah masa pandemi covid-19.Kesempatan itu ia manfaatkan dengan baik, Indra Agus Lukman melihat dengan seksama peninggalan bersejarah milik kerajaan dan membuatnya berdecak kagum. Mulai dari foto-foto, lukisan, keramik dari Eropa dan Cina serta komet atau gramophone dan cermin permaisuri dan banyak lagi membuatnya terkagum-kagum.“Saya beberapa kali ke istana ini, namun baru kali ini saya melihatnya satu persatu. Bertanya dengan petugas yang tentunya tahu banyak tentang benda-benda bersejarah Melayu yang ada di dalam istana. Saya sengaja meluangkan waktu untuk melihatnya,” ungkap Pjs Indra Agus Lukman.Terlihat jelas sejarah Siak yang sangat luar biasa. Perjalanan panjang dari masa ke masa ada di dalam istana. “Benda-benda itu, memiliki nilai sejarah yang tinggi. Jadi selain dijaga agar tidak hilang, juga harus dirawat,” ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.Dengan dirawat, keasliannya akan tetap utuh dari masa ke masa. Dan hal itu memang harus dilakukan untuk diwariskan ke anak cucu.“Sebab, ke depan akan banyak orang-orang yang akan belajar dengan cara melihat peninggalan bersejarah di istana. Jadi memang harus dijaga dan dirawat,” ucapnya.Disinggung antusiasme warga yang melakukan kunjungan setelah sempat ditutup. Disebutkannya hal itu menunjukkan masyarakat memang masih mencintai sejarah. Dan sekali lagi, saatnya benda benda bersejarah itu dijaga dan dirawat, sebagai warisan untuk generasi yang akan datang.

Kadispar Siak : Tanya ke Sekda
11 November 2020 SIAK, Petah.id -  Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni mengatakan dinasnya hanya sebagai instrumen pendukung operasional di lapangan terkait kapan tempat wisata di Kabupaten Siak dibuka.Hal itu runtutan dari ditutupnya tempat wisata karena adanya pandemi covid-19." Mohon konfirmasi dengan Pak Sekda atau Pjs Bupati agar lebih mantap. Kami Dispar mendukung operasional di lapangan," terang Kadispar Siak Fauzi Asni, Rabu (11/11/2020) pagi.Namun, dirinya juga memastikan Sabtu (14/11/2020) Istana Siak Asyerayah Al Hasyimiyah akan dibuka atas arahan pimpinan."Sesuai arahan pimpinan, maka kami Dispar akan membuka mulai Sabtu ini. Insya Allah protokol kesehatan (prokes) Covid-19 kami siapkan sebagaimana ketentuan," jelasnya.Disinggung soal upaya Dinas Pariwisata dalam merawat dan menjaga situs sejarah di Kabupaten Siak, Fauzi Asni mengaku anggaran menjadi persoalan utamanya." Makam Koto Tinggi tak ada anggaran," cetusnya.Ditambahkannya, dinasnya hanya  berusaha merawat situs sejarah sesuai kemampuan APBD dan tentunya lebih di utamakan untuk penanganan masalah Covid-19."Kami merawat hanya sesuai dengan kemampuan APBD," kata Fauzi.Sementara Sekda Arfan Usman membenarkan mulai Sabtu (14/11) tempat wisata sudah bisa dibuka, termasuk Istana Asserayah Alhasyimiah.Ekonomi masyarakat harus bangkit. Sedangkan Covid-19 di Kabupaten Siak trennya terus menurun.“Kami berharap tempat wisata dan situs bersejarah yang dibuka, tetap menggunakan prokes. Hal itu untuk kebaikan bersama,” sebutnya.

Ketua LAM Minta Nama Syarifah Sembilan di Ganti
11 November 2020 SIAK, Petah.id - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Wan Said desak Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Siak untuk menghapus nama Syarifah Sembilan sebagai nama Taman di Kecamatan Sungai Apit serta diganti dengan nama yang layak.Dikatakannya, pihaknya sudah dua kali pergi ke Kecamatan Sungai Apit bertemu Ketua LAM Kecamatan Sungai Apit dan kekantor penghulu Tanjung Kuras untuk melihat makam yang disebut-sebut makam Syarifah Sembilan."Dari akal sehat kami tak pecayo itu makam, tapi kalau benteng kami pecayo. Memang disitu terlihat banyak makam, namun kalau dilihat dari batu  itu abad ke-17 sementara perang sama portugis itu abad ke-15," kata Ketua LAM Siak Wan Said,  Selasa (10/11/2020) malam.Sementara itu, lebih jauh dikatakan Wan Said, abad ke-17 itu banyak makam pejuang sewaktu agresi belanda. Ia pun mengaku dirinya memiliki data yang lengkap soal itu semua."Kami punya data yang lengkap soal itu, LAM ingin menyelesaikan persoalan ini diselesaikan dengan baik-baik," terangnya.LAM sendiri, tambah Wan Said, sudah menyurati dan mengusulkan kepada Bupati Siak, DPRD Siak dan berbagai lintas OPD untuk menghapus nama Syarifah Sembilan yang melekat di taman Kecamatan Sungai Apit itu."Nama Taman Syarifah Sembilan itu harus dihapus dan ditukar dengan nama yang layak, kami sudah usulkan itu kepada Bupati dan DPRD Siak," tegas Ketua LAM Siak.Dalam kesempatan itu, Wan Said juga mengajak kepada generasi muda sebagai penerus untuk menggali sejarah sesuai dengan fakta dan kaidahnya agar memang ini bisa lestari hingga di masa mendatang."Marilah kita sama-sama menghargai para pahlawan kita,tanpa jasa mereka tak mungkin kita sampai seperti sekarang ini,"pungkasnya.

Alfedri Keluarkan Perbup, Dorong Pemerintah Kampung Tanggap Covid-19
30 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Khawatir masyarakatnya terdampak penyebaran Covid-19, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengeluarkan Perbup. Isinya mendorong pemerintah kampung tanggap Covid-19 dan padat karya tunai kampung.Hal itu tertuang di Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 800/DPMK/190 tertanggal 30 Maret 2020.Dalam Perbup tersebut, pemerintah kampung didorong untuk membentuk Relawan Kampung Lawan Corona. Dan setiap kampung untuk menyiapkan call centre atau nomor telepon Kampung Tanggap Covid-19.Dikatakan Ketua Asosiasi Perangkat Desa (Apdesi) Kabupaten Siak Jufrianto, pihaknya menyambut baik peraturan Bupati Siak tersebut. Menurutnya hal ini baik untuk mencegah secara bersama pandemi Covid -19."Kami menyambut baik perbup tersebut, namun tahap selanjutnya kami sedang menunggu bagaimana teknisnya dan ini akan dirumuskan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK)," urai Ketua Apdesi Kabupaten Siak Jufrianto via ponsel, Senin (30/03/2020) siang.Lebih jauh dikatakannya, pihaknya ingin apa yang menjadi Perbup dapat dilaksanakan seluruh kampung dengan kesungguhan, sehingga apa yang diharapkan Bupati benar benar sampai dan tepat sasaran.“Jangan sampai setelah ini, ada tersangka karena terindikasi penggelapan anggaran atau lainnya. Saya tidak ingin itu terjadi. Saya ingatkan pemerintah kampung bekerja dengan ikhlas,” ungkapnya.

Membaca Imajinasi Liar Irving Kahar dalam Membangkitkan Sejarah
30 Januari 2020 Mendapatkan Tuah Tangsi Belanda setelah Melintasi Jembatan Kupu Kupu SIAK, Petah.id - Salah satu kecamatan di Siak yang kaya akan destinasi wisata, adalah Kecamatan Mempura. Tidak hanya, Jembatan Benteng dan Jembatan Kupu Kupu yang mempesona, tapi juga ada Tangsi (barak) Belanda. Tangsi Belanda ini, awalnya hanya berupa bangunan tua peninggalan Belanda, yang tak terawat dan sempat terbiarkan. Namun, belakangan Tangsi Belanda ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena usia dan berkaitan dengan sejarah. Tingkat kunjungan setiap hari terus bertambah, pengunjung tidak hanya datang dari dalam kota, tapi juga dari luar kota, bahkan provinsi tetangga dan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Melihat potensi itu, pembenahan terus dilakukan, mulai dari pemugaran sejumlah titik, pengecatan, pembuatan pagar, ukiran nama Tangsi Belanda yang diberi lampu saat malam hari, menjadi salah satu spot untuk berswafoto. Salah Satu Tempat Untuk Berswafoto di Tangsi Belanda Jika sebelumnya Tangsi Belanda ini di siang hari saja terkesan angker, tapi kini, malam hari pun ada saja mengunjung yang datang untuk berswafoto. Sebab Pihak Dinas PU Tarukim telah memasang lampu lampu di sejumlah spot, sehingga Tangsi Belanda ini memperlihatkan aura megah dan indah. Difoto dari spot manapun, pesona Tangsi Belanda tetap terlihat. Pesona Tangsi Belanda semakin sempurna karena, peninggalan sejarah dan bangunan kebanggaan masyarakat Siak, yaitu Istana Asserayah Al Hasyimiah, seolah berhadapan, hanya terpisahkan oleh Sungai Jantan atau Sungai Siak. Jika berdiri di Tangsi Belanda, akan terlihat Istana Asserayah Alhasyimiyah di seberang, demikian sebaliknya, jika berdiri di tepian Sungai Jantan depan istana, akan terlihat Tangsi Belanda yang kokoh dan indah dengan lampu lampunya. Tangsi yang berlokasi di Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura Kabupaten Siak ini, konon selesai dibangun oleh tentara Belanda pada sekitar 1860 Masehi silam. Tangsi Belanda Terlihat dari Atas Secara Keseluruhan Adalah Kadis PU Tarukim Irving Kahar yang mencintai keindahan dan ingin Siak memiliki sesuatu yang berbeda dan layak dikenal untuk dipromosikan ke seluruh dunia, karena sangat mencintai sejarah dan masa lalu, membenahi Tangsi Belanda. Pada 2019, Pemkab Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) merealisasikan kegiatan perbaikan dan penataan halaman (lanscape) di kawasan sekitar Tangsi Belanda. Penataan itu, diharapkan dapat memanjakan pengunjung selain wisata edukasi juga untuk berswafoto. Sebab swafoto juga bisa dilakukan di lorong, gang, ruangan, sekitar sumur tua dan lainnya. Kepala Dinas PU Tarukim Siak H Irving Kahar Arifin menuturkan, apa yang dilakukannya merupakan bentuk cintanya kepada Kabupaten Siak. “Saya ingin, memberikan karya dan pemikiran yang terbaik, sebagai kenang kenangan untuk Siak yang lebih maju lagi,” ungkapnya. Irving ingin, puluhan tahun ke depan, sejarah Siak tetap bisa dipelajari dari karya dan situs yang terpelihara dengan baik. Dan sejarah Tangsi Belanda yang ada di Kecamatan Mempura ini, nanti akan dimanfaatkan untuk acara puncak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), di mana Kabupaten Siak telah ditunjuk sebagai tuan rumah. "Pada tahun ini, tepatnya April, Tangsi Belanda, akan dimanfaatkan untuk acara puncak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Insya Allah acara ini akan dihadiri oleh seluruh anggota JKPI yang berjumlah 70 kabupaten/kota se-Indonesia," terang Irving, beberapa waktu lalu. Dengan telah selesainya pengerjaan lanscape di sekitar komplek Tangsi Belanda Siak itu, Pemkab Siak juga berencana akan meresmikan sekaligus memfungsikan Tangsi Belanda ini untuk kunjungan wisatawan. Kesempurnaan Tangsi Belanda ini semakin lengkap karena untuk bisa sampai di Tangsi Belanda akan melintasi Jembatan Kupu Kupu yang indah dan Jembatan Benteng yang mempesona. “Siapapun akan menyesal jika tidak berswafoto di dua jembatan itu,” ungkapnya. Inilah kelebihan Kecamatan Mempura, selain ada makam datuk empat suku, ada juga Kampung Toga, yang di dalamnya ditanam sejumlah tumbuhan obat obatan. Untuk bisa sampai ke Tangsi Belanda, jika dari Pekanbaru tidak perlu naik dulu ke Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, namun lurus jika dari arah Koto Gasib atau belok kiri jika dari arah Dayun.Sekitar 500 meter, setelah jembatan kecil, nanti di sebelah kiri ada penunjuk arah Makam Datuk Empat Suku. Makan mulai lah perjalanan wisata di Kecamatan Mempura. Salah seorang juru kunci yang selalu dinas malam hari bernama Alfian, mengatakan pihaknya sampai kewalahan menerima kunjungan wisatawan, sebab jika terus dilayani tak akan berhenti sampai tengah malam. “Tapi kami bisa berbuat apa. Sebab tugas kami hanya melayani pengunjung dan menjelaskan apa apa saja yang ada di Tangsi Belanda,” ungkapnya. Ditanya apakah ada yang berbeda selama dinas, atau penampakan. Sambil tersenyum dia mengatakan tidak ada melihat hal hal yang aneh, terlebih setelah menjadi cantik dan sering dilihat seperti sekarang ini. Menurutnya kalau hanya suara suara orang teriak, sudah biasa, itu pun jangan jarang sekali.