Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Bertahan Ditengah Pandemi, Ada Bantuan Insentif Pemerintah Bagi Pelaku Usaha
20 Juni 2021 Pekanbaru, Petah.id - Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif harus terus bertahan dari dampak pandemi COVID-19 dengan meningkatkan skala usaha mereka.  Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku usaha terutama UMKM untuk memaksimalkan program BIP 2021 yang diluncurkan dengan waktu pendaftaran mulai 4 Juni hingga 4 Juli 2021. Program ini diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda.  "Saya yakin dengan BIP 2021, kita berikan kontribusi positif kepada bangsa ini dan kita dorong para pelaku usaha dapat berpartisipasi membangun usahanya dan menjadi pemenang," kata Menparekraf, Sandiaga Uno, Mengutip laman kemenparekraf.go.id, Minggu (19/6/2021). BIP 2021 dibagi menjadi dua kategori yakni, BIP Reguler dan BIP Jaringan Pengaman Usaha (BIP JPU). BIP Reguler untuk penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap dalam rangka peningkatan kapasitas usaha dan/atau produksi pelaku usaha parekraf.  Sementara BIP Reguler, terbuka bagi pelaku parekraf sub sektor aplikasi, game developer, kriya, fasyen, kuliner, film/video dan animasi serta sektor pariwisata.  Kemudian, BIP JPU adalah penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap, dalam rangka membantu pelaku usaha parekraf untuk keberlangsungan usahanya, khususnya akibat efek pandemi. Sasarannya adalah bagi pelaku parekraf pada sub sektor fasyen, kuliner, dan kriya.  Dana bantuan insentif ini dapat digunakan untuk modal kerja atau modal tetap, sewa beli software dan hardware, sewa ruang kerja atau pembayaran jasa.  Untuk informasi lebih lanjut, serta petunjuk teknis tentang cara pengajuan untuk dapat mengikuti program ini, dapat diunduh melalui website https://aksespembiayaan.kemenparekraf.go.id/bip/ . 

Srikandi Manggala Agni, Gustia Ningsih Kartini dari Siak
26 April 2021 Siak, Petah.id - Raden Ajeng Kartini terkenal sebagai pejuang emansipasi perempuan kala itu. Berkat perjuangan Kartini, perempuan Indonesia terbuka pintu untuk berkarya di segala bidang.Kesetaraan gender serta berani memperjuangkan hak-hak kaum perempuan tanpa perbedaan menjadi inspirasi tersendiri bagi Gustia Ningsih (37) dalam meniti kehidupan.Akrab dipanggil Neng, Ibu 3 anak itu sejak gadis sudah belajar untuk mengangkat marwah seorang perempuan. Dia tak ingin ada perbedaan dan kelas sosial dengan kaum pria.Kisahnya bermula pada tahun 2005  saat Neng memutuskan bergabung menjadi Srikandi Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Siak."Menjadi anggota Manggala Agni itu adalah pilihan saya karna menurut saya banyak hal yang positif bisa dilakukan," kata Gustia Ningsih.Setelah berkeluarga dan berstatus seorang istri pun, Neng tak ingin berpangku tangan hanya mengandalkan suaminya dan bersantai di rumah.Neng rela berada dibarikade terdepan sebagai seorang Manggala Agni. Ia telah berjuang melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedari dulu.Bagi Neng, sosok Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia, sungguh menginspirasinya.Kata Neng, selain fitrahnya sebagai ibu dan seorang istri, menurutnya, perempuan sekarang dapat berkiprah dan berkarya untuk memajukan daerah bahkan negara.Diceritakan Neng bagaimana Ia membagi waktu antara keluarga dan profesionalitas kerja. Setiap hari Neng harus bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk anak dan suami, karena, tambah Neng, pukul 08:00 Wib ia harus ikut apel bersama tim merah. Begitu setiap harinya dari Senin hingga Jumat."Untuk sabtu dan minggu libur, jadi sisa waktu itu lah saya manfaatkan untuk keluarga," ungkap Neng.Neng berpandangan, kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian alam dan lingkungan Indonesia.Kata Neng,sebagai Manggala Agni tentu dapat terjun langsung dan berbuat lebih untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman tersebut.Sebagai Manggala Agni perempuan, ia juga bisa berperan sebagai pemegang nozzle di garis depan yang berhadapan langsung dengan api.Pernah Ia terperosok di kedalam gambut saat memadamkan api yang tengah berkibar sejadi-jadinya. Namun kejadian itu tak membuatnya gugup apalagi jera. Malahan itu semakin memupuk semangatnya bersama tim untuk mejadikan langit tetap biru."Bahkan saya harus berjalan kaki sangat jauh ditambah di dalam hutan juga susah signal untuk menghubungi keluarga. Tapi alhamdulilah saya tetap semangat," jelas Neng mengingat suka dukanya saat berjibaku melawan si jago merah.Berjuang di Manggala Agni ini mengingatkan Neng pada perjuangan Kartini zaman dulu. Kartini telah berhasil menunjukkan kepada dunia luar, bahwa perempuan dapat berbuat lebih dengan kemampuan yang dimilikinya.Ditambahkannya, menjadi Manggala Agni kita dapat melakukan aksi yang sangat berarti bagi keselamatan bangsa dari ancaman buruk karhutla."Ikut pemadaman di lapangan, patroli mensosialisasikan dampak dari Karhutla ke masyarakat semakin membuat hidup saya berwarna tanpa meninggalkan fitrah saya sebagai seorang ibu rumah tangga," bebernya.Diceritakan Neng, awal dirinya bergabung sebagai anggota Manggala Agni, Neng bertugas sebagai Tenaga Admitrasi dan Operator Radio."Menjadi anggota manggala agni itu adalah pilihan saya," kata DiaMeski dirinya seorang perempuan, kata Neng lebih jauh, hal ini tidak menjadikannya minder dan terbatas dalam berkarya.Neng mengaku, tidak ada perbedaan tugas dengan anggota pria Manggala Agni lainnya yang mayoritas laki-laki.Kata Neng, ketika melakukan pemadaman, dirinya tidak hanya memiliki tugas di barisan belakang."Perempuan juga bisa berperan sebagai pemegang nozzle di garis depan yang berhadapan langsung dengan api," jelasnya.Sebenarnya, di Manggala Agni Daops Siak, Neng tak sendiri, ada tiga perempuan luar biasa yang siap bertungkus lumus bersama tim merah. Mereka Srihartati (30), Yusmidar (34), Syahrianti (37).Tugas dan mimpi mereka juga sama dengan Neng yakni membuat langit Riau tetap biru.Cuma saja, dalam peringatan hari Kartini, Neng menjadi satu satunya Perwakilan Riau sebagai perempuan tangguh dalam pengendalian Karhutla di tingkat tapak dan memenuhi kriteria.Dalam kesempatan itu, Neng berpesan bahwa jangan adalagi streotep terhadap kaum perempuan tugasnya hanya mengurus dapur, sumur dan kasur.Sebab, tuturnya, di zaman saat ini semua pekerjaan laki-laki juga bisa dikerjakan perempuan." Selamat hari Kartini untuk perempuan di Indonesia khususnya   di Riau, tetap berkarya dan menjadi inspirasi bagi semua orang," pesan Neng.

Mewah, THR PNS Tahun Ini Cair 10 Hari Sebelum Lebaran
20 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mencairkan tunjangan hari raya (THR) untuk PNS, TNI, dan Polri H-10 Lebaran idul fitri. Aturannya saat ini masih difinalisasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani."(THR untuk) ASN dan prajurit TNI, Polri, ini difinalisasi oleh Bu Menteri Keuangan dan dibayar H-10, THR untuk pekerja sudah ada SE Menaker No. M/6/HK.04/IV/2021 dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7 sebelum lebaran," jelas Airlangga dikutip dari mediacenter.riau.go.id.Surat Edaran tersebut tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.Airlangga mengatakan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan membentuk posko THR untuk melakukan pengawasan.“Kemenaker akan membuat posko THR untuk memonitor,” ujarnya.Sementara, tahun ini PNS juga bakal menerima THR dan gaji ke-13 secara penuh alias tanpa potongan. Hal itu disampaikan oleh eks direktur jenderal anggaran kementerian keuangan Askolani beberapa waktu lalu.Jika pemerintah akan membayarkan THR pada H-10 Lebaran dan Hari Raya jatuh pada pertengahan Mei 2021, maka THR akan cair pada awal Mei 2021 mendatang.Presiden Jokowi pun ikut mengingatkan pengusaha untuk memberikan THR kepada pekerjanya pada lebaran tahun ini meskipun ekonomi masih tertekan virus corona. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan sederet stimulus kepada pengusaha swasta supaya bisa menghadapi tekanan pandemi covid-19."Pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan THR bagi para karyawannya," ungkap Jokowi dalam akun resmi Instagramnya @jokowi.

Pengat Kacang Ijau, Makanan Khas Sultan Siak Saat Berbuka Puasa
18 April 2021 Siak, Petah.id - Ada saja  catatan kuliner menarik saat ramadan tiba. Baik itu untuk santapan berbuka puasa hingga pada saat momen sahur.Begitu juga pada masa kesultanan Siak zaman dahulu. Banyak hal makanan khas yang bisa dikulik pada masa lampau itu.Demikian dikatakan Said Muzani budayawan Siak, Sultan Siak Syarif Kasim II sangat menyukai berbuka puasa pada ramadan dengan pengat kacang dan pecal."Sultan paling suka makam pengat kacang Ijau saat berbuka puasa," kata Said Muzani.Said Muzani menilai, jika dilihat dari segi nutrisi, kacang ijau itu sangat penuh nutrisi."Orang dulu sangat bijak untuk menambah nutrisi saat bulan puasa.karena orang puasa  energinya akan berkurang, sehingga kacang ijau dianggap jadi penambah nutrisi," jelas Said Muzani.Pecal Melayu, lanjut Said Muzani, berbeda dengan pecal yang dibuat oleh orang Minang. Semua bahan untuk dibuat pecal hanya disiram menggunakan air panas."Salah satu ciri khas lainnya dari pecal Melayu ini menggunakan jantung pisang yang direbus," kata Kabid Ekonomi Kreatif di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak itu.Dahulu, dikisahkan Said Muzani, setiap hari orang tua memasak pecal sebagai santapan saat berbuka puasa.Dan semasa sultan, tambahnya, koki istana sengaja didatangkan dari tanah Jawa untuk menghidangkan masakan kepada Sultan." Dulu koki Sultan bias dipanggil dengan sebutan Wak Si Mbok yang langsung didatangkan Sultan dari Jakarta," tambahnya.Selain pengat kacang ijau, kata Said Muzani, Sultan juga paling suka dengan bubur sum-sum. Dan minumannya cendol beras."Kalau minuman Laksamana Mengamuk itu adalah minuman musiman, minuman itu ada ketika musim buah macang saja," ungkapnya.Untuk camilannya, Sultan paling suka memakan buah Melako.  Sedari dulu setiap bulan ramadan sultan selalu memakan buah Melako. Buah Melako dibuat pada saat ramadan saja, saat pesta pernikahan dan lainnya tidak dibuat." Buah Melako tu terbuat dari Tepung gandum (pulut), yang dilarutkan dengan meggunakan air panas, kemudian diberikan garam, pewarna (perasan air daun pandan), diadon dan dibentuk sesuai keinginan, biasanya bulat. Kemudian didalamnya diisi gula merah, kemudian direbus.Setelah matang, baru kemudian dibaluri kelapa parut. Kata orang kampung, harus kelapo kemantan, tak bisa yang tuo, kemantan itu sama dengan pria paruh baya, dah bapak budak juga lah," jelas ayah 4 anak itu.Dijelaskannya, tidak ada perbedaan signifikan tentang bentuk dan rasa buah Melako pada saat ini, cuma saja, zaman dahulu besaran dari buah Melako itu sebesar ibu jari.

Bencana Bertambah tapi Anggaran Berkurang Kepala BNPB Mengeluh
17 Maret 2021 Jakarta, Petah.id  - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo curhat tentang anggaran lembaganya yang terus turun setiap tahunnya. Padahal kejadian bencana terus meningkat. Doni mengatakan, anggaran rutin BNPB dalam beberapa tahun menujukkan kecenderungan menurun. Pada 2015 anggarannya sebesar Rp 1,661 triliun, kemudian pada 2016 Rp 1,653 triliun, 2017 turun jauh menjadi Rp 1,084 triliun, 2018 pun turun lagi menjadi Rp 784 miliar, 2019 kembali turun jadi Rp 614 miliar, 2020 turun jadi Rp 430 miliar dan 2021 Rp 481 miliar. "Rata-rata penurunan sebesar 22,68% setiap tahunnya," ucapnya dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Selasa (16/3/2021). Sementara kejadian bencana alam menurut catatannya terus meningkat setiap tahunnya. Sehingga ada kesenjangan besar dalam anggaran BNPB dengan kejadian bencana alam. "Kejadian bencana menunjukkan tren meningkat secara signfikan tiap tahunnya. Sehingga terdapat kesenjangan besar terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan ketersedian sumber dana yang terbatas," ucapnya. Dirinya berharap ke depan anggaran rutin BNPB bisa ditambah. Dia juga berharap adanya penguatan kelembagaan dengan menambah 1 posisi di jajaran eselon I, 5 posisi di eselon 2 dan 7 UPT logistik. "Kemudian penataan jabatan fungsional bidang kebencanaan, penataan pencegahan mitigasi kesiapsiagaan literasi kebencanaan," tambahnya.   Sumber : detikcom    

Puasa ini Anak Presiden Jokowi, Kaesang Dikabarkan Akan Lamar Nadya Arifta
14 Maret 2021 Petah.id – Beredar kabar anak Presiden Jokowi, Kaesang Pengarep akan lamar Nadya Arifta pada bulan puasa ini. Ibunda Nadya Arifta, Sri Rahmawati tak menampik hal itu. Ia membenarkan jika saat ini anaknya Nadya sedang berpacaran dengan Kaesang. Sri minta doa agar lamaran Kaesang dan Nadya Arifta lancar. “Amin semoga lancar,” harap Sri, Senin (8/3/2021). “InsyaAllah, Doakan (lamaran) yang terbaik aja,” tambahnya. Dari sisi Kaesang, akhirnya ia juga telah angkat bicara mengenai kabar yang beredar. Dalam sebuah video yang beredar ia mengatakan bahwa dirinya sudah tak ada hubungan lagi dengan Felicia Tissue. Jadi gini, mas. Aku sebenarnya itu sudah ngomong untuk mengakhiri hubungan ini di pertengahan bulan Januari," tuturnya menjawab pertanyaan dari seseorang yang berada dalam video tersebut. Ia juga bahkan mengatakan bahwa dirinya telah dimaki-maki usai mengakhiri hubungan tersebut. "Dan di waktu itu juga aku juga dimaki-maki, tapi yo wes lah. Aku diam aja,” imbuhnya. Sebelumnya, Kaesang juga mengomentari perihal pihak keluarga Felicia yang mengumbar masalah tersebut ke publik. “Gimana ya, mas. Itu kan masalah pribadi, toh. Ngapain diumbar-umbar? Nggak etis,” komentarnya.   Sumber : Suara.com  

Pengikut Ritual Bugil Bersama Bawa Kondom dan Keris
13 Maret 2021 Pandeglang, Petah.id – Aparat Kepolisian menemukan kondom, keris dan kemenyan dari pengikut kelompok 'Hakekok Balaksuta' yang menggelar ritual bugil atau mandi bareng di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. "Ya, betul. Ada beberapa barang yang kami temukan pada saat pengamanan, di antaranya alat kontrasepsi tersebut," kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana dilansir dari detikcom, Jumat (12/3/2021). Saat ini, Polisi terus melakukan pendalaman terkait penemuan kondom dan barang lainnya yang dibawa segelintir pengikut kelompok 'Hakekok'. Sebab, di antara 16 pengikut ritual bugil ini ada yang sudah berstatus suami-istri. "Masih kami dalami, peruntukannya itu apa belum bisa kami simpulkan. Soalnya ada sudah berumah tangga di antara belasan orang itu," ujar Ricky. Selain kondom, beberapa barang yang dijadikan jimat oleh kelompok 'Hakekok' ini juga turut diamankan polisi. Ada keris hingga kemenyan yang biasa digunakan oleh mereka selama melakukan ritual bugil dengan mandi bareng di sebuah rawa. "Barang-barang tersebut juga turut kami amankan. Sekarang masih kami dalami seluruhnya supaya jelas dan tidak simpang siur," ujar Ricky. Sebelumnya, polisi mengamankan 16 warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. Mereka diamankan karena melakukan ritual yang diduga merupakan bagian dari aliran sesat.   Sumber : detikcom

Heboh Ritual Bugil Bersama 16 Warga Diamankan Polisi
13 Maret 2021 Petah.id – Sebanyak 16 orang warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Bante terpaksa diamankan aparat kepolisian karena diduga menggelar ritual aliran sesat. Mereka melakukan mandi bersama dengan telanjang bulat di sebuah rawa. Gerak cepat aparat kepolisian melakukan pengamanan kepada 16 warga yang menjadi sorotan publik itu. "Total ada 16 orang yang diamankan terdiri dari laki-laki dan perempuan serta 3 orang anak yang masih di bawah umur," kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana saat ekspose di Pandeglang, Banten, Kamis (11/3/2021). Belasan orang yang diamankan itu bermula saat warga memergoki mereka sedang mandi bareng tanpa busana di kolam penampungan air milik sebuah perusahaan sawit. Di tengah kegiatan itu, ada seorang pria dengan inisial A (52) yang memimpin ritual serta ceramah kepada kelompok mereka. "Saat ini, pemimpin beserta kelompoknya sedang kami periksa untuk mendalami motif dan tujuannya melakukan kegiatan tersebut untuk apa. Nanti untuk keputusan terkait aliran ini, kami perlu mendalaminya terlebih dahulu," ujarnya. Ricky menjelaskan, aliran ini dipimpin oleh seorang warga berinisial A (52). Aliran ini sendiri dibawa oleh A setelah mendapatkannya dari pimpinan sebelumnya yaitu almarhum E. "Ajaran hakekok itu dibawa oleh almarhum E kemudian diteruskan ke A. Ajaranmya balakasuta dari Kecamatan Cibaliung di Kabupaten Bogor," ujarnya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa unsur untuk memutuskan status dari aliran kelompok ini. Di antaranya dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) hingga MUI Pandeglang. "Besok kami akan koordinasi dengan kejaksaan untuk memutuskan apakah ritual yang mereka lakukan merupakan aliran sesat atau bukan. Nanti juga ada kajian dari MUI yang memperkuat keputusannya," terangnya. Sementara itu, MUI menyebut ritual mandi bareng belasan warga tanpa busana di Kecamatan Cigeulis, Pandeglang telah menyimpang. MUI menilai ritual kelompok tersebut sudah jauh melenceng dari nilai-nilai agama Islam. "Jelas itu menyimpang, udah terlalu jauh itu. Ritual telanjang seperti itu oleh agama-agama lain pun pasti tidak dibenarkan," kata Sekretaris MUI Pandeglang Ghaffar Al Hatiri seperti dilansir dari detikcom, Kamis (11/3/2021). MUI pun mengecam tindakan kelompok yang belakangan diketahui menganut kepercayaan hakekok balakasuta tersebut. Sebab, aliran kelompok itu sudah jauh melenceng dari nilai ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. "Masalahnya, kalau ajarannya hanya tok pada bidang pencucian diri saja (mandi bareng tanpa busana), maka itu tidak dibenarkan. Ketika dibawa ke ajaran seperti ini, itu jelas tidak sesuai," tegasnya. Meskipun demikian, MUI meminta umat Islam tidak terpancing atas ulah kelompok tersebut. Ia berharap masyarakat tidak main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh prosesnya ke aparat penegak hukum. "Langkah polisi dengan langsung mengamankan mereka itu sudah tepat. Maka, saya imbau masyarakat tetap tenang supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Soalnya, biasanyabitu kalau ada hal-hal menyimpang dengan kebiasaan kita, masyarakat itu sudah ngambil tindakan sendiri. Nah, ini jangan sampai terjadi, percayakan saja semuanya ke aparat hukum," ungkapnya.   Sumber : Detik.com            

Potret Tim Satgas Karhutla Siak Saat Bertungkus Lumus Padamkan Api
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id - "Pantang Pulang Sebelum Padam" kalimat itulah yang menjadi semangat dalam diri tim merah saat bertugas di lapangan memadamkan api.Meski di tengah panasnya jilatan matahari, belum ditambah dengan panasnya api dan sesaknya kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak membuat kendor semangat  tim Satgas karhutla dalam mengejar kepala api agar tidak meluas.Namun tidak banyak yang tahu jika lokasi kebakaran hutan dan lahan itu jauh dan mengharuskan tim menginap di hutan belantara bertemakan api dan asap.Berikut potret Tim satgas Karhutla saat berjibaku memadamkan api 1. Padamkan api untuk membuat langit tetap biruFoto : Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah bersama tim gabungan padamkan api di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit.2. Makan seadanya di tengah hutan Tim makan seadanya di tengah hutan dan kepulan asap, mereka tidak lagi berfikir tentang bagaimana rasa makam tersebut. Mereka makan untuk menambah tenaga dalam bersiap memadamkan api selanjutnya.3. Berjalan kaki hingga puluhan Kilometer dengan beban super beratSelain skil dalam memadamkan api, Tim gabungan harus menyiapkan tenaga ekstra, sebab tak jarang mereka harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk memastikan api tidak merambat dan benar-benar mati.4. Bermalam di hutan hanya dengan mendirikan tenda daruratJika kebakaran hutan dan lahan lokasinya jauh, tim gabungan terpaksa harus meninggalkan rumah dan kenyamanannya untuk memadamkan api. Tidur dengan alas seadanya, selimut seadanya dan tenda darurat seadanya. Tak pernah perduli dengan ancaman yang datang di tengah hutan, bagi mereka api padam menjadi obat dari segala kelelahan.5. Bekerja dengan kesungguhan hatiDalam bekerja kebanyakan orang selalu melihat pangkat dan derajat seseorang, tak jarang dengan pangkat yang tinggi seseorang tersebut enggan untuk bergerak di lapangan. Begitulah kebiasaan bos yang tidak memiliki jiwa leadership. Namun berbeda dengan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, Ia tampak terjun langsung ke lokasi karhutla memadamkan api. Tidak dipedulikan baju seragamnya kotor dan hitam akibat arang yang lengket. Baginya, memastikan Riau bebas asap menjadi tujuan utamanya.Foto : Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto saat memadamkan api di Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura.

Ular Piton ini Jadi Korban Karhutla di Siak
04 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Karhutla bukan saja menyebabkan asap namun hilangnya sejumlah habitat hewan di hutan dan lahan teresebut. Tak jarang petugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan menemukan jenis hewan hutan yang mati terpanggang oleh kobaran api. Seperti terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Tim pemadam gabungan menemukan bangkai ular Phyton terbakar di dekat hutan yang terbakar. "Iya betul, tim pemadaman api menemukannya di batas antara hutan terbakar dengan hutan yang masih hijau ," kata Kabid Damkar Siak Irwan Priyatna. Tim Satgas Gabungan memprediksi bangkai ular yang ditemukan  diatas lahan gambut yang terbakar itu berupaya lari menuju lahan yang tidak terbakar. "Soalnya ular itu didapat dalam keadaan mati di perbatasan antara nyala api dengan lahan hijau. Mungkin ularnya berupaya menyelamatkan diri ke zona hijau tapi api yang panas membunuhnya," jelas Irwan. Diceritakan Irwan, hal itu bermula saat tim pemadaman api melakukan penyisiran di sekitar titik lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api. "Saat melakukan penyisiran itu, petugas menemukan seekor ular piton berukuran panjang sekitar 2 meter lebih yang sudah tidak bernyawa lagi. Kuat dugaan ular tersebut mati akibat terperangkap kobaran api," kata Irwan. “Saat Tim Pemadaman sedang memburu kepala api yang membakar semak belukar. Di saat api telah dipadamkan, samar-samar dibalik asap mereda terlihat ada ular piton berukuran sekitar 2 meteran yang sudah meregang nyawa," tambah Irwan. Irwan mengaku, timnya selalu berjumpa dengan hal-hal seperti ini di setiap melakukan pemadaman Karhutla diberbagai lokasi. Irwan meyakini banyak hewan yang mati dan kehilangan habitatnya akibat terjadinya karhutla. " Bisa kebayangkan hewan-hewan di hutan bertarung di atas kobaran api yang membakar habitatnya," ungkap Irwan. Dengan demikian, tak henti-hentinya Irwan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk cinta akan lingkungan. Sebab, menurutnya jika lingkungan rusak maka banyak hal yang akan hilang. "Bencana itu bukan hanya akan datang pada manusia saja tapi seluruh makhluk hidup,apa lagi soal karhutla, tentunya akan banyak yang rusak dan kehilangan habitat hewan," tutupnya.

Dinsos Akan Bantu Warga Dayun yang Rumahnya Rusak Akibat Puting Beliung
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak, Wan Idris sampaikan pihaknya sudah berikan sejumlah paket bantuan untuk meringankan beban warga yang terkena musibah."Dapat informasi tersebut kami langsung kelapangan dan memberikan bantuan berupa sembako, pakaian dan makanan lainnya," kata Wan Idris, Rabu (3/3/3021) siang.Dinas Sosial masih menunggu proposal dari pihak Kecamatan Dayun untuk dibantu dalam bentuk uang bagi warga yang rumahnya rusak." Nanti proposal itu kita verifikasi, kita pastikan betul mana yang rusak berat, sedang, dan ringan," kata Wan Idris.Selanjutnya, kata Wan Idris, setelah diverifikasi pihaknya akan antar langsung ke Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk bisa dicairkan."Jika tak terkendala, proses itu paling lama satu bulan," jelasnya.Masih kata Wan Idris, melalui verifikasi yang ketat kita akan menentukan jumlah per rumah yang akan dibantu untu meringankan beban warga." Yang rusak berat akan dibantu Rp10 juta, rusak sedang Rp7,5 juta dan rusak ringan akan mendapat Rp5 juta. Kategori itu akan kita verifikasi secara serius," ungkapnya.Wan Idris berharap bantuan itu nantinya dapat meringankan beban warga Kampung Sialang Sakti apalagi di kondisi pandemi dimana masyarakat kesulitan ekonomi."Mudah-mudahan bisa membantu warga yang tertimpa musibah, dan warga diberikan kesabaran. Apalagi di tengah pandemi covid-19 ini masyarakat semakin kesulitan ekonomi, jadi pemerintah wajib hadir," imbuhnya.Sebelumnya, angin puting beliung menimpa Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Akibat musibah itu, sebanyak 52 rumah di daerah tersebut rusak.Peristiwa puting beliung terjadi begitu cepat dengan diawali hujan lebat dan tiba-tiba datang angin kencang.Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim mengatakan peristiwa tersebut terjadi di wilayahnya pada Jumat, 26/2/2021 pukul 15.00 Wib."Benar adanya musibah angin puting beliung itu, kejadiannya sangat cepat sekali terjadi dan diikuti hujan sangat lebat dan angin yang kencang. Ada 52 KK yang kondisinya rumahnya rusak," kata Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim, Minggu (28/2/2021).Diceritakan Mualim kondisi rumah warga yang rusak parah tersebut kondisi atap seng beterbangan dibawa angin, tiang tiang rumah ambruk."Atap rumah warga beterbangan dan kondisi dalam rumah warga basah karena hujan lebat yang disertai angin," kata Mualim.Saat ini pihaknya, kata Mualim, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Kecamatan Dayun dan Dinas Sosial Kabupaten Siak.

PT KTU Tanamkan Semangat Kepedulian Terhadap Lingkungan
19 Februari 2021 SIAK, Petah.id - PT Kimia Tirta Utama sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit memiliki tanggung jawab sosial untuk tetap menjaga, melestarikan dan melindungi lingkungan sekitar.Bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra Agro Lestari, PT Kimia Tirta Utama memiliki program unggulan Pendidikan Konservasi bagi siswa SD dan SMP baik untuk sekolah internal maupun sekolah eksternal yang berada di desa lingkar PT Kimia Tirta Utama. "Pendidikan Konservasi yang terintegrasi dalam Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (PLKS) yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Lukman," ungkap Selamet Riyadi, Jumat (19/2/2021).Kata Selamet, saat acara Talkshow dan Expo Gambut tahun lalu menjadi langkah nyata dalam upaya pembinaan sejak dini untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh siswa atau anak -anak yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran mereka tentang nilai-nilai lingkungan."Anak murid juga diajari soal isu lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan murid untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang," kata Dia.Menurut Selamet, ada tiga aspek paling penting untuk diterapkan dalam Pendidikan Konservasi yakni  kognitif,afektif dan psikomotorik."Aspek kognitif meliputi proses pemahaman dan menjaga keseimbangan lingkungan," terangnya.Materi pendidikan konservasi diberikan sebagai materi yang harus diketahui dan dipahami oleh siswa yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. "Aspek afektif yang dapat diterapkan dalam pendidikan konservasi meliputi sikap, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable)," jelasnya.Aspek psikomotorik, kata Selamet lebih jauh, diterapkan dalam pendidikan konservasi meliputi perilaku dan keterampilan siswa dalam mengelola lingkungan."Aspek psikomotorik yang diwujudkan dalam Proyek Nursery berupa pembibitan pohon endemik (pulai, meranti, kulim, pucuk merah, bintaro,Angsana, Pulai ) dan pohon buah (kelengkeng, tampui, kedondong, durian,matoa) yang dilakukan oleh siswa SMP KTU," urai Selamet."Hal itu sebagai projek belajar di masa pandemi, siswa melakukan belajar di rumah (BDR) telah berkontribusi dalam upaya menjaga dan melindungi flora dan fauna pada hutan konservasi PT Kimia Tirta Utama," tambahnya.Dijelaskan Selamat, sebanyak 10.000 pohon endemic, pohon keras dan pohon buah tersebut ditanam di sekitar area konservasi dan wilayah aliran sungai Gasib yang melintasi areal perkebunan PT KTU," jelas Slamet Riyadi, Asisten CSR PT.Pimpinan PT KTU sekaligus penggagas Proyek Nursery juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang terlibat pada proyek ini. "Beliau memandang ini sebagai langkah positif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini kepada anak-anak," ucap Selamet.Selamet berharap, di masa yang akan datang kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan dan dikembangkan sehingga bisa dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lain untuk pelestarian lingkungan.   "Sehubungan program pelestarian lingkungan konservasi ini sudah di lakukan oleh PT KTU mendorong peremajaan dan pembibitan tanaman ( nursery ) merupakan langkah Perusahaan dalam upaya mendorong program Siak Hijau Lestari," kata Dia.Disampaikan Selamet, Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring juga menyatakan 4 desa di sekitar kawasan konservasi juga telah setuju untuk ambil bagian dalam program Desa Siaga Api."Dalam program ini, PT KTU melatih penduduk desa untuk mencegah dan dengan cepat serta mandiri memadamkan api," terangnya.Masih kata Selamet, program kesadaran masyarakat juga fokus pada penggunaan metode tanpa bakar untuk membuka lahan serta menekankan pentingnya menghindari bahaya kebakaran dan kabut asap."Untuk itu, Desa yang terbukti berhasil mencegah kebakaran pada akhir musim kemarau akan menerima bantuan CSR untuk peningkatan ekonomi masyarakat," ucapnya.Menurut Selamet, mencegah kebakaran hutan di Indonesia merupakan tugas yang memerlukan waktu serta sumber daya dan pendekatan inovatif."Semoga melalui program ini kami ingin memperkenalkan langkah-langkah efektif yang dapat diambil bersama-sama dengan masyarakat untuk mengurangi terjadinya kebakaran dan kabut asap," tandasnya.   

Datangi LAM Riau, FMPR Dukung Rebut Kembali Pengelolaan Blok Rokan
29 Januari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Forum Muda Peduli Riau (FMPR) mendatangi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Kedatangan FMPR guna mendukung upaya LAM Riau untuk merebut kembali Blok Rokan dan Menolak BUMD Jawa Barat dalam pengelolaannya, Kamis (28/1/2021).Demikian dikatakan Ketua Umum FMPR, Wan Hamzah didampingi Wan Zalik Indra dan Ahmad Fauzan, kedatangannya adalah sebagai bentuk dukungan serta turut serta menolak pengelolaan migas Blok Rokan yang akan dikelola BUMD Jawa Barat atas nama PT PT Migas Hulu Jabar (MUJ)."Kita mendukung LAM Riau utnuk merebut kembali pengelolaan migas Blok Rokan. Kita juga menolak BUMD Jabar ikut dalam pengelolaan Blok Rokan itu," terangnya.Hamzah juga menyayangkan pernyataan Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Riau Jhon Armedi Pinem yang menyatakan bahwa upaya tersebut merupakan bisnis real. Malah Ia juga mengatakan bahwa BUMD Jabar ikut dalam pengelolaan bagian pengeboran minyak di Blok Rokan, karena memang pengalamannya mereka di bidang itu."Kita sangat sayangkan, seolah-olah Riau tidak lah pandai berbisnis. Kita menilai Riau juga tak kekurangan perusahaan yang bisa mengelola Blok Rokan. Seperti ada Riau Petrolium, BSP dan sarjana sarjana perminyakan," bebernya."Kami akan bersama sama dengan seluruh unsur pemuda Riau turut memperjuangkan Blok Rokan menjadi milik Riau pengelolaannya dan itu adalah harga mati," tegasnya.Bukan hanya itu, kedatangannya yang disambut oleh  Datuk Sahril dan Pengurus LAM Riau, pihaknya juga ingin mendapatkan jawaban terkait adanya isu bahwa LAM Riau justru akan ikut dalam pengelolaan migas Blok Rokan tersebut. "Ternyata tadi dijelaskan bahwa LAM Riau tidak ikut dalam pengelolaan, namun LAM Riau berjuang untuk merebut kembali pengelolaan Blok Rokan itu dari BUMD Jabar," imbuh Hamzah.

Siak Max Owners Bantu Panti Asuhan An Nur Kota Dumai
25 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Aksi membanggakan kembali dilakukan oleh komunitas Siak Max Owners. Kali ini, klub motor itu memberikan sejumlah bantuan kepada Panti Asuhan An Nur Dumai yang beberapa waktu lalu ludes terbakar, Sabtu (23/1/2021).Seperti dikatakan Wakil Ketua SIAK Max Owner Rudi menyebutkan bantuan ini bentuk rasa empati pihaknya dan upaya untuk terus berbuat kebaikan antar sesama." Kita kumpulkan donasi di internal komunitas saja, lalu langsung kami serahkan ke pihak Panti Asuhan An Nur di Dumai," jelas Rudi kepada Petah.id, Senin (25/1/2021) siang.Bantuan tersebut, tambah Rudi, berupa sejumlah uang tunai dan beberapa pakaian. Uang tersebut didapat dari dikumpulkan pribadi anggota di Siak Max Owner."Jumlahnya tidak seberapa tapi kami berharap hal itu bisa sedikit meringankan beban saudara kita di Panti Asuhan An Nur tersebut," ungkapnya.Sebanyak 12 orang anggota Siak Max Owner yang berangkat dari Kabupaten Siak menuju Kota Dumai untuk memberikan bantuan tersebut."12 unit motor atau orang yang berangkat ke Dumai untuk memberikan bantuan langsung tersebut," ungkap Rudi.Sebelumnya, tangis anak Panti Asuhan An-Nur Kota Dumai tak terbendung ketika menyaksikan tempat tinggal mereka terbakar. Tak banyak barang yang bisa diselamatkan, selain baju di badan dan beberapa barang berharga lainnya.Kejadian menimpa Panti Asuhan Putra dan Putri An-Nur yang barada di Jalan Sadar, RT 07, Kelurahaan Simpang Tetap Darul Ikhsan (STDI), Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai pada Senin (18/1/2021) siang.Si jago merah melahap dua bangunan permanen Panti Asuhan Putra dan Putri An-Nur di Dumai Barat, Kota Dumai. Api cepat menyambar ke ruangan yang berada di dua bangunan permanen. Sebelum api meratakan bangunan panti asuhan, mobil pemadam kebakaran cepat datang.Dengan cepat api bisa dipadamkan sebelum meratakan bangunan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Meskipun api sudah bisa dipadamkan dengan cepat, namun ruangan didalam bangunan terlihat ludes terbakar.Fitra satu dari puluhan anak panti asuhan An-Nur menyebutkan, kebakaran terjadi saat mereka sedang bermain di ruang atas atau lantai dua pada bangunan panti asuhan."Saat itu kami mencium bau asap dan kami pun keluar ruangan, dan melihat api sudah membumbung tinggi dari sudut ruangan lantai dua. Kamipun berlarian ke bawah untuk menyelamatkan diri," katanya sambil meneteskan air mata."Kami tak tahu lagi bang mau tinggal dimana lagi, inilah rumah kami satu-satunya, dan yang bisa menyadi tempat berteduh kami bang," ucap Fitra di sela tangisannya.Fitri berharap, panti asuhannya bisa cepat dibangun kembali agar dirinya dan kawan-kawan bisa tinggal lagi di sana. "Kepada pemerintah kota semoga panti asuhan kami bisa segera dibangun kembali," harapnya.Masih di tempat yang sama, pengasuh Panti asuhan An- Nur, Suriani Sinaga menyebutkan, bahwa saat kejadian dirinya tidak berada ditempat karena sedang mengajar di salah satu sekolah."Ada 53 anak-anak yang berada di panti asuhan, 15 diantaranya merupakan laki-laki, dan sisanya merupakan perempuan," imbuhnya. 

Mengenal Gendang Alat Musik Pengiring Tepung Tawar
23 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Masyarakat Melayu memiliki adat istiadat dalam pernikahan, di antaranya prosesi tepuk tepung tawar. Pada prosesi ini, biasanya selalu diiringi dengan lantunan musik gendang dan gong. Alat musik ini dinamai gendang nobat atau gendang panjang. Gendang panjang ini terdiri dari beberapa jenis diantaranya, gendang melalu, gendang penengkah, ketawak (gong), nafiri berupa alat tiup sejenis seruling. Belum banyak yang tahu proses pembuatan gendang panjang yang memiliki beberapa jenis ini. Seorang pengerajin gendang nobat, Abdullah Ahmad (53) warga Kampung Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit menjelaskan, awalnya dia merupakan pemain gendang panjang. Ayah empat anak yang akrab disapa Atah Had ini, tidak memiliki alat sendiri. Dia selalu meminjam kepada orang lain yang memiliki gendang panjang tersebut. "Dulu kami ketika mengiringi tepuk tepung tawar dan arak arakan pengantin, selalu meminjam alat gendang ini dengan orang lain," kata Atah Had. Pada tahun 2002 lanjut atah had, dia berinisiatif membuat gendang tersebut untuk koleksi sendiri, bahan bakunya pun terbilang unik dari bahan gendang lain yang biasanya dari pohon nangka atau pohon cempedak. Dia membuatnya dari pohon karet yang sudah tua. "Lebih efektif, selain mudah dicari pohon karet ini lebih ringan, suara yang dihasilkan lebih nyaring, dan kalau ketawaknya saya buat dari drum bekas", jelasnya. Kemudian pada tahun 2003, beberapa orang mulai menawarkan gendang miliknya untuk dibeli. Hingga sampai saat ini atah had sudah memproduksi gendang dan ketawak sebanyak 75 buah. "Kalau untuk gendang dan ketawak sudah ada sekitar 21 set, tapi kalau untuk ketawaknya saja ada sudah 54 buah, lebih banyak yang memesan ketawak karena tak banyak orang yang buat ketawak" ungkapnya. Sementara itu, untuk satu set Gendang Panjang atah had membandrol dengan harga 1,5 juta rupiah, dan untuk ketawak dengan harga 2 juta rupiah. Gendang panjang itu sendiri terdiri dari beberapa alat, setiap alat memainkan rentak yang berbeda pula, diantaranya pukul melalu, pukul penengkah, sementara ketawak berfungsi sebagai pengatur tempo. "Setiap alat memiliki fungsi masing masing, dan ketawak ini sebagai pengatur tempo, kalau ketawaknya cacat tempo, maka alat yang lainnya juga akan cacat tempo," ungkapnya. Atah had juga mengajarkan tata cara memainkan alat tersebut kepada pemuda di kampungnya sebagai bentuk melestarikan adat budaya. Bahkan, dia juga pernah di undang oleh Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak untuk memberikan pelatihan gendang panjang pada tahun 2020 lalu. Atah had pernah menjadi juri pada perlombaan Gendang Panjang tingkat kabupaten. "Saya selalu berharap, gendang panjang ini terjaga kelestariannya, karena ini bagian dari budayanya orang melayu," imbuhnya. Kepiawaiannya dalam bermain dan memproduksi gendang panjang ini diperoleh secara otodidak. "Dulu waktu saya masih muda selalu melihat orang orang memainkan gendang ini, jadi saya pun belajar sendiri," kata dia

Unik, Pohon Kelapa di Siak Ini Bercabang 5
21 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Umumnya pohon kelapa hanya berbatang lurus tanpa bercabang, namun di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ada pohon kelapa bercabang 5.Pohon kelapa itu diketahui milik H Bukhari (69). Kata Bukhari tahun 1973 Ia beli dari seorang warga Kampung Penyagun, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Meranti saat Ia masih lajang."Saya beli bibitnya dengan Cekgu Matae orang bugis pada tahun  1973 di Penyagun, dan saya tanam di halaman rumah saya tahun 1974," jelas pemilik kelapa bercabang 5, H Bukhari, Sabtu (16/1/2021).Awalnya, lanjut Bukhari, pohon ini tumbuh seperti pohon kelapa pada umumnya, namun setelah berumur 20 tahun pohon tersebut mengeluarkan tunas cabang yang baru."Jadi pada tahun 1994, waktu itu saya baru pulang kerja, istri saya memberitahukan kepada saya bahwa pohon kelapa didepan rumah tumbuh tunas yang baru," terang Bukhari mengingat ingat kejadiannya.Kata Bukhari, buah yang dihasilkan dari pohon kelapa tersebut lebih banyak jumlahnya dan memiliki rasa yang lebih manis."Kalau buah yang dihasilkan lebih banyak, sebab cabang pohonnya banyak dan rasanya pun lebih manis dari buah kelapa pada umumnya," ungkapnya.Sejak awal mula pohon tersebut tumbuh tunas cabang yang baru, tak sedikit juga orang berdatangan untuk meminta buahnya bahkan ada juga yang ingin membelinya. Bahkan, yang datang pun ada dari luar kota seperti Jogja dan Lombok."Ada yang minta buahnya untuk dibuat obat, ada juga yang menawarkan pohonnya dengan harga 250 juta, saya bilang tidak mau jual, tapi kalau ditawarkan 2,5 Miliar saya kasi," kata dia sambil bercanda.Ayah 4 orang anak itu juga mengatakan ramai orang yang meminta buah kelapanya dan ramai juga yang memberinya uang, tapi uang tersebut ia infakkan ke mesjid yang bersebelahan dengan rumahnya."Setiap kali orang yang mau membeli buah kelapa ini, uangnya selalu saya infakkan ke mesjid sebelah, tak pernah saya ambil sepeserpun, karena niat saya ikhlas membantu jika buah kelapa ini memberikan manfaat," jelasnya.Jauh sebelum kelapa tersebut bercabang, tambah Bukhari, tetangganya pernah bermimpi kalau di halaman rumahnya akan ado kelapa yang memiliki cabang dan disuruh untuk memelihara pohon tersebut." Tetangga saya mimpi kalau di halaman rumah saya kelapanya bakal bercabang dan saya disuruh memeliharanya. Mimpi tetangga saya itu jauh sebelum kelapa ini bercabang," ungkapnya.

Jaga Kearifan Lokal dan Tangkal dari Pengaruh Narkotika, Ini yang Dilakukan Anak-Anak Siak
14 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Di tengah derasnya terpaan zaman digitalisasi dan globalisasi, anak-anak lebih disibukkan dengan gadget.Namun berbeda dengan sekumpulan anak-anak Siak di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Mereka malah menyibukkan diri dengan belajar main kompang dan alat musik tradisional.Demikian dikatakan Winda Harniati. Ia menyebut anak-anak lebih disibukkan dengan kegiatan yang positif." Belajar kompang, alat musik tradisional, sehingga anak-anak tidak kehilangan identitasnya untuk terus belajar," kata Winda Harniati, Kamis (14/1/2021).Setiap harinya, kata Winda, rumahnya kerap didatangi anak-anak dari berbagai kampung untuk belajar music, kompang, silat dan lainnya." Dari Kampung Paluh, Sungai Mempura, Benteng Hilir, dan hampir se Kecamatan Mempura," jelasnya.Masih kata Winda, hal ini merupakan upayanya agar anak-anak Siak tidak lagi hanya focus pada gadget, tidak lari kepada kegiatan yang merusak misalnya narkoba." Selain menjaga kearifan lokal, kegiatan seperti ini tentunya bagian dari menangkal anak-anak Siak terjerumus lebah hitam narkotika," kata Kepala Sekolah SMP N 1 Mempura itu.Winda dengan segudang prestasinya tak ingin ilmu itu hanya ia pendam untuk dirinya sendiri. Menurutnya, harus ada proses regenerasi agar Siak terus mewarisi budaya melayu." Berbagi ilmu bermanfaat itu harus dilakukan sehingga ada proses regenerasi. Seperti cara bersyair, melantunkan gurindam dan memainkan pantun, anak-anak siak harus dibekali pendidikan karakter seperti itu," jelasnya.Berprofesi sebagai guru, menjadikan diri Winda terlatih dalam menghadapi berbagai tingkah dan laku anak-anak yang belajar di rumahnya." Mungkin karena saya guru, jadi terbiasa dan memang terpanggil untuk mendidik anak-anak," tandasnya.

Media Sosial Jadi Kiat Usaha Rajutan Milik Lely Tetap Bertahan di Masa Pandemi
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Mempertahankan usaha bisnis di masa pandemi menjadi sebuah tantangan besar yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Ketika beberapa usaha makro banyak merumahkan karyawan, usaha kecil dan menengah (UKM) justru muncul dan mampu bertahan tanpa pengurangan karyawan.Namun hal itu tidak berlaku oleh Lely Dwi Indriyani yang memiliki usaha rajutan Ei's Simple Art. Ia mampu bertahan bahkan berinovasi membuat masker rajutan."Alhamdulilah, selama pandemi ini saya justru punya waktu lebih banyak dirumah, dan menurut saya merajut itu paling nyaman ya dirumah. Untuk penjualan juga nggak berpengaruh, bahkan selama pandemi kami selalu kebanjiran pesanan masker rajut dan konektor masker rajut," ungkap ibu rumah tangga yang berada di KPR I Jalan 1 blok E No 83, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (10/1/2021).Diakui Lely, selama pandemi belum bisa banyak mengexplore rajutannya dan rencana untuk membuat workshop kecil-kecilan pun belum bisa terlaksana. Namun, Lely tidak pernah kehabisan akal, ia pun menjual produknya lewat instagram dan facebook.Alhasil, karya tangannya diminati dari Arab Saudi, Australia, Malaysia dan negara lainnya.Usaha itu tidak mempekerjakan karyawan. Ia berdayakan ibu-ibu di sekitat rumahnya dalam membuat karya rajutan berupa tas, dompet, taplak meja, tempat tisu, sampul buku, sampul al qur'an, sepatu, fashion bayi, selimut, sarung bantal, baju, sepatu bayi, boneka kecil dan besar dan lain-lain.Pengalaman Lely, Ia merajut sejak 8 tahun yang lalu. Terinspirasi dari neneknya yang pintar merajut dan menjahit. Kemudian, kata Lely lebih jauh, Ia ikut komunitas merajut di Pangkalan Kerinci  (Pelalawan) bersama ibu-ibu komplek. Ia pun mengasah keterampilannya lewat internet, dan sharing ilmu sesama perajut.“Dari komunitas itulah pengalaman saya bertambah, mulai ikutan bazar kecil sampai dengan expo dan bisa jadi pengajar untuk yang tertarik merajut. Disitulah saya semakin tertarik dengan kerajinan ini,” ujar ibu tiga anak ini.Setelah pindah ke Perawang, tambah Lely, aktifitas merajut hanya dilakukan dirumah dan ia hanya mengerjakan pesanan teman dekatnya saja.Kemudian Ia mengajak kawan dekat dan para tetangga untuk belajar merajut."Saya senang bisa mengisi waktu luang, silaturahmmi serta bisa memberi pengaruh positif bagi rekan-rekan dan tetanggnya dengan kegiatan yang bermanfaat dan sekaligus bisa menghasilkan uang," tambahnya.Diceritakan Lely, meskipun dirinya agak kesulitan untuk meyakinkan para ibu-ibu, bahwa merajut termasuk salah satu cara untuk menghilangkan suntuk.Ia mengaku untuk omzet selalu berubah setiap bulannya, namun demikian ada saja yang pesan. Baginya bisa membantu ibu-ibu para tetangga untuk menghasilkan rupiah merupakan kebahagian tersendiri.“Alhamdulillah sejauh ini pesanan selalu ada, tapi yang penting buat saya, bisa membantu teman-teman untuk menghasilkan uang. Jadi kalau ada orderan kami kerjakan bersama-sama,” ucap perempuan 42 tahun ini. Mimpinya, kata Lely, suatu saat bisa mengembangkan usaha dan memiliki galeri untuk memajang produk-produk dari Ei’S Simple Art serta memiliki komunitas yang produktif dan semakin banyak kaum hawa yang ikut bergabung di komunitasnya."Bagi siapa saja yang ingin belajar merajut, bisa langsung datang kerumah saya tanpa dipungut biaya, cukup membawa alat-alat dan bahan untuk merajut," tandas Lely.

Dirut RSUD Siak siap Jadi Orang Pertama Divaksin
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19 serta konsen terhadap penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes), membuat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an dr Benny Chairuddin bersedia menjadi orang pertama divaksin.Dikatakan Benny, selain protokol kesehatan, vaksin insya Allah akan memberikan keamanan diri dari paparan Covid-19."Semoga ini menjadi langkah awal untuk penangan covid-19 agar tak mewabah kemana-mana," kata Benny Chairudin.Lebih jauh jelaskan Benny, angka positif Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan, pemangku kepentingan dikejar waktu karena semakin banyak yang menjadi korban.“Untuk vaksin, kan sudah dilakukan uji klinis. Kenapa kita tidak percaya dengan para ahli kita yang telah berusaha memberikan yang terbaik,” ungkap dr Benny.Ditambahkan Benny, masyarakat tak perlu khawatir, tidak usah berpikir macam-macam, karena disebutkan Benny, giliran mendapatkan vaksin masih lama. Ini prioritas untuk tenaga kesehatan dulu.“Saya percaya para ahli vaksin kita akan independen dan berintegritas," tambah Benny.Menurut Benny, Ia percaya terhadap apa yang dilakukan para ahli, sebab para ahli akan mempertaruhkan reputasi dan nama baiknya."Karena mereka bekerja dengan mempertaruhkan kehormatan, gelar akademik, reputasi dan nama baik,” jelas Benny.Insya Allah jika izin vaksin Covid-19 keluar dari BPOM, siap didistribusikan ke seluruh fasilitas kesehatan. Sebagai Direktur RSUD Tengku Rafi’an siap menjadi orang yang pertama divaksin.“Saya mengharapkan masyarakat bijak dalam mendapatkan informasi dan berita. Cari dari yang resmi dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga tidak terpapar berita hoaks tentang Covid-19 dan vaksinnya,” ucap Benny.

Sebanyak 68.831 Dokumen Penting Sejarah Kerajaan Siak Direstorasi
09 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 68.831 Dokumen Penting Sejarah Kerajaan Siak berhasil direstorasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Provinsi Riau.Dokumen bersejarah itu merupakan peninggalan kerajaan Siak Sri Indrapura.Seperti dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Siak, M Arifin menyebut jumlah itu melebihi target yang direncanakan sebelumnya."Target kita semula hanya 67.500 lembar. Tapi tahun lalu sudah mencapai 68.831 lembar," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, M Arifin saat, Selasa (5/1/2021).Untuk menyelesaikan itu semua, kata Arifin, Dinas Perpustakaan membutuhkan waktu 7 tahun lamanya. Dokumen bersejarah ini direstorasi mulai pada tahun 2013 silam.Pertahunnya, kata Arifin,  rata-rata direstorasi sekitar 2.000-an lembar. Tahun lalu saja, katanya lebih jauh, sekitar 2500 lembar dokumen maha penting kerajaan Siak itu dibereskan dengan menelan anggaran Rp90 juta lebih."Anggarannya bersumber dari APBD Siak. Tahun ini saja masih ada sekitar 2.100 lembar yang akan kita restorasi. Itu kebanyakan dokumen yang didapat dari masyarakat Siak maupun di luar Siak. Jika yang 2.100 itu sudah beres, maka 70 ribu lembar lebih arsip yang sudah kita restorasi," kata dia.Untuk menyelesaikan itu semua, sebelumnya Dinas Perpustakaan Kabupaten Siak juga menggandeng ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)."Tapi sekarang, tim kita sudah ada yang bisa merestorasi arsip bersejarah tersebut. Sebab, ANRI sudah merekomendasikan 7 orang arsiparis dan satunya sudah dilantik. Ini jabatan fungsional," kata dia.Arifin menjelaskan metode perawatan dan perbaikan arsip ini awalnya dengan menetralkan asam pada arsip, menyemprotkan zat magnesium karbonat dan kemudian melapisi arsip dengan Japanesse Tissue. Lalu, arsip dilapisi lagi dengan lem khusus."Dulu tim kita sudah dilatih. Jadi sekarang kami yang mengerjakannya. Tapi, jika ada yang susah, kami tetap berkordinasi dengan ANRI," ungkapnya.

Wakili Riau, Toni Kurniawan Masuk 5 Besar Pemilihan Putra Ekowisata Indonesia
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri mengaku bangga terhadap anak muda Siak yang berhasil dan berprestasi di tengah pandemi Covid-19.Anak Siak tersebut adalah Toni Kurniawan berhasil masuk 5 besar pada ajang pemilihan Putera Ekowisata Indonesia 2020 di Kuta Bali, mewakili Provinsi Riau. Toni Kurniawan lahir pada tanggal  17 Oktober 1997, asal Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, alumni MAN 1 Siak. Saat ini, Toni kuliah jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.Kata Alfedri, masyarakat Kabupaten Siak patut berbangga karena anak muda tersebut bisa tampil di tingkat nasional, meski hanya masuk 5 besar. "Selamat atas prestasi ini jangan pernah menyerah dan jangan cepat puas atas prestasi yang diraih," ucap Alfedri usai acara Paripurna di Gedung DPRD Siak, Kamis (7/1/2021).Terkait hal itu, ia berharap anak muda di Siak bisa termotivasi untuk mengharumkan nama daerahnya. Karena estafet kepemimpinan di daerah, kelak berada di generasi muda saat ini.Ditempat terpisah Toni menyampaikan ucapan rasa syukur sekaligus mengucapkan terimakasih atas dukungan dari semua pihak. "Alhamdulillah dengan perjuangan yang luar biasa dan dukungan semua pihak, Putera Puteri Ekowisata perwakilan Riau bisa masuk 5 besar, mohon maaf jika kami belum dapat memberikan yang terbaik. Terimakasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung. Semoga amanah dan gelar ini dapat kami jalankan untuk membantu pemerintah dalam mempromosikan ekowisata Indonesia khususnya di Riau dan di Siak," ungkap Toni. Selanjutnya Toni menceritakan sepenggal pengalaman selama dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Diantaranya,  dapat teman baru, pengalaman kepariwisataan dan kemampuan bahasa. "Menjadi representasi anak muda Riau, yang akan mengenalkan pariwisata khususnya Ekowisata Indonesia haruslah menguasai bahasa asing. Selain itu, pengalaman kedaerahan finalis dan indahnya Indonesia saya dapatkan dikegiatan tersebut melalui bahasa daerah finalis, pakaian adat, seni tari dan lain-lain," sebut dia. Atas prestasi itu Toni memperoleh hadiah dari pihak penyelangara seperti tropy, piagam, selempang, buket bunga, dan googdie bag.

Korban Kebakaran di Siak Dapat Bantuan dari BAZ dan Dinas Sosial
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Musibah kebakaran menimpa warga perumahan BTN Jamsostek Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Rabu (6/1) mendapat bantuan dari berbagai pihak. Dalam insiden kebakaran tersebut, setidaknya ada dua unit rumah yang terbakar dengan korban meninggal terbakar ditempat satu orang. Bupati Alfedri  mengintruksikan kepada Penghulu Perawang Barat dan Camat Tualang untuk membantu pengurusan surat-surat berharga yang terbakar agar segera di tindaklanjuti proses penggantiannya sesuai prosedur. "Saya turut prihatin atas kejadian yang terjadi. Semua ini cobaan dari Allah SWT untuk menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya. Saya minta nanti Camat dan Penghulu untuk membantu menindaklanjuti surat berharga yang terbakar,"  kata Alfedri saat meninjau lokasi kebakaran tersebut. Alfedri berharap dengan bantuan tersebut bisa membantu meringankan beban keluarga korban kebakaran yang saat ini sedang dalam berduka karena musibah kebakaran. "Semoga dengan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban keluarga yang mendapat musibah ini" ujarnya. Adapun bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar  Rp 7 juta dari Baznas Siak, seragam sekolah, selimut, tikar, sembako,tas logistik, perlengkapan dapur dan lainnya dari Dinas Sosial, dan BPBD Siak. Korban yang meninggal adalah Syahrial Als Ujang Umur 50 tahun, Alamat Rt.004 Rw.007 BTN Perawang Permai / BTN Jamsostek Kp. Perawang Barat akibat insiden kebakaran rumah pada Selasa sore kemarin. Sebelumnya diberitakan, Warga  Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, berhamburan keluar rumah dan dihebohkan dengan kejadian kebakaran di perumahan BTN Jamsostek, Selasa (5/1/2021) petang. “Kebakaran, kebakaran," Kata Nasrun saksi mata tirukan teriak seorang warga di BTN Jamsostek, Perawang. Dari informasi yang berhasil dihimpun kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah dan satu korban jiwa. Seperti dikatakan Kapolsek Tualang Kompol Faisal Ramzani. "Spontan warga sekitar tempat kejadian keluar rumah berupaya untuk memadamkan api, dalam upaya pemadaman itu, namun api pun semakin membesar," kata Kapolsek. "Akibatnya api pun menjalar ke rumah disebelahnya milik Jontorang Pardede, yang mengakibatkan plafon dan atap terbakar," tambahnya. Si Jago merah dapat dijinakkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintahan Kecamatan Tualang dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik PT IKPP Perawang tiba di lokasi. "Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah Amrul Rokan ditemukan salah seorang korban yang bernama Syahrial alias Ujang di ruang belakang dalam keadaan luka bakar,"  ungkap Kapolsek Tualang.

PORSADIN ke-4 Tingkat Provinsi Riau 2021 Dilaksanakan di Kabupaten Siak
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri hadiri Audiensi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tingkat Provinsi Tahun 2021.Rapat Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Zamrud, Kompleks Kediaman Bupati Siak, Selasa (05/01/2021) petang.Pertemuan yang dilaksanakan tersebut merupakan audiensi antara Pemda Kabupaten Siak dengan FKDT Kabupaten Siak dan membahas tentang agenda pelaksanaan Porsadin (Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah) ke-4 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2021 di Kabupaten Siak.Selain itu, Audiensi tersebut dilakukan untuk memberikan informasi dan dukungan dari Pemda Kabupaten Siak sebagai tuan rumah untuk iven Porsadin tingkat provinsi tersebut."Alhamdulillah, kami menyambut baik kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan, kebetulan Siak yang menjadi tuan rumah, semoga DPC FKDT Kabupaten Siak diminta segera untuk mengajukan kembali proposal kegiatan tersebut untuk dianggarkan di APBDP agar bisa dilaksanakan di tahun 2021," harap Alfedri.Acara itu direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September/Oktober 2021 paling cepat, mengingat pelaksanaan Porsadin Tingkat Nasional (di Jawa Barat) akan dilaksanakan pada bulan November/Desember 2021 mendatang.Turut hadir pada audiensi tersebut Bupati Siak Alfedri, Asisten Pemerintahan dan Kesra Budhi Yuwono, Kabag Kesra, Kasi Pendis mewakili Kakankemenag Kabupaten Siak, Pengurus DPW FKDT Provinsi Riau, Pengurus DPC FKDT Kabupaten Siak, Seluruh ketua DPAC FKDT Kecamatan se-Kabupaten Siak.

Jokowi Yakin pada 2021 Indonesia Bangkit
01 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sambut tahun 2021, Presiden Republik Indonesia (RI) Ir H Joko Widodo optimis Indonesia bisa bangkit dan melakukan inovasi.Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pidato yang disiarkan dari akun Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (31/12/2020)."Memasuki tahun 2021, saya yakin negara kita Indonesia mampu bangkit dan melakukan banyak inovasi," ujarnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19, setahap demi setahap telah membaik. Hal tersebut kata Jokowi, mulai terasa di kuartal ketiga dan keempat tahun 2020 ini."Investasi baru mulai muncul yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat dan industri masa depan. Sehingga peluang kerja akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan lebih baik," katanya.Namun, kata Jokowi, bukan berarti persoalan pemulihan ekonomi sudah selesai. Sebab ada satu syarat yang penting untuk mencapai pemulihan akibat Covid-19 yakni harus bisa mengatasi pandemi Covid-19 ."Tapi bukan berarti persoalan sudah selesai, ada satu syarat, ada satu syarat terpenting yang harus kita kerjakan untuk mencapai pemulihan ini. Kita harus berhasil mengatasi Pandemi Covid, kita harus mampu menghentikan wabah ini dengan segera, memang sesuatu yang tidak mudah," ucapnya. Karena itu pemerintah kata Jokowi terus  bekerja keras mengendalikan kasus Covid-19. "Pemerintah akan terus bekerja keras terus bekerja keras mengendalikan kasus covid-19," katanya.Sumber : Suara.comArtikel ini sudah terbit di Suara.com dengan judul: Sambut 2021, Jokowi Optimis Indonesia Bisa Bangkit dan Lakukan Inovasi

90 Paket Dibagikan Polsek Koto Gasib untuk Warga Membutuhkan
31 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Sebanyak 90 paket sembako gratis dibagikan Polsek Koto Gasib dalam sepekan terakhir.Hal itu dilakukan karena keadaan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19 belum pulih benar.Seperti dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, ada pun paket sembako yang diberikan kepada warga yang berhak dan membutuhkan, terdiri dari 5 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng.Suryawan mengatakan bantuan sembako ini berasal dari Polres Siak, dan mereka bertugas menyalurkannya kepada masyarakat yang terlihat benar-benar membutuhkan.“Sembako ini dari Polres Siak dan kami bertugas menyalurkannya. Dengan harapan masyarakat dapat terus bertahan di tengah pandemi Covid-19, dan berusaha bangkit di tengah keterbatasan,” sebut Kapolsek Suryawan.Tahap ini, sembako dibagikan di beberapa kampung, mulai dari Sengkemang, Rantaupanjang, Pangkalan Pisang dan Teluk Rimba.“Kami berharap penerima sembako merupakan keluarga yang benar-benar memerlukan atau tepat sasaran,” kata Kapolsek Suryawan.Hal ini penting, sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Perlu peran semua pihak untuk tetap peduli lingkungan sekitar, sehingga tahu siapa saja yang benar-benar memerlukan dan layak mendapatkan bantuan.“Meski nilai dan jumlahnya tak seberapa, namun setidaknya bisa bermanfaat bagi keluarga yang membutuhkan,” kata Kapolsek Suryawan.Kapolsek Koto Gasib berharap kegiatan ini dapat sedikit membantu ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi covid 19, dan dapat bermanfaat bagi warga yg benar-benar membutuhkan.

Liburan Akhir Tahun? Istana Asyerayah Al Hasyimiyah jadi Tempat Pilihan di Riau
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id -  Libur akhir tahun mungkin sudah dinantikan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sambil bepergian.Kalau Anda masih mencari tempat berlibur, kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini mungkin patut dipertimbangkan.Anda yang suka wisata sejarah bisa berkunjung ke Istana Siak Asyerayah Al Hasyimiyah yang masih menyimpan beragam tentang peninggalan kejayaan Kerajaan Siak.Untuk masuk ke Istana Siak, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu mahal. Untuk dewasa dan anak-anak domestic cuma dikenakan Rp10.000 dan Rp5.000 sementara untuk pengunjung mancanegara bagi dewasa dan anak-anak dikenakan Rp25.000 dan Rp15.000 saja.Memasuki Istana Peninggalan Sultan Hasyim, nuansa kerajaan zaman dahulu pun langsung bisa kita nikmati.Kedalam, kita langsung disambut patung mirip manusia pada zaman kerajaan sedang melakukan rapat." Patung itu berada di Ruang Gading, kenapa Ruang Gading karena kursinya terbuat dari Gading Gajah," kata petugas penjaga Istana Siak, Mardianto.Istana Peninggalan Sultan ke sebelas itu juga menawarkan banyak benda sejarah yang bisa menjadi pengetahuan kita tentang kemahsyuran Kerajaan Siak pada masa itu." Ada cermin milik permaisuri yang konon ceritanya itu menkadi cermin awet muda bagi permaisuri," kata Mardianto.Jika beruntung, pengunjung juga dapat menikmati alunan musik dari alat musik yang cuma ada dua di dunia yakni Komet.Komet ada cuma di Jerman dan Indonesia tepatnya di Istana Siak." Zaman dahulu, Komet dimainkan saat menyambut para tamu raja," tambahnya.Tidak hanya itu, wisatawan yang masuk ke Istana Siak juga bisa melihat Kursi Singgasana.Menariknya, Kursi Singgasana Raja itu terbuat berlapis Emas 18 karat pada masa Sultan Hasyim."Kursinya masih asli," terang Mardianto.Wisatawan juga bisa melihat Lemari Besi berusia ratusan tahun yang hingga saat ini tidak bisa dibuka.Cerita yang terdengar hingga saat ini, lemari besi atau brankas kerajaan tersebut berisi dokumen penting tentang harta Kerajaan  Siak hingga persoalan pribadi Sultan.Diprediksi didalam lemari besi itu juga ada benda berharga."Sudah beberapa kali dicoba dibuka bahkan mendatangkan para ahli tapi tetap saja tidak bisa dibuka," ungkap Mardianto.Selain Istana Siak Asyerayah Alhasyimiyah, wisatawan yang datang ke Kota Siak juga dapat berkunjung ke situs sejarah lainnya seperti di makam para Sultan Siak dahulunya.Ada Masjid Syahbudin, Masjid yang dibangun pada masa kerajaan dahulunya.Tidak jauh dari Istana Siak, Wisatawan yang datang ke Siak bisa bermain ke Taman Tengku Mahratu, disana, mata pangunjung bisa dimanjakan dan menikmati suasana di Tepian Sungai Jantan. "Disana juga banyak jajanan kuliner yang patut pengunjung coba," kata Mardianto.Kendati demikian, di tengah pandemi covid-19, pengelola sangat perketat protokol kesehatan (prokes) untuk mecegah penyebaran covid-19 ituSebab, untuk masuk Istana Siak, selain wajib menggunakan masker, pengunjung juga dicek suhu tubuhnya.

Gelar Iven Kampung Lalang Tempo Dulu, Upaya Pertahankan Nilai Sosial Budaya Era 60an di Siak
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Setelah berjibaku dengan padatnya pekerjaan, akhir tahun selalu jadi waktu paling dinanti. Salah satu cara melepas penat yang ampuh adalah berwisata.Terlihat dekorasi tahun 60an menghiasi hampir tiap sudut kampung. Gubug-gubug berjajar menjajakan makanan maupun minuman.Di Kampung Lalang, Kabupaten Siak, Riau sekelompok anak muda menggelar acara Tempo Dulu Kampung Lalang Festival.Iven yang dilakukan selama 4 hari (24-30/12/2020) itu sebagai upaya membangkitkan seni dan upaya mempertahankan nilai sosial budaya sejak era 60 an di tengah terpaan arus globalisasi dan westernisasi.Demikian dikatakan Ketua Panitia iven tersebut, Gusfahmi Romaizan (28) menyebut anak muda saat ini harus tau jenis makanan, cara memasak, hingga cara berpakaian tempo dulu." Kita anak muda tak tau makanan dan pakaian yang digunakan tahun 60an dan ini merupakan upaya membangkitkan nilai sosial budaya agar anak muda tak melupakan identitas kampungnya," kata Gusfahmi Romaizan.Ada 13 cabang dilombakan dalam iven tersebut dan sebanyak 219 orang ikut berkompetisi.Dikatakan Gusfahmi, antusiasme masyarakat dalam mengikuti iven tersebut sangatlah luar biasa." Untuk lomba memasak sangat banyak emak-emak yang ikut," kata Igus.Hari ini, tambah Igus, dilaksanakan lomba memasak tempo dulu, emak-emak banyak menampilkan masakan yang berbahan dasar Sagu dan Ubi Kayu." Dan hasilnya jadi Lempeng Sagu, Sempurun, Sempolet dan makanan khas melayu pada zaman dahulunya," jelas Igus.Cabang perlombaan lainnya, sebut Igus, panitia juga menandingkan Pawai Budaya, Bujang Dara, Busana Kebaya Tempo Dulu, Lomba menyanyi tahun 60an dan lainnya.Acara yang ditaja Sanggar Seni Putri Melayu Kampung Lalang dan ikatan remaja mesjid itu dibantu oleh Pemerintah Kampung Lalang." Untuk anggaran kita dari swadaya saja, kami estimasikan akan menghabiskan 17 juta," imbuhnya.Igus berharap, kedepan hal positif seperti ini bisa menjadi ikon wisata tersendiri yang dapat dilakukan oleh pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten." Tentunya hal ini bisa jadi batu loncatan Pemkab Siak untuk membuat seperti ini dalam mendongkrak nilai sosial budaya di Siak," pintanya.Sementara itu, dukungan acara Tempo Dulu Kampung Lalang Festival datang dari Kerani (Sekretaris Desa) Kampung Lalang, Safrizal (29) menyebut hal ini akan didorong menjadi iven tahunan yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah kampung." Misalnya nanti bisa disandingkan saat musim durian sehingga dapat mendongkrak pariwisata yang ada di Siak," kata Safrizal.Hal senada juga disampaikan Viky Dawihangga (30) warga Kampung Kayu Ara, Ia berharap iven seperti ini dapat dilakukan setiap tahunnya.Menurutnya, kedepan acara seperti ini bisa mengundang masyarakat secara luas agar juga menjadi salah satu wisata tahunan yang dapat dinikmati masyarakat luas." Kedepan sudah bisa acara seperti ini dapat dinikmati masyarakat luas, tidak hanya warga Kampung Lalang juga tapi bisa mengajak masyarakat se Kecamatan Sungai Apit ataupun se Kabupaten Siak," kata Viky.Dalam kesempatan itu, kata Viky, Ia dapat mengajak anak dan istrinya menikmati makanan tempo dulu." Kami sekeluarga semacam berburu makanan khas melayu zaman dulu di acara ini," jelasnya.

Pastikan Ibadah di Gereja Aman, Kapolres Gelar Patroli
25 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya melakukan patroli pengecekan pelaksanaan pengamanan gereja di wilayah Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Kamis (24/12/20) malam.Didampingi oleh Wakapolres Siak Kompol Zulanda dan pejabat utama, Polres Siak melakukan kunjungan serta pengecekan personil yang melaksanakan tugas pengamanan gereja di wilayah kecamatan Siak diantaranya di gereja HKBP dan Gereja GPDI Siak.Dalam kegiatan tersebut, Kapolres memberikan arahan dan penekanan kepada personil yang melaksanakan tugas baik personil Polri, TNI maupun petugas pengamanan dari pemuda gereja untuk dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan maksimal serta memastikan protokol kesehatan cegah Covid - 19 berjalan sebagai mana mestinya.“ Kita menekankan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan jangan under estimed dalam tugas pengamanan yang dilaksanakan," kata Doddy.Ditambahkannya, terkait dengan situasi dan kondisi kamtibmas yang masih aman dan kondusif saat ini, sebelum pelaksanaan ibadah oleh jamaah gereja agar personil pengamanan melakukan pemeriksaan serta pengecekan di sekitar lokasi maupun di dalam gereja." Guna memastikan terkait dengan keberadaan benda-benda yang mencurigakan, kita juga sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pengurus gereja beberapa hari sebelum hari ini agar dapat menerapkan seluruh protokol kesehatan cegah Covid-19 dengan menyiapkan tempat cuci tangan, menyiapkan masker cadangan apabila ada nanti jamaah yang lupa menggunakan masker, memberi tanda agar terjaga jarak aman serta selalu mengingatkan untuk tidak berkerumun," tegas Kapolres.Sementata itu, Personil Polres Siak yang telah dibagi beberapa regu terus melakukan patroli ke gereja- gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah di wilayah hukum Polres Siak untuk memastikan semua berjalan aman dan kondusif.

Polsek Koto Gasib Berbagi Masker dan Handsanitizer di Tiga Gereja
25 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Mencegah penyebaran Covid-19 di rumah ibadah. Polsek Koto Gasib membagikan masker dan handsanitizer di tiga gereja yang ada di wilayah hukumnya.Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Disebutkannya, tiga gereja itu adalah GKPI di Kampung Pangkalan Pisang KM 11, GPDI di KM 4 Simpang Astra Kampung Pangkalan Pisang dan  Gereja Khatolik Santo Yusuf Blok D Kampung Empang Pandan.Selain menurunkan personel untuk pengamanan, Kapolsek Koto Gasip Ipda Suryawan juga memastikan seluruh warga yang melakukan ibadah mematuhi prokes.“Kami melakukan prokes ketat terhadap warga yang melakukan ibadah. Kami berusaha memberikan yang terbaik,” sebut Kapolsek Suryawan, Jumat (25/12/2020) pagi.Disebutkan Suryawan, pengamanan dan membagikan masker serta handsanitizer adalah hal yang sederhana yang bisa dilakukannya bersama personelnya.“Kerja sama semua pihak membuat ibadah berjalan lancar. Dan apa yang kami lakukan semua baik-baik saja,” sebut Kapolsek Suryawan.Suryawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pihaknya dalam pengamanan dan membagikan masker serta handsanitizer.“Mari bersama mematuhi prokes. Sebab dengan mematuhi prokes, setidaknya kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tapi juga orang lain dan lingkungan,” sebut Kapolsek Suryawan.

Meski Bersuhu 38 Derajat, Peserta Ini Dibolehkan Masuk Acara Pembukaan JKPI
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Penerapan Protokoler Kesehatan pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI dilakukan oleh penyelenggara, pada proses pengecekan terlihat petugas mondar-mandir setelah mengetahui hasil pengukuran suhu tubuh salah satu peserta.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tonny Chandra, didampingi petugas Medis Dr. Liza Minggu (20/12/20) di lokasi kegiatan membenarkan satu peserta suhu tubuh melebihi 38 Derajat Celcius.Namun demikian, peserta itu tetap diperkenankan masuk mengikuti acara pembukaan rakernas. Tindakan yang dilakukan petugas medis dengan memantau suhu tubuh atau pengecekan ulang."Hasil pemeriksaan, ada satu peserta yang suhu tubuhnya diatas 38 Derajat Celcius, dia kepala daerah. Dia tetap masuk, ada di dalam ruangan. Kami beri dia masuk karena sebelum pemeriksaan dia berdiri ditempat panas, berjemur. Dan akan kami periksa ulang," terangnya.Usai pembukaan, Liza mengaku telah mengecek ulang suhu tubuh salah satu peserta yang awalnya di atas 38, hasil pemeriksaan ulang petugas medis ini mengaku hasilnya aman, suhunya normal.Saat ditanya apakah petugas medis ada memeriksa dokumen hasil rapid test tiap peserta, Liza memastikan semua peserta yang mengikuti rakernas dan seminar JKPI telah aman dari wabah Covid 19, dengan dalih mereka dari luar kota, saat penerbangan pasti harus melengkapi dokumen kesehatan berupa hasil rapid test."Sudah kami cek pak, mereka kan dari luar kota, di pesawat mereka harus menunjukkan hasil rapid test," pungkasnya.

3 Tarian Bersejarah jadi Pembuka Acara JKPI di Siak
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2020 dibuka secara resmi oleh Bupati Siak Alfedri yang juga sebagai Koordinator Presidum, Minggu (20/12/20) di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Ditabuhnya kompang oleh Alfedri didampingi Presidum JKPI Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Asisten I Sekda Provinsi Riau Jendri Salmon Ginting, Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal sebagai Rakernas resmi dibuka. Kegiatan ini diikuti oleh 18 Kabupaten/Kota Anggota JKPI.Sedikitnya ada 3 pertunjukan tari yang tampil di acara nasional tersebut, sebagai tuan rumah, Siak menampilkan tari kreasi persembahan Tasik Seminai mengangkat tema Putri Kaca Mayang, sejarah kerajaan Hindu/Budha yang pernah berjaya di hulu sungai jantan yang kini dikenal Sungai Siak, Koto Gasib.Dalam kisah tarian menceritakan Putri Kaca Mayang yang diculik oleh raja Aceh dan diselamatkan oleh panglima Gimbam atau Raja Kerajaan Gasib.Sementara Palembang mempersembahkan tari yang menceritakan tentang Ratu Sinuhun, seorang ratu yang dikenal sebagai orang yang cerdas, pembuat undang-undang yang diterima dan berlaku di tengah masyarakat. Ratu Sinuhun lahir pada akhir abad 16, anak dari Maulana Afdillah, pangeran manca negara dari kerajan Islam Cirebon, kekuatan pengaruh Ratu Sinuhun menjadi cikal bakal dinasti Cirebon di Palembang. Kecerdasan yang melekat pada sang ratu membuat ia lebih dikenal rakyat dibanding suaminya sang raja di Palembang.Dimoment yang sama Kabupaten Belitung Timur mempersembahkan Tari Sahang, sebuah gerakan yang menceritakan budaya masyarakat memanen sahang atau lada, setelah lada terkumpul banyak, hasil panen pertanian rakyat diekspor.

Rakernas JKPI Resmi di Buka Bupati Siak Alfedri
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri secara resmi buka acara Rakernas JKPI ke VIII yang berlangsung di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim, Tanjung Agung, Kecamatan Mempura, Minggu pagi, (20/12/2020).Bupati Siak Alfedri selaku Presedium Rakernas JKPI ke VIII mengucapkan selamat datang para delegasi peserta Rakernas, serta utusan penampil dalam Festival Kota Pusaka Indonesia."Saya mengucapkan selamat datang para delegasi dari 16 kabupaten atau Kota. Selamat menikmati suasana Kota Siak Sri Indrapura. Semoga suasana kota pusaka berjuluk negeri Istana ini, dapat memberikan kesan tersendiri bagi hadirin dan jemputan sekalian," ujar Alfedri.Dikatakan Alfedri, secara khusus momentum penting Rakernas JKPI ke VIII ini juga memberi arti tersendiri bagi Kabupaten Siak sebagai tuan rumah pelaksana, yaitu sebagai salah satu pijakan langkah dan pemantapan spirit dalam mengusung Kota Pusaka Siak Sri Indrapura."Kita patut bersyukur bahwa hari ini kita di tunjuk sebagai tuan rumah, momentum ini akan sulit terulang lagi karena ada 70  keanggotan JKPI ini se Indonesia yang secara bergiliran ingin menjadi tuan rumah," ungkapnya.Selain itu, kata dia, sebagai saksi bisu kegemilangan sejarah Kesultanan Siak dimasa lalu, menjadi salah satu Kota Warisan Budaya Dunia. Hal tersebut penting, guna mengukuhkan berbagai tinggalan sejarah kota Pusaka Siak Sri Indrapura baik sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat, maupun untuk keperluan edukasi bagi generasi berikutnya."Di rapat kerja nasional (Rakernas) JKPI ke VIII  kali ini, kita tetap menyampaikan usulan agar kota Siak di tetapkan sebagai kawsan world heritage atau situs warisan dunia," harapnya.Hadir pada acara itu, Walikota Surakarta Tuan F.X. Hadi Rudyatmo, dan Bupati Karangasem Puan I Gusti Ayu Mas Sumatri selaku dewan Presidium JKPI, Direktur Eksekutif JKPI Tuan Asfarinal, para Bupati dan Walikota baik sebagai pengurus maupun anggota JKPI, beserta seluruh delegasi peserta Festival Kota Pusaka Indonesia Tahun 2020 yang datang dari berbagai kabupaten dan kota, dan turut meramaikan helat kegiatan ini.Selain Kepala Daerah dDewan Presidium, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah Bupati dan Walikota pengurus dan anggota JKPI, diantaranya tuan dan puan Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh, Walikota Bogor, Walikota Ternate, Wakil Walikota Palembang, Walikota Sawalunto, Walikota Blitar, Bupati Belitung Timur, Bupati Jepara, Wakil Bupati Sambas, dan Wakil Walikota Baubau. Selain itu juga hadir Sekretaris Daerah Kota Ambon, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekalongan, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Langsa, dan Kepala Dinas Kebudayaan  Kabupaten Buton

Di Acara JKPI, Stand Dekranasda Jadi Pusat Perhatian
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Pembukaan acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dihadiri 17 kabupaten/kota se Indonesia menjadi cerita tersendiri bagi Dekranasda Kabupaten Siak.Dalam acara tersebut, Dekranasda Siak menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung yang hadir di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.Seperti dikatakan Ketua Dekranasda Siak, Rasidah ucapkan rasa syukur karena stand yang dibuka dibanjiri peserta yang hadir pada acara JKPI."Alhamdulilah, stand kita ramai didatangi pengunjung, dan rata-rata mereka membeli produk-produk yang di pajang" kata Rasidah usai acara pembukaan Rakernas JKPI, Minggu (20/12/2020).Rasidah menuturkan apa saja produk-produk yang dipamerkan.  Mulai dari tanjak, kain tenun, tutup gelas, selendang, kain batik Siak, produk makanya ringan, dan lain-lain. Dikesempatan itu, masing-masing kepala daerah diajak meninjau stan pameran Dekranasda dari Banda Aceh, stand kopi Aceh dan stan Dekranasda Kabupaten Siak. Karena masa pandemi, tidak banyak yang membuat stan pameran kerajinan, dari daerah masing-masing karena masalah anggaran. Salah seorang pengunjung, Zanariah Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang memborong souvenir berupa tutup gelas. Dirinya datang ke Siak mewakili Walikota yang berhalangan hadir. Sementara Ketua Dekranasda Banda Aceh Hj. Nurmiati AR dan Wakilnya Hj. Fauzi ah serta Ketua Dekranasda Kota Bau Bau, Wa Ode Nursanti Monianse, penasaran ingin melihat langsung proses pembuatan kain tenun dan batik Siak. Setiba dilokasi Ketua Dekranasda Kab Siak Rasidah Alfedri menjelaskan, bahwa pihaknya melakukan kegiatan seperti, pelatihan membatik, pelatihan menenun, lomba desain motif batik Siak, festival batik Siak, Jumat berbagi dan lain-lain. "Sejauh ini untuk pemasaran kain tenun dan batik Siak, tidak ada masalah" ucap Rasidah. Istri Walikota Aceh saat melihat perajin tenun mengatakan, cara membuat kain tenun Siak ini hampir sama dengan daerahnya, bahkan nama motif kain tenunnya pun sama, yaitu 'Pucuk Rebung'.

Ini yang Dilakukan Kelompok Tani Rantau Serumpun Koto Gasib
20 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Upaya tetap bertahan dan meningkatkan ekonomi di tengah pandemi covid-19, kelompok tani Rantau Serumpun akan tanam semangka dan pepaya madu.Dengan luasan lahan 1,5 hektar milik pemerintah daerah, kelompok tani Rantau Serumpun berupaya bisa meningkatkan ekonomi.Seperti dikatakan PPL Yen Rizal, hal itu berawal dari wacana dari masyarakat untuk mengaktifkan lahan tidur menjadi lahan produktif." Melihat potensi keuntungan yang bisa didapat kalau harga diatas Rp2.000/kilo, sehingga masyarakat bisa memperoleh keuntungan dan meningkatkan ekonomi di tengah pandemi," kata Yen Rizal, Jumat (18/12/2020).Diceritakannya, upaya dalam mendapatkan lahan tersebut hingga bantuan untuk membersihkan lahan yang notabenenya semak belukar." Awalnya kami mengajukan proposal ke pihak PT Kimia Tirta Utama (KTU) untuk membantu membuka lahan tanah pemerintah,alhamdulillah responnya bagus," kata Yen yang juga PPL di Kampung Pangkalan Pisang.Untuk lahan seluas 1,5 hektar, kata Yen bisa hasilkan 25 ton dalam sekali panen dan selama 55 hari sudah bisa dipanen." Kalau harganya Rp2.000 saja sudah bisa menghasilkan 110 juta selama 55 hari," jelasnya.Sementara itu, Kepala Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain menyebutkan pihaknya terus berusaha membantu dan mensupport program jaga kampung dgn membuka lahan tidur menjadi lahan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat." Program ini sangat membantu masyarakat dalam pemberdayaan ekonominya apalagi dalam kondisi pandemi Covid 19 ini. Hal ini juga selaras dgn program kami yaitu  Astra Kreatif  yang mana program ini menitikberatkan untuk mendorong dan membantu dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," Kata Zulkarnain.Ditambahkannya, dengan begitu masyarakat akan lebih produktif dan lebih sejahtera tentunya sehingga ketahanan pangan di masyarakat meningkat." Semoga terus bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di kampung-kampung yangbberada di zona PT KTU," kata Zul.Hal senada juga dikatakan Sekretaris Camat Koto Gasib, Muharam mengapresasi  apa yang dilakukan oleh PT KTU untuk masyarakat di wilayah ring perusahaan." Semoga hal ini terus terjaga antara masyarakat dengan perusahaan," kata Muharam.Ia juga menyebutkan, dari banyaknya perusahaan di Kecamatan Koto Gasib, PT KTU menjadi perusahaan paling aktif dalam membantu program-program kemasyarakatan." Ya PT KTU paling aktif membantu masyarakat dari berbagai hal," katanya.

Memelihara Keberagaman dengan Hukum Adat di Atas Segalanya
12 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat hukum adat menjadi acuan paling penting dalam menata kehidupan bersosial di tengah-tengah keanekaragaman masyarakatnya.Terletak di Provinsi Riau, Kabupaten Siak, Kamoung Adat itu meninggikan hukum adat di atas segalanya dibanding persoalan agama persoalan agama.Ketua Kerapatan Adat, Alid (34), mengatakan hal itu merupakan warisan dari leluhurnya.Ia bersama kepala suku lainnya merawat dan menjaga adat dan istiadat di kampung itu sedemikian rupa."Di Kampung Adat kami ini hukum adat itu tertulis dan sifatnya bukan imbauan tali tegas terhadap siapapun yang melanggar," kata Alid.Misalnya, kata Alid, untuk persoalan kasus pemerkosaan, perselingkuhan, pelanggar akan diusir dari kampung." Dan ada denda adat 1 kesalahan akan dijatuhi 2 hektare tanah dan uang senilai Rp10 juta," tegas Alid.Ditambahkannya, untuk kasus pencurian akan dihukum mencuci parit yang ada di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat." Setiap tanggal 1 kami rutin melaksanakan gotong royong membersihkan parit, tapi jika di luar tanggal 1 ada yang mencuci parit maka itu yang sedang berkasus," tambahnya dengan senyum.Sementara itu, untuk kasus mempermalukan orang depan umum lanjut Alid, itu tidak boleh sembarangan. Kesalahan itu akan mendapat hukuman membeli baju dan dipasangkan di depan para pemangku adat."Bisa juga dengan kain potong/kain bahan dibungkus kain kuning," katanya."Saya saja mau meludah lihat-lihat orang dulu baru pelan-pelan meludah kebawah," tambahnya.Sejujurnya, jelas Alid, terkadang perasaan manusiawinya hadir di tengah-tengah penerapan hukum adat yang diterapkan."Semuanya soal hukum adat ke saya, jadi terkadang sedih jika harus mengusir. Kemarin yang diusir datang ke rumah menangis dan mohon maaf, tapi namanya hukum adat harus kita tegakkan," kata Alid.Tidak ada perbedaan dalam penerapan hukum adat di kampung itu. Semua diperlakukan sama di mata adat. "Tanpa terkecuali, kita terapkan sama," tegasnya.Sebagai suku tertua, kata Alid, Suku Anak Rawa punya sembilan batin. Batin itu sendiri memiliki arti pada masa dahulunya adalah Kepala Kampung Adat."Ada sembilan batin dahulunya di Suku Anak Rawa ini, semua makamnya ada, sehingga bisa merunutkan sejarahnya," jelas Alid.Alid bercita-cita Ia bisa mewujudkan kampung adat ini menjadi kampung adat percontohan." Selain itu saya juga berharap hutan adat itu bisa terwujud agar dapat mensejahterakan masyarakat adat," pintanya." Baru saya bisa tenang menutup mata selamanya jika dua ini bisa terwujud semua," jelasnya.Di Kampung itu, Alid merupakan sarjana pertama yang ada. Tekadnya untuk kembali kekampung kelahiranya tak lain untuk merawat dan mejaga adat yang sudah ada sejak leluhurnya." Setidaknya saya bisa menjadi inspirasi untuk yabg dibawah saya bahwa pendidikan bisa memajukan kampungnya," kata Alid.Selain menjaga dan merawat adat istiadat, Alid juga mengajar bagi anak-anak serta orang tua yang masih buta huruf." Ada yang sudah berumur 70 tahun masih belajar membaca dan mengenal huruf," jelasnya.

Syamsuar Akan Rampungkan Jalan dan Puskesmas di Siak
23 November 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau H Syamsuar mengaku tetap komitmen memperhatikan pembangunan di Siak, dibuktikan pada tahun 2019 perbaikan jalan Provinsi yang ada di Siak sudah mulai dilakukan, sayang tahun ini rencana pembangunan tidak bisa terealisasi, namun ia berjanji tahun 2021 jalan dan Pembangunan Puskesmas yang mangkrak akan dirampungkan."Perbaikan jalan Provinsi yang ada di Siak tahun lalu sudah dilakukan, tahun ini memang ada kendala di lapangan, tahun depan kita selesaikan," kata Ketua DPD I Golkar Riau, Drs H Syamsuar Msi, Senin (23/11/2020) pagi.Seperti ruas jalan dari simpang Km 11 Buatan Kecamatan Gasib ke arah Perawang, kondisi jalan yang dulunya rusak parah kini sudah diperbaiki."Banyak ruas jalan Provinsi yang ada di Siak, dari teluk Masjid ke arah Sungai Pakning, simpang Pusako ke arah Teluk Masjid, Pusako ke KM 11 Buatan. Dari simpang Km 11 Buatan ke arah Sipang Gondrong Perawang," ujar Syamsuar.Tidak hanya bicara pembangunan jalan, Syamsuar juga menyebutkan beberapa pembangunan Gedung Puskesmas yang mangkrak, ia berjanji tahun 2021 gedung yang telah menelan banyak anggaran itu akan dirampungkan."Seperti puskesmas pembangunan Sabak Auh yang mangkrak, sebelum dimulai akan diaudit dahulu. Pertama untuk memastikan apakah bangunan itu masih kokoh, layak diselesaikan. Kedua, untuk memastikan berapa persentase pekerjaan yang sudah dilakukan. Tahun depan kita selesaikan," janji Syamsuar.Meski tahun ini bantuan fisik dari Pemerintah Provinsi tidak bisa terealisasi di Siak, namun Syamsuar menegaskan bahwa bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Riau ke Siak tetap terealisasi. "Tahun ini bantuan keuangan tetap jalan, untuk bantuan keuangan realisasi kegiatannya tentu dilakukan pemerintah Kabupaten," tegas Syamsuar.Syamsuar menjelaskan bantuan yang mungkin tidak terlihat kasat mata, seperti honorer guru bantu."Seperti SD dan SMP yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, perlu diketahui ada honor guru bantu dari Provinsi," ujar Syamsuar.

Sanggar Tasek Seminai Siak Tampil di Hari Pahlawan Provinsi
11 November 2020 SIAK, Petah.id -Jam terbang yang tinggi, membuat Sanggar Tasek Seminai Siak ini menerima tantangan untuk jadi penampil di peringatan Hari Pahlawan Provinsi Riau di Taman Budaya Pekanbaru.Membawakan tari kontemporer“Lengah” dalam gelaran di Taman Budaya pada Selasa (10/11) malam, memukau para penonton.Koreografer tarian ini menurut Ketua Sanggar Andrio Saputra yang akrab disapa Doyok, Saputri dan komposer Nurhadi Bayu.Diceritakan Andrio, sesuai nama tariannya yaitu Lengah, merupakan suatu sifat yang akan merugikan manusia dengan pribadinya, dan manusia dengan manusia lainnya.“Waktu terbuang, kerja menumpuk, berantakan, dan terbengkalai,” sebutnya.“Orang yang menghargai waktu dan orang yang bekerja adalah orang yang tidak akan pernah merugi,” tambahnya.Sesuai dengan tema pagelaran ini, Perangi Perangai Cuai. Decak kagum penonton atas tampilan para penari terdiri dari lima penari, Novelia Saputri, Mabruriati, Sahira Larashati, Usi Juwita.“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penampilan kami. Termasuk Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman,” sebut Andrio.Ditanya kenapa mereka pantas berada di sana, menurut Andrio,pada awalnya Sanggar Tasek Seminai ini didirikan oleh almarhum abang kami Tarmizi Amd. Dia dulu bekerja sebagai ASN di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak. "Karena kecintaan dan keinginannya menjadikan Siak sebagai salah satu pusat budaya Melayu, dia bersama kawan-kawan para penggiat seni Siak, berinisiatif membangun Sanggar Tasek Seminai ini agar bisa menjadi tempat para anak muda berkreativitas dan berkesenian pastinya,” sebut Andrio.Tidak mudah untuk terus membuat sanggar ini tetap aktif, banyak tantangan yang dilalui agar tetap bisa berproses dan menampilkn pertunjukan seni yg terbaik. salah satunya regenerasi, karena saat ini anggota penari masih dalam usia sekolah. Jadi jika nanti mereka sudah melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Harus mengajarkan lagi anggota-anggota baru yang siap untuk berkompetisi di iven seni tari dan musik ditambah lagi dengan  iven dan kompetisi yang tidak berkesinambungan. Karena dengan adanya iven dan kompetisi tersebut secara tidak langsung dapat memacu semangat untuk menampilkan hasil yang terbaik. "Tidak adanya tempat latihan, pembaruan kostum tari. Juga menjadi tantangan utama kami. Akan tetapi dengan semangat berkesenian dan tekad kami dari awal mendirikan sanggar ini, kami akan terus berusaha dan mencari solusi di setiap rintangan dan masalah yang datang,” jelasnya.Selain itu, dukungan dari pemerintah juga sangat diharapkan dalam memajukan kesenian Melayu, khususnya untuk selalu aktif melestarikan budaya dan memajukan pariwisata Siak.Ditanya tentang hal ini, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mendukung penuh kreativitas anak muda. Terlebih hal itu membawa nama seni dan marwah Melayu Siak.“Semoga mereka selalu sukses sebagai penampil. Dan menjadi kebanggaan masyarakat Siak,” ungkapnya

Ketua LAM Siak : Sejak 2019 Tidak Ada Lagi Perhatian Pemda
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, namun disayangkan, di Kabupaten Siak, Provinsi Riau makam para pejuang dan pahlawan tampak jauh dari perhatian pemerintah daerah.Di Makam Koto Tinggi terdapat pusara para raja, keluarga raja bahkan prajurit yang dahulunya memperjuangkan Kerajaan Siak bahkan Republik Indonesia. Dilihat dari dekat plafon pada Makam Koto Tinggi tersebut sudah tampak rusak parah, beberapa bagian bolong-bolong. Hal itu seharusnya menjadi perhatian khusus Pemda Siak.Keprihatinan dirasakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak Wan Said. Dijelaskannya, dari 2019 atau 2 tahun terakhir, makam para pejuang dan raja di Kabupaten Siak  tidak diperhatikan pemerintah daerah."Prihatin saya melihat makam dan situs sejarah di Kabupaten Siak ini luput dari perhatian pemerintah daerah," terang Ketua LAM Siak Wan Said saat dikonfirmasi Petah.id, Selasa (10/11/2020) malam.Ditanyakan lebih jauh terkait upaya LAM Kabupaten Siak dalam mengajak pemerintah daerah untuk serius menangani dan mengelola situs sejarah, Wan Said mengaku berbagai upaya sudah ditempuh, mulai dari menyurati hingga meminta secara langsung, namun belum mendapat respon khusus."Tentang Makam Tengku Buang Asmara, saya yang memfasilitasi untuk alat-alat kebersihan. Dinas Pariwisata selalu sebut tidak ada dana," tambahnya.Seharusnya, kata Wan Said, peninggalan bersejarah seperti itu harus mendapat perhatian khusus, apalagi Kabupaten Siak fokus terhadap persoalan wisata sejarah."Ayo bersama kita jaga dan rawat situs sejarah, dan pemerintah daerah untuk serius menangani soal sejarah di Siak," harapnya.

Berkomitmen Jaga dan Selamatkan Lingkungan, Arif-Sujarwo Teken Fakta Integritas
03 November 2020 SIAK, Petah.id - Konsorsium 27 lembaga, bergabung dalam Sedagho Siak bersama Penabulu mengajak tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak menandatangani piagam komitmen.Paslon yang pertama berkenan dan sengaja meluangkan waktu di tengah padatnya jadwal kampanye adalah paslon nomor urut 3 yaitu Said Arif Fadilah dan Sujarwo.Arif dan Sujarwo merespon dengan baik apa yang menjadi keinginan Sedagho Siak yang berisi 27 lembaga, 10 lembaga di antaranya dari Jakarta. Sedagho Siak dan Penabulu punya komitmen bersama masalah lingkungan hidup. Penandatanganan dilakukan di kediaman Said Arif Fadilah Jalan Sutomo Siak pada Senin (2/11) petang.Penandatanganan piagam dihadiri Taufik dari Fitra Riau, Tedy Boy dari Yayasan Sart, Susanto Kurniawan dari Dinamisator Sedagho, Tomy dari Perkumpulan Teras Riau, Roby dari Winrof, Said Eka dari Sends, Setyo dari Penabulu, Besta dari Yayasan Elang, Bastari dari Sends dan Dede dari Penabulu.“Kami yang bertanda tangan di bawah ini, atas nama calon kepala daerah Kabupaten Siak tahun 2021 - 2024, akan memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam hal kebijakan lingkungan dan kebencanaan serta reformasi birokrasi. Kami mendukung upaya perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan dan peningkatan ketahanan bencana di Kabupaten Siak dengan berkomitmen untuk:Lingkungan dan Kebencanaan,1. Menjadikan Kebijakan Peraturan Bupati Siak Nomor 22 Tahun 2018 tentang Siak.Kabupaten Hijau Menjadi Peraturan Daerah (Perda),2. Melaksanakan kebijakan Siak Hijau dan mengintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021-2024.3. Melaksanakan Kebijakan pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan perlindungan gambut secara baik.4. Memfasilitasi Perhutanan Sosial (PS) dan TORA serta mengalokasikan kebijakan anggaran.5. Memastikan program dan regulasi pemerintah untuk menjalankan pemetaan tapal batas desa yang partisipatif.Reformasi dan Birokrasi1. Menerapkan sistem pelayanan publik yang mudah, cepat, terbuka, dan partisipatif.2. Membangun sistem antikorupsi dengan menerbitkan kebijakan strategi pencegahan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.3. Membangun dan mengimplementasikan platform kolaborasi bersama masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring pembangunan daerah.Arif dan Sujarwo memastikan 100 hari pertama pemerintahan mereka akan melaksanakan piagam komitmen tersebut.“Bantu kami untuk merealisasikan semua ini. Karena kita adalah bagian dari Siak. Kita ingin yang terbaik untuk Siak, terutama masalah lingkungan hidup,“ ungkap Arif.Sementara Sujarwo yang mengaku rindu kicauan burung karena setiap perusahaan perkebunan wajib memiliki kawasan hijau untuk kehidupan habitat hewan yang ada di sekitar perkebunan. Dan saat ini sulit menemukan hal itu, mengajak Sedagho Siak dan Penabulu untuk terus bersama menjaga Siak terutama lingkungannya. “Kita memang harus terus berdampingan dan saling mengingatkan dan menguatkan sehingga apa yang menjadi tujuan kita, dapat terealisasi secepatnya,“ ucapnya.Juru bicara kegiatan tidak menyerahkan dua piagamkomitmen yang ditandatangani kepada Arif dan Sujarwo. Menurutnya, piagam akan diserahkan ketika keduanya terpilih sebagai Bupati dan WakilBupati Siak.

Ciptakan Motif Batik Siak menuju Haki
29 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Batik jadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Upaya melestarikannya pun terus dilakukan dengan cara memperingati Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober.Pembatik muda pun bermunculan, salah satunya di Kabupaten Siak. Lelaki itu, sepintas penampilannya tak jauh berbeda dengan lelaki seusianya. Gayanya terlihat biasa saja dengan rambut ikal dan pangkasnya yang rapih.Namun siapa mengira, di balik gayanya yang biasa, pemuda Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak itu, memiliki pemikiran dan melakukan sesuatu yang tak biasa.Diawali dari senang melukis dan membuat sablon, ayah tiga anak bernama Deni Apriadi mengekspresikan bakat dan keterampilannya.Di usia yang ke-33 tahun, lelaki yang memiliki jiwa seni itu, melestarikan budaya Siak dan mengenalkannya melalui desain batik yang bermotif sejarah Siak.Malay HeartBeart" Kita juga harus mempertahankan budaya Siak dan mengkampanyekannya ke dunia luar bahwa identitas Siak itu ada," jelas Deni Apriyadi yang memulai mendesain batik sejak 2 tahun lalu.Setiap motif batik yang  Deni buat ada maknanya, dengan mengangkat tentang sejarah Siak. Misalnya pada desain batik Naga Bertangkup, menurut Deni, itu merepresentasikan sebagai simbol Kerajaan Siak. Gambar Naga Bertangkup itu selalu dikelilingi 4 keris yang melambangkan dahukunya di Kerajaan Siak ada datuk 4 suku, kadang di motif ada 12 titik  yang juga melambangkan Kerajaan Siak memiliki 12 sultan."Satu desain batik bisa dikembangkan menjadi 50-60 motif jika dibuatkan ke baju," kata Deni.Malay Tribe ArtAyah 3 orang anak itu juga menceritakan, untuk motif batik yang sudah memiliki beberapa desain contohnya desain Naga Bertangkup, Muhammad Bertangkup, desain Frame Jendela Istana Siak yang dia dekoratifkan, dan ada juga desain Bunga Tenun."Sekarang saya juga mendesain motif Zapin. Semoga ini segera diluncurkan," katanya dengan senyum." Dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 18-20 motif dalam satu desain baju batik," jelas Deni singkat.Menggunakan alat seadanya dalam mendesain batik Siak, membuat Deni tidak ingin menyerah dengan kondisi, ada atau tidak ada order dia terus mendesain. Baginya saat ini apapun yang ada itu yang ia berdayakan dulu. Ia berprinsip jika terus menunggu maka tak akan menghasilkan karya."Semoga produk ini semakin besar dan diminati pasar dan bisa diterima di tengah masyarakat Riau, secara khusus dan luar daerah secara umum," harapnya.Diakui Deni, persoalan pemasaran masih menjadi kendala utama. Namun, ia tetap bersyukur sebab desain batik buatannya sudah terjual keluar kota seperti dari Kota Dumai dan Pekanbaru."Tapi sementara waktu ini memang  masih pembeli lokal di Siak yang mendominasi," kata Deni.Batik ZapinDemi memikirkan mematenkan motif batiknya. Saatnya dia mengakukan ke Hak Kekayaan Intelektual (Haki).Deni juga berharap agar pelaku UMKM seperti dirinya dapat penanganan serius oleh pemerintah. Apalagi di masa pandemi seperti ini.Untuk batik Siak dijelaskan Deni, belum memiliki stok. Dia hanya bisa buat saat sudah ada yang order duluan. Biaya produksi yang besar menjadi kendala Deni jika harus stok barang.

Tindakan Terpuji di Tengah Pandemi, Club Motor Siak Max Owners Bagikan Santunan ke Panti Asuhan
28 Oktober 2020 SIAK, Petah.id – Di tengah sulitnya ekonomi dampak dari covid – 19 yang melanda di seluruh dunia tak terkecuali di Kabupaten Siak, tindakan terpuji dan patut dicontoh datang dari klub motor Siak Max Owners. Citra anak motor yang selalu cap ugal-ugalan dibantah dengan tindakan berbagi santunan kepada anak_anak di Panti Asuhan Assidiqiyah di Kampung Dalam, Kecamatan Siak dari klub motor besutan Didik  pada Kamis (22/10/2020).   Dikatakan penasehat klub motor Siak Max Owners M Yasir, pihaknya berbagi santunan itu merupakan bentuk dari kepedulian terhadap sesama ditambah lagi di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini.   “Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban adik-adik kita yang berada di Panti Asuhan tersebut dan silahturahmi ini menjadikan kami semua untuk tidak lupa bersyukur,” ungkap M Yasir, Rabu (28/10/2020).   Ditambahkannya bantuan tersebut berupa uang tunai yang berjumlah Rp1.500.000 dan dibagikan untuk 30 orang anak yang ada di Panti Asuhan tersebut. “ satu orang anak dibantu Rp50.000 dan total anaknya sebanyak 30 orang,” tambahnya dengan senyum.   Acara tersebut diakhiri dengan makan siang bersama dengan pengurus panti asuhan Assidiqiyah dan anak-anak yang ada di panti asuhan tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Siak Max Owners Didik, Penasehat M Yasir dan anggota klub motor Siak Max Owners.

Polsek Koto Gasib Tanam Pepaya Bersama Poktan Subur Jaya di Pangkalan Pisang
29 September 2020 SIAK, Petah.id - Ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu kerja nyata yang dilakukan Polsek Koto Gasib.Jika sebelumnya pihaknya membagikan itik petelur bersama Polres Siak dan kini telah membuahkan hasil. Selanjutnya bekerja sama dengan warga dan sejumlah kelompok tani bercocok tanam holtikultura.“Kami menanam pepaya jenis California yang cepat masa panennya dan hasilnya maksimal. Tidak hanya itu, perawatannya pun tidak rumit,” ungkap Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan.Bibit pepaya itu berasal dari PT Kimia Tirta Utama yang telah lebih dulu membudidayakannya dan telah menikmati hasilnya.Secara simbolis Kapolsek Suryawan bersama Penghulu Pangkalan Pisang Budiyanto menanam pepaya california di lahan Poktan Subur Jaya.“Kami ingin masyarakat dan kelompok tani juga membudidayakan pepaya California, sebab saat ini memiliki nilai jual yang cukup bagus,” jelasnya.Dikatakan Suryawan, bercocok tanam salah satu upaya membangkitkan ekonomi masyarakat untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.Dengan masyarakat memiliki ekonomi yang baik, ketahanan pangan diharapkan akan tercapai.Kapolsek Suryawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan mengenakan masker setiap keluar rumah.

BPCB Sumbar Yakin Dulunya di Koto Ringin Terdapat Sebuah Kerajaan Besar
06 Februari 2020 SIAK, Petah.id - BPCB Sumbar meyakini atas temuan dua Makam kuno dan sebuah gundukan yang diduga dulunya merupakan Benteng Pertahanan dan tempat penyimpanan alat perlengkapan perang pada masa itu, di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau terdapat sebuah kerajaan nesar pada masa dulu.Digambarkan Emi Rosman bagian Pengamanan, Penyelamatan dan Zonasi (P2Z) BPCB Sumbar, diduga dulunya di Koto Ringin ini berdiri sebuah kerajaan besar, dengan bukti-bukti peninggalan yang ditemukan sekitar makam kuno."Kalau digali dan diteliti lebih dalam, mungkin ini dulunya ada peradaban besar. Makanya kami sekarang masih kumpulkan data-data terkait penemuan ini. Temuan ini kami laporkan ke Balai Arkeolog (Balar) di Sumatera Utara," ungkapnya, Kamis (06/02/2020).Benteng itu ditemukan sekitar 200 meter jaraknya dari makam kuno yang ditemukan sebelumnya. Menurutnya, tinggi benteng itu dulunya sekitar 10 Meter dan dekat tepian sungai jantan Siak."Kehidupan kerajaan dulu memang kediamannya sekitar sungai, termasuk benteng ini. Bestion itu bisa jadi untuk mengintai peredaran kapal-kapal masuk di wilayah kerajaan," jelasnya.Selain menemukan dua makam kuno yang diduga salah satu makam bangsawan serta memiliki nilai sejarah, BPCB juga melihat sebuah gundukan yang disinyalir merupakan benteng pertahanan dan tempat penyimpanan alat perlengkapan perang dulunya di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau."Benteng berbentuk persegi dengan panjang 130 Meter, setiap sudut pagar benteng seperti ada Bestion sepanjang 5 Meter, Bestion itu seperti benteng yang menjorok keluar, biasanya untuk regu pengintai dari kerajaan," jelas Emi.Selain batu nisan makam kuno dan benteng, ditemukan juga sebelumnya pecahan-pecahan mangkok yang bergambar naga di duga berasal dari pengrajin China. 

Turun ke Lokasi Temuan Makam Bangsawan Bersejarah, BPCB Sumbar Sebut itu Nisan Model Aceh
06 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) turun langsung kelokasi temuan dua makam kuno yang diduga salah satu makam seorang bangsawan bersejarah pada masa itu, di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.Tim dari BPCB turun kelokasi temuan tersebut bersama youtuber Siak (Kelana Channel) yang memviralkan jagat maya beberapa waktu lalu dan Kasi Kebudayaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak"Dilihat dari bentuknya, nisan ini modelnya 'Gada' bergaya nisan Aceh, tipe K. Kita cocokkan dengan data yang ada di BPCB kami," terang Emi Rosman bagian Pengamanan, Penyelamatan dan Zonasi (P2Z)," Kamis (6/2/2020).Dijelaskannya, pihak BPCB hanya memastikan keberadaan dari dua makam kuno tersebut, dan peninjauan saat ini masih tahap awal."Kita kumpulkan data-data, informasi untuk kemudian kita laporkan ke kantor. Kemudian nanti kita surati pak Bupati Siak untuk pengamanan lokasi temuan," cakapnya.BPCB belum mengetahui pasti apakah makam tersebut milik seorang bagsawan, laki-laki atau perempuan. Namun berdasarkan informasi, nisan tersebut diperkirakan sekitar abad ke 17."Yang kita lihat ini makam seorang yang sudah islam, dari nisannya bergaya Aceh, Aceh kan dulu kerajaan islam," Tutupnya

Dua Makam Kuno Ditemukan di Kampung Koto Ringin Siak
03 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Tim "Kelana Channel" (Youtuber) asal siak sempat membuat heboh masyarakat Kabupaten Siak, pasalnya beberapa hari yang lalu mereka menemukan dua makam (kuburan) kuno di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.Diduga makam tersebut dulunya adalah seorang Bangsawan (Raja) dan Panglima yang pernah berkuasa di lokasi itu yang diperkirakan berusia 300 tahun silam.Makam tersebut terletak berseberangan dengan Kolam Hijau Kecamatan Siak (Tempat mencuci Keris Masa Kerajaan Raja Kecik) tepatnya di Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura. Untuk sampai di titik lokasi, terlebih dahulu menyeberangi sungai Buantan Besar menggunakan pompong.Namun sangat disayangkan, makam yang diduga bersejarah tersebut, tidak terurus dan kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, terlihat batu nisannya patah dibagian atas, diduga akibat terkena Excavator. Jarak dari tepian sungai Siak antara makam yang diduga seorang Raja dan Panglima tersebut berbeda-beda.Makam yang ditemukan pada hari pertama, Senin (27/01/20) berjarak 100 meter dari tepian sungai. Sementara yang satu lagi ditemukan pada hari Selasa (28/01/20) berjarak 50 meterSedangkan kondisi lokasi tersebut, sudah di garap oleh alat berat (Excavator) sampai ke tepian Sungai Siak. Dan tepian sungai yang dibersihkan oleh Excavator tersebut, sebagian sudah mulai abrasi.Juru kunci makam Raja Kecik, Tri, menyebut lokasi tersebut akan ditanam kelapa sawit oleh sang pemilik tanah."Kami ingin pihak pemerintah cepat tanggap, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kepala Desa Koto Ringin, maupun Camat Mempura. Tempat ini disterilkan dulu dari aktivitas yang bisa merusak citra aslinya," ujarnya."Kami takut tempat ini rusak, jika pemerintah lambat mengamankannya, apalagi lokasi ini dekat sekali dengan tepian sungai siak, bisa juga terancam abrasi," sambung Tri.Tri juga menyampaikan, berdasarkan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pemerintah di wajibkan untuk melestarikan dan menjaga temuan yang mengandung nilai sejarah."Makam ini di tanah milik warga siak. memang beberapa hari lalu Disdikbud Siak, sudah kesini, waktu itu mereka berjanji akan menindak lanjuti temuan ini, akan tetapi, sampai sekarang belum ada tindakan nyata, seperti surat tembusan bahwa ada temuan makam ini," kata Tri.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lukman melalui Kepala Bidang Kebudayaan Endi Mirzal, mengatakan, atas penemuan tersebut pihaknya akan melakukan kajian."Kita serius tanggapi temuan seperti ini, karena bisa menambah situs peninggalan sejarah yang ada di Siak. Cuma, untuk updatenya kita butuh proses. Saat ini, baru kita meninjau lokasi, dan mencari data-data, apalagi dana kita belum ada," imbuhnya.Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Azni saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui informasi tersebut melalui Disdikbud."Tanya dengan Kadis Dikbud, kemarin Tim Dikbud sudah meninjau kesana, dan Dinas Pariwisata siap mendukung dengan menyiapkan Petugas Situs dan Penjaga Makam yang dimaksud," ucap Fauzi Asni, Ahad (02/02/2020).

Membaca Imajinasi Liar Irving Kahar dalam Membangkitkan Sejarah
30 Januari 2020 Mendapatkan Tuah Tangsi Belanda setelah Melintasi Jembatan Kupu Kupu SIAK, Petah.id - Salah satu kecamatan di Siak yang kaya akan destinasi wisata, adalah Kecamatan Mempura. Tidak hanya, Jembatan Benteng dan Jembatan Kupu Kupu yang mempesona, tapi juga ada Tangsi (barak) Belanda. Tangsi Belanda ini, awalnya hanya berupa bangunan tua peninggalan Belanda, yang tak terawat dan sempat terbiarkan. Namun, belakangan Tangsi Belanda ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena usia dan berkaitan dengan sejarah. Tingkat kunjungan setiap hari terus bertambah, pengunjung tidak hanya datang dari dalam kota, tapi juga dari luar kota, bahkan provinsi tetangga dan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Melihat potensi itu, pembenahan terus dilakukan, mulai dari pemugaran sejumlah titik, pengecatan, pembuatan pagar, ukiran nama Tangsi Belanda yang diberi lampu saat malam hari, menjadi salah satu spot untuk berswafoto. Salah Satu Tempat Untuk Berswafoto di Tangsi Belanda Jika sebelumnya Tangsi Belanda ini di siang hari saja terkesan angker, tapi kini, malam hari pun ada saja mengunjung yang datang untuk berswafoto. Sebab Pihak Dinas PU Tarukim telah memasang lampu lampu di sejumlah spot, sehingga Tangsi Belanda ini memperlihatkan aura megah dan indah. Difoto dari spot manapun, pesona Tangsi Belanda tetap terlihat. Pesona Tangsi Belanda semakin sempurna karena, peninggalan sejarah dan bangunan kebanggaan masyarakat Siak, yaitu Istana Asserayah Al Hasyimiah, seolah berhadapan, hanya terpisahkan oleh Sungai Jantan atau Sungai Siak. Jika berdiri di Tangsi Belanda, akan terlihat Istana Asserayah Alhasyimiyah di seberang, demikian sebaliknya, jika berdiri di tepian Sungai Jantan depan istana, akan terlihat Tangsi Belanda yang kokoh dan indah dengan lampu lampunya. Tangsi yang berlokasi di Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura Kabupaten Siak ini, konon selesai dibangun oleh tentara Belanda pada sekitar 1860 Masehi silam. Tangsi Belanda Terlihat dari Atas Secara Keseluruhan Adalah Kadis PU Tarukim Irving Kahar yang mencintai keindahan dan ingin Siak memiliki sesuatu yang berbeda dan layak dikenal untuk dipromosikan ke seluruh dunia, karena sangat mencintai sejarah dan masa lalu, membenahi Tangsi Belanda. Pada 2019, Pemkab Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) merealisasikan kegiatan perbaikan dan penataan halaman (lanscape) di kawasan sekitar Tangsi Belanda. Penataan itu, diharapkan dapat memanjakan pengunjung selain wisata edukasi juga untuk berswafoto. Sebab swafoto juga bisa dilakukan di lorong, gang, ruangan, sekitar sumur tua dan lainnya. Kepala Dinas PU Tarukim Siak H Irving Kahar Arifin menuturkan, apa yang dilakukannya merupakan bentuk cintanya kepada Kabupaten Siak. “Saya ingin, memberikan karya dan pemikiran yang terbaik, sebagai kenang kenangan untuk Siak yang lebih maju lagi,” ungkapnya. Irving ingin, puluhan tahun ke depan, sejarah Siak tetap bisa dipelajari dari karya dan situs yang terpelihara dengan baik. Dan sejarah Tangsi Belanda yang ada di Kecamatan Mempura ini, nanti akan dimanfaatkan untuk acara puncak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), di mana Kabupaten Siak telah ditunjuk sebagai tuan rumah. "Pada tahun ini, tepatnya April, Tangsi Belanda, akan dimanfaatkan untuk acara puncak Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Insya Allah acara ini akan dihadiri oleh seluruh anggota JKPI yang berjumlah 70 kabupaten/kota se-Indonesia," terang Irving, beberapa waktu lalu. Dengan telah selesainya pengerjaan lanscape di sekitar komplek Tangsi Belanda Siak itu, Pemkab Siak juga berencana akan meresmikan sekaligus memfungsikan Tangsi Belanda ini untuk kunjungan wisatawan. Kesempurnaan Tangsi Belanda ini semakin lengkap karena untuk bisa sampai di Tangsi Belanda akan melintasi Jembatan Kupu Kupu yang indah dan Jembatan Benteng yang mempesona. “Siapapun akan menyesal jika tidak berswafoto di dua jembatan itu,” ungkapnya. Inilah kelebihan Kecamatan Mempura, selain ada makam datuk empat suku, ada juga Kampung Toga, yang di dalamnya ditanam sejumlah tumbuhan obat obatan. Untuk bisa sampai ke Tangsi Belanda, jika dari Pekanbaru tidak perlu naik dulu ke Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, namun lurus jika dari arah Koto Gasib atau belok kiri jika dari arah Dayun.Sekitar 500 meter, setelah jembatan kecil, nanti di sebelah kiri ada penunjuk arah Makam Datuk Empat Suku. Makan mulai lah perjalanan wisata di Kecamatan Mempura. Salah seorang juru kunci yang selalu dinas malam hari bernama Alfian, mengatakan pihaknya sampai kewalahan menerima kunjungan wisatawan, sebab jika terus dilayani tak akan berhenti sampai tengah malam. “Tapi kami bisa berbuat apa. Sebab tugas kami hanya melayani pengunjung dan menjelaskan apa apa saja yang ada di Tangsi Belanda,” ungkapnya. Ditanya apakah ada yang berbeda selama dinas, atau penampakan. Sambil tersenyum dia mengatakan tidak ada melihat hal hal yang aneh, terlebih setelah menjadi cantik dan sering dilihat seperti sekarang ini. Menurutnya kalau hanya suara suara orang teriak, sudah biasa, itu pun jangan jarang sekali.