Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Memilih Penegakan Hukum di Siak dengan Hati Nurani
22 Juli 2021 Siak, Petah.id - Ucapan selamat Hari Adhyaksa memenuhi halaman dan gerbang Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak. Tidak hanya Bupati Siak saja yang memberi ucapan lewat papan bunga, tapi sejumlah dinas, camat, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak Dharmabella Tymbaz mengaku terharu, meski dia belum lama berada di Siak, namun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Siak dalam penegakan hukum.“Sebenarnya, kegiatan kami tidak boleh dibesar-besarkan, meski sebelum hari H, ada sejumlah rangkaian kegiatan kami, seperti anjangsana ke panti asuhan, pemberian bantuan dan kegiatan sosial lainnya. Hal itu sepenuhnya sebagai bentuk rasa syukur kami, atas indahnya berbagi,” sebut Kajari Dharmabella.Sesuai dengan tema Hari Adhyaksa ke-61 tahun 2021 ini, Berkarya untuk Bangsa, Kajari Dharmabella menyampaikan arahan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin agar jaksa bekerja dengan hati nurani.Hal itu disampaikan Kajari Siak Dharmabella saat melakukan upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang digelar secara daring di Kantor Kejaksaan Negeri Siak."Pak Jaksa Agung ingatkan kami untuk bekerja dengan hati nurani apalagi terkait penanganan perkara warga soal covid-19," kata Dharmabella Tymbaz, Kamis (22/7) pagi.Dikatakan Kajari, ke depan pihaknya akan memberikan sanksi tegas, terukur dan proporsional dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten Siak.Ia tidak ingin penegakan hukum makin memberatkan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini."Dan pastikan sanksi yang dikenakan mampu memberikan efek jera. Terapkanlah tuntutan yang proporsional berdasarkan hati nurani," sambungnya.Selain itu, tambahnya, terkait situasi pandemi di tanah air, Jaksa Agung Burhanuddin pun mengingatkan kejaksaan memiliki tanggung jawab besar dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19."Jaksa Agung meminta jajaran kejaksaan mengerahkan segala sumber daya dan kewenangan demi mengamankan serta menjaga ketersediaan dan kestabilan harga obat, alat kesehatan, dan  ketersediaan oksigen medis yang saat ini sangat dibutuhkan rakyat," terangnya.Upacara secara virtual yang dilakukan secara serentak se-Indonesia itu pun menekankan agar institusi kejaksaan dapat berperan aktif terutama dalam penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi nasional.Selain itu, kejaksaan juga diminta agar mendorong penyerapan anggaran dari seluruh pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan Covid-19. "Jangan sampai ada penyimpangan atau terhambat karena administrasi, sebab setiap penyimpangan yang menyangkut orang banyak akan ditindak tegas," ujarnya.Disinggung soal program kerja ke depan, Dharmabella Tymbaz juga akan melakukan pendekatan di bidang hukum dengan pola pencegahan. Pihaknya akan berupaya bersinergi dengan pemerintah daerah agar mampu mendongkrak penghasilan asli daerah serta pengamanan aset Kabupaten Siak."Kami berkomitmen akan hadir di setiap lini dengan program-program yang ada di desa maupun pemerintah daerah. Tak hanya itu memantau, mengawasi pengelolaan dana desa dengan gotong royong dan tanggung jawab," katanya.

Staf Honorer di Kantor Desa Perawang Siak Terkena OTT Terkait Pengurusan Surat Tanah
12 Juli 2021 Siak, Petah.id - Seorang staf honorer  juru tulis di Kantor Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian.Syaiful Untung (37) kedapatan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh unit tindak pidana korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Siakterkait pungutan liar (pungli) pengurusan balik nama Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR), Kamis  (8/7/2021) di Kantor Kampung Perawang Barat. Saat dilakukan penangkapan, Syaiful Untung baru menerima uang tunai sebesar Rp3.000.000 untuk pengurusan pembuatan balik nama SKGR.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto melalui Paur Subbag Humas Polres Siak Aipda Dedek Prayoga menjelaskan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat bahwa pelaku sering meminta uang atas pengurusan surat tanah  dengan harga bervariasi berkisar Rp2.500.000 hingga Rp3.000.000.Berdasarkan informasi tersebut, personil unit II Tipikor Sat Reskrim Polres Siak menindak lanjutinya."Penangkapan OTT tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Kantor Kampung Perawang Barat  dalam pengurusan surat tanah warga dimintai uang," ungkap Bripka Dedek Prayoga.Ditambahkan Dedek, operasi tersebut langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Siak, Noak Aritonang.Saat ingin melakukan penangkapan, tim terlebih dahulu melakukan pengintaian.Kemudian, sambung Dedek, tim mendapati pelaku Syaiful Untung honor staf juru tulis 2 sedang memegang sebuah map warna merah yang berisikan dokumen SKGR yang akan dibalik namakan serta satu buah amplop putih yang berisi uang."Setelah dilakukan interogasi terhadap pelaku mengakui memang benar telah baru saja menerima uang sebesar Rp3.000.000 untuk mengurus SKGR  dan uang tersebut di amplop dalam map dengan dokumen SKGR tersebut," jelas Dedek.Tidak hanya sampai disitu, kata Dedek lebih jauh, dari percakapan handphone pelaku didapati percakapan via Whatsapo tentang biaya pengurusan SKGR terhadap masyarakat yang lain, serta bukti transfer sebesar Rp2.500.000 melalui BRI mobile. "Tipidkor Polres Siak mengamankan barang bukti, mengamankan diduga pelaku ke Polres Siak guna dimintai keterangan serta mengambil keterangan dari saksi-saksi lainnya," kata Dedek.Selain barang bukti uang tunai sebesar Rp3.000.000 turut diamankan sejumlah uang Rp2.500.000, 2 bundel dokumen SKGR, buku rekening, 1unit handphone dan lainnya.

1.085 Formasi PPPK Guru di Siak, Pelamar Silakan Koordinasi ke Kemendikbud
30 Juni 2021 Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak segera mengumumkan formasi calon aparatur sipil negara (CASN) malam ini, Rabu (30/6) atau maksimal Kamis (1/7) pagi.Demikian dikatakan Kabid Administarsi Kepegawaian BKPSDMD Siak Nofitrizal didampingi Kasubit Informasi dan Pengadaan, Suhendra. Disampaikan Nofitrizal, formasi yang ditetapkan oleh Kemenpan RB untuk Kabupaten Siak yaitu sebanyak 1.234, dengan rincian PPPK tenaga guru 1.085,PPPK tenaga kesehatan 52, CASN tenaga kesehatan 50, PPPK tenaga teknis 8 dan CASN tenaga teknis 29.“Untuk PPPK tenaga guru, segala sesuatunya kami minta silakan langsung berkoordinasi ke Kementerian Pendidikan, sebab tugas kami hanya mengusulkan formasi yang telah disetujui dan mengumumkan penerimaan,” jelas Nofitrizal.Setelah diumumkan penerimaan, yang menyeleksi dan panitia tes semua dari Kementerian Pendidikan. Jadi silakan berkoordinasi ke sana, agar semua proses dapat diikuti dan berjalan lancar.Saat ini, sambung Nofitrizal, pihaknya tinggal menunggu tanda tangan Bupati Siak, sehingga bisa mengumumkan penerimaan CASN. "Terkait jadwalnya, dan CASN bisa mempersiapkan berkas sampai 14 Juli mendatang, dari jadwal setelah diumumkan malam nanti atau besok," tambahnya.Tahapan selanjutnya, dapat dilihat saat pengumuman atau melihat di website BKPSDMD Siak.Lebih jauh dikatakan Nofitrizal, khusus untuk PPPK tenaga guru, akan ada tiga gelombang seleksi. Artinya terbuka besar peluang para guru honorer, honorer THK-II sesuai data base di BKN, guru honorer yang masih aktif mengajar di sekolah negeri di bawah kewenangan pemerintah daerah dan terdaftar di Dapodik Kemendikbud, guru yang masih aktif mengajar di sekolah swasta dan terdaftar sebagai guru di Dapodik Kemendikbud, lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di data base lulusan PPG Kemendikbud.Untuk tahapannya, ada tiga gelombang ujian untuk PPPK guru, keempat kategori mengikutinya.Gelombang pertama bisa diikuti oleh honorer THK-II sesuai data base di BKN dan belum diangkat sebagai CASN,dan guru honorer yang masih aktif mengajar di sekolah negeri di bawah kewenangan pemerintah daerah dan terdaftar di dapodik Kemendikbud.Gelombang kedua bisa diikuti oleh peserta yang tidak lulus pada gelombang pertama. Tambahannya yang bisa mengikuti di gelombang kedua ini, guru yang masih aktif mengajar di sekolah swasta dan terdaftar sebagai guru di dapodik Kemendikbud. Lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di data base lulusan PPG Kemendikbud.Gelombang ketiga, bagi yang tidak lulus gelombang kedua bisa mencoba di gelombang ketiga. Pelamar bagi daerah lain bisa mengikuti di gelombang ketiga ini.“Kabar baiknya hanya PPPK tenaga guru yang seleksinya tiga gelombang dan kabar terbaru yang kami terima gajinya dari Kemendikbud dan biasanya setara atau lebih tinggi dari ASN,” terang Nofitrizal.Momen ini, kata Nofitrizal, sebagai salah satu upaya Pemkab Siak menyelamatkan guru honor. Pihaknya langsung menangkap peluang itu dan mengajukan formasi yang sebelumnya diajukan 1.099, dan terealisasi 1.085. Artinya penurunannya tidak signifikan.Sedangkan untuk formasi di luar PPPK tenaga guru, seperti PPPK tenaga kesehatan 52, CASN tenaga kesehatan 50, PPPK tenaga teknis 8 dan CASN tenaga teknis 29, pengumuman dan seleksi panitia lokal.

Setiap Tahun Potensi Masyarakat Berkurban di Siak Meningkat
30 Juni 2021 Siak, Petah.id -  Kabupaten Siak merupakan salah satu daerah penghasil hewan kurban. Dan kesehatan hewan menjadi prioritas.Bahkan, dari data yang berhasil dihimpun, tahun ketahun ketersediaan hewan qurban di Kabupaten Siak tidak pernah turun.Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Siak  drh Susilawati. Tahun 2019, 2020 masyarakat Siak yang melaksanakan kurban terus mengalami peningkatan."Tahun 2020 saja meningkat hingga 5 persen," jelas drh Susilawati, Senin (28/6/2021) di ruang kerjanya.Sementara itu, untuk ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Siak tidak pernah mengalami kekurangan. Diceritakan Susi, dinasnya berada di posisi ini melalui proses, tidak serta-merta bahkan dengan jalan panjang yang penuh rintangan.Dikisahkannya, Sejak 2013 lalu, Dinas Peternakan Siak mempersiapkan hal itu, dan atas dukungan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten tentunya. "Di Siak Ada empat kecamatan yang menjadi cikal-bakal penghasil hewan ternak, mulai dari Kerinci Kanan, Lubukdalam, Koto Gasib dan Dayun,” kata drh Susilawati. Sampai saat ini, keempat kecamatan itu masih terus menjadi perhatian pemerintah pusat, di bawah kementerian. Dan setiap tahun terjadi peningkatan warga berkurban, rata-rata di atas 5 persen, meski di tengah pandemi Covid-19 sekali pun.“Kami belum tahu total berapa hewan kurban yang akan disembelih tahun ini  di Kabupaten Siak, tapi kami yakin masih terjadi peningkatan,” sebut drh Susilawati.Meski sampai sejauh ini pihaknya belum mendapatkan angka hewan kurban yang akan disembelih, namun data hewan kurban yang keluar provinsi dan keluar kabupaten sudah ada datanya, untuk Kepulauan Riau ada 500 ekor lebih, untuk Kepulauan Meranti ada 200 ekor. “Kami memastikan hewan hewan itu sehat dan aman, karena prosedur pemeriksaan sudah kami lakukan, mulai dari surat kesehatan sampai izin keluar ternak,” jelasnya.Demikian juga dengan hewan kurban yang akan disembelih di Kabupaten Siak, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan umur hewan, untuk sapi 2 tahun dan kambing 1 tahun. Bahkan untuk menyempurnakannya karena penyembelihan hewan kurban menyebar dan serentak, pihaknya melibatkan panitia kurban untuk membantu memeriksa kondisi hewan kurban.Pemeriksaan kondisi hewan kurban berupa pemeriksaan ante mortem atau kondisi hewan kurban sebelum disembelih, dan gejala klinis lainnya. Serta  post mortem, pemeriksaan bagian dalam tubuh hewan kurban setelah disembelih.“Bahkan dalam hal ini, saya turun langsung ke lokasi penyembelihan hewan kurban. Memang kami semua ambil bagian dalam hal ini, untuk kesehatan masyarakat,” sebutnya.Untuk diketahui, sebanyak 2.874 hewan kurban sepanjang 2020 di Kabupaten Siak. Dengan jenis Sapi sebanyak 2.053 ekor, Kerbau 94 ekor, kambing 727 ekor.

Formasi CPNS dan PPPK Siak 1.234
30 Juni 2021 Siak, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak sudah menemukan formasi CPNS dan PPPK untuk 2021 ini. Hal ini setelah diajukan ke Kemenpan-RB.Demikian dijelaskan Kabid Administrasi Kepegawaian BKSDM Siak Nofitrizal. Lebih jauh dikatakannya, saat ini pihaknya tinggal menunggu proses menerimaaan. “Kami mengusulkan angka PPPK guru memang banyak di atas 1.099, dan itu terealisasi 1.085,” jelas  Nofitrizal.Dengan rincian PPPK tenaga guru 1.085,PPPK tenaga kesehatan 52, CPNS tenaga kesehatan 50, PPPK tenaga teknis 8 dan CPNS tenaga teknis 29, sehingga totalnya 1.234 formasi.“Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan dapat mempersiapkan diri, sehingga menjadi bagian dari formasi itu,” sebut Nofitrizal.

Pengedar Ganja di Siak Tertangkap, Polisi : Pemain Lama
21 Juni 2021 Siak, Petah.id - Seorang pengedar narkotika jenis ganja diciduk Satuan Reserse Narkoba Polres Siak, Jumat (18/6) jelang tengah malam, di Kecamatan Sungai Apit.Menurut polisi, pelaku adalah seorang pengedar yang sudah lama menjalani bisnis haramnya. Pelaku berinisial Ik (35), warga Jalan Gajah Mada RT 002/RW 006 Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, diamankan di kamar rumahnya, beserta sejumlah barang bukti.Diantaranya, 1 bungkus plastik yang berisikan diduga narkotika jenis daun ganja kering dengan berat 730 gram, 1 unit timbangan sayur, 1 buah plastik hitam, 1 buah ember hitam, 1 bal paper.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto, melalui Kasubag Humas Iptu Ubaedillah, dalam keterangannya menyampaikan kronologis penangkapan terhadap tersangka. "Bermula dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi transaksi Narkotika jenis daun ganja kering di Jalan Gajah Mada Kelurahan Sungai Apit," terang Ubaedillah.Menanggapi informasi tersebut, kata Ubaedillah, Kasat Res Narkoba Polres Siak AKP Jailani memerintahkan Personil Satresnarkoba Polres Siak untuk melakukan penyelidikan terhadap kebenaran informasi tersebut. Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 sekira pukul 23.00 WIB Personil Satresnarkoba polres Siak mendatangi 1 orang laki-laki yang memiliki ciri-ciri persis dari laporan masyarakat dan sedang berada di Jalan Gajah Mada Sungai Apit.  "Tim langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap laki-laki yang mengaku IK," jelasnya.Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 bungkus plastik diduga narkotika jenis daun ganja kering di dalam kamar IK dan ia mengakui daun ganja kering tersebut miliknya dan diperoleh dari DL yang masih berstatus DPO."Saat ini tersangka sudah dibawa Polres Siak untuk penyidikan lebih lanjut," tukasnya.

Panglima Ismail : Bersebati Membangun Negeri
21 Juni 2021 Siak, Petah.id - Tokoh pemuda beserta tokoh masyarakat di Kabupaten Siak gelar Musyawarah Wilayah DPW Rumpun Melayu Bersatu Laskar Hulu Balang Melayu Riau (RMB-LHMR), Senin (21/6/2021).Hal itu dilaksanakan sesuai dengan surat mandat yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Provinsi Riau.Dalam surat mandat tersebut, DPP RMB Provinsi Riau menunjuk Ismail, Said Darma Setiawan dan Irhamsyah Purba untuk menjalankan tugas menjadi formatur penyusunan kepengurusan dalam Muswil DPW RMB-LHMR Kabupaten Siak.Demikian dikatakan Panglima Ismail, ia mengajak para pemuda di Kabupaten Siak untuk membangun serta berjuang secara bersama untuk Kabupaten Siak lebih baik lagi "Mari Bersebati membangun negeri Siak ini agar lebih baik lagi," kata Ismail dihadapan para pemuda dan tokoh masyarakat Siak dalam musyawarah wilayah DPW RMB-LHMR.Dalam kesempatan itu, Ismail juga mengimbau bagi para pemuda terkhusus kepada kepengurusan RMB-LHMR untuk menjauhi narkoba."Sudah saatnya kita perangi narkoba, agar menyelamatkan generasi muda kedepannya," imbau Panglima Ismail.Sementara itu, tokoh masyarakat Kabupaten Siak, Sujarwo menyebutkan Siak memiliki potensi luar biasa. Siak merupakan sebuah kerajaan besar sehingga memang harus dikelola dengan baik dari semua unsur."Organisasi harus bisa mengawal perkembangan kabupaten Siak lebih baik lagi," kata Sujarwo sambil berpesan kepada pengurus RMB-LHMR Kabupaten Siak.Ia berharap, untuk pengurus selanjutnya, berbagai hal untuk membangun organisasi harus didiskusikan."Jangan terpecah dan membangun organisasi lebih kompak lagi," ungkapnya.Dalam kesempatan itu, Sujarwo juga mengucapkan selamat kepada Ismail menjadi panglima di RMB - LHMR Kabupaten Siak."Semoga anak Siak  semakin maju lagi di negeri sendiri," ringkasnya.

Cegah Karhutla Gelombang ke Dua, Manggala Agni Siak Terjunkan Tim Patroli
15 Juni 2021 Siak, Petah.id - Provinsi Riau dan khususnya Kabupaten Siak mempunyai dua gelombang musim kemarau yaitu pada bulan Februari - Maret dan pada rentang Juli - Oktober. Memasuki musim kemarau pada periode yang ke dua ini, Manggala Agni Daops Sumatera VI Siak kembali melakukan patroli terpadu dan patroli rutin untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.Demikian dikatakan Kadaops Manggala Agni Daops Sumatera VI, Ihsan Abdillah mengatakan patroli terpadu dilaksanakan di empat posko yaitu Kampung Teluk Lanus, Desa Penyengat Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit batu Kabupaten Bengkalis dan Desa Kulit Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti."Patroli rutin selalu dilakukan lima desa yg rawan terjadinya karhutla berdasarkan pantauan dan analisa BMKG," kata Ihsan kepada Petah.id.Kegiatan tim dilapangan, lanjut Ihsan, selain melaksanakan patroli pencegahan juga melakukan sosialisasi dari rumah kerumah penduduk, melakukan Grounchek hotspot jika ditemukan dilapangan, pengecekan sumber air dan pengukuran water level air."Kegiatan ini sebagai diteksi dini supaya ruang terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat dipersempit dan apa bila ditemukan kebakaran hutan dan lahan tim akan langsung melaksanakan Pemadaman agar kebakaran tidak meluas," jelasnya.Untuk bulan Juni tahun 202, kata Ihsan lebih jauh, kegiatan akan dilaksanakan selama satu bulan penuh dan kembali akan dilanjutkan pada bulan bulan berikutnya.Ihsan Abdillah mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama yg berada untuk dapat bersama mencegah terjadinya karhutla agar dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan."Dan juga memastikan padam disaat membakar sampah dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar," imbaunya.

Aksi Vandalisme Rusak Wajah pada Baliho Ketua DPD Partai Golkar Siak
10 Mei 2021 Siak, Petah.id - Baliho wajah Ketua DPD Partai Golkar Siak yang berada di lapangan depan Mess Pemda Siak, atau samping SMAN 1 Siak dicoret orang tak dikenal (OTK) atau telah terjadi vandalisme. Coretan itu berisikan tulisan, Kejap Lagi Mampus Engkau. Dan baru diketahui pada   Senin (10/5) petang sekitar pukul 16.15 WIB.Hal itu tentu saja memantik kekesalan dan amarah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) salah Organisasi yg didirikan oleh partai Golkar.Dikatakan ketua AMPI Kabupaten Siak, Robi Cahyadi mengutuk keras oknum yang telah melakukan perbuatan yang mencederai kebebasan berekspresi.“Kami menganggap tidak dewasa dan terkesan tidak elok dalam peradaban politik dewasa ini,” ungkap Robi Cahyadi.Apa lagi, menurut Robi, coret coret atau vandalisme itu dilakukan  di Negeri Melayu yang sangat menjunjung tinggi peradaban.“Semoga ke depan politik di daerah  yang kita cintai ini bisa lebih dewasa dalam memaknai berbagai dinamika politik dan perbedaan,” ucap Robi Cahyadi.

Anggota DPRD Siak Rusmin Bagikan Alquran dan Sajadah
08 Mei 2021 Siak, Petah.id - Anggota DPRD Siak Rusmin membagikan Alquran dan sajadah, di Masjid Al Falah, Musala Mujahidin, Musala Nurul Yakin, Pondok Pesantren Al Furqon, dan MTs Nurul Huda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.Alquran dan sajadah ini dari Nasdem Milenial Riau, disalurkan oleh Rusmin selama Ramadan. Ada pun jumlahnya menurut Rusmin, Alquran 250, sajadah juga 250 helai. “Saya berharap  Alquran dan sajadah ini dapat bermanfaat untuk umat,” ungkap lelaki asal Kampung Paluh, Kecamatan Mempura ini.Lebih jauh dikatakan Rusmin, penyaluran Alquran dan sajadah ini dilakukannya di Kecamatan Mempura, karena karena dia orang Mempura, tapi karena di wilayah itu menurutnya lebih membutuhkan.“Saya ingin, dengan Alquran ini, generasi muda melek baca tulis Alquran, demikian juga dengan sajadah, saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebagai hamba-Nya,” ungkap Rusmin.Rusmin memohon doa dari masyarakat agar program ini dapat terus berlanjut, sehingga wilayah lain juga bisa mendapatkannya.Pada momen itu, Rusmin juga memohon maaf lahir batin kepada masyarakat Mempura, umumnya masyarakat Siak, dia juga mengucapkan selamat Idulfitri 1442 H/2021 M.

Sekat Pemudik dari Dalam dan Luar Kota, Polres Siak Dirikan 5 Pos
28 April 2021 Siak, Petah.id - Polres Siak mulai mendirikan posko pengamanan  guna menyekat pemudik dari luar daerah, Selasa (27/4/2021). Salah satu posko berada di Kecamatan Kandis yang menjadi lokasi perbatasan dengan Kabupaten Bengkalis yang merupakan jalur masuk dari Provinsi Sumatra Utara.Posko yang didirikan mulai melakukan pengamanan terpadu seperti pemeriksaan protokol kesehatan, dan rapid test antigen bagi pengendara dengan plat nomor dari daerah mulai besok.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto mengatakan, pihaknya  berencana akan mendirikan lima pos di lima kecamatan yang merupakan jalur masuk dan keluar dari Kabupaten Siak.“Hari ini kita sudah mulai mendirikan pos “cek point” penyekatan pemudik dari luar daerah dan yang akan keluar daerah Kabupaten Siak yang mana lokasinya merupakan titik pintu masuk dan keluar, Pos I Berada di Kecamatan kerinci Kanan tepat nya jalan lintas di depan Kantor Polsek Kerinci kanan, Pos II berada di Simpang Minas Perawang tepat nya di pos terminal lama Km 1 Kecamatan Minas, Pos III Jalan lintas maredan kampung tengah Kecamatan tualang, Pos IV Jalan lintas Sabak auh depan kantor Polsek Sabak auh, dan terakhir Pos V di jalan lintas KM 75 Kecamatan kandis," terang AKBP Gunar.Lanjut AKBP Gunar, bahwa Polres Siak dan unsur terkait nanti nya akan melakukan pengecekan dan penyekatan di pos pintu masuk dan keluar dari Kabupaten Siak tersebut.“Sesuai dengan Intruksi Presiden Bapak Jokowi bahwa tahun ini untuk mencegah makin meningkatnya jumlah pasien yang terpapar covid -19 maka semua dilarang mudik, jadi apabila ada nanti yang kita temukan pemudik yang ingin coba coba kita akan putar balikkan ke daerah asal nya dan kalau ada yang memaksa kita akan lakukan karantina terhadap yang bersangkutan,” ucap kapolres.Terakhir, Kapolres Siak menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak untuk tidak mudik atau pulang kampung pada lebaran tahun ini mengingat makin meningkatnya pasien yang  tertular Covid -19 terutama di wilayah Kabupaten Siak, karena kita semua berpotensi menularkan dan tertular Covid-19, sayangi orangtua dan keluarga dikampung jangan sampai mereka juga tertular. Selalu terapkan protokol kesetan 5 M, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta interaksi," pungkas AKBP Gunar.

Kisah Sertu Eki Mulai dari Sekolah Pelayaran Hingga Menjadi Seorang Angkatan Laut
28 April 2021 Siak, Petah.id - Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan sebelum bergabung dan menjadi seorang Angkatan Laut (AL) merupakan siswa dari SMK Pelayaran Yos Sudarso Cilacap. Kisah itu diceritakan Ayah kandungnya Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di kediamannya di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Setelah Pak Marno dan Ibu kandung Eki, Rustini berpisah, sejak usia Eki 3 tahun, Pak Marno memulai komunikasi dengan Eki, ketika Eki duduk di bangku SMP, sejak itulah dia intens berkomunikasi dengan putranya itu.Bahkan, saat Eki sudah ke jenjang SMK, ayahnya pun mengunjunginya di Jawa."Saya mengunjungi Eki ketika Ia SMK. Saya berkunjung bersama anggota DPRD Siak Pak Rakip," terang Kris Handoko.Pada 2014, Eki magang di Batam, saat itulah dia singgah ke Siak. Selanjutnya, selesai magang Eki pun kembali singgah lagi ke Siak untuk pamit ikut tes TNI AL kepada ayahnya.“Segala izinnya dari orangtua, kami yang mempersiapkannya bersama Rakip, mantan Kades (Penghulu) Jatibaru,” jelas Kris Handoko.Semua berjalan lancar, dia lulus tanpa tanpa ada hambatan. Dan dia dinas di Kapal Selam Nanggala 402.Begitulah gigihnya Eki ingin menjadi seorang prajurit datang ke Kabupaten Siak untuk meminta restu sang ayah.“Tahun 2014 Eki datang ke Siak, meminta izin ke saya untuk masuk TNI. Saya izinkan, alhamdulillah langsung lolos 2015. Semua persyaratannya juga diurus dari sini,” kata Pak Marno.Saat Eki meminta izin untuk masuk TNI AL, lanjut Pak Marno, disitu keteguhannya bermula dengan memberi izin dan memberi kerelaan terhadap apapun yang akan terjadi.“Karena saya izinkan, ya saya harus siap dengan apapun setelah izin itu saya berikan,” ungkapnya.

Sepatu Olahraga Jadi Hadiah Terakhir untuk Sang Adik
28 April 2021 Siak, Petah.id - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Kalimat sederhana itu menggambarkan sosok Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan yang dinyatakan gugur di Kapal Selam Nanggala 402 di Perairan Bali beberapa waktu lalu.Sosok putra tunggal dari pasangan Kris Handoko dan Surtini itu lahir di Cilacap Kecamatan Cipari pada tahun 1994.Orang tua Eki, Kris Handoko dan Surtini sudah pisah sejak usianya memasuki 3 tahun. Lalu, Ayahnya berangkat ke Siak, Provinsi Riau, tinggal di Dusun Sri Mersing, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya .Pak Marno menikah lagi dengan Kuswanti yang sudah memiliki dua anak, dan dari pernikahan Marno dan Kuswanti mereka juga dikaruniai tiga anak.Sementara Eki dan Ibu kandungnya tinggal di tanah Jawa.Disampaikan Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis, tak ada firasat aneh saat kepergian Eki. Namun, biasanya setiap akan pergi dinas Eki selalu saja berpamitan kepada dirinya.Tapi, kata Marno,  kali ini Ia sama sekali tidak berpamitan. Cuma saja, Eki mengirimkan sepatu untuk adiknya yang tinggal bersama ayahnya di Kabupaten Siak.“Biasanya kirim baju buat saya kerja. Beberapa waktu sebelum bertugas tiba-tiba ngirim sepatu buat adiknya di sini. Itu yang saya heran,” jelas Marno.Ternyata, lanjutnya, usai mengirimkan sepatu itu menjadi komunikasi terakhir antara Pak Marno dengan Sertu Yoto Eki Setiawan." Ketika sepatu sampai, dikabarkan kapal selam pun dikabarkan hilang," jelasnya.Sepatu olahraga AL itu diberikan Eki untuk adiknya Thomas Probowo yang saat ini duduk di kelas XII SMAN 1 Bungaraya. “Apakah sepatu itu sebagai firasat, entahlah, saya tidak bisa menduga. Tapi yang pasti kami sangat kehilangan. Dan bagi adiknya dari lain ibu, Eki merupakan inspirasi,” tutur Kris Handoko.Sebelumnya,  Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.

Sosok Korban Nanggala 402 Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di Mata Sang Ayah
28 April 2021 Siak, Petah.id - Gugurnya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di kapal selam Nanggala 402 di Perairan Bali meninggalkan kisah tersendiri bagi keluarganya.Ayah kandungnya, Kris Handoko sampaikan bahwa sosok Eki adalah putra yang mandiri.Sejak Kris Handoko dan Surtini berpisah, Eki ikut ibu kandungnya Surtini tinggal di Jawa." Eki anak yang mandiri, bahkan tak jarang Ia menelfon adiknya untuk mengajari prinsip hidup mandiri," kata Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di rumah kediamannya Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Kata Marno Kumis, pertemuannya dengan Eki pada 8/11/2020 waktu itu menjadi pertemuan terakhir Ia dengan putra sulungnya itu."Bulan 11/2020 itu Eki nikah, saya ke Jawa dan itu ternyata pertemuan saya terakhir dengannya," kata Kris Handoko.Tidak ada firasat, kata Kris Handoko lebih jauh, akan kepergian Eki untuk selamanya." Tidak ada firasat apa-apa, dan saya sudah ikhlas," kata Dia.Akan tetapi, lanjutnya, sebelumnya Eki  mengirimi adiknya di Siak sepatu olahraga Angkatan Laut (AL)." Itu terakhir dia kontak ke keluarga, tapi ke adiknya," tambahnya.Biasanya, kata Kris Handoko, setiap akan bertugas Eki selalu pamit dengan dirinya dan selalu berpesan jangan berharap Eki kembali." Pak, saya mau bertugas. Jangan berharap Eki kembali ya. Begitu selalu Eki berpesan kepada saya," kenang Marno Kumis.Sebelumnya, Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.

Orang Tua Sertu Yoto Eki Setiawan di Siak Merasa Kehilangan dan Terpukul
28 April 2021 Siak, Petah.id - Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.Marno Kumis bersama Rusinimemperoleh informasi tentang kapal selam itu pada Kamis (22/4/2021) melalui salah satu stasiun televisi.Mendapati informasi tersebut, kata  Marno lebih jauh, ia mengontak keluarga dan menantunya yang saat ini berada di Sidoarjo, Jawa."Istrinya lagi hamil, dia baru menikah. Mereka sekarang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur," jelasnya.Sementara itu, Ibu kandung Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Rusini merasa sangat terpukul kehilangan putranya tersebut.Namun, Ia belum bisa berbicara banyak kepada awak media. Yang pasti, saat ini dirinya sangat terpukul dan terkenang dengan menantu serta cucunya yang masih dalam kandungan."Sudah yatim cucu ku masih dalam kandungan," kata Rusini pecah tak tahan menahan haru.Sementara itu, Kepala Dusun Srimersing, Gatot membenarkan bahwa anak dari Kris Handoko bertugas di Jawa sebagai anggota TNI Angkatan Laut telah menjadi korban tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402.“Benar, itu anaknya pak Kris Handoko Alias pak Marno Kumis, beliau adalah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, anak pertamanya itu," kata Gatot.

Covid-19 di Siak Kian Mengerikan, Safari Ramadan Bupati Tetap Berjalan?
26 April 2021 Siak, Petah.id - Sebanyak 98 orang dalam sehari terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Siak  dari data per Sabtu (24/4/2021). Kendati tampak mengerikan, kegiatan safari ramadan yang digelar Pemkab Siak ke setiap kecamatan tetap berjalan sebagai mana direncanakan jauh hari sebelumnya. Seolah-olah situasi masih dalam kondisi normal. Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak membenarkan bahwa meski kasus covid-19 di Siak meningkat safari ramadan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. "Safari dengan prokes ketat tetap kita laksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah yang hadir 50%. Kalau semua taat prokes inshaallah kasus kita akan turun," kata Budhi, Minggu (25/4/2021) petang. Kata Budhi, Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan sadar dan ikhlas. Namun, tambah Budhi, jika kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak terus meningkat pihaknya akan meniadakan solat berjamaah termasuk soal Idul Fitri. "Jika kasus terus meningkat bukan tidak mungkin kegiatan di rumah ibadah kita tutup lagi, solat Idul Fitri secara berjamaah di tiadakan," jelasnya. Budhi berharap kerjasama masyarakat untuk bisa bersama sama laksanakan protokol kesehatan. Disinggung soal dagangan takjil yang digelar masyarakat setiap sore bisa memicu terjadinya lonjakan covid-19, Budhi tak begitu mempersoalkan masyarakat berdagang. Namun, dengan prokes ketat. "Dagangan sore boleh namun tetap prokes," ungkap Budhi. Budhi mengakui bahwa penegakan hukum pemerintah juga terbatas, sehingga untuk mengendalikan covid harus bersama sama pemerintah masyarakat dan semua komponen bangsa. "Tak bisa pemerintah atau masyarakat saja, semua harus kolaborasi bersama sama saling sinergi," beber Budhi. Saat ini, kata Budhi lebih jauh, pemerintah melakukan upaya  jika kasus covid-19 kian melonjak pihaknya mempersiapkan tempat isolasi. "Mulai semalam kita sudah aktifkan kembali Hotel Yasmin sebagai tempat isolasi," kata Dia. Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat mengikuti dan mematuhi apa yang dianjurkan pemerintah untuk patuh  terhadap protokol kesehatan. " Dan mau di tracing dan test jika kontak dengan pasien positif covid dan isolasi secara benar dan jujur," tandasnya.

Total 77 Meninggal selama Pandemi Covid-19 di Siak
26 April 2021 Siak, Petah.id -Peningkatan warga Siak yang terkonfirmasi positif terus terjadi, per Rabu (21/4) ada 59 warga yang terkonfirmasi positif, satu meninggal dunia, 188 sampel menunggu hasil swab yang tersebar di sejumlah kecamatan.Demikian dijelaskan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak.Menurut Budhi, total positif 2.973, konfirmasi 150 dirawat, 2.490 sehat dan sudah dipulangkan atau selesai isolasi, 159 isolasi mandiri dan 77 meninggal dunia.“Rinciannya, 15 dari Sungai Apit, Tiga Mempura, Dua Sabak Auh, Siak 14, Tualang 15, Dayun delapan, Kandis satu dan Bungaraya satu, sehingga totalnya 59,” jelas Budhi.Dilihat dari jumlahnya, tiga kecamatan yaitu, Siak, Sungai Apit dan Tualang, junlahnya seperti kejar-kejaran dan hal ini harus disikapi dengan bijak, baik oleh perangkat kecamatan, Satgas Penanggulangan Covid-19 kecamatan maupun penghulu serta RT dan RW.Menurutnya, sejumlah pejabat yang melakukan koordinasi ke sejumlah kampung dengan prokes ketat, termasuk Bupati Alfedri dan Sekda Arfan Usman dalam safari Ramadan, mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.Hal ini penting dilakukan sebagai tindak lanjut dari kepedulian kepala daerah dan perangkatnya dalam melawan Covid-19 secara bersama-sama.Wilayah yang tinggi angka terkonfirmasi positif Covid-19 tentu menjadi perhatian dan perlu dilakukan evaluasi.“Kami sudah berkoordinasi dengan para camat, serta pemangku kepentingan. Di tengah kondisi seperti ini, hendaknya semuanya ikut andil dalam memastikan bahwa seluruh masyarakat mematuhi prokes,” kata Budhi.Tidak hanya berhenti sampai di situ, pembatasan terus dilakukan. Bahkan menurutnya diperketat. Baik pergerakan orang di wilayah yang angka terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat, maupun para pemangku kepentingan agar mengurangi dinas luar, sebab hal itu membuat pertanyaan masyarakat dan tidak mudah menjawabnya.“Mari sama-sama menegakkan Perda No 4 tahun 2020, tentang Covid-19 dan Penanggulangan Penyakit Menular, sebab Perda itu lahir untuk menyelamatkan dan kepentingan bersama,” ungkapnya

Srikandi Manggala Agni, Gustia Ningsih Kartini dari Siak
26 April 2021 Siak, Petah.id - Raden Ajeng Kartini terkenal sebagai pejuang emansipasi perempuan kala itu. Berkat perjuangan Kartini, perempuan Indonesia terbuka pintu untuk berkarya di segala bidang.Kesetaraan gender serta berani memperjuangkan hak-hak kaum perempuan tanpa perbedaan menjadi inspirasi tersendiri bagi Gustia Ningsih (37) dalam meniti kehidupan.Akrab dipanggil Neng, Ibu 3 anak itu sejak gadis sudah belajar untuk mengangkat marwah seorang perempuan. Dia tak ingin ada perbedaan dan kelas sosial dengan kaum pria.Kisahnya bermula pada tahun 2005  saat Neng memutuskan bergabung menjadi Srikandi Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Siak."Menjadi anggota Manggala Agni itu adalah pilihan saya karna menurut saya banyak hal yang positif bisa dilakukan," kata Gustia Ningsih.Setelah berkeluarga dan berstatus seorang istri pun, Neng tak ingin berpangku tangan hanya mengandalkan suaminya dan bersantai di rumah.Neng rela berada dibarikade terdepan sebagai seorang Manggala Agni. Ia telah berjuang melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sedari dulu.Bagi Neng, sosok Kartini memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia, sungguh menginspirasinya.Kata Neng, selain fitrahnya sebagai ibu dan seorang istri, menurutnya, perempuan sekarang dapat berkiprah dan berkarya untuk memajukan daerah bahkan negara.Diceritakan Neng bagaimana Ia membagi waktu antara keluarga dan profesionalitas kerja. Setiap hari Neng harus bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk anak dan suami, karena, tambah Neng, pukul 08:00 Wib ia harus ikut apel bersama tim merah. Begitu setiap harinya dari Senin hingga Jumat."Untuk sabtu dan minggu libur, jadi sisa waktu itu lah saya manfaatkan untuk keluarga," ungkap Neng.Neng berpandangan, kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian alam dan lingkungan Indonesia.Kata Neng,sebagai Manggala Agni tentu dapat terjun langsung dan berbuat lebih untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman tersebut.Sebagai Manggala Agni perempuan, ia juga bisa berperan sebagai pemegang nozzle di garis depan yang berhadapan langsung dengan api.Pernah Ia terperosok di kedalam gambut saat memadamkan api yang tengah berkibar sejadi-jadinya. Namun kejadian itu tak membuatnya gugup apalagi jera. Malahan itu semakin memupuk semangatnya bersama tim untuk mejadikan langit tetap biru."Bahkan saya harus berjalan kaki sangat jauh ditambah di dalam hutan juga susah signal untuk menghubungi keluarga. Tapi alhamdulilah saya tetap semangat," jelas Neng mengingat suka dukanya saat berjibaku melawan si jago merah.Berjuang di Manggala Agni ini mengingatkan Neng pada perjuangan Kartini zaman dulu. Kartini telah berhasil menunjukkan kepada dunia luar, bahwa perempuan dapat berbuat lebih dengan kemampuan yang dimilikinya.Ditambahkannya, menjadi Manggala Agni kita dapat melakukan aksi yang sangat berarti bagi keselamatan bangsa dari ancaman buruk karhutla."Ikut pemadaman di lapangan, patroli mensosialisasikan dampak dari Karhutla ke masyarakat semakin membuat hidup saya berwarna tanpa meninggalkan fitrah saya sebagai seorang ibu rumah tangga," bebernya.Diceritakan Neng, awal dirinya bergabung sebagai anggota Manggala Agni, Neng bertugas sebagai Tenaga Admitrasi dan Operator Radio."Menjadi anggota manggala agni itu adalah pilihan saya," kata DiaMeski dirinya seorang perempuan, kata Neng lebih jauh, hal ini tidak menjadikannya minder dan terbatas dalam berkarya.Neng mengaku, tidak ada perbedaan tugas dengan anggota pria Manggala Agni lainnya yang mayoritas laki-laki.Kata Neng, ketika melakukan pemadaman, dirinya tidak hanya memiliki tugas di barisan belakang."Perempuan juga bisa berperan sebagai pemegang nozzle di garis depan yang berhadapan langsung dengan api," jelasnya.Sebenarnya, di Manggala Agni Daops Siak, Neng tak sendiri, ada tiga perempuan luar biasa yang siap bertungkus lumus bersama tim merah. Mereka Srihartati (30), Yusmidar (34), Syahrianti (37).Tugas dan mimpi mereka juga sama dengan Neng yakni membuat langit Riau tetap biru.Cuma saja, dalam peringatan hari Kartini, Neng menjadi satu satunya Perwakilan Riau sebagai perempuan tangguh dalam pengendalian Karhutla di tingkat tapak dan memenuhi kriteria.Dalam kesempatan itu, Neng berpesan bahwa jangan adalagi streotep terhadap kaum perempuan tugasnya hanya mengurus dapur, sumur dan kasur.Sebab, tuturnya, di zaman saat ini semua pekerjaan laki-laki juga bisa dikerjakan perempuan." Selamat hari Kartini untuk perempuan di Indonesia khususnya   di Riau, tetap berkarya dan menjadi inspirasi bagi semua orang," pesan Neng.

Covid-19 Makin Menggila, 80 Pasien Penuhi Ruang Inap RSUD Tengku Rafian Siak
20 April 2021 Siak, Petah.id - Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak menunjukkan peningkatan yang cukup serius. Hingga saat ini pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Siak, Riau terus bertambah jumlahnya.Tercatat, hingga Minggu (18/4/2021) terjadi penambahan 38 orang. Banyaknya penambahan kasus positif Covid-19 ini juga membuat ruang inap RSUD Tengku Rafian Siak penuh. Setidaknya, ada sekitar 80 orang yang saat ini menjalani perawatan intensif di sana. "Pasien konfirmasi positif Covid – 19 yang dirawat tersebar dibeberapa tempat. Yang dirawat di rumah sakit sekitar Pekanbaru ada sekitar 25 orang, kemudian di RSUD Siak 80 orang, Asrama Haji Siak 55 orang, Isolasi Mandiri / Mess Perusahaan/Rumah 96 orang. Untuk di pusat kota Siak saja kasus ini cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Siak, dr Toni Chandra.Dari data sementara yang berhasil dihimpun, total pasien Covid-19 di kabupaten Siak saat ini 2.888 yang terkonfirmasi. Dari angka tersebut tinggal 160 dirawat dan 2.557 sehat dan selesai menjalani isolasi,  Tidak semua pasien Covid-19 yang diisolasi di Rumah sakit, ada juga yang melakukan isolasi mandiri yakni sekitar 96 orang. Sementara yang meninggal dunia saat terpapar Covid-19 sekitar 75 orang. "Kemarin juga ada pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD Tengku Rafian Siak, yaitu Tn AB (69). Dan ini ada sekitar 80 orang yang masih dirawat untuk pemulihan dari virus corona ini. Saat ini penambahan pasien positif lebih banyak dibandingkan yang sembuh, data per Minggu kemarin aja yang sembuh cuma 16 orang, sementara yang positif 38 orang," jelas Dr Toni Chandra.Ditambahkan Toni, saat ini ada 37 sampel lagi menunggu hasil. Mereka semuanya tersebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Siak terutama yang kontak erat dengan positif yang telah diambil uji swab."Jadi yang dirawat saat ini di RSUD Siak juga ada yang anak-anak, penambahan kemarin ada 7 anak lagi, makanya kita selalu tegaskan kepada masyarakat untuk tetap selalu menerapkan protokol kesehatan ini. Karena virus ini cepat sekali menular," kata dr Toni lagi. Toni mengingatkan masyarakat terkait pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian. "Bila harus keluar, gunakan masker. Rutin mencuci tangan dan menjaga pola hidup sehat dengan makan buah dan sayuran  serta berolahraga rutin," tutupnya.

Sudah Pernah Divaksin, 7 Personil Polres Siak Terkonfirmasi Positif Covid-19
20 April 2021 Siak, Petah.id - Pemerintah dari pusat hingga daerah terus menggalakkan program vaksinasi. Sejauh ini berbagai lintas instansi sudah melakukan vaksin guna terhindar dari bahaya covid-19.Kendati demikian, tidak ada garansi akan terbebas dari virus Covid-19 setelah tubuh kita divaksin melalui program pemerintah beberapa waktu lalu dan terus berlangsung.Faktanya, di Kabupaten Siak Provinsi Riau terdapat sejumlah orang yang sudah divaksin namun tetap terpapar virus dari Wuhan Cina itu. Seperti 7 orang personil Polres Siak.Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahadiyanto  tak menampik kabar itu. Diakui Kapolres bahwa 7 anggotanya tersebut  terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu disampaikannya usai Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 bersama Gubernur Riau melalui zoom meeting di ruangan Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Senin (19/4/2021)."Ada 7 orang personil kita terpapar positif Covid-19 setelah seminggu selesai vaksin. Sekarang baru 1 yang sembuh, yang lainnya masih isolasi mandiri," kata AKBP Gunar Rahadiyanto setelah Kadis Kesehatan Siak dr Toni Chandra menyebutkan tidak ada temuan kasus warga positif Covid-19 setelah diberi vaksin Covid-19. Dijelaskan lagi oleh Kapolres, ketujuh personilnya yang terpapar positif Covid-19 ini sama sekali tidak mengalami gejala dan membuat fisiknya drop. "Jadi mereka itu terlihat seperti kita yang sehat ini. Tidak ada demam atau gejala lainnya. Namun karena positif dari hasil tracing, ya mereka tetap wajib isolasi agar ini tidak menular pada yang lain," kata Kapolres lagi. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Toni Chandra mengatakan seseorang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 tetap memiliki potensi tertular SARS-CoV-2 atau Virus Corona. Meski tidak bisa menjamin 100 persen, tambah Toni, orang untuk tidak tertular penyakit, tapi vaksin tetap bermanfaat untuk mencegah dirinya mengalami gejala yang lebih berat."Saat seseorang sudah divaksin, itu biasanya sudah terbentuk kekebalan tubuhnya dari ancaman virus. Namun jika seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar/terinfeksi Covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi. Tetapi biasanya mereka akan cepat untuk pemulihan, karena mereka tidak ada gejala," kata dr Toni. Dijelaskannya, vaksin corona membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Selain itu, butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk."Ya kalau di Siak belum ada kasus itu, dan saat ini dari 271 ribu masyarakat yang akan divaksinasi, baru sekitar 12 ribu 500 orang yang terealisasi. Jika nanti vaksin datang dari provinsi, kita akan prioritaskan guru 40 persen dan lansia 60 persen," kata dr Toni Chandra.

Ustaz Zacky Mirza Dikabarkan Jatuh Pingsan Saat Isi Tausiah, Begini Kronologisnya
20 April 2021 Siak, Petah.id  - Kabar seorang pendakwah kondang Ustaz Zacky Mirza jatuh pingsan saat berceramah ternyata bukan di Kota Pekanbaru. Ustaz Zacky jatuh pingsan di Masjid Al-Mukarromah, Kampung Rawang Kao Barat (RKB), Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (18/4/2021) malam.Sekretaris Desa Rawang Kao Barat, Paiwan membenarkan peristiwa itu. Ustaz Zacky jatuh pingsan saat membacakan doa penutup setelah tausyiah."Beliau terjatuh pingsan saat bediri membaca doa akhir penutup tausiah. Untung saat itu, ada Ustaz Nasir, Ketua Harian Yayasan Kita Peduli Berbagai yang langsung menyambut. Kalau engak, badan Ustaz Zacky jatuhnya ke lantai," kata Paiwan  yang juga sebagai MC pada acara tausiah tersebut, Senin (19/4/2021).Kondisi kesehatannya, kata Paiwan, memang sudah kurang fit setiba di Kampung Rawang Kao Barat sebelum Magrib kemarin.Bahkan, tambah Paiwan, salat magrib dan tarawih saja, Ustaz Zacky lakukan di rumah Kepala Desa Rawang Kao Barat, Arifin." Ustaz ngisi ceramah sekitar 40 menit lah," kata Paiwan.Diceritakan Paiwan, bahwa Ustaz Zacky setiba di Rawang Kao Barat juga tidak turun dari mobilnya. Namun, istri bersama rombongannya turun dari mobil."Kondisi Ustaz kurang fit setelah tausiah dari Batam. Sebab di Batam juga pada Sabtu kemarin jadwalnya full. Maka itu, setiba di RKB, Ustaz langsung ke rumah kepala desa untuk istirahat," kata dia.Sekitar Pukul 21.15 WIB, Ustaz Zacky tausiah di mesjid tersebut. Tampak terlihat pada malam itu, kata Paiwan, ustaz kondang ini bersemangat. Tidak kelihatan kondisi kesehatan drop."Tahu-tahu, pas baca doa akhir, beliau lemah langsung pingsan," kata ketua KNPI Kecamatan Lubuk Dalam itu.Ustaz Zacky pun langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Dalam, yang tak jauh dari mesjid tersebut. Zacky Sempat tidak sadarkan diri di Puskesmas. "Beliau sempat tak sadarkan diri. Pipa Oksigen sudah dimasukkan ke mulut beliau. Sekitar Pukul 23.30 WIB, beliau dibawa ke RS Efarina Pelalawan menggunakan ambulan Puskemas Lubuk Dalam," kata dia.Paiwan mengatakan, perkembangan terakhir, kondisi kesehatan Ustaz Zacky sudah membaik. Kemungkinan Ustaz Zacky akan dibawa ke RS di Pekanbaru."Tadi saya dapat telepon dari kawan-kawan Yayasan Kita Peduli Berbagai yang bawa beliau tour dakwah, kondisinya sudah membaik. Tinggal nunggu persetujuan keluarga, apakah beliau mau masih dirawat di RS Efarina, atau di RS Pekanbaru," kata dia.

Pengat Kacang Ijau, Makanan Khas Sultan Siak Saat Berbuka Puasa
18 April 2021 Siak, Petah.id - Ada saja  catatan kuliner menarik saat ramadan tiba. Baik itu untuk santapan berbuka puasa hingga pada saat momen sahur.Begitu juga pada masa kesultanan Siak zaman dahulu. Banyak hal makanan khas yang bisa dikulik pada masa lampau itu.Demikian dikatakan Said Muzani budayawan Siak, Sultan Siak Syarif Kasim II sangat menyukai berbuka puasa pada ramadan dengan pengat kacang dan pecal."Sultan paling suka makam pengat kacang Ijau saat berbuka puasa," kata Said Muzani.Said Muzani menilai, jika dilihat dari segi nutrisi, kacang ijau itu sangat penuh nutrisi."Orang dulu sangat bijak untuk menambah nutrisi saat bulan puasa.karena orang puasa  energinya akan berkurang, sehingga kacang ijau dianggap jadi penambah nutrisi," jelas Said Muzani.Pecal Melayu, lanjut Said Muzani, berbeda dengan pecal yang dibuat oleh orang Minang. Semua bahan untuk dibuat pecal hanya disiram menggunakan air panas."Salah satu ciri khas lainnya dari pecal Melayu ini menggunakan jantung pisang yang direbus," kata Kabid Ekonomi Kreatif di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak itu.Dahulu, dikisahkan Said Muzani, setiap hari orang tua memasak pecal sebagai santapan saat berbuka puasa.Dan semasa sultan, tambahnya, koki istana sengaja didatangkan dari tanah Jawa untuk menghidangkan masakan kepada Sultan." Dulu koki Sultan bias dipanggil dengan sebutan Wak Si Mbok yang langsung didatangkan Sultan dari Jakarta," tambahnya.Selain pengat kacang ijau, kata Said Muzani, Sultan juga paling suka dengan bubur sum-sum. Dan minumannya cendol beras."Kalau minuman Laksamana Mengamuk itu adalah minuman musiman, minuman itu ada ketika musim buah macang saja," ungkapnya.Untuk camilannya, Sultan paling suka memakan buah Melako.  Sedari dulu setiap bulan ramadan sultan selalu memakan buah Melako. Buah Melako dibuat pada saat ramadan saja, saat pesta pernikahan dan lainnya tidak dibuat." Buah Melako tu terbuat dari Tepung gandum (pulut), yang dilarutkan dengan meggunakan air panas, kemudian diberikan garam, pewarna (perasan air daun pandan), diadon dan dibentuk sesuai keinginan, biasanya bulat. Kemudian didalamnya diisi gula merah, kemudian direbus.Setelah matang, baru kemudian dibaluri kelapa parut. Kata orang kampung, harus kelapo kemantan, tak bisa yang tuo, kemantan itu sama dengan pria paruh baya, dah bapak budak juga lah," jelas ayah 4 anak itu.Dijelaskannya, tidak ada perbedaan signifikan tentang bentuk dan rasa buah Melako pada saat ini, cuma saja, zaman dahulu besaran dari buah Melako itu sebesar ibu jari.

Budhi Yuwono : Masyarakat Tidak Disiplin
18 April 2021 Siak, Petah.id - Ulah masyarakat yang tak disiplin dalam penerapan protokol kesehatan disebut-sebut menjadi penyebab terjadi melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Siak. Hal itu disampaikan Asisten I Budhi Yuwono yang juga Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Siak. Ia menyebutkan pertemuan-pertemuan yang dilakukan masyarakat tanpa Prokes yang ketat menjadi pemicu melonjaknya  Covid-19 di Siak. "Penyebab tentu tidak disiplinnya masyarakat dalam penerapan protokol covid-19. Pertemuan-pertemuan tetap terjadi di tengah-tengah masyarakat," kata Budhi Yuwono. Saat ini pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya agar dapat melakukan pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran covid-19. "Penanggulangannya sudah diawali tadi Pak Bupati pimpin rakor evaluasi pengendalian covid-19 di Kabupaten Siak. Langkah-langkah yang diambil jelas melakukan tracing, traking dan treatmant," jelas Budhi. Pemda juga memperketat tentang penerapan pelaksanaan protokol covid-19. Sehingga acara-acara masyarakat yang tidak mendesak akan dilarang. "Perketat pelaksanaan protokol covid-19, pertemuan yang tidak mendesak akan kita larang," tegas Budhi. "Pasar ramadan yang terpusat dan terkoordinir tidak kita perkenankan. Kalau mau jual takjil silahkan depan rumah masing-masing," tambah Budhi. Operasi yustisi, kata Budhi lebih jauh, terus dilakukan agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan. "Pembagian masker juga masih terus dilakukan," kata Dia. Disinggung soal adakah larangan khusus tentang warga Siak yang keluar kota, Budhi menjawab tentang intruksi Kasatgas Nasional. "Untuk keluar kota sesuai instruksi kasatgas nasional tanggal 6-17 Mei 2021 dilarang," tutupnya.

Polres Siak Amankan Diduga Gembong Narkoba, Setengah Kilo Sabu Diamankan
18 April 2021 Siak, Petah.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Siak berhasil mengamankan seorang diduga pengedar narkoba  dan 2 paket narkotika jenis sabu seberat 500 gram. ET (40) ditangkap satresnarkoba Polres Siak di rumahnya di Jalan Indah Kasih, Gang Utama IV, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Tak ada perlawanan dari ET saat ditangkap Polisi. Di dalam tas polisi temukan 1 paket diduga narkotika jenis sabu dalam ukuran paket besar dan 1 lagi dalam ukuran paket kecil ditemukan di kantong celana ET. Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto melalui Kasat Narkoba AKP Jailani membenarkan peristiwa tersebut. Disampaikannya saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Siak. " Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Siak," kata Jailani. Kronologis penangkapan ET, lanjut Jailani, berawal dari informasi masyarakat tentang sering terjadi transaksi narkotika di wilayah tersebut. Mendapat info tersebut, kata Jailani, pihaknya memerintahkan anggota sSatresnarkoba Polres Siak untuk melakukan kebenaran informasi tersebut. " Dari hasil penyelidikan seorang pria yang kami curigai dan persis dengan informasi yang kami dapat maka tim langsung menangkap dan melakukan penggeledahan," kata Jailani. ET ditangkap di rumah kediamannya Rabu (14/4/2021) sekira pukul 22.30 Wib. Dan dari hasil penggeledahan polisi temukan 2 paket diduga narkotika jenis sabu,  1 paket kecil di temukan di kantong sebelah kanan dan 1  paket besar di temukan didalam tas milik ET. "Dari pemeriksaan dan interogasi terhadapnya, ET mengakui bahwa barang bukti yang diduga narkoba jenis sabu tersebut miliknya," kata Jailani. Selain itu, kata Jailani lebih jauh, ET juga mengakui dari siapa barang haram narkotika tersebut ia dapat. " Barang tersebut ET peroleh dari seorang bernisial RI (DPO) yang sekarang masih kita lidik keberadaan nya," ucap Jailani. Satres narkoba Polres Siak terus menyelidiki dan mengembangkan terkait kasus narkoba tersebut. Dalam kesempatan itu, Jailani juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba. "Jangan sampai ada yang terlibat didalam nya, apabila ada yang mengetahui, mendengar atau melihat secara langsung tentang ada nya tindak pidana penyalahgunaaan narkotika agar melaporkan kepada pihak kepolisian," tutup Jailani.

25 Orang di Siak Diamankan Polisi Terkait Aksi Premanisme
18 April 2021 SIAK, Petah.id  - Sebanyak 25 orang diamankan jajaran Polres Siak dalam operasi anti premanisme dengan sandi Operasi Bina Kusuma.Beberapa preman yang berhasil diamankan merupakan wajah-wajah lama yang sering membuat masyarakat resah.Demikian  dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto. Disampaikannya, Operasi Bina Kusuma itu berlangsung selama 30 hari (29 maret-27 April) 2021 mendatang."Dari banyaknya ini, menurut keterangan dari personel dilapangan ada beberapa muka lama yang sering kita temukan. Ini potensi kerawanan," kata Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahardyanto. Preman di Kabupaten Siak, lanjut Kapolres Siak, tidak seperti preman yang melakukan tindakan kekerasan dan pemerasan seperti di kota-kota besar.   "Preman di wilayah Kabupaten Siak lebih kepada orang orang yang melakukan pungutan liar (Pungli)," lanjutnya.Ditambahkan Gunar, untuk 25 preman tersebut akan dilakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang."Kami harus mengayomi mereka dan membina mereka semoga mereka tidak melakukan pengulangan perbuatan mereka lagi," ungkapnya.Menurut Kapolres, tindakan yang dilakukan orang- orang yang diamankan polisi tersebut tergolong kedalam aksi premanisme.Dikatakan Gunar Rahardyanto lebih jauh, sebagian dari target yang diamankan merupakan laporan dari masyarakat yang mana sudah membuat resah dan berpotensi menjadi keributan."Mayoritas pelaku berasal dari Kecamatan Minas, Kecamatan Tualang dan Kecamatan kandis serta sisa nya dari beberapa kecamatan lain nya, kita berharap dengan ditertibkannya mereka, semoga tidak ada lagi tindakan tindakan yang bersifat premanisme yang meresahkan warga dan berpotensi menjadi keributan apalagi beberapa hari lagi kita memasuki bulan Ramadhan," tutupnya.

Kontak Tani Nelayan Andalan Bersama PT Kimia Tirta Utama Kembangkan Tanaman Jambu Kristal
07 April 2021 SIAK, Petah.id - Kontak Tani Nelayan Andalan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak beserta tim CSR PT Kimia Tirta Utama melakukan penanaman bibit jambu kristal. Ketua KTNA Kecamatan Koto Gasib Hendro Satrioko mengatakan bantuan ini menjadi solusi untuk terus mengembangkan potensi usaha masyarakat dan poktan yang ada di Kecamatan Koto Gasib dan khususnya di desa penyangga atau ring satu PT KTU.Jambu kristal banyak diminati masyarakat karena rasanya yang renyah, manis, tidak berbiji dan mengandung vitamin. Melalui program CSR  PT KTU memberikan bantuan 200 batang bibit jambu kepada KTNA di Kecamatan Koto Gasib.Bantuan bibit jambu ini diserahkan Asisten CSR dan CDO Hardiman. Hardiman menyampaikan program ini merupakan bentuk kepedulian PT KTU terhadap desa binaan dan bantuan bibit jambu kristal diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa lingkar perusahan KTU.“Diharapkan pemberian bibit jambu kristal ini dapat berkembang, sehingga akan semakin banyak pemberian bantuan bibit di desa lainnya. Kami mengupayakan Koto Gasib menjadi sentra pengembangan jambu kristal,” ujarnya.Lahan BPP kecamatan seluas 1,5 Ha bekerja dengan perusahaan ke depan akan diwujudkan menjadi agrowisata dan edukasi, dalam kesempatan ini perdana di tanam jambu kristal.Kabid Dinas Pertanian Suwandi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari PT KTU yang turut andil dalam mensejahterahkan masyarakat, khususnya di Kecamatan Koto Gasib. Bantuan ini menjadi solusi untuk terus mengembangkan potensi usaha masyarakat dan poktan.Adanya pemberian bantuan bibit buah jambu kristal dari perusahaan sangat membantu memajukan usaha kelompok tani di sini. “Saya mengharapkan kelompok tani dapat mengembangkan bibit jambu kristal yang nantinya akan menambah pendapatan masyarakat Kecamatan Koto Gasib,” ujar Suwandi.Ketua Kontak Nelayan Andalan (KTNA) Hendro Satrioko yang turut hadir bersama anggotanya, ia mengatakan bahwa pemberian bibit jambu kristal akan dibudidayakan secara maksimal, mengingat jenis tanaman ini belum pernah dikembangkan di Kecamatan Koto Gasib dan akan menjadi potensi agrowisata.“Kami akan belajar cara merawat dan mengembangkan jambu kristal untuk kedepannya dapat dikelola dan dipraktikkan oleh masyarakat desa sebagai upaya menambah pendapat ekonomi,” ujarnya saat menerima bibit jambu kristal.Pada kesempatan ini Camat Koto Gasib Dicky Sofyan juga mengucapkan terima kasih kepada PT KTU yang telah memberikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan jambu kristal untuk kelompok tani KTNA di Kecamatan Koto Gasib dalam rangka peningkatan ekonomi kemasyarakatan dan mewujudkan andalan agrowisata di Kecamatan Koto Gasib.Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring menyampaikan dengan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di desa sekitar PT KTU, harapannya program ini bisa dirasakan oleh masyarakat, dan berdampingan dengan perusahaan dalam mewujudkan kehidupan yang sejahtera,Program Astra Kreatif dalam hal ini jambu kristal kepada kelompok tani di desa sekitar perusahaan.

Sekolah Lapang, Upaya Winrock Selamatkan Gambut dan Sejahterakan Masyarakat
05 April 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 4.000 sertifikat tanah pada lahan eks HGU dibagikan oleh pemerintah pusat dan daerah Kabupaten Siak melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Setidaknya, masyarakat di 10 desa/kampung di Kabupaten Siak mendapatkan program ini. Demikian dikatakan Perwakilan Winrock untuk Indonesia, Arif Budiman. Langkah itu merupakan upaya pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. "Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam pengembangan budidaya gambut yang berkelanjutan dan komprehensif," kata Arif Budiman melalui rilisnya. Kata Arif, Winrock International berinisiatif mendukung percepatan program pemerintah di lahan TORA dan  mendukung implementasi program Siak Hijau dengan mengembangkan dan melaksanakan proyek percontohan berbasis model bisnis berkelanjutan untuk kelompok tani lokal. "Tentunya dengan memasukkan prinsip pengelolaan hidrologi gambut yang tepat dan teknik budidaya gambut berkelanjutan (paludikultur)," jelasnya. "Uji coba ini juga melakukan penerapan praktik terbaik berkelanjutan terkait pasca panen dan pengembangan pasar termasuk mencari mitra swasta potensial untuk menginvestasikan model bisnis," tambah Arif. Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, kata Arif lebih jauh, salah satu pendampingan yang dilakukan oleh Winrock adalah melaksanakan pelatihan sekolah lapang kepada para petani mitra. Para petani ini telah di seleksi berdasarkan lokasi kegiatan dan juga komoditas yang akan dikembangkan. "Sekitar 20 petani sagu dari desa Mengkapan, Bunsur dan Lalang didukung dengan para perangkat desa akan mengikuti sekolah lapang yang di adakan oleh Winrock Bersama dengan Dinas pemerintah terkait," ungkapnya. Kata Arif, materi yang akan di sajikan meliputi tiga hal utama, yaitu: Implementasi prinsip-prinsip paludikultur untuk pertanian lahan gambut, Pengenalan prinsip-prinsip dasar bisnis model yang berbasis komunitas dan Implementasi prinsip-prinsip hidrologi untuk restorasi lahan gambut. Sekolah lapang ini, tambah Arif, terselenggara dengan dukungan penuh dari Pemda Kabupaten Siak terutama Dinas Perkebunan dan Pertanian serta Pemda Kabupaten Meranti terutama Dinas Perkebunan dan Holtikultura dengan tujuan untuk memberikan pelatihan langsung kepada para petani sagu untuk meningkatkan pengetahuan serta skil dalam melakukan praktik-praktik pertanian di lahan gambut secara berkelanjutan. "Kegiatan sekolah lapang ini akan berlangsung selama 4 hari yg di selenggarakann secara daring/online dan pertemuan langsung/off-line termasuk dengan praktik lapangan yg akan di laksanakan di demplot proyek di Desa Bunsur," tambah Arif. Untuk diketahui, acara pada hari pertama dilaksanakan dalam bentuk webinar dengan tautan zoom untuk mengikuti acara sbb: Tautan zoom:  https://us02web.zoom.us/j/84148357516?pwd=VEVod20zZjdjSDNwMzVxUUV1TTlFUT09. Meeting ID: 841 4835 7516 Passcode: 585872 "Untuk acara sekolah lapang hari ke dua dan seterusnya akan di laksanakan dalam bentuk tatap muka langsung atau off-line," tutup Arif.

Dana Hibah Pengawasan Pilkada Siak Silpa Rp300 Juta
05 April 2021 SIAK, Petah.id - Jelang akhir tahun 2019 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menyerahkan dana hibah masing-masing sebesar Rp10,8 miliar kepada Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Siak dan Rp26,5 miliar kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Siak. Dana hibah yang diberikan kepada Bawaslu dan KPU Siak tersebut diperuntukkan untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siak tahun 2020.Berdasarkan informasi yang diterima awak media, dana hibah yang diberikan kepada Bawaslu dan KPU Siak itu dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Siak tahun 2019.Terkait penggunaan dana hibah Pilkada Siak tahun 2020 itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Siak Moh Royani melalui Sekretaris Bawaslu Siak Suhartoyo SE menyebutkan, untuk pembiayaan (pengawasan ,red) pada penyelenggaraan Pilkada Siak 2020 pihak Bawaslu Siak hanya menggunakan dana sekitar Rp10,5 miliar. Sedangkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) sudah dikembalikan ke kas daerah."Iya, dana hibah yang diterima Bawaslu untuk pengawasan Pilkada Siak tahun 2020 sebesar Rp10,8 miliar. Namun, dari jumlah anggaran tersebut tidak semuanya terpakai, yakni ada SiLPA sekitar Rp300 juta lebih yang sudah kami kembalikan ke kas daerah pada tanggal 31 Maret 2021 kemarin," terang Suhartoyo, Senin (05/04/2021) siang, saat dikonfirmasi Petah.id.Saat ditanya terkait penyebab terjadinya SiLPA pada anggaran kegiatan di Bawaslu, Suhartoyo menjelaskan hal itu disebabkan karena seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Siak mengacu pada perencanaan yang dibuat oleh Bawaslu RI Pusat."Selama penyelenggaraan Pilkada Siak 2020, kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Siak mengacu pada perencanaan Bawaslu RI, sehingga berdasarkan acuan Bawaslu RI itulah terjadi kelebihan sisa anggaran, karena memang ada beberapa item kegiatan yang awalnya kami rencanakan untuk dilaksanakan, tapi batal untuk dilaksanakan, karena tidak masuk (tidak ada) dalam acuan Bawaslu RI," tutup Suhartoyo.Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak Ahmad Rizal SH, melalui Sekretaris KPU Siak Boby, juga menyebutkan bahwasanya pada anggaran kegiatan di KPU Siak juga terjadi SiLPA."Untuk SiLPA di KPU Kabupaten Siak sejumlah sekitar Rp3 miliar kurang. Dan untuk anggaran Pilkada yang sudah digunakan oleh KPU Siak saat ini sedang dilakukan audit oleh Inspektorat KPU dan audit BPK di KPU RI," papar Boby.Saat ditanya apakah pada pelaksanaan Pilkada Siak tahun 2020 lalu KPU Siak ada melibatkan rekanan (kontraktor, red) dalam merealisasikan kegiatan?, Boby justeru menyebut bahwasanya kegiatan KPU Siak banyak melalui sistem katalog."Kita kebanyakan memakai katalog sektoral dan katalog nasional dalam pelaksanaan Pemilu, dan seluruh barang logistik kita gunakan katalog yang telah ditetapkan oleh KPU RI," tutupnya.

Terpapar Covid-19, Pejabat Pemkab Siak Meninggal Dunia
24 Maret 2021 Siak, Petah.Id - Pemerintah Kabupaten Siak berduka atas meninggalnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).H Izram SH selaku Kabid Pertamanan di Dinas PU Tarukim Siak meninggal dunia saat dalam masa perawatan karena terkonfirmasi Positif covid-19.Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak membenarkan kabar duka tersebut. Ia juga menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga." Iya benar, beliau ( H Izram SH)  meninggal dengan terkonfirmasi positif covid-19 saat sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Pekanbaru," kata Budi Yuwono, Rabu (24/3/2021).Duka mendalam itu, kata Budi, sangat dirasakannya. Menurutnya Izram merupakan salah satu pegawai yang memiliki dedikasi tinggi dalam bekerja.“Izram yang akrab dipanggil Bram merupakan orang baik dan berdedikasi tinggi dalam bekerja. Bram menjadi teladan bagi teman-temannya,” jelas Budhi Yuwono.Tak ada yang dapat memprediksi kepulangan seseorang, namun kepergiannya untuk selamanya menjadi duka bagi Kabupaten Siak, karena kehilangan putra terbaiknya.Dijelaskan Budi, Izram mengetahui dirinya positif covid-19 setelah melakukan swab. Sebelumnya, Izram keluhkan Indra penciuman dan indra perasa tidak lagi berfungsi seperti biasanya." Setelah dia Swab hasinya positif. Sempat dirawat di RSUD Siak hingga dilarikan ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru," kata Budi.Siak." Semoga almarhum Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Dan jika beliau ada salah-salah mohon dimaafkan," pinta Budi.Sebelumnya, covid-19 di Kabupaten Siak masih menunjukkan eksistensinya. Seorang ASN di ruang lingkup Pemkab Siak dinyatakan terkonfirmasi positif.Hal itu dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak.Kata Budi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dari Dinas PU Tarukim Siak. Saat ini, pihaknya terus melakukan tracing dan dilanjutkan dengan swab agar dapat mengantisipasi penyebaran covid-19.“Kami melakukan tracing kepada yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif. Terutama yang berada satu bidang dengannya,” jelas Leonardus  Budhi Yuwono, Selasa (23/3/2021) siang.Saat ini, tambah Budhi, salah seorang pegawai yang terkonfirmasi positif covid-19 itu sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru. Jabatan yang terkonfirmasi positif sebagai Kabid Dinas PU Tarukim.Untuk diketahui, Kabid yang terkonfirmasi positif tidak ada keluar kota. Selama ini dia tetap bekerja seperti biasa.Selanjutnya dilakukan swab, hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Selebihnya, untuk pegawai lainnya tentu melakukan isolasi mandiri.Gerak cepat memang harus dilakukan, sebab meski saat ini pandemi Covid-19 di Kabupaten Siak sudah melandai, namun antisipasi tetap terus dilakukan.Makanya Satpol PP, bersama personel TNI dan Polri setiap hari melakukan operasi prokes di sejumlah titik, terutama perlintasan yang banyak dilalui warga.“Hal ini, penting agar masyarakat terbiasa dengan adaptasi kehidupan baru. Mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.Dari pantauan, Selasa (23/3/2021) Kantor Dinas PU Tarukim Siak masih melakukan aktifitas bekerja seperti biasanya. Terlihat sejumlah orang masih berada di kantor.Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Tarukim Siak Perbatas Setia Dewa saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya masih belum memberikan jawaban.

Lahan Terbakar di Bunga Raya Disebut Masuk Wilayah HGU PT TKWL
24 Maret 2021 Siak, Petah.id -  Polres Siak terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kampung Temusai, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak.Kendati api sudah padam total, namun proses hukum terus berjalan guna menegakkan keadilan dan rasa aman di tengah-tengah masyarakat.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto menyebutkan bahwa lahan yang terbakar di Bunga Raya tersebut merupakan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT TKWL." Karhutla di Kampung Temusai itu masuk dalam HGU PT TKWL akan tetapi itu belum ada izin pelepasan dari Mentri,karena itu masih dalam Hutan Produksi Konversi," kata Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto.Dijelaskan Kapolres Siak Gunar, Hutan Produksi Konversi pengelolaannya harus mendapat izin dari kementrian, sementara di sepadan lahan yang terbakar tersebut juga sudah dikuasai oleh masyarakat.Ditambahkannya, pihaknya tidak hanya menggunakan satu perundang-undangan saja dalam menyikapi persoalan karhutla." Kami akan mencari peraturan-peraturan lain guna menjerat pelaku atau pemilik lahan yang lahannya terjadi kebakaran," tegasnya.Menurut Kapolres Siak Gunar Rahardyanto, saat ini pihaknya menduga pemilik lahan adalah satu aktor penyebab terjadinya karhutla."Apabila kebakaran terjadi di lahannya patut diduga kemungkinan pelakunya adalah pemilik lahan tersebut," ungkapnya.Pada peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Kampung Temusai, Kecamatan Bunga Raya itu, setidaknya puluhan hektar hutan dan lahan terbakar.Akibat kebakaran tersebut, selama 4 hari asap membumbung tinggi ke langit di Bunga Raya. Tim gabungan dari Manggala Agni Siak, BPBD Siak, Kepolisian Polres Siak, TNI, Masyarakat Peduli Api, dan perangkat desa berjibaku memadamkan api.

143 Paket Sabu Diamankan Satres Narkoba Polres Siak
18 Maret 2021 Siak, Petah.id  - Peredaran Narkotika di Kabupaten Siak semakin mengkhawatirkan. Hampir setiap hari jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Siak menangkap pelaku penyalahgunaan narkotika.   Meski belum mendapati bandar besar narkotika namun kinerja kepolisian Polres Siak dalam mengungkap kasus peredaran barang haram tersebut patut diacungi jempol.   Senin (15/3/2021) sekira pukul 23.00 Wib Satres Narkoba Polres Siak kembali berhasil mengamankan DS (47) salah  seorang warga Jalan Pemda, Kelurahan Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak terkait peredaran narkotika jenis sabu.   Demikian dikatakan Kasat Narkoba Polres Siak Akp Jailani. Dikatakan Jailani, pihaknya berhasil mengamankan 143 paket narkotika jenis sabu siap edar.   "Barang bukti yang disita dari tersangka 143 paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat Kotor 19,73 gram," kata Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani.   Dijelaskan Jailani, penangkapan tersebut berangkat dari informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Tualang.   Mendapat informasi tersebut, Satres Narkoba Polres Siak melakukan gerak cepat sehingga  pelaku berhasil ditangkap.   Dari hasil penggeledahan, tambah Jailani, pihaknya menemukan 143 paket yang diduga narkotika jenis sabu siap edar.   " Lalu barang tersebut kami sita beserta barang bukti lainnya yang ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika di tempat kejadian perkara," ungkap Jailani.   Saat ini, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mako Polres Siak guna melakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.   "Tersangka dan barang bukti kami bawa ke Polres untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," imbuh Jailani.

Ungkap Kasus Karhutla di Bunga Raya Siak 9 Orang Diperiksa Polisi
18 Maret 2021 Siak, Petah.id  - Gerak cepat aparat kepolisian Polres Siak dalam upaya mengungkap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Temusai, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Hingga saat ini kepolisian terus melakukan penyelidikan yang mendalam atas peristiwa yang menghanguskan hutan dan lahan puluhan hektar tersebut. Sebanyak 9 orang dari pihak desa, Perusahaan,  kelompok tani, bahkan salah satu pengusaha kelapa sawit yang memiliki lahan di Kampung Temusai itu sudah dipanggil oleh Polres Siak untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut.   Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Siak Noak Aritonang melalui Kanit Tipiter Ipda Dendy Gusrianto. Dijelaskan Dendy, uapaya tersebut agar Polres Siak dapat dengan segera mengungkap kasus  kebakaran hutan dan lahan itu.   " Mulai dari kelompok tani, perangkat desa, perusahaan dan salah satu pengusaha kebun sawit di sana sudah kita lakukan penyelidikan," ungkap Dendy Gusrianto, Selasa (16/3/2021).   Ditambahkan Dendy, pihaknya sangat serius dalam menyelidiki kasus terjadinya karhutla di Kecamatan Bunga Raya.   "Kita tidak pandang bulu, jika terbukti pasti kita proses sesuai dengan aturan," tegasnya.   Bahkan, dalam waktu dekat mereka  (polisi) akan turun kembali kelapangan untuk mengetahui siapa pemilik lahan yang terbakar  tersebut.   "Kita akan minta ke perusahaan PT TKWL peta HGU milik mereka dan ingin kita cocokkan semuanya," kata Dia.   Disinggung soal informasi bahwa lahan tersebut milik salah satu pengusaha kelapa sawit di Kecamatan Bunga Raya, Polisi berpangkat Inspektur Dua itu pun dengan tegas menjawab jika terbukti pasti akan diproses.   "Kalau lahan itu  milik pengusaha kelapa sawit itu, kita juga akan proses dan minta ia bertanggung jawab," jelasnya.

43 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemkab Siak Dilantik
17 Maret 2021 Siak, Petah.id – Sebanyak 43 orang pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak dilantik di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, lantai II Kantor Bupati, Senin  (15/3/2021).   "Pejabat fungsional ini sudah lama di keluarkan SK nya oleh Bupati, namun karena kesibukan dan berbagai kegiatan dan pertimbangan sehingga hari ini bisa di kukuhkan,"ujar Asisten Admintrasi dan Umum Setda kabupaten Siak Jamaluddin sekaligus melantik.   Jabatan fungsional itu, kata Jamal, merupakan pejabat profesional yang tidak tergantung dengan staf.  Berdasar dari  PP No 16 Tahun 1994 jo Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional PNS  yang dimaksud dengan jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.   "Jadi jabatan fungsional karir bapak dan ibu ditentukan tergantung keahlian atau keterampilan bapak ibu sendiri. Beda dengan jabatan struktural yang di emban kemarin ia memiliki staf," terang jamal.   Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi lebih mengutamakan jabatan fungisonal.  Hal ini d lakukan untuk mempercepat pelaksanaan tugas di lingkungan birokrasi.   "Pemerintah pusat menilai jabatan fungsional, baru dalam proses penyederhanaan birokrasi berupa perampingan eselon. Selain itu juga jabatan struktural dapat menghambat kelancaran pelayanan publik di instansi tersebut,"terangnya.   Jamal berpesan, pejabat yang di lantik dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi serta meningkatkan kapabilitas, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terutama yang ditempatkan di Inspektorat.   "Yang bertugas di Inspektorat, mereka auditor insternal di lingkup Pemkab Siak.  Jadi saudara-saudara baik Auditor Maupun PPUPD (Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah) merupakan pengawas yang menjadi kewenanggan pemerintah kabupaten diharapkan memiliki integritas dan profesional dalam menjalankan tugas,"pinta Jamal.   Ia berharap, bagi ASN yang baru saja mengemban jabatan baru, agar dapat memahami dan belajar peraturan perudang-undangan yang berkaitan dengan tugas pejabat yang baru di lantik.   "Aturan itu merupakan alat bagi saudara-saudara dalam menjalankan tugas, dalam rangka meningkatkan SDM ikuti diklat dan dinas terkait dapat meningkatkan anggaran untuk peningkatan SDM aparatur," tegas Jamal.   Yang terpenting kata Jamal, mampu berinovasi menciptakan sesuatu yang baru, untuk mempermudah pelayanan atau tugas di dinasnya masing-masing.   Terlihat pelantikan tersebut menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.    Berikut jabatan fungsional dan jumlah yang di lantik :   1. Jabatan Fungsional Pamong Belajar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Siak 2 orang.   2. Jabatan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang atau Jasa pada Setda kabupaten Siak 2 orang.   3. Jabatan Fungsional PPUP pada Inspektorat kabupaten Siak 12 orang   4. Jabatan fungsional Penera pada Dinas Perdagangan dan Industrial kabupaten Siak 2 orang.   5. Jabatan Fungsional Auditor pada Inspektorat kabupaten Siak 4 orang.   6. Jabatan Fungsional Arsiparis pada Dinas Perpustakaan kabupaten Siak 5 orang.   7. Jabatan Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Siak 1 orang.   8. Jabatan Fungsional Dokter pada RSUD 1 orang.   9. Jabatan Fungsional Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan 1 orang.   10. Jabatan Fungsional Mediator hubungan Industrial pada Dinas Sosial,  Tenaga Kerja dan Transmigrasi  kabupaten  Siak 1 orang   11. Jabatan Fungsional Satpol pada kantor  Satpol PP kabupaten Siak 3 orang

Sepanjang 2021, 21 Kasus Narkoba Diungkap Polres Siak 4 Diantaranya Emak - Emak
15 Maret 2021 Siak, Petah.id - Sepanjang 2021 Polres Siak berhasil ungkap 21 kasus penyalahgunaan narkotika dan 4 tersangka diantaranya adalah emak-emak.Demikian disampaikan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto melalui Kasat Narkoba AKP Jailani.Sebanyak 28 tersangka yang sudah diamankan dan diantaranya adalah 4 orang perempuan."Dari 21 kasus itu, 28 tersangka penyalahgunaan narkoba berhasil diamankan, 4 di antaranya perempuan dan selebihnya laki-laki dengan barang bukti 48,16 gram jenis sabu sabu dan 8,44 gram Ganja," jelas Kasat Narkoba AKP Jailani.Dijelaskan Jailani, pengungkapan tersebut di dominasi dari Polsek yang berada di wilayah hukum Polres Siak."Satres Narkoba Polres Siak berhasil menangani 9 kasus dengan 13 orang tersangka, sementara 12 kasus lainnya di tangani 11 Polsek dengan tersangkanya 15 orang," kata Jailani.Jailani berpesan, agar masyarakat tidak ada kompromi dengan narkoba. Menurutnya, selain pihaknya dengan penegakan hukum, masyarakat juga harus turut memusuhi narkoba baik di rumah, lingkungan dan dimanapun berada."Kami berharap masyarakat berperan aktif membantu dalam memberikan informasi tentang peredaran gelap narkoba sekecil apapun informasi sangat berharga bagi kami," kata Jailani.Jailani berharap, informasi yang diberikan masyarakat merupakan langkah dalam membantu aparat kepolisian dalam pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika."Apabila ada keluarga yang sudah kecanduan narkoba agar segera lakukan rehabilitasi agar bisa sembuh dari ketergantungan barang haram tersebut," pungkas AKP Jailani.Untuk diketahui, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika itu dalam rangka Operasi Antik Lancang Kuning yang digelar Polda Riau dan jajaran Polres sepanjang 2021.

Asyik Nyabu di Rumah, Emak-Emak di Minas Diringkus Polisi
13 Maret 2021 Siak, Petah.id – Jajaran Polres Siak berhasil menangkap serorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisal MP warga Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. MP ditangkap karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Emak-emak berusia 53 tahun tidak dapat mengelak lagi diciduk polisi di dalam rumahnya saat sedang asyik pakai sabu  di Jalan Yos Sudarso, KM 48 Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas. "Tersangka diamankan saat tengah mengonsumsi narkoba. Kini (tersangka), tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Minas," ujar Kasubag Humas Polres Siak, Iptu Ubaedillah, Jumat (12/3/2021). Dari hasil interogasi, rumah tersangka juga kerap dijadikan tempat transaksi barang haram tersebut. "Jadi, selain makai, tersangka juga pengecer. Ini dibuktikan saat petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Di sana petugas juga menemukan sabu siap edar seberat 0,25 gram," kata dia. Kasus ini lanjut Ubaedillah masih terus dikembangkan. Sementara terhadap MP, akan dikenakan Pasal 114 Ayat 1 Subs Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.  

DPMPTSP Siak Raih Prestasi Pelayanan Prima
10 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu  Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Siak mendapat penghargaan Pelayanan Prima dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN-RB) Tjahjo Kumolo.Penghargaan itu diterima Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu  Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Siak Heriyanto di ballroom  Ritz-Carlton Hotel Jakarta pada Selasa (9/3) pagi.Dikatakan Tjahjo Kumolo, ada enam aspek yang menjadi bahan penilaian dari pihak kementerian, antara lain, kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.Kemen-PAN-RB mengumumkan hasil evaluasi kinerja dan pemberian penghargaan penilaian kerja unit penyelenggara pelayanan publik untuk 2020, setelah melakukan evaluasi kerja unit penyelenggara pelayanan publik pada lingkungan pemerintah daerah.“Penghargaan diberikan untuk instansi pemerintah yang berhasil meraih predikat A atau pelayanan prima. Penghargaan ini diberikan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.Berdasarkan hasil evaluasi 2020, Kabupaten Siak masuk dalam kategori penyampaian hasil evaluasi unit pelayanan publik (UPP) kategori sangat baik, hasil dari evaluasi lingkup pemerintahan daerah. Ada juga enam menteri/pimpinan lembaga dan empat kepala daerah mendapatkan predikat sebagai Pembina Pelayanan Publik Kategori Prima. Serta sebanyak 31 UPP di tingkat kementerian, lembaga dan pemda akan mendapatkan predikat pelayanan prima.Atas capaian itu, Kepala Dinas PMPTSP Siak Heriyanto mengatakan bahwa penghargaan seperti ini sudah 3 kali diboyong pihaknya."Ini penghargaan ke 3 kalinya, penghargaan pertama dan dan ke dua sebagai terbaik, kalau yang ini prestasi dari pelayanan Prima," kata Heriyanto, Selasa (9/3/2021).Kata Heriyanto, penghargaan pelayanan prima tersebut merupakan penghargaan tertinggi dalam aspek pelayanan."Kalau mendapat penghargaan pelayanan prima artinya pelayanan kita di daerah untuk  masyarakat dan pelaku usaha sudah tahap sempurna," jelas Heriyanto.Penghargaan itu semua, tambah Heri, merupakan komitmen Bupati Siak Alfedri dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Siak dan pelaku usaha." Penghargaan ini tak lepas dari komitmen Bupati Siak Alfedri dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," kata Aparatur Negeri Sipil (ASN) terbaik di Indonesia itu.Kendati demikian, hal yang diperoleh saat ini tentu dengan kerja keras dan komitmen tinggi kepala daerah yang terus menjalin komunikasi dan bersinergi dengan setiap lapisan masyarakat."Butuh kerja keras untuk mendapatkannya dan akan lebih sulit lagi mempertahankannya," kata Dia.ke depan, kata Heri lebih jauh, dinasnya akan melakukan terobosan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.“Kami sudah membuat  kedai pelayan publik di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Siak. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat pelayanan perizinan,”sebut Heriyanto.Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kinerja mereka. Apa yang diraih saat ini bukan kerja sendiri tapi kerja semua pegawai dan honorer yang ada di lingkup DPMPTSP.“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi dari kerja keras dan kekompakan kita selama ini. Teruslah memberikan yang terbaik untuk kabupaten yang kita cintai ini,” sebut Heriyanto.

8 Hektar Lebih Hutan dan Lahan di Bungaraya Siak Terbakar
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id  -  Kebakran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak terus terjadi, kali ini  api membakar hutan dan lahan di Kampung Temusai,  Kecamatan Bungaraya. Dari kejauhan asap tampak membumbung tinggi ke udara.   Demikian dikatakan Kabid Damkar Siak, Irwan Priyatna menyampaikan bahwa luasan yang terbakar tersebut mencapai 8 hektar.   " Taksiran kita sementara ini masih seputaran 8 hektar, kita tidak bisa menyebutkan luasan yang terbakar itu luas atau kecil kalau belum diukur secara rinci melalui elektronik," kata Irwan.   Ia juga mengatakan, penentuan luas lahan yang terbakar juga bukan ditentukan oleh mengepulnya asap. Malahan, tambahnya, kepulan asap membuat kita tidak melihat titik mana saja yang terbakar dan berapa luasannya.   " Jadi sementara  perkiraannya ya segitu, asap yang terbawa angin menutupi seolah lahan yang terbakar luas," jelas Irwan Priyatna.   Namun saat ini, kata Irwan lebih jauh, di lokasi terbakarnya hutan dan lahan tersebut sudah dibuat sebanyak 50 embung untuk stok air dan sudah dilakukan penyekatan oleh alat Dinas PU Tarukim.   " Soal karhutla di Siak sangat serius ditangani, semua kekuatan dikerahkan agar kebakaran tak meluas. Bahkan alat PU Tarukim selalu siaga untuk membuat penyekatan dan embung," kata Irwan.   Diakui Irwan, tanpa dibantu hujan pada Minggu (7/3/2021) tim akan kewalahan karena stok air sangatlah minim.   " Kemarin kanal-kanal di tepi itu sudah kering, Alhamdulillah dibantu hujan agak terisi dan ada stok air sedikit walau belum memadai, makanya itu alat PU membuat embung yang banyak," ungkapnya.     Sementara itu, Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah yang juga terjun ke lokasi untuk memadamkan api menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memadamkan api.   Ditambahkan Ihsan, sudah tiga hari timnya berada di lokasi hutan dan lahan yang terbakar tersebut.   " Tim sudah tiga hari di sini, Alhamdulillah kemarin tim terbantu dengan adanya hujan. Saat ini tim sedang melakukan pendinginan," kata Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah di lokasi Karhutla, Senin (8/3/2021) petang.   Disinggung soal luas yang terbakar Ihsan tak menjelaskan secara rinci namun dikatakannya tim sangat focus pada pemadaman api dan mengejar kepala api agar tidak merambat ke tempat lainnya.   " Kita belum ukur secara pasti, yang paling penting adalah bagaimana api lekas padam agar asap tidak ada di Siak," ungkapnya.   Ditambahkan Ihsan, sumber air yang jauh dan sedikit menjadi kendala tim dalam memadamkan api. Ditambah cuaca yang panas terik.   "Air disini agak susah, ditambah panas terik begini, jadi tim harus bekerja ekstra," jelasnya.  

Ikuti Rakor pendendalian Karhutla di Provinsi Riau, Ini Kata Alfedri
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri bersama unsur Forkompimda, ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau secara virtual.  Rakor itu dipimpin langsung oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Provinsi Riau Edi Natar serta unsur Forkompimda Provinsi Riau.   Saat membuka rapat koordinasi terkait dengan pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) khususnya di Provinsi Riau melalui virtual, Gubernur Provinsi Riau Syamsuar mengatakan ada beberapa arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait dengan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).   "Terkait dengan pengendalian Karhutla, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan beberapa arahan dan pedoman untuk menangani kebakaran hutan dan lahan," kata Syamsuar.   Arahan tersebut diantaranya  prioritas upaya pencegahan melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot dan patroli lapangan.   Ke Dua, Monitoring dan pengawasan harus sampai kebawah, libatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa dalam penanganan Karhutla. Ajak tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan edukasi terus menerus kepada masyarakat. Ke Tiga, cari solusi yang permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar.   Ke Empat, penataan ekosistem lahan gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan. Ke Lima, jangan biarkan api membesar harus tanggap dan jangan terlambat sehingga api sulit di kendalikan dan selanjutnya Ke Enam, langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi, berikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera.   Sementara itu, Bupati Siak Alfedri melaporkan bahwa titik api di Kabupaten Siak sampai saat ini berjumlah 28 titik api, dengan total lahan yang terbakar sekitar 79 Hektar.   "Sesuai dengan laporan dari Dasbord aplikasi pemantau titik api (Lancang Kuning), di Siak hari ini memang benar masih ada 4 titik api, yakni di Kampung Temusai Kecamatan Bungaraya. Dan Alhamdulillah titik api tersebut sudah bisa dikendalikan dengan cara membuat skat bakar. Mudah-mudahan dalam 1 atau 2 hari kedepan api sudah padam,"  papar Alfedri.   Terkait dengan penanganan Karhutla di Kabupaten Siak, Pemda juga telah melaksanakan rapat koordinasi bersama unsur Forkompimda, pihak Kecamatan, dan unsur terkait lainnya pada 10 Februari 2021.   "Selain itu, kami juga telah menetapkan status siaga darurat bencana akibat Karhutla dari tanggal 1 februari sampai 31 Oktober 2021," jelasnya   Untuk tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Siak mendapatkan dukungan Kanal Blocking dari BRG sebanyak 25, yang berada di Kecamatan Koto Gasib, Mempura dan Bungaraya.   "Jadi total keseluruhan kanal Blocking di Kabupaten Siak berjumlah 279 kanal Blocking. Sementara untuk embung di Kabupaten Siak berjumlah 103,"  ucap Alfedri, diruang Bandar Siak, Lantai II Kantor Bupati Siak, Selasa (8/3/2021).   Alfedri juga menjelaskan bahwa untuk tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Siak juga telah menganggarkan pengadaan alat untuk pemadaman Karhutla yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR) yang sudah di verifikasi dan divalidasi oleh tim dari Kementerian Kehutanan.   "Alat tersebut diantaranya, untuk mobil Water Bombing 5 unit, mobil untuk angkutan logistik dan orang 6 unit , serta mobil angkutan peralatan 6 unit," jelas Alfedri.   Selain mobil, juga ada dianggarkan 74 unit pompa mesin diantaranya pompa induk 6 unit, pompa jinjing 44 unit, pompa apung 6 unit dan pompa tunggu 18 unit. Serta kendaraan roda dua 12 unit.

Hutan dan Lahan di Bunga Raya Terbakar Lokasinya Tak Jauh Dari Areal Perusahaan, Jarak Pandang Hanya 2 Meter
08 Maret 2021 SIAK,  Petah.id - Beredar vidio terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak dengan asap yang tebal hingga mengganggu jarak pandang saat pemadaman.   Tampak dalam vidio tersebut percakapan antar anggota tentang asap tebal.   " Perjuangan, kepadatan 2 Senti dan jarak pandang 2 meter, semangat bro," kata yang terdengar dalam vidio tersebut.   Danru Mangga Agni Kabupaten Siak, Syahrizon membenarkan vidio itu datang dari tim nya.   Disebutkannya, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/3/2021) di Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Ia juga menyampaikan bahwa kejadian dalam vidio tersebut pukul 17.00 Wib.   "Iya kejadiannya itu semalam sore saat tim menuju lokasi lebaran hutan dan lahan di Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya," kata Syahrizon, Minggu (7/3/2021) pagi.   Kata Syahrizon, sangking pekatnya asap yang menggumpal di lokasi terbakar itu, Ia hampir menabrak tim lainnya yang berdiri di tepi jalan menuju lokasi karhutla.   "Sangking pekatnya asap hampir kami menabrak salah satu anggota polisi yang ikut melakukan pemadaman di lokasi, cuma selisih satu bam saja lagi," ungkap Syahrizon.   Ia juga menjelaskan, sesampainya di lokasi, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto juga sudah berada di dalam wilayah karhutla tersebut.   "Kapolres aja sampai malam di lokasi untuk memadamkan api," kata Dia.   Namun, jelas Syahrizon, saat ini di lokasi hutan dan lahan yang terbakar itu kondisi asap sudah mulai menipis, ditambah lagi saat ini di lokasi karhutla terjadi hujan rintik.   " Pagi ini mulai menipis sudah, ditambah dengan hujan rintik, mudah-mudahn segera bisa diatasi," jelasnya.   Pihaknya terus berupaya agar api segera padam dan membuat langit tetap membiru.   "Semoga hujan juga semakin deras dan api yang membakar hutan dan lahan lekas padam," harap Syahrizon.   Hingga saat ini, belum diketahui seberapa luas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak itu.   Berdasarkan pantauan, tim gabungan pemadam kebakaran Siak dikerahkan untuk memadamkan api.   " Kalau luasnya belum tau kami bang, yang pasti kita upaya pemadaman dahulu," Keta Syahrizon.   Disinggung soal lahan tersebut milik siapa, Syahrizon sampaikan bahwa lokasi tersebut sangat tidak jauh dari perkebunan milik PT TKWL .   "Lokasinya lahan APL, lahan APL itu lahan konflik yang belum digarap, tapi lokasi itu tak jauh dari perkebunan milik PT TKWL," tandas  Syahrizon.

Warga Tualang Siak Digegerkan Temuan Mayat Membusuk di Bawah Jembatan Maredan
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Warga Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki di bawah Jembatan Maredan tepatnya di anak sungai Kampung Tualang.Penemuan sosok mayat tersebut bermula dari bau busuk yang menyengat. Setelah itu Suyatmi (53) seorang pemilik warung makan berusaha mencari sumber aroma tak sedap itu."Suyatmi menemukan sumber bau busuk itu, namun ia awalnya tidak mengira itu sosok mayat," kata Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani menjelaskan dari keterangan saksi.Ditambahkan Faizal, untuk memastikan apa yang ditemukan, Suyatmi memanggil suaminya Ilus (53). Namun, Ilus pun belum bisa memastikan bahwa bau busuk tersebut merupakan bangkai binatang atau sesosok mayat." Karena belum pasti, akhirnya pasangan suami istri ini memanggil masyarakat untuk memastikan apa yang ditemukan mereka,"  tambah Faizal.Saat itu, jelas Faizal, masyarakatlah yang menyebutkan bahwa yang ditemukan Suyatmi dan Ilus adalah sosok mayat."Jadi masyarakatlah mulanya yang bilang bau busuk  itu merupakan sosok mayat," jelasnya.Kemudian, kata Faizal, Ilus menghubungi pihak kepolisian Polsek Tualang atas penemuan yang diduga mayat manusia tersebut." Lalu kita datang dan mengevakuasi sosok mayat tersebut, sekira pukul 18.00 Wib korban kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan Ver," kata Kapolsek Tualang.Saat ini, kepolisian masih menggali informasi dan melakukan penyelidikan secara berkelanjutan tentang penemuan sosok mayat tersebut." Kami pasang police line disekitar tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ungkap Faizal.

Gegara Ada Siswa Positif Covid-19, Sekolah MAN Siak Diliburkan
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id  - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Madrasah Aliyah  Negeri (MAN) 1 Siak terpaksa diliburkan paska seorang siswa terkonfirmasi positif covid-19.   Kasi Pendis Kemenag Siak, Resman Junaidi membenarkan MAN 1 Siak meliburkan seluruh muridnya lantaran ada yang terkonfirmasi positif covid-19.   " Iya ada siswa yang positif covid-19, jadi sejak hari Jumat (5/3/2021) kemarin sudah diliburkan hingga 14 hari kedepan," kata Resman Junaidi, Minggu (7/3/2021) petang.   Siswa tersebut, tambah Resman Junaidi, tertular dari orang tuanya yang berkerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Siak.   " Ia (siswa) tertular dari orang tuanya yang kerja di perusahaan yang ada di Kecamatan Siak," jelas Resman.   Awalnya, kata Resman lebih jauh, siswa tersebut sempat demam dan masuk ke sekolah tatap muka seperti biasa. Namun, setelah ayahnya dinyatakan positif covid-19 dan hasil tracking anaknya juga ikut positif.   " Awalnya demam namun panasnya tidak tinggi jadi sekolah PTM seperti biasa, sudah seminggu dia sekolah baru setelah itu diketahui dia positif covid-19 yang tertular dari ayahnya,makanya sekolah seluruhnya diliburkan," kata Resman.   Disinggung soal ujian yang akan dihadapi siswa dan sisi MAN 1 Siak, Resman menjelaskan ujian tersebut akan melalui daring.   " Untuk ujian semester juga dilakukan secara daring untuk sementara waktu ini," ungkapnya.   Hal senada juga dikatakan jubir Satuan Tugas (satgas) covid-19 Kabupaten Siak Leonardus Budi Yuwono. Ia mengatakan sekolah itu akan melaksanakan pembelajaran secara online kembali.   "Satu kelas yang diliburkan selama 14 hari kedepan, siswa tersebut tertular dari orang tuanya yang bekerja di salah satu perusahaan," jelas Budi.   Untuk diketahui, ini libur yang dilakukan untuk ke dua kalinya karena seorang siswa yang terkonfirmasi positif covid -19. Sekolah ini sebelumnya meliburkan seluruh siswa karena kasus positif covid-19 lalu sempat masuk kembali proses belajar mengajar selama seminggu dan saat ini kembali diliburkan lantaran kasus yang sama.

Potret Tim Satgas Karhutla Siak Saat Bertungkus Lumus Padamkan Api
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id - "Pantang Pulang Sebelum Padam" kalimat itulah yang menjadi semangat dalam diri tim merah saat bertugas di lapangan memadamkan api.Meski di tengah panasnya jilatan matahari, belum ditambah dengan panasnya api dan sesaknya kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak membuat kendor semangat  tim Satgas karhutla dalam mengejar kepala api agar tidak meluas.Namun tidak banyak yang tahu jika lokasi kebakaran hutan dan lahan itu jauh dan mengharuskan tim menginap di hutan belantara bertemakan api dan asap.Berikut potret Tim satgas Karhutla saat berjibaku memadamkan api 1. Padamkan api untuk membuat langit tetap biruFoto : Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah bersama tim gabungan padamkan api di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit.2. Makan seadanya di tengah hutan Tim makan seadanya di tengah hutan dan kepulan asap, mereka tidak lagi berfikir tentang bagaimana rasa makam tersebut. Mereka makan untuk menambah tenaga dalam bersiap memadamkan api selanjutnya.3. Berjalan kaki hingga puluhan Kilometer dengan beban super beratSelain skil dalam memadamkan api, Tim gabungan harus menyiapkan tenaga ekstra, sebab tak jarang mereka harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk memastikan api tidak merambat dan benar-benar mati.4. Bermalam di hutan hanya dengan mendirikan tenda daruratJika kebakaran hutan dan lahan lokasinya jauh, tim gabungan terpaksa harus meninggalkan rumah dan kenyamanannya untuk memadamkan api. Tidur dengan alas seadanya, selimut seadanya dan tenda darurat seadanya. Tak pernah perduli dengan ancaman yang datang di tengah hutan, bagi mereka api padam menjadi obat dari segala kelelahan.5. Bekerja dengan kesungguhan hatiDalam bekerja kebanyakan orang selalu melihat pangkat dan derajat seseorang, tak jarang dengan pangkat yang tinggi seseorang tersebut enggan untuk bergerak di lapangan. Begitulah kebiasaan bos yang tidak memiliki jiwa leadership. Namun berbeda dengan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, Ia tampak terjun langsung ke lokasi karhutla memadamkan api. Tidak dipedulikan baju seragamnya kotor dan hitam akibat arang yang lengket. Baginya, memastikan Riau bebas asap menjadi tujuan utamanya.Foto : Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto saat memadamkan api di Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura.

Demokrat Siak : Itu Inkonstitusional
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id  - Setelah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berbagai statemen bermunculanStatemen itu muncul dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Siak Syamsurizal Budi. Dikatakannya sampai hari ini DPC Kabupaten Siak tidak pernah mendukung KLB yang dilaksanakan di Sumatera Utara itu." Sampai hari ini DPC Partai Demokrat Siak masih solid dan komitmen mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Demokrat," kata Syamsurizal Budi kepada Petah.id, Jumat (5/3/2021).Ditegaskannya, bahwa KLB yang dilaksanakan di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang itu adalah Inkonstitusional dan tidak sesuai dengan aturan di partai yang berlaku. Dan DPC Demokrat Siak tetap bersama AHY." Acara itu Inkonstitusional, Ketua Umum Partai Demokrat masih AHYkarena sudah sesuai dengan aturan yang ada," jelasnya.Jika ada yang mengatasnamakan DPC Demokrat Siak di KLB tentu itu bukan dari pihaknya dan pastinya tanpa sepengetahuannya." Sampai hari ini kami menganggap KLB  itu tidak diakui dan tidak sesuai dengan aturan yang ada, dan jika ada yang mengatasnamakan DPC Demokrat Siak itu bukan dari kami dan tanpa sepengetahuan kami," tegasnya.Kendati demikian, tambah Budi, persoalan KLB tidak akan ada efek maupun implikasi kepada kader di DPC Demokrat Siak."KLB tidak akan berefek dan berimplikasi ke DPC Demokrat Sia sebab kita membangun Demokrat ini dengan kekeluargaan, tanpa kepentingan pribadi," jelasnya.Namun Budi meyakini, kisruh terjadi di internal Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini ada pihak belakang layar yang tak ingin Demokrat maju."Kita tidak tahu pihak yang di belakang  layar yang mencoba merusak Partai Demokrat, tapi tentu ini seperti ada agenda skenario luar biasa," ungkapnya.Menurut Budi, hal ini terjadi karena saat ini Partai Demokrat  elektabilitasnya sedang naik dan  ada yang berusaha merusak atau oknum yang tidak puas dengan majunya Partai Demokrat."Elektabilitas Partai Demokrat sedang naik, jadi tentu ada yang tidak suka dan berusaha merusak tatanan yang sudah sesuai dengan aturan di dalam partai," kata Dia.Namun Budi tetap memohon doa dari masyarakat Kabupaten Siak secara khusus dan Riau secara umum untuk mendoakan agar Partai Demokrat tetap istiqomah berjuang bersama rakyat."Semoga Partai Demokrat bisa mengemban amanah sebaik mungkin untuk kepentingan bersama bukan mendahulukan kepentingan pribadi, mohon doa semuanya," tutup Anggota DPRD Siak itu.

Baru 2 Minggu Lalu Padam, Lahan di Siak Kembali Terbakar di Lokasi yang Sama
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Baru Dua Minggu yang lalu api berhasil dipadamkan di Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Kini lahan tersebut kembali terbakar.Lokasi yang terbakar saat ini ternyata sama dengan yang terbakar dua minggu yang lalu di Jalan kilometer 4 Kampung Merempan Hilir.Upaya pemadaman terus berlanjut, tim gabungan Satgas kembali berjibaku memadamkan api." Ya benar terjadi kebakaran hutan dan lahan sama di Kecamatan Mempura," kata kata Kabid Damkar Siak Irwan Priyatna, Jumat (5/3/2021).Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kebakaran hutan di lahan tersebut. Apalagi lahan tersebut pernah juga terbakar." Penyebabnya belum diketahui, tim gabungan focus pada pemadaman, soalnya lahan ini pernah terbakar dan ini terbakar lagi," kata Irwan.Setidaknya kurang lebih satu hektar lahan gambut yang terbakar di lokasi tersebut." Kurang lebih satu hektar lahan tersebut terbakar. Saat ini tim masih melakukan pendinginan dan memastikan api benar-benar padam," kata Irwan.Irwan mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat akan bahaya api. Iya ingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar."Jangan buang puntung rokok sembarangan sebab cuaca kita lagi ekstrim panas," jelasnya.Ia juga berpesan untuk masyarakat jika melihat ada api di hutan atau lahan untuk segera melakukan langkah pemadaman cepat." Bisa juga hubungi kami langsung atau aparat desa setempat dengan begitu kita bisa mencegah dan selamatkan lingkungan,  aset-aset kebun  milik masyarakat dan juga selamatkan flora dan fauna penghuni dari kawasan tersebut," ungkap Irwan.Tampak terlihat di lokasi pemadaman BPBD Kabupaten Siak, TNI, Polisi, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bertungkus lumus memadamkan api.

Ular Piton ini Jadi Korban Karhutla di Siak
04 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Karhutla bukan saja menyebabkan asap namun hilangnya sejumlah habitat hewan di hutan dan lahan teresebut. Tak jarang petugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan menemukan jenis hewan hutan yang mati terpanggang oleh kobaran api. Seperti terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Tim pemadam gabungan menemukan bangkai ular Phyton terbakar di dekat hutan yang terbakar. "Iya betul, tim pemadaman api menemukannya di batas antara hutan terbakar dengan hutan yang masih hijau ," kata Kabid Damkar Siak Irwan Priyatna. Tim Satgas Gabungan memprediksi bangkai ular yang ditemukan  diatas lahan gambut yang terbakar itu berupaya lari menuju lahan yang tidak terbakar. "Soalnya ular itu didapat dalam keadaan mati di perbatasan antara nyala api dengan lahan hijau. Mungkin ularnya berupaya menyelamatkan diri ke zona hijau tapi api yang panas membunuhnya," jelas Irwan. Diceritakan Irwan, hal itu bermula saat tim pemadaman api melakukan penyisiran di sekitar titik lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api. "Saat melakukan penyisiran itu, petugas menemukan seekor ular piton berukuran panjang sekitar 2 meter lebih yang sudah tidak bernyawa lagi. Kuat dugaan ular tersebut mati akibat terperangkap kobaran api," kata Irwan. “Saat Tim Pemadaman sedang memburu kepala api yang membakar semak belukar. Di saat api telah dipadamkan, samar-samar dibalik asap mereda terlihat ada ular piton berukuran sekitar 2 meteran yang sudah meregang nyawa," tambah Irwan. Irwan mengaku, timnya selalu berjumpa dengan hal-hal seperti ini di setiap melakukan pemadaman Karhutla diberbagai lokasi. Irwan meyakini banyak hewan yang mati dan kehilangan habitatnya akibat terjadinya karhutla. " Bisa kebayangkan hewan-hewan di hutan bertarung di atas kobaran api yang membakar habitatnya," ungkap Irwan. Dengan demikian, tak henti-hentinya Irwan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk cinta akan lingkungan. Sebab, menurutnya jika lingkungan rusak maka banyak hal yang akan hilang. "Bencana itu bukan hanya akan datang pada manusia saja tapi seluruh makhluk hidup,apa lagi soal karhutla, tentunya akan banyak yang rusak dan kehilangan habitat hewan," tutupnya.

3 Hektar Gambut Terbakar di Teluk Masjid Siak, Angin Kencang dan Sumber Air Minim Jadi Kendala Pemadaman
04 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) kembali terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit.Setidaknya, lebih dari 3 hektar luasan lahan yang terbakar. Demikian dikatakan Komandan Regu (Danru) Manggala Agni Siak Syarizon. Ia tidak menampik adanya karhutla di lokasi tersebut."Sempat beberapa hari terakhir tak ditemukan titik api di Siak tapi hari ini ada karhutla di Kampung Teluk Masjid, Sungai Apit," ungkap Danru Manggala Agni Siak Syahrizon, Rabu (3/3/2021).Disampaikan Syahrizon, sebelumnya lahan tersebut pernah terbakar juga namun tidak luas hanya sepetak bidang tanah dan berhasil dipadamkan namun tiba-tiba sore kemarin muncul titik api lagi dan meluas ke areal lain."Kemarin sudah mati api di lokasi itu, tiba tiba sore besoknya muncul api lagi dan meluas ke areal lain sementara yang terbakar kurang lebih 3 hektar," jelas Syarizon.Angin yang kencang dan terarah menjadi salah satu penyebab sulitnya tim melakukan pemadaman di lokasi bertanah gambut tersebut."Ditambah sumber titik air lumayan jauh sehingga tim harus bekerja lebih keras lagi," tambah Syahrizon.Untuk penyebab terjadinya karhutla, jelas Syahrizon,  itu bukan merupakan wewenang pihaknya. Ia sampaikan saat ini pihaknya bersama tim berupaya agar api tidak meluas." Penyebab terjadinya karhutla masih diselidiki, dan dugaan sementara ini lahan milik masyarakat," kata Dia.Adapun jenis tanaman yang di lokasi terbakar itu merupakan kebun karet, kelapa sawit dan semak belukar."Saat ini tim masih berjibaku memadamkan api serta membuat penyekatan agar api tak meluas," jelasnya.Tampak dilapangan turut memadamkan api Manggala Agni Daops Siak, BPBD Siak, TNI, Polisi dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dinsos Akan Bantu Warga Dayun yang Rumahnya Rusak Akibat Puting Beliung
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak, Wan Idris sampaikan pihaknya sudah berikan sejumlah paket bantuan untuk meringankan beban warga yang terkena musibah."Dapat informasi tersebut kami langsung kelapangan dan memberikan bantuan berupa sembako, pakaian dan makanan lainnya," kata Wan Idris, Rabu (3/3/3021) siang.Dinas Sosial masih menunggu proposal dari pihak Kecamatan Dayun untuk dibantu dalam bentuk uang bagi warga yang rumahnya rusak." Nanti proposal itu kita verifikasi, kita pastikan betul mana yang rusak berat, sedang, dan ringan," kata Wan Idris.Selanjutnya, kata Wan Idris, setelah diverifikasi pihaknya akan antar langsung ke Badan Keuangan Daerah (BKD) untuk bisa dicairkan."Jika tak terkendala, proses itu paling lama satu bulan," jelasnya.Masih kata Wan Idris, melalui verifikasi yang ketat kita akan menentukan jumlah per rumah yang akan dibantu untu meringankan beban warga." Yang rusak berat akan dibantu Rp10 juta, rusak sedang Rp7,5 juta dan rusak ringan akan mendapat Rp5 juta. Kategori itu akan kita verifikasi secara serius," ungkapnya.Wan Idris berharap bantuan itu nantinya dapat meringankan beban warga Kampung Sialang Sakti apalagi di kondisi pandemi dimana masyarakat kesulitan ekonomi."Mudah-mudahan bisa membantu warga yang tertimpa musibah, dan warga diberikan kesabaran. Apalagi di tengah pandemi covid-19 ini masyarakat semakin kesulitan ekonomi, jadi pemerintah wajib hadir," imbuhnya.Sebelumnya, angin puting beliung menimpa Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Akibat musibah itu, sebanyak 52 rumah di daerah tersebut rusak.Peristiwa puting beliung terjadi begitu cepat dengan diawali hujan lebat dan tiba-tiba datang angin kencang.Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim mengatakan peristiwa tersebut terjadi di wilayahnya pada Jumat, 26/2/2021 pukul 15.00 Wib."Benar adanya musibah angin puting beliung itu, kejadiannya sangat cepat sekali terjadi dan diikuti hujan sangat lebat dan angin yang kencang. Ada 52 KK yang kondisinya rumahnya rusak," kata Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim, Minggu (28/2/2021).Diceritakan Mualim kondisi rumah warga yang rusak parah tersebut kondisi atap seng beterbangan dibawa angin, tiang tiang rumah ambruk."Atap rumah warga beterbangan dan kondisi dalam rumah warga basah karena hujan lebat yang disertai angin," kata Mualim.Saat ini pihaknya, kata Mualim, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Kecamatan Dayun dan Dinas Sosial Kabupaten Siak.

Polres Siak Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkotika
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Polres Siak melalui Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) dan Sat Binmas melakukan sosialisasi terkait penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat demi mewujudkan kamtibmas, Senin (1/3/2021) .Giat Sosialisasi itu ditaja secara Focus Group Discusion (FGD) di Aula Kantor Desa Perawang Barat. Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Perawang Barat Faizal Shi dan perangkat desa lainnya serta perwakilan warga Desa Perawang Barat.Juga hadir Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani dan Kasat Binmas AKP M Y Lubis sebagai narasumber.Kegiatan sosialisasi tersebut terpantau dengan menerapkan protokol kesehatan dimana setiap peserta menggunakan masker dan tidak berkerumun. Untuk peserta juga dibatasi tidak lebih dari lima puluh orang.Dalam sambutannya Kasat Binmas Polres Siak AKP M Y Lubis mengimbau agar perangkat desa bersama warga selalu menjaga situasi yang aman dan kondusif.Tidak hanya itu, Ia juga mengingatkan agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas diluar rumah dengan tujuan untuk memutus matarantai penyebaran covid-19.Ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani memaparkan terkait bahaya narkoba dan kasus-kasus narkoba yang ditangani Polres Siak mulai dari tahun 2018 hingga tahun 2020.Dikatakan Jailani, setiap pelaku kriminal selalu diawali dengan penyalah gunaan narkoba."Secara jelas Kasat Narkoba Polres Siak itu mengatakan, bahwa setiap pelaku kejahatan sebelum melakukan kejahatan diawali dengan menggunakan Narkoba," jelasnya."Kebanyakan, kata Jailani, pelaku narkoba yang  diamankan pihaknya memiliki latar belakang pendidikan yang rendah sehingga pola pikir dan pemahaman tentang bahaya dari narkoba itu sangat rendah sekali," tambah Jailani.Kendati demikian, kata Jailani, Ia tak menampik kalau pihaknya juga mengamankan pelaku penyalah gunaan narkoba dari kalangan yang berpendidikan, bahkan pernah mengamankan yang tamatan S2."Untuk setiap tahunnya jumlah pelaku narkoba yang kita amankan dan jumlah barang bukti setiap tahunnya mengalami peningkatan, maka dari itu kita harus komit untuk memerangi Narkoba ini agar generasi penerus bangsa bisa terselamatkan dari bahaya narkoba," ungkapnya.AKP Jailani mengimbau kepada seluruh perangkat desa dan orang tua agar mengawasi aktifitas anak diluar rumah, apabila ada melihat dan mendengar terkait peredaran dan penyalah gunaan narkoba segera hubungi Polisi atau pihak desa.“Apabila ada salah seorang anggota keluarga kita yang menjadi pecandu Narkoba segera laporkan ke pihak kepolisian, lebih baik kita ambil langkah untuk di rehab sebelum ditangkap Polisi," jelasnya."Hindari narkoba sayangi keluarga jangan lupa bahagia, mari kita isi kegiatan positif disetiap aktifitas kita untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif ," tutup Jailani mengakhiri.

TGI Bagikan Kelengkapan Tangani Karhutla di Gasib Siak
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id -Trasportasi Gas Indonesia (TGI) Regional Office 3, membantu masker, kacamata, sebo dan topi rimba untuk Satgas Pengendalian Karhutla Kecamatan Koto Gasib.Penyerahan bantuan itu dilakukan di halaman Mapolsek Koto Gasib. Penyerahan oleh Ketua Satgas yang juga Camat Koto Gasib Dicky Sofyan dan Ipda Suryawan.Camat Dicky mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan yang peduli dengan penanggulangan karhutla. Perlengkapan ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi satgas.“Sebenarnya apa yang kami bagikan ini, merupakan peralatan yang sangat diperlukan di lapangan. Meski sebagai pelengkap, tapi keberadaannya cukup penting. Makanya ketika sampai, langsung kami bagikan,” jelas Camat Dicky.Sebagai ketua satgas, Dicky mengaku bangga atas kekompakan dan soliditas tim. Tak mudah menciptakan suasana seperti itu. Tapi itu yang kini dimiliki Kecamatan Koto Gasib, tidak hanya penghulu dan perangkatnya, yang peduli tapi juga RT, RW dan warga ikut membantu. Demikian juga dengan sejumlah perusahaan yang peduli akan bahaya karhutla dan efek yang ditimbulkan selain kerusakan lingkungan dan punahnya habitat, juga patut diapresiasi.Sejauh ini, Satgas Karhutla tidak tinggal diam, selain melakukan patroli juga siapa dan berlatih teknik memadamkan di lahan gambut. Meski sebagian sudah terlatih, namun ada saat saat tertentu harus benar benar dipahami dan dikuasai medannya, sehingga dapat dikendalikan.Sementara Kapolsek Ipda Suryawan mengaku terus berkoordinasi dengan Satgas Karhutla Koto Gasib, tidak hanya melalui grup whatshap tapi juga lewat Aplikasi Lancang Kuning.Lewat aplikasi ini, akan jelas kejadian di wilayah mana dan titik koordinatnya dapat langsung diketahui.“Bahkan kami siaga penuh. Jika ada hal yang mencurigakan satgas akan langsung turun memastikan dan jika benar akan langsung melakukan pemadaman dengan personel dan peralatan yang dimiliki,” jelas Kapolsek Suryawan.

52 Rumah Warga Dayun Siak Porak Poranda Dihantam Angin Puting Beliung
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id -  Sebanyak 52 rumah di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak luluh lantak dihantam angin puting beliung. Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dengan diawali hujan lebat dan tiba-tiba datang angin kencang.Demikian dikatakan Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim. Peristiwa tersebut dibenarkannya terjadi di wilayahnya pada Jumat, 26/2/2021 pukul 15.00 Wib."Benar adanya musibah angin puting beliung itu, kejadianya sangat cepat sekali terjadi dan diikuti hujan sangat lebat dan angin yang kencang . Ada 52 KK yang kondisinya rumahnya rusak," kata Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim, Minggu (28/2/2021).Diceritakan Mualim kondisi rumah warga yang rusak parah tersebut. kondisi atap seng  berterbangan dibawa angin, tiang tiang rumah ambruk."Atap rumah warga berterbangan dan kondisi dalam rumah warga basah karena hujan lebat yang disertai angin," kata Muambruk.Saat ini pihaknya, kata Mualim, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Kecamatan Dayun dan Dinas Sosial Kabupaten Siak."Kejadian tersebut sudah kita laporkan ke tingkat kecamatan dan juga ke Dinas Sosial Kabupaten Siak,” kata Alim.Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris mengaku sudah menerima informasi atas musibah yang menimpa warga Kampung Sialang Sakti tersebut." Kami juga sudah mendapat data-data korban angin puting beliung tersebut, dari data yang kita terima ada 52 KK rumahnya yang rusak dan kita akan turun kelapangan,” ujar Wan Idris.

Pergerakan Api Diperketat, Manggala Agni Terjunkan Tim Patroli Keliling
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan dengan gerak cepat.Empat tim patroli terpadu diterjunkan Manggala Agni Daops Siak ke Kampung Bunsur, Kampung Dayun, Desa Tumang dan Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.Demikian disampaikan Kadaops Manggala Agni Kabupaten Siak Ihsan Abdillah. Disebutkannya saat ini upaya sosialisasi dan pencegahan langkah yang harus ditempuh agar tidak ada lagi pembakaran hutan dan lahan." Langkah tersebut guna meningkatkan upaya deteksi dini pada areal rawan karhutla meliputi seperti lokasi areal bekas kebakaran (desa rawan, APL, kawasan konservasi dan hutan lindung)," kata Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah, Selasa (2/3/2021).Ditambahkan Ihsan, memperkuat kegiatan sosialisasi dan pencegahan karhutla serta mewujudkan kehadiran pemerintah dalam pencegahan Karhutla menjadi bagian dari tujuan dilaksanakannya patroli terpadu itu."Jadi kita bisa melakukan pemadaman dini jika ditemukan kebakaran pada areal bekas kebakaran," ungkapnya.Kendati dalam suasana siaga Karhutla, tim patroli terpadu juga tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan covid-19 saat melakukan patroli."Patroli keliling itu juga dengan Prokes Covid-19 yang masih nyata dihadapan kita," jelasnya.Giat tersebut dilaksanakan selama sebulan kedepan. Hal itu dilakukan agar memastikan Riau bebas asap." Patroli tersebut kita lakukan dengan rentang waktu sebulan kedepan, kita tak ingin Riau ada asap tahun ini," kata Ihsan.Adapun alat yang digunakan dalam kegiatan patroli ini meliputi sepeda motor,  alat komunikasi (Orari), peta kerja, logistik personil, posko desa dan pamflet stiker imbauan." Hal itu dilengkapi untuk mempermudah kerja tim," imbuh Ihsan.

RSUD Tengku Rafi’an Siak Segera Naik Kelas
23 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Banyak raihan prestasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an Siak. Bahkan RSUD tipe C itu menjadi RSUD Paripurna. Dan disiapkan segera naik kelas menjadi tipe B.Hal itu pula yang menjadi penyebab rumah sakit kebanggaan masyarakat Siak ini, selalu dikunjungi dan menjadi rumah sakit percontohan.Demikian dijelaskan dr Benny Chairuddin. Bahkan pada Selasa (23/2), dia menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Kampar dipimpin Zumrotun sebagai Ketua Komisi. Komisi II DPRD Kampar itu didampingi Komisi II DPRD Siak diwakili oleh Gustimar, ke RSUD Tengku Rafi'an Siak, mereka melihat langsung sistem pelayanan dan hal-hal yang berkaitan untuk kepentingan masyarakat."Saya memaparkan informasi tentang rumah sakit didampingi kasi dan kabid. Termasuk upaya penanganan Covid-19, sekaligus menjelaskan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Struktur Organisasi, Tata Kelola keuangan BLUD serta hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan,” jelas dr Benny.Dengan kunjungan kerja ini,  mudah-mudahan anggota Komisi II DPRD Kampar  bisa mendapatkan informasi dalam hal pelayanan yang sudah diterapkan di  RSUD Tengku Rafi'an. Sehingga dapat memberilan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Kampar.“Insya Allah di waktu yang akan datang RSUD Tengku Rafi'an Siak dapat berkunjung ke Kampar untuk mempelajari hal-hal yang bagus untuk diterapkan di Kabupaten Siak,” ucap dr Benny.Lebih jauh dr Benny mengaku senang, sebab bisa berbagi informasi tentang pelayanan. Baginya dengan berbagi informasi akan menambah kekayaan batin. Hal itu terus dipupuknya dengan kerendahan hati sebagai direktur.

Respon Positif Warga Atas Pelayanan LKB dan SKCK Keliling Polsek Koto Gasib
19 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Tetap jaga jarak dan patuhi protokol kesehatan (prokes) itu yang diucapkan personel Polsek Koto Gasib saat memberikan pelayanan pengurusan laporan kehilangan barang (LKB) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).Disebutkan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, pihaknya memberikan pelayanan pertamapada Jumat (19/2) pagi di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau.“Kami memberikan pelayanan memperpanjang SKCK. Teknisnya adalah, kami terima pengurus baru dengan sidik jari dan pengisian blanko, maupun perpanjangan. Selanjutnya SKCK yang sudah selesai akan diantar oleh Bhabinkamtibmas,” jelas Kapolsek Suryawan.Pada dasarnya disebutkan Kapolsek Suryawan, apa yang dilakukan pihaknya sebagai upaya menjaga hubungan dan ikatan antara Polri dengan masyarakat.“Tugas kami adalah pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat. Maka di masa pandemi Covid-19 seperti ini, saat warga diminta mematuhi prokes dan ekonomi sebagai. warga dalam keadaan tidak stabil. Kami memberikan solusi berupaya pelayanan keliling ini,” ungkap Suryawan.Lebih jauh dikatakan Kapolsek Suryawan, dengan pelayanan keliling ini, masyarakat tentu akan merasa semakin dekat dengan kepolisian.Tahap awal ini, pelayanan memang keliling ke sejumlah kampung memberikan pelayanan. Tahap selanjutnya hasil koordinasi dengan Camat dan para penghulu, akan terjadwal.Sehingga masyarakat akan tahu harus ke mana nantinya dalammengurus LKB. Pelayanan terdekat akan terjadwal di sejumlah titik setiap pekannya.“Silakan datang ke sana, kami akan memberikan pelayanan terbaik. Bahkan saat menunggu antrean kami juga menyiapkan permen dan air mineral,” ucap Kapolsek Suryawan.Warga memberikan respon positif, sebab tidak harus ke Polsek untuk mengurus LKB adan SKCK.Sebagaimana diungkapkan Jalius Salim warga Sengkemang yang memperpanjang SKCK.“Pelayanan ini memudahkan kami. Kami tidak perlu ke mana-mana. Kami senang atas inovasi yang dilakukan Polsek Koto Gasib dalam memberikan pelayanan kepada kami,” sebut Jalius Salim.

PT KTU Tanamkan Semangat Kepedulian Terhadap Lingkungan
19 Februari 2021 SIAK, Petah.id - PT Kimia Tirta Utama sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit memiliki tanggung jawab sosial untuk tetap menjaga, melestarikan dan melindungi lingkungan sekitar.Bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra Agro Lestari, PT Kimia Tirta Utama memiliki program unggulan Pendidikan Konservasi bagi siswa SD dan SMP baik untuk sekolah internal maupun sekolah eksternal yang berada di desa lingkar PT Kimia Tirta Utama. "Pendidikan Konservasi yang terintegrasi dalam Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (PLKS) yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Lukman," ungkap Selamet Riyadi, Jumat (19/2/2021).Kata Selamet, saat acara Talkshow dan Expo Gambut tahun lalu menjadi langkah nyata dalam upaya pembinaan sejak dini untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh siswa atau anak -anak yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran mereka tentang nilai-nilai lingkungan."Anak murid juga diajari soal isu lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan murid untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang," kata Dia.Menurut Selamet, ada tiga aspek paling penting untuk diterapkan dalam Pendidikan Konservasi yakni  kognitif,afektif dan psikomotorik."Aspek kognitif meliputi proses pemahaman dan menjaga keseimbangan lingkungan," terangnya.Materi pendidikan konservasi diberikan sebagai materi yang harus diketahui dan dipahami oleh siswa yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. "Aspek afektif yang dapat diterapkan dalam pendidikan konservasi meliputi sikap, nilai dan komitmen yang diperlukan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan (sustainable)," jelasnya.Aspek psikomotorik, kata Selamet lebih jauh, diterapkan dalam pendidikan konservasi meliputi perilaku dan keterampilan siswa dalam mengelola lingkungan."Aspek psikomotorik yang diwujudkan dalam Proyek Nursery berupa pembibitan pohon endemik (pulai, meranti, kulim, pucuk merah, bintaro,Angsana, Pulai ) dan pohon buah (kelengkeng, tampui, kedondong, durian,matoa) yang dilakukan oleh siswa SMP KTU," urai Selamet."Hal itu sebagai projek belajar di masa pandemi, siswa melakukan belajar di rumah (BDR) telah berkontribusi dalam upaya menjaga dan melindungi flora dan fauna pada hutan konservasi PT Kimia Tirta Utama," tambahnya.Dijelaskan Selamat, sebanyak 10.000 pohon endemic, pohon keras dan pohon buah tersebut ditanam di sekitar area konservasi dan wilayah aliran sungai Gasib yang melintasi areal perkebunan PT KTU," jelas Slamet Riyadi, Asisten CSR PT.Pimpinan PT KTU sekaligus penggagas Proyek Nursery juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang terlibat pada proyek ini. "Beliau memandang ini sebagai langkah positif dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini kepada anak-anak," ucap Selamet.Selamet berharap, di masa yang akan datang kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan dan dikembangkan sehingga bisa dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lain untuk pelestarian lingkungan.   "Sehubungan program pelestarian lingkungan konservasi ini sudah di lakukan oleh PT KTU mendorong peremajaan dan pembibitan tanaman ( nursery ) merupakan langkah Perusahaan dalam upaya mendorong program Siak Hijau Lestari," kata Dia.Disampaikan Selamet, Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring juga menyatakan 4 desa di sekitar kawasan konservasi juga telah setuju untuk ambil bagian dalam program Desa Siaga Api."Dalam program ini, PT KTU melatih penduduk desa untuk mencegah dan dengan cepat serta mandiri memadamkan api," terangnya.Masih kata Selamet, program kesadaran masyarakat juga fokus pada penggunaan metode tanpa bakar untuk membuka lahan serta menekankan pentingnya menghindari bahaya kebakaran dan kabut asap."Untuk itu, Desa yang terbukti berhasil mencegah kebakaran pada akhir musim kemarau akan menerima bantuan CSR untuk peningkatan ekonomi masyarakat," ucapnya.Menurut Selamet, mencegah kebakaran hutan di Indonesia merupakan tugas yang memerlukan waktu serta sumber daya dan pendekatan inovatif."Semoga melalui program ini kami ingin memperkenalkan langkah-langkah efektif yang dapat diambil bersama-sama dengan masyarakat untuk mengurangi terjadinya kebakaran dan kabut asap," tandasnya.   

Antisipasi Kebakaran, Satgas Karhutla Kecamatan Koto Gasib Maksimalkan Patroli
17 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Usia Satgas Karhutla Kecamatan Koto Gasib, sudah setahun lebih. Satgas ini bergerak cepat dalam penganan karhutla di wilayah Koto Gasib.Bahkan tahun lalu, Satgas ini membantu memadamkan karhutla di wilayah Sungai Apit.Demikian dikatakan Camat Koto Gasib Dicky Wahyudi saat peluncuran patroli bersama Satgas Karhutla di halaman Polsek Koto Gasib.“Menghadapi kemarau ini, memang harus bersatu dan bekerja sama, terutama dalam hal patroli,” ungkap Camat Dicky.Dicky juga mengajak para penghulu, RT dan RW, tokoh masyarakat dan pemuda, untuk terus saling mengingatkan bahwa jangan membakar ketika membersihkan kebun atau saat membuka lahan.Besar bahaya dan akibat yang ditimbulkan. Terlebih jika api sudah merambat dan meluas. Tidak hanya waktu dan tenaga yang tersita, tapi juga besar biaya yang harus dikeluarkan.“Bahkan yang membuat miris, satwa yang ada di dalamnya, lingkungan bahkan kesehatan manusia. Dampaknya sangat luar biasa,” jelas Camat Dicky.Sebelum itu terjadi, Camat Dicky mengajak untuk sama-sama mencegah. Sebab mencegah lebih baik dari pada mengawasi.Sementara Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan mengatakan patroli melibatkan personelPolsek, TNI, BPBD atau Damkar Cluster Koto Gasib, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA), pegawai PT KTU dan warga yang peduli karhutla.Selain patroli, kampanye juga kami lalukan dengan menurunkan Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, MPA, serta tokoh masyarakat, penghulu serta RT dan RW.“Hal ini penting, sebab dengan saling koordinasi, apa hang dikhawatirkan diharapkan tidak terjadi,” jelas Kapolsek Suryawan.Suryawan juga mengatakan Satgas Karhutla telah memiliki keterampilan tersendiri dalam memadamkan api di lahan gambut. Di samping itu, peralatan juga dimaksimalkan. Bahkan masing-masing perusahaan sudah membuat daftar peralatan, demikian juga setiap desa menyediakan peralatan untuk memadamkan api.“Selain itu hal yang sangat diperlukan adalah kepedulian. Jika peduli, dan bersedia bekerja sama, apa yang dikhawatirkan saya yakin dapat diantisipasi,” ucap Kapolsek Suryawan.

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Koto Gasib Kembangkan Ternak Itik Petelur
16 Februari 2021 SIAK, Petah.Id - Program jaga kampung serta Polri siaga dan peduli hadir di tengah masyarakat Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.Upaya itu ditunjukkan oleh Bripka Zamzami salah satu personel Polsek Koto Gasib sebagai Bhabinkamtibmas di Kampung Buatan I dan Buatan II. Polri siaga dan peduli diperlihatkan personel polsek koto gasib yang kini sebagai bhabinkamtibmas bernama bripka Zamzami dengan merealisasikan peternakan bebek petelur.“Program jaga kampung saya harapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan mengembangkan peternakan bebek petelur, dan hasilnya dijadikan telur asin,” ungkap Zamzami. Bripka zamzami, pada Senin (15/02/21) pagi, melakukan pengecekan perkembangan pilot project yang dikelola kelompok tani Buatan I.“Kelompok tani setiap hari berkoordinasi dengan saya, untuk memastikan apa yang dikerjakan berjalan baik dan maksimal,” ungkap Zamzami. Meski sebagai bhabinkamtibmas, Zamzami juga ikut turun memantau. Disebutkannya, membangun kekompakan dan kebersamaan sehingga suasana terjalin penuh kekeluargaan. “Saya juga belajar tentang kesederhaan dan kebersamaan yang bermuara pada kekompakan,” kata Dia. Lebih jauh dijelaskan Zamzami, dia juga belajar bagaimana peternak bangkit dari keterpurukan ekonomikarena pandemicovid-19. “Tapi yang pasti, ketahanan pangan dalam program jaga kampung akan direalisasikan sesempurna mungkin, dengan kesungguhan dan kebersamaan sebagai cikal bangkal bangkitnya perekonomian masyarakat Kampung Buatan I,” target Zamzami. Saat ini, dikatakan zamzami, protokol kesehatan covid-19 tetap menjadi acuan di Kampung Buatan I. Bagaimana pun kesehatan bersama hal yang terpenting. “Bahkan kami terus mengkampanyekan pentingnya mematuhi prokes bagi setiap individu. dengan disiplin prokes, setidaknya dapat terhindar dari covid-19,” imbuh Zamzami

6 Hektar Lebih Gambut di Kampung Teluk Lanus, Siak Terbakar
16 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Demi Provinsi Riau bebas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tim gabungan pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.Sudah tiga hari ini tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan berjibaku memadamkan api di kampung paling ujung di Kabupaten Siak.Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah mengatakan angin laut yang kencang menjadi kendala bagi tim merah."Kebakarannya tepi laut, dan angin laut yang kuat dan berubah ubah arah sehingga api menjalar lebih cepat menjadi kendala tim di lapangan," kata Ihsan Abdillah, Selasa (16/2/2021).Untuk luasan, tambah Ihsan, saat ini lahan yang terbakar seluas 6 hektar.  Tim terus melakukan penyekatan agar api tidak meluas. " Tim masih di lokasi memadamkan api, dan api mulai bisa dijinakkan," tambahnya.Lahan yang terbakar tidak jauh dari perusahaan PT Uniseraya. Sementara jenis vegetasi yang merupakan semak belukar, Akasia dan Sawit."Lahan yang terbakae itu jaraknya 500 meter dari PT Uniseraya," ungkap Ihsan.Di lokasi kebakaran, tim pemadam gunakan tenda untuk menginap, mereka juga memasak sendiri untuk kebutuhan konsumsi."Ya sudah 3 hari ini mereka bertahan dengan perbekalan yang dibawa dari markas, untuk istirahat malam mereka membuat tenda," jelas Ihsan.Di Kecamatan Sungai Apit sendiri, kata Ihsan lebih jauh, sudah 20 hektar hutan dan lahan yang terbakar." Masuk dengan yang di Kampung Bunsur, sudah 20 hektar hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak terbakar," jelasnya.Adapun tim gabungan yang turut ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit itu Manggala Agni Daops Siak 15 orang, BPBD Siak, TNI, Polisi dan MPA Kampung Teluk Lanus.

Polisi Terus Selidiki Penyebab Karhutla di Siak
12 Februari 2021 SIAK, Petah.id  - Polres Siak terus melakukan penyelidikan terhadap kasus terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang mendera Kabupaten Siak, Provinsi Riau sepekan terakhir.Dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, pihaknya saat ini sedang menyelidiki salah seorang pemilik lahan di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak." Ada salah satu pemilik lahan yang  terbakar di Kecamatan Sungai Apit itu kita selidiki hingga sampai saat ini, dan kita sudah mengantongi namanya, sebab sumber api itu memang dari lahan milik salah seorang warga di sana," ungkap Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahardyanto, Rabu (10/2/2021) petang.Si pemilik lahan, tambah Kapolres, sedang bekerja di luar kota, namun beberapa saksi mengatakan istri si pemilik lahan sedang melakukan bakar-bakar sampah di kebunnya sehingga api itu membesar." Ada saksi yang melihat proses terjadinya kebakaran hutan dan lahan disana," tambahnya.Saat ini, kata AKBP Gunar, kasus terjadinya karhutla di Kecamatan Sungai Apit itu sudah mengarah bahwa lahan tersebut diduga memang dibakar."Hasil dari informasi yang kita himpun kasus itu sudah mengarah kepada dugaan dibakar," kata Dia.Sementara itu, untuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak aparat kepolisian terus mengumpulkan informasi terkait sumber api dan lahan tersebut milik siapa."Belum ada saksi-saksi yang melihat. Kita melakukan menghimpun informasi terkait kepemilikan lahan dan sumber api," jelasnya.Disampaikan AKBP Gunar, lokasi kebakaran hutan dan lahan yang jauh dan masuk ke arela hutan menjadi kendala pihak kepolisian mendapat saksi."Tapi polisi tentunya punya strategi untuk mengungkap itu," tegasnya.Kendati demikian, kata Kapolres, jika itu perorangan dan bukan lahan milik perusahaan, pihaknya tentu akan melihat sejauh mana niatan si pelaku pembakar lahan yang menyebabkan terjadinya karhutla.Untuk diketahui, sepekan terakhir di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, belasan hektar hutan dan lahan dilalap si jago merah. Mulai dari Kecamatan Sungai Apit, Mempura dan Dayun. Untuk jenis tanah yang terbakar pun semuanya sama yakni di atas tanah gambut.

Tidak Ada Strategi Khusus Tangani Karhutla, Pemkab Siak Anggarkan Rp500 Juta
12 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau beberapa pekan terakhir menjadi atensi dari berbagai pihak.Untuk hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Siak gelontorkan Rp500.000.000 untuk penanganan karhutla.Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Syafrizal, angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1.000.000.000." Kita anggarkan Rp500.000.000 juta untuk penanggulangan Karhutla di Siak, jumlah tersebut lebih kecil dibanding tahun sebelum-sebelumnya," kata Kepala BPBD Siak, Syafrizal, Kamis (11/2/2021).Anggaran tersebut, kata Syafrizal, tidak termasuk dalam gaji pokok petugas pemadam kebakaran serta tidak untuk peningkatan sarana dan prasana." Anggaran tersebut dikhususkan untuk penanggulangan karhutla di Siak saja, seperti honor petugas di lapangan diluar gaji pokok," ungkapnya.Saat ini, tambah Syafrizal, pemerintah daerah juga sedang mempersiapkan Surat Keputusan (SK) tentang siaga Karhutla, mengingat sudah banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Siak." SK nya tinggal nunggu teken dari Bupati Siak saja," jelasnya.Menurut Syafrizal, pihaknya tidak ada menyiapkan sesuatu hal yang khusus dalam menghadapi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Siak."Ya sama seperti sebelum sebelumnya, kita paling cuma melakukan penanggulangan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan,dan imbauan-imbauan ke masyarakat," jelasnya.

Emak-Emak : Dimana Keadilan?
11 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sejumlah pedagang pasar di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak menolak direlokasi ke Pasar Rakyat Tuah Raja di Kilometer 7.Hal itu tampak saat BOB PT BSP hendak memasang plang informasi dan sosialisasi kepada seluruh pedagang untuk segera mengosongkan lahan tersebut.Lahan tersebut berlokasi di kawasan segitiga milik BOB PT BSP yang direncanakan akan dibangunkan sebuah taman di sana.Tampak beberapa pedagang dari emak-emak melarang kendaraan melintas didepan pasar yang harus dikosongkan tersebut hingga mengancam akan telanjang."Kalau kami tetap dipaksa pindah juga, kami telanjang disini," teriak beberapa orang emak-emak pedagang yang tak terima akan di pindahkan ke pasar Rakyat Tuah Raja.Teriakan ibu-ibu pedagang tak berhenti disitu, mereka juga sampaikan bahwa mereka hanya mencari makan di lokasi tersebut dan bukan menuntut keadilan."Jangan ada yang lewat sini. Kami hanya mencari makan saja dilarang, dimana keadilan untuk kami, kami bukan teroris," kata Ibuk-Ibuk itu meradang.Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, Wan Ibrahim sampaikan terus berupaya mengingatkan para pedagang di pasar itu untuk segera pindah ke pasar yang sudah disiapkan pemerintah daerah."Hari ini kita ingatkan kembali kepada para pedagang, agar segera pindah ke lokasi pasar yang telah kita sediakan. Karena kawasan segitiga ini merupakan milik perusahaan BOB PT BSP yang diwacanakan akan dibangun taman," ungkap kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, Wan Ibrahim, Rabu (10/2/2021).Dikatakan Wan Ibrahim, tidak ada pungutan biaya lapak untuk berjualan di tempat yang baru pasar Rakyat Tuah Raja. Sebab itu semua sudah disiapkan pemerintah daerah Kabupaten Siak."Lapak penggantinya sudah kita siapkan, bahkan kita tidak kenakan biaya untuk mereka berdagang disana," jelasnya.Hal senada disampaikan Bagian Pertanahan BOB PT BSP, Nofriandi mengatakan lokasi segitiga yang ditempati pedagang itu akan dibangun sebuah taman."Rencananya akan dibangun taman. Kita sudah lakukan mediasi berkali-kali, hingga diputuskan hari ini untuk pemasangan plang pemberitahuan terlebih dahulu," terangnya.Terkait penolakan pedagang tersebut, pihaknya akan menunggu kebijakan pemerintah bersama Kepolisian agar proses pemindahan pedagang tersebut tidak terjadi anarkisme."Kita sudah upayakan dengan koorporatif, bahkan kita sudah menunggu untuk para pedagang ini segera pindah. Hari ini mereka juga tetap tidak mau, kita masih menunggu kembali koordinasi dengan pemerintah dan pihak kepolisian," terangnya.Penolakan penertiban itu pun terlihat semakin memanas ketika sebuah alat berat jenis backhoe loader mulai melakukan pekerjaan memancang besi plang informasi.Tampak sejumlah aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dikerahkan untuk berjaga-berjaga agar aktivitas tersebut berjalan dengan aman dan damai.

Hampir Seluruh Wilayah di Kabupaten Siak Rawan Karhutla
11 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, sampaikan hampir seluruh wilayah di Kabupaten menjadi titik rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan upaya premtif, preventif dan represif  guna menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan." Dan paling sering di Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Dayun sendiri terdapat ketebalan gambut mencapai 12 meter," kata Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, Rabu (10/2/2021).Kendati demikian, jelas Gunar, persiapan Polres Siak dalam menghadapi bencana alam karhutla di Siak sudah cukup matang dan maksimal.Berbagai upaya  seperti tindakan premtif, preventif dan represif terus dilakukan dan disiapkan guna menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan."Kita sudah persiapkan personil dan peralatan untuk melaksanakan kegiatan pemadaman dan pencegahan terjadinya karhutla," jelasnya.Mensosialisasikan tidak membakar lahan dan hutan terus dilakukan agar masyarakat sadar akan bahaya dari membakar di tengah musim cuaca seperti saat ini."Kami juga melaksanakan patroli kedaerah rawan kebakaran hutan dan lahan bersama pihak terkait seperti TNI, BPBD Siak, Manggala Agni dan seluruh elemen masyarakat," kata Dia.Bagi pembakar lahan, tambah Gunar, akan diberikan tindakan hukum yang tegas baik itu untuk perorangan maupun untuk koorperasi."Kalau pembakaran lahan dan hutan dilakukan oleh perorangan akan ditangani Polres Siak namun jika koorperasi  yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan ditangani oleh Polda Riau," tambahnya.Setiap perusahaan, kata Kapolres Siak, harus memiliki tim untuk menangani karhutla. Sehingga semua pihak bisa saling bahu membahu menekan terjadinya karhutla di Siak."Untuk radius 5 Kilometer dari kawasan perusahaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memadamkannya," tegasnya."Jangan sudah dikasi izin mengelola lahan saat terjadi karhutla perusahaan malah gak tanggung jawab, dan mereka (perusahaan) harus bertanggung jawab dengan segala resikonya," tandasnya.

Muncul 3 Nama Calon Direktur Siak Samudera
09 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 5 kandidat mengikuti pendaftaran untuk menjadi direktur di salah satu anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Siak.Dari lima tersebut, tiga kandidat dinyatakan lulus secara administrasi oleh panitia yakni Juprizal SThI MH, Rolis SH, Suhairi SH."Dua kandidat dinyatakan tidak lulus administrasi. Sebenarnya ada satu orang yang memiliki sertifikasi kepelabuhan, tapi tidak lulus karena tamatan SLTA sederajat," jelas Kabag Perekonomian Pemkab Siak Azmarman Yohanto, yang juga panitia seleksi, Senin (8/2/2021) petang.Dijelaskannya, Siak Samudera (SS) merupakan anak perusahaan PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) yang merupakan salah satu BUMD di Kabupaten Siak, Riau."Bisnis SS sendiri terkait kepelabuhanan, contohnya sewa tambat kapal di KITB kan ada restribusinya itu," jelasnya.Selaku anak perusahaan, tambahnya, SS sendiri sudah banyak berkontribusi untuk induk perusahaan yang pada akhirnya menjadi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Siak."Pada 2020, PT SPS ditargetkan menghasilkan PAD sebesar Rp146.000.000 dan  terealisasi Rp221.000.000. PAD itu paling banyak masuk dari SS," kata Dia.Seleksi tidak hanya berhenti di sini. Dari tiga kandidat direktur ini, tambah Iwanto, ke depan akan dilakukan lagi seleksi beruoa psikotes dan assesment."Jika tidak ada halangan pekan depan akan dilakukan psikotes dan assesment. Untuk tulisan makalahnya tentang visi misi kepelabuhan. Akan diumumkan kembali kapan proses lanjutannya," jelasnya.Seleksi Direktur Siak Samudera ini untuk periode 2021-2025 dengan masa jabatan 4 tahun.

Pandemi Covid-19, Polsek Koto Gasib Pasarkan Madu Budidaya Warga Teluk Rimba
09 Februari 2021 SIAK, Petah.id -Polsek Koto Gasib peduli dengan kelompok budidaya lebah madu di Teluk Rimba.Hasil panennya dipasarkan sejumlah Bhabinkamtibmas dan personel Polsek.Demikian dijelaskan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Lebih jauh dikatakannya, hal itu dimulai dari tawaran Bhabinkamtibmas untuk melihat hasil dari jaga kampung yang menjadi program Polri.“Melihat peternak kesulitan dalam melakukan pemasaran madu yang dihasilkan. Membuat kami berinisiatif membantu memasarkan,” ungkap KapolsekSuryawan.Selain diberi kemasan juga ditempel stiker, sehingga lebih mudah dikenali asal madu.Hal itu menurut Kapolsek Suryawan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Intinya ada tolong menolong dan kepedulian  di sini. “Bahkan Bhabinkamtibmas ikut membantu memasarkan. Hasilnya setiap hari ada saja penjualan,” jelas Kapolsek Suryawan.Bahkan dalam satu hari, dijelaskan Kapolsek Suryawan berhasil terjual 20 kilogram. Pemasaran sampai Pekanbaru dan Tembilahan.“Kami di sini tidak mengambil keuntungan semata. Tapi sebaliknya membantu memasarkan produk yang menjadi usaha masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Kapolsek Suryawan.Keuntungan menurut Kapolsek Suryawan digunakan untuk Jumat Barokah, membantu warga yang kurang beruntung dari segi ekonomi.Lebih jauh dikatakan Kapolsek Suryawan, tidak hanya madu, jika ada masyarakat yang ingin produknya dipasarkan silakan berkabar. “Kami akan berusaha membantu meyakinkan calon pembeli. Bahwa produk yang kami pasarkan memang yang terbaik dan layak menjadi pilihan,” sebut Kapolsek Suryawan.

Gerak Cepat Polsek dan Pemcam Koto Gasib Cegah Karhutla
05 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Wilayah Siak sebagian besar terdiri dari gambut. Pencegahan karhutla dilakukan pihak kepolisian bersama pemkab dan instansi terkait.Dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, dia tak bosan mengajak semua pihak terutama warga untuk mencegah karhutla.“Mencegah lebih baik dari pada mengatasi. Hal ini perlu kepedulian dan kerja sama semua pihak. Meski tidak mudah, namun kita harus melakukannya jika kita tidak ingin ada karhutla di wilayah kita,” ungkap Kapolsek Suryawan.Sebenarnya sejak 2019, pihaknya sudah membentuk Satgas Karhutla Kecamatan Koto Gasib yang memang sangat aktif. Satgas ini tidak hanya melibatkan personel Polsek, tapi juga pemerintah kecamatan dan kampung, organisasi dan perusahaan, tapi juga Masyarakat Peduli Api (MPA).“Tidak hanya mengkampanyekan  bahaya karhutla untuk kesehatan, keselamatan dan lingkungan. Tapi juga bagaimana waktu, biaya dan tenaga yang dikeluarkan jika kebakaran lahan terjadi,” jelas Kapolsek Suryawan.Tidak hanya berhenti sampai di situ, kelompok diskusi, pertemuan dan pengajian dna rumah ibadah juga menjadi wilayah sosialisasi. Hal ini penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan semua pihak untuk mencegah karhutla.“Makanya pada Jumat (5/2) kami menggelar apel. Memastikan kesiapan tim dan personel serta peralatan. Lebih baik mencegah dari pada harus berjibaku memadamkan kebakaran lahan,” ungkap Kapolsek Suryawan.Jika sama sama diawasi dan dijaga, kata Kapolsek Suryawan, dia yakin apa yang dikhawatirkan dapat diminimalisir, atau ditiadakan.

Tak Pakai Masker, 15 Warga Siak Kena Denda Rp50.000
05 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 19 orang warga Siak terjaring operasi yustisi gabungan Satpol PP, Polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan di Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.Dari 19 orang tersebut, 15 orang ikut sidang karena tidak menggunakan masker dan 4 orangnya lagi ditegur dengan surat pernyataan."Yang membuat surat pernyataan itu karena dia membawa masker tapi tidak dipakai dengan baik," kata Kasatpol PP Kabupaten Siak, Kaharudin, Kamis (4/2/2021).Bagi pelanggar Perda nomor 4 tahun 2020 tentang penyakit menular dan covid-19 akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp200.000."Hukuman maksimal membayar denda uang sejumlah Rp200.000, namun, kalau soal hukuman kurungan itu alternatif sangat terakhir," kata Kahar.Ditambahkan Kaharudin, hal ini merupakan uapaya pemerintah daerah dalam menekan penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak."Ini merupakan salah satu upaya dari pemkab Siak untuk mengingatkan masyarakat secara berkelanjutan agar tetap waspada akan bahaya penyebaran covid-19, sebab virus ini sangat nyata," tambahnya.Operasi Yustisi ini, jelas Kaharudin, juga bagian dari penegakan perda tentang covid-19. Dan Siak merupakan satu-satunya Kabupaten se Provinsi Riau yang memiliki perda tentang covid-19."Artinya pemkab Siak sangat komitmen tentang penanganan covid-19," imbuh Kahar.Sementara itu, untuk tahun 2020 sebanyak 700 pelanggar di tegur dengan lisan, 2.604 orang ditegur secara tertulis (dengan surat pernyataan), 1.644 orang di sanksi kerja sosial dan sebanyak 35 orang disidang dengan denda."Dengan jumlah total denda yang didapat sebanyak Rp1.750.000," kata Kaharudin.Hal senada juga dikatakan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Muhammad Syarifuddin. Dikatakannya, kegiatan ini juga bagian dari mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan."Selain ikhtiar melalui vaksinasi,dengan tetap mematuhi protokol kesehatan menjadi langkah yang dianggap paling efektif dalam menekan penyebaran covid-19 yang belum hilang sepenuhnya," kata Dia.Saat sidang dimulai secara virtual, hakim Mega Mahardika juga memutuskan 15 orang yang melanggar protokol kesehatan tersebut di denda Rp50.000." Karena melanggar, seluruh pelanggar didenda masing-masing dengan membayar denda Rp50.000," putus Hakim Mega Mahardika secara virtual.

Kedapatan Membawa Kayu Olahan Ilegal, Dua Warga Sungai Apit Dibekuk Polairud Polda Riau
05 Februari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Kayu olahan di Perairan Lalang Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ditangkap Polisi Perairan (Polair) saat sedang patroli pada Kamis (4/2/2021) sekira pukul 03.30 Wib.SU (34) dan JU (33) warga Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit terpaksa diamankan oleh Dirpolairud Polda Riau karena membawa kayu olahan tersebut tanpa izin dengan mengunakan pompong.Demikian dikatakan Dirpolairud Polda Riau Kombes Eko Irianto melalui Kasubdit Gakkum AKBP Wawan.“Keduanya diamankan saat membawa kayu olahan Ilegal jenis meranti dari Sungai Lukit, Kabupaten Kepulauan Meranti tujuan ke Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Kayu yang dibawa itu tidak dilengkapi surat izin," ungkap Wawan.Mantan Kapolsek Kandis Resor Siak itu menuturkan, kayu olahan dalam bentuk papan dan bloti yang diamankan sejumlah lebih kurang 8 meter kubik.Penangkapan keduanya, kata Wawan, berawal dari laporan masyarakat kepada petugas kapal patroli IV-2005 di perairan Lalang tentang adanya distribusi kayu ilegal dari Sungai Lukit.“Lebih kurang lima jam melakukan pengintaian, tim patroli melihat pompong yang mecurigakan, lalu melakukan pengejaran dan pemeriksaan sehingga diketahui, kayu yang diangkut tidak dilengkapi surat izin," terangnya.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya tengah diproses lebih lanjut dan ditahan di kantor Ditpolairud.Pasal yang diterapkan kata Wawan adalah tentang Tindak Pidana di bidang Kehutanan, Mengangkut, Menguasai atau Memiliki hasil hutan  kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan.Kemudian, pasal 83 ayat ( 1 ) huruf ( b ) Jo Pasal 12 huruf (e) dalam pasal 37 UU RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan dari Undang  undang RI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan Perusakan hutan Jo  Paal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

2 orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, PTM di Islamic Centre Siak Diliburkan
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 2 orang murid Sekolah Dasar (SD) Islamic Centre Siak terkonfirmasi positif covid-19. Seluruh murid dari kelas 1-6 diliburkan selama 14 hari kedepan.Demikian dikatakan Kepala Sekolah SD Islamic Centre Gofur Saputra. Disampaikannya, seluruh murid dan guru tingkat Sekolah Dasar itu terpaksa diliburkan dari sekolah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan melakukan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing." Ada dua orang murid yang terkonfirmasi positif covid-19, jadi dari kelas 1-6 diliburkan sekolahnya untuk isolasi mandiri, termasuk guru-gurunya," jelas Kepala Sekolah SD Islamic Centre, Gofur Saputra, Rabu (3/2/2021).Disampaikannya, Dua orang murid tersebut terkonfirmasi positif covid-19 dari orang tuanya yang bekerja disalah satu instansi pemerintah daerah."Mereka terkena nya dari orang tuanya yang bekerja di salah satu instansi pemerintah daerah Siak," kata Dia.Untuk menghindari penyebaran covid-19 ke anak yang lain, tambah Gofur, pihak sekolah meliburkan seluruh kelas tingkat dasar selama 14 hari kedepan."Kita mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan makanya kita liburkan dulu 14 hari kedepan sejak hari ini untuk isolasi mandiri," tambahnya.Sebelumnya, 4 Januari 2021, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak sudah memulai lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau menyatakan siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.Guru dan murid melakukan belajar tatap muka setelah beberapa bulan melaksanakan proses belajar dengan daring.Seperti dikatakan, Bupati Siak Alfedri, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, sebanyak 80 persen sekolah siap mengikuti pembelajaran tatap muka."Untuk tingkat SD baik Negeri maupun Swasta yang siap belajar tatap muka sebanyak 183 sekolah sementara yang belum siap sebanyak 47 sekolah," kata Alfedri.Tingkat SMP, tambah Alfedri, jumlah sekolah tingkat menengah itu di Siak berjumlah 110  sekolah dengan rincian 82 sekolah Negeri dan 28 sekolah Swasta." Yang siap dan memenuhi syarat untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP sebanyak 88 sekolah dengan rincian 70  sekolah negeri dan 18 sekolah swasta," tambah Alfedri.Setiap sekolah, jelas Alfedri, harus menyiapkan alat termogan, tempat cuci tangan, masker dan menyusun kursi tempat duduk murid agar menjaga jarak."Bagi yang belum memenuhi persyaratan daftar periksa maka belum bisa melakukan proses belajar tatap muka, namun, bagi yang telah memenuhi persyaratan,maka akan dimulai pada hari ini," kata Alfedri.

Tim Pemadam Masih Berjibaku Jinakkan Api Karhutla di Siak
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Tim gabungan yang memadamkan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terus bergerak menjinakkan si Jago Merah.Bahkan, hingga malam hari tim dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polisi dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus bertungkus lumus melakukan penyekatan agar api tidak meluas." Kemarin sampai malam hari kami terus melakukan pemadaman api bersama tim lainnya di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak," kata Kadaops Manggala Agni, Ihsan  Abdillah, Kamis (4/2/2021).Dijelaskan Ihsan, untuk kebakaran hutan dan lahan di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit berhasil dipadamkan." Saat ini disana terus dilakukan pendinginan dan memastikan agar api benar-benar padam," jelas Ihsan.Sementara, untuk di Kelurahan Sei Mempura, Kecamatan Mempura hingga saat ini pihaknya bersama tim Polri, TNI, BPBD Kabupaten Siak, dan MPA terus melakukan upaya pemadaman dan penyekatan." Saat ini diturunkan 1 alat berat untuk melakukan penyekatan supaya api tak meluas di Kecamatan Mempura. Sebab Api masih hidup," tambah Ihsan.Untuk luasan, setelah diukur menggunakan drone, untuk di Kecamatan Sungai Apit luasan yang terbakar mencapai 10 hektar sementara di Kecamatan Mempura berkisar 2 hektar."Setelah pendinginan di Kecamatan Sungai Apit yang terbakar kurang lebih luasnya hampir 10 hektar dan di Kecamatan Mempura diperkirakan 2 hektar," kata Dia.Pantauan di lapangan, saat ini pihak Manggala Agni, TNI, BPBD Kabupaten Siak, Polisi dan MPA masih berjibaku memadamkan api di Kecamatan Mempura.

Tim Kesulitan Air untuk Memadamkan Api
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Bersamaan dengan Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, api kembali membakar lahan di Kelurahan Sei Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (3/2/2021).Setidaknya 2 hektar lahan kebun sawit bertanah gambut terbakar. Demikian dikatakan Humas Manggala Agni Daops Siak Sutrisno, situasi menjadi sulit dikendalikan karena kondisi air di dalam kanal kering dan tidak ada airnya."Kesulitannya sumber air terlalu jauh, dan kanal-kanal pada kering," kata Sutrisno di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (3/2/2021) petang.Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut. "Belum tahu lagi sebabnya, tim focus pemadaman api dahulu," kata Sutrisno.Sementara itu, Lurah Sei Mempura Ardi yang turut serta memadamkan api juga belum mengetahui lahan tersebut milik siapa."Belum tahu kita,ini mau kita cek dulu punya siapa lahan ini," kata Ardi.Sementara itu Kapolsek Siak Marto Harahap imbau masyarakat Siak untuk tidak membakar lahan di tengah kondisi musim panas seperti ini." Bagi warga yang mancing, mencari madu, dan menembak burung di hutan jangan buang puntung rokok sembarangan, itu sangat berbahaya," kata Kapolsek Siak.Ia juga menegaskan, akan menindak dengan tegas bagi yang kedapatan membakar lahan."Kedapatan membakar lahan akan kita tindak secara tegas," ungkapnya.Hingga berita ini diterbitkan, tim dari Manggala Agni, TNI,Polisi, BPBD, pihak Kecamatan  Mempura dan MPA Kelurahan Sei Mempura masih berjibaku memadamkan api.Sebanyak 15 orang Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Siak, 3 personil Polisi, TNI, MPA Sei Mempura dan BPBD Kabupaten Siak sedang berjibaku menjinakkan sijago merah

2 Hektar Lahan Gambut di Kecamatan Sungai Apit Terbakar
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Seluas 2 hektar lahan gambut di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ludes dilalap si Jago merah."Setengah hektar saat ini berhasil dipadamkan," ungkap Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah, Rabu (3/2/2021).Kata Ihsan, kebakaran hutan dan lahan tersebut pertama kali diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat pada Selasa (2/2/2021) sekira pukul 12.30 Wib."Hari ini tim melakukan penyekatan dan pemadaman langsung agar kebakaran tidak semakin meluas," jelasnya.Saat ini, tambah Ihsan, api sudah mulai dapat dikendalikan dan kondisi dilokasi kebakaran sudah kondusif."Tim dari Manggala Agni Daops Siak, TNI, Polri, MPA Bunsur, Masyarakat Desa Bunsur terus melakukan pemadaman lanjutan di lokasi agar kebakaran dapat dituntaskan," tambahnya.Dalam kesempatan itu Ihsan mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Siak untuk tetap waspada terjadinya kerhutla."Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak agar di musim kemarau saat ini tetap waspada terhadap kebakaran hutan," imbau Ihsan.Hal senada juga dikatakan HumasManggala Agni Siak Sutrisno, Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar." Intinya di musim kemarau ini jangan sampai ada masyarakat yang melakukan aktifitas membakar di lahannya agar tidak terjadi Karhutla," kata Sutrisno.Dijelaskannya, untuk lahan di Kampung Bunsur yang terbakar itu merupakan semak belukar, Kelapa Sawit." Hingga saat ini kami belum mengetahui penyebab terjadi kebakaran tersebut, kami fokus ke pemadaman agar tak meluas," tandasnya.

DPD KNPI Siak Dukung Penuh Haris Pratama Polisikan Abu Janda
01 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  Kabupaten Siak Naufal Haddrami sampaikan dukungan penuh atas laporan Ketua Umum KNPI Haris Pratama ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis (28/01/2021).Laporan tersebut ditujukan untuk akun @permadiaktivis1 yang selama ini diduga dikuasai oleh Permadi Arya alias Abu Janda."Kami DPD KNPI Kabupaten Siak mendukung dan mengawal laporan yang dilakukan ketua umum. Kita menduga ini adalah sikap rasisme yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Naufal Haddrami, Senin (1/2/2021).Menurut Opal, sapaan akrabnya, apa yang disampaikan Abu Janda tidak mencerminkan prinsip kebhinnekaan dan Pancasila untuk saling menghargai perbedaan suku, agama ras dan antar golongan."Betapa susahnya Presiden Jokowi untuk berusaha menjaga kesatuan dan persatuan bangsa ini namun statemen-statemen yang selalu memancing gaduh diduga selalu dilontarkan dan publikasi oleh Abu Janda," tambah Banjir.Untuk itu, tambah Opal, apa yang dilakukan oleh ketua umum KNPI Haris Pratama sudah tepat untuk melaporkan Abu Janda. "Kami berharap Polri serius dalam permasalahan ini, demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," tutupnya.

Wiwik Widaningsih Nakhodai PWI Siak
29 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Wiwik Widaningsih terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak periode 2020-2023.Terpilihnya Wiwik Widaningsih, setelah mengalahkan suara Abdus Salam dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) V di Gedung Tengku Mahratu Siak pada Kamis (28/1) petang.Perolehan suara antara Wiwik dengan Salam terpaut tiga suara. Wiwik meraih 11 suara, sedangkan Abdus Salam 8 suara.Wiwik merupakan wartawati di Riaupos dan Abdussalam di Suarariau.com. Mereka berdua aktif peliputan di wilayah Kabupaten Siak.“Kemenangan ini merupakan kemenangan bersama. Sebab saya mengikuti pemilihan Ketua PWI Siak ini, atas desakan kawan kawan yang menginginkan warna baru untuk PWI Siak,” ungkap Wiwik.Sebagai wartawan yang sudah malang melintang di dunia peliputan dan dikenal banyak narasumber di Kabupaten Siak, Wiwik yakin bisa membawa PWI Siak menjadi lebih berwarna.“Saya ucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang telah memilih saya sebagai Ketua PWI Siak. Amanah ini akan saya emban dengan sebaik baiknya untuk PWI Siak ke depan lebih baik lagi,” kata Wiwik Widaningsih.Wiwik mengajak semua bersatu untuk sama-sama mengembangkan organisasi ini. Sebab organisasi ini milik bersama. Harus dibangun imej positif dan dikembangkan dengan sejumlah aktivitas positif tidak hanya untuk kepentingan anggota, namun juga untuk masyarakat.Sementara Abdus Salam mengaku legowo. Menurutnya, siapapun yang terpilih sebagai Ketua PWI Siak, dia merupakan orang-orang terpilih.“Saya yakin, Wiwik bisa membawa PWI Siak ini menjadi lebih baik lagi, dengan segala program dan konsep yang dia miliki,” ungkap Salam.Sementara pagi harinya, Konferkab dibuka oleh Asisten III yang juga Plt Kadis Infokom Jamaluddin dan petang harinya setelah Wiwik Widaningsih terpilih, Konferkab V PWI Siak ditutup oleh Sekretaris PWI Riau Amril.Dalam sambutannya, Jamaluddin mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan para wartawan yang menjadi anggota PWI Siak.“Siapa pun yang terpilih menjadi ketua PWI Siak, tentu kemitraan dengan pemerintah kabupaten dapat terjalin semakin baik,” kata Jamaluddin.

Gerakan Jaga Kampung, Tabur 5.000 Bibit Ikan
29 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Belum genap sebulan menjabat, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto dengan kerendahan hati berbincang dengan warga Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib.Kapolres Gunar tidak canggung duduk di tempat yang seadanya. Bahkan kelapa muda yang disiapkan disantapnya tanpa sungkan pada Kamis (28/1) petang itu, sekitar pukul 14.30 WIB, Kapolres Gunar memang sengaja melakukan kunjungan ke Kampung Binaan Polres Siak. Tidak hanya untuk mengenal warga yang bertahan di tengah pandemi dengan mengelola lahan tidur milik Pertamina. Ada Kelompok Tani Maju Bersama yang menjadi binaan Polsek Koto Gasib dengan Bhabinkamtibmasnya dan PT KTU dengan instruktur pertanian berikut bibitnya.Menurut Kapolres Gunar, apa yang dilakukan masyarakat dan kelompok tani, merupakan jawaban dari permasalahan pangan.“Warga dan petani sudah bisa memenuhi kebutuhan hari harinya, tanpa harus menunggu bantuan. Mereka begitu kreatif dan aktif,” ungkap Kapolres Gunar.Kapolres datang bersama rombongan didampingi Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, Kerani Kampung Sengkemang Fauzi dan staf, personel Polsek, Poktan Maju bersama dan tokoh masyarakat Kampung Sengkemang.Perbincangan terkait kamtibmas yang semakin baik, serta tentang hasil kebun dilakukan Kapolres dengan Ketua Karang Taruna Amir, Kaur KesraSukrizal, Ketua BapekamM Nasir, RT 02, Kadus 01 Taufik Hidayat dan sejumlah warga.Dalam perbincangan itu, Kapolres bersikap seolah tidak ada jarak, sehingga komunikasi mengalir dan menyejukkan.“Kami ingin masyarakat benar benar menyadari pentingnya ketahanan pangan. Program Jaga Kampung ini, memang menjadi bukti bahwa kedekatan antara masyarakat dengan Polri memang realita,” ungkap Kapolres Gunas.Dalam kesempatan itu, Kapolres Gunar juga menebar anakan ikan jenis patin sebanyak 5.000. Dan membantu masyarakat memanen hasil kebun, berupa kacang panjang, cabai, mentimun, terong dan jagung.“Bagi saya, waktu 2 jam terlalu singkat untuk mendengarkan kelukesah masyarakat. Dari sanalah kami menggali informasi untuk selanjutnya berbenah dan selanjutnya memberikan yang terbaik sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat,” ungkap Kapolres Gunar.Kapolres Gunar berjanji akan datang lagi dan terus memantau kondisi Kampung Sengkemang dan kampung lainnya di Kabupaten Siak.“Setiap daerah memiliki kelebihan, demikian juga Kampung Sengkemang. Kami juga bangga atas kerja samadan begitu dekatnya personelkami dari Koto Gasib dengan masyarakat,” kata Kapolres Gunar.Kapolres Gunar berharap wilayah lain dapat melakukan hal yang sama dengan Desa Sengkemang, disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.Mari kita berlomba lomba untuk misi ketahanan pangan dalamProgram Jaga Kampung.Sementara KapolsekKoto Gasib Ipda Suryawan mengaku senang atas kedatangan Kapolres di wilayah.“Kami berusaha lebih dekat dengan masyarakat karena kamipelindung, pelayan dan pengayom masyarakat,” sebutnya.

Jelang Konferkab PWI ke-5, Tiga Nama Wartawan Mencuat
27 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak agendakan gelar Konferensi Kabupaten (konferkab) ke-5.Diagendakan acara tersebut akan digelar pada Kamis (28/1/2021) di Gedung Mahratu.Demikian dikatakan Ketua Panitia Konferkab PWI ke-5, Koko Hariyadi mengatakan ada tiga kandidat yang akan bertarung dalam Konferkab tahun 2021 ini. Tiga kandidat itu adalah wartawan Riau Pos, Wiwik Widaningsih, Soleman Sihotang Owner Lintas10.com, dan Abdus Salam dari suarariau.com.“Mereka bertiga yang memenuhi syarat sebagai kandidat, karena ketiganya merupakan anggota biasa,” jelas Koko Haryadi, Rabu (27/1/2021)Untuk persiapan, kata Koko lebih jauh, sudah 100 persen siap dilaksanakan. Konferkab akan dilaksanakan di Gedung Tengku Mahratu dan dijadwalkan akan dibuka oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.Selain itu, hadir juga mantan Ketua PWI Siak yang juga membidani lahirnya PWI di Kabupaten Siak, Abu Kasim yang saat ini sebagai editor Harian Riau Pos, bersamanya hadir juga delegasi dari PWI Riau.Sementara itu, bakal calon ketua PWI Kabupaten Siak, Abdus Salam menyebut dirinya ingin memberikan yang terbaik untuk PWI Siak.Menurutnya, organisasi profesi wartawan ini kedepannya akan lebih profesional dan proporsional.“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk PWI Siak, sehingga anggota PWI  lebih profesional tidak hanya dalam bekerja tapi juga bermitra dengan semua pihak,” jelasnya.Kedepan, tambah Salam, Ia akan melakukan kegiatan-kegiatan di bidang jurnalis, mengedukasi masyarakat dalam rangka lebih memperkenalkan kerja dan tugas wartawan."Masyarakat harus tau apa yang menjadi tugas jurnalistik agar tidak lagi salah kaprah. Begitu juga dengan pejabat," ungkapnya.Wiwik Widaningsih saat dikonfirmasi terkait motivasinya, disebutkannya atas keprihatinnya mengubah imej wartawan menjadi lebih positif dan profesional.“Kami ingin menjadi bagian dari pembangunan di kabupaten ini. Sebagai mitra, kami akan tetap saling mengingatkan dengan pemerintah, sehingga pembangunan dan cita-cita luhur bersama dapat tercapai,” jelas Wiwik Widaningsih.“Lebih jauh dikatakannya, kesejahteraan anggota juga menjadi visinya. Mudah-mudahan tercapai, Insya Allah,” sebutnya.Sementara Soleman Sihotang akan membawa PWI Siak menjadi organisasi yang semakin dihargai karena visi dan misinya jelas. “Kami akan menjalin kemitraan dengan pemerintah dan perusahaan, sehingga lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat,” sebut Soleman.Sementara visi ke depan, membangun kepercayaan untuk mensejahterakan anggota. Sehingga anggota fokus dalam dunia jurnalistik sebagai membawa kabar yang objektif.“Insya Allah apabila diberikan amanah menjabat Ketua PWI Siak, akan membawa ke arah yang lebih baik lagi.  Ikut serta berperan dalam mengawal pembangunan dan  bersinergi dengan Pemerintah serta semua pihak demi kemajuan Kabupaten Siak,” katanya.Terpisah, Ali Masruri yang sebentar lagi menyerahkan tongkat estafet mengatakan Konferkab ini merupakan keniscayaan.“Saya yakin, akan lahir penerus yang mampu membawa PWI Siak ini menjadi lebih baik lagi,” sebut Ali Masruri.Menurutnya, organisasi memang perlu regenerasi. "Ini adalah momen lahirnya generasi emas PWI Siak dalam menghadapi realita ke depan sebagai mitra pemerintah dan semua pihak," imbuhnya.

Satu Kali Dua Puluh Empat Jam, Kawanan Pencuri Sarang Burung Walet Dibekuk Polsek Gasib
27 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Lima kawanan pencuri sarang burung walet yang beraksi di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Siak dibekuk Polsek Koto Gasib di wilayah Sungai Apit.Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Dijelaskannya, pengungkapan aksi kawanan pencuri sarang burung walet ini, pada Rabu (27/1/2021 sekitar pukul03.30 WIB Gang Pusara Kampung Teluk Batil, Kecamatan Sungai Apit.“Ada pun kelima kawanan itu berinisial Her (38), Sam (29), Ar (35), Sab (35), dan Jay (27) terduga  penadah hasil curian sarang burung walet,” ungkap Kapolsek Suryawan.Di tempat yang sama, tambah Kapolsek, pelaku sudah dua kali melakukan aksi pencurian."Sementara kerugian ditaksir Rp10 juta dan saat ini kami sedang mendalami kasus tersebut," tambahnya.Dijelaskan Kapolsek Suryawan, pengungkapan ini atas kerja sama Polsek Koto Gasib dengan Polsek Sungai Apit.Pada Selasa (26/1) sekitar pukul 12.35 WIB, telah datang seorang lelaki bernama Lutermen Hura (35) ke Polsek Koto Gasib, melaporkan telah terjadi dugaan pencurian sarang burung walet pada Senin (25/1) petang, di Dusun Sukadamai RT/RW 006/002 Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, tepatnya di budidaya sarang burung walet milik Ardi Irfandi.Hasil olah tempat kejadian perkara ditemukan barang bukti berupa godam atau alat yang bisa digunakan untuk membobol tembok. Dan hasil penyelidikan pelaku diduga berada di Teluk Batil.“Kami langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Sungai Apit Yuda Efiar SH. Bersama personel Reskrim Polsek Sungai Apit, kami melakukan penangkapan empat diduga pelaku pencuri sarang burung walet di Gang Pusata Teluk Batil,” jelas Kapolsek Suryawan.Lewat keterangan keempat kawanan ini, terkuak bahwa mereka memasarkannya kepada Jay. Tak berselang lama, Jay berbasis diamankan.“Selanjutnya kelimanya kami gelandang ke Polsek Koto Gasib. Dari hasil penyidikan, kelimanya beraksi di sejumlah tempat termasuk di Sungai Apit. Namun,  korban tidak membuat laporan,” jelas Kapolsek Suryawan.Ada pun alat yang digunakan pelaku dalam aksinya dan kini menjadi batang bukti adalah, selain delapan sarang burung walet seberat setengah ons, ada juga godam untuk membobol tembok, serta pelepah sawit untuk mengait sarang walet.“Atas apa yang dilakukan kawanan ini, kami menjerat mereka dengan pasal 363  ayat (1) keempat dan kelima KUHP,” jelas Kapolsek Suryawan. 

Diduga Jadi Pengedar Narkoba, MR Diringkus Polsek Sungai Apit
26 Januari 2021 SIAK, Petah.id - MR (22) warga Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak diringkus Polisi Sektor (Polsek) Sungai Apit.MR ditangkap karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Bersama tersangka turut diamankan 2 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,52 gram dan 3  bungkus kosong plastik bening.Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto melalui Kapolsek Sungai Apit AKP Yuda Efiar, disebutkannya pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku sering melakukan transaksi di dalam rumah pelaku."Kita langsung mendatangi TKP kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh RT setempat," ungkap Kapolsek Sungai Apit AKP Yuda Efiar.Dari penggeledahan tersebut, tambah Kapolsek, ditemukan 2 paket narkotika jenis sabu di celana tersangka dan di kamarnya."Penggeledahan badan, pakaian dan rumah ditemukan di dalam kantong celana sebelah kanan pelaku 1 paket yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian, di dalam kamar pelaku ditemukan 1 paket lagi,di bagian dapur ditemukan 1 unit timbangan digital warna hitam," tambahnya.Tersangka, kata Kapolsek lebih jauh, juga mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan miliknya."Dari hasil introgasi pelaku mengakui bahwa 2 paket narkotika tersebut beserta 1 unit timbangan digital merupakan miliknya," terang AKP Yuda.Saat ini pelaku berikut barang bukti 2 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,52 gram, 3 bungkus kosong plastik bening, 1 unit handphone android merk Vivo warna biru tipe A5a, 1 unit timbangan digital warna hitam tidak ada merk dan uang sebesar Rp530.000 dibawa dan diamankan di Mapolsek Sungai Apit untuk proses lebih lanjut.

Gegara Judi Togel AR Diringkus Polisi
25 Januari 2021 SIAK, Petah.id - AR (40) Warga Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak diringkus aparat Polsek Minas. AR ditangkap polisi diduga karena menggelar perjudian togel. Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto melalui Kapolsek Minas AKP Simanungkalit."Tersangka ditangkap pada Minggu (24/1/2021) sekira pukul 13.00 Wib di Jalan Yos Sudarso Kilometer 27," ungkap Kapolsek Minas AKP Simanungkalit.Penangkapan tersebut, tambah Kapolsek, berdasarkan dari informasi masyarakat yang sudah resah akan aktivitas perjudian tersebut."Modusnya pelaku mengikuti situs judi online dengan nama Kapten MTO untuk melakukan penjualan nomor togel dan nomor yang dipesan kepada pelaku akan direkap ke dalam link situs judi jenis togel Kapten MTO tersebut," jelas AKP Simanungkalit.Saat ini, kata AKP Sumanungkalit  menegaskan, Polres Siak dan seluruh jajaran saat ini tengah gencar memerangi perjudian di Kabupaten Siak. Warga masyarakat diimbau untuk tidak menggelar perjudian dalam bentuk apapun. “Kepada warga masyarakat, jika melihat ada praktik perjudian bisa melaporkan ke Polres Siak atau Polsek terdekat, sekecil apapun laporan akan kami tindaklanjuti,” imbaunya.Dari penangkapan tersebut, Polsek Minas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti 1  Unit Handphone merek Vivo 1816 warna hitam, 1 lembar bukti transfer uang pembelian nomor togel dari ATM Mandiri milik pelaku kepada nomor rekening yang terdaftar di situs judi online Kapten Mto atas nama Ade Saepudin."Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) Jo Pasal 303 bis Ayat (1) ke- 1 KUHPidana," imbuhnya.

Kapolres Siak Imbau Semua Elemen Cegah Terjadinya Karhutla
24 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto SIK MH mengimbau warga Kabupaten Siak mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Menurut Kapolres Gunar,mencegah lebih baik dari pada mengatasi. Sebab mengatasi tidak hanya memerlukan tenaga yang luar biasa, tapi juga waktu dan biaya.“Saat terjadi karhutla, sangat besar biaya yang dikeluarkan, demikian juga dengan waktu dan tenaga,” jelas Kapolres Gunar.Mencegah karhutla, caranya adalah dengan tidak membakar, saat membersihkan ladang, kebun dan sawah. Pasalnya, mendekati musim kemarau seperti saat ini, sering didapati aktivitas warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. “Meningkatnya suhu udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu pekan terakhir, menjadi pertanda wilayah di Kabupaten Siak akan memasuki musim kemarau,” terang Kapolres Gunar.Jangan sampai saat kemarau, warga membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, karena itu akan berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat. “Kabut asap yang ditimbulkan karena membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar adalah kesehatan masyarakat serta perkembangan ekonomi,” jelas Kapolres Gunar.Kapolres Gunar menegaskan, dia sudah menginstruksikan kejajaran untuk melakukan pemantauan karhutla. Dia meminta semua pihak berperan mencegah karhutla, baik tokoh masyarakat, pemerintah kampung dan lainnya.Jika warga tetap melakukan pembakaran saat membersihkan maupun membuka lahan, tentunya akan ada sanksi yang diberlakukan Kami mengedepankan penegakan hukum, dengan cara menerapkan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat 3 berisikan pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar. Lalu Pasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp1,5 miliar,” jelas Gunar.Tidak hanya sampai di situ, akan dijerat juga dengan UU Nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar. Serta UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 108 menyatakan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar. Hal ini berlaku untuk semua pihak, baik masyarakat maupun korporasi. Mengingat akibat karhutla sangat luar biasa. Banyak yang dirugikan dan dikorbankan terutama kesehatan dan perekonomian masyarakat.Kami berharap tidak ada lagi karhutla, terutama di wilayah Kabupaten Siak. Hal itu bisa terwujud dengan kerja sama dan peran TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakatSatu hal lagi, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pendekatan yang intens kepada masyarakat maupun korporasi pemilik lahan agar tidak membakar lahannya.

Mengenal Gendang Alat Musik Pengiring Tepung Tawar
23 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Masyarakat Melayu memiliki adat istiadat dalam pernikahan, di antaranya prosesi tepuk tepung tawar. Pada prosesi ini, biasanya selalu diiringi dengan lantunan musik gendang dan gong. Alat musik ini dinamai gendang nobat atau gendang panjang. Gendang panjang ini terdiri dari beberapa jenis diantaranya, gendang melalu, gendang penengkah, ketawak (gong), nafiri berupa alat tiup sejenis seruling. Belum banyak yang tahu proses pembuatan gendang panjang yang memiliki beberapa jenis ini. Seorang pengerajin gendang nobat, Abdullah Ahmad (53) warga Kampung Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit menjelaskan, awalnya dia merupakan pemain gendang panjang. Ayah empat anak yang akrab disapa Atah Had ini, tidak memiliki alat sendiri. Dia selalu meminjam kepada orang lain yang memiliki gendang panjang tersebut. "Dulu kami ketika mengiringi tepuk tepung tawar dan arak arakan pengantin, selalu meminjam alat gendang ini dengan orang lain," kata Atah Had. Pada tahun 2002 lanjut atah had, dia berinisiatif membuat gendang tersebut untuk koleksi sendiri, bahan bakunya pun terbilang unik dari bahan gendang lain yang biasanya dari pohon nangka atau pohon cempedak. Dia membuatnya dari pohon karet yang sudah tua. "Lebih efektif, selain mudah dicari pohon karet ini lebih ringan, suara yang dihasilkan lebih nyaring, dan kalau ketawaknya saya buat dari drum bekas", jelasnya. Kemudian pada tahun 2003, beberapa orang mulai menawarkan gendang miliknya untuk dibeli. Hingga sampai saat ini atah had sudah memproduksi gendang dan ketawak sebanyak 75 buah. "Kalau untuk gendang dan ketawak sudah ada sekitar 21 set, tapi kalau untuk ketawaknya saja ada sudah 54 buah, lebih banyak yang memesan ketawak karena tak banyak orang yang buat ketawak" ungkapnya. Sementara itu, untuk satu set Gendang Panjang atah had membandrol dengan harga 1,5 juta rupiah, dan untuk ketawak dengan harga 2 juta rupiah. Gendang panjang itu sendiri terdiri dari beberapa alat, setiap alat memainkan rentak yang berbeda pula, diantaranya pukul melalu, pukul penengkah, sementara ketawak berfungsi sebagai pengatur tempo. "Setiap alat memiliki fungsi masing masing, dan ketawak ini sebagai pengatur tempo, kalau ketawaknya cacat tempo, maka alat yang lainnya juga akan cacat tempo," ungkapnya. Atah had juga mengajarkan tata cara memainkan alat tersebut kepada pemuda di kampungnya sebagai bentuk melestarikan adat budaya. Bahkan, dia juga pernah di undang oleh Lembaga Adat Melayu Kabupaten Siak untuk memberikan pelatihan gendang panjang pada tahun 2020 lalu. Atah had pernah menjadi juri pada perlombaan Gendang Panjang tingkat kabupaten. "Saya selalu berharap, gendang panjang ini terjaga kelestariannya, karena ini bagian dari budayanya orang melayu," imbuhnya. Kepiawaiannya dalam bermain dan memproduksi gendang panjang ini diperoleh secara otodidak. "Dulu waktu saya masih muda selalu melihat orang orang memainkan gendang ini, jadi saya pun belajar sendiri," kata dia

Unik, Pohon Kelapa di Siak Ini Bercabang 5
21 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Umumnya pohon kelapa hanya berbatang lurus tanpa bercabang, namun di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ada pohon kelapa bercabang 5.Pohon kelapa itu diketahui milik H Bukhari (69). Kata Bukhari tahun 1973 Ia beli dari seorang warga Kampung Penyagun, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Meranti saat Ia masih lajang."Saya beli bibitnya dengan Cekgu Matae orang bugis pada tahun  1973 di Penyagun, dan saya tanam di halaman rumah saya tahun 1974," jelas pemilik kelapa bercabang 5, H Bukhari, Sabtu (16/1/2021).Awalnya, lanjut Bukhari, pohon ini tumbuh seperti pohon kelapa pada umumnya, namun setelah berumur 20 tahun pohon tersebut mengeluarkan tunas cabang yang baru."Jadi pada tahun 1994, waktu itu saya baru pulang kerja, istri saya memberitahukan kepada saya bahwa pohon kelapa didepan rumah tumbuh tunas yang baru," terang Bukhari mengingat ingat kejadiannya.Kata Bukhari, buah yang dihasilkan dari pohon kelapa tersebut lebih banyak jumlahnya dan memiliki rasa yang lebih manis."Kalau buah yang dihasilkan lebih banyak, sebab cabang pohonnya banyak dan rasanya pun lebih manis dari buah kelapa pada umumnya," ungkapnya.Sejak awal mula pohon tersebut tumbuh tunas cabang yang baru, tak sedikit juga orang berdatangan untuk meminta buahnya bahkan ada juga yang ingin membelinya. Bahkan, yang datang pun ada dari luar kota seperti Jogja dan Lombok."Ada yang minta buahnya untuk dibuat obat, ada juga yang menawarkan pohonnya dengan harga 250 juta, saya bilang tidak mau jual, tapi kalau ditawarkan 2,5 Miliar saya kasi," kata dia sambil bercanda.Ayah 4 orang anak itu juga mengatakan ramai orang yang meminta buah kelapanya dan ramai juga yang memberinya uang, tapi uang tersebut ia infakkan ke mesjid yang bersebelahan dengan rumahnya."Setiap kali orang yang mau membeli buah kelapa ini, uangnya selalu saya infakkan ke mesjid sebelah, tak pernah saya ambil sepeserpun, karena niat saya ikhlas membantu jika buah kelapa ini memberikan manfaat," jelasnya.Jauh sebelum kelapa tersebut bercabang, tambah Bukhari, tetangganya pernah bermimpi kalau di halaman rumahnya akan ado kelapa yang memiliki cabang dan disuruh untuk memelihara pohon tersebut." Tetangga saya mimpi kalau di halaman rumah saya kelapanya bakal bercabang dan saya disuruh memeliharanya. Mimpi tetangga saya itu jauh sebelum kelapa ini bercabang," ungkapnya.

Berikut 10 Pejabat dan Tokoh Masyarakat Siak yang Akan Divaksin
14 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 1.000 Vial atau wadah dosis vaksin covid-19 tiba di Kabupaten Siak.Dibawa dari Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan diantar ke Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Siak dengan pengawalan ketat.Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tonny Chandra, vaksin tersebut akan terlebih dahulu diberikan untuk 10 pejabat dan tokoh masyarakat dan 490 orang tenaga kesehatan (nakes)." 10 pejabat dan tokoh itu Bupati Drs H Alfedri, Sekda Arfan Usman, Kadiskes dr Tonny Chandra, Direktur RSUD Tengku Rafi’an dr Benny Chairuddin, anggota DPRD Marudut, Kabag Ops Polres Kompol Usril, Ketua PN Siak Rozza El Afrina, Dandim Bengkalis Letkol Lizardo Gumay, Ketua PSMTI Siak Harvianto, dan Ismet dari Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia," kata dr Tonny Chandra, Kamis (14/1/2021).Nantinya, kata Tonny, akan disebar di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Siak. " Vaksin akan disimpan di puskesmas dan rumah sakit terdekat dengan pengamanan dan pengawalan maksimal," kata dia.Menurut Tonny, hal itu dilakukan pihaknya menjadi salah satu upaya agar vaksin tetap aman dan dapat digunakan dengan baik.“Sementara kami menunggu vaksin berikutnya. Karena kami memerlukan 4.370 vial vaksin, untuk 2.185 nakes,” jelas dr Tonny.Disinggung kapan akan dilakukan vaksin terhadap 10 pejabat dan tokoh, berikut nakes. Tonny mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Kemenkes.“Nanti kami akan melakukan vaksin bersamaan dengan 9 kabupaten kota lainnya yang ada di Riau. Mengingat tiga kabupaten kota mulai penyuntikan pada Kamis (14/1) ini, terdiri dari Kota Pekanbaru, Pelalawan dan Kampar sebagai kabupaten penyangga,” jelas dr Tonny.Disinggung keamanan vaksin,menurut Tonny, listrik di Gedung Farmasi insya Allah aman. Sebab, meski ada pemadaman listrik, genset akan langsung hidup dalam lima detik.“Sedangkan pengamanan, kami bekerja sama dengan Polres Siak,” ungkap dr Tonny.Kabag Ops Polres Siak Kompol Usril mengatakan pihaknya akan menurunkan personel untuk pengamanan vaksin.“Vaksin aman, masyarakat jangan percaya informasi yang bersifat hoaks dan itu akan sangat merugikan. Mari kita dukung program pemerintah ini,” sebut Kompol Usril.

1.000 Vial Vaksin Tiba untuk Tokoh dan Nakes di Siak
14 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 1.000 Vial atau wadah dosis vaksin covid-19 tiba di Kabupaten Siak.Dibawa dari Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan diantar ke Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Siak. Vaksin tersebut diantar dengan pengawalan ketat dari empat personel Brimob dari Polda Riau di bawah pimpinan Bripka Asdar pada Kamis (14/1/2021).Seperti dikatakan Kasi Pengembangan dan Pendayagunaan SDM Dinas Kesehatan Provinsi, Asrul mengatakan perjalanan dari Pekanbaru ke Siak berjalan lancar, hanya saja pihaknya kesulitan menyesuaikan kecepatan mobil pengawalan." Diambil dari Gedung Farmasi berada di angka 4,5 derajat celsius, lalu dimasukkan ke mobil. Saat tiba di Siak suhu vaksin berada di angka 6,1 derajat celsius," jelas Asrul."Sedangkan suhu aman untuk vaksin ini adalah 2 sampai 8 derajat celcius,” tambahnya.Ditanya perbedaan vial denganampul, dikatakannya, ampul adalah wadah gelas bening dengan bagian leher menyempit. Wadah ini, lanjutnya, berisi obat dosis tunggal dalam bentuk cair. Untuk mengunakan obat dari wadah ampul ini, harus mematahkan leher ampul.Sedangkan vial, merupakan wadah dosis tunggal atau multidosis dengan penutup karet di atasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Siak dr Tonny Chandra didampingi Asisten I Setda Siak Budhi Yuwono dan Kabag Ops Polres Siak Kompol Usril usia serah terima vaksin mengatakan vaksin 1.000 vial untuk 490 tenaga kesehatan (nakes). Sementara 10 orang lagi adalah pejabat dan tokoh masyarakat.“Vaksin ini dua kali suntik. Artinya setelah 14 hari akan disuntik lagi. Sehingga 1.000 vial untuk 500 orang,” jelas dr Tonny.

Air Genangi Ruang Kelas, Murid di Siak Tetap Belajar
14 Januari 2021 SIAK, Petah.id  - Pamandangan tak biasa tampak di Sekokah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hubbul Wathan, Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.Tampak sejumlah anak-anak murid beserta gurunya sedang melakukan proses belajar mengajar di ruangan yang digenangi air.Demikian dikatakan Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan Gustiyana, disebutkannya, pemandangan seperti itu setiap tahun terjadi. Penyebabnya karena air pasang naik tinggi dan kali ini sudah dua hari ruang kelas ini digenangi air." Kalau orang awak cakap ini pasang keling, terendam dah dua hari," ungkap Gustiyana, Rabu (13/1/2021).Dijelaskannya, peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan curah hujan yang tinggi."Tak ada hubungan dengan hujan, laman itu kering, pas pasang besar naik, air sampai dalam kelas, sebab belakang sekolah kami laut/sungai," jelasnya.Kondisi itu, kata Gustiyana lebih jauh, tidak menyurutkan semangat anak murid dan guru untuk tetap melakukan proses belajar."Kami belajar selagi kami bisa, kalau pagi air belum naik.  Semalam jam 9.00 Wib air naik,hari ni jam 9.30Wib air naik," kata dia.Menurutnya, selagi air belum masuk ke ruangan kelas pihaknya terus melakukan proses belajar."Setelah air masuk kami masih belajar, ketika air semakin tinggi baru kami balek," ungkapnya.Dijelaskannya, kondisi seperti ini merupakan kondisi alam. Saat ini, Gustiyana berharap kepada orang tua murid untuk memaklumi kondisi tersebut."Memang sudah kondisi alam, kalau dari segi aliran parit dah bagus. Cumo harapan kami kepada orang tua siswa ketika kondisi seperti ini terjadi harap maklum anak tak bisa belajar degan maksimal, baik dari segi penyampaian materi maupun dari segi waktu," jelasnya.Pihak sekolah terus memanfaatkan waktu pagi ketika kondisi air belum naik terlalu tinggi untuk belajar. Namun, ketika air sudah masuk ruang, sebagian anak dipulangkan." Ada tiga ruang kelas yang agak tinggi dan tak masuk air, 3 ruang ini kami khususkan untuk kelas 1 dan 6 dengan pertimbangan kelas 1 merupakan kelas awal yang perlu belajar dengan bimbingan guru, sedangkan kelas 6 merupakan kelas akhir yang akan mendekati ujian," beber Gustiyana.Dari informasi warga sekitar, besok, Kamis (14/1/2021) merupakan puncak besarnya terjadi kenaikan air pasang."Untuk rungan kantor guru dan gedung lain terpisah dari ruang belajar sehingga tidak terkena banjir. Sebab ruang kantor diseberang jalan dan posisinya agak tinggi," ungkapnya.

Jaga Kearifan Lokal dan Tangkal dari Pengaruh Narkotika, Ini yang Dilakukan Anak-Anak Siak
14 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Di tengah derasnya terpaan zaman digitalisasi dan globalisasi, anak-anak lebih disibukkan dengan gadget.Namun berbeda dengan sekumpulan anak-anak Siak di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Mereka malah menyibukkan diri dengan belajar main kompang dan alat musik tradisional.Demikian dikatakan Winda Harniati. Ia menyebut anak-anak lebih disibukkan dengan kegiatan yang positif." Belajar kompang, alat musik tradisional, sehingga anak-anak tidak kehilangan identitasnya untuk terus belajar," kata Winda Harniati, Kamis (14/1/2021).Setiap harinya, kata Winda, rumahnya kerap didatangi anak-anak dari berbagai kampung untuk belajar music, kompang, silat dan lainnya." Dari Kampung Paluh, Sungai Mempura, Benteng Hilir, dan hampir se Kecamatan Mempura," jelasnya.Masih kata Winda, hal ini merupakan upayanya agar anak-anak Siak tidak lagi hanya focus pada gadget, tidak lari kepada kegiatan yang merusak misalnya narkoba." Selain menjaga kearifan lokal, kegiatan seperti ini tentunya bagian dari menangkal anak-anak Siak terjerumus lebah hitam narkotika," kata Kepala Sekolah SMP N 1 Mempura itu.Winda dengan segudang prestasinya tak ingin ilmu itu hanya ia pendam untuk dirinya sendiri. Menurutnya, harus ada proses regenerasi agar Siak terus mewarisi budaya melayu." Berbagi ilmu bermanfaat itu harus dilakukan sehingga ada proses regenerasi. Seperti cara bersyair, melantunkan gurindam dan memainkan pantun, anak-anak siak harus dibekali pendidikan karakter seperti itu," jelasnya.Berprofesi sebagai guru, menjadikan diri Winda terlatih dalam menghadapi berbagai tingkah dan laku anak-anak yang belajar di rumahnya." Mungkin karena saya guru, jadi terbiasa dan memang terpanggil untuk mendidik anak-anak," tandasnya.

5 Tempat Ngopi Asik di Siak yang Patut Dicoba
13 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Selain menawarkan wisata sejarah, Kota Siak juga memiliki tempat asyik untuk tongkrongan anak muda.Berbagai jenis kafe mudah sekali di jumpai kalau kamu melintas di sekitar Kota Siak.Mulai dari kafe-kafe sederhana, bahkan sampai kafe-kafe kekinian semua bisa ditemui di sini dengan konsep yang berbeda-beda.Tak hanya nyaman untuk nongkrong, namun juga untuk ngopi-ngopi santai sambil mengerjakan tugas sekolah, atau bahkan tugas kantor.Nah, bagi kamu yang ingin mencari tempat ngopi yang pewe banget di sekitar Kota Siak, SuaraRiau.id punya rekomendasinya. Berikut 5 daftar kafe di Siak yang asyik untuk nyantai berlama-lama :1. Lantai 2 Cafe dan RestoLantai 2 Cafe dan Resto menjadi salah satu Cafe favorit yang banyak digandrungi kaum muda di kawasan Kota Siak.Berada tepatnya di Jalan Raja Raja Kecik Kampung Dalam-Siak-Riau.Berbagai macam menu Nusantara dan WesternRecommend  yakni Steak, Mix Seafood dan Korean Food.Disana juga tersedia juga Kopi dengan banyak varian menu kopi kekinian.Untuk Fasilitas Lantai Dua dan Resto ada Area Indoor di Lt2 dan area Outdoor di Roftop. Dan ini keren untuk dijadikan tempat swafoto.Selain itu, Lt2 dan Resto juga menyediakan Mushola dan Ruang VIP ber AC.Untuk anak muda yang hobi karokean, Lt2 dan Resto ada Event Live Akustik setiap Rabu dan Sabtu malam.Bagi yang ke Lt2 dan Resto jangan takut kemahalan, sebab di cafe ini makanan dan minuman harganya sangat terjangkau.Lantai dua dan Resto mengangkat Tagline #pertamadisiak. Untuk lebih jauh, pembaca bisa menghubungi nomor Hp +62852-7153-75992. Rasa Q CafeSelain Lantai Dua dan Resto, Rasa Q Cafe juga bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin nongkrong bersama teman atau mengerjakan tugas sambil menikmati kopi di sekitar Kota Siak.Selain bisa menikmati kopi, kamupun juga bisa santai sejenak sambil ngemil-ngemil cantik di Rasa Q Cafe.Rasa Q Cafe, salah satu tempat tongkrongan di Siak dengan harga terjangkau. Alamat di Jalan Indragiri (Turap) kelurahan Kampung Rempak, kecamatan Siak. Berdiri sejak 23 Mei 2017. Cafe ini menyajikan minuman kopi tradisional Aceh, dengan biji kopi uleekareng. Varian pada menu kopi Aceh di sini cukup beragam. Mulai dari kopi saring, kopi sanger, kopi tarik, hingga Vietnam drip dan V60, longblack dan mocapot single dan double. Selain menu kopi, Cafe ini juga terkenal dengan sajian minuman teh Thailand seperti Thai greentea dan Thai tea, dengan beragam campuran dan racikan.Untuk menu makanan juga cukup banyak tersedia, seperti varian nasi goreng dengan racikan bumbu spesial Rasa Q Cafe, ayam rica -rica, ayam asam manis, udang rica rica, udang asam manis dan ayam penyet. Di malam hari, setiap akhir pekan dan pertengahan pekan, pengunjung akan dimanjakan dengan live accoustic dari musisi musisi handal di kota Siak.Tempat tongkrongan ini mulai buka sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB3. Warkop Reborn (WR)Berbeda dari yang lainnya, bagi penikmat kopi, Warkop Reborn (WR) bisa menjadi alternatif untuk merasakan cita rasa racikan kopi dari barista handal.Untuk biji kopi yg dipakai ada berbagai varian yakni arabika, robusta  dan Liberika.Untuk varian manual brew Warkop Reborn (WR) juga manjakan lidah pecandu kopi dengan metode seduh v60, Vietnam Drip, Frenchpress danAeropress.Untuk jenis kopi Liberika, WR Coffe Shop memakai Kopi Meranti. Dalam menemukan rasa cita kopi, semua jenis rasa akan disajikan dengan berbeda cara.Untuk yang ingin tau lebih jauh bisa follow IG  wr_coffeeshop dan datang ke Alamat Jalan Kwalian, Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau.4. Scatter KopiMelipir sedikit dari Warkop Reborn, pengunjung bisa menemukan tempat ngopi dengan menawarkan konsep sederhana.Tempat itu Scatter Kopi. Cafe pertama di Siak yang menyediakan Kopi Nira. Tidak hanya Kopi Nira, Scater Kopi juga dapat manjakan pengunjung dengan kopi gula Aren.Untuk menu unggulan yang segar, pengunjung dapat menikmati Mocktail dengan berbagai rasa, yakni rasa Sweety, Greensky, Melon Squash, Summer Breze, Jeruk Squash, Ocean Blue, Tropical Squash5. Kedai Kopi Yong BengkalisBerbeda dari 4 cafe di atas, Kedai Kopi Yong Bengkalis berada di Kecamatan Mempura. Tempatnya tidak jauh dari Kantor Bupati Siak. Letak yang strategis di Jalan Lintas Siak- Gasib, kedai kopi ini tergolong baru dan ramai dikunjungi. mulai dari anak muda hingga pejabat daerah.Kedai Kopi Yong Bengkalis manjakan pengunjung dengan cita rasa makanan khas melayu, ada mi lendir, lontong bengkalis, dan berbagai jenis lainnya.Untuk harga, pengunjung dipastikan tidak akan merogoh kocek terlalu dalam. Selain enak masakan dan minuman di Kedai Kopi Yong Bengkalis sangat murah.Sumber : Suara.com

Terjatuh Dari Sampan, Purwanto Hilang di Sungai Siak
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sungai Jantan kembali memakan korban. Kali ini, nasib naas itu menimpa Purwanto (50) warga Jalan Gurami RT 008 RW 008 Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Purwanto terjatuh ke Sungai Siak saat hendak pergi menyeberang menggunakan sampan mesin, Senin (11/1/2021) sekira pukul 15.30 Wib. "Korban terjatuh saat sampan mesin baru berjalan dari dermaga lebih kurang 100 meter, tiba-tiba korban terjatuh ke sungai, sontak penumpang lainnya berteriak melihat kejadian tersebut," ujar Kapolsek Tualang, Kompol Faizal Ramzani. “Tolong, tolong, bapak itu terjatuh, ujar salah seorang penumpang lain kepada juru mudi agar memberhentikan lajunya sampan mesin itu," tambah Faizal menirukan teriakan penumpang tersebut. Melihat kondisi itu, jelas Kapolsek, juru mudi sampan mesin itu bergerak membantu korban yang terjatuh ke dalam Sungai Siak tersebut. Namun niat itu diurungkannya karena korban tidak kelihatan lagi di kedalaman Sungai Siak sore itu. Selanjutnya, juru mudi tersebut langsung memutar sampan mesin untuk mendekati tempat jatuhnya korban dan ingin mencari dan memastikan kondisi korban yang dikenal sebagai pengusaha tahu itu. "Namun penumpang lainnya mengatakan, antar kami dulu ke seberang, dan juru mudi pun mengantar penumpang lainnya ke seberang," jelasnya. Dari keterangan keponakan korban, kata Faizal lebih jauh, Purwanto sedang mengalami sakit demam. Rencananya mereka akan ke Kecamatan Dayun. " Diduga korban tidak bisa berenang sehingga korban ketika jatuh ke sungai langsung tenggelam," ujarnya. Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, korban belum berhasil ditemukan. Saat ini, Tim gabungan dari Dit Polair Polda Riau dan personel Polsek Tualang serta Marinir Angkatan Laut sedang melakukan pencarian korban di sepanjang perairan sungai Siak.

Korosi, Pipa Minyak Milik BOB PT BSP Kembali Bocor
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Belum genap sebulan, Pipa milik BOB PT BSP kembali bocor. Pada 15 Desember 2020 lalu pipa milik perusahaan minyak itu bocor di Kampung Mengkapan, Sungai Apit. Kali ini kebocoran pipa kembali terjadi di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Senin (11/1/2021) petang.Demikian dikatakan Perwakilan Humas bagian Representative Pedada Area BOB PT BSP, Deddy Hartono. Ia membenarkan terjadi kebocoran pipa minyak milik BOB PT BSP di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh."Benar pipa BOB bocor di kampung sungai tengah," kata Deddy Hartono melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (11/1/2021).Dijelaskan Deddy, usia pipa yang sudah korosi menjadi penyebab kebocoran tersebut." Penyebab kebocoran karna usia pipa yang sudah tua dan mengalami korosi," jelas Deddy Hartono.Dedi mengaku, pihaknya mengetahui kebocoran pipa tersebut dari laporan masyarakat."Ketahuannya sekitar jam 11 siang tadi karna dapat laporan dar masyarakat dan di cek sama security ternyata benar," tambahnya. Deddy mengklaim, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk mengatasi kebocoran tersebut dan membersihkan tumpahan minyak yang berserak." Sekarang kita sedang berupaya untuk mengatasi kebocoran tersebut dan membersihkan tumpahan minyak," tambahnya.Disinggung soal kerugian dan adakah korban kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat kebocoran pipa tersebut, Deddy mengaku masih akan menyelidikinya." Yang jelas tumpahan minyak akan kita bersihkan kembali dan untuk tanaman warga masih kita selidiki," tutupnya.

Media Sosial Jadi Kiat Usaha Rajutan Milik Lely Tetap Bertahan di Masa Pandemi
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Mempertahankan usaha bisnis di masa pandemi menjadi sebuah tantangan besar yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Ketika beberapa usaha makro banyak merumahkan karyawan, usaha kecil dan menengah (UKM) justru muncul dan mampu bertahan tanpa pengurangan karyawan.Namun hal itu tidak berlaku oleh Lely Dwi Indriyani yang memiliki usaha rajutan Ei's Simple Art. Ia mampu bertahan bahkan berinovasi membuat masker rajutan."Alhamdulilah, selama pandemi ini saya justru punya waktu lebih banyak dirumah, dan menurut saya merajut itu paling nyaman ya dirumah. Untuk penjualan juga nggak berpengaruh, bahkan selama pandemi kami selalu kebanjiran pesanan masker rajut dan konektor masker rajut," ungkap ibu rumah tangga yang berada di KPR I Jalan 1 blok E No 83, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (10/1/2021).Diakui Lely, selama pandemi belum bisa banyak mengexplore rajutannya dan rencana untuk membuat workshop kecil-kecilan pun belum bisa terlaksana. Namun, Lely tidak pernah kehabisan akal, ia pun menjual produknya lewat instagram dan facebook.Alhasil, karya tangannya diminati dari Arab Saudi, Australia, Malaysia dan negara lainnya.Usaha itu tidak mempekerjakan karyawan. Ia berdayakan ibu-ibu di sekitat rumahnya dalam membuat karya rajutan berupa tas, dompet, taplak meja, tempat tisu, sampul buku, sampul al qur'an, sepatu, fashion bayi, selimut, sarung bantal, baju, sepatu bayi, boneka kecil dan besar dan lain-lain.Pengalaman Lely, Ia merajut sejak 8 tahun yang lalu. Terinspirasi dari neneknya yang pintar merajut dan menjahit. Kemudian, kata Lely lebih jauh, Ia ikut komunitas merajut di Pangkalan Kerinci  (Pelalawan) bersama ibu-ibu komplek. Ia pun mengasah keterampilannya lewat internet, dan sharing ilmu sesama perajut.“Dari komunitas itulah pengalaman saya bertambah, mulai ikutan bazar kecil sampai dengan expo dan bisa jadi pengajar untuk yang tertarik merajut. Disitulah saya semakin tertarik dengan kerajinan ini,” ujar ibu tiga anak ini.Setelah pindah ke Perawang, tambah Lely, aktifitas merajut hanya dilakukan dirumah dan ia hanya mengerjakan pesanan teman dekatnya saja.Kemudian Ia mengajak kawan dekat dan para tetangga untuk belajar merajut."Saya senang bisa mengisi waktu luang, silaturahmmi serta bisa memberi pengaruh positif bagi rekan-rekan dan tetanggnya dengan kegiatan yang bermanfaat dan sekaligus bisa menghasilkan uang," tambahnya.Diceritakan Lely, meskipun dirinya agak kesulitan untuk meyakinkan para ibu-ibu, bahwa merajut termasuk salah satu cara untuk menghilangkan suntuk.Ia mengaku untuk omzet selalu berubah setiap bulannya, namun demikian ada saja yang pesan. Baginya bisa membantu ibu-ibu para tetangga untuk menghasilkan rupiah merupakan kebahagian tersendiri.“Alhamdulillah sejauh ini pesanan selalu ada, tapi yang penting buat saya, bisa membantu teman-teman untuk menghasilkan uang. Jadi kalau ada orderan kami kerjakan bersama-sama,” ucap perempuan 42 tahun ini. Mimpinya, kata Lely, suatu saat bisa mengembangkan usaha dan memiliki galeri untuk memajang produk-produk dari Ei’S Simple Art serta memiliki komunitas yang produktif dan semakin banyak kaum hawa yang ikut bergabung di komunitasnya."Bagi siapa saja yang ingin belajar merajut, bisa langsung datang kerumah saya tanpa dipungut biaya, cukup membawa alat-alat dan bahan untuk merajut," tandas Lely.

123 CPNS di Siak Terima SK, Alfedri: Kita Ini Pelayan Masyarakat
12 Januari 2021 SIAK, Petah.Id - Sebanyak 123 orang terima Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Umum tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. 123 orang tersebut sebanyak 55 orang jadi tenaga guru, 36 tenaga kesehatan dan  33 orang tenaga teknis.Seperti dikatakan Bupati Siak Alfedri, hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 419 tahun 2019 tanggal 27 September 2019 tentang penetapan kebutuhan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2019."Kita ini pelayan jangan minta dilayani, jadi mudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik," pesan Alfedri kepada ASN Siak, di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Lt II Kantor Bupati Siak, Senin (11/1/2021).Menurut Alfedri, sebagai pelayan masyarakat ASN dituntut harus profesional dan mampu berinovasi.Bupati Siak Alfedri menyampaikan, ASN merupakan pelayan masyarakat, bukan sebaliknya, oleh karenanya ASN di tuntut profesional dan mampu berinovasi.Saat ini, tambah Alfedri, Kabupaten Siak sebagai pilot project reformasi birokrasi tingkat nasional. Baik dari sisi pelayanan, pelaporan serta inovasi berbasis online, hal ini tujuannya untuk mempermudah pelayanan publik. "Kami ingin melaksanakan reformasi birokrasi dengan baik, karena Siak ini menjadi pilot projet dari pada reformasi birokrasi. Ada beberapa kriteria yang harus dikembangkan di masing-masing OPD," ungkapnya.Dari sisi pelayanan, lanjut Alfedri, tahun ini Ia ingin pengurusan KTP cukup diselesaikan di tingkat kecamatan saja."Ini di lakukan untuk mempermudah masyarakat yang jauh dari kota Siak dalam pengurusan administrasi kependudukan," jelasnya.Di Siak, kata Alfedri lebih jauh, ASN harus bergerak cepat dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Kemudian, tambahnya, harus mampu berperan sebagai pelopor reformasi birokrasi publik yang cepat, responsif, berkualitas, memiliki karakter, mental, dan pola pikir yang optimis, inovatif." Dan harus berani melakukan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat," pintanya.

Dirut RSUD Siak siap Jadi Orang Pertama Divaksin
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19 serta konsen terhadap penerapan disiplin protokol kesehatan (prokes), membuat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an dr Benny Chairuddin bersedia menjadi orang pertama divaksin.Dikatakan Benny, selain protokol kesehatan, vaksin insya Allah akan memberikan keamanan diri dari paparan Covid-19."Semoga ini menjadi langkah awal untuk penangan covid-19 agar tak mewabah kemana-mana," kata Benny Chairudin.Lebih jauh jelaskan Benny, angka positif Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan, pemangku kepentingan dikejar waktu karena semakin banyak yang menjadi korban.“Untuk vaksin, kan sudah dilakukan uji klinis. Kenapa kita tidak percaya dengan para ahli kita yang telah berusaha memberikan yang terbaik,” ungkap dr Benny.Ditambahkan Benny, masyarakat tak perlu khawatir, tidak usah berpikir macam-macam, karena disebutkan Benny, giliran mendapatkan vaksin masih lama. Ini prioritas untuk tenaga kesehatan dulu.“Saya percaya para ahli vaksin kita akan independen dan berintegritas," tambah Benny.Menurut Benny, Ia percaya terhadap apa yang dilakukan para ahli, sebab para ahli akan mempertaruhkan reputasi dan nama baiknya."Karena mereka bekerja dengan mempertaruhkan kehormatan, gelar akademik, reputasi dan nama baik,” jelas Benny.Insya Allah jika izin vaksin Covid-19 keluar dari BPOM, siap didistribusikan ke seluruh fasilitas kesehatan. Sebagai Direktur RSUD Tengku Rafi’an siap menjadi orang yang pertama divaksin.“Saya mengharapkan masyarakat bijak dalam mendapatkan informasi dan berita. Cari dari yang resmi dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga tidak terpapar berita hoaks tentang Covid-19 dan vaksinnya,” ucap Benny.

Polsek Koto Gasib Tangkap 3 Penjudi Togel
10 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 3 orang warga Dusun Suka Makmur RT 02 RK 01 Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak terpaksa diamankan Polsek Koto Gasib.AH (45), HB (35) dan WD (32) ditangkap karena terlibat perjuadian togel, Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Menurutnya terungkapnya perjudian togel itu, atas laporan masyarakat, bahwa di daerah Dusun Suka makmur RT 02 RK 01 Kampung Rantau Panjang ada perjudian jenis togel yang telah meresahkan masyarakat.“Berdasarkan informasi dari masyarakat tersebut, kami turun bersama tim memastikan kebenaran laporan itu. Aktivitas perjudian jenis togel dilakukan di salah satu warung di Kampung Rantau Panjang Dusun Suka Makmur,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.Kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, Ps Kanit Reskrim Polsek Koto Gasib Aipda Leonar Pakpahan SH dan personel Unit Reskrim Polsek Koto Gasib melakukan persiapan untuk penggerebekan.Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB, warung milik HB digerebek dan diamankan tersangka HB berikut barang bukti togel. Lewat pengakuannya terungkap bahwa transaksi dilakukannya kepada AH.“HB menyetorkan hasil rekapan togel serta uang hasil penjualan kepada AH,” jelas Kapolsek Suryawan.Selanjutnya pengembangan dilakukan ke warung milikAH. Ternyata benar, di warung AH ada transaksi judi togel. AH sedang bersama WD yang diduga sebagai pembeli.“Setelah kami lakukan penyidikan, ketiganya mengaku berada dalam jaringan perjudian togel,” ungkap Kapolsek Suryawan.Selanjutnya ketiganya dibawa ke Polsek Koto Gasib untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiganya menurut Kapolsek Suryawan adalah satu buah buku rekapan nomor togel, satu lembar potongan kertas tulis nomor togel, satu unit handphone Samsung type SM -A305 F/DS warna hitam metalik, satu unit handphone Samsung model SM -A107F/DS warna hijau tonska, dan uang Rp219 ribu diduga hasil transaksi.“Ketiganya kami jerat dengan pasal 303 ayat 1 KUHPidana,” jelas Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakan Kapolsek Suryawan, pihaknya fokus memerangi penyakit masyarakat (pekat), selain narkoba dan lainnya.Suryawan berharap, di tengah pandemi Covid-19 seperti ini masyarakat dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan lebih kreatif dan inovatif bukan malah sebaliknya bermain judi yang akan membawa ekonomi semakin terpuruk.

Sebanyak 68.831 Dokumen Penting Sejarah Kerajaan Siak Direstorasi
09 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 68.831 Dokumen Penting Sejarah Kerajaan Siak berhasil direstorasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, Provinsi Riau.Dokumen bersejarah itu merupakan peninggalan kerajaan Siak Sri Indrapura.Seperti dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Siak, M Arifin menyebut jumlah itu melebihi target yang direncanakan sebelumnya."Target kita semula hanya 67.500 lembar. Tapi tahun lalu sudah mencapai 68.831 lembar," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak, M Arifin saat, Selasa (5/1/2021).Untuk menyelesaikan itu semua, kata Arifin, Dinas Perpustakaan membutuhkan waktu 7 tahun lamanya. Dokumen bersejarah ini direstorasi mulai pada tahun 2013 silam.Pertahunnya, kata Arifin,  rata-rata direstorasi sekitar 2.000-an lembar. Tahun lalu saja, katanya lebih jauh, sekitar 2500 lembar dokumen maha penting kerajaan Siak itu dibereskan dengan menelan anggaran Rp90 juta lebih."Anggarannya bersumber dari APBD Siak. Tahun ini saja masih ada sekitar 2.100 lembar yang akan kita restorasi. Itu kebanyakan dokumen yang didapat dari masyarakat Siak maupun di luar Siak. Jika yang 2.100 itu sudah beres, maka 70 ribu lembar lebih arsip yang sudah kita restorasi," kata dia.Untuk menyelesaikan itu semua, sebelumnya Dinas Perpustakaan Kabupaten Siak juga menggandeng ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)."Tapi sekarang, tim kita sudah ada yang bisa merestorasi arsip bersejarah tersebut. Sebab, ANRI sudah merekomendasikan 7 orang arsiparis dan satunya sudah dilantik. Ini jabatan fungsional," kata dia.Arifin menjelaskan metode perawatan dan perbaikan arsip ini awalnya dengan menetralkan asam pada arsip, menyemprotkan zat magnesium karbonat dan kemudian melapisi arsip dengan Japanesse Tissue. Lalu, arsip dilapisi lagi dengan lem khusus."Dulu tim kita sudah dilatih. Jadi sekarang kami yang mengerjakannya. Tapi, jika ada yang susah, kami tetap berkordinasi dengan ANRI," ungkapnya.

Sepanjang 2020, Kejaksaan Siak Lakukan 463 Penuntutan
09 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 463 penuntutan dilakukan Kejaksaan Negeri Siak sepanjang tahun 2020.Seperti dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum), Rian Destami, dari sebanyak itu kasus yang menjadi paling banyak yakni pencurian." Dari 463 kasus penuntutan paling banyak kasus pencurian dan disusul oleh kasus penyalahgunaan narkotika," jelas Kasi Pidum Kejari Siak, Rian Destami, Jumat (8/1/2021).Dijelaskan Rian, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya kasus pencurian di Kabupaten Siak." Ditambah di tengah pandemi covid-19 saat ini, tentu ekonomi masyarakat semakin sulit," tambahnya.Untuk tahun 2021, tambah Rian, pihaknya akan fokus dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terakit pidana umum." Focusnya menyelesaikan perkara-perkara pidum di Siak," tambahnya.Rian berharap, tahun 2021 ini semua pihak bisa menekan angka kriminalitas di Kota Istana."Semoga kriminalitas di Siak menurun,"ungkapnya.

Direktur PT DSI Ditahan Atas Kasus Karhutla
09 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Kejaksaan Negeri Siak tahan Direktur Perusahaan Kelapa Sawit PT Duta Swakarya Indah (DSI), Misno.Kejari Siak menahan Misno setelah menerima berkas tahap II perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Siak.Misno langsung ditahan dan dititipkan di sel tahanan Kepolisian Sektor (Polsek) Koto Gasib.Seperti dikatakan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Siak, Rian Destami, Ia menyebut hal ini merupakan proses tahap II dari Kejati Riau. "Ya, tadi sudah kita terima berkas tahap II, barang bukti dan tersangka. Tersangka perorangan yakni Misno kita tahan dan titipkan di Polsek Koto Gasib," kata Rian.Dijelaskan Rian, perkara ini ada dua tersangka, yakni korporasi yang diwakili Direktur Utama PT DSI. Kedua, perorangan Misno yang dalam struktur perusahaan itu juga menjabat sebagai direktur."Kalau korporasi tersangkanya perusahaan. Kalau perorangan ya ditahan dulu untuk proses lebih lanjut, supaya proses yang kita laksanakan berjalan dengan lancar," kata Rian.Kejaksaan Negeri Siak menangani Karhutla di lahan konsesi PT DSI yang terbakar lebih kurang 8 Hektare.Kejadian kebakaran itu sebanyak 2 kali, yakni pada 27 Januari dan 4 Februari 2020.  Pada kejadian 27 Januari 2020, lahan tersebut terbakar seluas 6 Ha dan 4 Februari 2020 hanya 2 Ha.Untuk memadamkan api di lahan kebun sawit yang terbakar itu, tim gabungan pemadam Karhutla Kecamatan Koto Gasib menurunkan beragam peralatan.Alat yang digunakan seperti mesin pompa ministriker sebanyak 2 unit milik PT Kimia Tirta Utama (KTU) Astra Agro Lestari.  Sementara, petugas yang sedang melaksanakan tugas adalah anggota Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siak 6 orang, Polisi 10, TNI 2 orang, relawan/MPA  4 orang, masyarakat 5 orang dan karyawan PT DSI 15 orang.Saat ini, kata Rian lebih jauh, Kejaksaan Negeri Siak juga sedang menangani kasus Karhutla 2 perusahaan perkebunan Kelapa Sawit." Kasus Karhutla PT WSSI dan PT GSM," ungkap Rian.Kasus 2 perusahaan tersebut, kata Rian, saat ini prosesnya sedang berjalan dengan agenda menuju putusan."Proses sidang sudah siap, tinggal putusan saja," jelasnya.Perkara  tersebut merupakan limpahan dari Kejagung dan  Mabes Polri."Karena wilayahnya kasusnya  di Siak maka kita yang menyidangkan," jelasnya.PT WSSI dan PT GSM dikenakan pasal 99 UU nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman paling singkat selama 1 tahun dan maksimal 3 tahun."Masing-masing korporasi itu kita tuntut Rp3 miliar dengan tambahan denda Rp40 miliar dan Rp52 miliar," ucapnya.

Pembelajaran Tatap Muka Upaya Selamatkan Generasi
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Pemerintah Kabupaten Siak, Riau sudah berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 4 Januari 2021 lalu di tengah pandemi Covid-19.PTM dilakukan sesuai Surat Keterangan Bersama (SKB) empat menteri, terdiri dari Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri untuk pembelajaran tatap muka.Disebutkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga hari keempat sebanyak 90 persen Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Siak mengikutinya.Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Lukman SSos MPd. Menurut Lukman, PTM dilakukan sebagai upaya penyelamatan kehidupan peserta didik di masa yang akan datang. Ada 3 poin penting yang menjadi acuan Disdik Siak dalam pelaksaan pembelajaran tatap muka."Tiga acuan itu, terkait tumbuh kembang peserta didik, baik secara fisik maupun secara emosional. Kami memikirkan dan khawatir tentang kehidupan mereka di masa yang akan datang, sekaligus menekan adanya indikasi putus sekolah," ungkap Kadisdik Siak Lukman,  pada Kamis (7/1/2021) siang.Pembelajaran tatap muka ini, kata Lukman, pihaknya melakukan berbagai strategi agar proses belajar mengajar berjalan dengan aman.Untuk pembelajaran di masa seperti ini, jumlah murid di kelas maksimal 50 persen. Sedangkan jam belajar maksimal 3 jam, atau dari pukul 08.00-11.00 WIB. Dan sepekan hanya belajar dua hari, untuk masing masing murid. "Kami membuat panduan apa yang harus dilakukan peserta didik dalam proses belajar mulai berangkat dari rumah hingga pulang ke rumah lain agar aman dan ancaman Covid-19," jelasnya.Yang jelas, tambah Lukman, Jumat dan Sabtu dilakukan belajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik yang tak masuk sekolah.Sementara, untuk waktu pembelajaran di kelas, sekolah diwajibkan belajar maksimal hanya sampai pukul 11.00 Wib."Tidak ada jam istirahat, peserta didik wajib bawak bekal makan dan minum dari rumah, begitu juga bagi gurunya, gurunya diminta untuk makan bersama di dalam kelas bersama murid," kata Lukman.Di dalam kelas jarak tempat duduk antar murid minimal 1,5 meter. Dan satu kelas dibatasi hanya 50 persen dari jumlah murid.Setiap sekolah yang mengikuti  pmebelajaran tatap muka, kata Lukman lebih jauh, harus memenuhi daftar periksa, baik administratif dan fisik."Untuk administrasi harus dapat izin orang tua dan harus ada izin komite sekolah," jelasnya.Semua hal itu, jelasnya, pihaknya terus melakukan penekanan terhadap prokes. Lukman mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan." Kami sampaikan bahwa untuk hal-hal jika ada gejala atau kasus tentang Covid-19 segera dikomunikasikan ke puskesmas terdekat dan Diskes siap untuk itu," ungkapnya.Satgas Covid-19 kecamatan sampai sejauh ini dilibatkan. Tujuannya agar PTM berjalan lancar sesuai harapan bersama. Tidak ada cluster baru setelah ini.

Pastikan Penerapan Prokes, Kapolres Siak Kunjungi Beberapa Sekolah Di Kecamatan Siak
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Diberlakukannya kembali proses belajar tatap muka setelah beberapa bulan dilakukan secara daring pada awal tahun 2021 di Kabupaten Siak, sekolah-sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan.Langkah ini di lakukan untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.Sejak pagi, terlihat staf sekolah telah berada di pintu gerbang masuk sekolah untuk memeriksa suhu tubuh setiap siswa yang hendak masuk ke lingkungan sekolah. Para siswa juga diminta untuk tetap menggunakan masker selama berada di sekolah.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto turun langsung melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan cegah Covid-19 di beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Siak, Kamis (8/1/2021).Kapolres Siak mengatakan, pada hari pihaknya langsung turun untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan."Pagi ini saya bersama jajaran langsung turun ke sekolah- sekolah untuk mengecek penerapan protokol kesehatan. Alhamdulillah, secara keseluruhan sekolah- sekolah menerapkan anjuran sesuai dengan protokol kesehatan," kata AKBP GunarAKBP Gunar juga mengatakan, sekolah- sekolah telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan alat thermogun untuk mengukur suhu badan anak anak."Pantauan kita semua sekolah sudah menyiapkan, anak-anak juga memakai masker dalam proses belajar mengajar. Kita harap ini berjalan dengan lancar," ungkapnya.AKBP Gunar juga menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Siak belum seluruhnya memulai proses belajar mengajar tatap muka."Dari keterangan kepala sekolah dan guru yang saya kunjungi pagi ini 1 kelas dibagi menjadi dua kelompok yang masuk bergantian 2 kali dalam seminggu dan yang tidak masuk tetap akan melakukan belajar secara daring," katanya.Diakhir kunjungan nya kesekolah sekolah AKBP Gunar mengingatkan kembali kepada Kepala sekolah dan guru guru agar serius dalam melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan cegah Covid - 19 disekolah." Kita berharap seluruh sekolah yang melakukan proses belajar tatap muka betul betul serius menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19 baik oleh murid maupun guru guru nya, seluruh ruangan kelas kita minta untuk membuka jendela agar sirkukasi udara nya tetap terjaga, mudah mudahan dengan upaya yang kita lakukan secara maksimal dapat mencegah terjadinya penyebaran Covid - 19," tutup Kapolres Siak.

Wakili Riau, Toni Kurniawan Masuk 5 Besar Pemilihan Putra Ekowisata Indonesia
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri mengaku bangga terhadap anak muda Siak yang berhasil dan berprestasi di tengah pandemi Covid-19.Anak Siak tersebut adalah Toni Kurniawan berhasil masuk 5 besar pada ajang pemilihan Putera Ekowisata Indonesia 2020 di Kuta Bali, mewakili Provinsi Riau. Toni Kurniawan lahir pada tanggal  17 Oktober 1997, asal Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, alumni MAN 1 Siak. Saat ini, Toni kuliah jurusan Teknik Perencanaan Wilayah Kota, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.Kata Alfedri, masyarakat Kabupaten Siak patut berbangga karena anak muda tersebut bisa tampil di tingkat nasional, meski hanya masuk 5 besar. "Selamat atas prestasi ini jangan pernah menyerah dan jangan cepat puas atas prestasi yang diraih," ucap Alfedri usai acara Paripurna di Gedung DPRD Siak, Kamis (7/1/2021).Terkait hal itu, ia berharap anak muda di Siak bisa termotivasi untuk mengharumkan nama daerahnya. Karena estafet kepemimpinan di daerah, kelak berada di generasi muda saat ini.Ditempat terpisah Toni menyampaikan ucapan rasa syukur sekaligus mengucapkan terimakasih atas dukungan dari semua pihak. "Alhamdulillah dengan perjuangan yang luar biasa dan dukungan semua pihak, Putera Puteri Ekowisata perwakilan Riau bisa masuk 5 besar, mohon maaf jika kami belum dapat memberikan yang terbaik. Terimakasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung. Semoga amanah dan gelar ini dapat kami jalankan untuk membantu pemerintah dalam mempromosikan ekowisata Indonesia khususnya di Riau dan di Siak," ungkap Toni. Selanjutnya Toni menceritakan sepenggal pengalaman selama dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Diantaranya,  dapat teman baru, pengalaman kepariwisataan dan kemampuan bahasa. "Menjadi representasi anak muda Riau, yang akan mengenalkan pariwisata khususnya Ekowisata Indonesia haruslah menguasai bahasa asing. Selain itu, pengalaman kedaerahan finalis dan indahnya Indonesia saya dapatkan dikegiatan tersebut melalui bahasa daerah finalis, pakaian adat, seni tari dan lain-lain," sebut dia. Atas prestasi itu Toni memperoleh hadiah dari pihak penyelangara seperti tropy, piagam, selempang, buket bunga, dan googdie bag.

Korban Kebakaran di Siak Dapat Bantuan dari BAZ dan Dinas Sosial
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Musibah kebakaran menimpa warga perumahan BTN Jamsostek Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Rabu (6/1) mendapat bantuan dari berbagai pihak. Dalam insiden kebakaran tersebut, setidaknya ada dua unit rumah yang terbakar dengan korban meninggal terbakar ditempat satu orang. Bupati Alfedri  mengintruksikan kepada Penghulu Perawang Barat dan Camat Tualang untuk membantu pengurusan surat-surat berharga yang terbakar agar segera di tindaklanjuti proses penggantiannya sesuai prosedur. "Saya turut prihatin atas kejadian yang terjadi. Semua ini cobaan dari Allah SWT untuk menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya. Saya minta nanti Camat dan Penghulu untuk membantu menindaklanjuti surat berharga yang terbakar,"  kata Alfedri saat meninjau lokasi kebakaran tersebut. Alfedri berharap dengan bantuan tersebut bisa membantu meringankan beban keluarga korban kebakaran yang saat ini sedang dalam berduka karena musibah kebakaran. "Semoga dengan bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban keluarga yang mendapat musibah ini" ujarnya. Adapun bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar  Rp 7 juta dari Baznas Siak, seragam sekolah, selimut, tikar, sembako,tas logistik, perlengkapan dapur dan lainnya dari Dinas Sosial, dan BPBD Siak. Korban yang meninggal adalah Syahrial Als Ujang Umur 50 tahun, Alamat Rt.004 Rw.007 BTN Perawang Permai / BTN Jamsostek Kp. Perawang Barat akibat insiden kebakaran rumah pada Selasa sore kemarin. Sebelumnya diberitakan, Warga  Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, berhamburan keluar rumah dan dihebohkan dengan kejadian kebakaran di perumahan BTN Jamsostek, Selasa (5/1/2021) petang. “Kebakaran, kebakaran," Kata Nasrun saksi mata tirukan teriak seorang warga di BTN Jamsostek, Perawang. Dari informasi yang berhasil dihimpun kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah dan satu korban jiwa. Seperti dikatakan Kapolsek Tualang Kompol Faisal Ramzani. "Spontan warga sekitar tempat kejadian keluar rumah berupaya untuk memadamkan api, dalam upaya pemadaman itu, namun api pun semakin membesar," kata Kapolsek. "Akibatnya api pun menjalar ke rumah disebelahnya milik Jontorang Pardede, yang mengakibatkan plafon dan atap terbakar," tambahnya. Si Jago merah dapat dijinakkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintahan Kecamatan Tualang dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik PT IKPP Perawang tiba di lokasi. "Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah Amrul Rokan ditemukan salah seorang korban yang bernama Syahrial alias Ujang di ruang belakang dalam keadaan luka bakar,"  ungkap Kapolsek Tualang.

Si Jago Merah Mengamuk, 2 Unit Rumah Ludes Terbakar dan Telan 1 Korban Jiwa
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id  - Warga  Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, berhamburan keluar rumah dan dihebohkan dengan kejadian kebakaran di perumahan BTN Jamsostek, Selasa (5/1/2021) petang.“Kebakaran, kebakaran," Kata Nasrun saksi mata tirukan teriak seorang warga di BTN Jamsostek, Perawang.Dari informasi yang berhasil dihimpun SuaraRiau.id kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah dan satu korban jiwa. Seperti dikatakan Kapolsek Tualang Kompol Faisal Ramzani."Spontan warga sekitar tempat kejadian keluar rumah berupaya untuk memadamkan api, dalam upaya pemadaman itu, namun api pun semakin membesar," kata Kapolsek."Akibatnya api pun menjalar ke rumah disebelahnya milik Jontorang Pardede, yang mengakibatkan plafon dan atap terbakar," tambahnya.Si Jago merah dapat dijinakkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintahan Kecamatan Tualang dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik PT IKPP Perawang tiba di lokasi."Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah Amrul Rokan ditemukan salah seorang korban yang bernama Syahrial alias Ujang di ruang belakang dalam keadaan luka bakar,"  ungkap Kapolsek Tualang.Dari informasi, lebih jauh dikatakan Kapolsek, korban tidak dapat menyelamatkan diri karena lumpuh dan tidak dapat berjalan sementara korban tinggal sendiri karena keluarga yang lain sedang berada di Medan Sumatera Utara.Setelah api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.30 Wib, kemudian petugas Polsek Tualang yang dibantu warga sekitar di lokasi melakukan evakuasi terhadap korban dan dibawa ke RSUD Type-D Perawang."Penyebab dari musibah kebakaran ini, diduga akibat hubungan arus pendek listrik, dan penyebab pasti lainya akan dilakukan penyelidikan. Untuk kerugian akibat peristiwa inipun belum dapat ditaksir," pungkasnya.Menurut keterangan warga setempat, api berasal dari Rumah Pak Kumis, yang mana Pak Kumis beserta keluarga pulang ke Medan, dan rumah hanya dihuni oleh Ujang (korban meninggal).Saat ini petugas dari Polsek Tualang bersama Tim Damkar sedang melakukan pendinginan dan mengamankan TKP agar tidak terjadi penjarahan di lokasi kebakaran.

PORSADIN ke-4 Tingkat Provinsi Riau 2021 Dilaksanakan di Kabupaten Siak
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri hadiri Audiensi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tingkat Provinsi Tahun 2021.Rapat Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Zamrud, Kompleks Kediaman Bupati Siak, Selasa (05/01/2021) petang.Pertemuan yang dilaksanakan tersebut merupakan audiensi antara Pemda Kabupaten Siak dengan FKDT Kabupaten Siak dan membahas tentang agenda pelaksanaan Porsadin (Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah) ke-4 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2021 di Kabupaten Siak.Selain itu, Audiensi tersebut dilakukan untuk memberikan informasi dan dukungan dari Pemda Kabupaten Siak sebagai tuan rumah untuk iven Porsadin tingkat provinsi tersebut."Alhamdulillah, kami menyambut baik kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan, kebetulan Siak yang menjadi tuan rumah, semoga DPC FKDT Kabupaten Siak diminta segera untuk mengajukan kembali proposal kegiatan tersebut untuk dianggarkan di APBDP agar bisa dilaksanakan di tahun 2021," harap Alfedri.Acara itu direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September/Oktober 2021 paling cepat, mengingat pelaksanaan Porsadin Tingkat Nasional (di Jawa Barat) akan dilaksanakan pada bulan November/Desember 2021 mendatang.Turut hadir pada audiensi tersebut Bupati Siak Alfedri, Asisten Pemerintahan dan Kesra Budhi Yuwono, Kabag Kesra, Kasi Pendis mewakili Kakankemenag Kabupaten Siak, Pengurus DPW FKDT Provinsi Riau, Pengurus DPC FKDT Kabupaten Siak, Seluruh ketua DPAC FKDT Kecamatan se-Kabupaten Siak.

Samsat Keliling Bakal Singgah Empat Kecamatan di Siak
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Potensi pendapatan daerah menjadi perhatian bagi Dispenda Provinsi Riau, salah satunya di Kabupaten Siak. Hal itu disambut baik Pemkab Siak, karena memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya dalam membayar pajak kendaraannya.Bupati Siak Alfedri, didampingi Kepala BKD Muzamil, berbincang dengan Kepala Bapenda Riau Herman bersama timnya di salah satu kedai Kopi di Mempura, terkait realisasi PAD yang akan diperoleh jika menjemput bola.“Kami sangat senang atas solusi yang diberikan Bapenda Riau. Semua itu akan memudahkan masyarakat dalam menunaikan. kewajibannya membayar pajak kendaraan yang dimiliki dan digunakan,” kata Alfedri, Selasa (5/1/2021). Tentunya dia merasa senang, karena masyarakatnya tidak perlu jauh-jauh dalam membayar pajak kendaraan. Cukup menunggu pada titik yang telah ditentukan, masyarakat sudah bisa membayarkan pajak kendaraannya. Hal itu sesuatu yang baru dan kekinian. Bahkan ke depan, Bupati Alfedri yakin, akan ada sesuatu yang baru, misalnya pembayaran secara online. “Kita semua akan menuju digitalisasi. Semua tujuannya untuk memudahkan. Sistem yang dibangun akan membuat semuanya menjadi mudah,” ucapnya. Lebih jauh Alfedri bilang, jika itu menyangkut PAD yang nantinya menjadi dana bagi hasil. Ada juga beberapa potensi PAD yang saat ini sedang digesa. Di antaranya pengelolaan CPP Blok oleh BSP dan pengelolaan Taman Nasional Zamrud.“Tidak hanya sampai di situ, potensi PAD juga akan didapat dari perkebunan kelapa sawit. Ada perhitungan baru, kami nanti akan terbitkan Perdanya," jelas Alfedri.Hal itu berkaitan dengan potensi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Sehingga menurutnya saatnya perbaikan Perda tentang PBB-P2 ini. Bahkan dengan banyaknya program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) akan terjadi peningkatan PAD dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.Sementara Kepala Bapenda Riau Herman  menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memang sedang berusaha menggenjot PAD dari pajak kendaraan bermotor.Ada sejumlah kabupaten kota yang menjadi perhatiannya dan membangun unit pelayanan, untuk Siak di Kecamatan Lubuk Dalam. Tidak hanya unit pelayanan (UP) tapi juga pelayanan Samsat Keliling.“Kami menyiapkan mobil untuk pelayanan Samsat keliling di empat kecamatan, yaitu di Minas, Sungai Mandau dan Sabak Auh. Terkait jadwal, kami percayakan kepada Pemkab Siak,” sebutnya.Kata Herman, dengan jemput bola seperti ini, dia yakin akan terjadi peningkatan penerimaan pajak kendaraan.“Kami memang terus menerus melakukan inovasi. Kami tidak ingin berpangku tangan. Dukungan pemkab sangat menentukan berhasil atau tidaknya inovasi ini," tandasnya.

Alfedri : Terimakasih Pak Doddy Selamat Bertugas Pak Gunar
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri hadiri pisah sambut Kepala Polisi Resort  (Kapolres) Siak dari AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya kepada AKBP Gunar Rahardiyanto.Acara tersebut dilaksanakan di Balairung Datuk 4 Suku, Komplek Abdi Praja, Kecamatan Siak, Senin (4/1/2021) malam.Setelah menjadi Kepala Polisi Resort (Kapolres) Siak selama kurang lebih 1 tahun 3 bulan, AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya mengakhiri tugasnya dan digantikan oleh AKBP Gunar Rahardiyanto.Selanjutnya AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya akan bertugas di ESDM Mabespolri. Dalam sambutannya, AKBP Gunar Rahardiyanto yang bertugas sebagai Kapolres Siak baru mengatakan, setelah melaksanakan serah terima jabatan di Mapolda Riau, saya dipercayakan untuk menjadi Kapolres Siak menggantikan pak Doddy. "Saya Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2001, yang merupakan Junior dari Bapak Doddy Ferdinand Sanjaya," ungkapnya."Sebagai warga baru di Kabupaten Siak, saya meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Siak, Forkopimda dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Siak, agar kami bisa melaksanakan tugas dan amanah dengan sebaik mungkin, serta menunjukkan kinerja yang baik," pinta Gunar Rahardiyanto. Selanjutnya, AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak, Forkopimda, instansi vertikal serta seluruh lapisan masyarakat yang telah membantu dan mendukung saya menjalankan tugas selama menjadi Kapolres Siak. "Alhamdulillah selama saya menjabat sebagai Kapolres Siak, hampir seluruh kenangan baik yang saya dapatkan. Meskipun saya bukan orang Siak maupun orang Riau, tapi rasa cinta dan sayang saya terhadap Siak sangat luar biasa," ucap Doddy. Doddy juga meminta maaf yang sebesar-besarnya jika selama bertugas di Kabupaten Siak ada salah dan khilaf. "Saya beserta keluarga memohon maaf yang sebesar besarnya atas kesalahan dan kekhilafan saya selama menjadi Kapolres Siak. Saya yakin Kapolres yang baru bisa melanjutkan dan bertugas lebih baik dari saya," harap mantan Kapolres Siak itu. Bupati Siak Alfedri dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Siak dan unsur Forkopimda, kami mengucapkan terima kasih telah saling bekerjasama untuk menciptakan suasana kondusif di Kabupaten Siak dan selamat bertugas ditempat yang baru untuk Pak Doddy Ferdinand Sanjaya yakni di SDM Mabespolri. "Semoga dengan bertugas ditempat yang baru, bisa meningkatkan kinerja sekaligus kenaikan dimasa yang akan datang," harap Alfedri. Mutasi jabatan merupakan suatu hal yang biasa didalam Aparatur Negara, untuk penyegaran, meningkatkan kinerja dan motivasi dalam memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara. "Selain menjadi Kapolres Siak, Pak Doddy juga menjadi sahabat kami pada saat bermain tenis lapangan. Alhamdulillah berkat kebersamaan ini, banyak iven besar yang telah dilaksanakan dan alhamdulillah semua berjalan lancar berkat kerjasama semua pihak termasuk pak Doddy," kata Alfedri.Kami juga berdoa semoga pak Doddy sukses ditempat tugas yang baru, jangan pernah lupakan semua kenangan selama bertugas di Kabupaten Siak. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami mengucapkan permohonan maaf atas semua kesalahan yang pernah kami perbuat. Buang kenangan buruk ke sungai Siak pak Doddy, bawak kenangan indah di Siak ke Jakarta," ucap Bupati Siak tersebut. Kemudian kami selaku Pemerintah Kabupaten Siak, dan masyarakat Kabupaten Siak mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Siak yang baru AKBP Gunar Rahardiyanto, SIK, MH di Kabupaten Siak. "Dengan doa semoga bapak diberikan kekuatan, kemudahan dan bimbingan dari Allah Swt sehingga bisa menjalankan amanah sebagai Kapolres Siak yang baru. Mudah-mudahan hubungan baik yang telah terjalin selama ini akan terus baik dimasa yang akan detang, sehingga kita bisa bersama menciptakan suasana Kabupaten Siak yang aman dan kondusif," harap Alfedri.

Gedung Endra Dharmalaksana Polres Siak Diresmikan
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri di dampingi AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya, secara langsung meresmikan pemakaian Gedung Serbaguna Polres Siak yang diberi nama Gedung Endra Dharmalaksana, di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya, Selasa (05/01/2021) pagi.Dalam sambutannya, Alfedri menyampaikan, diresmikannya gedung serbaguna ini dapat di manfaatkan dan menunjang kelancaran aktifitas pelaksanan tugas pokok kepolisian republik indonesia khususnya di Polres Siak."Alhamdulillah, pembangunan gedung ini terlaksana dengan baik, gedung ini di anggarkan melalui dinas PU Tarukim Kabupaten Siak, dengan anggaran 2 milyar. Dimana pembangunannya dikerjakan pada APBD tahun 2020," ujar Alfedri.Ia berharap, setelah di resmikannya gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai pembinaan ke anggotaan korps Polri, namun juga dapat di gunakan untuk pertemuan-pertemuan termasuk kegiatan olah raga seperti bulu tangkis."Makanya gedung ini di rancang tingginya mencapai 7,2 meter, agar berguna multi fungsi," ungkapnya.Lanjutnya, gedung ini akan indah apa bila di dukung dengan lanskap yang akan di programkan kembali di ABPD Siak. Sehingga akan melengkapi kawasan gedung ini.AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya SH SIK, MIK mengatakan, penamaan Gedung Serbaguna Polres Siak Endra Dharmalaksana ini diambil dari nama angkatannya yang lulus Akademi Kepolisian tahun 1999 nama batalionnya Endra Dharmalaksana."Endra Dharmalaksana memiliki arti pimpinan yang jujur dan bijaksana, meski berat menyandang penamaan ini, karena kami banyak kekurangan selama memimpin Polres Siak selama 1,3 tahun, namun kami yakin kami sesuai yang di sampaikan pak bupati tadi spirit dari nama ini, menjadi motifasi kami untuk berbuat baik," ungkapnya.Dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung selama ia bertugas di Siak.Dengan diresmikannya pemakaian gedung serbaguna ini menjadi kenang-kenangan sejak ia bertugas di kabupaten Siak."Kami mengucapkan terimakasih kepada pak Bupati yang telah mendukung dan persetujuan Pak Ketua Dewan, Alhamdulillah gedung ini berdiri. Ini merupakan kenang kenangan sebelum saya meninggalkan Polres Siak," ucapnya.Hadir pada acara itu, Dandim 3030 BengkalisKejari Siak, Ketua Pengadilan Siak, Ketua DPRD Siak, Ketua LAMR Siak, Para Camat, serta jajaran Polres Siak.

Kisah Heroik Warga Kandis Siak Tangkap Buaya Besar di Parit
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Setelah peristiwa Seekor Buaya yang memakan manusia di Kecamatan Sungai Apit, Siak pada April 2020 lalu.Saat ini Muncul lagi Seekor Buaya dengan lebar badan 40 cm dengan panjang 3 meter lebih ditangkap warga Desa Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (1/1/2021).Diceritakan Penghulu Desa Pencing Bekulo, Eka Indrawan Sinaga menjelaskan kisah heroik warganya saat menangkap buaya jantan berjenis Sinyulong itu.Awalnya ada seorang warga yang mancing dan terlihat seekor buaya namun yang terlihat bagian kepalanya." Karena tak berani warga tersebut menghubungi warga lainnya yang berada disitu baru rame-rame menangkap buaya tersebut," kata Eka Indrawan Sinaga, Selasa (5/1/2021).Proses penangkapannya, kata Eka tergolong heroik karena di tengah kondisi malam hari dan takut, mau tidak mau buaya itu tetap ditangkap karena membahayakan."Awalnya mulut buaya itu dijerat, lalu ramai-ramai warga masuk parit untuk menangkapnya. Saat ditangkap buaya itu melawan dengan mengibaskan ekornya," jelasnya." Mungkin karena buaya nya lemas akhirnya buaya tersebut bisa dievakuasi ke darat oleh masyarakat," tambahnya.Menurut Eka, beberapa waktu lalu memang terjadi banjir diwilayah Sungai Mandau, mungkin buaya itu tersesat hingga sampai ke wilayah parit yang ada di desanya itu." Kalau menurut warga yang tinggal di pinggiran sungai, buaya itu dari Danau Bekulo," ungkapnya.Eka Mengimbau, untuk warga yang tinggal atau yang lahannya berada di lokasi tersebut untuk tetap hati-hati." Untuk warga yang pergi memancing malam hari juga harus hati-hati," imbaunya.Dijelaskan Eka, selama 13 tahun ia tinggal di Desa Pencing Bekulo, baru kali ini Ia melihat ada seekor buaya di wilayahnya tersebut." Itu mungkin buaya tersesar karena banjir kemarin, dan tidak ada konflik warga dengan binatang buas itu," kata Eka.Sebelumnya, seekor buaya berhasil ditangkap oleh warga dan tidak memakan korban.Diduga Buaya itu dari Sungai Mandau dan masuk ke pemukiman warga."Diperkirakan buaya masuk ke kanal pada saat banjir," kata Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Dian Indriati, Jumat (1/1/2021).Dian menjelaskan, buaya dengan nama latin Tomistoma schlegelii itu berhasil ditangkap warga di sebuah kanal tak jauh dari permukiman.Setelah petugas datang, buaya tersebut segera dievakuasi dan akan dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari permukiman demi menghindari konflik dengan manusia."Evakuasi buaya sinyulong dilakukan oleh petugas Resort Dumai dan Duri, Balai Besar KSDA Riau pada Senin 28 Desember 2020 lalu," ujar Dian.Kita berterima kasih kepada Sekdes Desa Pencing Bekulo, Bapak Sukardi dan masyarakat, karena tidak anarkis terhadap satwa dilindungi," tambahnyaBerdasar pengecekan di lokasi, kanal tersebut diduga mengarah ke aliran Sungai Mandau. Letaknya lebih kurang empat kilometer jauhnya.Selain itu, sungai tersebut merupakan habitat buaya, kata Dian.

Alfedri Sebut 80 Persen Sekolah di Siak Siap Lakukan Belajar Tatap Muka
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau menyatakan siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.Guru dan murid melakukan belajar tatap muka setelah beberapa bulan melaksanakan proses belajar dengan daring.Seperti dikatakan, Bupati Siak Alfedri, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, sebanyak 80 persen sekolah siap mengikuti pembelajaran tatap muka."Untuk tingkat SD baik Negeri maupun Swasta yang siap belajar tatap muka sebanyak 183 sekolah sementara yang belum siap sebanyak 47 sekolah," kata Alfedri.Tingkat SMP, tambah Alfedri, jumlah sekolah tingkat menengah itu di Siak berjumlah 110  sekolah dengan rincian 82 sekolah Negeri dan 28 sekolah Swasta." Yang siap dan memenuhi syarat untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP sebanyak 88 sekolah dengan rincian 70  sekolah negeri dan 18 sekolah swasta," tambah Alfedri.Setiap sekolah, jelas Alfedri, harus menyiapkan alat termogan, tempat cuci tangan, masker dan menyusun kursi tempat duduk murid agar menjaga jarak."Bagi yang belum memenuhi persyaratan daftar periksa maka belum bisa melakukan proses belajar tatap muka, namun, bagi yang telah memenuhi persyaratan,maka akan dimulai pada hari ini," kata Alfedri.Persetujuan dari orang tua siswa, lanjut Alfedri, merupakan bagian dari persyaratan untuk proses pembelajaran tatap muka."Apa bila orang tua siswa tidak menyetujui,maka siswa akan melakukan pembelajaran melalui daring," jelasnya." Dan suhu tubuh Siswa diatas 37,3 Derajat Celcius agar pihak sekolah mengamankan siswa tersebut," tutupnya.

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Siak dengan Prokes Ketat
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Setelah beberapa bulan para peserta didik melakukan proses belajar dengan daring akibat pandemi covid-19.Di Kabupaten Siak, terlihat sejumlah siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Siak mengikuti kegiatan belajar tatap muka di hari pertama paska pandemi covid-19, Senin (04/01/2021).Meski tampak beberapa anak tidak ikut dalam belajar tatap muka itu namun hal ini bukanlah suatu halangan untuk dilaksanakannya proses belajar tatap muka ini.Seperti dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, Arfan Usman menyebut hal itu sudah sesuai dengan yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan."Proses belajar mengajar tatap muka ini akan dilaksanakan secara bergilir. Dan bagi yang tidak melaksanakan tatap muka akan tetap belajar secara daring," kata Sekda Siak, Arfan Usman saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Siak."Proses belajar mengajar tatap muka ini harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan," pintanya.Ditambahkan Arfan, Dinas Pendidikan dan Tenaga Pendidik tentunya sudah merencanakan yang terbaik untuk pelaksanaan belajar tatap muka ini."Dinas pendidikan juga akan menunjang kegiatan ini dengan memberikan masker gratis. Dan tidak lupa untuk menjalankan 3M bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan proses belajar tatap muka ini," jelas Arfan Usman.Untuk diketahui, Uji coba pelaksanaan proses belajar tatap muka ini akan berjalan selama 2 bulan. Nantinya, tambah Arfan, akan diseleksi kembali apakah kegiatan ini akan dilanjutkan sesuai dengan keadaan dari daerah masing-masing. " Untuk siswa dan siswi jangan lupa membawa makanan minuman dari rumah dan tetap terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta tetap semangat," kata Arfan.

Awal Januari, Pemkab Siak Terapkan Belajar Tatap Muka
01 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak akan menerapkan metode pembelajaran tatap muka bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada pekan depan awal Januari 2020. "Iya Minggu depan tatap muka. Sabtu (02/01/2021) nanti kita pantau persiapannya, kalau sudah memenuhi daftar periksa Surat Keputusan Bersama empat menteri tanggal 4 Januari boleh belajar," kata Bupati Siak, Alfedri, Rabu (30/12/2020).Ditambahkannya, jika pun belum memenuhi daftar periksa maka penundaannya hanya sampai Rabu, 6 Januari 2021. Untuk belajar tatap muka itu, lanjutnya, kapasitas kelas hanya diisi 50 persen peserta didik. Murid SD hanya belajar dua kali seminggu yakni Senin dan Rabu atau Selasa dan Kamis. Sedangkan pada Jumat dan Sabtu pembelajaran dilakukan secara daring. Pihaknya mengatakan akan mengirimkan Satuan Tugas COVID-19 untuk monitoring agar protokol kesehatan dilakukan dengan baik. Seperti sebelum masuk dilakukan ukur suhu di bawah 37,3 derajat celcius."Kalau lebih supaya Unit Kesehatan Sekolah berkoordinasi dengan pusat kesehatan masyarakat pembantu agar dilakukan nanti tes cepat. Nanti ada juga tindak lanjut bersama dinas kesehatan," ungkapnya.Selain itu, tentunya peserta didik diwajibkan pakai masker dan menjaga jarak. Pihaknya juga menekankan dan mengimbau agar tidak bersentuhan satu sama lain.Sementara itu, tambahnya untuk sekolah dibawah kementrian agama belajar tatap muka dilakukan pada 11 Januari 2021. Karena memang pada pekan depan masih melakukan verifikasi daftar periksa.Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas sebutnya itu kewenangan pemerintah provinsi. Namun menurutnya akan sama dengan yang diterapkan pihak kabupaten."Masa transisi ini Januari sampai Februari setelah itu nanti kita evaluasi dan tetap dipantau terus pelaksanaannya. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik," harapnya.

Kasat Narkoba : 6 Orang Anak di Bawah Umur
31 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Sepanjang 2020 kasus penyalahgunaan narkotika di Siak tercatat sebanyak 140 kasus, bertambah 1 kasus dibanding 2019 yang jumlahnya 139 kasus.Dari data yang berhasil dihimpun, yang sudah menjadi tersangka pada 2019 sebanyak 184 orang dan 2020 sebanyak 185 orang."  Untuk anak di bawah umur tahun 2019 sebanyak 5 orang sedangkan pada 2020 sebanyak 6 orang," terang Kasat Narkoba Siak, AKP Jailani.Dengan kondisi demikian, kata Jailani, pihaknya mengimbau kepada generasi muda untuk tidak terjerumus dalam lembah hitam tersebut." Lakukanlah kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Untuk remaja muslim bisa aktif di kegiatan remaja masjid," kata Jailani. Kedepan, jelas Jailani, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan untuk terus menekan angka peredaran narkotika."Upaya tindakan dan penyuluhan tetap dilakukan kedepan agar tidak ada ruang lagi narkotika merusak negeri kita," ungkapnya.Sementara untuk hasil tangkapan Barang Bukti (BB) Narkotika pada 2020  Polres Siak juga mengalami peningkatan.Tercatat, narkotika jenis Ganja sebanyak 39,519 Gram, Shabu 20,436 Gram, Ekstasi 61 butir dan Happy Five (H5) sebanyak 9500 butir.

Sepanjang 2020, Kriminalitas di Siak Meningkat 178 Persen
31 Desember 2020 SIAK, Petah id - Angka kriminalitas di Kabupaten Siak tahun 2020 meningkat tajam.Dari data yang dihimpun, pada 2019 berjumlah 268 kasus sedangkan 2020 sebanyak 478  kasus.Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya melalui Kasat Reskrim, Noah Aritonang tak menampik hal itu.Menurutnya, di masa pandemi covid-19 menjadi salah satu pemicu tingginya angka kriminalitas tersebut ."Mungkin disebabkan oleh pandemi bisa sehingga perekonomian yang semakin sulit," kata Kasat Reskrim Aritonang, Kamis (31/12/2020) siang.Kendati  demikian, jelasnya, pihaknya mengklaim hal itu selaras dengan penyelesaiannya.Terdata penyelesaian kasus kriminal yang dilakukan Polres Siak juga mengalami kenaikan 27,8 persen dari sebelumnya hanya 223 menjadi 285 kasus.Kedepan, Polres Siak, kata Noah, akan terus meningkatkan upaya preventif dan preemtif.Kemudian, tambah Noah lebih jauh, pihaknya akan perkuat ring serse, patroli, kordinasi dengan instansi terkait." Kita juga akan tingkatkan  tindakan represif/ pengungkapan perkara pidana yang masih menjadi tunggakan," ringkasnya.

90 Paket Dibagikan Polsek Koto Gasib untuk Warga Membutuhkan
31 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Sebanyak 90 paket sembako gratis dibagikan Polsek Koto Gasib dalam sepekan terakhir.Hal itu dilakukan karena keadaan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19 belum pulih benar.Seperti dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, ada pun paket sembako yang diberikan kepada warga yang berhak dan membutuhkan, terdiri dari 5 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng.Suryawan mengatakan bantuan sembako ini berasal dari Polres Siak, dan mereka bertugas menyalurkannya kepada masyarakat yang terlihat benar-benar membutuhkan.“Sembako ini dari Polres Siak dan kami bertugas menyalurkannya. Dengan harapan masyarakat dapat terus bertahan di tengah pandemi Covid-19, dan berusaha bangkit di tengah keterbatasan,” sebut Kapolsek Suryawan.Tahap ini, sembako dibagikan di beberapa kampung, mulai dari Sengkemang, Rantaupanjang, Pangkalan Pisang dan Teluk Rimba.“Kami berharap penerima sembako merupakan keluarga yang benar-benar memerlukan atau tepat sasaran,” kata Kapolsek Suryawan.Hal ini penting, sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Perlu peran semua pihak untuk tetap peduli lingkungan sekitar, sehingga tahu siapa saja yang benar-benar memerlukan dan layak mendapatkan bantuan.“Meski nilai dan jumlahnya tak seberapa, namun setidaknya bisa bermanfaat bagi keluarga yang membutuhkan,” kata Kapolsek Suryawan.Kapolsek Koto Gasib berharap kegiatan ini dapat sedikit membantu ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi covid 19, dan dapat bermanfaat bagi warga yg benar-benar membutuhkan.

Kapolsek Gasib Beri Apresiasi Kinerja Personel dengan Penghargaan Setiap Pekan
30 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Kebanggaan tak terhingga dipelihatkan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan atas kinerja dan dedikasi yang diberikan personelnya.Personel yang memberikan laporan tertinggi atau terbanyak di Apliaksi Lancang Kuning dan laporan tertinggi di Bersatu Lawan Covid-19 (BLC), diberikan penghargaan.“Ada pun penghargaan yang diberikan, berupa AC miniportabel untuk peraih tertinggi atas nama Bripka Adianto untuk laporan Lancang Kuning,” jelas Kapolsek Suryawan.Sedangkan juara pertama untuk BLC Brigadir Musdiono. Berikut nama-nama pemenangnya. Untuk Apliaksi Lancang Kuning peringkat kedua adalah Bripka Leonar Pakpahan dan ketiga Tubagus.Sedangkan untuk BLC, peringkat kedua Bripka Harryan Sakti dan ketiga Bripka Hendrick.Masing masing mereka mendapatkan AC miniportabel untuk peringkat pertama, hanspre untuk keringkan kedua dan peringkat ketiga  meraih kaca pembesar monitor.“Saya melakukan ini setiap pekan, sebagai bentuk motivasi bahwa tidak ada perjuangan dan pengorbanan yang sia-sia,” sebut Kapolsek Suryawan.Mereka telah memberikan yang terbaik di tengah mereka melaksanakan tugasnya sebagai personel kepolisian, mereka juga bisa memberikan laporan dengan jumlah maksimal. “Tentu hal itu patut saya apreasiasi. Mungkin apa yang saya berikan tidak seberapa. Namun, jauh di balik itu, mereka telah berbuat untuk negeri ini dan tetap pada fungsinya, Polri sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat,” ucap Kapolsek Suryawan.

Liburan Akhir Tahun? Istana Asyerayah Al Hasyimiyah jadi Tempat Pilihan di Riau
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id -  Libur akhir tahun mungkin sudah dinantikan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sambil bepergian.Kalau Anda masih mencari tempat berlibur, kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini mungkin patut dipertimbangkan.Anda yang suka wisata sejarah bisa berkunjung ke Istana Siak Asyerayah Al Hasyimiyah yang masih menyimpan beragam tentang peninggalan kejayaan Kerajaan Siak.Untuk masuk ke Istana Siak, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu mahal. Untuk dewasa dan anak-anak domestic cuma dikenakan Rp10.000 dan Rp5.000 sementara untuk pengunjung mancanegara bagi dewasa dan anak-anak dikenakan Rp25.000 dan Rp15.000 saja.Memasuki Istana Peninggalan Sultan Hasyim, nuansa kerajaan zaman dahulu pun langsung bisa kita nikmati.Kedalam, kita langsung disambut patung mirip manusia pada zaman kerajaan sedang melakukan rapat." Patung itu berada di Ruang Gading, kenapa Ruang Gading karena kursinya terbuat dari Gading Gajah," kata petugas penjaga Istana Siak, Mardianto.Istana Peninggalan Sultan ke sebelas itu juga menawarkan banyak benda sejarah yang bisa menjadi pengetahuan kita tentang kemahsyuran Kerajaan Siak pada masa itu." Ada cermin milik permaisuri yang konon ceritanya itu menkadi cermin awet muda bagi permaisuri," kata Mardianto.Jika beruntung, pengunjung juga dapat menikmati alunan musik dari alat musik yang cuma ada dua di dunia yakni Komet.Komet ada cuma di Jerman dan Indonesia tepatnya di Istana Siak." Zaman dahulu, Komet dimainkan saat menyambut para tamu raja," tambahnya.Tidak hanya itu, wisatawan yang masuk ke Istana Siak juga bisa melihat Kursi Singgasana.Menariknya, Kursi Singgasana Raja itu terbuat berlapis Emas 18 karat pada masa Sultan Hasyim."Kursinya masih asli," terang Mardianto.Wisatawan juga bisa melihat Lemari Besi berusia ratusan tahun yang hingga saat ini tidak bisa dibuka.Cerita yang terdengar hingga saat ini, lemari besi atau brankas kerajaan tersebut berisi dokumen penting tentang harta Kerajaan  Siak hingga persoalan pribadi Sultan.Diprediksi didalam lemari besi itu juga ada benda berharga."Sudah beberapa kali dicoba dibuka bahkan mendatangkan para ahli tapi tetap saja tidak bisa dibuka," ungkap Mardianto.Selain Istana Siak Asyerayah Alhasyimiyah, wisatawan yang datang ke Kota Siak juga dapat berkunjung ke situs sejarah lainnya seperti di makam para Sultan Siak dahulunya.Ada Masjid Syahbudin, Masjid yang dibangun pada masa kerajaan dahulunya.Tidak jauh dari Istana Siak, Wisatawan yang datang ke Siak bisa bermain ke Taman Tengku Mahratu, disana, mata pangunjung bisa dimanjakan dan menikmati suasana di Tepian Sungai Jantan. "Disana juga banyak jajanan kuliner yang patut pengunjung coba," kata Mardianto.Kendati demikian, di tengah pandemi covid-19, pengelola sangat perketat protokol kesehatan (prokes) untuk mecegah penyebaran covid-19 ituSebab, untuk masuk Istana Siak, selain wajib menggunakan masker, pengunjung juga dicek suhu tubuhnya.

Gelar Iven Kampung Lalang Tempo Dulu, Upaya Pertahankan Nilai Sosial Budaya Era 60an di Siak
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Setelah berjibaku dengan padatnya pekerjaan, akhir tahun selalu jadi waktu paling dinanti. Salah satu cara melepas penat yang ampuh adalah berwisata.Terlihat dekorasi tahun 60an menghiasi hampir tiap sudut kampung. Gubug-gubug berjajar menjajakan makanan maupun minuman.Di Kampung Lalang, Kabupaten Siak, Riau sekelompok anak muda menggelar acara Tempo Dulu Kampung Lalang Festival.Iven yang dilakukan selama 4 hari (24-30/12/2020) itu sebagai upaya membangkitkan seni dan upaya mempertahankan nilai sosial budaya sejak era 60 an di tengah terpaan arus globalisasi dan westernisasi.Demikian dikatakan Ketua Panitia iven tersebut, Gusfahmi Romaizan (28) menyebut anak muda saat ini harus tau jenis makanan, cara memasak, hingga cara berpakaian tempo dulu." Kita anak muda tak tau makanan dan pakaian yang digunakan tahun 60an dan ini merupakan upaya membangkitkan nilai sosial budaya agar anak muda tak melupakan identitas kampungnya," kata Gusfahmi Romaizan.Ada 13 cabang dilombakan dalam iven tersebut dan sebanyak 219 orang ikut berkompetisi.Dikatakan Gusfahmi, antusiasme masyarakat dalam mengikuti iven tersebut sangatlah luar biasa." Untuk lomba memasak sangat banyak emak-emak yang ikut," kata Igus.Hari ini, tambah Igus, dilaksanakan lomba memasak tempo dulu, emak-emak banyak menampilkan masakan yang berbahan dasar Sagu dan Ubi Kayu." Dan hasilnya jadi Lempeng Sagu, Sempurun, Sempolet dan makanan khas melayu pada zaman dahulunya," jelas Igus.Cabang perlombaan lainnya, sebut Igus, panitia juga menandingkan Pawai Budaya, Bujang Dara, Busana Kebaya Tempo Dulu, Lomba menyanyi tahun 60an dan lainnya.Acara yang ditaja Sanggar Seni Putri Melayu Kampung Lalang dan ikatan remaja mesjid itu dibantu oleh Pemerintah Kampung Lalang." Untuk anggaran kita dari swadaya saja, kami estimasikan akan menghabiskan 17 juta," imbuhnya.Igus berharap, kedepan hal positif seperti ini bisa menjadi ikon wisata tersendiri yang dapat dilakukan oleh pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten." Tentunya hal ini bisa jadi batu loncatan Pemkab Siak untuk membuat seperti ini dalam mendongkrak nilai sosial budaya di Siak," pintanya.Sementara itu, dukungan acara Tempo Dulu Kampung Lalang Festival datang dari Kerani (Sekretaris Desa) Kampung Lalang, Safrizal (29) menyebut hal ini akan didorong menjadi iven tahunan yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah kampung." Misalnya nanti bisa disandingkan saat musim durian sehingga dapat mendongkrak pariwisata yang ada di Siak," kata Safrizal.Hal senada juga disampaikan Viky Dawihangga (30) warga Kampung Kayu Ara, Ia berharap iven seperti ini dapat dilakukan setiap tahunnya.Menurutnya, kedepan acara seperti ini bisa mengundang masyarakat secara luas agar juga menjadi salah satu wisata tahunan yang dapat dinikmati masyarakat luas." Kedepan sudah bisa acara seperti ini dapat dinikmati masyarakat luas, tidak hanya warga Kampung Lalang juga tapi bisa mengajak masyarakat se Kecamatan Sungai Apit ataupun se Kabupaten Siak," kata Viky.Dalam kesempatan itu, kata Viky, Ia dapat mengajak anak dan istrinya menikmati makanan tempo dulu." Kami sekeluarga semacam berburu makanan khas melayu zaman dulu di acara ini," jelasnya.

Mengaku Dapat Shabu dari Warga Pekanbaru, Pasutri di Siak Diringkus Polisi
27 Desember 2020 SIAK, Petah.id - RS (47) dan SW (41) pasangan suami istri di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak ini terpaksa diamankan jajaran Polres Siak.Pasutri itu kedapatan memiliki 7 paket sabu di dalam lemari rumahnya Jalan Padat Karya RT 001/RW001, Kelurahan Kandis Kota, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.Demikian dikatakan Kapolres Siak Doddy Ferdinan Sanjaya melalui Kasat Narkoba AKP Jailani." Ya benar, anggota kami berhasil mengamankan dua orang pelaku yang merupakan pasangan suami istri diduga sebagai pengedar barang haram narkoba," kata AKP Jailnai, Sabtu (26/12/2020) pagi.Penangkapan tersebut, kata Jailani, berangkat dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.Kemudian, tambahnya, Ia memerintahkan tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Siak untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut."Dari hasil penyelidikan, Selasa (22/12/2020) sekira pukul 18.00 Wib, kami melakukan penangkapan terhadap RS (43) dan SW(41) yang berada didalam kamar yang sedang duduk," tambahnya.Saat digeledah, lebih jauh dikatakan Jailani, ditemukan 7 (tujuh) paket diduga narkotika jenis shabu yang berada didalam lemari milik RS" Kami interogasi lalu mereka akui 7(tujuh) paket diduga narkotika itu milik mereka," jelas Jailani."Paket diduga narkotika jenis shabu itu diakui RS dan SW dapatkan dari WR di Pekanbaru," tambahnya.Saat ini tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Siak guna proses lebih lanjut.Dari tangan pelaku, Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti paket diduga narkotika jenis shabu dengan berat kotor 3,24 Gram, 4 bungkus plastik klip bening, 1 unit handphone merk Nokia warna hitam, 6 buah mancis, 1 buah pipet yang sudah di modifikasi, 1 buah dompet warna merah muda, 2  set alat hisap shabu terbuat dari botol lasegar .

Pastikan Ibadah di Gereja Aman, Kapolres Gelar Patroli
25 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya melakukan patroli pengecekan pelaksanaan pengamanan gereja di wilayah Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Kamis (24/12/20) malam.Didampingi oleh Wakapolres Siak Kompol Zulanda dan pejabat utama, Polres Siak melakukan kunjungan serta pengecekan personil yang melaksanakan tugas pengamanan gereja di wilayah kecamatan Siak diantaranya di gereja HKBP dan Gereja GPDI Siak.Dalam kegiatan tersebut, Kapolres memberikan arahan dan penekanan kepada personil yang melaksanakan tugas baik personil Polri, TNI maupun petugas pengamanan dari pemuda gereja untuk dapat melaksanakan tugas pengamanan dengan maksimal serta memastikan protokol kesehatan cegah Covid - 19 berjalan sebagai mana mestinya.“ Kita menekankan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan jangan under estimed dalam tugas pengamanan yang dilaksanakan," kata Doddy.Ditambahkannya, terkait dengan situasi dan kondisi kamtibmas yang masih aman dan kondusif saat ini, sebelum pelaksanaan ibadah oleh jamaah gereja agar personil pengamanan melakukan pemeriksaan serta pengecekan di sekitar lokasi maupun di dalam gereja." Guna memastikan terkait dengan keberadaan benda-benda yang mencurigakan, kita juga sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pengurus gereja beberapa hari sebelum hari ini agar dapat menerapkan seluruh protokol kesehatan cegah Covid-19 dengan menyiapkan tempat cuci tangan, menyiapkan masker cadangan apabila ada nanti jamaah yang lupa menggunakan masker, memberi tanda agar terjaga jarak aman serta selalu mengingatkan untuk tidak berkerumun," tegas Kapolres.Sementata itu, Personil Polres Siak yang telah dibagi beberapa regu terus melakukan patroli ke gereja- gereja yang melaksanakan kegiatan ibadah di wilayah hukum Polres Siak untuk memastikan semua berjalan aman dan kondusif.

Polsek Koto Gasib Berbagi Masker dan Handsanitizer di Tiga Gereja
25 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Mencegah penyebaran Covid-19 di rumah ibadah. Polsek Koto Gasib membagikan masker dan handsanitizer di tiga gereja yang ada di wilayah hukumnya.Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Disebutkannya, tiga gereja itu adalah GKPI di Kampung Pangkalan Pisang KM 11, GPDI di KM 4 Simpang Astra Kampung Pangkalan Pisang dan  Gereja Khatolik Santo Yusuf Blok D Kampung Empang Pandan.Selain menurunkan personel untuk pengamanan, Kapolsek Koto Gasip Ipda Suryawan juga memastikan seluruh warga yang melakukan ibadah mematuhi prokes.“Kami melakukan prokes ketat terhadap warga yang melakukan ibadah. Kami berusaha memberikan yang terbaik,” sebut Kapolsek Suryawan, Jumat (25/12/2020) pagi.Disebutkan Suryawan, pengamanan dan membagikan masker serta handsanitizer adalah hal yang sederhana yang bisa dilakukannya bersama personelnya.“Kerja sama semua pihak membuat ibadah berjalan lancar. Dan apa yang kami lakukan semua baik-baik saja,” sebut Kapolsek Suryawan.Suryawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pihaknya dalam pengamanan dan membagikan masker serta handsanitizer.“Mari bersama mematuhi prokes. Sebab dengan mematuhi prokes, setidaknya kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tapi juga orang lain dan lingkungan,” sebut Kapolsek Suryawan.

Meski Bersuhu 38 Derajat, Peserta Ini Dibolehkan Masuk Acara Pembukaan JKPI
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Penerapan Protokoler Kesehatan pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JKPI dilakukan oleh penyelenggara, pada proses pengecekan terlihat petugas mondar-mandir setelah mengetahui hasil pengukuran suhu tubuh salah satu peserta.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Tonny Chandra, didampingi petugas Medis Dr. Liza Minggu (20/12/20) di lokasi kegiatan membenarkan satu peserta suhu tubuh melebihi 38 Derajat Celcius.Namun demikian, peserta itu tetap diperkenankan masuk mengikuti acara pembukaan rakernas. Tindakan yang dilakukan petugas medis dengan memantau suhu tubuh atau pengecekan ulang."Hasil pemeriksaan, ada satu peserta yang suhu tubuhnya diatas 38 Derajat Celcius, dia kepala daerah. Dia tetap masuk, ada di dalam ruangan. Kami beri dia masuk karena sebelum pemeriksaan dia berdiri ditempat panas, berjemur. Dan akan kami periksa ulang," terangnya.Usai pembukaan, Liza mengaku telah mengecek ulang suhu tubuh salah satu peserta yang awalnya di atas 38, hasil pemeriksaan ulang petugas medis ini mengaku hasilnya aman, suhunya normal.Saat ditanya apakah petugas medis ada memeriksa dokumen hasil rapid test tiap peserta, Liza memastikan semua peserta yang mengikuti rakernas dan seminar JKPI telah aman dari wabah Covid 19, dengan dalih mereka dari luar kota, saat penerbangan pasti harus melengkapi dokumen kesehatan berupa hasil rapid test."Sudah kami cek pak, mereka kan dari luar kota, di pesawat mereka harus menunjukkan hasil rapid test," pungkasnya.

3 Tarian Bersejarah jadi Pembuka Acara JKPI di Siak
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2020 dibuka secara resmi oleh Bupati Siak Alfedri yang juga sebagai Koordinator Presidum, Minggu (20/12/20) di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Ditabuhnya kompang oleh Alfedri didampingi Presidum JKPI Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Asisten I Sekda Provinsi Riau Jendri Salmon Ginting, Direktur Eksekutif JKPI Asfarinal sebagai Rakernas resmi dibuka. Kegiatan ini diikuti oleh 18 Kabupaten/Kota Anggota JKPI.Sedikitnya ada 3 pertunjukan tari yang tampil di acara nasional tersebut, sebagai tuan rumah, Siak menampilkan tari kreasi persembahan Tasik Seminai mengangkat tema Putri Kaca Mayang, sejarah kerajaan Hindu/Budha yang pernah berjaya di hulu sungai jantan yang kini dikenal Sungai Siak, Koto Gasib.Dalam kisah tarian menceritakan Putri Kaca Mayang yang diculik oleh raja Aceh dan diselamatkan oleh panglima Gimbam atau Raja Kerajaan Gasib.Sementara Palembang mempersembahkan tari yang menceritakan tentang Ratu Sinuhun, seorang ratu yang dikenal sebagai orang yang cerdas, pembuat undang-undang yang diterima dan berlaku di tengah masyarakat. Ratu Sinuhun lahir pada akhir abad 16, anak dari Maulana Afdillah, pangeran manca negara dari kerajan Islam Cirebon, kekuatan pengaruh Ratu Sinuhun menjadi cikal bakal dinasti Cirebon di Palembang. Kecerdasan yang melekat pada sang ratu membuat ia lebih dikenal rakyat dibanding suaminya sang raja di Palembang.Dimoment yang sama Kabupaten Belitung Timur mempersembahkan Tari Sahang, sebuah gerakan yang menceritakan budaya masyarakat memanen sahang atau lada, setelah lada terkumpul banyak, hasil panen pertanian rakyat diekspor.

Rakernas JKPI Resmi di Buka Bupati Siak Alfedri
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri secara resmi buka acara Rakernas JKPI ke VIII yang berlangsung di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim, Tanjung Agung, Kecamatan Mempura, Minggu pagi, (20/12/2020).Bupati Siak Alfedri selaku Presedium Rakernas JKPI ke VIII mengucapkan selamat datang para delegasi peserta Rakernas, serta utusan penampil dalam Festival Kota Pusaka Indonesia."Saya mengucapkan selamat datang para delegasi dari 16 kabupaten atau Kota. Selamat menikmati suasana Kota Siak Sri Indrapura. Semoga suasana kota pusaka berjuluk negeri Istana ini, dapat memberikan kesan tersendiri bagi hadirin dan jemputan sekalian," ujar Alfedri.Dikatakan Alfedri, secara khusus momentum penting Rakernas JKPI ke VIII ini juga memberi arti tersendiri bagi Kabupaten Siak sebagai tuan rumah pelaksana, yaitu sebagai salah satu pijakan langkah dan pemantapan spirit dalam mengusung Kota Pusaka Siak Sri Indrapura."Kita patut bersyukur bahwa hari ini kita di tunjuk sebagai tuan rumah, momentum ini akan sulit terulang lagi karena ada 70  keanggotan JKPI ini se Indonesia yang secara bergiliran ingin menjadi tuan rumah," ungkapnya.Selain itu, kata dia, sebagai saksi bisu kegemilangan sejarah Kesultanan Siak dimasa lalu, menjadi salah satu Kota Warisan Budaya Dunia. Hal tersebut penting, guna mengukuhkan berbagai tinggalan sejarah kota Pusaka Siak Sri Indrapura baik sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat, maupun untuk keperluan edukasi bagi generasi berikutnya."Di rapat kerja nasional (Rakernas) JKPI ke VIII  kali ini, kita tetap menyampaikan usulan agar kota Siak di tetapkan sebagai kawsan world heritage atau situs warisan dunia," harapnya.Hadir pada acara itu, Walikota Surakarta Tuan F.X. Hadi Rudyatmo, dan Bupati Karangasem Puan I Gusti Ayu Mas Sumatri selaku dewan Presidium JKPI, Direktur Eksekutif JKPI Tuan Asfarinal, para Bupati dan Walikota baik sebagai pengurus maupun anggota JKPI, beserta seluruh delegasi peserta Festival Kota Pusaka Indonesia Tahun 2020 yang datang dari berbagai kabupaten dan kota, dan turut meramaikan helat kegiatan ini.Selain Kepala Daerah dDewan Presidium, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah Bupati dan Walikota pengurus dan anggota JKPI, diantaranya tuan dan puan Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh, Walikota Bogor, Walikota Ternate, Wakil Walikota Palembang, Walikota Sawalunto, Walikota Blitar, Bupati Belitung Timur, Bupati Jepara, Wakil Bupati Sambas, dan Wakil Walikota Baubau. Selain itu juga hadir Sekretaris Daerah Kota Ambon, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kota Pekalongan, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Langsa, dan Kepala Dinas Kebudayaan  Kabupaten Buton

Di Acara JKPI, Stand Dekranasda Jadi Pusat Perhatian
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Pembukaan acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dihadiri 17 kabupaten/kota se Indonesia menjadi cerita tersendiri bagi Dekranasda Kabupaten Siak.Dalam acara tersebut, Dekranasda Siak menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung yang hadir di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.Seperti dikatakan Ketua Dekranasda Siak, Rasidah ucapkan rasa syukur karena stand yang dibuka dibanjiri peserta yang hadir pada acara JKPI."Alhamdulilah, stand kita ramai didatangi pengunjung, dan rata-rata mereka membeli produk-produk yang di pajang" kata Rasidah usai acara pembukaan Rakernas JKPI, Minggu (20/12/2020).Rasidah menuturkan apa saja produk-produk yang dipamerkan.  Mulai dari tanjak, kain tenun, tutup gelas, selendang, kain batik Siak, produk makanya ringan, dan lain-lain. Dikesempatan itu, masing-masing kepala daerah diajak meninjau stan pameran Dekranasda dari Banda Aceh, stand kopi Aceh dan stan Dekranasda Kabupaten Siak. Karena masa pandemi, tidak banyak yang membuat stan pameran kerajinan, dari daerah masing-masing karena masalah anggaran. Salah seorang pengunjung, Zanariah Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang memborong souvenir berupa tutup gelas. Dirinya datang ke Siak mewakili Walikota yang berhalangan hadir. Sementara Ketua Dekranasda Banda Aceh Hj. Nurmiati AR dan Wakilnya Hj. Fauzi ah serta Ketua Dekranasda Kota Bau Bau, Wa Ode Nursanti Monianse, penasaran ingin melihat langsung proses pembuatan kain tenun dan batik Siak. Setiba dilokasi Ketua Dekranasda Kab Siak Rasidah Alfedri menjelaskan, bahwa pihaknya melakukan kegiatan seperti, pelatihan membatik, pelatihan menenun, lomba desain motif batik Siak, festival batik Siak, Jumat berbagi dan lain-lain. "Sejauh ini untuk pemasaran kain tenun dan batik Siak, tidak ada masalah" ucap Rasidah. Istri Walikota Aceh saat melihat perajin tenun mengatakan, cara membuat kain tenun Siak ini hampir sama dengan daerahnya, bahkan nama motif kain tenunnya pun sama, yaitu 'Pucuk Rebung'.

Polres Siak Larang Warga Laksanakan Perayaan Tahun Baru
20 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Dalam upaya mencegah terjadinya penularan covid-19 di Kabupaten Siak melalui perayaan malam tahun baru. Polres Siak mengeluarkan imbauan terhadap masyarakat. Hal itu juga dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya. Larangan melakukan perayaan malam tahun baru guna mencegah penyebaran covid-19. "Untuk menjaga stabilitas Kamtibmas sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, malam tahun baru tidak boleh ada pawai, petasan, dan perayaan semacamnya," kata Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya, Kamis (17/12/2020). Kata Kapolres Siak, pihaknya tidak akan segan dalam memberi sanksi tegas jika ada kedapatan warga yang nekat melaksanakan perayaan tahun baru yang mengundang keramaian. "Apabila melanggar kita ada Peraturan Bupati (perbup). Ada undang-undang, ada sanksi sosial yang diterapkan bahkan pidana nantinya, tim gabungan pemburu teking Covid-19 Polres Siak terus melakukan operasi yustisi penindakan terhadap masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditentukan," kata AKBP Doddy. Dengan kondisi covid-19 di Siak masih cukup tinggi, kata Kapolres, maka Ia meminta kepada masyarakat Kabupaten Siak dapat memahaminya. Ia berharap agar semua masyarakat Siak tak ada yang melanggar protokol kesehatan. Kapolres Siak juga memerintahkan seluruh jajaran Polres Siak untuk mensosialisasikan larangan perayaan malam tahun baru. "Bukan untuk mengurangi kebebasan berekreasi tapi semata-mata untuk keselamatan Kita bersama agar terhindar dari Covid-19,sebaik nya rayakan saja  dengan keluarga dirumah masing masing," ungkapnya. Selain mengimbau kepada pengelola hotel, restoran, tempat wisata dan tempat hiburan lainnya, Kapolres Siak juga temui pemuka agama dan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan larangan melakukan perayaan tahun baru yang mengundang keramaian. AKBP Doddy juga memastikan perayaan Natal dan tahun baru 2021 berlangsung aman dan kondusif di masa pandemi Covid-19 ini. " Termasuk bagaimana skema pengamanan perayaan natal dan ibadahnya nanti," tegasnya. " Yang jelas ada beberapa catatan apabila ibadah itu digelar khususnya terkait petunjuk teknis pelaksanaan agar aman dari penularan Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkas orang nomor satu di jajaran Polres Siak.

Ini yang Dilakukan Kelompok Tani Rantau Serumpun Koto Gasib
20 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Upaya tetap bertahan dan meningkatkan ekonomi di tengah pandemi covid-19, kelompok tani Rantau Serumpun akan tanam semangka dan pepaya madu.Dengan luasan lahan 1,5 hektar milik pemerintah daerah, kelompok tani Rantau Serumpun berupaya bisa meningkatkan ekonomi.Seperti dikatakan PPL Yen Rizal, hal itu berawal dari wacana dari masyarakat untuk mengaktifkan lahan tidur menjadi lahan produktif." Melihat potensi keuntungan yang bisa didapat kalau harga diatas Rp2.000/kilo, sehingga masyarakat bisa memperoleh keuntungan dan meningkatkan ekonomi di tengah pandemi," kata Yen Rizal, Jumat (18/12/2020).Diceritakannya, upaya dalam mendapatkan lahan tersebut hingga bantuan untuk membersihkan lahan yang notabenenya semak belukar." Awalnya kami mengajukan proposal ke pihak PT Kimia Tirta Utama (KTU) untuk membantu membuka lahan tanah pemerintah,alhamdulillah responnya bagus," kata Yen yang juga PPL di Kampung Pangkalan Pisang.Untuk lahan seluas 1,5 hektar, kata Yen bisa hasilkan 25 ton dalam sekali panen dan selama 55 hari sudah bisa dipanen." Kalau harganya Rp2.000 saja sudah bisa menghasilkan 110 juta selama 55 hari," jelasnya.Sementara itu, Kepala Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain menyebutkan pihaknya terus berusaha membantu dan mensupport program jaga kampung dgn membuka lahan tidur menjadi lahan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat." Program ini sangat membantu masyarakat dalam pemberdayaan ekonominya apalagi dalam kondisi pandemi Covid 19 ini. Hal ini juga selaras dgn program kami yaitu  Astra Kreatif  yang mana program ini menitikberatkan untuk mendorong dan membantu dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," Kata Zulkarnain.Ditambahkannya, dengan begitu masyarakat akan lebih produktif dan lebih sejahtera tentunya sehingga ketahanan pangan di masyarakat meningkat." Semoga terus bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di kampung-kampung yangbberada di zona PT KTU," kata Zul.Hal senada juga dikatakan Sekretaris Camat Koto Gasib, Muharam mengapresasi  apa yang dilakukan oleh PT KTU untuk masyarakat di wilayah ring perusahaan." Semoga hal ini terus terjaga antara masyarakat dengan perusahaan," kata Muharam.Ia juga menyebutkan, dari banyaknya perusahaan di Kecamatan Koto Gasib, PT KTU menjadi perusahaan paling aktif dalam membantu program-program kemasyarakatan." Ya PT KTU paling aktif membantu masyarakat dari berbagai hal," katanya.

Pemkab Siak Terima 25 Ekor Kambing dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
15 Desember 2020 SIAK, Petah id - Sebanyak 25 ekor kambing diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dari Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan.3 ekor kambing jantan dan 22 ekor kambing betina itu diberikan kepada kelompok Jaya Sakti Dayun Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau.Seperti dikatakan Bupati Siak, Drs H Alfedri mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. " Alhamdulillah,saya sangat senang dan bersyukur sekali atas bantuan yang didapatkan. Usahakan dengan baik sesuai dengan managemen serta tugas dari kelompok masing-masing," kata Alfedri di Gedung Aula Kampung Sialang Sakti pada Minggu (13/12/2020) petang.Alfedri berharap, dengan adanya bantuan hewan ternak tersebut, masyarakat mampu untuk meningkatkan ekonomi dan bantuan yang diberikan bisa berkembang." Apa bila dikelola dengan baik,maka hasilnya tentu akan baik pula sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya peningkatan ekonomi," jelasnya.Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Susilawati menjelaskan untuk mendapatkan bantuan dari pusat tersebut,tentu melalui mekanisme penganggaran yang harus dikawal mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan." Karna itu diperlukan sinergisitas antara pemerintah daerah maupun pusat dan legislatifnya," kata Susi.Ia berharap, dengan adanya bantuan tersebut  dapat meningkatkan komoditas peternakan  sehingga sektor peternakan menjadi salah satu sektor Usaha/UMKM yang tetap bertahan dalam masa Pandemi Covid-19." Hal ini tentunya dapat menggerakkan aktifitas ekonomi masyarakat dan dapat memberikan sumbangsih dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah maupun nasional," jelas Susi.Tampak hadir  dalam acara serah terima bantuan ternak Kambing tersebut yakni Bupati Siak Alfedri,Kadis Peternakan dan Perikanan Hj Susilawati, Anggota DPRD Provinsi Riau H Sugianto, Camat Dayun Novendra Kasmara, Penghulu Kampung Sialang Sakti Iswanto Muhammad Amin dan masyarakat yang mendapatkan bantuan hewan ternak kambing.

Bupati Siak Sebut KTNA adalah Kawan Pemerintah
15 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Drs H Alfedri sebut kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan  (KTNA) merupakan kawan pemerintah.Hal itu dikatakan Alfedri  saat membuka Rembug Paripurna kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan  (KTNA) Kabupaten Siak Tahun 2020, di Gedung Tengku Mahratu, Minggu (13/12/2020) malam. Alfedri mengaku tersentuh dengan lirik lagu Mars KTNA, karena memiliki makna yang sangat dalam. Seperti pada lirik "berjuang dengan semangat kebersamaan dan berupaya memberantas kemiskinan dan berupaya mencapai kesejahteraan masyarakat.""Keberadaan KTNA ini sangat penting, menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan mewujudkan swasembada pangan," sebut Alfedri.Menurutnya, Rembug Paripurna KTNA ialah sebagaimana musyawarah sebuah organisasi, yang mengandung makna strategis dalam rangka merencanakan dan mempersiapkan organisasi untuk mampu memberikan peran yang berarti bagi Kabupaten Siak. "Apa yang dibuat oleh KTNA Kabupaten Siak selama ini patut di apresiasi. Kalau saya bilang patut diacungkan dua jempol," ungkapnya.Ia berharap Kabupaten Siak bisa swasembada beras, yang didukung oleh mitra pemerintah dan masyarakat. Hal ini didukung banyaknya masyarakat yang beralih untuk menamam padi maupun hortikultura. Sebelumnya Wakil Sekjen KTNA Nasional Kusyanto menyampaikan, peran KTNA sebagai pemberi masukan bagi pemerintah, khususnya pertanian dan perikanan. Kemudian peran KTNA adalah sebagai patner pemerintah dalam menyukseskan program-program pemerintah dibidang pertanian dan perikanan.Ditempat yang sama, Ketua KTNA Kabupaten Siak Ariana Ramelan menambahkan, KTNA adalah kontak tani yang diandalkan dan dipilih secara periodik menurut kesepakatan,  oleh para kontak tani-nelayan dalam mewakili aspirasi petani maupun nelayan. Ia bilang, fungsi kelompok KTNA adalah sebagai wadah musyawarah petani-nelayan dan sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembangunan pertanian. Sesuai dengan fungsi tersebut, kelompok KTNA diarahkan untuk mampu berperan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para anggotanya. "Alhamdulillah, untuk prestasi KTNA Kabupaten Siak pernah menyabet juara 3 di Pekan Daerah KTNA tingkat Provinsi Riau tahun 2019 kemarin," ujarnya. Sebagai mitra kerja pemerintah, lanjutnya, KTNA juga sebagai penyuluh pertanian secara swadaya dan menjadi penghubung antara pemerintah dengan petani dalam kegiatan pembangunan pertanian maupun perikanan.

Tim Yustisi Koto Gasib Gencarkan Operasi Prokes
14 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Perda No 4 tahun 2020 tentang Covid-19 dan Penanganan Penyakit Menular menjadi dasar Polsek Koto Gasib dan Tim Yustisi menggelar Operasi Protokol Kesehatan (prokes).Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan saat menggelar operasi di Jalan Pertamina, sekitar lapangan sepakbola Koto Gasib.Menurutnya, operasi yang digelar setidaknya dapat terus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi prokes. Kesadaran baru masyarakat adalah mematuhi prokes.“Ke mana saja dan di mana saja tetap mematuhi prokes. Dan hal itu melekat bahkan menjadi gaya hidup,” sebutnya.Tanpa mengenakan masker merasa tidak nyaman, tidak mencuci tangan juga tidak tenang dan tidak menjaga jarak menjadi khawatir. Itulah yang harus diterapkan pada setiap individu.Tinggi tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes. Di antaranya mengenakan masker setiap keluar rumah. “Hanya bisa dihitung dengan jari pelaku pelanggaran yang harus mengisi blangko dan berjanji tidak mengulang hal yang sama,” sebut Kapolsek Suryawan.Dan sejauh ini, koordinasi dengan warga Koto Gasib sangat maksimal dilakukan. Tidak hanya melalui perangkat desa, RT adan RW, tapi juga Melayu paguyuban dan kelompok masyarakat seperti pengajian.“Kami menanamkan pentingnya mematuhi prokes. Sebab dengan penuh prokes tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tapi juga orang lain,” sebut Kapolsek Suryawan.

37,51 Gram Sabu Dimusnahkan Polisi di Siak
13 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Sebanyak puluhan gram narkotika jenis sabu dimusnahkan Polisi di Siak.Dikatakan Kasat Narkoba Siak, AKP Jailani, barang bukti dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Siak beberapa waktu lalu.Dari jumlah barang bukti yang berhasil diungkap pihaknya dengan total bersih berat BB sebanyak 47, 61 gram, namun yang dimusnahkan sebanyak 37,51 gram." Ini pengungkapan Satres Narkoba Polres Siak dengan jumlah berat bersih 47, 6 gram, namun tadi yang kami sisihkan 10 gram untuk kepentingan labfor dan 0,1 gram untuk kepentingan pengadilan. Dan sisa nya 37,51 gram yang tadi kita musnahkan" kata AKP Jailani usai pemusnahan. Selain itu, tambahnya lebih jauh, barang bukti yang dimusnahkan merupakan sitaan dari tersangka MAP dan kawan-kawan yang ditangkap dan diamankan beberapa waktu lalu oleh Tim Satres Narkoba Polres Siak."Barang bukti yang kita musnahkan hari ini merupakan milik tersangka MAP dan kawan kawan yang kita tangkap dan amankan beberapa waktu lalu dan sekarang menunggu untuk dilimpahkan ke kejaksaan negeri siak," kata dia.Pemusnahan Barang bukti dilaksanakan di depan Markas Polres Siak dan dilakukan dengan cara dimasukkan ke dalam blender kemudian setelah dilumat lalu dimasukkan ke dalam sebuh lubang yang telah disediakan.Pemusnahan barang haram tersebut juga disaksikan langsung oleh Pihak Kejaksaan Negeri Siak, Pihak Pengadilan Negeri Siak,Tersangka dan Penasehat Hukum yang mendampingi tersangka serta beberapa orang personil dan penyidik Satresnarkoba Polres Siak.

Memelihara Keberagaman dengan Hukum Adat di Atas Segalanya
12 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat hukum adat menjadi acuan paling penting dalam menata kehidupan bersosial di tengah-tengah keanekaragaman masyarakatnya.Terletak di Provinsi Riau, Kabupaten Siak, Kamoung Adat itu meninggikan hukum adat di atas segalanya dibanding persoalan agama persoalan agama.Ketua Kerapatan Adat, Alid (34), mengatakan hal itu merupakan warisan dari leluhurnya.Ia bersama kepala suku lainnya merawat dan menjaga adat dan istiadat di kampung itu sedemikian rupa."Di Kampung Adat kami ini hukum adat itu tertulis dan sifatnya bukan imbauan tali tegas terhadap siapapun yang melanggar," kata Alid.Misalnya, kata Alid, untuk persoalan kasus pemerkosaan, perselingkuhan, pelanggar akan diusir dari kampung." Dan ada denda adat 1 kesalahan akan dijatuhi 2 hektare tanah dan uang senilai Rp10 juta," tegas Alid.Ditambahkannya, untuk kasus pencurian akan dihukum mencuci parit yang ada di Kampung Adat Asli Anak Rawa Penyengat." Setiap tanggal 1 kami rutin melaksanakan gotong royong membersihkan parit, tapi jika di luar tanggal 1 ada yang mencuci parit maka itu yang sedang berkasus," tambahnya dengan senyum.Sementara itu, untuk kasus mempermalukan orang depan umum lanjut Alid, itu tidak boleh sembarangan. Kesalahan itu akan mendapat hukuman membeli baju dan dipasangkan di depan para pemangku adat."Bisa juga dengan kain potong/kain bahan dibungkus kain kuning," katanya."Saya saja mau meludah lihat-lihat orang dulu baru pelan-pelan meludah kebawah," tambahnya.Sejujurnya, jelas Alid, terkadang perasaan manusiawinya hadir di tengah-tengah penerapan hukum adat yang diterapkan."Semuanya soal hukum adat ke saya, jadi terkadang sedih jika harus mengusir. Kemarin yang diusir datang ke rumah menangis dan mohon maaf, tapi namanya hukum adat harus kita tegakkan," kata Alid.Tidak ada perbedaan dalam penerapan hukum adat di kampung itu. Semua diperlakukan sama di mata adat. "Tanpa terkecuali, kita terapkan sama," tegasnya.Sebagai suku tertua, kata Alid, Suku Anak Rawa punya sembilan batin. Batin itu sendiri memiliki arti pada masa dahulunya adalah Kepala Kampung Adat."Ada sembilan batin dahulunya di Suku Anak Rawa ini, semua makamnya ada, sehingga bisa merunutkan sejarahnya," jelas Alid.Alid bercita-cita Ia bisa mewujudkan kampung adat ini menjadi kampung adat percontohan." Selain itu saya juga berharap hutan adat itu bisa terwujud agar dapat mensejahterakan masyarakat adat," pintanya." Baru saya bisa tenang menutup mata selamanya jika dua ini bisa terwujud semua," jelasnya.Di Kampung itu, Alid merupakan sarjana pertama yang ada. Tekadnya untuk kembali kekampung kelahiranya tak lain untuk merawat dan mejaga adat yang sudah ada sejak leluhurnya." Setidaknya saya bisa menjadi inspirasi untuk yabg dibawah saya bahwa pendidikan bisa memajukan kampungnya," kata Alid.Selain menjaga dan merawat adat istiadat, Alid juga mengajar bagi anak-anak serta orang tua yang masih buta huruf." Ada yang sudah berumur 70 tahun masih belajar membaca dan mengenal huruf," jelasnya.

Jalan Kaki Berdampingan Istri, Sujarwo Gunakan Hak Pilih di TPS 1 Benhil
09 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Siak sedang berlangsung, Rabu (9/12/20) pukul 07.00 WIB di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura.Terpantau panitia sudah melakukan beriefing. TPS tempat Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo nomor urut 3 menggunakan hak pilih ini terlihat disediakan tempat cuci tangan portable.Sekitar pukul 7:25, Sujarwo bersama istri mengenakan baju putih celana katun hitam dan baju putih bawahan biru jalan kaki berdampingan menuju TPS, setiba di lokasi, Ia menyapa petugas dan langsung diarahkan cuci tangan. Tidak cukup itu, ia mengambil sarung tangan pelastik yang telah disiapkan dan dipakai pada tangan kanan dan kiri.Petugas menyodorkan thermogun, mengukur suhu tubuh pada tangan pemilih yang masuk. Sujarwo sempat antri sekitar 5 menit menjelang pemilih yang didepannya selesai menggunakan hak suara. Di posisi antrian itu tampak ia berdialog dengan sesama pengguna hak pilih.Melangkah di selasar ruang belajar yang dibatasi tali rapia, Sujarwo masuk mengambil kertas suara dan menggunakan hak pilih. TPS itu menggunakan dua ruang belajar, ruang pertama tempat menandatangani daftar pemilih yang masuk dan mengambil surat suara, ruang kedua merupakan bilik suara, kotak suara tan pemberian tinta tanda pemilih telah menggunakan hak suara.Usai menggunakan hak pilih, Sujarwo mengapresiasi penyelenggaraan yang telah menerapkan protokoler kesehatan, ia berharap Prodkes diterapkan sampai tahapan Pilkada selesai."Pemungutan suara terselenggara sudah sesuai dengan Protokoler kesehatan, menurut saya cukup sempurna, ini penting untuk keselamatan masyarakat, harapan saya ini benar-benar diterapkan sampai proses selesai," kata Sujarwo usai menggunakan hak pilih, sambil berjalan didampingi istri.Sebagai kontestan Pilkada Siak, ia bangga dengan semangat tim dan pendukung, melihat antusias masyarakat selama masa kampanye, pasangan calon nomor urut 3 ini yakin menang dengan estimasi perolehan suara 40 persen."Insyaallah menang, persentase 40 persen," ungkapnya.Kepada seluruh pendukung, Sujarwo menyerukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta mengawal ketat proses pemilihan, penghitungan suara hingga rekapitulasi suara di KPU Kabupaten Siak."Kepada suluruh tim dan pendukung, saya ucapkan terimakasih, mari saling mengisi dan menguatkan. Yang terpenting sama-sama mengawal sampai hasil perhitungan selesai," pungkasnya.

Akhiri Masa Tugas Pjs Bupati Siak Gelar Silaturahmi
06 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Memasuki akhir masa jabatan sebagai Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengelar acara silaturahmi bersama Forkopimda serta sejumlah pimpinan Opd di Lingkungan Pemerintah dan tokoh masyarakat Siak. Acara tersebut berlangsung di Kediaman Bupati Siak, komplek Abdi Praja, Siak, Jumat (4/12/2020).Diketahui sebelumnya Indra Agus Lukman merupakan Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau. Sesuai Surat Keputusan Gubernur Riau ia menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Siak berakhir hingga tanggal 05 Desember 2020. Disesuaikan dengan masa cuti Bupati Alfedri yang mengikuti Pilkada Serentak tahun 2020.Turut hadir Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Lizardo Gumay, Ketua Pengadilan Negri Siak, Ketua DPRD Kabupaten Siak, Ketua LAMR Siak serta Wakapolres Siak.Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Siak, selama bertugas menjabat sebagai Pjs selalu terjalin komunikasi yang baik antara Pemkab Siak maupun Forkopimda."Alhamdulillah, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama selama saja menjabat sebagai pjs. Paling enak tugas di Siak nih, karena Siaksebelumnya siak sudah memiliki peningkatan yang sangat bagus baik itu dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya Alam (SDA) nya,"ucap Indra. Disebutkan oleh Indra, Kabupaten Siak punya segudang prestasi,baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional. Hal tersebut ia rasakan disaat menjalankan tugas di Siak,banyak kabupaten dan kota yang sering melakukan studi banding Kabupaten Siak. Ia berharap kedepannya Siak bisa menjadi Kabupaten yang maju dan berkembang serta di kenal luas baik dalam maupun luar negri."Banyak pelajaran yang saya dapatkan di Siak selama bertugas, Saya berharap kedepan Siak akan semakin maju dan berkembang,apa lagi Siak ini telah banyak meraih prestasi yang baik",ungkapnya.Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman juga mengungkapkan terimakasih kepada Pjs Kabupaten Siak Indra Agus Lukman,kurang lebih waktu 2 bulan selama menjabat,ia menyebutkan Pjs Bupati Siak telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama memimpin."Sejak bapak Indra dilantik oleh Gubernur Riau, kami bersama kawan kawan pimpinan opd merasakan betul kepemimpinan Bapak, bagaimana bentuk mekanisme yang dilakukan terutama menyelesaikan berbagai permasalahan serta langkah-langkah yang dilakukan selalu berkoordinasi bersama kami," kata Arfan.Ia berharap kepada Indra agar ketika kembali bertugas di Provinsi menjadi Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik serta menjadi yang terbaik. Arfan berpesan agar nantinya Indra juga tidak lupa dengan kabupaten siak."Selamat menjalankan tugas kembali buat Bapak Indra, semoga tidak pernah lupa dengan Kabupaten Siak ini,"tandasnya.

Sujarwo : Tim Kita Solid dan Insyaallah Menang
05 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Keyakinan akan memenangkan kontestasi pilkada serentak yang hanya menghitung hari ditunjukkan oleh pasangan Arif-Jarwo nomor urut 3.Seperti dikatakan Calon Wakil Bupati Siak, Sujarwo sebutkan saat awal masa kampanye Ia bersama Arif Fadilah yakin dapat merebut hati masyarakat Kabupaten Siak." Insyaallah masyarakat tau mana pemimpin yang akan membawa siak lebih baik dan Insyaallah kita menang," ungkap Sujarwo, (5/12/2020).Menurut Sujarwo, dari 131 Kampung dan Kelurahan di 14 Kecamatan se Kabupaten Siak seluruh masyarakat inginkan perubahan dari berbagai aspek." Aspek Sosial, Pendidikan, Kesejahteraan, Kesehatan, Pelayanan Publik, dan lainnya yang sampai hari ini butuh kinerja yang maksimal dan saya yakin kami mampu mewujudkan harapan masyarakat Siak," kata Jarwo.Ditambahkan mantan Anggota DPRD Siak dua periode itu, animo masyarakat menyambut Ia dan Arif Fadilah sangat antusias. " Sambutan masyarakat kepada kami sangat hangat dan rekat. Insyaallah kami menang merebut hati masyarakat," ungkap Sujarwo.Selain itu, jelas Jarwo, pasangan Arif-Jarwo memiliki tim yang sangat solid disetiap desa dan kelurahan. Sehingga, keyakinan kemenangan itu sudah berada didepan mata." Kami punya tim yang solid dan ini yang meyakinkan kami bahwa kemenangan sudah didepan mata. Ayo kawal kemenangan. Datang ke TPS coblos nomor urut 3," pungkas Sujarwo.

Kali ke Dua, Perpustakaan Daerah Siak Raih Penghargaan Nasional
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Di penghujung tahun 2020 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak menerima penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2020.Penghargaan itu diserahkan oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional  Suriadi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Siak M Arifin yang diwakili oleh  Kasi Pengembangan tenaga Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Anita S.S.Penghargaan tersebut di serahkan pada Acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hermes Palace Hotel Medan, Kamis (3/12/2020) kemarin.Saat dihubungi, Anita mengatakan pihaknya sudah dua kali menerima penghargaan itu, namun pertama bagi pustaka kampung Mandi Angin. “Penghargaan ini sudah kali kedua diraih, yang sebelumnya diperoleh pada 2019,” kata Anita melalui telefon selularnya, Jum’at (4/12/2020).Ia bilang, perpustakaan Kampung Mandi Angin ini termasuk dari 28 perpustakaan desa/kelurahan terbaik di Indonesia, dari ratusan perpustakaan yang dievaluasi Perpusnas dalam mengimplementasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.Lebih lanjut Anita menyampaikan pesan dari Kepala Perpusnas adalah mengajak seluruh mitra kerja Perpusnas dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk bersama meyakinkan masyarakat bisa bangkit dan sejahtera melalui literasi. Dikesempatan yang sama diserahkan hadiah uang tunai untuk staf Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak (Nurhasanah) yang mengikuti lomba foto bertajuk Dampak Perspustakaan, yang ditaja oleh Perpustakaan Nasional melalui Instagram.Dampak dari kegiatan inklusi sosial di Pusda Siak, menurut Anita masyarakat  sudah bisa sejahtera melalui literasi bahkan menjadi pebisnis. Ibu satu anak ini menambahkan, transformasi perpustakaan itu maksudnya bahwa selain menyediakan bahan bacaan, pihaknya juga menfasilitasi kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.Seperti Nurhasanah salah seorang staf dinas dengan memanfaatkan layanan WiFi gratis dan buku di Pusda Siak dalam memperoleh informasi terkait ilmu merajut hingga kini mampu menjual ratusan masker dan Connector rajut.“Yang jelas, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Siak berkomitmen menjalankan dan mengembangkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial ini. Apalagi di tengah pandemic Covid saat ini, sangat penting membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya melalui gerakan literasi,” pungkasnya.

Kementrian ESDM Hibahkan 8 Sumur Bor untuk Pemkab Siak
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman hadiri acara penandatanganan berita acara serah terima (BAST) dan naskah hibah barang milik negara, Badan Geologi Direktorat Jenderal Energi Baru, terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Acara berlansung di InterContinental Bandung Dago Pakar, Resort Dago Pakar Raya 2B, Kota Bandung, Jawa Barat, kamis, (03/12/2020).Penandatanganan itu di saksikan Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Eko Budi Lelono dan di hadiri sembilan Wali Kota dan 46 Bupati Se-Indonesia. Pada kesempatan itu,  Pjs Bupati Siak, mendapatkan kesempatan memberikan testimoni terkait keberhasilan proyek kementrian ESDM.Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengucapkan terimakasih kepada kementerian ESDM dan jajaran yang telah membantu lapan unit sumur bor dalam beserta kelengkapannya, yang diperuntukan bagi masyarakat di 8 kampung yang ada di kabupaten Siak, yang sudah dikerjakan tahun 2019."Alhamdulillah, hari ini kita tandatangan berita acara serah terima (BAST) dan naskah hibah barang milik negara, Badan Geologi Direktorat Jenderal Energi Baru, terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Kami mengucapkan berterimakasih kepada pemerintah pusat yang membatu kabupaten Siak, dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Apapun Adminitrasi yang di butuhkan kami akan bantu,"kata Indra.Di jelaskannya, bantuan sumur bor ini di kegiatannya laksanakan tahun 2019, yang tersebar di lapan titik, dengan nilai anggaran sebesar Rp 4,5 Milyar. Ia berharap tahun depan untuk kabupaten Siak bantuan akan bertambah."Tahun depan untuk Siak, kita usulkan ada PJUTS atau lampu penerangan jalan tenaga surya ada di 125 titik tersebar di kabupaten Siak dengan total anggaran berjumlah Rp1,5 Milyar,  In Sya Allah jika itu terbangun, jalan-jalan kita yang gelap dan rawan keriminal teratasi, serta satu Rooftop kita usulkan akan dibagun di PTSP,"harapnya.Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Eko Budi Lelono di hadapan bupati dan walikota yang hadir menyampaikan instalasi sumur bor  dalam yang sudah di bangun agar di jaga dan di rawat dengan baik."Dengan harapan jika di jaga fasilitas itu masyarakat dapat menikmati nya dengan jangaka waktu lama. Saya mengapresiasi pimpinan daerah yang hadir, semoga tahun depan program ini tetap berlanjut,"ujarnya.Adapun kampung dan kecamatan yang menerima bantuan sumur bor antara lain, Kampung Banjar Seminani,Teluk Merbau, Kampung Merangkai kecamatan Dayun, Kampung Kumbaran Utara kecamatan Kerinci Kanan, Desa Belutu, kecamatan Kandis, Kampung Sialang Baru Lubuk Dalam, Kampung Perawang Barat Tualang, Kampung Tualang.

Hati-Hati , Ada Harimau Berkeliaran di Kecamatan Koto Gasib
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Warga Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak dihebohkan dengan ditemukan jejak Harimau di areal PT Kimia Tirta Utama (KTU).Kepala Administratur PT KTU, Zulkarnain tak menampik perihal adanya jejak harimau di kawasan perusahaannya." Cuma numpang lewat saja dari Desa Sri Gintil dan posisi saat ini sudah berada di luar kebun," jelasnya.Namun demikian, Zul tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. " Kita imbau masyarakat tetap harus waspada dan hati-hati, jangan keluar jika tidak penting dan jangan sendirian," urainya.Hal senada juga dikatakan Kapolsek Gasib IPDA Suryawan, Ia tegaskan bagi masyarakat sekitar lintasan Harimau tersebut untuk hati-hati dan waspada."  Imbauan terus kita sampaikan kepada masyarakat untuk hati-hati, kita intruksikan kepada babhinkamtibmas untuk ingatkan warga binaan mereka," tegas Kapolsek Koto Gasib IPDA Suryawan.Suryawan juga mengingatkan untuk warga yang masih kerap pergi memancing di wilayah lintasan harimau tersebut untuk tidak pergi hingga situasi aman." Bagi warga yang masih memncing di wilayah lintasan harimau untuk tidak pergi memancing dulu sampai situasi aman," imbau Kapolsek.Sebelumnya, Warga Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, dihebohkan dengan ditemukannya jejak harimau di kawasan perkebunan milik PT KTU.Sementara itu, pihak BBKSDA Provinsi Riau juga sudah turun kelokasi untuk memastikan informasi adanya jejak harimau. Tidak hanya itu, BBKSDA juga memasang kamera pemantau (trap).

Gubernur Riau dan Istri Terpapar Covid-19, Santri di Siak Doakan Kesembuhan
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau Drs H Syamsuar beserta istri menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Riau setelah dinyatakan terpapar positif covid-19.   Perhatian khusus kali ini datang dari para santri di pesantren. Syamsuar mendapat doa secara khusus dari ratusan santri Pondok Pesantren Modern Fataha di Kecamatan Tualang, Siak, Riau.   Seperti dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Fataha, KH Khairul Akhyar mengatakan para kyai dan santri bermunajat kepada Allah agar covid-19 cepat berlalu dan semua yang sedang terpapar diberikan kesembuhan.   " Gubernur Riau Drs H. Syamsuar yang kita cintai beserta istri beliau saat ini terpapar dan tengah menjalani perawatan. Dengan kepasrahan diri kami bersama para santri bermunajat kepada Allah Ta'ala untuk kesembuhan semuanya dan seluruh anak bangsa yang saat ini tengah berjuang untuk kesembuhan," katanya.   Diakui Kyai Khairul Anwar, santri asuhannya sangat terkejut saat mendengar kabar Gubri dinyatakan positif Covid-19. Sebab, Syamsuar dianggap sosok yang selalu perhatian dan dekat dengan para santri di Riau.   " Para santri sangat kaget, makanya pada malam ini kami sekalian mengadakan Istighosah Kebangsaan, agar semua orang-orang yang kita cintai yang saat ini tengah berjuang menghadapi corona diberikan Allah kesembuhan," kata KH Khairul.   Dalam kesempatan itu, kepada para santri KH Khairul Akhyar berpesan, agar anak asuhnya disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan tetap menjaga jarak serta menggunakan masker selama berkegiatan di kompleks pondok pesantren.   " Bagi santri harus tetap terapkan protokol kesehatan, selain doa kita juga terus berupaya untuk memutus penyebaran virus yang mendunia itu," imbaunya.   Untuk diketahui Doa untuk kesembuhan Gubernur Riau Drs H Syamsuar beserta istri dilakukan di Masjid Fataha usai melaksanakan shalat Magrib berjamaah di Kampung Meredan Barat, Kecamatan Tulang, Kabupaten Siak, Kamis (3/12/20).   Sementara itu, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengaku terharu dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para santri di Siak.   Kata Indra, sudah seyogyanya bagi masyarakat untuk saling mendoakan yang terbaik. Apalagi di tengah musibah yang sedang melanda negeri.   " Semoga Allah curahkan keberkahan untuk anak-anak santri kita di Siak. Dan semoga Pak Gubernur lekas pulih dan bisa kembali beraktifitas serta bercengkrama kembali dengan masyarakat Riau," kata Kadis ESDM Provinsi Riau itu.

Dinilai Berpotensi Hasilkan PAD, Azmi Minta Putra Daerah Ikut Perekrutan BUMD PT SS
03 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Turunnya APBD Kabupaten Siak tahun 2021 menjadi Rp1,7 Triliun harusnya menjadi tantangan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Siak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Ketua DPRD Siak, H Azmi SE mengatakan pada masa pandemi Covid-19 ini, solusi yang tepat untuk mendongkrak kembali peningkatan PAD yaitu menata kembali kinerja badan usaha milik daerah masih belum maksimal dalam menyumbangkan pendapatan asli daerah."BUMD itu milik daerah, itu artinya perusahaan daerah, perusahaan-perusahaan milik pemerintah daerah. Tentu, diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar berupa PAD, buat apa daerah ini mendirikan perusahaan tapi tidak memberikan kontribusi," kata Azmi, Kamis (3/12/2020).Mengingat dalam waktu dekat, bakal dilakukan perekrutan Direktur PT Samudera Siak (SS), Azmi mengajak putra-putri terbaik Siak untuk berkompetisi merebut peluang itu dan meningkatkan PAD untuk Kabupaten Siak."Kita maupun pemerintah daerah berharap yang direkrut sebagai direktur PT SS nanti adalah putra daerah Siak yang potensial dan mampu memenuhi syarat untuk mengelola BUMD tersebut. Apalagi di Siak cukup banyak putra daerah yang potensial," ujar Azmi.Azmi juga menegaskan, panitia seleksi Direktur PT SS nanti harus memilih putra daerah yang memiliki SDM berkualitas serta memiliki naluri bisnis hebat. "Sehingga akan memberikan kepuasan kepada pemilik modal maupun stakeholder terkait, jangan sampai BUMD merugi terus. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya penataan agar mampu menjadi sumber-sumber pendapatan daerah terutama pada aset yang harus dipisahkan," kata Azmi. Menurut Azmi, merosotnya APBD Siak ini jelas akan berdampak pada ekonomi daerah dan pembangunan daerah. "BUMD punya peranan yang sangat strategis dalam peningkatan perekonomian daerah. Oleh karena itu, perlu dikelola dengan baik," kata Politisi senior Golkar ini.

Hindari Politisasi, Dinsos Siak Tunda Bantuan Sembako Tahap III
03 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Guna menghindari serta mengantisipasi terjadinya politisasi terhadap pembagian Bantuan Sosial (Bansos), Dinas Sosial Kabupaten Siak tunda distribusi sembako untuk warga terdampak covid-19.Seperti dikatakan Wan Idris, hal itu dilakukan Dinas Sosial karena sebentar lagi Kabupaten Siak akan melaksanakan Pilkada serentak Desember 2020."Rencananya, tahap tiga akan disalurkan pada akhir November lalu. Namun karena sudah dekat waktu pencoblosan, maka kita tunda sampai selesai Pilkada," kata Kepala Dinas Sosial Siak, Wan Idris, Selasa (1/12/2020).Wan Idris mengaki pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres dan Kejari soal itu.Bahkan, lanjut Wan Idris, sebelum Alfedri cuti sebagai Bupati Siak karena ikut Pilkada, Dinsos Siak sudah memberitahukan hal itu." Sebelum Pak Alfedri cuti kita sudah koordinasi. Dia pun setuju Bansos sembako kabupaten disalurkan sesudah Pilkada," terangnya.Dari data yang Ia terima, terjadi penambahan terhadap penerima bantuan sosial berupa sembako yang bersumber dari APBD Kabupaten Siak tersebut.Tahap pertama sebanyak 16.850 KK sementara untuk tahap ke II dan III jumlahnya melonjak menjadi 33.691 KK."Penambahan itu lantaran masih banyak warga yang belum terakomodir di tiap-tiap desa/kelurahan," jelasnya.Mekanismenya, lebih jauh dikatakan Wan Idris, data yang diperoleh Dinas Sosial awalnya dari RT dan diusulkan ke desa/kelurahan. Setelah diverikasi pihak desa, data tersebut diserahkan ke kecamatan." Lalu dari  kecamatan meng-SK-kan nama usulan tersebut dan disusulkan ke Dinas Sosial," kata dia.

Silat Lidah Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak di Acara Debat
03 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Debat kandidat Bupati dan Wakil Bupati Siak, benar-benar terlihat datar dan saling melengkapi.Mulai dari sesi pertama pertanyaan tentang puncak bonus demografi pada 2030 ada 276 ribu generasi produktif. Serta mengenai pendidikan dan menurunnya pendapatan per kapita, serta tentang Kawasan Industri Tanjung Buton.Sistemnya, masing-masing kandidat memilih amplop pertanyaan, menjabarkannya selama dua menit, dan dua kandidat lainnya menanggapi masing-masing dua menit.Hadir Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman,  Sekda Arfan Usman, Ketua DPRD Siak H Azmi, Kapolres AKBP Doddy F Sanjaya, Kajari Aliansyah dan sejumlah pejabat lainnya.Debat dipandu Muhammad Rizal, diawali dengan menjelaskan visi dan misi, dilanjutkan dengan pemilihan amplop yang berisi pertanyaan dimulai dari Paslon nomor urut 1, dengan pertanyaan tentang bonus demografi.Paslon nomor urut 1, Sayed Abubakar menjelaskan pihaknya akan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan.Kami akan melanjutkan kepemimpinan. Banyak permasalahan di bidang pendidikan, banyak anak yang tidak sekolah, kurangnya pendidikan akhlak.“Ini sangat mengkhawatirkan anak-anak tumbuh cerdas tapi tidak punya akhlak,” ungkap Sayed.Atas penjelasan Sayed, Paslon nomor urut 2, Alfedri mempertanyakan tentang data putus sekolah dari mana, Alfedri meminta agar statemen itu memiliki dasar.Ke depan bagaimana supaya bonus demografi tidak menjadi resisten demografi. Pendidikan sampai sejauh ini cukup baik.Sementara Husni Merza mengatakan faktor agama dominan bagi mereka.“Di pesantren kami mengajarkan budi pekerti,” jelasnya.Sementara menurut Paslon nomor urut 3, Arif menjelaskan semua anak-anak sekolah, perlu tempat bermain sekarang sudah tidak ada lagi. Perlu data yang valid untuk menyatakan banyak anak putus sekolah.Sementara Sayed menjawab dalam kondisi Covid-19, anak-anak tidak sekolah, karenanya pihaknya akan menyediakan internet dan menyediakan ponsel untuk keluarga tidak mampu. “Akhlak bukan hanya menyediakan pesantren, tapi sebaliknya kehidupan di rumah juga perlu pendidikan akhlak,” jelasnya.Sayed juga menjelaskan bagaimana saat ini anak-anak kecil pulang malam dari warnet. “Jangan sampai warnet merusak anak-anak kita. Bahkan untuk Tualang, ada tempat perjudian yang isinya anak-anak SMA bahkan SMP,” sebutnya.Debat yang ditaja KPU Siak itu di laksanakan di Hotel Novotel Pekanbaru Lantai 7. Debat itu menggunakan prokes ketat, hanya beberapa orang tim sukses saja yang bisa masuk kedalam.Acara yang berlangsung damai dan tertib itu berakhir pukul 22.30 tengah malam dan ditutup dengan closing statemen setiap paslon. 

Melirik Peluang Pendapatan, Plt Direktur PT Samudera Siak Tertibkan Vendor di Pelabuhan Tanjung Buton
02 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Kerjasama operasional Pelabuhan Tanjung Buton antara Pemerintah Kabupaten Siak dengan Kementerian Perhubungan RI saat ini masih dikelola oleh PT Samudera Siak (SS).Banyak peluang pendapatan untuk PT SS dalam pengelolaan pelabuhan itu. Makanya dalam waktu dekat vendor-vendor yang melakukan kegiatan di Pelabuhan Tanjung Buton akan ditertibkan untuk merebut peluang baik itu. Plt Direktur PT Samudera Siak, Bob Nofitriansyah menyebutkan vendor lama yang masih beroperasional di Tanjung Buton akan ditertibkan. Ia menilai ada peluang pendapatan bagi PT SS jika hal itu dilakukan. "Contohnya ada alat di pelabuhan itu, eskafator untuk menarik muatan dari kapal ke truk, harusnya perusahaan pemilik eskafator itu membayar sewa kepada PT SS, karena beroperasi di wilayah pelabuhan yang dikelola SS," kata Bob.Selama ini, kata Bob, peluang pendapatan itu sepertinya tidak terbaca oleh Direktur yang lama. Atau bisa jadi kurangnya SDM yang ada selama ini. "Walaupun tidak seberapa, tapi ada sisi pendapatan dari sana dan selama ini kawan-kawan tidak melihat itu, padahal itu peluang kita. Sementara sekarang itu dikelola perusahaan bongkar muat. Sejatinya peluang itu jangan dibiarkan lewat di depan mata saja, tapi harus diambil peluang itu," kata Bob.Bob mengatakan, PT SS yang baru berdiri tahun 2013 silam ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa.Sebagai anak perusahaan BUMD yang masih baru dengan modal kecil, PT SS sudah mampu memberikan deviden yang cukup baik untuk perusahaan induk yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan Energi (SPE). "PT SS ini dibentuk awalnya dengan tujuan memang untuk mengelola pelabuhan Tanjung Button. Karena Pelabuhan Nasional ini adanya di wilayah kabupaten Siak, sehingga harus perusahaan BUMD Siak yang mengelolanya," kata pemilik 70 persen saham di PT SS ini. Bob mengakui banyak Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dari daerah lain yang ingin mengelola Pelabuhan Tanjung Buton. Namun kala itu, Pak Bupati (Syamsuar) tidak ingin perusahaan dari luar yang mengelolanya."Makanya sejak 2013 dibentuk itu, izin BUP PT SS ini langsung diurus ke Kementrian Perhubungan. Dan prosesnya cuma 4 bulan selesai, maka langsung operasional," kata Bob. Sejak Pelabuhan Tanjung Buton dikelola PT SS, kata Bob, terjadi peningkatan kegiatan yang sangat signifikan. Tambat kapal mulai banyak, bongkar muat juga meningkat dan bahkan belum lama ini kami menandatangani perjanjian dengan salah satu perusahaan yang akan menjadi vendor di Pelabuhan Tanjung Button. "Dari yang sama sekali tidak ada kegiatan di pelabuhan, sekarang cukup banyak. Dan ini patut kit syukuri. Makanya yang akan memimpin PT SS ini kedepannya harus orang yang memiliki visi misi yang jelas," kata Bob yang dalam waktu dekat akan melakukan seleksi pemilihan Direktur PT SS.Bob mengakui, banyak pembenahan yang harus dilakukannya dalam internal PT SS, termasuk soal perpanjangan izin kerjasama operasi di Tanjung Buton dengan Kementrian Perhubungan. "Karena pelabuhan kita ini pelabuhan kementrian, PT SS selaku pengelola harus melakukan kerjasama pengelolaan dengan Kementerian. Itulah yang sedang diurus perpanjangannya saat ini, jangan sampai lepas ke BUP daerah lain. Ini kita kawal terus supaya tidak lepas ke yang lain, prosesnya sedang berjalan saat ini," sebut Bob lagi.

Wan Abubakar Ajak Masyarakat Siak Menangkan Arif-Jarwo
30 November 2020 SIAK, Petah.id  - Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar kembali belusukan ke kampung-kampung yang ada di Kabupaten Siak.Kedatangannya mengajak masyarakat memilih pasangan putra daerah yang berkomitmen memajukan Siak, yakni Pasangan Arif - Sujarwo (PAS) nomor urut 3.Tokoh masyarakat Riau ini singgah di Kwalian, Kecamatan Siak, Kampung Jati Baru dan Medan Baru Kecamatan Bungaraya. Ia yakin ditangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo Siak akan lebih baik, karena kedua putra kelahiran Siak itu memiliki pengalaman yang matang, baik di pemerintahan maupun sebagai wakil rakyat."Mari kita pilih putra daerah yang memiliki komitmen dan berpengalaman," ujar Wan Abubakar mengajak masyarakat memilih pasangan nomor 3 pada Pilkada Siak yang akan berlangsung 9 Desember nanti, Minggu (29/11/20).Pengalaman Calon Bupati Said Arif Fadillah selama mengabdi di pemerintahan cukup matang, 32 tahun mengabdi mulai dari Kecamatan Siak, Camat Tualang terakhir karirnya Sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Dilengkapi dengan sang calon Wakil Bupati Sujarwo yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Siak.Lebih jauh, pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo dinilai mampu membangun komunikasi baik dengan Pemerintah Provinsi Riau, memiliki kedekatan dengan Gubernur Riau."Dalam membangun daerah, khususnya Kabupaten Siak, dibutuhkan bantuan Provinsi dan Pusat. Baik itu dalam hal pembanguna infrastruktur maupun bantuan program pertanian, listrik, air bersih dan program lainnya," ujar Wan Abubakar.Upaya menjemput bantuan baik dari Provinsi maupun dari kementrian tentunya butuh campur tangan Pemerintah Provinsi Riau. "Pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo diusung oleh Syamsuar, sekarang ia menjabat sebagai Gubernur Riau juga berangkat dari Siak. Artinya, besar peluang PAS untuk membangun Siak lebih baik, kalau butuh bantuan Provinsi tentu dibantu Gubernur," ujar Wan Abubakar.Perjuangan memenangkan PAS disambut oleh tokoh masyarakat Kampung, ustaz Zulkarnain dari Mempura merasa bangga dengan adanya putra daerah yang berani berkorban untuk maju merebut tampuk pimpinan di Kabupaten Siak."Sebagai orang Siak, kita pilih orang Siak, apalagi calon ini sudah berpengalaman dan tau persis apa yang harus dibuat untuk membangun Siak ke-depan. Apalagi Arif-Sujarwo dapat dukungan dari Gubernur, kita yakin menang," ujar Zulkarnain.Said Arif Fadillah pada kampanye dialogis di kediaman Paino, Kwalian, Kelurahan Kampung Rempak memaparkan visi dan misi. Dari delapan program unggulan yang ia jabarkan, ia menyinggung soal perhatian kepada tenaga pengajar."Dibidang pendidikan, sebagian ada guru yang harus berulang dari kota ke pelosok kampung. Nanti kami siapkan insentif bagi guru yang bertugas di daerah terpencil," ujar Said Arif Fadillah.

Polsek Koto Gasib Deklarasi Tolak Politik Uang dan Jaga Netralitas
30 November 2020 SIAK, Petah.id - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tinggal hitungan hari. Politik uang harus ditolak dan netralitas harus dijaga.Hal itu pula yang menjadi penyebab Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan personelnya membacakan deklarasi.Ada pun deklarasi yang dibacakan secara serentak oleh Kapolsek dan personelnya di depan Mapolsek Koto Gasib adalah,”Kami personel Polsek Koto Gasib dengan ini mendeklarasikan sikap, pertama, menolak dan melawan segala bentuk politik uang, serta intimidasi dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak tahun 2020,".Kedua, siap mengamankan dan menyukseskan serta bersikap netral dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak.Disebutkan Kapolsek Ipda Suryawan, pihaknya sedang berjuang untuk menciptakan rasa aman di masyarakat, tidak ada intimidasi, politik uang dan akan tetap netral.“Kami berharap, dan berusaha dengan personel yang kami miliki dapat menciptakan rasa aman dan Pilkada berjalan lancar,” sebut Kapolsek Ipda Suryawan.

27 ASN di Siak Bercerai, Kebanyakan Pihak Istri yang Minta
28 November 2020 SIAK, Petah.id - Sebanyak 706 perkara perceraian yang terjadi mulai Januari - November 2020 dan diantaranya ada 27 dari kalangan Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Kabupaten Siak, Riau.Jumlah tersebut, jelas Panitera Pengadilan Agama Siak Fahryarozi, S.Ag, untuk tahun 2020 sendiri terdata 645 perkara yang terdaftar sementara 61 perkara sisa dari tahun 2019 yang harus diselesaikan."Untuk tahun 2020, sudah 86,78 persen/614 perkara yang sudah diselesaikan," kata Fahryarozi, Rabu (25/11/2020) petang.Dari perkara tersebut, tambah Fahry, sebanyak 29 ASN di Siak yang melakukan perceraian dan didominasi karena perselisihan dan pertengkaran."Jumlah ASN yang bercerai berjumlah 4,69 persen/ 27 perkara.  Namun, masih ada perkaranya yang berjalan, yang sudah putus perkaranya disebabkan karena perselisihan dan pertengkaran," terang Fahry.Dari 27 kasus perceraian yang terjadi pada ASN, pihak istri lebih banyak yang meminta cerai dan diajukan ke pihak pengadilan." Dari pihak suami untuk talak cerai sebanyak 29,6 persen atau 8 perkara sementara paling banyak dilakukan oleh pihak istri sebesar 70,4 persen/19 perkara," tambahnya.Lebih jauh dikatakan Fahry, rata-rata perceraian di Siak karena berbagai macam perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan karena ekonomi, pihak ketiga yang terjadi secara berlarut larut sehingga mengganggu keharmonisan kekeluargaan."Ada 13 penyebab perceraian, yang paling dominan di Kabupaten Siak adalah alasan perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus sebesar 78,50 persen, faktor ke dua meninggalkan salah satu pihak 16,20 persen dan alasan ekonomi hanya 3,55 persen," jelasnya.Dijelaskannya, perceraian ada dua jenis, pertama perceraian diajukan oleh istri yang disebut gugat cerai dan  yang diajukan suami disebut Talak." Di Siak perkara cerai gugat sebesar 70,64 persen, dan perkara cerai talak yang diajukan suami sebanyak 29,36 persen," rincinya.Di Pengadilan Agama Siak, mulai bulan Juni 2020 setidaknya ada 50 - 70 perkara yang masuk setiap bulannya untuk melakukan proses perceraiannya. Angka itu lebih tinggi disaat awal-awal masa pandemi Covid -19 pada Maret-Mei." Untuk Maret-Mei setiap bulan berkisar 10-20 perkara. PA selalu upayakan untuk mereka berperkara agar berdamai. dan ada juga yang berhasil berdamai," imbuhnya.Untuk diketahui, tahun 2019 perkara perceraian yang diselesaikan Pengadilan Agama Siak sebanyak 731 kasus. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2020 per November.

KPU Siak Kekurangan 343 Surat Suara
28 November 2020 SIAK, Petah.id -  14 hari menjelang pencoblosan pada pilkada serentak 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak masih kekurangan 343 surat suara.Kepala Divisi Teknis KPU Siak Agus Hariyanto membenarkan pihaknya masih kekurangan surat suara. " Sebanyak 173 surat suara yang rusak dan  kurang dari perusahaan sebanyak 170 jadi total kekurangan surat suara sebanyak 343," jelas Agus Hariyanto, Rabu (25/11/2020) pagi.Dari total 274.645 lembar lebih yang tiba bulan ini. Surat suara yang rusak itu dipastikan tak bisa dipakai dan akan dimusnahkan."Yang rusak sementara sudah kita simpan. Nanti akan dimusnahkan," kata Agus Haryanto.Kerusakan  tersebut, Jelas Agus, mulai dari sobek, kusut hingga kotor. Kerusakan yang ditemukan murni dari percetakan dan bukan kerusakan selama proses pelipatan surat suara yang berlangsung selama tiga hari di Kantor KPU Siak."Murni dari sana. Bukan karena dilipat maka 173 lembar surat suara itu rusak. Tapi emang dari sananya,"  ujar Agus.Saat ini pihaknya juga sudah menyampaikan hal kekurangan surat suara tersebut kepada KPU Provinsi Riau dan perusahaan yang mencetak surat suara." Sudah kita sampaikan ke KPU Provinsi dan Perusahaan yang mencetak akan memenuhi kekurangan tadi," kata Agus.Saat ini, tambah Agus, pihaknya masih menunggu intruksi dari KPU provinsi kapan kekurangan surat suara tersebut akan diterima KPU Siak."Kami masih menunggu instruksi KPU Riau kapan surat suara tersebut kita jemput karena tidak hanya Siak yang kekurangan surat suara. Kami berharap kekurangan surat suara tersebut dapat terpenuhi tepat waktu," tambahnya.Disinggung soal kendala KPU Siak dalam mensukseskan Pilkada serentak Desember 2020 mendatang Agus mengklaim pihaknya sudah siap." Kendala sejauh ini belum ada semuanya masih berjalan normal dan lancar semua tahapan," kata Agus.

Arif dan Sujarwo Maju Pilkada Siak, Syamsuar: Kenapa Saya yang Dibantai?
25 November 2020 SIAK, Petah.id - Kemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada 9 Desember nanti akan terwujud jika menerapkan kompetisi yang sehat. Dengan maksud tidak menggunakan cara-cara buruk, seperti menyebarkan berita bohong, fitnah hingga ujaran kebencian hanya sekadar mendapatkan simpati pemilih.Hal itu ditegaskan langsung oleh Syamsuar selaku Ketua DPD Partai Golkar Riau saat berdialog dengan masyarakat Buantan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (24/11/2020) pada kegiatan Kampanye dialogis Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak nomor urut 3, Said Arif Fadilah - Sujarwo.Syamsuar mengaku heran dengan sebagian masyarakat Siak yang menghujatnya melalui media sosial serta media cyber karena turun ke Siak memberikan dukungan kepada paslon bupati dan wakil Bupati nomor urut 3. Syamsuar juga bertanya salahnya dimana. Sebab selaku ketua DPD Partai Golkar Riau, tentunya ia harus memberikan dukungan penuh kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Golkar. "Saya sebenarnya heran di Siak ini, kenapa Arif - Sujarwo yang maju Pilkada, tapi saya yang dibantai. Saya yang dihujat, saya yang dipersalahkan. Padahal dulu dulu tidak begitu, itulah Syamsuar si Intan Payung," kata Syamsuar. Selanjutnya, Syamsuar juga menceritakan sejarahnya yang masih ada garis keturunan Siak. Sebab kakeknya merupakan salah satu penasehat Sultan Siak yang bernama Datuk Tanah Datar. Dan eyangnya atau moyangnya bernama Datuk Kampar juga masih penasehat Sultan Siak, sehingga tidak dapat dipungkiri, dalam diri Syamsuar itu mengalir darah Siak."Jadi memang saya lahir di Jumrah, Kabupaten Rokan Hilir, tetapi kakek saya berasal dari Siak. Orang tua - tua di Siak ini tahu sejarah itu. Penasehat Sultan Siak itu ada 4 datuk, datuk Kampar, Datuk Tanah Datar, Datuk Lima Puluh dan Datuk Pesisir. Jadi saya punya darah Siak,Ayah saya itu anak dari Datuk Tanah Datar. Sedangkan Datuk Kampar itu, moyang saya," kata Syamsuar di kediaman Robi Cahyadi itu.Mantan Bupati Siak yang kini menjabat sebagai Gubernur Riau itu mengaku sudah 4 kali mengikuti Pilkada, mulai di Kabupaten dan Provinsi. Dalam setiap proses Pilkada hingga hari pencoblosan, tidak pernah ada saling buruk memburukkan dengan calon Bupati atau calon gubernur lainnya. "Ingat, Allah itu tidak tidur. Jika kita berusaha dan ikhtiar, InsyaAllah dimudahkan jalannya. Jika Allah sudah katakan Kun Fayakun, maka jadilah ia. Banyak orang yang tidak menyangka saya menang di Pilgubri. Ini takdir Allah karena usaha dan ikhtiar yang kami lakukan," kata Syamsuar.Syamsuar juga menegaskan kepada seluruh masyarakat yang datang, saat ini memilih pemimpin itu perlu orang yang tahu dengan kondisi daerah. Apalagi Siak ini punya potensi besar dari alam, wisata dan budayanya."Ini masih bisa dikembangkan di masa yang akan datang," kata Syamsuar yang sukses  mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Siak, hingga ia sering mendapat undangan sebagai pembicara terkait usaha ekonomi kreatif ini. Dikatakan Syamsuar, saat dirinya meninggalkan Siak sudah 100 persen listrik masuk desa, jalan ke kampung-kampung sudah mulai diaspal meski belum menyeluruh. Jalan yang bagus ini jelas akan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. "Kondisi sekarang dan yang akan datang beda. Periode pertama saya Bupati Siak, APBD sampai Rp3 triliun, periode kedua Rp2 triliun lebih. Tergantung pada bagi hasil Migas. Dari sektor pariwisata ini PAD bisa kita genjot naiknya, terima setiap orang yang datang dan ingin berinvestasi," ujar Syamsuar. Syamsuar juga yakin, di kepemimpinan Arif Fadilah dan Sujarwo nanti, Siak akan semakin maju dan lebih baik. Untuk itu, Syamsuar mengajak masyarakat Siak untuk mencoblos nomor 3 saat Pilkada tanggal 6 Desember nanti. Kemudian, Ketua DPD Partai Golkar Riau Drs H Syamsuar MSi juga menyampaikan dirinya bisa hadir dalam kesempatan itu setelah izin cutinya sebagai Gubernur Riau atau pejabat negara ditandatangani Menteri Dalam Negeri. "Ini saya jelaskan lebih awal supaya masyarakat paham. Karena jika tidak dijelaskan masyarakat akan berfikir, ini hari kerja tapi kok Gubernur Riau Kampanyekan calon Bupati. Bukan hanya di Riau saja, Gubernur dan wakil gubernur daerah lainnya juga banyak yang mengajukan cuti untuk kampanye seperti ini," kata Syamsuar.Kepada Arif dan Sujarwo, Syamsuar kembali menegaskan, menjadi calon pemimpin itu harus tegas. Kombinasi ASN (Arif Fadilah)dan Wakil Rakyat (Sujarwo) ini sudah PAS untuk menggantikan jabatan Bupati Siak yang lama dengan yang baru. "Makanya nanti, masyarakat ramai-ramai datang ke TPS dan ajak warga lainnya untuk mencoblos Cabup nomor 3 Arif Fadilah. Sebab saya yakin program mereka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Siak serta pembangunan di Siak akan mereka realisasikan jika diberikan amanah memimpin Siak," sebut Syamsuar lagi .

Jadi Jurkam Arif-Sujarwo Syamsuar Janji Upayakan Politeknik di KM 11 Buatan
25 November 2020 SIAK,Petah.id - Mantan Bupati Siak yang kini menjabat sebagai Gubernur Riau H Syamsuar berjanji akan memperjuangkan mimpinya agar Siak memiliki Kampus Politeknik unggulan. Di masa kepemimpinannya sebagai Bupati Siak, Syamsuar pernah mengusulkan ke Dirjen, lahan 10 haktare telah disiapkan di KM 11 Buatan.Hal itu disampaikan Syamsuar saat menjadi juru kampanye pada kampanye dialogis pasangan Calon Bupati Siak Nomor 3 Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Selasa (24/11/20) di Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib."Rencana Politeknik yang unggul di Siak sudah pernah kami usulkan ke Dirjen, letaknya di KM 11 Buatan sudah disiapkan lahan 10 hektare, saat itu Dirjen bertanya apakah lahannya bisa diperluas, kita jawab kalau memang dibutuhkan bisa. Untuk berdirinya Politeknik di KM 11 Buatan ini akan terus kami perjuangkan," kata Syamsuar.Sebagai Ketua DPD I Golkar Riau sekaligus Gubernur Riau, ia akan membuktikan perhatiannya pada pendidikan anak Siak dengan menghadirkan kampus Politeknik unggulan di Siak."Kita ingin Politeknik berkualitas, dengan fasilitas yang baik, bekerja sama dengan perusahaan, sehingga lulusannya tidak nganggur, dapat diserap lapangan kerja dan mampu membuka lapangan kerja," kata Syamsuar.Di lain hal, Syamsuar menyampaikan bahwa Siak memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik itu di sektor budaya maupun pariwisata, itu semua perlu dikelola dengan baik agar Siak lebih maju.Di lain sisi, mantan Bupati Siak itu menceritakan sejarah perekonomian Daerah di Siak, Negri Istana dahulu dikenal kaya dari nilai APBD yang sempat mencapai Rp3,2 T, angka itu besar karena bersumber dari bagi hasil pengelolaan minyak bumi dan gas di masa itu masih jaya. Namun kini APBD Siak tinggal Rp1,7 T, untuk itu perlu usaha kreatif dalam menyelenggarakan pembangunan di Siak."Dulu APBD Siak Rp3,2 T, Rp2 T lebih, untung kita dahulukan pembangunan jalan di desa," ujar Syamsuar.Sebagai mantan Bupati Siak, Syamsuar menegaskan bahwa Siak membutuhkan pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan dan sikap dalam menghadapi situasi sulit saat ini. Atas dasar itu ia mengusung pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo untuk pemimpin baru di Kabupaten Siak.Said Arif Fadillah menceritakan pengalaman dan kedekatannya dengan Gubernur Riau H Syamsuar."Pada tahun 1988 saya mulai tugas di Kantor Camat Siak, pada tahun 90 Bapak Syamsuar jadi sekcam di Siak, saya banyak dibimbingnya. Tahun 93 Bapak Syamsuar jadi camat di Siak, saya dipercaya menjadi Camat Pembantu di Tualang Perawang," cerita Said Arif Fadillah.Pasangan Calon Bupati Siak nomor 3 ini maju untuk membangun Kabupaten Siak yang unggul, berbudaya dan agamis. Dengan delapan program unggulan dirumuskan dalam visi dan misi yang akan direalisasikan jika dipercaya masyarakat mempin Siak ke-depan.Penyampaian viisi dan misi dijabarkan oleh Sujarwo, peningkatan sektor pendidikan atau sumber daya manusia akan dilaksanakan melalui penyaluran beasiswa bantuan untuk pelajar dan mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi. "Perlu kita dorong anak2 jadi sarjana, agar anak Siak bisa merebut peluang kerja dan peluang membuka usaha di Siak," kata Sujarwo.Upaya peningkatan ekonomi masyarakat, akan dicapai melalui UMKM, berdasarkan data yang diperoleh semasa menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Siak, Sujarwo menjelaska  3000 UMKM yang ada di Siak. UMKM yang ada dikembangkan, melalui pelatihan dan modal. "Banyak ibu-ibu yang pandai menjahit, pandai membuat kue, pandai membuat kerajinan, mereka bisa membuka usaha sendiri, melalui program UMKM kami akan melakukan pembinaan," kata Sujarwo.Pemuda tidak luput dari perhatian Pasangan Arif-Sujarwo, program pembinaan dibidang olahraga akan dibuat, sebagai wadah pemuda menyalurkan bakat, mengembangkan potensi yang dimiliki.Sujarwo menegaskan impiannya menjadikan Siak sebagai destinasi wisata unggulan, upaya peningkatan wisata sejarah, harus wisata alam serta wisata religi akan dilakukan.

Robi Cahyadi: Perlu Sinergitas dengan Provinsi untuk Membangun Siak, Makanya yang PAS Coblos Nomor 3
25 November 2020 SIAK, Petah.id - Hujan yang turun sejak pukul 13.00 WIB ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat Kampung Buantan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau untuk menghadiri kampanye dialogis pasangan calon bupati dan wakil Bupati Siak, Said Arif Fadilah dan Sujarwo di rumah Robi Cahyadi SH.Meskipun ramai masyarakat, Ketua Koalisi Partai Gerindra Kecamatan Koto Gasib ini tetap menerapkan protokol Kesehatan dengan menjaga jarak duduk masyarakat yang datang serta selalu menggunakan masker. Dalam elu-eluannya sebagai tuan rumah, Robi Cahyadi menyebutkan pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo yang akrab dengan sebutan PAS ini memang layak menjadi bupati Siak menggantikan bupati Siak yang lama.Diceritakannya, APBD Siak tahun 2021 jauh merosot hingga Rp 500 miliar dari tahun 2020. Artinya untuk pembangunan Kabupaten Siak kedepannya perlu sinergi Kabupaten dengan Provinsi dan Pusat. "Dengan melihat dukungan Ketua DPD Golkar Riau, Drs H Syamsuar kepada PAS nomor urut 3 ini, kita yakin jika nanti pak Arif Fadilah dan Sujarwo menang di Pilkada Siak, kedepannya Siak akan tetap bisa maju dan lebih baik pembangunannya meskipun APBD Siak hanya Rp 1,7 triliun," kata Robi Cahyadi kepada masyarakat Buantan II . Robi juga meyakinkan masyarakat, bahwa komunikasi dengan PAS jika nanti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Siak tidak akan sulit. Kedua putra terbaik Siak yang lahir, besar dan bekerja di Siak ini pastinya akan berbuat lebih baik untuk Kabupaten Siak ini. "Kita sama-sama tahu bahwa pak Syamsuar sudah berbuat untuk kampung kita ini, baik saat menjabat sebagai Bupati Siak maupun Gubernur Riau. Sekarang Calon Bupati nomor 3  ini juga diharapkan beliau dapat meneruskan programnya di Siak. Artinya sinergi ke Provinsi dan pusat nantinya untuk kemajuan pembangunan Siak akan terwujud," sebut Robi Cahyadi lagi yang disambut Yel-yel PAS Menang, Menang, Menang. Robi juga menepis isu miring terkait tidak adanya pembangunan masa kepemimpinan Syamsuar di Siak dan saat memimpin Riau. "Buktinya saja sudah kita lihat sekarang, perbaikan jalan dari Koto Gasib ke Tualang itu anggarannya dari Provinsi. Jadi, mari ramai-ramai ajak saudara kita, tetangga untuk datang ke TPS pada tanggal 9 Desember dan coblos nomor 3," kata Robi menegaskan.  Dalam kampanye yang dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Riau, Drs H Syamsuar itu, Calon Bupati Siak nomor urut 3, Said Arif Fadilah didampingi calon wakil bupati Siak, Sujarwo menyampaikan 8 program unggulannya untuk Kabupaten Siak lebih baik. Selain itu, Arif juga menyampaikan selama 32 tahun mengabdikan diri di Kabupaten Siak sebagai ASN. Meski masih ada masa jabatannya 1 tahun lagi sebagai ASN, Arif Fadilah pilih mengundurkan diri dengan tujuan ingin membangun Siak lebih baik lagi jika masyarakat memberinya amanah tersebut. "Apalagi, saya akan dibantu oleh wakil Bupati Sujarwo yang merupakan wakil rakyat Siak dua periode. Di periode kedua ini dia pilih mundur untuk tujuan yang sama dengan saya. Artinya kami ingin Siak ini kedepannya lebih baik. Kami ingin Siak menjadi Kabupaten terbaik se Riau dalam segala bidang," kata Arif Fadilah. Ditambahkan Sujarwo, calon wakil Bupati Siak nomor urut 3 ini, visi misi yang sudah disusunnya bersama Cabup Arif Fadilah itu terkait kepentingan rakyat. Sebab, basicnya di DPRD Siak selama ini selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat. "Tiga partai koalisi yang mendukung kita juga partai tertinggi di pusat. Ini juga akan membantu kita menjemput dana pusat untuk membangun Kabupaten Siak. Ditambahlagi sinergitas kita dengan orang nomor 1 Riau yang merupakan Ketua DPD Golkar Riau," kata Sujarwo dengan lugas. Dalam program pendidikan, kata Sujarwo, anak Siak harus sarjana semua dan siap menghadapai dunia kerja. Untuk itu ada beasiswa miskin dan beasiswa prestasi untuk anak-anak Siak. "Kita akan buat perda naker lokal nanti, agar anak-anak Siak dimudahkan dalam mencari pekerjaan. Selain itu juga ada program peningkatan ekonomi seperti bantuan modal untuk Pelaku UMKM di Kabupaten Siak," kata Sujarwo. Dari kampanye dialogis yang sudah berjalan di 131 desa dan kelurahan di Kabupaten Siak, Sujarwo juga menyampaikan bahwa potensi pariwisata Siak sangat menjanjikan.

Syamsuar Akan Rampungkan Jalan dan Puskesmas di Siak
23 November 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau H Syamsuar mengaku tetap komitmen memperhatikan pembangunan di Siak, dibuktikan pada tahun 2019 perbaikan jalan Provinsi yang ada di Siak sudah mulai dilakukan, sayang tahun ini rencana pembangunan tidak bisa terealisasi, namun ia berjanji tahun 2021 jalan dan Pembangunan Puskesmas yang mangkrak akan dirampungkan."Perbaikan jalan Provinsi yang ada di Siak tahun lalu sudah dilakukan, tahun ini memang ada kendala di lapangan, tahun depan kita selesaikan," kata Ketua DPD I Golkar Riau, Drs H Syamsuar Msi, Senin (23/11/2020) pagi.Seperti ruas jalan dari simpang Km 11 Buatan Kecamatan Gasib ke arah Perawang, kondisi jalan yang dulunya rusak parah kini sudah diperbaiki."Banyak ruas jalan Provinsi yang ada di Siak, dari teluk Masjid ke arah Sungai Pakning, simpang Pusako ke arah Teluk Masjid, Pusako ke KM 11 Buatan. Dari simpang Km 11 Buatan ke arah Sipang Gondrong Perawang," ujar Syamsuar.Tidak hanya bicara pembangunan jalan, Syamsuar juga menyebutkan beberapa pembangunan Gedung Puskesmas yang mangkrak, ia berjanji tahun 2021 gedung yang telah menelan banyak anggaran itu akan dirampungkan."Seperti puskesmas pembangunan Sabak Auh yang mangkrak, sebelum dimulai akan diaudit dahulu. Pertama untuk memastikan apakah bangunan itu masih kokoh, layak diselesaikan. Kedua, untuk memastikan berapa persentase pekerjaan yang sudah dilakukan. Tahun depan kita selesaikan," janji Syamsuar.Meski tahun ini bantuan fisik dari Pemerintah Provinsi tidak bisa terealisasi di Siak, namun Syamsuar menegaskan bahwa bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Riau ke Siak tetap terealisasi. "Tahun ini bantuan keuangan tetap jalan, untuk bantuan keuangan realisasi kegiatannya tentu dilakukan pemerintah Kabupaten," tegas Syamsuar.Syamsuar menjelaskan bantuan yang mungkin tidak terlihat kasat mata, seperti honorer guru bantu."Seperti SD dan SMP yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, perlu diketahui ada honor guru bantu dari Provinsi," ujar Syamsuar.

Pilkada 2020, Syamsuar Optimis Pasangan Arif-Jarwo Menang di Siak
23 November 2020 SIAK, Petah.id - Ketua DPD I Partai Golkar yakin pasangan Arif Fadilah dan Sujarwo bisa memenangkan kontestasi Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.Menurut Gubernur Riau itu, saat ini masyarakat Kabupaten Siak menginginkan gebrakan dari seorang pemimpin."Pemimpin itu perlu kecepatan, kesigapan, kesiapan dalam mengambil momen. Dan pemimpin itu tak boleh ragu-ragu dan lamban, sehingga program pemerintah jadi  ikut lamban atau bisa jadi stagnan," jelas Ketua DPD I Golkar Riau Drs H Syamsuar, Senin (23/11/2020) pagi.Ditambah lagi dalam situasi pandemi Covid-19, pemimpin harus bisa gerak cepat, tegas dan peka, agar bisa menghadapi situasi saat ini."Tentunya juga bisa meyakinkan masyarakat agar tetap sehat dan juga melakukan pemulihan ekonomi secara berkala. Hal ini tentunya diperlukan kecerdasan pemimpin," tambah mantan Bupati Siak dua periode itu.Syamsuar meyakini masyarakat Kabupaten Siak saat ini semuanya sudah cerdik. Menurut Syamsuar, masyarakat sudah tahu mana pemimpin yang harus dipilih dalam Pilkada serentak ini."Tegas dan sigap sudah ada dalam diri Arif, dan saya yakin masyarakat saat ini sudah cerdik untuk menentukan pilihan," jelasnya.Menjadi seorang pemimpin, lanjut Syamsuar, harus bisa melihat momen yang dihadapi."Jadi pemimpin itu ada waktunya jadi baik dan waktunya tegas. Jangan malah  ragu-ragu jadi pemimpin," pungkasnya.

Cerita Rahmat Ucok Bertahan Dalam Hutan Rimba Saat Hilang
19 November 2020 SIAK, Petah.id – Mendadak suasana pecah mengharu biru datang dari rumah kediaman orang tua Rahmat Ucok (21) saat menyambut Ucok setelah 4 hari dikabarkan hilang di Hutan Danau Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak,Riau. Kedatangan Ucok yang sempat dikabarkan hilang itu dengan cepat tersiar sehingga masyarakat yang penasaran turut datang kerumahnya di Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Diakui Ibu Kandung Rahmat Ucok, Martini bahwa dirinya mengaku sangat gelisah sejak dirinya mengetahui anaknya hilanmg di dalam hutan. “ Sejak tau Ucok hilang sampai hari ini saya tidak ada makan Cuma minum air putih saja dan sangat gelisah sekali,” terang Martini, Kamis (19/11/2020) petang di Rumah Kediamannya. Diceritakannya, Ucok hilang tidak jauh dari tempat parker sepeda motornya sendiri. Dan Ucok sendiri berupaya keras untuk keluar dari hutan tersebut namun tidak menemukan jalan keluar. “Jarak Ucok ditemukan Cuma 1 kilometer dari sepeda motor yang Ia bawa untuk pergi memancing itu. Ucok sendiri berupaya keluar dari hutan tersebut  mencari jalan pulang dengan cara mematahkan dahan kayu yang Ia lewati namun Ucok merasakan dirinya hanya berputar disitu saja,” Kata Martini setelah mendengar pengakuan dari anaknya Rahmat Ucok. Selama di hutan, kata Martini Lebih jauh, Ucok  bertahan hidup dengan cara memakan ikan hasil pancingannya, meminum air sungai yang ada didekat situ. Sesekali, Ucok memakan buah punak. “ikan lele hasil pancingannya Ia bakar dan dimakan sedangkan untuk minum Ucok mengandalkan air sungai yang ada dekat situ,” kata Komeng sapaan akrab dari Martini.   Upaya Martini untuk Menemukan Rahmat Ucok   Setelah mengetahui anak ke 3 nya hilang Martini tidak ingin berpangku tangan dan hanya berpasrah diri. Sejak kabar pilu Ia terima dirinya langsung menelfon BPBD Kabupaten Siak untuk meminta pertolongan agar bisa menemukan Rahmat Ucok. “Saya juga memberitahu keluarga besar dan pihak pemerintahan Desa agar kiranya mau membantu mencari Ucok yang hilang di Hutan Zamrud saat pergi memancing,” jelasnya. Dimalam ke Dua kehilangan Ucok, Martini juga berusaha bertanya kepada “orang pintar” untuk memastikan kondisi dan letak Ucok di hutan tersebut. “Ada beberapa orang pintar saya temui untuk melihatkan kondisi Ucok dan semua jawabannya sama bahwa Ucok masih di dalam hutan tersebut,” kata Bu Martini. “Malam ke dua Ucok hilang pun kami Kembali masuk hutan tersbut dengan membawa Gong dan gendang supaya Ucok dapat mendengar suara itu dan bisa menemukan jalan keluar,” tambahnya.   Meski usaha malam itu, lanjut Martini, tidak membuahkan hasil dirinya meyakini dapat menemukan Ucok dan berdoa agar anak ke 3 nya itu dalam kondisi sehat. Kamis (19/11/2020) keluarga bersama masyarakat dibantu pihak Desa, TNI, Polisi dan BPBD Kabupaten Siak Kembali memasuki hutan tersebut untuk melanjutkan pencairan Ucok yang sudah 4 hari menghilang. “Alhamdulillah ba’da Dzuhur Ucok ditemukan oleh tim yang melakukan pencarian,”kata Martini dengan mata berkaca-kaca. Dalam kesempatan itu Ia sangat bersyukur dan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu bahkan medoakan hingga Ucok Kembali kepangkuannya. “Terima kasih atas bantuan semua pihak, Allah yang dapat mebalas kebaikan semuanya yang sudah membantu mencari Ucok hingga ketemu,” Pungkasnya.

Hilang 4 Hari, Rahmat Ucok Akhirnya Ditemukan
19 November 2020 SIAK, Petah.id - Sempat 4 hari menghilang di Hutan Danau Zamrud, Rahmat Ucok (21) akhirnya ditemukan pada Kamis (19/11/2020) petang.Mengenakan kaos warna hijau, Ucok tampak didampingi masyarakat beserta tim pencarinya keluar dari hutan danau zamrud itu."iya bang sudah diketemukan, alhamdulillah, tadi vidio ucok ketemu juga sudah beredar," kata Razi, Kamis (19/11/2020).Ketemunya Rahmat Ucok juga dibenarkan Kabid Damkar BPBD Kabupaten Siak Irwan Priyatna. Ia berkeyakinan bahwa Ucok masih bisa bertahan hidup didalam hutan tersebut."Alhamdullilah, Allah SWT melindungi nya, kami yakin dia masih hidup. Kalaupun tersesat   masih bisa bertahan hidup. Karena dia sejak sekolah selalu aktif manjat gunung dan keluar masuk hutan, punya pengetahuan  survival juga," jelas Irwan Priyatna melalu pesan Whatsapp.Ditanyakan bagaimana proses tim bertemu dengan Ucok, Irwan sampaikan didalam hutan masih ada kendala sinyal."Maaf signal disini  lelet,"jelasnya.Sementara itu, dalam vidio berdurasi 2 menit 37 detik itu tampak Ucok mengenakan baju hijau dan tersenyum saat bertemu orang tuanya. Tim dan masyarakat yang turut mencari ucok juga langsung memanjatkan doa atas ketemunya ucok tersebut.Sebelumnya diberitakan, Rahmat Ucok (21) warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau dikabarkan hilang di hutan Danau Zamrud Kilometer 100 sejak tiga hari yang lalu saat pergi memancing bersama pamannya Tunggal.Hal itu juga dibenarkan tetangga dan teman Ucok sendiri, Razi. Dijelaskannya, Ucok pergi dari rumah pamitan untuk pergi memancing bersama pamannya." Sejak senin siang dia pergi pamitnya memancing sama oom nya, tapi oom nya siang Selasa sudah pulang, oom nya pun sudah mencari didalam hutan itu tapi tak ketemu," kata Razi, Rabu (18/11/2020) malam.

Kronologis Hilangnya Rahmat Ucok di Hutan Danau Zamrud
18 November 2020 SIAK, Petah.id -  Pusdalop BPBD Kabupaten Siak Biyan jelaskan kronologi kehilangan Rahmat Ucok (21) yang dikabarkan hilang di Hutan Danau Zamrud Kecamatan Dayun sejak Senin (16/11) saat pergi memancing dengan pamannya Tunggal.Diceritakan Biyan, Rahmat Ucok berpamitan pergi bersama pamannya untuk pergi memancing  dengan berbekal Minuman, Makanan, GPS, Senapan Angin, Kompas dan HT." Sampai lokasi hutan Zamrud itu, Ucok  ingin pergi ke arah Timur sedangkan pamannya mengajak ke selatan," jelas Biyan.Sambil berpisah, Tunggal berpesan kepada Ucok untuk bertemu kembali ditempat titik mereka berpisah." Lalu berpisah mereka dan Ucok pergi ke arah timur. Sementara HT yang dipegang mereka hanya bisa berkomunikasi dengan jarak 5 kilometer. awalnya bisa berkomunikasi, setelah itu dikontak pamannya lagi tak bisa masuk," kata Biyan.Pamannya terus mencari Ucok hingga ke arah timur, namun tak kunjung bertemu hingga sampai ke titik mereka berpisah.Dengan kondisi di tengah hutan dan pamannya mencari Ucok sendirian, Tunggal panik dan memutuskan pulang kerumah orang tua Ucok di Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak untuk mengabarkan bahwa Ucok hilang."Malamnya pamannya pergi lagi ke hutan sampai tengah malam dan menginap di pos manggala agni, subuh pamannya balek," urai Biyan.Pagi Selasa ( 17/11), lebih jauh diceritakan Biyan,  Tunggal selaku pamannya kembali mencari dan masuk lagi kedalam hutan Danau Zamrud itu namun Ucok masih belum ditemukan." Selasa malam Rabu orang tua Ucok menelfon BPBD untuk melaporkan bahwa anaknya hilang dan kejadiannya sejak Senin (16/11)," kata Biyan.Berangkat dari laporan tersebut BPBD Kabupaten Siak langsung ambil tindakan." Malam kami dapst info Rabu (18/11) pagi rapat dan rembuk dan memutuskan untuk berangkat ke hutan Danau Zamrud mencari Ucok," jelas Biyan.Biyan bersama 10 orang rekannya dari BPBD Siak terus melakukan pencarian di hutan tersebut hingga pukul 16.00 Wib namun Ucok masih belum ditemukan."Jam 4 sore kami pulang karena situasi mendung, petir kuat kali, dan mau hujan," jelasnya.Pencarian Ucok didalam hutan Zamrud tersebut tidak berjalan mulus, Biyan bersama rekannya mengalami beberapa kendala seakan-akan pihaknya sedang disesatkan." Didalam hutan itu seperti kami yang disesatkan, alat Kompas yang kami bawa jarumnya berputar terus tak berhenti sehingga tidak bisa melihat arah. maka dari itu untuk menghindari Magrib kami putuskan untuk pulak dan melanjutkan pencarian Ucok besok pagi," kata Pusdalop BPBD Kabupaten Siak itu.Namun, kata Biyan, pihaknya akan turun kehutan zamrud lagi dan berjuang agar Ucok segera di temukan." Mohon doanya agar Ucok selamat dan tim yang mencari selalu diberi kemudahan," pinta Biyan.

Pamit Pergi Memancing Ucok Dikabarkan Hilang di Hutan Danau Zamrud
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Ucok warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau dikabarkan hilang di hutan Danau Zamrud Kilometer 100 sejak tiga hari yang lalu.Hal itu dibenarkan tetangga dan teman Ucok sendiri, Razi. Dijelaskannya, Ucok pergi dari rumah pamitan untuk pergi memancing bersama pamannya." Sejak senin siang dia pergi pamitnya memancing sama oom nya, tapi oom nya siang Selasa sudah pulang, oom nya pun sudah mencari didalam hutan itu tapi tak ketemu," kata Razi kepada Petah.id, Rabu (18/11/2020) malam.Ditambahkannya, Ucok dan pamannya berangkat menggunakan dua motor, namun informasi yang Ia dapat ucok dan pamannya berpisah sesampai di hutan Danau Zamrud itu."Infonya mereka terpisah di hutan itu. makanya Selasa malam rabu  melaporkan ke pihak Desa Benteng Hilir," kata Razi."Besok pagi, Kamis (19/11/2020) pihak keluarga mengajak seluruh masyarakat mengajak bergabung untuk mencari Ucok kedalam hutan Zamrud dan berkumpul di kediaman orang tua ucok," tambah Razi.Sementara itu, berdasarkan dari postingan Facebook milik BPBD Kabupaten Siak pada Rabu (18/11/2020), pihaknya juga sedang mencari korban yang hilang di hutan Zamrud Km 100 dan belum menemukan ucok."Proses pencarian korban hilang di hutan Zamrud Km 100  Dayun oleh tim TRC BPBD Kabupaten Siak, korban saat ini belum ditemukan, pencarian akan kembali dilakukan esok hari. Mohon doa agar korban ditemukan dalam keadaan selamat," tulis Facebook BPBD Siak.

Dua Unit Rumah di Kampung Temusai Diterjang Puting Beliung
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang dua unit rumah warga Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya,  Kabupaten Siak pada Rabu (18/11) sekitar pukul 16.00 WIB.Dua unit rumah di RT 01 RW 05 Dusun Teluk Musahab, Kampung Temusai, milik Suwanda dan Adi. Saat kejadian, mereka sedang tidak ada di rumah.Demikian dikatakan Ketua RT 01 RW 05 Dusun Teluk Musahab, Kampung Temusai Supri. Menurut Supri, sekitar pukul 16.00 WIB, bersama hujan, menerjang angin puting beliung yang begitu dahsyat."Hal itu menyebabkan dua unit rumah warga kami habis atapnya disapu puting beliung," ungkap Supri, pada Rabu (18/11) petang Penghulu Kampung Temusai Markuat menyampaikan hal yang sama. Disebutkannya, rumah warganya baru saja diterjang angin puting beliung. “Saya berharap masyarakat bersama-sama membantu meringankan beban korban yang terkena musibah itu,” ungkapnya.Dijelaskan Markuat, atap rumah terbang sampai ke pinggir jalan. Mujur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.Markuat  juga berharap kepada dinas terkait, agar dapat membantu meringankan beban korban.“Semoga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," imbuhnya.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan kepadanya. Disebutkannya, pihaknya akan segera turun umendata berapa jumlah korban, dan kerugian material yang diderita.“Setelah kami data, baru kami memberikan bantuan. Tahap awal kami memberikan logistik dulu untuk sementara,” sebutnya.Setelah itu, korban dibantu pemerintah kampung dan pemerintah kecamatan membuat proposal ditujukan ke Dinas Sosial.“Selanjutnya kami akan mengeluarkan bantuan uang sesuai dengan kerusakannya. Sebab ada Perbup, jika kerusakan berat berbeda dengan kerusakan sedang dan ringan. Sudah diatur dalamPerbup itu,” jelasnya.

Perangkat dan Jaringan Menjadi Kunci Pelayanan Dukcapil Maksimal
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Setiap hari ada saja warga yang mengurus KTP, KK, kartu identitas anak (KIA), maupun akta kelahiran ke Disdukcapil.Semua harus selesai lebih awal, karena pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mudah dan cepat.Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) di kantornya pada Selasa (17/11) siang.“Pelayanan mudah di sini, tidak rumit. Berkas yang diperlukan ada, langsung kami tangani. Sedangkan cepat artinya kami upayakan sehari selesai,” ungkap Hasmizal.“Meski itu tidak mudah di tengah keterbatasan perangkat dan jaringan yang kadang tidak bersahabat. Kami tetap berusaha memberikan yang terbaik. Bagaimana caranya masyarakat yang datang dari tempat yang jauh tidak kecewa atau biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia,” jelas Hasmizal.Apa yang dilakukan pihaknya, untuk kepentingan masyarakat, makanya dia berusaha memaksimalkan pelayanan dengan kelengkapan peralatan kerja, sehingga memudahkan pegawai mengakomodir keperluan masyarakat.“Saat ini, kami memiliki limaUPTD, di Lubuk Dalam, Sungai Apit, Kandis, Tualang, Minas. Untuk alat rekam ada di UPTD Tualang, Kandis, tapi alat lama. Jadi perlu diperbarui,” sebutnya.Sementara untuk cetak KTP, tetap dilakukan di Disdukcapil. Dan pelayanan dilakukan setiap hari kerja. Bahkan tidak jarang harus lembur jika banyak warga yang melakukan pengurusan administrasi kependudukan.“Makanya kami melakukan pelayanan keliling sebagai inovasi dan anggaran dari pusat yang disebut dengn dana alokasi khusus (DAK),” jelasnya.Tahun ini disebutkannya, ada  lima kecamatan yang masuk dalam program ini terdiri dari Kecamatan Sungai Apit, Sungai Mandau, Kerinci Kanan, Kandis dan Tualang.“Kami rata-rata dua sampai tiga hari melayani masyarakat di setiap kecamatan dibantu petugas kecamatan. Dan respon masyarakat cukup baik. Bahkan di beberapa kecamatan, masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan sangat banyak,” jelasnya.Antusias masyarakat cukup besar dalam pengurusan administrasi kependudukan, terutama masyarakat Kandis dan Tualang.Untuk Tualang saja selama tiga hati, warga yang mengurus surat pindah 240 yang sudah selesai 135, tinggal 105. Sedangkan yang mengurus kartu keluarga (KK) 875, hampir 500 sudah diproses. Sementara untuk kartu identitas anak (KIA) 559  yang sudah selesai 263, selebihnya dalam proses.“Semoga tahun depan dapat lebih banyak lagi, sehingga seluruh kecamatan dapat diakomodir,” sebutnya.Lebih jauh dikatakannya, karena kegiatannya di tengah pandemi Covid-19, pihaknya melakukan protokol kesehatan (prokes) ketat terhadap warga yang melalukan pengurusan.“Tujuannya agar semua sehat dan baik-baik saja. Dan Alhamdulillah kegiatan kami di lima kecamatan berlangsung lancar dan sukses,” ucapnya.

Bernilai Sejarah Tinggi, Pjs Bupati Siak Pesankan Agar Menjaga dan Merawat Istana
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Paska dibukanya Istana Siak setelah lama ditutup karena pandemi covid-19, Pjs Bupati Siak Indrq Agus Lukman kunjungi Istana Asyerayah Al Hasyimiyah, Selasa (17/11/2020) petang.Kunjungan Pjs Bupati Siak itu tepat pada hari ke Empat dibukanya kembali Istana Siak setelah masa pandemi covid-19.Kesempatan itu ia manfaatkan dengan baik, Indra Agus Lukman melihat dengan seksama peninggalan bersejarah milik kerajaan dan membuatnya berdecak kagum. Mulai dari foto-foto, lukisan, keramik dari Eropa dan Cina serta komet atau gramophone dan cermin permaisuri dan banyak lagi membuatnya terkagum-kagum.“Saya beberapa kali ke istana ini, namun baru kali ini saya melihatnya satu persatu. Bertanya dengan petugas yang tentunya tahu banyak tentang benda-benda bersejarah Melayu yang ada di dalam istana. Saya sengaja meluangkan waktu untuk melihatnya,” ungkap Pjs Indra Agus Lukman.Terlihat jelas sejarah Siak yang sangat luar biasa. Perjalanan panjang dari masa ke masa ada di dalam istana. “Benda-benda itu, memiliki nilai sejarah yang tinggi. Jadi selain dijaga agar tidak hilang, juga harus dirawat,” ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.Dengan dirawat, keasliannya akan tetap utuh dari masa ke masa. Dan hal itu memang harus dilakukan untuk diwariskan ke anak cucu.“Sebab, ke depan akan banyak orang-orang yang akan belajar dengan cara melihat peninggalan bersejarah di istana. Jadi memang harus dijaga dan dirawat,” ucapnya.Disinggung antusiasme warga yang melakukan kunjungan setelah sempat ditutup. Disebutkannya hal itu menunjukkan masyarakat memang masih mencintai sejarah. Dan sekali lagi, saatnya benda benda bersejarah itu dijaga dan dirawat, sebagai warisan untuk generasi yang akan datang.

Kurangi Angka Pengangguran, Distransnaker Siak Gelar Job Fair
17 November 2020 SIAK, Petah.id - Kabar gembira untuk putra dan putri yang ber KTP Siak, pasalnya Distransnaker Kabupaten Siak menggandeng 30 perusahaan untuk melaksanakan Job Fair dalam rangka mengurangi angka pengangguran.Acara itu diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis (18-19 November 2020) di Siak Sport Hall Kabupaten Siak."Target utama kita adalah mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Siak, dan itu akan didominasi oleh anak daerah sendiri," ungkap Kepala Distransnaker Kabupaten Siak Amin Budiyadi.Acara tersebut, Kata Amin, dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB petang.Sementara itu, perusahaan yang tergabung dalam Job Fair ini berasal dari beberapa perusahaan besar di Riau. Baik industri maupun keuangan."Sebanyak 30 perusahaan akan menyediakan beberapa lowongan kerja di berbagai bidang keahlian dalam pameran bursa kerja atau Job Fair," jelasnya.Untuk persyaratan, tambah Amin Budiyadi, semuanya masih memakai syarat umum seperti biasa bagi pencari kerja."Biasanya hari pertama melihat dulu apa saja lowongan kerja yang ada di setiap perusahaan, setelah itu baru dipersiapkan lamaran kerjanya. ya seperti melamar kerja biasanya lah," tambahnya.Disinggung soal strategi perekrutan di tengah pandemi Covid-19, Kadistransnaker mengaku sudah mempersiapkan skemanya dengan penerapan prokes yang ketat. bahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak. "Kami mengajak masyarakat beramai-ramai menghadiri dan mengikuti pameran ini. Dan jangan lupa selalu mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker saat datang ke acara ini," jelasnya.

Ringankan Beban Warga di Tengah Pendemi Covid-19, BAZnas Siak Salurkan Zakat Pola Kosumtif
17 November 2020 SIAK, Petah id -  Wajah-wajah masyarakat Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak tampak ceria dan sumringah saat menerima bantuan dari Baznas di tengah pandemi covid-19 di Masjid Baiturahman Kampung Pangkalan Makmur, Senin (16/11/2020)."Tentu saja kami senang karena dapat bantuan dari Baznas," kata Yosa asal Teluk Merbau ini. Dalam kesehariannya, Yosa bekerja sebagai buruh tani. Ia mengaku bersyukur dan sangat terbantu setelah menerima bantuan beras, uang dan lain-lain dari Baznas Kabupaten Siak. Ia pun mendoakan dan mengucapkan terima kasih untuk para Muzakki dan Baznas yang telah membantu orang-orang kurang mampu seperti dirinya. Sementara itu, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman usai menyerahkan bantuan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat. "Kami sebagai aparatur pemerintah adalah abdi dari masyarakat, mulai dari pemerintah kabupaten hingga ke tingkat kampung," jelas Indra. Kata dia, pemerintah akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Namun demikian pemerintah punya keterbatasan waktu dan keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah sangat mendukung adanya Badan Amil Zakat ini. Dengan adanya Baznas masyarakat  bisa langsung dibantu melalui program-program yang sudah dirancang dengan baik. Lebih lanjut ia menuturkan, bagi kampung yang lebih banyak membayarkan zakatnya, tentu akan lebih besar pula jumlah yang dikucurkan ke kampung tersebut. "Nah, makanya saya mengajak masyarakat berlomba-lomba untuk membayar zakat. Sebab zakat ini berguna untuk membersihkan harta kita. Bila kita sudah mengeluarkan zakat, maka Allah akan mempercayakan harta lain kepada kita kembali," ucapnya. Ditempat yang sama, Ketua Baznas Siak M Rasyid Suharto menambahkan, jumlah dana zakat konsumtif yang disalurkan sebesar Rp 167.730.000. Sebenarnya untuk Kecamatan Dayun ini lanjut Rasyid, sebesar 234 juta rupiah yang dibagi dengan pola produktif dan konsumtif. Dana tersebut dibagi 30 persen untuk konsumtif dan 80 persen untuk produktif. Namun karena kondisi covid pihak Baznas mengucurkan bantuan lebih banyak dengan pola konsumtif. "Biasanya dana zakat ini kami bagikan kemasyarakat 30% untuk konsumtif dan 70% pola produktif, tapi karena covid jadi lebih banyak yg konsumtif," ujarnya. Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan dengan rincian beras 10 kg, uang tunai 300 ribu rupiah, produk dari Mustahiq yang produktif berupa lele siap goreng (lesgo) 1 kg dan ayam kampung setengah kilo. Selain itu ada voucher belanja sebesar 200 ribu rupiah di warung yang sudah ditunjuk oleh Upz kecamatan. Jadi totalnya sebesar Rp 650.000."Voucher ini adalah program belanja diwarung tetangga," sebut Rasyid. Rasyid menuturkan, Beras yang di beli dari para petani di Kabupaten Siak selama 1 tahun sebanyak 250 ton adalah untuk melayani dua program Baznas. Seperti, program pendistribusian, setiap Mustahiq menerima bantuan beras sebanyak 10 kg. Dan program yang kedua adalah untuk mengisi atm beras yang ada di Masjid-masjid kecamatan. Dalam kurun 1 tahun ini pihak Baznas telah membangun rumah layak huni sebanyak 17 unit. Kemudian ditambah dengan rumah yang dibangun kelanjutan dari program tahun 2019."Jadi insya Allah tahun ini Baznas akan bangun 27 rumah layak huni," terangnya. Sementara untuk bantuan listrik telah dipasang sebanyak 200 KK, dan akan di pasang lagi sebanyak 180 KK. Kemudian lanjutnya, baznas Kabupaten ada program pemasangan listrik di Teluk Lanus, yang berjumlah 130 KK. "Alhamdulillah untuk Teluk Lanus dapat subsidi dari PLN, yang tadinya 900 ribu kita cuma membayar 450 ribu, yang akan diselesaikan pada bulan Desember," imbuhnya.

Milad ke- 43, Cawabup Sujarwo Dibanjiri Ucapan Selamat
15 November 2020 SIAK, Petah.id - Media Sosial di Kabupaten Siak dihebohkan dengan ucapan selamat ulang tahun untuk  Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo, SE yang ke-43 tahuntepat pada 15/11/2020.Ucapan itu hadir dari lintas usia se Kabupaten Siak, seperti dari tokoh masyarakat asal Kecamatan Minas dengan akun facebook Doni Chandra Doni."Selamat Ulang Tahun Pak WabupSemoga sehat dan bahagia selalu bersama keluarga tercinta, berkah umur, berkah rezki.Insha Allah Wakil Bupati Siak Periode 2021-2026," tulis akun Doni Chandra Doni di dinding facebook Sujarwo Dian.Ucapan selamat lainnya juga datang dari anak muda milenial asal Kecamatan Sungai Apit dengan akun facebook Rizal Riau."Barakallah fi umrik Mas Sujarwo Dian yang ke-43 tahun, semoga sehat selalu, dilimpahkan rezeki yang berkah dan semoga Allah memberikan Amanah kepada Mu untuk Menjadi Pemimpin di Negeri Istana ini, Amin Allahumma Amin,"tulis di akunnya.Sementara itu, akun facebook milik  Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo dengan nama akun Sujarwo Dian juga memposting kemesraannya bersama istri dan 3 orang anaknya saat sedang memperingati hari lahirnya.Dalam akun pribadinya Sujarwo juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan umur panjang dan kesehatan yang diberikan. Tak luput  ucapan terima kasih untuk seluruh warga Kabupaten Siak dan keluarga tercinta atas semua doa yang dipanjatkan"Terimakasih istri ku Dian Andayani dan 3 anak ku yang telah memberi kejutan pada hari kelahiran saya yang ke 43 tahun,semoga Allah SWT selalu lindungi keluarga kita. Terimakasih juga kepada sahabat, teman, dan lain-lain yang juga ucapkan selamat pada saya,semoga Kita semuo slalu sehat dan diberkahi Allah SWT," tulis Sujarwo di akun facebook pribadinya.Saat dihubungi dan ditanyakan harapannya di usia ke-43 tahun, ia berharap di sisa umurnya selalu diberkahi, bermanfaat untuk orang banyak."Semoga Allah meridhoi perjuangan kita semua, dan saya secara pribadi bisa terus menebar kebaikan untuk semua orang, apapun momennya," tutup Calon Wakil Bupati Siak nomor urut 3 itu.

Serangan Ulat Bulu di Turap, Warga Siak Menderita Gatal-Gatal
13 November 2020 SIAK, Petah.id - Sejak beberapa hari belakangan, warga di tepian Turap, Kelurahan Kampung Rempak diserang ulat bulu.Ulat bulu datang dari tepi Sungai Siak tepatnya dari pohon bakau yang diduga diterbangkan angin, sehingga bisa sampai ke turap.Demikian dijelaskan Hamid (58)pemilik Warung Sup Buah Ninda. Menurut Hamid, sejak kemarin badannya serasa gatal, awalnya dia tidak tahu jika diserang ulat bulu.“Ketika saya mengantar sup buah untuk pelanggan yang duduk di turap, barulah saya tahu ternyata banyak ulat bulu di sana,” jelasnya.Dia segera membuang ulat bulu itu ke tepi Sungai Siak. Ketika membuang ulat bulu itulah dia melihat banyak daun bakau yang habis dimakan ulat bulu. Menurut Hamid, anak gadisnya bernama Fifi (20) juga kena, padahal dia di rumah saja, paling jauh ke depan rumah.Lihat lah wajah dan tangan Fifi, itu gatal-gatal karena ulat bulu,” ungkap Hamid menunjuk wajah putrinya.Hal yang sama dikatakan Rini (36) pemilik Warung Seafood Rija. Tidak hanya dia yang kena serangan ulat bulu ini, namun seisi rumahnya yang berjumlah lima orang.“Tidak hanya kami sekeluarga yang kena. Teman saya warga Dayun yang makan di sini juga kena,” ucap Rini sambil menunjukkan tangannya yang bintik bintik kemerahan yang menurutnya terasa sangat gatal.Menurut Rini, dia sudah tanya ke beberapa tetangganya yang berjualan di turap, memang beberapa hari belakangan ulat bulu membuat warga gatal-gatal.“Selama saya berjualan di sini, baru kali ini ulat bulu sampai naik ke turap dan gatalnya menyerang warga,” sebutnya.Lurah Kampung Rempak Zukhrizan Nurfalah yang melihatnya langsung ke lokasi, mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menuntaskan masalah ini.“Kami ingin dinas terkait dapat menyemprotkan disinfektan hama sehingga ulat bulu ini berkurang,” sebutnya.

Tenaga Kesehatan Meninggal Setelah Sembuh dari Covid-19
12 November 2020 SIAK, Petah.id - Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di Kabupaten Siak diwarnai duka yang mendalam, pasalnya seorang tenaga kesehatan yang sebelumnya telah berjuang untuk sembuh dari Covid-19 tutup usia.Hal itu disampaikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Tonny Chandra, tenaga kesehatan yang meninggal dunia melawan covid- 19 itu adalah Maria Ulfa. Maria Ulfa salah satu tenaga kesehatan yang kesehariannya bertugas di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Riau. Selama masa tugasnya 38 tahun, dia dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik serta pekerja keras."Maria Ulfa, teman kita di laboratorium Dinas Kesehatan Siak tadi malam (11/11/2020) meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Tonny Chandra, Kamis (12/11/2020) pada peringatan hari kesehatan nasional ke 56.Selanjutnya, kata Kadis Kesehatan, Maria Ulfa sebelumnya pasien positif Covid-19. Namun sekitar seminggu yang lalu, dia berhasil melawan virus tersebut hingga dinyatakan sembuh dari Corona. "Sayangnya, takdir berkata lain. Ia menghembuskan nafas terakhir tadi malam dengan memiliki riwayat sakit Kanker yang juga sudah dalam perawatan medis," kata dr Tonny. Dr Tonny juga mengajak semua orang yang datang dalam acara sederhana HKN itu untuk mengirimkan Doa kepada Maria Ulfa, agar mendapat tempat yang layak disisi Nya.

Berjuang dengan Semangat Pahlawan Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat
12 November 2020 SIAK, Petah.id - Sampai hari ini tenaga kesehatan di RSUD Tengku Rafian Kabupaten Siak terus berjuang dan melayani semua pasien yang terkena covid-19.Dikatakan Direktur RSUD Tengku Rafian Benny Chairudin, dalam perjuangan melawan covid-19 beberapa kendala menjadi perjuangan itu semakin keras."Kami terus berjuang walaupun dalam melayani ada beberapa kendala yang dihadapi seperti ketidakpercayaan masyarakat terhadap adanya  Covid-19,  adanya anggapan  terhadap rumah sakit yang "mengcovid-19 kan" pasien menjadi tantangan dan kendala di lapangan ketika kami memberikan pelayanan," terang dr Benny Chairudin, Kamis (12/11/2020).Namun, pihaknya tidak berhenti untuk terus bersyukur karena paramedis tetap berjuang dan terus melayani di tengah persepsi masyarakat yang miring itu."Kami tetap terus berjuang dan berusaha melayani dengan sepenuh hati semua pasien-pasien yang ada di RSUD Tengku Rafian Siak agar mereka mendapatkan pelayanan yang maksimal," tambahnya.Kendala-kendala itu, Lanjut Benny, mereka anggap sebagai dinamika dan ujian bagi pihaknya dalam memenangkan peperangan melawan covid-19."Alhamdulillah sampai sejauh ini semua fasilitas yang disediakan pemerintah Kabupaten Siak mencukupi, baik anggaran maupun alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan covid 19," jelasnya.Ia berharap masyarakat maupun semua baik tenaga kesehatan bergandengan tangan dalam memutuskan rantai penularan covid 19 demi Ibu Pertiwi ini."Di momentum Hari Pahlawan dan  Hari Kesehatan Nasional kami mengajak semua elemen masyarakat berjuang menjadi pahlawan dalam memerangi penularan covid-19 dan berusaha bersama  satukan tekad menuju Indonesia sehat," ajaknya."Semangat berjuang dan jiwa kepahlawanan perlu ditanamkan kan kepada kita semua agar semua masyarakat Indonesia menjadi sehat dan sejahtera," pungkas Benny. 

Sanggar Tasek Seminai Siak Tampil di Hari Pahlawan Provinsi
11 November 2020 SIAK, Petah.id -Jam terbang yang tinggi, membuat Sanggar Tasek Seminai Siak ini menerima tantangan untuk jadi penampil di peringatan Hari Pahlawan Provinsi Riau di Taman Budaya Pekanbaru.Membawakan tari kontemporer“Lengah” dalam gelaran di Taman Budaya pada Selasa (10/11) malam, memukau para penonton.Koreografer tarian ini menurut Ketua Sanggar Andrio Saputra yang akrab disapa Doyok, Saputri dan komposer Nurhadi Bayu.Diceritakan Andrio, sesuai nama tariannya yaitu Lengah, merupakan suatu sifat yang akan merugikan manusia dengan pribadinya, dan manusia dengan manusia lainnya.“Waktu terbuang, kerja menumpuk, berantakan, dan terbengkalai,” sebutnya.“Orang yang menghargai waktu dan orang yang bekerja adalah orang yang tidak akan pernah merugi,” tambahnya.Sesuai dengan tema pagelaran ini, Perangi Perangai Cuai. Decak kagum penonton atas tampilan para penari terdiri dari lima penari, Novelia Saputri, Mabruriati, Sahira Larashati, Usi Juwita.“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penampilan kami. Termasuk Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman,” sebut Andrio.Ditanya kenapa mereka pantas berada di sana, menurut Andrio,pada awalnya Sanggar Tasek Seminai ini didirikan oleh almarhum abang kami Tarmizi Amd. Dia dulu bekerja sebagai ASN di Dinas Pariwisata Kabupaten Siak. "Karena kecintaan dan keinginannya menjadikan Siak sebagai salah satu pusat budaya Melayu, dia bersama kawan-kawan para penggiat seni Siak, berinisiatif membangun Sanggar Tasek Seminai ini agar bisa menjadi tempat para anak muda berkreativitas dan berkesenian pastinya,” sebut Andrio.Tidak mudah untuk terus membuat sanggar ini tetap aktif, banyak tantangan yang dilalui agar tetap bisa berproses dan menampilkn pertunjukan seni yg terbaik. salah satunya regenerasi, karena saat ini anggota penari masih dalam usia sekolah. Jadi jika nanti mereka sudah melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Harus mengajarkan lagi anggota-anggota baru yang siap untuk berkompetisi di iven seni tari dan musik ditambah lagi dengan  iven dan kompetisi yang tidak berkesinambungan. Karena dengan adanya iven dan kompetisi tersebut secara tidak langsung dapat memacu semangat untuk menampilkan hasil yang terbaik. "Tidak adanya tempat latihan, pembaruan kostum tari. Juga menjadi tantangan utama kami. Akan tetapi dengan semangat berkesenian dan tekad kami dari awal mendirikan sanggar ini, kami akan terus berusaha dan mencari solusi di setiap rintangan dan masalah yang datang,” jelasnya.Selain itu, dukungan dari pemerintah juga sangat diharapkan dalam memajukan kesenian Melayu, khususnya untuk selalu aktif melestarikan budaya dan memajukan pariwisata Siak.Ditanya tentang hal ini, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mendukung penuh kreativitas anak muda. Terlebih hal itu membawa nama seni dan marwah Melayu Siak.“Semoga mereka selalu sukses sebagai penampil. Dan menjadi kebanggaan masyarakat Siak,” ungkapnya

Kadispar Siak : Tanya ke Sekda
11 November 2020 SIAK, Petah.id -  Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni mengatakan dinasnya hanya sebagai instrumen pendukung operasional di lapangan terkait kapan tempat wisata di Kabupaten Siak dibuka.Hal itu runtutan dari ditutupnya tempat wisata karena adanya pandemi covid-19." Mohon konfirmasi dengan Pak Sekda atau Pjs Bupati agar lebih mantap. Kami Dispar mendukung operasional di lapangan," terang Kadispar Siak Fauzi Asni, Rabu (11/11/2020) pagi.Namun, dirinya juga memastikan Sabtu (14/11/2020) Istana Siak Asyerayah Al Hasyimiyah akan dibuka atas arahan pimpinan."Sesuai arahan pimpinan, maka kami Dispar akan membuka mulai Sabtu ini. Insya Allah protokol kesehatan (prokes) Covid-19 kami siapkan sebagaimana ketentuan," jelasnya.Disinggung soal upaya Dinas Pariwisata dalam merawat dan menjaga situs sejarah di Kabupaten Siak, Fauzi Asni mengaku anggaran menjadi persoalan utamanya." Makam Koto Tinggi tak ada anggaran," cetusnya.Ditambahkannya, dinasnya hanya  berusaha merawat situs sejarah sesuai kemampuan APBD dan tentunya lebih di utamakan untuk penanganan masalah Covid-19."Kami merawat hanya sesuai dengan kemampuan APBD," kata Fauzi.Sementara Sekda Arfan Usman membenarkan mulai Sabtu (14/11) tempat wisata sudah bisa dibuka, termasuk Istana Asserayah Alhasyimiah.Ekonomi masyarakat harus bangkit. Sedangkan Covid-19 di Kabupaten Siak trennya terus menurun.“Kami berharap tempat wisata dan situs bersejarah yang dibuka, tetap menggunakan prokes. Hal itu untuk kebaikan bersama,” sebutnya.

Ketua LAM Minta Nama Syarifah Sembilan di Ganti
11 November 2020 SIAK, Petah.id - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Wan Said desak Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Siak untuk menghapus nama Syarifah Sembilan sebagai nama Taman di Kecamatan Sungai Apit serta diganti dengan nama yang layak.Dikatakannya, pihaknya sudah dua kali pergi ke Kecamatan Sungai Apit bertemu Ketua LAM Kecamatan Sungai Apit dan kekantor penghulu Tanjung Kuras untuk melihat makam yang disebut-sebut makam Syarifah Sembilan."Dari akal sehat kami tak pecayo itu makam, tapi kalau benteng kami pecayo. Memang disitu terlihat banyak makam, namun kalau dilihat dari batu  itu abad ke-17 sementara perang sama portugis itu abad ke-15," kata Ketua LAM Siak Wan Said,  Selasa (10/11/2020) malam.Sementara itu, lebih jauh dikatakan Wan Said, abad ke-17 itu banyak makam pejuang sewaktu agresi belanda. Ia pun mengaku dirinya memiliki data yang lengkap soal itu semua."Kami punya data yang lengkap soal itu, LAM ingin menyelesaikan persoalan ini diselesaikan dengan baik-baik," terangnya.LAM sendiri, tambah Wan Said, sudah menyurati dan mengusulkan kepada Bupati Siak, DPRD Siak dan berbagai lintas OPD untuk menghapus nama Syarifah Sembilan yang melekat di taman Kecamatan Sungai Apit itu."Nama Taman Syarifah Sembilan itu harus dihapus dan ditukar dengan nama yang layak, kami sudah usulkan itu kepada Bupati dan DPRD Siak," tegas Ketua LAM Siak.Dalam kesempatan itu, Wan Said juga mengajak kepada generasi muda sebagai penerus untuk menggali sejarah sesuai dengan fakta dan kaidahnya agar memang ini bisa lestari hingga di masa mendatang."Marilah kita sama-sama menghargai para pahlawan kita,tanpa jasa mereka tak mungkin kita sampai seperti sekarang ini,"pungkasnya.

Ketua LAM Siak : Sejak 2019 Tidak Ada Lagi Perhatian Pemda
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, namun disayangkan, di Kabupaten Siak, Provinsi Riau makam para pejuang dan pahlawan tampak jauh dari perhatian pemerintah daerah.Di Makam Koto Tinggi terdapat pusara para raja, keluarga raja bahkan prajurit yang dahulunya memperjuangkan Kerajaan Siak bahkan Republik Indonesia. Dilihat dari dekat plafon pada Makam Koto Tinggi tersebut sudah tampak rusak parah, beberapa bagian bolong-bolong. Hal itu seharusnya menjadi perhatian khusus Pemda Siak.Keprihatinan dirasakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Siak Wan Said. Dijelaskannya, dari 2019 atau 2 tahun terakhir, makam para pejuang dan raja di Kabupaten Siak  tidak diperhatikan pemerintah daerah."Prihatin saya melihat makam dan situs sejarah di Kabupaten Siak ini luput dari perhatian pemerintah daerah," terang Ketua LAM Siak Wan Said saat dikonfirmasi Petah.id, Selasa (10/11/2020) malam.Ditanyakan lebih jauh terkait upaya LAM Kabupaten Siak dalam mengajak pemerintah daerah untuk serius menangani dan mengelola situs sejarah, Wan Said mengaku berbagai upaya sudah ditempuh, mulai dari menyurati hingga meminta secara langsung, namun belum mendapat respon khusus."Tentang Makam Tengku Buang Asmara, saya yang memfasilitasi untuk alat-alat kebersihan. Dinas Pariwisata selalu sebut tidak ada dana," tambahnya.Seharusnya, kata Wan Said, peninggalan bersejarah seperti itu harus mendapat perhatian khusus, apalagi Kabupaten Siak fokus terhadap persoalan wisata sejarah."Ayo bersama kita jaga dan rawat situs sejarah, dan pemerintah daerah untuk serius menangani soal sejarah di Siak," harapnya.

Layanan Paso Dukcapil Keliling di Lima Kecamatan Gunakan DAK
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil yang dilakukan berkeliling di lima kecamatan ternyata menggunakan dana alokasi khusus (DAK).Demikian dikatakan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Hj Tengku Barora yang akrab panggilan Eva di GOR Tualang. Tahun ini DAK lebih banyak. Tahun lalu ada, tapi tidak sebanyak ini, makanya digabung dengan APBD.“Seharusnya kami melaksanakan kegiatan dari anggaran DAK ini pada Maret lalu, tapi karena pandemi Covid-19, kami undur,” jelas Eva.Lebih jauh dikatakannya, kegiatan ini memang harus dilaksanakan dan tuntas tahun ini. Sebab dimonitor oleh Kemendagri. “Jika tidak tuntas, ada kemungkin  2021 kami tidak mendapatkan DAK lagi, tentu kami tidak ingin hal itu terjadi,” jelas Eva.Disebutkan Eva, kegiatan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkada, sebab memang agenda dari pemerintah pusat. Ada pun lima kecamatan yang masuk dalam program ini terdiri dari Kecamatan Sungai Apit, Sungai Mandau, Kerinci Kanan, Kandis dan Tualang.“Kami rata-rata dua sampai tiga hari melayani masyarakat di setiap kecamatan dibantu petugas kecamatan. Dan respon masyarakat cukup baik. Bahkan di beberapa kecamatan, masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan sangat banyak,” jelas Eva.Kecamatan Kandis, Sungai Apit dan Tualang ini, masyarakat begitu antusias mengurus, kartu penduduk, akta lahir, KTP-el, surat pindah dan kartu identitas anak (KIA).“Kami membuka lima meja untuk lima pengurusan tersebut. Jika tidak ada gangguan pada sistem, jika persyaratan lengkap, hanya dalam beberapa waktu pengurusan akan selesai,” ungkapnya.Disingung tentang protokol kesehatan (prokes), Eva mengatakan hari pertama masih ada wastafel portabel di beberapa titik, dan warga tidak dilayani jika tidak menjaga jarak dan mengenakan masker, sehingga saat hari kedua dia tidak begitu memperhatikan.“Saya tidak tahu kalau memang tidak ada wastafel portabel dan banyak warga yang tidak mengenakan masker,” ungkapnya.Menanggapi hal itu, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengimbau warga agar mematuhi prokes, karena hal itu untuk keselamatan bersama. “Pelayanan Dukcapil keliling yang disebut dengan Pasodukcapil wajib mematuhi prokes. Saya berharap Satpol PP, pihak Disdukcapil dan pihak Kecamatan Tualang, dapat memperhatikan hal ini,” ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.Lebih jauh dikatakannya, jangan sampai niat baik tercederai karena tidak mematuhi prokes.“Mari sama-sama menjaga agar kita terhindar dari Covid-19,” ucap Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.

Sujarwo Dekat dengan Masyarakat dan Rendah Hati
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Siapa yang tidak kenal Sujarwo, calon Wakil Bupati Siak yang kini jadi perbincangan banyak orang karena karismanya yang memukau.Sujarwo bukan hanya rendah hati, tapi dia dekat dan selalu di hati  masyarakat. Kedekatannya itu bukan secara tiba-tiba karena masa Pilkada, tapi hal itu sudah berlangsung sangat lama, dan sudah menjadi karakternya menyatu dengan sendi-sendi kehidupan.Demikian dikatakan Sulastri (41). Sulastri menilai Jarwo bukan tipe orang yang dekat dengan masyarakat karena ada maunya atau dengan kata lain ingin dipilih, tapi sejak dulu ia memang memiliki kepribadian merangkul dan ramah kepada siapapun."Ia dekat dengan masyarakat bukan sekarang-sekarang ini saja, tapi memang sejak dulu. Meskipun dia menjadi anggota DPRD Siak, ia tetap biasa saja dengan masyarakat dan tak ada jarak," puji Sulastri untuk Sujarwo.Lebih jauh dikatakannya, jika ada kemalangan atau kegiatan apapun termasuk pernikahan, Sujarwo tak sungkan membantu tanpa diminta. "Jujur saya katakan, Mas Jarwo itu memang murah hati, suka menolong sesama tanpa harus diminta," tambah Lastri.Hal senada juga dikatakan Marliana (39), menurut ibu rumah tangga ini, di tengah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Siak lainnya menunjukkan seolah-olah dekat dengan masyarakat, berbeda dengan Sujarwo, dia sudah menunjukkan sifat baik hati itu jauh sebelum pilkada ini dimulai." Kang Jarwo orangnya memang baik di tengah yang lain pura-pura baik karena mau pemilihan Bupati," jelas Mardiana yang kagum dengan karakter Sujarwo.Eluan Marliana tak berhenti di situ, ia terus membeberkan kedekatan Sujarwo dengan masyarakat, dia mencontohkan Sujarwo tak segan membantuny dan keluarganya  jika terjadi sesuatu."Tak bisa saya katakan lagi kebaikan Kang Jarwo, mau jadi pejabat atau tidak dia memang tak ada jarak dengan kami. Semoga Allah ridhoi perjuangan Kang Jarwo sekarang dan terpilih sebagai Wakil Bupati siak ke depan," kata Marliana.Untuk diketahui, Sujarwo ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 di kabupaten berpasangan dengan Said Arif Fadillah dengan nomor urut 3. Dikenal dengan sebutan Pasangan Arif Jarwo (PAS) dan membawa tagline Siak Lebih Baik.

Pjs Bupati Siak Bagikan Zakat Tahap IV di Kecamatan Bunga Raya
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Di tengah kesibukan sebagai Pjs Bupati Siak dan Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Indra Agus Lukman kembali menunjukkan profesionalnya dalam memimpin.Bagaimana tidak, perpanjangan tangan Gubernur Riau Drs H Syamsuar yang menggantikan Alfedri cuti karena ikut kontestasi Pilkada itu menyerahkan langsung zakat tahap IV tahun 2020 untuk masyarakat Kecamatan Bunga Raya di Masjid Jami', Kampung Kemuning Muda usai melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ke-75.Dikatakannya, bahwa dengan adanya zakat ini kita bisa membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. "Fungsi dan peran zakat ini sangat dirasakan oleh masyarakat di sekeliling kita yang sangat membutuhkan, ditambah dengan adanya pandemi Covid-19," kata Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, Selasa (10/11/2020).Ia berpesan agar masyarakat yang telah sampai nisabnya untuk membayar zakat ke badan Amil Zakat baik di Kecamatan maupun di Kampung. "Semoga pengumpulan zakat di Kecamatan Bungaraya, setiap tahunnya bertambah," pintanya.Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Siak yang diwakili Wakil Ketua I Ustadz Samparis menyampaikan, untuk Kecamatan Bungaraya, zakat yang akan disalurkan berjumlah Rp114.000.000 dan akan diberikan kepada 190 orang dan setiap mustahik mendapatkan. "Nantinya setiap masyarakat akan mendapatkan uang tunai 300 ribu, beras 10kg, minyak 5 liter, gula 5kg dan 1 kotak mie instan," pungkasnya.

Kabupaten Siak Terima 1811 Sertifikat Tanah dari Presiden
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Satu juta sertifikat tanah diserahkan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo untuk 32 provinsi dan 201 Kabupaten secara virtual.Kabupaten Siak menjadi salah satu yang mendapat kesempatan emas itu dari orang nomor satu di Indonesia itu.Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, Budi Satria mengatakan Kabupaten Siak sendiri  mendapat 1822 bidang tanah dari program PTSL tahun 2020 itu yang diserahkam secara simbolis.Jumlah tersebut terdiri dari 4 desa, yakni Kecamatan Sabak Auh sebanyak 77 sertifikat Tanah, Kecamatan Koto Gasib sebanyak 1734 bidang tanah yang terbagi di Desa Kuala Gasib 813 sertifikat, Desa Pangkalan Pisang sebanyak 921 sertifikat. "Dengan terget yang telah di telah disampaikan oleh bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bahwa ditahun 2024 seluruh bidang tanah di Indonesia harus sudah bersertifikat, termasuk Kabupaten Siak," jelas Kepala BPN Siak Budi.Selain itu jelasnya, pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan Pemerintah Kabupaten Siak dalam kelancaran program PTSL tahun 2020."Kami berharap ditahun selanjutnya, jumlah dari program ini meningkat, mengingat target yang harus kita capai ditahun 2024 mendatang," ucap Kepala BPN Siak itu. Hal senada dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, apa yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, jika dalam satu tahun hanya 500.000 sertifikat se-Indonesia, maka dalam waktu 160 tahun pun sertifikat tanah untuk seluruh wilayah Indonesia tidak akan selesai."Oleh karena itu, dengan adanya program sertifikasi tanah ini, saya berharap kepada seluruh pihak termasuk para Camat dan Penghulu, untuk dapat membantu agar program ini berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Karena masalah tanah ini masalah yang tidak ada habisnya," harap Pjs Bupati Indra Agus Lukman. Setelah sertifikat tanah sudah selesai dan sudah diserahkan, nantinya akan mengurangi masalah yang sering timbul seperti tumpang tindih, berbeda luas lahan dan masalah tanah lainnya."Sesuai dengan harapan bapak Presiden tadi, agar sertifikat Tanah tersebut jangan sampai disalah gunakan, jika memang ingin dipakai untuk modal usaha ya silahkan. Dan pak Presiden juga berpesan untuk menjaga sebaik mungkin sertifikat tanah tersebut, jangan sampai hilang,"ucap Indra saat menyampaikan kembali arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, di Ruang Bandar Siak Lantai II Kantor Bupati Siak, Senin (9/11/2020). Ia berpesan jika ada masalah terkait dengan tanah di tengah masyarakat, mari kita cari solusi bersama-sama jangan ada yang namanya mengambil keputusan sendiri.

Bertahan di Tengah Pandemi, My Cemilan Siak Tetap Eksis
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Di tengah pandemi covid-19 saat ini memang tidak mudah bagi pelaku UMKM untuk bertahan dengan produknya.Perlu totalitas dan inovasi agar tetap diminati dan dicari karena kenikmatan baik dari segi rasa, tampilan maupun harga yang ramah di kantong.Sebagaimana dijelaskan Owner My Cemilan Siak Sonia Wimala Rahmi di kediamannya, usaha yang dimulainya dari rumah dan untuk mengisi waktu luang, belakangan berkembang dan semakin diminati. Ada pun cemilan unggulan yang kini menjadi kesukaan masyarakat Siak adalah salad buah yang dipasarkan dengan harga Rp10 ribu sampai Rp12 ribu, ada dimsum hangat dengan harga Rp15 ribu, pancake dengan isian krem dan mangga isi enam picis dengan harga Rp12 ribu dan tomyam Rp18 ribu.“Di tengah pandemi seperti ini, saya memasarkannya lewat IG, WA dan facebook,” ungkap ibu satu putra ini, Senin (9/11/2020).Usaha yang kini bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini beralamat di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, benar benar menjadi berkah tersendiri.“Bagaimana tidak, selain menambah penghasilan di tengah pandemi Covid-19, dia juga membantu kerabat yang memerlukan penghasilan tambahan,” sebutnya.Artinya usaha yang dimulai dari hobby memasak dan makan buah, ternyata belakangan menjadi usaha yang benar-benar bisa membantu penghasilan keluarga.Ke depan, Sonia Wimala Rahmi berencana memiliki toko sendiri, dan memasarkannya tidak hanya lewat online, namun bisa datang ke toko.“Saya juga akan terus berinovasi dan menambah varian, sehingga banyak pilihan dari kreasi yang terus saya kembangkan sesuai selera pasar,” ucapnya.Tidak hanya sampai di situ, dia juga akan menciptakan penganan yang bernuansa Melayu, sehingga karyanya akan menjadi penganan oleh-oleh yang layak dibawa pulang oleh wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Siak.“Itu mimpi besar saya. Saya ingin usaha saya benar-benar menjadi bagian dari masyarakat Siak, dicintai karena cita rasanya, dan khas Siak,” sebutnya.

Pemkab dan Polres Siak Tanggap Bencana Alam
09 November 2020 SIAK, Petah.id -Meski tidak masuk dalam zona lokasi rawan bencana alam, tetapi jajaran instansi vertikal dan Pemerintah Kabupaten Siak selalu sigap dalam kondisi apapun.Untuk mengantisipasi itu, Polres Siak pada Senin (9/11) melakukan apel gelar pasukan tanggap darurat penanggulangan bencana alam 2020 di halaman Kantor Bupati Siak.Gelar pasukan dihadiri Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK MIK, Forkopimda, Ketua DPRD Siak, serta pasukan terdiri dari gabungan personel Polres, prajurit TNI, Dishub, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni,  Damkar, personel BPBD, satuan unit damkar perusahan yang ada di Kabupaten Siak juga turut andil dalam apel itu.Pjs.Bupati Siak Indra Agus Lukman dalam amanatnya megucapkan terima kasih kepada Polres Siak yang telah melaksanakan gelar pasukan tanggap bencana alam di wilayah Kabupaten Siak."Apel ini kita gelar dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometereologi pada musim hujan," ungkapnya.Berdasarkan catatan, pada November 2019 lalu Desa Teluk Mesjid Kecamatan Sungsi Apit menjadi salah satu daerah di Kabupaten Siak yang mengalami bencana hidrometereologi berupa banjir."Kami berharap agar bencana tersebut tidak terulang kembali. Kami ingin siaga bencana ini ditindaklanjuti dengan mendirikan posko tanggap darurat bencana di wilayah Kabupaten Siak," harapnya.Kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometereologi pada musim hujan kali ini yaitu curah hujan, kelembapan, temperatur dan angin putingbeliung dan gelombang pasang.Usai apel siaga Pjs Bupati Siak didampingi Kapolres Siak, Kajari Siak dan Ketua Dewan Siak melihat kesiapan alat-alat Damkar yang dimiliki masing masing unit.

Tokoh Masyarakat dan Milinial Tambak Rejo Ikrar Menangkan Arif-Sujarwo
09 November 2020 SIAK, Petah.id - Tokoh masyarakat Tambak Rejo H. Damiri berikrar untuk memenangkan pasangan Arif-Sujarwo dalam perebutan Kepala Daerah Kabupaten Siak. Ia bangga anak Tambak Rejo berani maju untuk membangun Siak lebih baik, sebagai orang tua ia tulus berjuang memenangkan Putra Tambak Rejo.Hal itu ditegaskan oleh H. Damiri pada kampanye dialogis yang berlangsung di kediaman Paryanto, Dusun Tambak Rejo Kecamatan Mempura, Minggu (8/11/20). Kampanye dihadiri oleh Calon Wakil Bupati Siak nomor urut 3 Sujarwo, didampingi tim partai koalisi Sutarno, tokoh masyarakat Mempura H. Rusli serta pemuda dan masyarakat setempat."Kami masyarakat Tambak Rejo menyatukan tekat, bulat menjatuhkan pilihan kepada Sujarwo. Dia putra kelahiran Tambak Rejo, wajib kita dukung," tegas H. Damiri.Sebagai orang tua, H. Damiri mengaku bangga dengan prestasi dan hasil perjuangan Sujarwo selama menjadi Anggota DPRD Siak, menyambut aspirasi masyarakat hasilnya juga terlihat. Impian Sujarwo menjadikan Mempura sebagai kota kembar tentu harus didukung oleh masyarakat Mempura, khususnya warga Tambak Rejo.Pada moment itu, Sujarwo mengaku terharu dengan semangat yang ditunjukkan masyarakat Tambak Rejo dalam mendukung PAS. Ungkapan terimakasih disampaikan, dengan harapan niat baik dan impian masyarakat dapat sama-sama diwujudkan.Sebagaimana biasa, pada kampanye itu Sujarwo menyampaikan visi dan misinya bersama Said Arif Fadillah maju di Pilkada Siak, dengan harapan baru membawa Siak lebih baik.Sujarwo menyampaikan beberapa program yang akan diwujudkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, terutama mendongkrak dan membina UMKM. Peluang usaha itu bisa diambil oleh pemuda, atau yang akrab disebut kaum milenial. Begitu juga dengan kaum ibu, berpeluang besar untuk memiliki home industri atau usaha di rumah."Dengan home industri, kita bisa memberdayakan tetangga untuk sama-sama bekerja, ini bisa jadi sumber pendapatan tambahan," kata Sujarwo.Selain itu, Sujarwo juga menyampaikan visinya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik itu dibidang pendidikan, kesehatan serta membangun sektor pertanian.

Peternakan Itik dan Kolam Ikan di Halaman Belakang Polsek Koto Gasib
06 November 2020 SIAK, Petah.id - Tak ada yang bisa menampik kreativitas Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan personelnya. Lahan kosong yang ada di belakang Mapolsek digarap dan dibersihkan menjadi kolam ikan dan peternakan itik.Menurut Kapolsek Koto Gasib, apa yang mereka lakukan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.“Saya meminta Bhabinkamtibmas Bripka Mahadir yang mengurus dan menjaganya, karena Polsek berada di wilayah Pangkalan Pisang dan Mahadir sebagai Bhabinkamtibmas Pangkalan Pisang,” jelas Suryawan.Ternyata kerja sama yang baik diperlihatkan seluruh personel yang kebetulan sedang dinas atau piket. Berada di kolam atau mengurus itik menjadi hiburan tersendiri. Meski demikian, agar hasil dan maafnya bisa dinikmati dengan baik. Mahadir memanfaatkan jasa seorang muallaf bernama Aisah untuk mengelola kolam dna peternakan itik.Ternyata jika diurus dengan baik, dengan pakan yang cukup, itik-itik bisa cepat bertelur. Alhamdulillah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, puluhan itik-itik itu setiap hari bertelur.Hal itu tentunya menambah pendapatan Aisah di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.“Aisah sangat terbantu, dia bisa memasarkan telur-telur itik itu di pasar terdekat. Atau menjualnya kepada warga sekitar dalam bentuk telur asin,” ungkap Kapolsek Suryawan.Menurutnya, apa yang dilakukannya bersama personelnya, sebagai bentuk rasa syukur. Jika pun ada yang mendapatkan manfaat dari apa yang mereka lakukan, hal itu merupakan bonus dari Allah atas usaha dan kerja keras yang dilakukan.“Kami memang berusaha peduli terhadap lingkungan. Makanya kolam ikan dan ternak itik dikelola warga. Sehingga hubungan kami dengan warga tetap solid dan terus terjaga,” ungkap Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakannya, Aisah itu di rumahnya juga beternak itik. Itik bantuan dari Polsek dan Polres, sekaligus diajarkan cara membuat telur asin.Sebagai muallaf, dia harus bisa bangkit, ekonominya harus lebih baik. Dan bangganya kami padanya, dia pekerja keras. Bripka Mahadir yang terus membimbing dan membinanya, sehingga dia semakin mandiri dan percaya diri dalam menata hidupnya.

Berkomitmen Jaga dan Selamatkan Lingkungan, Arif-Sujarwo Teken Fakta Integritas
03 November 2020 SIAK, Petah.id - Konsorsium 27 lembaga, bergabung dalam Sedagho Siak bersama Penabulu mengajak tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak menandatangani piagam komitmen.Paslon yang pertama berkenan dan sengaja meluangkan waktu di tengah padatnya jadwal kampanye adalah paslon nomor urut 3 yaitu Said Arif Fadilah dan Sujarwo.Arif dan Sujarwo merespon dengan baik apa yang menjadi keinginan Sedagho Siak yang berisi 27 lembaga, 10 lembaga di antaranya dari Jakarta. Sedagho Siak dan Penabulu punya komitmen bersama masalah lingkungan hidup. Penandatanganan dilakukan di kediaman Said Arif Fadilah Jalan Sutomo Siak pada Senin (2/11) petang.Penandatanganan piagam dihadiri Taufik dari Fitra Riau, Tedy Boy dari Yayasan Sart, Susanto Kurniawan dari Dinamisator Sedagho, Tomy dari Perkumpulan Teras Riau, Roby dari Winrof, Said Eka dari Sends, Setyo dari Penabulu, Besta dari Yayasan Elang, Bastari dari Sends dan Dede dari Penabulu.“Kami yang bertanda tangan di bawah ini, atas nama calon kepala daerah Kabupaten Siak tahun 2021 - 2024, akan memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam hal kebijakan lingkungan dan kebencanaan serta reformasi birokrasi. Kami mendukung upaya perbaikan dan pencegahan kerusakan lingkungan dan peningkatan ketahanan bencana di Kabupaten Siak dengan berkomitmen untuk:Lingkungan dan Kebencanaan,1. Menjadikan Kebijakan Peraturan Bupati Siak Nomor 22 Tahun 2018 tentang Siak.Kabupaten Hijau Menjadi Peraturan Daerah (Perda),2. Melaksanakan kebijakan Siak Hijau dan mengintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021-2024.3. Melaksanakan Kebijakan pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan perlindungan gambut secara baik.4. Memfasilitasi Perhutanan Sosial (PS) dan TORA serta mengalokasikan kebijakan anggaran.5. Memastikan program dan regulasi pemerintah untuk menjalankan pemetaan tapal batas desa yang partisipatif.Reformasi dan Birokrasi1. Menerapkan sistem pelayanan publik yang mudah, cepat, terbuka, dan partisipatif.2. Membangun sistem antikorupsi dengan menerbitkan kebijakan strategi pencegahan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.3. Membangun dan mengimplementasikan platform kolaborasi bersama masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring pembangunan daerah.Arif dan Sujarwo memastikan 100 hari pertama pemerintahan mereka akan melaksanakan piagam komitmen tersebut.“Bantu kami untuk merealisasikan semua ini. Karena kita adalah bagian dari Siak. Kita ingin yang terbaik untuk Siak, terutama masalah lingkungan hidup,“ ungkap Arif.Sementara Sujarwo yang mengaku rindu kicauan burung karena setiap perusahaan perkebunan wajib memiliki kawasan hijau untuk kehidupan habitat hewan yang ada di sekitar perkebunan. Dan saat ini sulit menemukan hal itu, mengajak Sedagho Siak dan Penabulu untuk terus bersama menjaga Siak terutama lingkungannya. “Kita memang harus terus berdampingan dan saling mengingatkan dan menguatkan sehingga apa yang menjadi tujuan kita, dapat terealisasi secepatnya,“ ucapnya.Juru bicara kegiatan tidak menyerahkan dua piagamkomitmen yang ditandatangani kepada Arif dan Sujarwo. Menurutnya, piagam akan diserahkan ketika keduanya terpilih sebagai Bupati dan WakilBupati Siak.

Jawa Ngapak Deklarasi Dukung Arif dan Sujarwo
02 November 2020 SIAK, Petah.id - Masa Kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kabutapen Siak masih berjalan. Sementara itu dukungan untuk pasangan Arif Fadhilah - Sujarwo (PAS) terus mengalir. Salah satunya dari Forum Komunikasi Masyarakat Ngapak (Kompak) Kabupaten Siak, yang mendaklarasikan dukungannya untuk pasangan nomor urut 03 tersebut, Jumat (30/10/20) di Kerinci Kanan. "Kita masyarakat Ngapak mendukung dan juga berupaya maksimal untuk memenangkan pasangan Arif Fadhilah - Sujarwo di pilkada 2020 ini," tegas Ketua Kompak Kab Siak, Sumariyo di acara Kampanye Dialogis saat itu.Anggota DPRD Siak dari Golkar tersebut mengatakan bahwa optimis pasangan yang didukung Partai Golkar, Gerindra dan PDIP itu akan memenangkan Pilkada Siak 9 Desember mendatang. "Selain tawaran visi misi pasangan ini, semangat baru dalam membangun Siak ke depan, menjadi alasan kuat bagi Kompak untuk mendukung Arif-Sujarwo," ujarnya.Disisi lain, Kompak juga melihat efek sinergitas pemerintahan dan program-program pembangunan daerah ke depannya antara Pemkab, Pemprov dan Pemerintah pusat yang akan didapatkan masyarakat Siak tentu semakin menguatkan tekad masyarakat Ngapak memenangkan PAS.Terkait dukungan yang diberikan Kompak tersebut, Ketua Tim Relawan PAS, Marsa Hendra mengungkapkan termakasihnya. "Dukungan untuk PAS memang terus berdatangan dari berbagai perkumpulan dan paguyuban masyarakat. Hari ini masyarakat Ngapak juga menegaskannya dalam deklarasi dukungan untuk PAS," ujarnya.Dengan semakin meluasnya dukungan, tentu menambah semangat dan energi baru bagi tim, untuk semakin bekerja keras dan optimis untuk menang di Pilkada Siak 2020 ini."Kita juga membuka lebar kepada seluruh elemen organisasi kemasyarakat, paguyuban dan lainnya yang ingin memberikan dukungan untuk PAS, bisa menghubungi kita dalam rangka dekalarasinya," tandas Marsa Hendra.Calon Wakil Bupati 03, Sujarwo juga mengaku senang atas dukungan warga Ngapak Kabupaten Siak untuk dirinya sebagai pasangan calon Bupati Arif Fadhilah."Terimakasih kepada warga Ngapak atas dukungannya untuk kami. Dan terus meluaskan dukungan untuk PAS, ajak seluruh warga mendukung kami di 9 Desember mendatang, dengan memastikan diri hadir ke TPS," pungkas Sujarwo.

Terapkan Prokes Ketat, Gebyar Budaya Melayu 2020 Sukses
29 Oktober 2020 SIAK, Petah.id -  Gebyar Budaya Melayu yang digelar di GOR Tualang, Kabupaten Siak, dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan disiplin  tinggi. Bagaimana tidak, setiap peserta dan tamu undangan yang akan masuk ke GOR Tualang, wajib mengenakan masker. Selanjutnya dipastikan mencuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya.Semua wajib menjaga jarak, dipastikan kursi yang ada di dalam GOR benar-benar sesuai prokes, berjarak 1,5 meter.Demikian dijelaskan Ketua Panitia yang juga Kepala SMKN 1 Tualang Rozian Elfis MPd. Sebenarnya Gebyar Budaya Melayu digelar secara virtual dan pengumuman pemenang juga dilakukan secara virtual.“Artinya, kami mempersiapkan semuanya benar-benar mematuhi prokes. Termasuk panitia dan tamu undangan tidak sampai 50 orang dengan jarak duduk 150 sentimeter atau 1,5 meter,” jelasnya.Disebutkannya, kegiatan ini juga atas keinginan para siswa yang jenuh berada di rumah. Makanya dibuat iven secara virtual dengan 11 kegiatan lomba. “Mulai seleksi, sampai penjurian, dan pengumuman pemenang kami lakukan secara virtual,” jelasnya.Demikian juga dengan pengukuhan Forum Pengembang Kelas Kominfo (FPKK) binaan tiga Dinas, Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, dilakukan secara virtual.“Hanya ada delapan panitia, dua perwakilan Siak dan dua dari provinsi, sehingga totalnya 12 orang. Selebihnya adalah Gubernur Riau Syamsuar, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, dan kepala dinas dari provinsi dan Kabupaten Siak,” jelasnya.Acara juga berlangsung singkat. Bahkan pertunjukan kompang juga, setelah selesai, penampil langsung pulang ke kediaman masing-masing. Hal itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan bersama.“Kami guru, dan sebagian besar ASN, tidak ada unsur politik di dalam ini. Ini murni kegiatan untuk menyalurkan bakat dan mengapresiasi apa yang diraih para siswa di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” jelasnya.Sementara Gubernur Riau Syamsuar sangat mengapresiasi  bakat-bakat siswa SMA dan SMK se-Riau. “Saya berharap FPKK tidak berhenti sampai di sini. Saya ingin FPKK terus membina, sehingga bakat dan keterampilan para siswa terus terasah, dan mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional,” jelas Gubernur Syamsuar.Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kegiatan yang digelar sangat ketat sesuai prokes. Sebab Covid-19 sangat berbahaya, namun semua harus tetap beraktivitas dan berjuang untuk maju. Sementara Pjs Bupati Indra Agus Lukman bangga Siak menjadi tuan rumah dan melaksanakan acara sesuai prokes yang ketat.“Aktivitas harus tetap dilakukan, kita harus bangkit. Kita harus memulai dari diri sendiri, disiplin prokes. Dan kegiatan ini sangat saya apresiasi karena selain disiplin prokes. Seluruh kegiatan dilakukan secara virtual. Saya berterima kasih yang membuat acara ini sukses, terutama panitia,” ungkap Pjs Bupati Indra Agus Lukman.

Ciptakan Motif Batik Siak menuju Haki
29 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Batik jadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Upaya melestarikannya pun terus dilakukan dengan cara memperingati Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober.Pembatik muda pun bermunculan, salah satunya di Kabupaten Siak. Lelaki itu, sepintas penampilannya tak jauh berbeda dengan lelaki seusianya. Gayanya terlihat biasa saja dengan rambut ikal dan pangkasnya yang rapih.Namun siapa mengira, di balik gayanya yang biasa, pemuda Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak itu, memiliki pemikiran dan melakukan sesuatu yang tak biasa.Diawali dari senang melukis dan membuat sablon, ayah tiga anak bernama Deni Apriadi mengekspresikan bakat dan keterampilannya.Di usia yang ke-33 tahun, lelaki yang memiliki jiwa seni itu, melestarikan budaya Siak dan mengenalkannya melalui desain batik yang bermotif sejarah Siak.Malay HeartBeart" Kita juga harus mempertahankan budaya Siak dan mengkampanyekannya ke dunia luar bahwa identitas Siak itu ada," jelas Deni Apriyadi yang memulai mendesain batik sejak 2 tahun lalu.Setiap motif batik yang  Deni buat ada maknanya, dengan mengangkat tentang sejarah Siak. Misalnya pada desain batik Naga Bertangkup, menurut Deni, itu merepresentasikan sebagai simbol Kerajaan Siak. Gambar Naga Bertangkup itu selalu dikelilingi 4 keris yang melambangkan dahukunya di Kerajaan Siak ada datuk 4 suku, kadang di motif ada 12 titik  yang juga melambangkan Kerajaan Siak memiliki 12 sultan."Satu desain batik bisa dikembangkan menjadi 50-60 motif jika dibuatkan ke baju," kata Deni.Malay Tribe ArtAyah 3 orang anak itu juga menceritakan, untuk motif batik yang sudah memiliki beberapa desain contohnya desain Naga Bertangkup, Muhammad Bertangkup, desain Frame Jendela Istana Siak yang dia dekoratifkan, dan ada juga desain Bunga Tenun."Sekarang saya juga mendesain motif Zapin. Semoga ini segera diluncurkan," katanya dengan senyum." Dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 18-20 motif dalam satu desain baju batik," jelas Deni singkat.Menggunakan alat seadanya dalam mendesain batik Siak, membuat Deni tidak ingin menyerah dengan kondisi, ada atau tidak ada order dia terus mendesain. Baginya saat ini apapun yang ada itu yang ia berdayakan dulu. Ia berprinsip jika terus menunggu maka tak akan menghasilkan karya."Semoga produk ini semakin besar dan diminati pasar dan bisa diterima di tengah masyarakat Riau, secara khusus dan luar daerah secara umum," harapnya.Diakui Deni, persoalan pemasaran masih menjadi kendala utama. Namun, ia tetap bersyukur sebab desain batik buatannya sudah terjual keluar kota seperti dari Kota Dumai dan Pekanbaru."Tapi sementara waktu ini memang  masih pembeli lokal di Siak yang mendominasi," kata Deni.Batik ZapinDemi memikirkan mematenkan motif batiknya. Saatnya dia mengakukan ke Hak Kekayaan Intelektual (Haki).Deni juga berharap agar pelaku UMKM seperti dirinya dapat penanganan serius oleh pemerintah. Apalagi di masa pandemi seperti ini.Untuk batik Siak dijelaskan Deni, belum memiliki stok. Dia hanya bisa buat saat sudah ada yang order duluan. Biaya produksi yang besar menjadi kendala Deni jika harus stok barang.

Tindakan Terpuji di Tengah Pandemi, Club Motor Siak Max Owners Bagikan Santunan ke Panti Asuhan
28 Oktober 2020 SIAK, Petah.id – Di tengah sulitnya ekonomi dampak dari covid – 19 yang melanda di seluruh dunia tak terkecuali di Kabupaten Siak, tindakan terpuji dan patut dicontoh datang dari klub motor Siak Max Owners. Citra anak motor yang selalu cap ugal-ugalan dibantah dengan tindakan berbagi santunan kepada anak_anak di Panti Asuhan Assidiqiyah di Kampung Dalam, Kecamatan Siak dari klub motor besutan Didik  pada Kamis (22/10/2020).   Dikatakan penasehat klub motor Siak Max Owners M Yasir, pihaknya berbagi santunan itu merupakan bentuk dari kepedulian terhadap sesama ditambah lagi di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini.   “Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban adik-adik kita yang berada di Panti Asuhan tersebut dan silahturahmi ini menjadikan kami semua untuk tidak lupa bersyukur,” ungkap M Yasir, Rabu (28/10/2020).   Ditambahkannya bantuan tersebut berupa uang tunai yang berjumlah Rp1.500.000 dan dibagikan untuk 30 orang anak yang ada di Panti Asuhan tersebut. “ satu orang anak dibantu Rp50.000 dan total anaknya sebanyak 30 orang,” tambahnya dengan senyum.   Acara tersebut diakhiri dengan makan siang bersama dengan pengurus panti asuhan Assidiqiyah dan anak-anak yang ada di panti asuhan tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Siak Max Owners Didik, Penasehat M Yasir dan anggota klub motor Siak Max Owners.

Gelar Operasi Zebra Serentak 2020 Kapolres Siak Imbau Masyarakat Patuhi Rambu Lalulintas
27 Oktober 2020 SIAK, Petah.id – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas serta mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, Polres Siak gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2020 untuk memastikan masyarakat tetap patuhi rambu lalulintas saat berkendara di tengah pandemi. Operasi Zebra 2020 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, berlangsung selama 14 hari dan akan berakhir pada tanggal 8 November 2020 yang akan datang, untuk Jajaran Polda Riau sandi operasinya adalah Zebra Lancang Kuning 2020. Dikatakatan Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya bahwa operasi Zebra 2020 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat Kabupaten Siak dalam berlalulintas serta mematuhi protokol kesehatan Covid - 19. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalulintas agar terwujudnya Kamseltibcar Lantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas) dan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19, maka masyarakat pengguna jalan juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak selama berkendara. Penerapan protokol kesehatan ini juga salah satu target dalam pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning tahun 2020,” Tegas Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya, Senin (26/10/2020). Hal senada juga dikatakan Kasat Lantas Polres Siak AKP Rosna Meilani, ada 3 prioritas penindakan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2020. “ Yang pertama pengendara yang tidak menggunakan Helm SNI, yang kedua pengendara dibawah umur atau tidak memiliki Surat Izin Mengemudi ( SIM ) dan yang terakhir pengemudi yang melawan arus serta tidak mematuhi protokol kesehatan cegah Covid – 19,” tutup Kasatlantas Polres Siak.

SS Gunakan Tali Tambang Kecil untuk Akhiri Hidupnya
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id  - SS (36) warga Dusun Takolu RT 02 RW 01, Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau yang kesehariannya sebagai penjaga sekolah ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam rumahnya sendiri.Kapolsek Kandis, Kompol Indra Rusdi SH menceritakan korban pertama kali ditemukan oleh saudata kandungnya sendiri yakni GA dan NA." Kejadian awalnya diketahui oleh dua orang warga yaitu GA dan NA yang juga merupakan adik kandung korban pada Ahad malam sekitar pukul 19.05 WIB," ungkap Kompol Indra.Awalnya, Kata Kapolsek lebih rinci, GA dan NA  saat itu hendak bersilaturahmi kerumah korban namun saat pintu rumah diketuk tidak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah." Saat tiba di TKP, saksi mengetuk pintu namun tidak menerima jawaban, saat dilihat dengan cara mengintip melalui jendela terlihat posisi korban dalam keadaan tergantung di pintu kamar yang mana leher korban terikat dengan tali tambang kecil," tambah Kompol Indra.Melihat kejadian itu, saksi pergi menemui RA yang merupakan abang ipar dan pergi bersama ke rumah korban setelah itu melepaskan tali yang melilit di leher korban, namun  kondisi SS diketahui sudah tidak bernyawa lagi.Selanjutnya, pihak Polsek Kandis bersama dengan Puskesmas mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap korban dengan memberlakukan protokoler kesehatan.Menurut dr Tulus Adi Putra dibadan korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan diduga korban bunuh diri.

SAA : Itu Gampang ! Cuma Alquran yang Tak Bisa Dirubah
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Ungkapan Direktur Utama PT Persi M Nasir terkait sulitnya merealisasikan program pemutihan pembayaran kredit sawit Pemda 1 dan 2 yang ada di Kabupaten Siak mendapat sanggahan keras dari Calon Bupati Siak nomor urut satu Sayyed Abubakar Assegaf.Dikatakan SAA, pemutihan pembayaran kredit sawit Pemda itu bisa dilakukan dengan mudah melalui upaya maksimal dan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat."Sulit itu artinya bisa, yang tak bisa dirubah itu hanya Al quran. Kalau M Nasir bilang sulit terealisasi SAA bilang Gampang," Tegas Sayyed Abubakar Assegaf melalui pesan WhatsApp, Senin (26/10/2020) petang.Dengan tegas SAA juga katakan bahwa PT Persi pun bisa dibubarkan pemerintah."Jangankan merubah itu, membubarkan PT Persi pun pemerintah bisa," kata SAA.Sebelumnya diberitakan, Calon Bupati Siak nomor urut satu, Sayyed Abubakar Assegaf janji jika dirinya terpilih akan putihkan pembayaran kredit sawit Pemda 1 dan 2 yang ada di Kabupaten Siak.Hal itu tertuang dalam kesepakatan bersama di atas materai 6.000 yang ditandatangani petani sawit Kampung Perincit, Kecamatan Pusako dan Sayyed Abubakar Assegaf.Saat dikonfirmasi SAA tak menampik hal tersebut, iya mengatakan hal itu dilakukannya sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat." Iya untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Senin (26/10/2020).Saat ditanyakan langkah seperti apa yang akan dilakukan dalam proses pemutihan tersebut, SAA mengaku akan mengatur hal itu dikemudian hari." Akan diatur di kemudian hari.Yang penting roh awalnya adalah membangun kebun sawit untuk kesejahteraan rakyat menggunakan APBD," jelasnya."Kenapa sekarang rakyat terlilit hutang dan  tak pernah mendapatkan sertifikat tanah mereka sampai hari ini," pungkas mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu.Sementara itu, Direktur PT Persi M Nasir mengakui sudah mendengar informasi tentang program pemutihan yang digaungkan ke petani. Dikatakannya hal itu akan sulit terealisasi sebab sudah ada aturan yang mengatur.Lebih jauh dikatakan M Nasir, berdasar dari aturan yang ada bahwa kebun yang telah dibangun oleh pemda wajib dikembalikan investasinya ke pemda melalui PT Persi dengan jangka waktu panjang sesuai perjanjian kredit yang sudah dibuat."Ya, saya sudah dapat info dan tembusan dokumen tersebut, bahwa program ini dibuat untuk membantu masyarakat salah satunya kebun sawit, sesuai aturan yang ada bahwa kebun yang telah dibangun oleh pemda wajib di kembalikan investasinya ke pemda melalui PT Persi dengan jangka waktu panjang sesuai perjanjian kredit yang sudah dibuat. Jadi program pemutihan yang di gaungkan ke petani sulit terealisasi karena aturannya sudah ada," kata Direktur PT Persi M Nasir saat dikonfirmasi awak media, Senin (26/10/2020).

M Nasir : Itu Sulit Terealisasi
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Calon Bupati Siak nomor urut satu, Sayyed Abubakar Assegaf janji jika dirinya terpilih akan putihkan pembayaran kredit sawit Pemda 1 dan 2 yang ada di Kabupaten Siak.Hal itu tertuang dalam kesepakatan bersama di atas materai 6.000 yang ditandatangani petani sawit Kampung Perincit, Kecamatan Pusako dan Sayyed Abubakar Assegaf.Saat dikonfirmasi SAA tak menampik hal tersebut, iya mengatakan hal itu dilakukannya sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat." Iya untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Senin (26/10/2020).Saat ditanyakan langkah seperti apa yang akan dilakukan dalam proses pemutihan tersebut, SAA mengaku akan mengatur hal itu dikemudian hari." Akan diatur di kemudian hari.Yang penting roh awalnya adalah membangun kebun sawit untuk kesejahteraan rakyat menggunakan APBD," jelasnya."Kenapa sekarang rakyat terlilit hutang dan  tak pernah mendapatkan sertifikat tanah mereka sampai hari ini," pungkas mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu.Sementara itu, Direktur PT Persi M Nasir mengakui sudah mendengar informasi tentang program pemutihan yang digaungkan ke petani. Dikatakannya hal itu akan sulit terealisasi sebab sudah ada aturan yang mengatur.Lebih jauh dikatakan M Nasir, berdasar dari aturan yang ada bahwa kebun yang telah dibangun oleh pemda wajib dikembalikan investasinya ke pemda melalui PT Persi dengan jangka waktu panjang sesuai perjanjian kredit yang sudah dibuat."Ya, saya sudah dapat info dan tembusan dokumen tersebut, bahwa program ini dibuat untuk membantu masyarakat salah satunya kebun sawit, sesuai aturan yang ada bahwa kebun yang telah dibangun oleh pemda wajib di kembalikan investasinya ke pemda melalui PT Persi dengan jangka waktu panjang sesuai perjanjian kredit yang sudah dibuat. Jadi program pemutihan yang di gaungkan ke petani sulit terealisasi karena aturannya sudah ada," kata Direktur PT Persi M Nasir saat dikonfirmasi awak media, Senin (26/10/2020).

OS dan 25 Paket Sabu Diamankan Polisi
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Siak kembali menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Kandis, Jumat (22/10/2020) malam. OS (31) warga Kelurahan Kandis diamankan bersama barang bukti 25 paket narkotika jenis sabu yang dibungkus di dalam plastik bening, 1 unit Handphone Merk Nokia Warna Hitam dan sepasang sepatu. Sebelumnya, kasus ini berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat bahwa di Jalan Lintas Kandis - Pekanbaru kilometer 87 Kelurahan Kandis sering terjadi transaksi narkoba. Berbekal informasi tersebut Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Siak langsung kelokasi dan berhasil mengamankan OS yang diduga sebagai pengedar narkotika. " Saat dilakukan penggeledahan tim menemukan 25 paket narkotika jenis sabu terbungkus plastik bening, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Siak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," Kata Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani.Hasil dari cek urin OS yang dilakukan pihak Polres Siak juga positif mengandung Methamphetamine." Saat ini kita sedang menyelidiki pemasok Narkoba ini kepada tersangka OS," tegas Jailani.

Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang, Pjs Bupati Siak Larang ASN Bepergian Luar Daerah
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Siak antisipasi penyebaran dan kenaikan kasus covid-19 dengan melarang seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Siak, Riau untuk bepergian ke luar daerah pada libur panjang akhir Oktober 2020 dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.Dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, larangan tegas tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar dalam rapat kordinasi dalam penanganan Covid-19 dengan seluruh Bupati dan Walikota se Riau, Senin (26/10/2020).Lebih jauh dikatakan Indra, adanya libur panjang dikhawatirkan bisa menjadi penyebab terjadinya penyebaran virus corona karena pasti ada masyarakat yang memanfaatkannya untuk bepergian dan tidak menutup kemungkinan ASN atau pegawai di lingkup Pemkab Siak memanfaatkan libur panjang ini untuk bepergian ke luar daerah."Kita harapkan seluruh ASN di Kabupaten Siak dapat mengikuti imbauan yang disampaikan bapak Gubernur Riau. Libur panjang pasca Idul Adha kemarin, menjadi pelajaran bagi kita semua. Angka Covid-19 meningkat pasca libur panjang Idul Adha," kata Indra Agus Lukman.Selain itu, kata Kepala Dinas ESDM Riau itu, untuk ASN atau pegawai di lingkup Pemkab Siak yang terpaksa memang harus keluar daerah, itu diwajibkan untuk melakukan PCR atau tes swab."Mungkin nanti ada yang memang tidak bisa ditahan lagi untuk keluar daerah, nah itu nanti wajib tes swab mandiri, sebab tidak ditanggung oleh pemerintah," kata Indra.Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir."Makanya harus bijak dalam memanfaatkan libur panjang ini. Jangan sampai kasus Covid-19 di Kabupaten Siak ini bertambah lagi. Jangan sampai kita menjadi penyumbang kasus Covid-19 secara nasional lagi," sebut Indra.

Arif-Sujarwo Pasangan Ideal, Saatnya Putra Terbaik Siak Memimpin
22 Oktober 2020 SIAK, Petah.id -Said Arif Fadilah adalah pemimpin bijaksana yang mendapat anugerah. Nama itu sangat cocok disandang dan menjadi doa.Demikian dikatakan tokoh Sungai Apit H Arifin, dalam kampanye dialogis di kediaman Suyat, Desa Kampung Dalam 1/2, Kecamatan Sungai Apit pada Rabu (21/10) petang."Arif adalah putra Siak, lahir di Siak, lama tinggal di Sungai Apit, kala itu, ibunya mengajar di SD 01. Arif dan Sujarwo pasangan ideal. Keduanya Putra Siak meski berbeda suku. Mari sama-sama mendukung keduanya, semoga keduanya menjadi bupati dan wakil bupati kita,” ungkap Arifin bersemangat.Sementara mantan penghulu bernama Prapto menambahkan, pasangan ideal, satu birokrat dan satunya orang politik. Sudah hampir 20 tahun, baru sekarang lahir pemimpin ideal.“Arif dan Sujarwo saatnya memimpin Siak. Mari kita jadikan keduanya Bupati dan Wakil Bupati kita untuk kebaikan dan kemajuan kita ke depan sebab kita inginkan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungka Propto.Arif mengaku dirinya bagian dari masyarakat Sungai Apit, sebab ibunya guru di Sungai Apit, dia ditinggal pergi selama-lamanya oleh ayahnya saat berusia 10 tahun juga saat masih tinggal di Sungai Apit.“Saya punya sejarah di Sungai Apit. Saya tidak akan pernah melupakan Sungai Apit. Saya akan berikan yang terbaik untuk Sungai Apit,” ungkap Said Arif Fadilah.Banyak yang harus dibenahi, mulai dari pendidikan, infrastruktur, ekonomi, pariwisata dan budaya dan terutama tentunya adalah kemajuan di bidang keagamaan.Tanjung Buton nantinya akan menjadi ikon Sungai Apit. Tanjung Buton akan menjadi wilayah yang dilirik banyak pihak dan banyak investor berusaha di sana.“Mari sama-sama berjuang, menjadikan Siak ini menjadi lebih baik lagi. Karena kita semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkap Arif.

Berikan Ketulusan dan Kesungguhan, Arif Tak Ingin Tebar Janji
22 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Berada di kediaman Atan di Kelurahan Rintis, Kecamatan Sungai Apit, ada euforia saat menyambut kedatangan Said Arif Fadilah. Warga sudah berkumpul dan satu per satu memasuki kediaman Atan. Meski listrik padam, namun semangat warga untuk mendengarkan kampanye Arif tak luntur. Bahkan sejumlah ibu membawa anak-anaknya dalam kampanye itu. Semua disiplin protokol kesehatan (prokes), mengenakan masker dan menjaga jarak.Tokoh masyarakat setempat dan orang yang dituakan Bukhari, mengajak masyarakat melihat latar belakang Said Arif Fadilah yang pernah tinggal di Sungai Apit. “Saat ini Arif Fadilah tinggal memikirkan kesejahteraan kita dan anak cucu kita ke depan. Sebab dia telah menyelesaikan tugasnya sebagai ayah,” ungkap Bukhari.Baca juga : arif sujarwo pasangan ideal saatnya putra terbaik siak memimpinDisebutkan Bukhari, Arif menginginkan yang terbaik, tentu harus didukung, bentuk dukungannya adalah dengan memilihnya saat di bilik suara pada 9 Desember mendatang. “Kita jadikan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak Arif- Sujarwo ini, karena keduanya masa depan kita, pemimpin ideal, lahir dari perbedaan dan keduanya putra Siak,” ungkap Bukhari.Menjawab Bukhari, Said Arif Fadilah mengaku terharu. Arif sangat ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sungai Apit karena dia memiliki sejarah di Sungai Apit. “Kita harus sama-sama berjuang, jika ingin ke depan kita lebih baik lagi, dan berubah dari kondisi hari ini,” ungkap Arif.Arif yakin, warga di sini tahu mana yang terbaik dan memperjuangkan Siak lebih baik lagi. “Saya tidak suka janji manis dan berbicara muluk-muluk. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik sebagaimana harapan kita bersama. Marilah kita menuju perubahan. Ingat dan coblos nomor 3 saat berada di bilik suara pada 9 Desember mendatang,” ucap Arif mengingatkan dan penuh semangat.

5 Orang Spesialis Pembobol Sekolah di Amankan Polres Siak
21 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sindikat pembobol sekolah di Kabupaten Siak disikat Polres Siak, enam orang berhasil diamankan, sindikat ini setidaknya sudah membobol 5 sekolah di Kabupaten Siak.Lima sekolah itu yakni di SMP Negeri 1 Sungai Mandau, SDN 10 Minas, SMP Negeri 7 Kerinci Kanan, SMAN 1 Pusako dan SMAN 1 Mempura, total kerugian secara keseluruhan Rp. 312,197.000.Kerugian dari masing-masing sekolah bervariatif, ada yang kerugian Rp 20 juta, Rp 46 juta, Rp 137 juta, Rp 15,7 juta dan Rp 92 juta.“Enam pelaku itu adalah HW (30) ini sebagai penadah, kemudian pelaku lainnya TA (35), IP (32), PY (33), Ir (31) IE (32), dan satu orang masih DPO,” kata Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, saat konferensi pers, Rabu (21/10/20) di halaman Mapolres Siak.Pelaku melancarkan aksinya, saat sekolah sedang sepi dan tidak dijaga, dan berhasil mengambil barang-barang seperti Speaker Wireles, printer, infokus, HP, tablet, keyboard, komputer, CPU dan lainnya.“Pelaku ini kita tangkap secara bertahap, 3 kita tangkap di Taluk Kuantan, dan 3 lagi di Rumbai Pekanbaru. Semua pelaku merupakan bukan warga Kabupaten Siak,” kata Kapolres.Kapolres menjelaskan, suatu pembelajaran bagi semua, terutama bagi pihak sekolah, sebab aksi tersebut dikarenakan tidak ada penjagaan pengamanan dari pihak sekolah.“Artinya, jadi pembelajaran bagi kita, satu tindak pidana itu belum tentu orang di sekitar dan belum tentu orang yang tahu lingkungan, tetapi pasti sudah melakukan rencana terlebih dahulu terhadap calon korban, buktinya semua pelaku tidak berasal dari Siak namun bisa membobol sekolah di Kabupaten Siak,” kata Kapolres.Kapolres menjelaskan, pelaku melakukan aksinya dalam rentang Agustus hingga September, namun tidak dipungkiri pelaku melakukan aksinya lebih dari keterangan yang disampaikannya.Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Siak AKP Noak Aritonang mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah sindikat ini pernah melakukan aksi serupa di Kabupaten/kota lain. Namun tidak menutup kemungkin bisa saja terjadi, sebab saat diamankan 3 pelaku berada di Taluk Kuantan, dan kemungkinan juga hendak melakukan aksinya disana.“Terhadap tersangka, akan diterapkan pasal 363 ayat (1) ke-3, 4, 5 dan ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun penjara dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Aliansi Anak Trans Kabupaten Siak Dukung PAS
21 Oktober 2020 SIAK, Petah.id  - Aliansi Putra dan Putri Transmigrasi Kabupaten Siak menyatakan sikap mendukung penuh pasangan Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, mereka percaya pasangan nomor urut 3 ini mampu mewujudkan kesejahteraan petani, mampu membangun infrastruktur untuk meningkatkan hasil pertanian.Ketua Aliansi Putra dan Putri Transmigrasi Kabupaten Siak Marianto menyampaikan, aliansi ini terbentuk dari semangat anak transmigrasi, yang mendukung pasangan calon yang memiliki sejarah dari keluarga transmigrasi."Saat ini penghasilan yang ada di Bungaraya Alhamdulillah dibilang cukup, kami ingin yang lebih baik. Kami ingin di Kabupaten Siak punya lumbung padi, punya BUMD yang mampu menampung hasil pertanian, kita ketahui Bungaraya merupakan daerah lumbung pangan. Kita ingin padi hasil panen bisa dikelola BUMD, sehingga harganya mahal, petani sejahtera," kata Marianto.Dijelaskannya, saat ini hasil panen banyak diborong oleh pengumpul dan dikirim ke luar Riau, harga padi jatuh di musim panen.Selain itu, Marianto juga menyinggung kondisi jalan di wilayah Bungaraya, kondisinya saat ini berlubang dan bergelombang. Jalan poros yang merupakan infrastruktur penting bagi masyarakat untuk bisa nyaman dan cepat melakukan aktivitas.Senada disampaikan oleh Ketua Relawan Pasangan Arif-Sujarwo (PAS) Kecamatan Bungaraya Nurhadi. "Informasi yang disampaikan jalan mulus, kenyataan kita rasakan jalan berlubang, hancur," kata Nurhadi.Sementara Sujarwo dalam kampanye itu menyambut baik aspirasi yang disampaikan Aliansi Putra dan Putri Transmigrasi Kabupaten Siak, impian memiliki BUMD untuk kemandirian pangan harus diwujudkan. Bagaimana bisa mengolah hasil penen masyarakat bisa menjadi beras unggulan, sehingga Siak memiliki produk yang menjual dan menjadi kebanggaan.Dengan BUMD itu juga akan meningkatkan nilai jual hasil panen padi, dapat mengendalikan harga gabah terutama di musim panen."Di bidang pertanian, kami ingin meningkatkan infrastruktur pendukung, penyempurnaan irigasi, jalan, alat-alat pertanian serta bantuan bibit dan pupuk," kata Sujarwo.Bungaraya merupakan lumbung pangan, Sujarwo akan mengupayakan program untuk mendongkrak hasil pertanian, serta kesejahteraan petani. "Luas lahan pertanian kita masih kurang untuk menjadikan Siak sebagai lumbung pangan, untuk itu perlu didorong untuk perluasan lahan pertanian, upaya yang bisa dilakukan di Bungaraya, jika ada lahan sawit yang usianya sudah tua, tidak produktif, bisa kita tumbang dan alihkan ke tanaman padi," kata Sujarwo.

Perkelahian Dipangkalan Pisang Tidak Terkait Politik
20 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Ternyata perkelahian dua pemuda Rio Anggara dengan Yudi, sehingga penyebabkan pelipis Yudi luka berdarah , tidak ada kaitannya dengan politik.Sebagaimana diceritakan Yudi di Polsek Koto Gasib, siang itu, tepatnya Senin (19/10) dia hendak memesan kayu. Di perjalanan dia bertemu dengan Rio Anggara."Hubungan kami memang sedang kurang baik, ada permasalahan pribadi di antara kami berdua. Jadi saat bertemu itu, kami adu mulut, berujung pada perkelahian,” jelas Yudi.Karena pelipis luka, usai berkelahi, menurut Yudi dia langsung ke Polsek Koto Gasib. Jadi dia tidak tahu menahu masalah pemberitaan yang mengait-ngaitkan  dengan politik.“Saya tidak ada wawancara atau ditanya siapapun. Sesampai di Polsek, kami didamaikan dan saat ini  permasalahannya sudah selesai. Kami sudah sudah berdamai,” jelas Yudi.Sementara menurut Rio Anggara, saat dia dan Yudi berkelahi, Yudi tidak melakukan perlawanan. “Hal itu yang membuat wajahnya luka. Dia terjatuh,” Saat ini menurut Rio yang berdiri di samping Yudi, permasalahan keduanya sudah selesai.Kami sudah baikan. Kami kembali berteman. Kami tidak berpolitik. Berita yang mengatakan kami berkelahi karena politik itu hoaks,” ungkap keduanya bersamaan.Selanjutnya Yudi dan Rio bersalaman. Dan bersedia difoto sebagai bukti bahwa mereka benar-benar sudah tidak ada masalah.Sementara Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan membenarkan hal itu. Menurutnya kasus itu murni urusan pribadi yang berujung pada perkelahian. Tidak ada kaitannya dengan politik.“Jadi saya memastikan keduanya berkelahi karena urusan pribadi bukan karena politik,” jelas Kapolsek Suryawan.

Relawan Muda SAJO Yakin Pasangan PAS Menang di Pilkada Siak
19 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Kaum milenial yang tergabung dalam relawan muda Said Arif Fadillah dan Sujarwo (SAJO) optimis jagoannya di Pilkada Siak, yakni calon nomor 3 meraup suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah Siak yang pestanya akan berlangsung pada 9 Desember 2020 ini. SAJO yakin pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo (PAS) berhasil merebut tampuk kepemimpinan Siak periode 2021-2026 mendatang.   Demikian disampaikan Ketua Relawan SAJO Julisman, Senin (19/10/20) di Siak. Menurutnya, PAS sangat ideal, perpaduan antara birokrat senior dengan politisi muda yang energik. Yakni Said Arif Fadillah yang pernah mengabdi selama 32 tahun di negri 'istana'. Merintis karirnya mulai Pamong Praja, Camat Tualang, Camat Minas, hingga di akhir masa pensiunnya Said Arif Fadillah mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Perhubungan Siak.   "Pak Arif Sudah berpengalaman 32 tahun di pemerintahan, bergandengan Sujarwo anggota DPRD dua periode. Selain dipercaya sebagai wakil rakyat, Sujarwo juga dipercaya sebagai ketua dan pembina ormas muda, ada 24 ormas binaan beliau," kata Julisman.   Sujarwo merupakan perwakilan putra transmigrasi di Kabupaten Siak, perwakilan orang kita jawa yg merupakan suara DPT terbesar di Kabupaten Siak  "Tak mungkin wong jowo ora pilih sedulure Dewe (Tidak mungkin orang jawa tidak memilih saudaranya sendiri)," imbuh Julisman.   "Tak sampai disitu saja Dukungan penuh orang nomor 1 d provinsi Riau bapak Drs.H. Syamsuar,M.Si juga merupakan salah satu faktor utama kita PAS pasti menang. Sebab masa kepemimpinan Pak Syamsuar 2 priode telah membuktika pembanguna di Siak mulai bertahap merata masuk ke kampung-kampung, baik jalan kampung, PLN sudah 100% masuk kampung se-Kabupaten Siak, loyalitas Bliau saat menjadi bupati sudah tidak diragukan lagi, tidak lah mungkin masyarakat akan melupakan jasa beliau," imbuh Julisman.   Atas dasar keyakinan itu, Relawan Muda SAJO yang sudah terbntuk di 14 kecamtan, seluruh kampung dan kelurahan akan berupaya semaksimal mungkin untuk door to door melakukan sosialisasi, memperkenalkan program PAS dan mengajak pemilih memiliha PAS no 3 untuk menang.

Syamsuar All Out Turun di Pilkada Siak, Arif-Sujarwo Janji Siap Kerja Cepat
19 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Ketua DPD I Golkar Riau H Syamsuar, M.Si menunjukkan sikapnya all out memenangkan Pasangan Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, ia turun blusukan ke beberapa kecamatan, merangkul basis yang pernah dibangun dan dibesarkan selama kepemimpinannya dua periode di Siak. Menyakinkan masyarakat bahwa pasangan nomor urut 3 adalah jagoannya, adalah anak Siak yang memiliki tekat dan kesungguhan untuk mengabdi membangun daerah.Minggu (18/10/20) Syamsuar bersama mantan Gubernur Riau Wan Abubakar turun menjadi juru kampanye dialogis yang digelar di Kampung Berumbung Baru Kecamatan Dayun, Kampung Keranji Guguh Kecamatan Koto Gasib dan Kampung Sialang Baru Kecamatan Lubuk Dalam. Dalam orasinya ia menegaskan alasannya mengusung Said Arif Fadillah dan Sujarwo, ia memiliki impian penyempurnaan pembangunan di Siak, Siak membutuhkan pemimpin yang cerdas, siap bekerja keras dan kerja cepat."Membangun daerah tidak cukup dengan pemimpin yang cerdas saja, sebelum saya memilih Said Arif Fadillah dan Sujarwo, keduanya saya panggil, saya tau dia cerdas, lalu saya tanya apakah siap kerja cepat. Karena masyarakat butuh pelayanan yang cepat. Arif dan Sujarwo siap untuk kerja cepat," tegas Syamsuar pada forum kampanye dialogis di Kampung Keranji Guguh.Menurut Syamsuar, kemajuan daerah akan dicapai jika pemimpinnya siap penuh waktu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemimpin harus cepat hadir saat datang masalah ditengah masyarakat, sehingga masyarakat terayomi, daerah damai, pembangunan bisa berjalan lancar."Intinya kalau sudah jadi pemimpin, apapun kebutuhan masyarakat harus dibantu. Kalau memang penting, mendesak, masyarakat butuh tandatangan di mobil harus bisa," pesan Syamsuar.Syamsuar yakin bahwa putra Siak yang dipilih untuk merampungkan misi pembangunannya di Siak siap dan komit dengan janji kerja cepat. Syamsuar menceritakan sejarah perjuangannya menghadirkan penerangan, yang mana awal kepemimpinannya di Siak tahun 2011, PLN belum masuk ke pelosok kecamatan, termasuk Kecamatan Dayun, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan dan Koto Gasib. Begitu juga di Sungai Mandau, Sabak Auh, Pusako. Membuktikan janji yang telah diikrarkan kepada masyarakat, sejak dilantik ia berusaha menerobos sampai ke pemerintah pusat, sehingga ditahun 2017, wilayah administrasi Kabupaten Siak 100 persen teraliri listrik, dan daerah terpencil yang tidak terjangkau mendapat bantuan penerangan dengan listrik tenaga Surya.Selain itu, program membangun jalan merangkai desa juga sudah diwujudkan, namun belum semua jalan bisa teraspal, keterbatasan anggaran menjadi pengganjal impian itu bisa sempurna. "Jalan desa juga sudah masuk, namun karena uang daerah tidak cukup, jadi belum selesai. Untuk itu saya titipkan kepada Said Arif Fadillah dan Sujarwo untuk menyempurnakan pembangunan jalan desa, ini harus jadi periritas," pesan Syamsuar.Pada momen itu, Said Arif Fadillah dan Sujarwo menyampaikan niat tulusnya maju di Pilkada Siak, sebagai putra Siak maju bertarung di Pilkada 2020 ini merupakan panggilan hati untuk berbuat, berjuang untuk menjadikan Kabupaten Siak yang unggul, agamis dan berbudaya. "Kami sudah sepakat, bagaimana kita kompak untuk mengayomi masyarakat Kabupaten Siak," kata Arif dan Sujarwo.Sepakat ingin bersinergi dengan Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat. Karena membangun Siak tidak cukup dengan mengandalkan APBD Siak yang saat ini angkanya hanya berkisar Rp. 2,2 Triliun. Untuk itu dibutuhkan uluran tangan dari APBD Provinsi Riau dan APBN, dengan program pembangunan dari pemerintah Provinsi Riau yang digulirkan ke Kabupaten serta program dari Kementerian."Seperti program di sektor pertanian, yang bisa kita ambil dari program pemerintah pusat," jelasnya.Sujarwo memaparkan program pembangunan yang dituangkan dalam visi dan misi, penyempurnaan pelayanan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, serta menciptakan peluang kerja dengan membangkitkan semangat masyarakat dengan program UMKM.

Karena Sedulur, Pasangan Arif-Jarwo Dapat Dukungan Penuh dari IKJR
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sekretaris dan Bendahara Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Cahyo dan Bowo turut hadir  dalam kampanye dialogis pasangan calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Minggu (18/10/20). Mereka (Cahyo dan Bowo) juga ikut blusukan di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Dayun, Koto Gasib dan Lubuk Dalam. Kehadiran mereka sebagai bentuk support dan dukungan untuk memenangkan kandidat yang memiliki darah keturunan dari tanah Jawa.Dikatakan Cahyo, dirinya mengaku bangga dengan sosok Sujarwo, tokoh muda yang memiliki kemampuan dan keberanian bertarung, berani berbuat yang terbaik untuk masyarakat.Meskipun Sujarwo merupakan anak kelahiran Siak, namun darah keturunan Jawa menjadi pertimbangan bagi IKJR dalam mengambil sikap dalam mendukung jagoan yang akan dimenangkan pada Pilkada Siak yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember nanti."Iya benar, kami mendukung Sujarwo. Pertama dia keturunan Jawa, meski dia lahir di Siak, tapi keturunan Jawa. Selain alasan kedekatan itu, kami juga melihat Sujarwo memiliki kapasitas yang mumpuni, hal itu dibuktikan dengan keberhasilannya memperjuangkan hak masyarakat selama dua periode menjadi Anggota DPRD Siak," kata Cahyo didampingi Bowo.Melihat kapasitas, keberanian dan peluang menang yang dimiliki Sujarwo, Cahyo percaya tokoh muda yang didukung mampu membangun Siak menjadi lebih baik. "Kami percaya, ditangan pak Arif dan mas Jarwo Kabupaten Siak ke-depan akan lebih maju," tegas Cahyo.Atas pertimbangan itu, Cahyo mengajak sedulur yang ada di Siak untuk mendukung dan memilih Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo nomor 3. Dengan bisik-bisik ke sedulur yang ada di Siak, ia meyakinkan masyarakat untuk menjatuhkan pilihan ke Arif-Sujarwo. "Kepada pengurus dan sedulur yang ada di Siak, kita menyambung omongan, kita dukung Sujarwo," tutupnya.Hadir sebagai juru kampanye di tiga titik ini Ketua DPD I Golkar Riau H Syamsuar, M.Si yang juga menjabat Gubernur Riau, mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, serta partai koalisi.

Syamsuar : Memilih Arif-Jarwo Keputusan yang Benar
18 Oktober 2020 SIAK, Petah id - Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau Drs H Syamsuar mangajak masyarakat Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak untuk memilih pasangan Said Arif Fadilah - Sujarwo dengan nomor urut 3 (tiga), Minggu (18/10/2020)."Saya meyakini bahwa masyarakat tidak akan menyesal memilih pasangan Arif-Jarwo dan itu merupakan keputusan yang ini benar," Kata Syamsuar di rumah kediaman Pak Sugeng.Dijelaskannya, dirinya sudah sangat mengenal sosok Arif Fadilah sejak berdirinya Kabupaten Siak. Semasa Syamsuar sebagai Sekretaris Camat Siak Arif merupakan Kasi Polisi Pamong Praja." Arif itu tipe pemimpin yang tau keinginan masyarakat dan sewaktu menjadi camat pembantu di Tualang dan jadi camat Minas ia sudah permudah semua urusan masyarakat," kata Syamsuar.Sementara itu, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo dalam kampanye dialogisnya mengatakan jika diberi amanah oleh masyarakat Kampung Keranji Guguh untuk memimpin Kabupaten Siak ia akan meneruskan program Syamsuar yang membangun jalan poros antar  kampung."Akses jalan yang baik antar kampung akan mempermudah masyarakat dalam mengeluarkan hasil ekonomi sehingga perekonomian masyarakat terus terjaga,apalagi di tengah pandemi covid 19," Kata mantan Anggota DPRD Siak dua periode itu.Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Riau Wan Abu Bakar, perlu sinergisitas antara daerah, Provinsi hingga kepusat agar cita-cita pembangunan yang merata itu dapat diwujudkan."Kalau Arif-Jarwo terpilih tentu ini akan mempermudah pembangunan di Siak sebab akan dibantu oleh pihak provinsi, apalagi Partai pengusungnya juga kuat di Pusat," kata mantan Gubernur Riau itu.

Robi Cahyadi : Kemenangan PAS di Depan Mata
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Antusiasme luar biasa datang dari masyarakat Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib dalam menyambut pasangan Arif-Jarwo saat akan melakukan kampanye dialogis.Ketua Tim Pemenangan Kecamatan Koto Gasib Robi Cahyadi dengan berapi-api mengajak masyarakat terus mensosialisasikan pasangan Arif-Jarwo hingga memilih paslon nomor urut 3 pada 9 Desember 2020 mendatang."Jangan lupa tanggal 9 Desember 2020 coblos Arif-Jarwo pasangan dengan nomor urut 3 untuk Kabupaten Siak lebih baik lagi. Kemenangan sudah di depan mata. Semangat baru Siak, Pas Pas Pas menang," kata Anggota DPRD Siak Fraksi Gerindra Robi Cahyadi saat mengkampanyekan Pasangan Arif-Jarwo.Ditambahkannya, dengan diusung Partai Golkar dan diperkuat oleh Partai Gerindra dan PDIP ia meyakinkan masyarakat bahwa Arif-Jarwo merupakan pasangan yang serasi dan ideal."Pasangan menang dan yang akan memimpin Siak kedepannya ini," Kata Robi.Kampanye dialogis itu tampak dihadiri oleh tokoh masyarakat Riau, Drs H Syamsuar, Wan Abu Bakar, Calon Bupati Siak Said Arif Fadilah, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo, Pengurus IKJR Provinsi Riau dan puluhan masyarakat Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib

Sujarwo : Amanah Masyarakat Kami Emban dengan Segenap Hati
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Disambut hangat masyarakat pasangan Arif-Sujarwo melaksanakan kampanye dialogis di Kampung Barumbung Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.Dalam kampanyenya, Calon Bupati Siak Said Arif Fadilah berkomitmen untuk menjadikan wilayah replanting akan disupport untuk melakukan tanaman tumpang sari."Masyarakat harus didorong untuk tetap melakukan peningkatan ekonomi di tengah replanting sawit, ditambah lagi di tengah pandemi covid 19 saat ini, tentu masyarakat harus didorong terkait persoalan ekonomi," terang Said Arif Fadilah,  Minggu (18/10/2020).Hal senada dikatakan Calon Wakil Bupati Siak nomor urut 3 Sujarwo, Ia akan meneruskan program Bupati dua periode Drs H Syamsuar selama memimpin Siak." Mendorong pendidikan berkualitas dan beasiswa untuk yang berprestasi dan yang kurang mampu dan juga melakukan peningkatan UMKM, pembinaan keterampilan untuk menuju ekonomi yang mandiri," kata mantan Anggota DPRD Siak dua periode itu.Sementara itu, niat mulia pasangan Arif Fadilah - Sujarwo disambut baik oleh ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai Gubernur Riau saat ini.Dikatakan Syamsuar, sebagian besar masyarakat di Kecamatan Dayun adalah penghasil dari kebun kelapa sawit dan itu menjadi sumber mata pencaharian dalam pemenuhan ekonomi masyarakat.Syamsuar menyarakan kepada masyarakat saat dirinya melihat ada kelapa sawit saat ini sedang ditumbang (replanting) dan masyarakat harus melakukan cara lain untuk tetap bertahan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi sehari-hari."Saat replnating ini bagus juga dilakukan penanaman secara tumpang sari di celah-celah sawit. Kami dari Provinsi juga sudah menawarkan melalui koperasi, agar pada masa replanting saat ini masyarakat didorong untuk menanam tanaman tumpang sari seperti jagung, untuk persoalan bibit akan disiapkan yang penting  masyarakat mau nanam," kata Syamsuar saat mendampingi kampanye dialogis pasangan Arif-Sujarwo.Dihadapan masyarakat, Syamsuar juga menjelaskan sosok Arif Fadilah. Menurutnya sebagai putra daerah asli Siak, Arif tentu memahami persoalan daerahnya sendiri."Arif lama kali bertugas dikecamatan Siak, dan dia memang orang siakda. Arif sangat mengerti situasi di daerah ini," jelas Syamsuar.Masih kata Syamsuar, dukungannya kepada pasangan Arif-Sujarwo merupakan bentuk sinergisitas yang akan dibangun kedepannya dalam mewujudkan Siak lebih baik."Perlu bersinergi antara Pemkab Siak kedepan dengan Pemerintah Provinsi bahkan pusat agar cita-cita pembangunan yang diharapkan akan terwujud," tambahnya."Mumpung saya  jadi Gubernur, ayo sama sama kita wujudkan sinergisitas untuk mewujudkan Siak Lebih Baik lagi," pungkasnya.

Mimpi Said Arif Fadillah untuk Perawang di Bawah Kepemimpinannya
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Seorang pemimpin harus memiliki mimpi besar untuk membangun daerah, beranjak dari situ rencana pembangunan disusun dan diwujudkan. Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah menjawab permintaan pemuda dan masyarakat Perawang, bagaimana bisa memfasilitasi pemuda dan anak-anak agar bisa berekspresi dan menikmati keindahan kampungnya sendiri."Impian saya, ingin membangun tempat rekreasi di Perawang, termasuk sarana bermain bagi anak-anak. Jadi ada tempat untuk melepas lelah, membawa anak dan keluarga bermain di sini," ujar Said Arif Fadillah, Sabtu (17/10/20) pada kampanye dialogis di Km 9 Perawang.Kampanye Paslon Bupati Siak nomor 3 ini didampingi Anggota DPRD Siak Androy Aderianda, dihadiri tokoh masyarakat setempat dan puluhan kaum milenial.Sebelumnya beberapa pemuda menyampaikan keresahannya akan kegiatan balap liar, serta fasilitas olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Mereka meminta solusi kepada jagoan yang didukung dalam Pilkada Siak 2020.Menanggapi hal itu, Said Arif Fadillah menyampaikan impiannya membangun fasilitas untuk mengalihkan aktivitas negatif anak-anak menjadi kegiatan menyenangkan dan membawa kebaikan. "Saya rindu akan tempat hiburan dan bermain bagi anak-anak," ujar Said Arif Fadillah.Menurutnya, Perawang kota industri yang padat penduduk memang membutuhkan tempat rekreasi, yang bisa dinikmati oleh pemuda dan tempat liburan keluarga, tempat membawa anak bermain disore hari.Menjawab banyaknya pengangguran, Said Arif Fadillah mengaku telah menyiapkan program yang matang, untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing, baik dalam menciptakan lapangan pekerjaan maupun merebut peluang kerja yang ada di Siak, khususnya Perawang."Kita buat program, Dinas Tenaga Kerja membuat pelatihan-pelatihan agar lulusan sarjana dan sekolah bisa memiliki sertifikat sesuai dengan kompetensinya. kalau tidak bisa pelatihannya di Siak, kita kirim ke Provinsi atau ke Kabupaten lain," ujar Said Arif Fadillah.Selain itu, membangun komunikasi dengan perusahaan, agar SDM yang ada di Siak bisa terserap. Perebutan lapangan pekerjaan harus berlangsung secara sehat, mengedepankan kompetisi, untuk itu keahlian dan sertifikatnya harus disiapkan, sehingga putra Siak mendapat tempat kerja yang sesuai dengan bidangnya."Kami juga menyiapkan pelatihan untuk usaha mandiri, misalnya pemuda ingin membuka bengkel, kita siapkan program pelatihan dan pembinaan, kita siapkan program bantuan modal untuk usaha bengkelnya," ujar Said Arif Fadillah.

Syamsuar Dirindui Masyarakat Siak karena Gerak Cepat dan Responsif
17 Oktober 2020 SIAK, Petah.id -Siapa yang tak kenal Syamsuar, Bupati Siak dua periode dan kini menjadi Gubernur Riau.Meski sudah memimpin Provinsi Riau, namun masyarakat Siak tak pernah melupakannya.Sportivitas dalam bekerja, responsif terhadap setiap permasalahan dan laporan masyarakat, dengan cepat mengatasinya. Itulah Syamsuar, begitulah Syamsuar dalam bekerja.“Saya ada karena masyarakat. Maka saya harus berikan yang terbaik untuk masyarakat. Sebab sejatinya saya adalah pelayanan masyarakat,” ungkap orang nomor sati di Provinsi Riau Drs H Syamsuar Msi.Gubernur Syamsuar kemarin melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sungai Apit dan Sabak Auh. Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur Syamsuar yang didampingi Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, Kapolres AKBP Doddy F Sanjaya dan sejumlah pejabat menyaksikan Pasar Seri Kualo di Sungai Apit. Pasar yang terletak di tepi laut itu, diharapkan Gubernur Syamsuar agar dijaga kebersihannya seperti aset sendiri.Kedatangan Syamsuar disambut warga dengan gembira. Warga masih ingat betul bagaimana kinerja Syamsuar saat menjadi Bupati Siak. Bahkan pasar itu dibangun di masa Syamsuar menjadi Bupati Siak."Pak Syamsuar sangat pengertian. Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan kami. Dia tegas tapi terarah. Dia cepat merespon apa yang menjafi kebutuhan kami,” ungkap Rina, salah seorang pengunjung pasar.Disebutkannya, dia sangat terkesan dengan Pak Syamsuar karena dia selalu membuktikan kata-katanya dan cepat merespon apa yang menjadi keluhan warga. Makanya mengetahui Pak Syamsuar akan melakukan kunjungan ke pasar, dia langsung menuju pasar, untuk sekedar bertemu dan bertegur sapa.“Saya berharap, lahir pemimpin Siak yang seperti Pak Syamsuar, tegas dan baik, serta memiliki visi ke depan ke Siak lebih baik,”ucapnya.“Kami sudah lelah dengan janji dan harapan hampa. Kami perlubukti karena kami hidup di alam nyata. Lihatlah jalan menuju Kota Sungai Apit, begitu banyak lobangnya. Sepertinya, kami ini kurang dipedulikan,” tambahnya.Ibu rumah tangga ini, mengaku sangat ingin adanya perubahan. Sehingga ada bukti nyata dalam setiap tindakan pemerintah menjadi nyata dan terealisasi.Disebutkannya, mudah-mudahan dengan hadirnya Pak Syamsuar di pasar, membawa angin segar untuk perubahan Siak ke arah yang lebih baik lagi.Jika itu di Sungai Apit, komentar dan harapan yang tak jauh berbeda keluar dari mulut Penguhu Bandar Sungai di hadapan Gubernur Syamsuar, Pjs Bupati Indra Agus Lukman, Sekda Arfan Usman, anggota DPD RI, camat dan perangkatnya, mengeluhkan kurang responsif pemkab saat ini.Saya pernah meminta solusi tentang tapal batas, namun sampai saat ini tidak direspon. Demikian juga dengan ruang terbuka hijau, yang nantinya akan dimanfaatkan untuk UMKM, namun tetap saja sampai saat ini belum direspon.Mendengar itu, Gubernur Syamsuar akan segera mencarikan solusinya. Untuk tahap awal sambil bergurau disebutkannya, seharusnya masyarakat Badar Sungai berbahagia karena punya lahan di dua kabupaten. “Orang luar bisa punya lahan di sini, masak kita di sini punya lahan di dua kabupaten merasa tidak nyaman,” sebutnya.Tapi itu tadi hanya gurauan, yang pasti akan dicarikan solusinya, sehingga warga menjadi tenang dan tidak lagi resah.Sementara mengenai ruang terbuka hijau, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menjelaskan bahwa pihaknya segera menjawab keluhan itu. Beri kami waktu, karena akan ada solusi dan jawaban konkret atas hal itu, yaitu Perta Shop atau Pertaminamini. Nanti di sana selain jual pertalite ada juga gerai UMKM. “Untuk Perta Shop akan dikelola BUMKam, sehingga kampung-kampung akan aktif dan masyarakatnya sejahtera,” sebutnya.

Nitema Nindrofa : Warga Nias Solid Sosialisasikan dan Menangkan PAS
17 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Dukungan untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo terus mengalir, kali ini dukungan datang dari Ikatan Keluarga Nias Riau, hal itu ditandai dengan ikrar deklarasi yang dikumandangkan oleh Relawan PAS Ya'ahowu, Sabtu (17/10/20) di Posko Kemangan Paslon Bupati Siak nomor 3, Jl Indah Kasih, Perawang Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.   Deklarasi itu dipimpin langsung oleh Ketua DPD IKNR Kabupaten Siak Nitema Nendrofa. ST, diikuti oleh Pengurus DPD dan perwakilan Pengurus Kecamatan se-Kabupaten Siak. Pada momen ini dikukuhkan Relawan PAS Ya'ahowu oleh Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah, sekaligus penandatanganan SK dan penyerahan SK Relawan PAS Ya'ahowu kepada Nitema Nendrofa. ST. Tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Riau Soniwati memperkuat semangat dukungan IKNR.   "Kami warga Nias, khususnya pengurus, kami siap menangkan pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Siak. Dengan deklarasi ini, kami akan mensosialisasikan visi dan misi pembangunan yang disusun pasangan nomor urut 3 kepada warga kami, kepada masyarakat tempat kami tinggal," tegas Nitema Nendrofa. ST dalam forum deklarasi.   Nitema Nendrofa dari awal sudah melakukan konsolidasi kepada seluruh pengurus, hasil diskusi bersama pengurus  DPD dan DPC, disepakati dan mengambil sikap mendukung Said Arif Fadillah dan Sujarwo. "Untuk Pilkada ini kami jauh hari sudah melakukan konsolidasi, dari 3 calon yang ada, kami mengambil sikap mendukung Bapak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Ada 12 Relawan Kecamatan sepakat memenangkan No 3, yakni Pengurus Tualang, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Mempura, Siak, Bungaraya, Sungai Apit, Minas dan Kandis," terang Nitema Nendrofa.   Kepada awak media Nitema Nendrofa menjelaskan, sikapnya mendukung Said Arif Fadillah dan Sujarwo merupakan semangat untuk Siak lebih baik, ia menilai di periode ini pembangunan yang ada belum menyentuh masyarakat.   "Kami perhatikan perkembangan Kabupaten Siak belum ada yang mengena, pengelolaan APBD belum menyentuh masyarakat kecil. Khususnya kami warga Nias, sudah 30 tahun berpartisipasi dalam pembangunan Siak, namun tidak ada perhatian kepada kami. Kami butuh pemimpin yang solid dan bisa menjalankan program pembangunan yang menyentuh masyarakat," tegasnya

Roy Siregar: Pak Arif Tegas, Kata-katanya Bisa Dibuktikan, Semoga Jadi Bupati Kami
16 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Dukungan untuk pasangan Arif fadilah-Sujarwo di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak  kian tak terbendung. Banyak masyarakat disana mengenang jasa Arif saat menjadi camat Minas dahulu.Kenangan yang tak terlupakan itu dialami mantan RW di Desa Belutu bernama Roy Siregar. Menurutnya Said Arif Fadilah merupakan orang yang tegas, bicaranya bisa dipegang dan dibuktikan. Kenangan itu dibawa Roy sampai saat ini, padahal kejadiannya sudah 20 tahun lalu.“Pak Arif, mungkin bapak sudah lupa pada saya, saya dulu RW Desa Belutu, tapi saya selalu ingat akan ketegasan bapak. Semoga bapak menjadi bupati kami,” ucapnya.Selanjutnya dia mengisahkan ketegasan dan betapa Pak Arif bisa menyelesaikan tantangan pada tahun 2000, saat menjadi Camat Minas. Disebutkannya Pak Arif bisa menyelesaikan KTP warga saya yang jumlahnya tidak sedikit, hanya dalam tiga hari. Dan semua sesuai dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.“Semoga bapak menjadi bupati kami. Sebab bapak tegas. Bisa membuktikan kata-kata bapak. Kami membutuhkan pemimpin yang bisa memegang kata-katanya,” ungkap mantan RW Belutu Roy Siregar.Mendengar itu Arif mengaku terharu. Bagaiman tidak, sudah bertahun tahun warga tanpa identitas. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakannya.Sebagai Camat saat itu, banyak hal yang dilakukannya. Sampai bagaimana caranya agar memiliki kantor yang baik dan nyaman, sehingga perangkat kantor dapat bekerja dengan maksimal dalam memberikan pelayanan.“Sebagai pelayan, saya berusaha melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh ada masyarakat pulang dengan kecewa. Harus ada solusi tanpa melanggar aturan yang ada,” tegasnya.

Deklarasi Masyarakat Koto Gasib Cinta Damai dan Peduli Kesehatan
16 Oktober 2020 SIAK, Petah.id -Masyarakat Koto Gasib deklarasi cinta damai dan peduli kesehatan yang dilaksanakan di depan gedung Putri Kaca Mayang Jalan Pertamina Km 04 Kecamatan Koto Gasib.Deklarasi dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Koto Gasib Asmara Syarif SSos, Perwakilan Kepala Desa se-Kecamatan Koto Gasib sebanyak tiga orang, Perwakilan Kepala Dusun se-Kecamatan Koto Gasib sebanyak limaorang, Senkom tujuh personel, ibu PKK Kecamatan Koto Gasib sebanyak lima orang, perwakilan mahasiswa Unri sebanyak dua orang. Perwakilan mahasiswa UIN Suska sebanyak satu orang, perwakilan mahasiswa UIR sebanyak tiga orang, komunitas sepeda motor SEMOC Empang Pandan sebanyak  enam orang,perwakilan Persatuan Pencak Silat PSHT Kecamatan Koto Gasib sebanyak empat orang. Perwakilan masyarakat suku Melayu, Batak, Jawa dan Minang dan di Kecamatan Koto Gasib, dengan jumlah peserta lebih kurang 45 orang. Demikian dijelaskan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Usai deklarasi dilanjutkan dengan pawai damai dengan berjalan kaki dengan membawa spanduk dari depan gedung Putri Kaca Mayang-Kantor Camat Koto Gasib-Jalan Pertamina Koto Gasib jarak lebih kurang sejauh 2 kilometer.“Kami menurunkan tujuh personel di bawah pimpinan saya sendiri,” ungkap Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakannya, kegiatan berjalan lancar dan selesai pukul 11.00 WIB. Kasi Pemerintahan Kecamatan Koto Gasib Asmara Syarif SSos mengaku senang atas deklarasi yang digelar. Dengan deklarasi cinta damai dan peduli kesehatan, diharapkan masyarakat benar-benar dapat menyesuaikan.“Sebab hal ini menjadi salah satu kunci terciptanya rasa aman dan damai di wilayah kita,” ungkapnya.Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Dan masyarakat berharap kedamaian tetap terjaga di Koto Gasib

Bobol SDN 04 Buatan II, Oknum Guru ASN Dibekuk Polsek Koto Gasib
14 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Entah apa yang ada di benak oknum ASN satu ini, sehingga berani mencuri di sekolah tempatnya bekerja. Dan hasil tes urinenya positif menggunakan narkoba.Sebagaimana diceritakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, pada Ahad (11/10) pihaknya mendapat laporan dari Kepala SD 04 Buata II Anuzur (55), telah terjadi pencurian terhadap barang inventaris sekolah, berupa sembilan unit tablet merk Evercroos, satu unit layar monitor merk LG 14 inci,1 unit CPU dan keyboard merk HP.“Pencurian itu diketahui terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar 09.00 WIB,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.Pencurian diketahui ketika Kepala SDN 04  Anuzur menyuruh seorang honorer menyusun dan menata barang-barang inventaris di ruangannya.Namun, honorer tidak melihat beberapa barang inventaris berupa sembilan unit tablet merk Evercroos warna hitam, satu unit layar monitor merk LG 14 inci, kemudian, satu unit CPU dan keyboard komputer merk HP.Mengetahui  barang inventaris tersebut sudah tidak ada, kepada sekolah dan honorer berusaha mencari di semua ruangan seisi sekolah. Mereka jug menanyakan kepada penjaga sekolah, namun tidak diketahui di mana barang inventaris tersebut berada.“Lalu Anuzur mengumpulkan semua guru untuk mencari di mana barang-barang inventaris tersebut berada, lalu salah seorang guru berinisial BA (42) mengatakan, Gatot yang telah mencuri barang-barang inventaris tersebut. Sebab Gatot pernah memberinya uang Rp1 juta dan mengatakan, uang tersebut hasil menjual barang-barang inventaris milik sekolah,” jelas Ipda Suryawan.Atas kejadian tersebut disebutkan Kapolsek Ipda Suryawan, pelapor merasa dirugikan sekitar Rp25 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koto Gasib guna pengusutan lebih lanjut. Kemudian dikatakan Suryawan, sekitar pukul 16.00 WIB, personel Polsek Koto Gasib berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian tersebut tanpa adanya perlawanan. “Ps Kanit Reskrim Bripka Leonar Pakpahan SH melakukan penyidikan kepada salah seorang guru SDN 04 yaitu BA (42). Dia mengakui telah melakukan pencurian terhadap barang-barang inventaris sekolah.Sedangkan keterlibatan Gatot menjualkan barang inventaris itu,” jelas Kapolsek Suryawan.Tidak hanya sampai di situ, BA (42) yang saat ini sedang menjalani penyidikan di Polsek Koto Gasib, dilakukan tes urine dan ternyata hasilnya positif menggunakan narkoba. “Sementara saat ini, personel di lapangan sedang melakukan pengembangan kasus ini, berikut mengumpulkan barang bukti yang sudah dipasarkan,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.

Ribuan Masker Dibagikan Pjs Bupati Siak untuk 131 Kampung dan Kelurahan
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Kabupaten Siak memiliki 14 kecamatan, 9 kelurahan dan 122 desa. Setiap desa dan kelurahan mendapatkan 300 masker.Demikian dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman. Lebih jauh dikatakannya, tidak boleh ada desa atau kelurahan yang terlewat atau tidak mendapatkan masker, sebab sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Siak membagikan masker kepada warganya.Sebab untuk menerapkan protokol kesehatan dan Perda No 4 tahun 2020, tidak bisa hanya memerintah tanpa ada solusi. “Setelah masyarakat mendapatkan masker, barulah secara bersama melawan Covid-19, dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Bagi yang tidak patuh, tentu akan mendapatkan sanksi,” jelasnya.Lebih jauh dikatakannya, pembagian masker ini sempena dengan HUT ke-21 Kabupaten Siak yang jatuh pada Senin (12/10). Masker-masker harus sudah dibagikan saat HUT Kabupaten Siak. Masyarakat harus ikut bergembira dan bersemangat untuk melawan Covid-19.“Sebelumnya kami membagikan masker di Minas dan Kandis. Kami sengaja membagikan masker kain, agar bisa dicuci dan dipakai lagi,” ungkap Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.Disebutkan Pjs Bupati Siak, sebagai pelayan, pihaknya tidak segan untuk mendengar keluhkesah atau curhatan masyarakat. “Sebab kegelisahan masyarakat merupakan kegelisahan kami juga. Masyarakat akan kami layani dengan sebaik-baiknya. Karena kami ada memang untuk masyarakat,” ungkap Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.Makanya masker-masker itu diambil sendiri oleh parapenghulu ke rumah dinas, untuk dibagikan ke masyarakat. "Sebagian penghulu yang bertemu saya di kediaman, saya sendiri yang menyerahkannya kepada para penghulu. Hal itu sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.Ditambahkan Sekda Arfan Usman, pihaknya terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarajat.“Benar dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, kami adalah pelayanan masyarakat. Kami akan berusaha untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, untuk kesejahteraan masyarakat,” sebut Sekda Arfan Usman.Tentang masker yang dibagikan, setiap desa dan kelurahan mendapatkan 300 masker, menurut Sekda Arfan, hal itu bersempena dengan HUT Kabupaten Siak, sekaligus bentuk perjuangan melawan Covid-19.“Marilah kita sama-sama memerangi Covid-19, agar Siak kembali ke Zona Hijau,” ajak Sekda Arfan.

Tokoh Masyarakat Simalungun dan Jawa di Siak Siap Menangkan Arif-Jarwo
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Arus dukungan dalam suksesi Pilkada Serentak 2020 untuk pasangan Said Arif Fadilah-Sujarwo semakin tak terbendung, kali ini hadir dari masyarakat Simalungun yang ada di Kabupaten Siak."Kami masyarakat Simalungun di Siak insya Allah siap memenangkan pasangan Arif-Sujarwo (PAS)," terang tokoh Simalungun di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak Syamsuddin Girsang, Ahad (11/10/2020) petang.Syamsuddin mengenang semasa Arif Fadilah  menjadi camat di Tualang, Arif sangat bagus memimpin dan sangat mengakomodir kepentingan masyarakat."Dulu waktu Kandis masih di bawah Kecamatan Tualang dan camatnya Pak Arif, ia sangat dekat dengan masyarakat dan selalu mengakomodir kepentingan masyarakat banyak, jadi dia sudah dikenal dan teruji," jelasnya lagi.Hal senada juga dikatakan tokoh masyarakat Jawa di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis Wagimin. Ia bersyukur ada perwakilan orang Jawa yang memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin di Negeri Istana."Kami masyarakat Jawa di Kampung Jambai Makmur Kecamatan Kandis bersyukur ada orang kita Jawa maju sebagai calon Wakil Bupati Siak, dan wajib bagi kami orang Jawa untuk memenangkannya," kata Wagimin.Disinggung soal orang bersuku Jawa hanya menjadi Wakil Bupati saat maju di Pilkada Serentak 2020 dengan santai Wagimin menjawab untuk jangan buru-buru dulu."Ya kan gak apa-apa jadi wakil dulu. Dan diberi kesempatan untuk mendampingi Pak Arif sebagai orang Siak asli tentu menjadi suatu kebanggan. tambah lagi Mas Jarwo orangnya sangat baik dan ramah, orang kita Jawa sudah sangat mengenalnya," kata Wagimin.

Arfan Usman : Luruskan Isu Tidak Benar itu
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Siak Arfan Usman dengan tegas membantah jika Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman turun kelapangan berpolitik dan tidak mengikuti  agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setiap bergerak sesuai dengan agenda yang sudah dijadwalkan. jadi opini yang beredar bahwa ia tidak mengikuti agenda pemkab itu tidak benar,toling luruskan itu" tegas Sekda Siak Arfan Usman, Minggu (11/10/2020) sore.Dijelaskannya, Pjs Bupati Siak juga pernah berpesan kepada dirinya saat pertama dilantik sebagai Pjs Bupati terkait pilkada siak yang sedang berlangsung."Pjs Bupati pernah berpesan kepada saya bahwa soal politik biarlah itu menjadi urusan pasangan calon yang maju pada pilkada serentak, kita fokus kepada pelayanan terjadap masyarakat saja, dan memutus penyebaran covid 19 di Siak," terang Arfan Usman.Hal senada juga dikatakan Kabag Humas Pemkab Siak Wan Saiful, Ia turut membantah jika Penjabat sementara (Pjs) Bupati Siak Indra Lukman Agus banyak bekerja diluar agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setau saya setiap turun kelapangan sesuai dengan agenda yang sudah disusun oleh pemkab Siak," terang Kabag Humas Wan Saiful, Minggu (11/10/2020).Dikatakannya, misalnya dalam menyambut HUT Siak ke-21 nanti bakal ada kunjungan ke makam Sultan Siak. dan itu juga bagian dari agenda pemkab Siak."Seperti besok Pak Pjs Bupati juga turun ke makam Sultan dalam rangkaian agenda HUT Siak, jadi g ada persoalan sebenarnya,"imbuhnya.Disinggung soal kegiatan Pjs Bupati Siak membagikan masker di Kecamatan Kandis Wan Saiful menjelaskan  hal itu biasa saja apalagi di tengah Pandemi Covid 19 seperti saat ini."Jika turun bersama Pak Gubernur pun itu kan hal yang biasa saja sebab itu bagian dari agenda pemerintah juga dalam mencegah terjadinya penularan yang semakin meluas soal Virus corona ini,"kata Wan Saiful.Sementara itu Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menjelaskan dirinya membagikan masker di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak guna memutus penyebaran covid 19 yang kian menakutkan di tengah masyarakat."Saya bekerja sesuai protokol. Dan di Kandis, pesantren yang kami datangi sangat bagus dan disiplin. Komunikasi kami hanya seputar Covid, mengantisipasinya serta pemberian masker kain, sehingga bisa dipakai ulang setelah dicuci,"jelas Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.

Nyebrang ke Lingkar Naga Sujarwo Ceritakan Pengalaman Nyampan dan Motong
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sabtu malam (10/10/20) Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo menyebrang ke Dusun Lingkar Naga, Kampung Buatan II Kecamatan Koto Gasib. Perjalanan menuju dusun tersebut mengingatkan perjuangannya semasa kecil, harus mendayung sampan untuk sekolah."Saya lahir di Tambak Rejo, Mempura. Sekolah dari SD, MTS dan Aliah di Siak, jaman dulu belum ada jembatan, yang ada hanya sampan, tiap hari saya mendayung sampan untuk pergi dan pulang sekolah," kata Sujarwo menceritakan pengalaman hidupnya.Sulitnya ekonomi di masa itu memaksa pelajar ikut membantu perekonomian orang tua, setidaknya mencari uang untuk keperluan sekolah. "Dulu MTS dan Aliah masuknya sore, sebelum sekolah, paginya saya motong getah, cari duit," papar Sujarwo.Ia berharap pengalaman itu bisa memotivasi masyarakat untuk bangkit, terutama pemuda Lingkar Naga untuk berbuat dan merebut peluang keberhasilan.Lebih tegas, ia menyampaikan niatnya maju di kontestasi Pilkada Siak kali ini adalah untuk membangun Siak, ia merebut peluang itu dan momohon doa dan dukungan dari masyarakat. "Saya lahir di Siak, besar di Siak tentu akan berbuat yang terbaik untuk Siak," kata Sujarwo.Sujarwo mengaku sudah beberapa kali masuk ke Lingkar Naga, semasa periode pertama menjadi wakil rakyat. Sebagai Ketua Komisi I DPRD Siak meninjau fasilitas bangunan sekolah, kunjungan itu dilakukan atas dasar laporan yang masuk ke meja DPRD, bahwa sekolah butuh perhatian dan sentuhan pembangunan.Di Dusun yang baru dapat penerangan dari PLTS tiap rumah itu, banyak permintaan masyarakat, khususnya membuka akses jalan darat, agar tidak lagi teraku dengan aturan perusahaan, yang mana masyarakat yang mengeluarkan hasil panen sawit, jadwal panen mereka ditentukan oleh perusahaan, karena jalan yang ada harus melintasi areal perusahaan.Permohonan akses jalan, program pertanian serta ketersediaan listrik yang cukup ditampung oleh Sujarwo. Berharap masyarakat mendukungnya untuk bisa mewujudkan apa yang sudah disampaikan masyarakat.

Soal Konflik Lahan Sujarwo Pasti Perjuangkan Hak Masyarakat
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib hingga kini masih berlangsung. Sedikitnya 20 kapling kebun masyarakat yang dikabarkan direbut bahkan dijual oleh perusahaan."Ada 20 orang warga RT 7 yang sekarang tidak bisa panen, mereka dilarang masuk ke kebun. Mereka diusir, bahkan dikasi kabar kalau lahan mereka sudah dijual," kata H. Nasaruddin mengajukan permohonan bantuan saat kampanye dialogis Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, di Kampung Sengkemang.Menanggapi keluhan itu, Sujarwo menyampaikan, dirinya sudah mulai memperjuangkan hak masyarakat yang kini sedang menjadi sengketa dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu. Sujarwo menyampaikan, perusahaan ini sengketa bukan hanya dengan masyarakat satu desa."Tahap awal, saat di Komisi II DPRD kemaren, saya sudah mulai menginventarisir lahan masyarakat dan lahan perusahaan. Ini menjadi dasar untuk merebut kembali lahan hak masyarakat," kata Sujarwo.Ia mengakui pekerjaannya belum tuntas, untuk itu ia memohon dukungan dari masyarakat agar bisa duduk sebagai eksekutif di Siak. "Ini jadi PR bagi kami, semoga mendapat amanah dari masyarakat, agar memiliki kekuatan penuh untuk mengembalikan hak masyarakat," kata Sujarwo.Hadir dalam kampanye ini Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi, tokoh masyarakat H. Makmur, H. Tamrin, tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Dinilai Tulus Membangun Siak, Relawan SAJO Yakin Arif-Jarwo Menang
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Relawan Muda Said Arif Fadillah-Sujarwo (Sajo) telah terbentuk di 14 Kecamatan, kini relawan ranting juga sudah bergerak. Mereka adalah para pemuda yang menjatuhkan pilihan ke pasangan calon Bupati Siak Nomor 3, dan akan berjuang memenangkan jagoannya pada Pilkada 9 Desember nanti."Deklarasi awal dukungan pada tanggal 28 Juni 2020 di kediaman Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo, Benteng, Mempura. Sekarang relawan muda sajo sudah terbentuk di 14 Kecamatan, begitujuga di kampung-kampung. Kami ikhlas berjuang, mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk memilih Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo," kata Julisman, Ketua Relawan Sajo, Sabtu (10/10/20) usai penyerahan SK Relawan Muda Sajo Kecamatan Koto Gasib dan Relawan Kampung.Menurut Julisman, menyampaikan visi dan misi serta sosok calon yang diusung masuk ke rumah-rumah merupakan kerja nyata yang dilakukan. "Kita yakinkan masyarakat door to door, bahwa calon kita pak Arif dan Sujarwo adalah sosok yang paling pantas memimpin Siak ke depan," kata Julisman.Menurut Julisman, pak Arif dan Sujarwo adalah sosok yang tulus dalam memperjuangkan hak masyarakat. Sejarah mencatat banyak orang yang dibantu pak Arif semasa menjadi Camat di Perawang, hal itu masih dikenang warga.Begitu juga dengan Sujarwo, meski semasa menjabat Anggota DPRD Siak ia terpilih dari Dapil satu. Namun dia ikhlas memperjuangkan masyarakat di dapil lainnya, dan itu terbukti berhasil."Padahal dia tinggal di Mempura, duduk dari Dapil Siak I. Saya tinggal di Mempura, dulu saya meminta bantuan untuk pemuda, langsung dia bukakan jalan, dia bantu," kata Julisman.Perjuangan Sujarwo di bidang pendidikan, baik itu dalam memperjuangkan hak guru tenaga honorer, serta mewujudkan bangunan sekolah yang dahulunya tidak layak, hal itu sudah dibuktikan. "Itu sebagai bukti bahwa beliau tulus, beliau amanah terhadap jabatan, beliau bertanggung jawab dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak masyarakat," tutup Julisman.

Sujarwo Janji Rampungkan Pembangunan Jalan Poros Kampung
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Belusukan melakukan kampanye dialogis terus dilakukan oleh Pasangan Calin Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, kali ini Sujarwo bersama tim berkunjung ke kediaman Bapak Supat di Kampung Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Sabtu (10/10/20).Dalam kampanyenya Sujarwo mengamini permintaan masyarakat, merampungkan pembangunan jalan menuju Kampung Tasik Seminai yang saat ini masih base."Pembangunan jalan di kampung-kampung memang perioritas kami, ini merupakan pesan Bapak Syamsuar, program beliau dulu membangun jalan poros kampung. Yang belum selesai, itu tugas kami memastikan jalan terbangun dengan baik," kata Sujarwo.Sujarwo mengakui peningkatan pembangunan jalan dikampung akan berdampak pada perekonomian masyarakat. "Kalau jalan bagus, masyarakat mau buka usaha jadi gampang, karena akses lebih mudah. Begitu juga dengan mengeluarkan hasil pertanian," kata Sujarwo.Permintaan peningkatan jalan itu merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Tasik Seminai H. Suwarno. "Kami berdoa agar bapak jadi, jika bapak duduk nanti, tolong perhatikan jalan di kampung ini. Tau sendiri, bapak tadi masuk jalannya seperti itu, jadi tolong dibangun," pinta Suwarno.Dua Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi dan Tarmijan meyakinkan masyarakat, bahwa Nomor 3 pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo merupakan sosok tokoh yang memiliki kapasitas untuk memimpin Siak."Kenapa Partai Gerindra mengusung Said Arif Fadillah dan Sujarwo, sosok ini memiliki peluang besar untuk menang. Memiliki kekuatan untuk membangun Siak," kata Roby Cahyadi.Politisi Partai Gerindra ini yakin Pasangan Arif Sujarwo (PAS) memiliki kekuatan mewujudkan keinginan masyarakat Siak. "Apa yang diusulkan masyarakat bisa kita buat, karena pasangan ini memiliki ketatan di DPRD, dan didukung penuh oleh Gubernur Riau. Program yang dibuat untuk masyarakat akan mudah dilaksanakan, karena untuk persetujuan di DPRD lebih mudah. Ketua DPRD Siak dari partai pengusung calon bupati kita," kata Robi Cahyadi.Sebagai wakil Rakyat, Robi Cahyadi mengajak masyarakat memilih PAS pada Pilkada 9 Desember nanti, hal itu penting agar aspirasi masyarakat yang disampaikan ke dirinya selaku wakil rakyat akan mudah terwujud. Baik itu berupa pembangunan infrastruktur jalan serta pembangunan di sektor lainnya.

Syamsuar Titipkan Program Kabupaten Siak Lebih Baik Kepada Pasangan Arif-Jarwo
06 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pembangunan Puskesmas Sabak Auh sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini masih terbengkalai, bangunan dua lantai yang sudah tegak payung itu awalnya dibangun untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sabak Auh, namun sudah 7 tahun batu yang tersusun itu hanya merusak pemandangan di lahan peninggalan PT. Caltex Pasific Indonesia itu.Kondisi itu mendapat perhatian dari Gubernur Riau H Syamsuar, ia berjanji tahun depan akan merampungkan bangunannya. Ia mengetahui gedung itu tahun 2013 lalu dibangun menggunakan APBD Provinsi Riau, namun pada pengerjaannya kontraktor pelaksana tidak sanggup menyelesaikan hingga batas waktu yang ditetapkan."Di sini Puskesmas Sabak Auh gedung barunya belum jadi, dulu itu dibangun dengan APBD Provinsi Riau, akan kami anggarkan ulang, agar tahun depan pembangunannya bisa diselesaikan. Sehingga gedung itu bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat," kata Syamsuar dalam menyampaikan orasi kampanye pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo nomor urut 3.Selain itu, Syamsuar menyampaikan kabar gembira, perjuangan merebut CPP Blok sudah terlihat membuahkan hasil, pengelolaan ladang minyak bumi itu berhasil direbut oleh BUMD PT. BSP, tahun 2022 resmi akan hand over ke PT. BSP. Hal ini membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Siak, khususnya Sabak Auh yang merupakan daerah operasional ladang minyak itu.Ia menitipkan program kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor 3 yang ia dukung, untuk menyiapkan program pelatihan peningkatan keahlian bersertifikat, agar bisa merebut peluang kerja yang ada."Awal tahun 2022 pengelolaan Blok Rokan resmi hand over ke PT. BSP, saya minta pada pemimpin baru Siak untuk segera menyiapkan program pelatihan keahlian bersertifikat. Karena saat ini, punya keahlian kalau tidak ada sertifikat susah untuk dapat tempat kerja," pesan Syamsuar.Pada Kampanye itu turut hadir oleh Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan, Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, Ketua DPRD Siak Azmi dan beberapa tokoh agama dan masyarakat Sabak Auh.Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo mengamini apa yang dipesan oleh Gubernur Riau H Syamsuar. Ia mengaku bersama Said Arif Fadillah telah menyusun Visi dan Misi untuk membangun Siak lebih baik, dalam visi dan misi itu sejalan dengan pesan pembangunan yang disampaikan oleh Gubernur Riau H Syamsuar.

Sujarwo Janji Siapkan Interpreuner Bagi Santri
06 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Keberadaan Pondok Pesantren mendapat perhatian khusus bagi Pemprov Riau, hal itu dibuktikan dengan dibuatnya regulasi yang mengatur penyelenggaraan Pondok Pesantren sebagai alat untuk menggaransi agar lembaga pendidikan yang fokus dalam pembinaan agama bisa lebih eksis dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.Dikatakan Gubernur Riau H. Syamsuar, M.Si pada kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Minggu (4/10/20) di Kediaman Gus Arkam, Kampung Bandar Sungai, Kecamatan Sabak Auh."Kami bersama DPRD telah menyiapkan Ranperda Penyelenggaraan Pondok Pesantren, menindaklanjuti UU penyelenggaran ponpes," kata H. Syamsuar.Syamsuar berjanji akan mensupport pembangunan Pondok Pesantren, baik itu secara infrastruktur maupun kebijakan."Kami siap membantu pembangunan Pondok Pesantren," kata H.Syamsuar. Sementara itu Sujarwo dalam kampanye dialogis itu mengajak para pengasuh ponpes dan santri untuk bangkit, ia menawarkan program entrepreneurship bagi santri. Selain memperkuat pendidikan agama, santri dibekali dengan kemampuan membangun usaha, sehingga setelah lulus nanti bisa mengambil peluang bisnis yang ada di daerah."Selain mendapat pendidikan agama yang cukup, santri kita bekali dengan kemampuan membangun bisnis. Menciptakan peluang usaha, sehingga setelah lulus nanti alumni pondok pesantren bisa berdakwah dan mengembangkan usaha untuk kemajuan ekonomi umat," kata Sujarwo.Menurut Sujarwo, saat ini sudah masanya pemuda melirik sektor bisnis, modal bukan menjadi sebuah alasan, namun kesunguhan mengambil peluang menjadi modal keberhasilan. "Kita siapkan pelatihan, modal kita bantu dengan program peningkatan UMKM. Kita siapkan program pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kita siapkan jaringan pemasaran produk UMKM," kata Sujarwo.

Yakin Bisa Membangun Siak, Faturahman dan Gus Fuad Ajak Masyarakat Menangkan Said Arif Fadillah dan Sujarwo
06 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Lantunan solawat mengiringi kampanye untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Calon dengan no urut 3 ini dikampanyekan langsung oleh Faturahman bersama Gus Fuad.Kampanye dihadiri oleh Ketua DPD I Golkar Riau H. Syamsuar, Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan, Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, Ketua PDI Perjuangan Siak H. Syahrul.Dalam bait-bait sholat yang dihadiahkan ke Baginda Nabi Muhammad, disampaikan Do'a untuk kemenangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo, bersama tujuan besar untuk kemajuan Siak.Pada kampanye dialogis yang berlangsung di kediaman Gus Arkam, Kampung Bandar Sungai ini, Sang Guru Faturahman secara tegas menyampaikan dukungannya memilih dan memenangkan Paslon No 3. Ia membawa hadirin berikrar, ihklas memberi dukungan demi kemajuan untuk Siak."Secara pribadi dengan tegas saya sampaikan, dari tiga calon yang ada, saya pilih Bapak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Pilihan ini melalui pertimbangan yang matang, demi kemajuan Siak ke depan. Saya percaya di tangan beliau Siak akan lebih maju," kata Faturahman.Keyakinan lebih kuat melihat adanya sosok Gubernur Riau H. Syamsuar yang memberi dukungan kepada pasangan No 3 ini, ditambah lagi dukungan dari Parlemen atau DPRD, yang mana kini Ketua DPRD Siak berada di pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo.Untuk menjalankan program pembangunan, dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah dan DPRD, di pasangan no 3 ini ditunjukkan hal itu sudah ada. Dan untuk membangun Siak tidak cukup dengan cukup dengan APBD Siak saja, butuh uluran tangan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau, di pasangan ini sudah jelas mendapat dukungan dari Gubernur Riau H. Syamsuar. Berdasarkan keyakinan itu, Faturahman dan Gus Fuad menjatuhkan pilihan pada pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo.Ingat SiakKetua DPD I Golkar Riau H. Syamsuar mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Siak sehingga ia terpilih menjadi Gubernur Riau."Saya besar dari Siak, mendapat dukungan dari masyarakat Siak, pasti saya ingat Siak," kata Syamsuar mengawali sambutan.Syamsuar menegaskan, terpilihnya dia menjadi Gubernur Riau berkat keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan di Siak. Salah satunya program pembangunan ketahanan pangan dan pertanian. Penyempurnaan keberhasilan program ini dititipkan kepada pasangan calon Said Arif Fadillah dan Sujarwo, sebagai orang nomor satu di Riau, ia siap membantu penyaluran bantuan untuk meningkatkan keberhasilan program tanaman pangan dan pertanian di Siak."Keberhasilan saya hingga dipilih oleh masyarakat dari Kabupaten lain adalah dari keberhasilan Program ketahanan pangan. Bagaimana kami bisa meningkatkan usaha pertanian padi, usaha pertanian pangan. Untuk tahun 2020 kedepan, usaha pertanian pangan menjadi sekala prioritas. Karena Pertanian pangan berdampak pada kebutuhan pangan dunia," kata Syamsuar."Untuk itu jalan usaha tani, termasuk jalan perkebunan kelapa sawit di lingkungan sini penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata orang nomor satu di Riau ini.Untuk itu, ia berpesan kepada calon pemimpin ke depan yakni Paslon no 3, untuk menyiapkan program dan usulan yang perlu dibantu oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat."Kami akan membantu sesuai apa yang disusulkan dari Pemerintah Kabupaten Siak," kata Syamsuar.Sementara itu Sujarwo dalam kampanye dialogis itu menegaskan dirinya bersama Said Arif Fadillah telah merumuskan visi dan misi yang sangat sejalan dengan program pembangunan yang direkomendasikan Gubernur Riau.Di lingkungan pondok pesantren itu, Sujarwo mengajak para pengasuh ponpes dan santri untuk bangkit, ia menawarkan program entrepreneurship untuk para santri. "Selain memiliki dan mengamalkan ilmu agama, kami ingin santri bisa mandiri secara prekonomian. Untuk itu kami akan bikin pelatihan enterpreneur bagi santri, dengan harapan setelah lulus dari pondok pesantren, mereka bisa mengembangkan usaha dan berdakwah untuk kemajuan umat," kata Sujarwo.

Sujarwo: Pemuda Mesti Jadi Tonggak Ekonomi Melalui UMKM
02 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo melakukan kampanye dialogisnya di empat titik di Kecamatan Kerinci Kanan, Kamis (1/10/20). Kedatangannya disambut gemuruh dan antusias masyarakat.Di daerah transmigrasi perkebunan kelapa sawit yang akan menghadapi masa replanting itu, mantan Ketua Komisi II DPRD Siak itu meyakinkan bahwa perekonomian masyarakat bisa bangkit dengan menghidupkan kelompok-kelompok UMKM."Kita suport kaum ibu dan pemuda untuk membuat kelompok UMKM, kita latih bagaimana membuat dan mengemas produk dengan bagus dan berkualitas, dengan program bantuan modal, kita buka jalan pemasarannya. Dengan cara ini ekonomi rakyat akan bangkit," janji Sujarwo.Sujarwo meyakini masyarakat akan serius menggerakkan UMKM jika pemerintah membuka lebar jalan dan peluang pasar."Masyarakat mengadu akan menghadapi masa replanting, jika sawitnya ditumbang, masa penanaman tentu tidak ada lagi pendapatan dari kebun. Untuk itu kita tawarkan, buka usaha, bentuk UMKM," terang Sujarwo.Sujarwo juga menampung usulan masyarakat yang meminta agar saat replanting, masyarakat bisa melakukan tumpang sari tanaman di atas lahan yang baru ditanam bibit sawit baru. Hal itu akan menjadi kajian khusus, jika secara ilmu pertanian tidak menggangu pertumbuhan kelapa sawit, dan bisa berproduksi maksimal. Usulan itu akan disampaikan ke pihak ketiga yang mengelola program replanting, agar masyarakat diizinkan melakukan tumpang sari tanaman. "Ada yang usul, tumpang sari seperti jagung, kacang," kata Sujarwo.Dalam perjalanan kampanye itu, Sujarwo menyempatkan diri melihat usaha peternakan sapi yang dikembangkan masyarakat. Ia mengaku bangga dengan kelompok ternak yang sudah ada, hal itu menjadi bibit untuk mewujudkan Siak ke-depan menuju sentra peternakan sapi.Usai merampungkan agenda kampanye di empat titik, ia menyempatkan diri menjenguk tokoh masyarakat yang sedang mendapat ujian. "Iya, tadi menjenguk pak Noto Warisman, sudah dua tahun terbaring. Kami datang memberi semangat untuk terus berusaha untuk sembuh. Kami doakan beliau agar segera sembuh, bisa kembali beraktivitas seperti semula," terang Sujarwo saat ditanya wartawan.

Disinggahi Arif, Suwardi Curhat MI di Kampung Srigading Tidak Pernah Diperhatikan Pemda
02 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pasangan Calon nomor urut 3 Said Arif Fadillah melakukan kampanye dialogis di kediaman H Suwardi, Kampung Srigading, Kecamatan Lubuk Dalam, Kamis (1/10/20). Terlihat antusiasme masyarakat dalam menyambut kedatangan mantan Kadis Perhubungan Siak itu. Dalam kampanye dialogisnya, H Suwardi keluhkan kondisi MI di kampungnya yang selama ini jauh dari perhatian dari pemerintah daerah.Keluhan itu direspon positif oleh Said Arif Fadillah, usai pertemuan di kediaman, Arif langsung meninjau kondisi MI yang berusia tiga tahun itu."Di MI Srigading Cemerlang ini saya sebagai ketua yayasan, MI ini dibangun melalui swadaya masyarakat, kita ingin anak-anak mendapat pendidikan agama dengan baik. Alhamdulillah MI ini sudah 3 tahun berjalan, muridnya ada 68, kita punya 3 lokal dan satu kantor kecil yang nempel di lokal yang paling ujung," terang H Suwardi.Bangunan papan 3 lokal yang berhadapan dengan mushola itu dibangun dengan keihklasan masyarakat, ia berharap jika pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo menang, ke depan bisa membantu pembangunan MI yang dibanggakan masyarakat ini."Kami tidak ingin yang muluk-muluk, bukan pembangunan gedung mewah dan program yang megah yg dibutuhkan masyarakat. Sekolah dan pendidikan agama ini menjadi kebutuhan dasar, kami ingin anak-anak bisa nekat mendapat pendidikan agama dengan baik, di MI seperti ini lah anak belajar Alquran, belajar sholat dan menghafal doa, itu menjadi bekal bagi anak kami," pinta Suwardi.Ditambahkannya,MI Srigading Cemerlang itu sudah berdiri selama tiga tahun dan belum pernah disentuh pemerintah sama sekali. Bahkan jelasnya, pembangunan ini masih swadaya."Pemerinah itu peduli lah jangan cuma pencitraan dan kampanye lalu janji sana sini, bahkan untuk guru kami hanya bisa memberi gaji dari swadaya masyarakat dan itupun hasilnya masih jauh betul dari standar,"terangnya.Menanggapi usulan itu, Said Arif Fadillah menyampaikan, pembangunan di bidang keagamaan merupakan salah satu dari program yang digadang-gadangkan. Hal itu sejalan dengan visi dan misi yang telah dirumuskan dalam program pencalonannya dalam rangka membangun Siak ke depan.

Susilo : Cuma Arif-Sujarwo yang Bisa Meneruskan Perjuangan Syamsuar
01 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pendukung fanatik Syamsuar bersuara di Empang baru, ia menyatakan pilihan ke pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo bukan karena suku, namun keinginan program pembangunan yang terus bersinambungan."Saya memilih pasangan pak Arif dan Sujarwo bukan karena Pak Arif Melayu dan pak Sujarwo orang Jawa, bukan karena sukunya. Sebelum menjatuhkan pilihan saya kaji semua calon yang ada, dan saya yakin hanya pasangan pak Arif dan Sujarwo yang bisa melanjutkan pembangunan yang dibuat bapak Syamsuar selama dua periode membangun Siak," tegas mantan Kades Empang Baru saat menghadiri kampanye Paslon Bupati no urut 3, di rumah kediaman Mujari.Atas dasar keyakinan itu, ia siap berjuang mengajak masyarakat dengan ikhlas untuk memenangkan pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo di Pilkada Siak kali ini. Iya menggugah keihklasan masyarakat untuk memilih No 3, keyakinannya, jika semua murni keihklasan masyarakat maka buahnya akan manis, pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat."Kita berjuang dengan ikhlas, Kalau semua dari masyarakat, maka hasilnya nanti akan kembali ke masyarakat," jelas Susilo.Rohayati, istri dari Mujari menuturkan semangat masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut kehadiran Paslon no 3. Ia mengharapkan pembangunan yang berkesinambungan, jika keinginan masyarakat bisa diwujudkan, suatu kepastian bagi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan.Dalam kampanye ini Said Arif Fadillah menyampaikan bahwa pertemuannya berpasangan dengan Sujarwo merupakan jalan kehendak Allah. Yang mana sebelumnya belum pernah terbayang bisa berpasangan dengan pemuda tangguh seperti Sujarwo."Bapak Sujarwo merupakan pemuda tangguh, dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD Siak, perjuangannya benar nyata telah dirasakan oleh masyarakat. Sekarang dia menjatuhkan pilihan untuk mendampingi saya maju, sebuah keputusan yang pas. Dia rela mengorbankan jabatannya sebagai Ketua Komisi II DPDR Siak, untuk mimpi lebih besar membangun Siak," ujar Said Arif Fadillah.

Berita Duka, Anggota DPRD Siak dari Partai Nasdem Meninggal Dunia
29 September 2020 SIAK, Petah.id - Berita duka datang dari salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak dari Partai Nasdem Suryono, Ia dikabarkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (29/9/2020) siang.Kabar tersebut dibenarkan oleh Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Siak Marzuki. Dikatakannya, almarhum yang akrab dipanggil Bang Kancil tersebut meninggal karena sakit."Iya benar. Saudara kita (Suryono) meninggal dunia karena sakit. Sebulan yang lalu almarhum pernah  keluhkan sakit tekanan darah rendah. Almarhum akan dikebumikan di Sumatera Utara karena orang tua beliau ada disana," kata Marzuki, Selasa (29/09/2020) sore.Diceritakannya, sebelum meninggal almarhum juga sudah berupaya berobat di Rumah Sakit namun tidak menunjukkan ada perubahan kesehatan membaik."Jadi ke Sumut juga berobat medis dan juga berobat kampung,"jelas Zuki.Selama hidupnya Suryono tercatat pernah menjabat Kepala MDTA Roudhotul Muttaqien di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Pada pemilihan legislatif tahun 2019 lalu, Suryono terpilih menjadi anggota DPRD Siak lewat partai Nasdem dari dapil 4 Siak meliputi Kecamatan Minas, Kandis dan Sungai Mandau.

Polsek Koto Gasib Tanam Pepaya Bersama Poktan Subur Jaya di Pangkalan Pisang
29 September 2020 SIAK, Petah.id - Ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu kerja nyata yang dilakukan Polsek Koto Gasib.Jika sebelumnya pihaknya membagikan itik petelur bersama Polres Siak dan kini telah membuahkan hasil. Selanjutnya bekerja sama dengan warga dan sejumlah kelompok tani bercocok tanam holtikultura.“Kami menanam pepaya jenis California yang cepat masa panennya dan hasilnya maksimal. Tidak hanya itu, perawatannya pun tidak rumit,” ungkap Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan.Bibit pepaya itu berasal dari PT Kimia Tirta Utama yang telah lebih dulu membudidayakannya dan telah menikmati hasilnya.Secara simbolis Kapolsek Suryawan bersama Penghulu Pangkalan Pisang Budiyanto menanam pepaya california di lahan Poktan Subur Jaya.“Kami ingin masyarakat dan kelompok tani juga membudidayakan pepaya California, sebab saat ini memiliki nilai jual yang cukup bagus,” jelasnya.Dikatakan Suryawan, bercocok tanam salah satu upaya membangkitkan ekonomi masyarakat untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.Dengan masyarakat memiliki ekonomi yang baik, ketahanan pangan diharapkan akan tercapai.Kapolsek Suryawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan mengenakan masker setiap keluar rumah.

Empat Anggota DPRD Siak Kawal Kampanye Sujarwo di Kandis
28 September 2020 SIAK, Petah.id - Dukungan penuh diperlihatkan empat anggota DPRD Kabupaten Siak dalam kampanye yang dilakukan Sujarwo dan Said Arif Fadilah di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.Empat anggota DPRD Siak yang mendampingi dan memastikan kemenangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo di daerah pemilihan mereka adalah, Miduk Gurning, Jondris Pakpahan, Hendri Pangaribuan dan Ternando Simangunsong.Miduk Gurning mengatakan, jangankan kalah, seri saja pihaknya enggan. Seluruh pendukungnya dan timnya siap memenangkan Arif Fadilah dan Sujarwo.“Kami komitmen atas hal ini. Sebab kami lahir untuk berjuang dan memberikan yang terbaik menuju Siak lebih baik kedepannya,” ungkap Miduk Gurning.Hal senada juga dikatakan Anggota DPRD Siak Fraksi Golkar Jondris Pakpahan, ia mengaku tetap memperjuangkan pilihan terbaik yaitu Arif dan Sujarwo. “Keduanya sudah menang di hati kami. Kami memastikan orang-orang terdekat kami tahu harus seperti apa,” ucap Jondris.Sementara itu, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo merasa yakin atas apa yang kini diperjuangkannya. Besar harapan masyarakat untuknya dan Said Arif Fadilah atas perubahan Siak.“Semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Karena kami memiliki konsep dan program untuk itu. Sebuah perubahan untuk kemajuan Siak ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan akar budaya Melayu yang mendunia dan religius,” jelas Sujarwo.Kampanye di sejumlah titik di Kandis, membuat Sujarwo tak ingin jemawa, namun dia yakin kesungguhan dan keinginan masyarakat untuk berubah begitu besar. Mereka begitu tulus menyuarakan perubahan Siak ke arah yang lebih baik sebagaimana harapan dan keinginan bersama.

Bawaslu Siak Ingatkan Akan Ada Sanksi Bagi ASN dan Honorer yang Terlibat Politik Praktis
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Wujudkan pilkada jujur dan adil Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak, melalui Zulfadli Nugraha ingatkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai honorer untuk tidak terlibat dalam politik praktis. "Like (menyukai) dan komen yang menyatakan dukungan yang dilakukan oleh PNS itu akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku," Kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli Nugraha, Minggu (27/09/2020) malam. Dijelaskannya, sanksi itu juga diberlakukan untuk honorer yang pendapatannya bersumber dari APBN/APBD (SK Bupati). "Namun honorer yang bersifat sukarela, THL itu dikembalikan kepada kebijakan kantornya atau oleh kepala dinasnya,"jelasnya. Terkait sanksi terhadap PNS yang melanggar netralitas, bawaslu akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan serta keterangan dari pihak-pihak terkait dan hasilnya akan direkomendasikan kepada KASN untuk ditindak lanjuti. " Untuk sanksi itu wewenang KASN, kami (bawaslu) hanya menindaklanjuti serta memproses yang bermasalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN," terangnya. Sementara itu bagi honorer tambah Fadli, hasil dari kajian Bawaslu akan diserahkan kepada pembina honorer tersebut (Kepala Dinas) untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya. Khusus untuk honorer yang bersifat sukarela  dan THL, Bawaslu akan melihat aturan dalam SK atau kontrak kerjanya dengan pihak dinas. "Tapi kalau di SK atau kontraknya tidak diatur supaya bersikap netral dalam ajang pemilu dan pilkada, maka Bawaslu bersifat persuasif dan hanya menghimbau kepada atasannya untuk mengingatkan yang bersangkutan supaya tidak terlibat politik praktis,"pungkasnya.

Sujarwo : Masyarakat Antusias Bersama PAS
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Hari pertama kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU)  Kabupaten Siak untuk Pasangan Arif - Sujarwo di Zona 3 disambut antusias oleh masyarakat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak." Masyarakat sangat antusias, ingin Siak lebih baik lagi," ujar Calon Wakil Bupati Siak, Sujarwo disela-sela kampanyenya, Minggu (27/09/2020) sore.Ditambahkannya, masyarakat dalam penyampaian menginginkan kejelasan lapangan pekerjaan serta pembangunan yang merata hingga pelosok desa di tengah-tengah kota industri." Lapangan pekerjaan dan pembangunan yang merata menjadi harapan masysarakat kedepannya kepada kami, dan insyaallah itu menjadi PR besar untuk kami (Arif-Jarwo) selesaikan jika dipercaya memimpin Kabupaten Siak mendatang,"tambah anggota DPRD Siak dua periode yang baru mengajukan pengunduran diri.Lebih jelas dikatakan Sujarwo, ia bersama Arif Fadilah kedepan juga konsen terhadap kebangkitan ekonomi efek dari pandemi covid 19 yang melanda." Kita tau secara sadar, akibat covid 19 banyak masyarakat yang kesukitan secara ekonomi, dan kedepan ini menjadi konsen kami juga untuk meningkatkan perekonomian di Siak,"tutup Sujarwo.

Simpan Narkoba Wanita Paruh Baya Ditangkap Polres Siak
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Tim Satuan Resnarkoba Polres Siak mengamankan satu orang perempuan diduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, Rabu ( 25/9/20).Dikatakan Kasubag Humas Polres Siak Iptu Ubaedillah, seorang perempuan yang diamankan SatRes Narkoba Polres Siak berinisial TA (43).Tersangka TA ditangkap pada Jumat (25/9) sore di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri Km 45 Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau."Barang Bukti narkoba yang disita dari Tersangka TA satu paket dengan berat 0,45 gram yang ditemukan pada saat penangkapan dan," kata Iptu Ubaedillah.Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut."Kasus ini masih dikembangkan dari mana narkoba jenis sabu itu berasal dari keterangan TA dia Mendapat dari IB yang kini sedang kita selidiki kebenaran nya, kita juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar jangan sekali kali mendekati narkoba, apabila ada yang melihat, mengetahui dan mendengar tentang adanya penyalahgunaan Narkoba, agar melaporkan ke pihak Kepolisian," tutup Ubaedillah.

Alfedri Cuti, Gubernur Syamsuar Lantik Indra Agus Lukman Jadi Pjs Bupati Siak
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau Syamsuar melantik dan mengukuhkan 5 kepala daerah di kabupaten yang ada di Riau. Pelantikan itu  berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Sabtu (26/09/2020). Sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri, di Provinsi Riau ada 5 kepala daerah yang di lantik untuk menggantikan pejabat bupati sementara waktu yang mengikuti kontestasi pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.Nama-nama tersebut antara lain, 1 orang Penjabat (Pj) dan 4 orang Pejabat Sementara (Pjs). Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, untuk Penjabat (Pj) yang dilantik oleh Gubernur Riau Syamsuar adalah Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abdi sebagai Bupati Kabupaten Bengkalis."Pelantikan ini berdasarkan SK Kemendagri, saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata Gubernur Riau Drs H Syamsuar Msi.Ditambahkannya, Pengukuhan Pejabat Sementara (Pjs) ini dilakukan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Riau, Sudarman.Adapun Pejabat Sementara (Pjs) yang dikukuhkan diantaranya Roni Rakhmat (Kadis Pariwisata Provinsi Riau) sebagai Pjs Bupati Kuantan Singingi, Indra Agus Lukman (Kadis ESDM Provinsi Riau) sebagai Pjs Bupati Kabupaten Siak, Masrul Kasmi (Staf Ahli) sebagai Pjs Bupati Kabupaten Rokan Hulu, dan Rudyanto (Staf Ahli) sebagai Pjs Bupati Rokan Hilir.Indra Agus Lukman merupakan Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau. Jabatan sebagai Pejabat sementara (Pjs) Bupati Siak hanya sampai tanggal 05 Desember 2020. Sesuai dengan masa cuti Bupati Alfedri yang mengikuti Pilkada Serentak tahun 2020."Alhamdulillah acara Pelantikan ini berjalan dengan lancar. Kita berharap dengan ditunjuknya saudara Indra sebagai Pjs Bupati Siak ini, kita diharapkan dapat melaksanakan Program-program untuk kedepannya dengan baik," ujar Sekda Siak, Arfan Usman.Arfan usman juga menyampaikan arahan dari Pjs Bupati Siak senin ini kita rapat staf opd sekaligus salam perkenalan kepada seluruh opd di kabupaten siak"Acara pengukuhan itu, berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seluruh peserta yang hadir menggunakan masker serta menjaga jarak,"kata Arfan. Sementara itu, Saat ditemui seusai pelantikan Pjs Bupati Siak Indra berharap agar Pelaksanaan Pilkada nanti berjalan dengan lancar."Yang pasti sesuai arahan dari gubernur tadi Siak kan sudah tertata dari awal insyaallah semua akan jalan sesuai prosedur," Kata dia.

9 Bulan Kabur dari Sampang Madura, Syaiful Dibekuk di Koto Gasib Siak
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Polsek Koto Gasib membekuk pelaku pencabulan anak di bawah umur yang kabur dari Sampang, Madura sejak 9 bulan lalu.Tersangka Saiful (29) warga Dusun Barat, Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pemekasan, Madura, dibekuk di RT 18.RW 06 Dusun Tanjung Sari, Kampung Empang Pandan Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 16.30 WIB.Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan.F,S.E“Kami mendapat informasi dari Bapak Kapolres , bahwa tersangka Saiful berada di wilayah Polres Siak, tepatnya di Kampung Empan Pandan Koto Gasib,” ungkap Suryawan.Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan cara menurunkan Tim Reskrim Polsek Koto Gasib di bawah Pimpinan Kanit Reskrim Bripka Leonar Pakpahan,SH untuk melakukan penyelidikan.“Tak perlu waktu lama untuk membekuk Saiful. Sekitar pukul 16.30 WIB, kami membekuknya di tempat persembunyiannya. Tidak ada perlawanan, saat kami menangkapnya,”ungkap Kapolsek Suryawan.Saiful dibekuk di depan rumah warga saat pulang manen di jalan desa. Ketika introgasi terhadap Saiful,  Saiful mengakui dan membenarkan perbuatannya melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak yang terjadi pada 7 Januari 2020 di Kabupaten Sampang. Selanjutnya tersangka Saiful hasil koordinasi dengan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya dengan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, akan dilanjutkan proses hukumnya di Polres Sampang.

Arif, Tawarkan Ketulusan, Ketegasan dan Perubahan
24 September 2020 SIAK, Petah.id - Arif Fadilah bukan ayah atau suami yang sempurna. Namun kejujurannya dalam mengekspresikan perasaannya dan sikap apa adanya yang membuat dia sempurna di mata istri dan juga anak-anaknya. Bicara Arif, bicara tentang lelaki berkumis, galak, suara lantang terlebih saat ada yang tak beres. Tapi opini itu, terpatahkan jika sudah mengenalnya dengan baik. Arif orang yang santun lagi jenaka. Arif sudah menjadi  yatim saat berusia 11 tahun. Dia anak kedua dari tiga bersaudara dengan ibu seorang guru. Masa kecilnya yang berat membawanya hidup dengan penuh disiplin dan menghargai  keadaan. Menghargai keadaan di sini, dia tahu harus bersikap apa dengan orang yang sudah berbuat baik dengannya. Sikap itu terbawa hingga dia menjadi ayah dari tiga putri dan satu putranya.Dikisahkan Hj Dra Jamilah MM yang mendampinginya selama 32 tahun, dia mengenal Arif ketika masih kelas II SMP di Pagurawan, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.  Saat itu Arif mencari keluarga ayahnya. Sebab dia sudah ditinggal ayahnya sejak kelas IV sekolah dasar. “ Saat itulah kami bertemu. Karena saya masih Kelas II SMP, cinta-cinta monyet lah namanya kami dulu itu kan. Ternyata kami berjodoh dan dia menjadi suami saya sampai sekarang ” ungkap Jamilah