Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Diduga Melakukan Pungli, PNS di Rohil Riau Ditangkap Polisi
20 Juni 2021 Rohil, Petah.id - Dua oknum PNS Puskesmas Bangko Pusako tak berkutik saat diciduk Tim Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Keduanya diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait pengurusan Permohonan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Bangko Pusako, Jumat (18/6/2021). Oknum pelaku yang diamankan berinisial B Boru Sitinjak warga Kepenghuluan Bangko Mukti, dan rekannya S (39) warga Jalan H Anas Ma'mun, Kepenghuluan Bangko Pusako, Kecamatan Bangko Pusako.Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasubbag Humas AKP Juliandi mengungkapkan, bahwa proses penangkapan kedua oknum PNS ini berawal dari pengembangan dan penyelidikan yang dilakukan polisi setelah menerima informasi seorang warga bernama ET selaku penerima dana UMKM pada Rabu (16 /6/ 2021). ET menyebutkan oknum B Boru Sitinjak meminta uang sebesar Rp 500.000 dari pencairan Dana UMKM Rohil Tahun anggaran 2021 yang sudah diterimanya. Selain meminta sejumlah uang, pelaku juga mengancam korban tidak akan mendapatkan dana UMKM untuk periode berikutnya.Selanjutnya, Jumat (18/6/2021) Sekitar pukul 09.15 WIB, Polisi bertindak cepat dengan mengamankan pelaku beserta barang bukti pada saat korban menyerahkan uang pungli kepada terduga B tepat di depan rumah korban, di jalan menuju PKS PT Bukit Mas, Kepenghuluan Karya Mukti, Kecamatan Rimba Melintang, Rohil. Dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, Polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp1.200.000 yang diserahkan korban kepada pelaku beserta 48 berkas pemohon lainnya.AKP Juliandi menambahkan, hasil interogasi terhadap pelaku B Boru Sitinjak, uang tunai Rp500.000 tersebut akan dibagikan kepada rekannya bernama S selaku PNS di Puskesmas Bangko Pusako sebesar RP300.000 dan sisanya Rp200.000 untuk pelaku B Boru Sitinjak dan akhirnya tim melakukan penangkapan kepada pelaku S di Puskesmas Bangko Pusako. "Kedua pelaku ini masing - masing memiliki peran yang berbeda, kalau pelaku berinisial S tugasnya mengumpulkan berkas-berkas pemohon, sedangkan pelaku B Boru Sitinjak tugasnya meminta uang kepada para penerima dana UMKM. Ada total 48 berkas pemohon, namun yang sudah dicairkan sebanyak 22 berkas sebesar Rp 6.600.000," kata AKP Juliandi. Sementara itu 5 pemohon yang sudah mencairkan dana sebelumnya belum membayarkan kepada para pelaku, 21 pemohon lainnya masih belum menerima dana UMKM dari pemerintah yang rencananya akan ditransfer melalui bank. Hasil pengumpulan barang bukti yang diamankan yakni uang tunai Rp1.200.000 dari B Boru Sitinjak (Rp500.000 pada saat OTT dan Rp700.000 uang pungli sebelumnya), selanjutnya uang tunai Rp3.000.000 dari rekannya pelaku berinisial S (sisa uang pungli yang masih ada), 1 unit sepeda motor supra X warna hitam dan merah BM 2199 PA dan 1 buah handphone merk vivo 1919 warna putih silver milik pelaku berinisial S. Terhadap ulah para pelaku disangkakanPasal 12 huruf e Undang-Undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman caman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000 (satu milyar rupiah).

4 Orang Pengedar Sabu Antar Riau- Sumut Dibekuk Polisi
26 April 2021 Rohil, Petah.id - Upaya pemberantasan narkotika yang kian meresahkan terus dilakukan Polres Rokan Hilir.Tak tanggung-tanggung, polisi berhasil menangkap pengedar narkotika jenis sabu antar provinsi yang notabene seorang residivis.Jajaran Polres Rokan Hilir berhasil menangkap secara berantai residivis pengedar narkotika jenis sabu antar provinsi Riau-Sumatera Utara, Minggu (18/4/21) petang.Residivis Bayu Sentana (23) ditangkap Satres Narkoba Polres Rokan Hilir bersama seorang rekannya Fredrick Edward Simarmata (20).Setelah dilakukan pengembangan,Resedivis Loij Sija (53)dan resedivis Rudi Salem (40) juga berhasil dibekuk saat dalam perburuan petugas di Deli Tua Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera. Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamannkan sabu seberat 68,54 gram.Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi membenarkan adanya penangkapan terhadap diduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Rokan Hilir.Hal itu bermula, jelas Juliandi, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada peredaran narkotika di daerah Balai Jaya KM 35. Atas informasi tersebut, Kasat Narkoba Polres Rohil memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan."Di TKP kemudian tim Opsnal menemukan terduga saudara Fredrick baru turun dari mobilnya bersama dengan saudara Bayu dan saat dilakukan penggeledahan dari saudara Fredrick didapat barang 1 wadah plastik warna kuning berisi 2 bungkus plastik bening dan 1 unit timbangan digital," terang Juliandi."Dan 1 wadah plastik warna ungu di dalamnya terdapat 3 bungkus plastik besar dan 3 bungkus plastik sedang dan 6 bungkus kecil berisi narkotika jenis sabu, dan 1 unit handphone miliknya di kantong celana bagian kanan depan," tambah Kasubbag Humas Polres Rokan Hilir.Sementara itu, lanjut Juliandi, saat dilakukan penggeledahan di badan Bayu, ditemukan barang bukti berupa 1 unit handphone merk Huaweidan 1 buah mancis berbentuk senjata mainan warna hitam dipinggang sebelah kanan dimana senjata mainan tersebut kabarnya untuk jaga-jaga.Tak berhenti sampai disitu, polisi terus melakukan penelusuran, saat tim opsnal menggeledah rumah Fredrick, ditemukan 1 unit Samurai warna biru di dalam kamarnya yang diakui sebagai barter dari narkotika."Dari hasil interogasi, tersangka ini menerangkan adanya kerjasama dalam penjualan sabu itu dari Deli Tua, Sumatra Utara. Selanjutnya kedua terlapor dan semua barang bukti dibawa ke Polres Rohil," beber Juliandi.Mendapati informasi tentang dimana tersangka mendapatkan narkotika, polisi kembali melakukan perburuan, alhasil dilakukan penangkapan terhadap Rudi Salemdan temannya Loij Sija di Deli Tua, Sumatera Utara."Saat diinterogasi keduanya mengaku bahwa memang benar ada menjual narkotika jenis sabu kepada redrick dan Bayu. Pengakuan tersangka mereka mendapatkan narkotika tersebut dari seseorang bernama Aldi (masih dalam lidik)," kata Juliandi.Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan 2 unit timbangan, kumpulan plastik plastik klip, handphone, dan benda lainnya yang terkait dengan sabu."Selanjutnya semua barang bukti dibawa ke Polres Rohil," tambahnya.Terhadap 4 tersangka, lanjut Juliandi, dijatuhkan telah melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."Pelaku dari hasil tes urin semuanya positif," tutup Juliandi.

Kecewa Sama Suami Tak Mau Berhubungan Intim, IRT di Rokan Hilir Bunuh Diri
18 April 2021 Rokan Hilir, Petah.id - NA (21) warga Kepenghuluan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau nekat habisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. Diduga, korban gantung diri karena suaminya berinisial KA selalu menolak saat diajak berhubungan intim. NA (21) diketahui akhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tambang bewarna hijau. Jasad NA ditemukan tergantung di depan pintu kamar, pertama kali dilihat oleh anaknya yang ketakutan dan membuat sang ayah KA terbangun. KA begitu terkejut saat mendapati istirnya tergantung di depan kamar. Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubag Humas AKP Juliandi SH menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap saksi diketahui pemicu korban nekat mengambil jalan pintas tersebut karena kesal ajakannya untuk berhubungan intim ditolak suami. "Peristiwa itu terjadi hari Rabu (14/4/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum kejadian itu korban mengajak suaminya berhubungan, namun ditolak dan korban menjadi menangis, ditinggalkan di kamar sedangkan suaminya tidur di kamar depan," kata Juliandi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan maupun perlawanan dari korban. Karenanya, kata Nurhadi, diduga kuat NA tergantung dalam rumah sebagai bunuh diri. "Suaminya lantas menghubungi warga dan aparat untuk menurunkan sang istri," jelas Juliandi. Pihak keluarga korban, kata Juliandi, menolak dilakukan otopsi dan selanjutnya jenazah korban sesuai permintaan orang tua korban untuk dibawa ke Binjai-Sumut untuk dikebumikan di sana. "Jenazah sudah dibawa ke puskesmas. Jenazah akan dimakamkan di Binjai Sumatera Utara," tutup Juliandi.

Kaki MM Putus Diparang JG Karena Diduga Mencuri Kelapa Sawit
09 Januari 2021 ROHIL, Petah.id - Aksi main hakim sendiri dilakukan JG (36) warga Kabupaten Rokan Hilir, Riau kepada MM (37) yang diduga mencuri kelapa sawitnya.Atas kejadian tersebut, kaki MM putus usai diparang JG.Peristiwa itu terjadi di Jalan Pelajar, KM 8 Kecamatan Bangko Pusako, Rohil pada Kamis (7/1/2021) sekira pukul 15.00 WIB.Diketahui pemilik kebun sawit JG merasa kesal lantaran hasil kebun sawit miliknya sering dicuri oleh MM.Dikatakan Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto pelaku merasa kesal dengan korban lantaran sering melakukan pencurian di kebun sawitnya."Dari keterangan saksi yang diperiksa (Mawar dan Erwin) korban dan pelaku ini rebutan panen sawit di tanah Chevron yang sama-sama mengklaim mereka yang menanamnya," ucap AKBP Nurhadi, Jumat (8/1/2021)."Dari keterangan pelaku, korban ini sudah sering melakukan pencurian buah kelapa sawit miliknya," terang Nurhadi.Kapolres Rohil juga menambahkan saat ini korban MM belum bisa dimintai keterangan."Saat ini korban masih dalam perawatan dan belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.Adapun barang bukti yang diamankan Polres Rohil, sebilah parang yang digunakan pelaku dan motor pengangkut sawit.Sebelumnya diberitakan, seorang pencuri sawit berinisial MM di KM 8 Kecamatan Bangko Pusako, Rohil diparang kaki kirinya sampai putus oleh pemilik kebun karena tertangkap tangan mencuri sawit menggunakan motor, Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.