Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Beredar Kabar Ketua Umum KNPI Haris Pratama Dipecat
07 Maret 2021 Petah.id - Beredar kabar Ketua KNPI Haris Pratama telah dicopot dari cabatannya sebagai ketua umum DPP KNPI. Haris adalah yang melaporkan Abu Janda terkait ujaran kebencian. Haris Pertama dikabarkan dicopot seiring beredarnya foto berita acara rapat pleno DPP KNPI di media sosial. Pada surat itu dituliskan rapat pleno DPP KNPI dilaksanakan pada 6 Maret 2021 di Jakarta Ritz Carlton. Lalu dituliskan bahwa Haris Pertama dalam kapasitasnya sebagai ketua umum DPP KNPI telah melakukan pelanggaran AD ART KNPI terkait tata kelola organisasi, penambilan keputusan dan pengeloaan keuangan dan harta organisasi. Kemudian, Haris Pertama disebut telah melakukan tindakan sewenang-wenang dalam pengelolaan organisasi dengan tidak melaksanakan rekomendasi dam hasil kongres secara konsekuen. Tidak melaksanakan rapat pleno sesuai dengan yang diatur dalam ketentuan oraganisai yaitu sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan Pelapor Permadi Arya atau Abu Janda Ketua KNPI Haris Pertama dikabarkan telah dicopot dari jabatannya sebabagi ketua umum DPP KNPI. Haris Pertama dikabarkan dicopot seiring beredarnya foto berita acara rapat pleno DPP KNPI di media sosial. Pada surat itu dituliskan rapat pleno DPP KNPI dilaksanakan pada 6 Maret 2021 di Jakarta Ritz Carlton. Lalu dituliskan bahwa Haris Pertama dalam kapasitasnya sebagai ketua umum DPP KNPI telah melakukan pelanggaran AD ART KNPI terkait tata kelola organisasi, penambilan keputusan dan pengeloaan keuangan dan harta organisasi. Kemudian, Haris Pertama disebut telah melakukan tindakan sewenang-wenang dalam pengelolaan organisasi dengan tidak melaksanakan rekomendasi dam hasil kongres secara konsekuen. Tidak melaksanakan rapat pleno sesuai dengan yang diatur dalam ketentuan oraganisai yaitu sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Haris Pertama juga disebut tidak mampu menjalankan roda organisasi dan menghkhianati semangat berhimpun kerjasama dan persatuan sesuai dengan semangat berdirinya KNPI. "Sehubungan dengan berbagai hal tersebut di atas, maka peserta forum rapat pleno telah memutuskan untuk memberhentikan Bung Haris Pertama sebagai ketua umum DPP KNPI Periode 2018-2021. Oleh karena itu saudara Haris Pertama tidak berhak lagi menggunakan atribut dan simbol-simbol organisasi KNPI," demikian tulisan dalam surat yang dibubuhi tandatangan Sekretaris DPP KNPI Jackson AW Kumaat yang beredar. sumber : Suara.com   

Demokrat Siak : Itu Inkonstitusional
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id  - Setelah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, berbagai statemen bermunculanStatemen itu muncul dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Siak Syamsurizal Budi. Dikatakannya sampai hari ini DPC Kabupaten Siak tidak pernah mendukung KLB yang dilaksanakan di Sumatera Utara itu." Sampai hari ini DPC Partai Demokrat Siak masih solid dan komitmen mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Demokrat," kata Syamsurizal Budi kepada Petah.id, Jumat (5/3/2021).Ditegaskannya, bahwa KLB yang dilaksanakan di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang itu adalah Inkonstitusional dan tidak sesuai dengan aturan di partai yang berlaku. Dan DPC Demokrat Siak tetap bersama AHY." Acara itu Inkonstitusional, Ketua Umum Partai Demokrat masih AHYkarena sudah sesuai dengan aturan yang ada," jelasnya.Jika ada yang mengatasnamakan DPC Demokrat Siak di KLB tentu itu bukan dari pihaknya dan pastinya tanpa sepengetahuannya." Sampai hari ini kami menganggap KLB  itu tidak diakui dan tidak sesuai dengan aturan yang ada, dan jika ada yang mengatasnamakan DPC Demokrat Siak itu bukan dari kami dan tanpa sepengetahuan kami," tegasnya.Kendati demikian, tambah Budi, persoalan KLB tidak akan ada efek maupun implikasi kepada kader di DPC Demokrat Siak."KLB tidak akan berefek dan berimplikasi ke DPC Demokrat Sia sebab kita membangun Demokrat ini dengan kekeluargaan, tanpa kepentingan pribadi," jelasnya.Namun Budi meyakini, kisruh terjadi di internal Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini ada pihak belakang layar yang tak ingin Demokrat maju."Kita tidak tahu pihak yang di belakang  layar yang mencoba merusak Partai Demokrat, tapi tentu ini seperti ada agenda skenario luar biasa," ungkapnya.Menurut Budi, hal ini terjadi karena saat ini Partai Demokrat  elektabilitasnya sedang naik dan  ada yang berusaha merusak atau oknum yang tidak puas dengan majunya Partai Demokrat."Elektabilitas Partai Demokrat sedang naik, jadi tentu ada yang tidak suka dan berusaha merusak tatanan yang sudah sesuai dengan aturan di dalam partai," kata Dia.Namun Budi tetap memohon doa dari masyarakat Kabupaten Siak secara khusus dan Riau secara umum untuk mendoakan agar Partai Demokrat tetap istiqomah berjuang bersama rakyat."Semoga Partai Demokrat bisa mengemban amanah sebaik mungkin untuk kepentingan bersama bukan mendahulukan kepentingan pribadi, mohon doa semuanya," tutup Anggota DPRD Siak itu.

Jejak Karir Moeldoko, Pernah Jadi Panglima TNI Pilihan SBY yang Saat Ini Jadi Rival AHY
06 Maret 2021 Petah.id - Paska ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di Deli Serdang, Sumatera Utara, nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kembali menjadi perbincangan hangat.Moeldoko pimpin partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan memastikan menjadi rival dari kubu kontra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) periode 2021-2025.Penetapan dirinya sebagai ketua umum digelar melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang mengatasnamakan Partai Demokrat, yang diselenggarakan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021)."Saya menghargai dan menghormati keputusan saudara. Oke, kita terima menjadi ketua umum," kata Moeldoko saat menyampaikan sambutan di KLB melalui sambungan telepon, Jumat, (5/3/2021) seperti dilansir dari Kompas.com.Simpang siur kabar kudeta kepemimpinan AHY telah berlangsung selama sebulan terakhir.Oleh sejumlah elite Partai Demokrat, Moeldoko dan beberapa mantan kader partai bintang Mercy itu dituding hendak menggulingkan kekuasaan AHY, sang putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari kursi ketua umum.Kala itu Moeldoko berkilah. Berulang kali ia mengaku tak tahu menahu mengenai isu kudeta kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat.Kendati demikian, Moeldoko mengakui bahwa dirinya sempat beberapa kali mengadakan pertemuan dengan sejumlah kader Partai Demokrat.Namun, ia menyebutkan, dirinya tak mempunyai hak untuk menggulingkan kekuasaan AHY lantaran bukan bagian dari internal partai."Saya ini orang luar, enggak punya hak apa-apa gitu lho, yang punya hak kan mereka di dalam. Apa urusannya? Enggak ada urusannya wong saya orang luar," kata Moeldoko, awal Februari 2021.Selang satu bulan, Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Demokrat kubu kontra AHY.Dengan demikian, Moeldoko kini berhadapan langsung dengan putra dari Presiden yang dulu mengangkatnya sebagai Panglima TNI dan sekaligus mantan Ketua Umum Demokrat.1. Kiprah di TNISebelum duduk sebagai pejabat Istana Kepresidenan, Moeldoko dikenal dengan pengabdiannya di TNI Angkatan Darat.Di militer, karier Moeldoko mulai memuncak ketika menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD). Jabatan itu diemban Moeldoko terhitung sejak 20 Mei 2013.Saat itu SBY menunjuk Moeldoko sebagai KSAD menggantikan adik iparnya, Pramono Edhie Wibowo, yang memasuki masa pensiun.Penunjukan sebagai jenderal bintang empat TNI ini menjadi modal awal bagi Moeldoko dalam meniti karirnya di militer dan politik.Selang tiga bulan setelahnya, nama Moeldoko diusulkan SBY sebagai calon Panglima TNI ke DPR untuk menggantikan Agus Suhartono yang akan segera pensiun.Penunjukan Moeldoko sebagai Panglima TNI membuat hubungannya dengan SBY kian harmonis.Bahkan saat menjabat Panglima TNI, Moeldoko pernah mengusulkan SBY mendapatkan anugerah Jenderal Besar TNI.Ia menilai SBY layak mendapatkan gelar tersebut lantaran semangatnya yang besar dalam memodernisasi dan mereformasi TNI.Setelah pensiun dari TNI, hubungan Moeldoko dan SBY pun tetap baik meskipun keduanya sama-sama berkecimpung di dunia politik.2. Pensiun dari militerUsai pensiun dari militer, Moeldoko sempat menjajaki ranah politik praktis. Dia tercatat masuk ke dalam jajaran pengurus Partai Hanura pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) pada 2016.Namun, pada 2018 Moeldoko mengundurkan diri dari partai tersebut.Karier Moeldoko di Istana Kepresidenan dimulai sekira tiga tahun lalu. Tepat 17 Januari 2018 Moeldoko di lantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Saat itu, pemerintahan RI masih dipimpin Jokowi bersama Jusuf Kalla.Adapun Moeldoko masuk kabinet setelah Jokowi melakukan reshuffle atau perombakan pada Januari 2018, menggantikan Teten Masduki.Di pemerintahan Jokowi era kedua bersama Ma'ruf Amin, Moeldoko kembali dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.Selain menjabat KSP, Moeldoko juga duduk sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak tahun 2017.  Dilansir dari laman hkti.or.id, sektor pertanian bukan hal asing bagi Moeldoko yang merupakan anak seorang petani.Moeldoko juga disebut banyak melakukan aktivitas bisnis. Salah satu kiprah Moeldoko di sektor bisnis yakni mendirikan pabrik bus bertenaga listrik.Selain itu, Moeldoko juga aktif di ranah ekonomi syariah. Bersama putranya, ia mendirikan fintech syariah yang berorientasi membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Kini, Moeldoko kembali berkarier di politik praktis dengan menjabat sebagai Ketua Umum Demokrat kubu kontra AHY.Sumber : Kompas.com

Sah ! Moeldoko Pimpin Partai Demokrat Versi KLB
06 Maret 2021 PETAH.ID - Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam acara Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Dibilangin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).Kepala Kantor Staf Kepresidenan  mengalahkan Marzuki Alie, setelah nama keduanya diajukan peserta KLB dalam sidang yang dilakukan.Jhon Allen Marbun selaku pimpinan sidang dalam acara KLB tersebut bacakan jumlah voting dan ternyata dukungan peserta KLB lebih banyak diberikan kepada Moeldoko."Dengan ini memutuskan Bapak Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025," kata Pimpinan Sidang Jhoni Allen.KLB tersebut juga menetapkan Marzuki Alie yang merupakan mantan Ketua DPR RI, sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat periode 2021-2025."Sehingga dengan keputusan ini, maka Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinyatakan demisioner," ujarnya. Pantauan di lokasi, meski telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Moeldoko belum berada di lokasi KLB, karena masih dalam perjalanan.Karenanya, pihak peserta KLB langsung menghubungi Moeldoko melalui telepon seluler. Saat itu, dijelaskan kepadanya, bahwa hasil KLB namanya ditetapkan sebagai Ketua Umum. Moeldoko pun menerima hasil keputusan kongres tersebut."Saya terima, terima kasih," katanya.Sumber : Antara

Gegara Like Akun Porno di Twitter, Fadli Zon Dipolisikan
09 Januari 2021 JAKARTA, Petah.id - Seorang pengacara bernama Febriyanto Dunggio laporkan Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri lantaran diduga melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan konten pornografi di media sosial, Jumat (8/1/21).Perkara itu telah diterima dengan nomor register LP/B/0018/2021/Bareskrim."Iya benar, kami laporkan ke Bareskrim tadi," kata Febriyanto saat dikonfirmasi, Jumat (8/1).Febri menuturkan bahwa laporan itu dibuat lantaran Fadli memberikan 'like' terhadap akun yang berisi video asusila sehingga langsung terpampang dalam akunnya."Adanya itu di likes akun @fadlizon, maka secara langsung bisa di akses atau di ketahui oleh pengguna Twitter lain entah itu follower akun @fadlizon atau tidak," ucapnya.Menyadur dari CNNIndonesia, Dalam laporan kepolisian yang diduga perkara itu berkaitan dengan kasus pornografi atau prostitusi melalui media elektronik atau media sosial.Kejadian itu diduga terjadi pada 7 Januari 2021 lalu. Dalam hal ini, terlapor yang disematkan dalam kasus itu ialah pemilik akun twitter @fadlizon.Febri menduga bahwa akun twitter itu telah melanggar ketentuan dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 4 (1) Undang-undang Pornografi dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 KUHP."Makanya kenapa kita laporkan pasal 27 ayat (1) untuk ITE dan Pasal 4 ayat (1) untuk Pornografinya," kata dia.Sebelumnya, Fadli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra mengaku ada keanehan di akun Twitter miliknya itu. Ia membantah memberi tanda like pada akun tak senonoh.Fadli menganggap hal tersebut adalah bentuk kelalaian staf yang turut mengurus media sosialnya. Fadli juga sudah memberikan teguran dan mengevaluasi stafnya."Saya dan Tim Admin sudah cek keanehan akun Twitter ini kemarin. Sudah pasti tak pernah like situs tak senonoh, yang ada selalu blokir," ujar Fadli dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Kamis (7/1).Sumber : CNNIndonesia

Jalan Kaki Berdampingan Istri, Sujarwo Gunakan Hak Pilih di TPS 1 Benhil
09 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Siak sedang berlangsung, Rabu (9/12/20) pukul 07.00 WIB di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura.Terpantau panitia sudah melakukan beriefing. TPS tempat Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo nomor urut 3 menggunakan hak pilih ini terlihat disediakan tempat cuci tangan portable.Sekitar pukul 7:25, Sujarwo bersama istri mengenakan baju putih celana katun hitam dan baju putih bawahan biru jalan kaki berdampingan menuju TPS, setiba di lokasi, Ia menyapa petugas dan langsung diarahkan cuci tangan. Tidak cukup itu, ia mengambil sarung tangan pelastik yang telah disiapkan dan dipakai pada tangan kanan dan kiri.Petugas menyodorkan thermogun, mengukur suhu tubuh pada tangan pemilih yang masuk. Sujarwo sempat antri sekitar 5 menit menjelang pemilih yang didepannya selesai menggunakan hak suara. Di posisi antrian itu tampak ia berdialog dengan sesama pengguna hak pilih.Melangkah di selasar ruang belajar yang dibatasi tali rapia, Sujarwo masuk mengambil kertas suara dan menggunakan hak pilih. TPS itu menggunakan dua ruang belajar, ruang pertama tempat menandatangani daftar pemilih yang masuk dan mengambil surat suara, ruang kedua merupakan bilik suara, kotak suara tan pemberian tinta tanda pemilih telah menggunakan hak suara.Usai menggunakan hak pilih, Sujarwo mengapresiasi penyelenggaraan yang telah menerapkan protokoler kesehatan, ia berharap Prodkes diterapkan sampai tahapan Pilkada selesai."Pemungutan suara terselenggara sudah sesuai dengan Protokoler kesehatan, menurut saya cukup sempurna, ini penting untuk keselamatan masyarakat, harapan saya ini benar-benar diterapkan sampai proses selesai," kata Sujarwo usai menggunakan hak pilih, sambil berjalan didampingi istri.Sebagai kontestan Pilkada Siak, ia bangga dengan semangat tim dan pendukung, melihat antusias masyarakat selama masa kampanye, pasangan calon nomor urut 3 ini yakin menang dengan estimasi perolehan suara 40 persen."Insyaallah menang, persentase 40 persen," ungkapnya.Kepada seluruh pendukung, Sujarwo menyerukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta mengawal ketat proses pemilihan, penghitungan suara hingga rekapitulasi suara di KPU Kabupaten Siak."Kepada suluruh tim dan pendukung, saya ucapkan terimakasih, mari saling mengisi dan menguatkan. Yang terpenting sama-sama mengawal sampai hasil perhitungan selesai," pungkasnya.

Sujarwo : Tim Kita Solid dan Insyaallah Menang
05 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Keyakinan akan memenangkan kontestasi pilkada serentak yang hanya menghitung hari ditunjukkan oleh pasangan Arif-Jarwo nomor urut 3.Seperti dikatakan Calon Wakil Bupati Siak, Sujarwo sebutkan saat awal masa kampanye Ia bersama Arif Fadilah yakin dapat merebut hati masyarakat Kabupaten Siak." Insyaallah masyarakat tau mana pemimpin yang akan membawa siak lebih baik dan Insyaallah kita menang," ungkap Sujarwo, (5/12/2020).Menurut Sujarwo, dari 131 Kampung dan Kelurahan di 14 Kecamatan se Kabupaten Siak seluruh masyarakat inginkan perubahan dari berbagai aspek." Aspek Sosial, Pendidikan, Kesejahteraan, Kesehatan, Pelayanan Publik, dan lainnya yang sampai hari ini butuh kinerja yang maksimal dan saya yakin kami mampu mewujudkan harapan masyarakat Siak," kata Jarwo.Ditambahkan mantan Anggota DPRD Siak dua periode itu, animo masyarakat menyambut Ia dan Arif Fadilah sangat antusias. " Sambutan masyarakat kepada kami sangat hangat dan rekat. Insyaallah kami menang merebut hati masyarakat," ungkap Sujarwo.Selain itu, jelas Jarwo, pasangan Arif-Jarwo memiliki tim yang sangat solid disetiap desa dan kelurahan. Sehingga, keyakinan kemenangan itu sudah berada didepan mata." Kami punya tim yang solid dan ini yang meyakinkan kami bahwa kemenangan sudah didepan mata. Ayo kawal kemenangan. Datang ke TPS coblos nomor urut 3," pungkas Sujarwo.

Silat Lidah Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak di Acara Debat
03 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Debat kandidat Bupati dan Wakil Bupati Siak, benar-benar terlihat datar dan saling melengkapi.Mulai dari sesi pertama pertanyaan tentang puncak bonus demografi pada 2030 ada 276 ribu generasi produktif. Serta mengenai pendidikan dan menurunnya pendapatan per kapita, serta tentang Kawasan Industri Tanjung Buton.Sistemnya, masing-masing kandidat memilih amplop pertanyaan, menjabarkannya selama dua menit, dan dua kandidat lainnya menanggapi masing-masing dua menit.Hadir Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman,  Sekda Arfan Usman, Ketua DPRD Siak H Azmi, Kapolres AKBP Doddy F Sanjaya, Kajari Aliansyah dan sejumlah pejabat lainnya.Debat dipandu Muhammad Rizal, diawali dengan menjelaskan visi dan misi, dilanjutkan dengan pemilihan amplop yang berisi pertanyaan dimulai dari Paslon nomor urut 1, dengan pertanyaan tentang bonus demografi.Paslon nomor urut 1, Sayed Abubakar menjelaskan pihaknya akan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan.Kami akan melanjutkan kepemimpinan. Banyak permasalahan di bidang pendidikan, banyak anak yang tidak sekolah, kurangnya pendidikan akhlak.“Ini sangat mengkhawatirkan anak-anak tumbuh cerdas tapi tidak punya akhlak,” ungkap Sayed.Atas penjelasan Sayed, Paslon nomor urut 2, Alfedri mempertanyakan tentang data putus sekolah dari mana, Alfedri meminta agar statemen itu memiliki dasar.Ke depan bagaimana supaya bonus demografi tidak menjadi resisten demografi. Pendidikan sampai sejauh ini cukup baik.Sementara Husni Merza mengatakan faktor agama dominan bagi mereka.“Di pesantren kami mengajarkan budi pekerti,” jelasnya.Sementara menurut Paslon nomor urut 3, Arif menjelaskan semua anak-anak sekolah, perlu tempat bermain sekarang sudah tidak ada lagi. Perlu data yang valid untuk menyatakan banyak anak putus sekolah.Sementara Sayed menjawab dalam kondisi Covid-19, anak-anak tidak sekolah, karenanya pihaknya akan menyediakan internet dan menyediakan ponsel untuk keluarga tidak mampu. “Akhlak bukan hanya menyediakan pesantren, tapi sebaliknya kehidupan di rumah juga perlu pendidikan akhlak,” jelasnya.Sayed juga menjelaskan bagaimana saat ini anak-anak kecil pulang malam dari warnet. “Jangan sampai warnet merusak anak-anak kita. Bahkan untuk Tualang, ada tempat perjudian yang isinya anak-anak SMA bahkan SMP,” sebutnya.Debat yang ditaja KPU Siak itu di laksanakan di Hotel Novotel Pekanbaru Lantai 7. Debat itu menggunakan prokes ketat, hanya beberapa orang tim sukses saja yang bisa masuk kedalam.Acara yang berlangsung damai dan tertib itu berakhir pukul 22.30 tengah malam dan ditutup dengan closing statemen setiap paslon. 

Wan Abubakar Ajak Masyarakat Siak Menangkan Arif-Jarwo
30 November 2020 SIAK, Petah.id  - Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar kembali belusukan ke kampung-kampung yang ada di Kabupaten Siak.Kedatangannya mengajak masyarakat memilih pasangan putra daerah yang berkomitmen memajukan Siak, yakni Pasangan Arif - Sujarwo (PAS) nomor urut 3.Tokoh masyarakat Riau ini singgah di Kwalian, Kecamatan Siak, Kampung Jati Baru dan Medan Baru Kecamatan Bungaraya. Ia yakin ditangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo Siak akan lebih baik, karena kedua putra kelahiran Siak itu memiliki pengalaman yang matang, baik di pemerintahan maupun sebagai wakil rakyat."Mari kita pilih putra daerah yang memiliki komitmen dan berpengalaman," ujar Wan Abubakar mengajak masyarakat memilih pasangan nomor 3 pada Pilkada Siak yang akan berlangsung 9 Desember nanti, Minggu (29/11/20).Pengalaman Calon Bupati Said Arif Fadillah selama mengabdi di pemerintahan cukup matang, 32 tahun mengabdi mulai dari Kecamatan Siak, Camat Tualang terakhir karirnya Sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Dilengkapi dengan sang calon Wakil Bupati Sujarwo yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Siak.Lebih jauh, pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo dinilai mampu membangun komunikasi baik dengan Pemerintah Provinsi Riau, memiliki kedekatan dengan Gubernur Riau."Dalam membangun daerah, khususnya Kabupaten Siak, dibutuhkan bantuan Provinsi dan Pusat. Baik itu dalam hal pembanguna infrastruktur maupun bantuan program pertanian, listrik, air bersih dan program lainnya," ujar Wan Abubakar.Upaya menjemput bantuan baik dari Provinsi maupun dari kementrian tentunya butuh campur tangan Pemerintah Provinsi Riau. "Pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo diusung oleh Syamsuar, sekarang ia menjabat sebagai Gubernur Riau juga berangkat dari Siak. Artinya, besar peluang PAS untuk membangun Siak lebih baik, kalau butuh bantuan Provinsi tentu dibantu Gubernur," ujar Wan Abubakar.Perjuangan memenangkan PAS disambut oleh tokoh masyarakat Kampung, ustaz Zulkarnain dari Mempura merasa bangga dengan adanya putra daerah yang berani berkorban untuk maju merebut tampuk pimpinan di Kabupaten Siak."Sebagai orang Siak, kita pilih orang Siak, apalagi calon ini sudah berpengalaman dan tau persis apa yang harus dibuat untuk membangun Siak ke-depan. Apalagi Arif-Sujarwo dapat dukungan dari Gubernur, kita yakin menang," ujar Zulkarnain.Said Arif Fadillah pada kampanye dialogis di kediaman Paino, Kwalian, Kelurahan Kampung Rempak memaparkan visi dan misi. Dari delapan program unggulan yang ia jabarkan, ia menyinggung soal perhatian kepada tenaga pengajar."Dibidang pendidikan, sebagian ada guru yang harus berulang dari kota ke pelosok kampung. Nanti kami siapkan insentif bagi guru yang bertugas di daerah terpencil," ujar Said Arif Fadillah.

KPU Siak Kekurangan 343 Surat Suara
28 November 2020 SIAK, Petah.id -  14 hari menjelang pencoblosan pada pilkada serentak 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak masih kekurangan 343 surat suara.Kepala Divisi Teknis KPU Siak Agus Hariyanto membenarkan pihaknya masih kekurangan surat suara. " Sebanyak 173 surat suara yang rusak dan  kurang dari perusahaan sebanyak 170 jadi total kekurangan surat suara sebanyak 343," jelas Agus Hariyanto, Rabu (25/11/2020) pagi.Dari total 274.645 lembar lebih yang tiba bulan ini. Surat suara yang rusak itu dipastikan tak bisa dipakai dan akan dimusnahkan."Yang rusak sementara sudah kita simpan. Nanti akan dimusnahkan," kata Agus Haryanto.Kerusakan  tersebut, Jelas Agus, mulai dari sobek, kusut hingga kotor. Kerusakan yang ditemukan murni dari percetakan dan bukan kerusakan selama proses pelipatan surat suara yang berlangsung selama tiga hari di Kantor KPU Siak."Murni dari sana. Bukan karena dilipat maka 173 lembar surat suara itu rusak. Tapi emang dari sananya,"  ujar Agus.Saat ini pihaknya juga sudah menyampaikan hal kekurangan surat suara tersebut kepada KPU Provinsi Riau dan perusahaan yang mencetak surat suara." Sudah kita sampaikan ke KPU Provinsi dan Perusahaan yang mencetak akan memenuhi kekurangan tadi," kata Agus.Saat ini, tambah Agus, pihaknya masih menunggu intruksi dari KPU provinsi kapan kekurangan surat suara tersebut akan diterima KPU Siak."Kami masih menunggu instruksi KPU Riau kapan surat suara tersebut kita jemput karena tidak hanya Siak yang kekurangan surat suara. Kami berharap kekurangan surat suara tersebut dapat terpenuhi tepat waktu," tambahnya.Disinggung soal kendala KPU Siak dalam mensukseskan Pilkada serentak Desember 2020 mendatang Agus mengklaim pihaknya sudah siap." Kendala sejauh ini belum ada semuanya masih berjalan normal dan lancar semua tahapan," kata Agus.

Arif dan Sujarwo Maju Pilkada Siak, Syamsuar: Kenapa Saya yang Dibantai?
25 November 2020 SIAK, Petah.id - Kemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada 9 Desember nanti akan terwujud jika menerapkan kompetisi yang sehat. Dengan maksud tidak menggunakan cara-cara buruk, seperti menyebarkan berita bohong, fitnah hingga ujaran kebencian hanya sekadar mendapatkan simpati pemilih.Hal itu ditegaskan langsung oleh Syamsuar selaku Ketua DPD Partai Golkar Riau saat berdialog dengan masyarakat Buantan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (24/11/2020) pada kegiatan Kampanye dialogis Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak nomor urut 3, Said Arif Fadilah - Sujarwo.Syamsuar mengaku heran dengan sebagian masyarakat Siak yang menghujatnya melalui media sosial serta media cyber karena turun ke Siak memberikan dukungan kepada paslon bupati dan wakil Bupati nomor urut 3. Syamsuar juga bertanya salahnya dimana. Sebab selaku ketua DPD Partai Golkar Riau, tentunya ia harus memberikan dukungan penuh kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Golkar. "Saya sebenarnya heran di Siak ini, kenapa Arif - Sujarwo yang maju Pilkada, tapi saya yang dibantai. Saya yang dihujat, saya yang dipersalahkan. Padahal dulu dulu tidak begitu, itulah Syamsuar si Intan Payung," kata Syamsuar. Selanjutnya, Syamsuar juga menceritakan sejarahnya yang masih ada garis keturunan Siak. Sebab kakeknya merupakan salah satu penasehat Sultan Siak yang bernama Datuk Tanah Datar. Dan eyangnya atau moyangnya bernama Datuk Kampar juga masih penasehat Sultan Siak, sehingga tidak dapat dipungkiri, dalam diri Syamsuar itu mengalir darah Siak."Jadi memang saya lahir di Jumrah, Kabupaten Rokan Hilir, tetapi kakek saya berasal dari Siak. Orang tua - tua di Siak ini tahu sejarah itu. Penasehat Sultan Siak itu ada 4 datuk, datuk Kampar, Datuk Tanah Datar, Datuk Lima Puluh dan Datuk Pesisir. Jadi saya punya darah Siak,Ayah saya itu anak dari Datuk Tanah Datar. Sedangkan Datuk Kampar itu, moyang saya," kata Syamsuar di kediaman Robi Cahyadi itu.Mantan Bupati Siak yang kini menjabat sebagai Gubernur Riau itu mengaku sudah 4 kali mengikuti Pilkada, mulai di Kabupaten dan Provinsi. Dalam setiap proses Pilkada hingga hari pencoblosan, tidak pernah ada saling buruk memburukkan dengan calon Bupati atau calon gubernur lainnya. "Ingat, Allah itu tidak tidur. Jika kita berusaha dan ikhtiar, InsyaAllah dimudahkan jalannya. Jika Allah sudah katakan Kun Fayakun, maka jadilah ia. Banyak orang yang tidak menyangka saya menang di Pilgubri. Ini takdir Allah karena usaha dan ikhtiar yang kami lakukan," kata Syamsuar.Syamsuar juga menegaskan kepada seluruh masyarakat yang datang, saat ini memilih pemimpin itu perlu orang yang tahu dengan kondisi daerah. Apalagi Siak ini punya potensi besar dari alam, wisata dan budayanya."Ini masih bisa dikembangkan di masa yang akan datang," kata Syamsuar yang sukses  mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Siak, hingga ia sering mendapat undangan sebagai pembicara terkait usaha ekonomi kreatif ini. Dikatakan Syamsuar, saat dirinya meninggalkan Siak sudah 100 persen listrik masuk desa, jalan ke kampung-kampung sudah mulai diaspal meski belum menyeluruh. Jalan yang bagus ini jelas akan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. "Kondisi sekarang dan yang akan datang beda. Periode pertama saya Bupati Siak, APBD sampai Rp3 triliun, periode kedua Rp2 triliun lebih. Tergantung pada bagi hasil Migas. Dari sektor pariwisata ini PAD bisa kita genjot naiknya, terima setiap orang yang datang dan ingin berinvestasi," ujar Syamsuar. Syamsuar juga yakin, di kepemimpinan Arif Fadilah dan Sujarwo nanti, Siak akan semakin maju dan lebih baik. Untuk itu, Syamsuar mengajak masyarakat Siak untuk mencoblos nomor 3 saat Pilkada tanggal 6 Desember nanti. Kemudian, Ketua DPD Partai Golkar Riau Drs H Syamsuar MSi juga menyampaikan dirinya bisa hadir dalam kesempatan itu setelah izin cutinya sebagai Gubernur Riau atau pejabat negara ditandatangani Menteri Dalam Negeri. "Ini saya jelaskan lebih awal supaya masyarakat paham. Karena jika tidak dijelaskan masyarakat akan berfikir, ini hari kerja tapi kok Gubernur Riau Kampanyekan calon Bupati. Bukan hanya di Riau saja, Gubernur dan wakil gubernur daerah lainnya juga banyak yang mengajukan cuti untuk kampanye seperti ini," kata Syamsuar.Kepada Arif dan Sujarwo, Syamsuar kembali menegaskan, menjadi calon pemimpin itu harus tegas. Kombinasi ASN (Arif Fadilah)dan Wakil Rakyat (Sujarwo) ini sudah PAS untuk menggantikan jabatan Bupati Siak yang lama dengan yang baru. "Makanya nanti, masyarakat ramai-ramai datang ke TPS dan ajak warga lainnya untuk mencoblos Cabup nomor 3 Arif Fadilah. Sebab saya yakin program mereka untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Siak serta pembangunan di Siak akan mereka realisasikan jika diberikan amanah memimpin Siak," sebut Syamsuar lagi .

Jadi Jurkam Arif-Sujarwo Syamsuar Janji Upayakan Politeknik di KM 11 Buatan
25 November 2020 SIAK,Petah.id - Mantan Bupati Siak yang kini menjabat sebagai Gubernur Riau H Syamsuar berjanji akan memperjuangkan mimpinya agar Siak memiliki Kampus Politeknik unggulan. Di masa kepemimpinannya sebagai Bupati Siak, Syamsuar pernah mengusulkan ke Dirjen, lahan 10 haktare telah disiapkan di KM 11 Buatan.Hal itu disampaikan Syamsuar saat menjadi juru kampanye pada kampanye dialogis pasangan Calon Bupati Siak Nomor 3 Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Selasa (24/11/20) di Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib."Rencana Politeknik yang unggul di Siak sudah pernah kami usulkan ke Dirjen, letaknya di KM 11 Buatan sudah disiapkan lahan 10 hektare, saat itu Dirjen bertanya apakah lahannya bisa diperluas, kita jawab kalau memang dibutuhkan bisa. Untuk berdirinya Politeknik di KM 11 Buatan ini akan terus kami perjuangkan," kata Syamsuar.Sebagai Ketua DPD I Golkar Riau sekaligus Gubernur Riau, ia akan membuktikan perhatiannya pada pendidikan anak Siak dengan menghadirkan kampus Politeknik unggulan di Siak."Kita ingin Politeknik berkualitas, dengan fasilitas yang baik, bekerja sama dengan perusahaan, sehingga lulusannya tidak nganggur, dapat diserap lapangan kerja dan mampu membuka lapangan kerja," kata Syamsuar.Di lain hal, Syamsuar menyampaikan bahwa Siak memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik itu di sektor budaya maupun pariwisata, itu semua perlu dikelola dengan baik agar Siak lebih maju.Di lain sisi, mantan Bupati Siak itu menceritakan sejarah perekonomian Daerah di Siak, Negri Istana dahulu dikenal kaya dari nilai APBD yang sempat mencapai Rp3,2 T, angka itu besar karena bersumber dari bagi hasil pengelolaan minyak bumi dan gas di masa itu masih jaya. Namun kini APBD Siak tinggal Rp1,7 T, untuk itu perlu usaha kreatif dalam menyelenggarakan pembangunan di Siak."Dulu APBD Siak Rp3,2 T, Rp2 T lebih, untung kita dahulukan pembangunan jalan di desa," ujar Syamsuar.Sebagai mantan Bupati Siak, Syamsuar menegaskan bahwa Siak membutuhkan pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan dan sikap dalam menghadapi situasi sulit saat ini. Atas dasar itu ia mengusung pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo untuk pemimpin baru di Kabupaten Siak.Said Arif Fadillah menceritakan pengalaman dan kedekatannya dengan Gubernur Riau H Syamsuar."Pada tahun 1988 saya mulai tugas di Kantor Camat Siak, pada tahun 90 Bapak Syamsuar jadi sekcam di Siak, saya banyak dibimbingnya. Tahun 93 Bapak Syamsuar jadi camat di Siak, saya dipercaya menjadi Camat Pembantu di Tualang Perawang," cerita Said Arif Fadillah.Pasangan Calon Bupati Siak nomor 3 ini maju untuk membangun Kabupaten Siak yang unggul, berbudaya dan agamis. Dengan delapan program unggulan dirumuskan dalam visi dan misi yang akan direalisasikan jika dipercaya masyarakat mempin Siak ke-depan.Penyampaian viisi dan misi dijabarkan oleh Sujarwo, peningkatan sektor pendidikan atau sumber daya manusia akan dilaksanakan melalui penyaluran beasiswa bantuan untuk pelajar dan mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi. "Perlu kita dorong anak2 jadi sarjana, agar anak Siak bisa merebut peluang kerja dan peluang membuka usaha di Siak," kata Sujarwo.Upaya peningkatan ekonomi masyarakat, akan dicapai melalui UMKM, berdasarkan data yang diperoleh semasa menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Siak, Sujarwo menjelaska  3000 UMKM yang ada di Siak. UMKM yang ada dikembangkan, melalui pelatihan dan modal. "Banyak ibu-ibu yang pandai menjahit, pandai membuat kue, pandai membuat kerajinan, mereka bisa membuka usaha sendiri, melalui program UMKM kami akan melakukan pembinaan," kata Sujarwo.Pemuda tidak luput dari perhatian Pasangan Arif-Sujarwo, program pembinaan dibidang olahraga akan dibuat, sebagai wadah pemuda menyalurkan bakat, mengembangkan potensi yang dimiliki.Sujarwo menegaskan impiannya menjadikan Siak sebagai destinasi wisata unggulan, upaya peningkatan wisata sejarah, harus wisata alam serta wisata religi akan dilakukan.

Robi Cahyadi: Perlu Sinergitas dengan Provinsi untuk Membangun Siak, Makanya yang PAS Coblos Nomor 3
25 November 2020 SIAK, Petah.id - Hujan yang turun sejak pukul 13.00 WIB ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat Kampung Buantan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau untuk menghadiri kampanye dialogis pasangan calon bupati dan wakil Bupati Siak, Said Arif Fadilah dan Sujarwo di rumah Robi Cahyadi SH.Meskipun ramai masyarakat, Ketua Koalisi Partai Gerindra Kecamatan Koto Gasib ini tetap menerapkan protokol Kesehatan dengan menjaga jarak duduk masyarakat yang datang serta selalu menggunakan masker. Dalam elu-eluannya sebagai tuan rumah, Robi Cahyadi menyebutkan pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo yang akrab dengan sebutan PAS ini memang layak menjadi bupati Siak menggantikan bupati Siak yang lama.Diceritakannya, APBD Siak tahun 2021 jauh merosot hingga Rp 500 miliar dari tahun 2020. Artinya untuk pembangunan Kabupaten Siak kedepannya perlu sinergi Kabupaten dengan Provinsi dan Pusat. "Dengan melihat dukungan Ketua DPD Golkar Riau, Drs H Syamsuar kepada PAS nomor urut 3 ini, kita yakin jika nanti pak Arif Fadilah dan Sujarwo menang di Pilkada Siak, kedepannya Siak akan tetap bisa maju dan lebih baik pembangunannya meskipun APBD Siak hanya Rp 1,7 triliun," kata Robi Cahyadi kepada masyarakat Buantan II . Robi juga meyakinkan masyarakat, bahwa komunikasi dengan PAS jika nanti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Siak tidak akan sulit. Kedua putra terbaik Siak yang lahir, besar dan bekerja di Siak ini pastinya akan berbuat lebih baik untuk Kabupaten Siak ini. "Kita sama-sama tahu bahwa pak Syamsuar sudah berbuat untuk kampung kita ini, baik saat menjabat sebagai Bupati Siak maupun Gubernur Riau. Sekarang Calon Bupati nomor 3  ini juga diharapkan beliau dapat meneruskan programnya di Siak. Artinya sinergi ke Provinsi dan pusat nantinya untuk kemajuan pembangunan Siak akan terwujud," sebut Robi Cahyadi lagi yang disambut Yel-yel PAS Menang, Menang, Menang. Robi juga menepis isu miring terkait tidak adanya pembangunan masa kepemimpinan Syamsuar di Siak dan saat memimpin Riau. "Buktinya saja sudah kita lihat sekarang, perbaikan jalan dari Koto Gasib ke Tualang itu anggarannya dari Provinsi. Jadi, mari ramai-ramai ajak saudara kita, tetangga untuk datang ke TPS pada tanggal 9 Desember dan coblos nomor 3," kata Robi menegaskan.  Dalam kampanye yang dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Riau, Drs H Syamsuar itu, Calon Bupati Siak nomor urut 3, Said Arif Fadilah didampingi calon wakil bupati Siak, Sujarwo menyampaikan 8 program unggulannya untuk Kabupaten Siak lebih baik. Selain itu, Arif juga menyampaikan selama 32 tahun mengabdikan diri di Kabupaten Siak sebagai ASN. Meski masih ada masa jabatannya 1 tahun lagi sebagai ASN, Arif Fadilah pilih mengundurkan diri dengan tujuan ingin membangun Siak lebih baik lagi jika masyarakat memberinya amanah tersebut. "Apalagi, saya akan dibantu oleh wakil Bupati Sujarwo yang merupakan wakil rakyat Siak dua periode. Di periode kedua ini dia pilih mundur untuk tujuan yang sama dengan saya. Artinya kami ingin Siak ini kedepannya lebih baik. Kami ingin Siak menjadi Kabupaten terbaik se Riau dalam segala bidang," kata Arif Fadilah. Ditambahkan Sujarwo, calon wakil Bupati Siak nomor urut 3 ini, visi misi yang sudah disusunnya bersama Cabup Arif Fadilah itu terkait kepentingan rakyat. Sebab, basicnya di DPRD Siak selama ini selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat. "Tiga partai koalisi yang mendukung kita juga partai tertinggi di pusat. Ini juga akan membantu kita menjemput dana pusat untuk membangun Kabupaten Siak. Ditambahlagi sinergitas kita dengan orang nomor 1 Riau yang merupakan Ketua DPD Golkar Riau," kata Sujarwo dengan lugas. Dalam program pendidikan, kata Sujarwo, anak Siak harus sarjana semua dan siap menghadapai dunia kerja. Untuk itu ada beasiswa miskin dan beasiswa prestasi untuk anak-anak Siak. "Kita akan buat perda naker lokal nanti, agar anak-anak Siak dimudahkan dalam mencari pekerjaan. Selain itu juga ada program peningkatan ekonomi seperti bantuan modal untuk Pelaku UMKM di Kabupaten Siak," kata Sujarwo. Dari kampanye dialogis yang sudah berjalan di 131 desa dan kelurahan di Kabupaten Siak, Sujarwo juga menyampaikan bahwa potensi pariwisata Siak sangat menjanjikan.

Syamsuar Akan Rampungkan Jalan dan Puskesmas di Siak
23 November 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau H Syamsuar mengaku tetap komitmen memperhatikan pembangunan di Siak, dibuktikan pada tahun 2019 perbaikan jalan Provinsi yang ada di Siak sudah mulai dilakukan, sayang tahun ini rencana pembangunan tidak bisa terealisasi, namun ia berjanji tahun 2021 jalan dan Pembangunan Puskesmas yang mangkrak akan dirampungkan."Perbaikan jalan Provinsi yang ada di Siak tahun lalu sudah dilakukan, tahun ini memang ada kendala di lapangan, tahun depan kita selesaikan," kata Ketua DPD I Golkar Riau, Drs H Syamsuar Msi, Senin (23/11/2020) pagi.Seperti ruas jalan dari simpang Km 11 Buatan Kecamatan Gasib ke arah Perawang, kondisi jalan yang dulunya rusak parah kini sudah diperbaiki."Banyak ruas jalan Provinsi yang ada di Siak, dari teluk Masjid ke arah Sungai Pakning, simpang Pusako ke arah Teluk Masjid, Pusako ke KM 11 Buatan. Dari simpang Km 11 Buatan ke arah Sipang Gondrong Perawang," ujar Syamsuar.Tidak hanya bicara pembangunan jalan, Syamsuar juga menyebutkan beberapa pembangunan Gedung Puskesmas yang mangkrak, ia berjanji tahun 2021 gedung yang telah menelan banyak anggaran itu akan dirampungkan."Seperti puskesmas pembangunan Sabak Auh yang mangkrak, sebelum dimulai akan diaudit dahulu. Pertama untuk memastikan apakah bangunan itu masih kokoh, layak diselesaikan. Kedua, untuk memastikan berapa persentase pekerjaan yang sudah dilakukan. Tahun depan kita selesaikan," janji Syamsuar.Meski tahun ini bantuan fisik dari Pemerintah Provinsi tidak bisa terealisasi di Siak, namun Syamsuar menegaskan bahwa bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Riau ke Siak tetap terealisasi. "Tahun ini bantuan keuangan tetap jalan, untuk bantuan keuangan realisasi kegiatannya tentu dilakukan pemerintah Kabupaten," tegas Syamsuar.Syamsuar menjelaskan bantuan yang mungkin tidak terlihat kasat mata, seperti honorer guru bantu."Seperti SD dan SMP yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, perlu diketahui ada honor guru bantu dari Provinsi," ujar Syamsuar.

Pilkada 2020, Syamsuar Optimis Pasangan Arif-Jarwo Menang di Siak
23 November 2020 SIAK, Petah.id - Ketua DPD I Partai Golkar yakin pasangan Arif Fadilah dan Sujarwo bisa memenangkan kontestasi Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.Menurut Gubernur Riau itu, saat ini masyarakat Kabupaten Siak menginginkan gebrakan dari seorang pemimpin."Pemimpin itu perlu kecepatan, kesigapan, kesiapan dalam mengambil momen. Dan pemimpin itu tak boleh ragu-ragu dan lamban, sehingga program pemerintah jadi  ikut lamban atau bisa jadi stagnan," jelas Ketua DPD I Golkar Riau Drs H Syamsuar, Senin (23/11/2020) pagi.Ditambah lagi dalam situasi pandemi Covid-19, pemimpin harus bisa gerak cepat, tegas dan peka, agar bisa menghadapi situasi saat ini."Tentunya juga bisa meyakinkan masyarakat agar tetap sehat dan juga melakukan pemulihan ekonomi secara berkala. Hal ini tentunya diperlukan kecerdasan pemimpin," tambah mantan Bupati Siak dua periode itu.Syamsuar meyakini masyarakat Kabupaten Siak saat ini semuanya sudah cerdik. Menurut Syamsuar, masyarakat sudah tahu mana pemimpin yang harus dipilih dalam Pilkada serentak ini."Tegas dan sigap sudah ada dalam diri Arif, dan saya yakin masyarakat saat ini sudah cerdik untuk menentukan pilihan," jelasnya.Menjadi seorang pemimpin, lanjut Syamsuar, harus bisa melihat momen yang dihadapi."Jadi pemimpin itu ada waktunya jadi baik dan waktunya tegas. Jangan malah  ragu-ragu jadi pemimpin," pungkasnya.

Sujarwo Dekat dengan Masyarakat dan Rendah Hati
10 November 2020 SIAK, Petah.id - Siapa yang tidak kenal Sujarwo, calon Wakil Bupati Siak yang kini jadi perbincangan banyak orang karena karismanya yang memukau.Sujarwo bukan hanya rendah hati, tapi dia dekat dan selalu di hati  masyarakat. Kedekatannya itu bukan secara tiba-tiba karena masa Pilkada, tapi hal itu sudah berlangsung sangat lama, dan sudah menjadi karakternya menyatu dengan sendi-sendi kehidupan.Demikian dikatakan Sulastri (41). Sulastri menilai Jarwo bukan tipe orang yang dekat dengan masyarakat karena ada maunya atau dengan kata lain ingin dipilih, tapi sejak dulu ia memang memiliki kepribadian merangkul dan ramah kepada siapapun."Ia dekat dengan masyarakat bukan sekarang-sekarang ini saja, tapi memang sejak dulu. Meskipun dia menjadi anggota DPRD Siak, ia tetap biasa saja dengan masyarakat dan tak ada jarak," puji Sulastri untuk Sujarwo.Lebih jauh dikatakannya, jika ada kemalangan atau kegiatan apapun termasuk pernikahan, Sujarwo tak sungkan membantu tanpa diminta. "Jujur saya katakan, Mas Jarwo itu memang murah hati, suka menolong sesama tanpa harus diminta," tambah Lastri.Hal senada juga dikatakan Marliana (39), menurut ibu rumah tangga ini, di tengah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Siak lainnya menunjukkan seolah-olah dekat dengan masyarakat, berbeda dengan Sujarwo, dia sudah menunjukkan sifat baik hati itu jauh sebelum pilkada ini dimulai." Kang Jarwo orangnya memang baik di tengah yang lain pura-pura baik karena mau pemilihan Bupati," jelas Mardiana yang kagum dengan karakter Sujarwo.Eluan Marliana tak berhenti di situ, ia terus membeberkan kedekatan Sujarwo dengan masyarakat, dia mencontohkan Sujarwo tak segan membantuny dan keluarganya  jika terjadi sesuatu."Tak bisa saya katakan lagi kebaikan Kang Jarwo, mau jadi pejabat atau tidak dia memang tak ada jarak dengan kami. Semoga Allah ridhoi perjuangan Kang Jarwo sekarang dan terpilih sebagai Wakil Bupati siak ke depan," kata Marliana.Untuk diketahui, Sujarwo ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 di kabupaten berpasangan dengan Said Arif Fadillah dengan nomor urut 3. Dikenal dengan sebutan Pasangan Arif Jarwo (PAS) dan membawa tagline Siak Lebih Baik.

Tokoh Masyarakat dan Milinial Tambak Rejo Ikrar Menangkan Arif-Sujarwo
09 November 2020 SIAK, Petah.id - Tokoh masyarakat Tambak Rejo H. Damiri berikrar untuk memenangkan pasangan Arif-Sujarwo dalam perebutan Kepala Daerah Kabupaten Siak. Ia bangga anak Tambak Rejo berani maju untuk membangun Siak lebih baik, sebagai orang tua ia tulus berjuang memenangkan Putra Tambak Rejo.Hal itu ditegaskan oleh H. Damiri pada kampanye dialogis yang berlangsung di kediaman Paryanto, Dusun Tambak Rejo Kecamatan Mempura, Minggu (8/11/20). Kampanye dihadiri oleh Calon Wakil Bupati Siak nomor urut 3 Sujarwo, didampingi tim partai koalisi Sutarno, tokoh masyarakat Mempura H. Rusli serta pemuda dan masyarakat setempat."Kami masyarakat Tambak Rejo menyatukan tekat, bulat menjatuhkan pilihan kepada Sujarwo. Dia putra kelahiran Tambak Rejo, wajib kita dukung," tegas H. Damiri.Sebagai orang tua, H. Damiri mengaku bangga dengan prestasi dan hasil perjuangan Sujarwo selama menjadi Anggota DPRD Siak, menyambut aspirasi masyarakat hasilnya juga terlihat. Impian Sujarwo menjadikan Mempura sebagai kota kembar tentu harus didukung oleh masyarakat Mempura, khususnya warga Tambak Rejo.Pada moment itu, Sujarwo mengaku terharu dengan semangat yang ditunjukkan masyarakat Tambak Rejo dalam mendukung PAS. Ungkapan terimakasih disampaikan, dengan harapan niat baik dan impian masyarakat dapat sama-sama diwujudkan.Sebagaimana biasa, pada kampanye itu Sujarwo menyampaikan visi dan misinya bersama Said Arif Fadillah maju di Pilkada Siak, dengan harapan baru membawa Siak lebih baik.Sujarwo menyampaikan beberapa program yang akan diwujudkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, terutama mendongkrak dan membina UMKM. Peluang usaha itu bisa diambil oleh pemuda, atau yang akrab disebut kaum milenial. Begitu juga dengan kaum ibu, berpeluang besar untuk memiliki home industri atau usaha di rumah."Dengan home industri, kita bisa memberdayakan tetangga untuk sama-sama bekerja, ini bisa jadi sumber pendapatan tambahan," kata Sujarwo.Selain itu, Sujarwo juga menyampaikan visinya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik itu dibidang pendidikan, kesehatan serta membangun sektor pertanian.

Jawa Ngapak Deklarasi Dukung Arif dan Sujarwo
02 November 2020 SIAK, Petah.id - Masa Kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kabutapen Siak masih berjalan. Sementara itu dukungan untuk pasangan Arif Fadhilah - Sujarwo (PAS) terus mengalir. Salah satunya dari Forum Komunikasi Masyarakat Ngapak (Kompak) Kabupaten Siak, yang mendaklarasikan dukungannya untuk pasangan nomor urut 03 tersebut, Jumat (30/10/20) di Kerinci Kanan. "Kita masyarakat Ngapak mendukung dan juga berupaya maksimal untuk memenangkan pasangan Arif Fadhilah - Sujarwo di pilkada 2020 ini," tegas Ketua Kompak Kab Siak, Sumariyo di acara Kampanye Dialogis saat itu.Anggota DPRD Siak dari Golkar tersebut mengatakan bahwa optimis pasangan yang didukung Partai Golkar, Gerindra dan PDIP itu akan memenangkan Pilkada Siak 9 Desember mendatang. "Selain tawaran visi misi pasangan ini, semangat baru dalam membangun Siak ke depan, menjadi alasan kuat bagi Kompak untuk mendukung Arif-Sujarwo," ujarnya.Disisi lain, Kompak juga melihat efek sinergitas pemerintahan dan program-program pembangunan daerah ke depannya antara Pemkab, Pemprov dan Pemerintah pusat yang akan didapatkan masyarakat Siak tentu semakin menguatkan tekad masyarakat Ngapak memenangkan PAS.Terkait dukungan yang diberikan Kompak tersebut, Ketua Tim Relawan PAS, Marsa Hendra mengungkapkan termakasihnya. "Dukungan untuk PAS memang terus berdatangan dari berbagai perkumpulan dan paguyuban masyarakat. Hari ini masyarakat Ngapak juga menegaskannya dalam deklarasi dukungan untuk PAS," ujarnya.Dengan semakin meluasnya dukungan, tentu menambah semangat dan energi baru bagi tim, untuk semakin bekerja keras dan optimis untuk menang di Pilkada Siak 2020 ini."Kita juga membuka lebar kepada seluruh elemen organisasi kemasyarakat, paguyuban dan lainnya yang ingin memberikan dukungan untuk PAS, bisa menghubungi kita dalam rangka dekalarasinya," tandas Marsa Hendra.Calon Wakil Bupati 03, Sujarwo juga mengaku senang atas dukungan warga Ngapak Kabupaten Siak untuk dirinya sebagai pasangan calon Bupati Arif Fadhilah."Terimakasih kepada warga Ngapak atas dukungannya untuk kami. Dan terus meluaskan dukungan untuk PAS, ajak seluruh warga mendukung kami di 9 Desember mendatang, dengan memastikan diri hadir ke TPS," pungkas Sujarwo.

Arif-Sujarwo Pasangan Ideal, Saatnya Putra Terbaik Siak Memimpin
22 Oktober 2020 SIAK, Petah.id -Said Arif Fadilah adalah pemimpin bijaksana yang mendapat anugerah. Nama itu sangat cocok disandang dan menjadi doa.Demikian dikatakan tokoh Sungai Apit H Arifin, dalam kampanye dialogis di kediaman Suyat, Desa Kampung Dalam 1/2, Kecamatan Sungai Apit pada Rabu (21/10) petang."Arif adalah putra Siak, lahir di Siak, lama tinggal di Sungai Apit, kala itu, ibunya mengajar di SD 01. Arif dan Sujarwo pasangan ideal. Keduanya Putra Siak meski berbeda suku. Mari sama-sama mendukung keduanya, semoga keduanya menjadi bupati dan wakil bupati kita,” ungkap Arifin bersemangat.Sementara mantan penghulu bernama Prapto menambahkan, pasangan ideal, satu birokrat dan satunya orang politik. Sudah hampir 20 tahun, baru sekarang lahir pemimpin ideal.“Arif dan Sujarwo saatnya memimpin Siak. Mari kita jadikan keduanya Bupati dan Wakil Bupati kita untuk kebaikan dan kemajuan kita ke depan sebab kita inginkan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungka Propto.Arif mengaku dirinya bagian dari masyarakat Sungai Apit, sebab ibunya guru di Sungai Apit, dia ditinggal pergi selama-lamanya oleh ayahnya saat berusia 10 tahun juga saat masih tinggal di Sungai Apit.“Saya punya sejarah di Sungai Apit. Saya tidak akan pernah melupakan Sungai Apit. Saya akan berikan yang terbaik untuk Sungai Apit,” ungkap Said Arif Fadilah.Banyak yang harus dibenahi, mulai dari pendidikan, infrastruktur, ekonomi, pariwisata dan budaya dan terutama tentunya adalah kemajuan di bidang keagamaan.Tanjung Buton nantinya akan menjadi ikon Sungai Apit. Tanjung Buton akan menjadi wilayah yang dilirik banyak pihak dan banyak investor berusaha di sana.“Mari sama-sama berjuang, menjadikan Siak ini menjadi lebih baik lagi. Karena kita semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkap Arif.

Berikan Ketulusan dan Kesungguhan, Arif Tak Ingin Tebar Janji
22 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Berada di kediaman Atan di Kelurahan Rintis, Kecamatan Sungai Apit, ada euforia saat menyambut kedatangan Said Arif Fadilah. Warga sudah berkumpul dan satu per satu memasuki kediaman Atan. Meski listrik padam, namun semangat warga untuk mendengarkan kampanye Arif tak luntur. Bahkan sejumlah ibu membawa anak-anaknya dalam kampanye itu. Semua disiplin protokol kesehatan (prokes), mengenakan masker dan menjaga jarak.Tokoh masyarakat setempat dan orang yang dituakan Bukhari, mengajak masyarakat melihat latar belakang Said Arif Fadilah yang pernah tinggal di Sungai Apit. “Saat ini Arif Fadilah tinggal memikirkan kesejahteraan kita dan anak cucu kita ke depan. Sebab dia telah menyelesaikan tugasnya sebagai ayah,” ungkap Bukhari.Baca juga : arif sujarwo pasangan ideal saatnya putra terbaik siak memimpinDisebutkan Bukhari, Arif menginginkan yang terbaik, tentu harus didukung, bentuk dukungannya adalah dengan memilihnya saat di bilik suara pada 9 Desember mendatang. “Kita jadikan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak Arif- Sujarwo ini, karena keduanya masa depan kita, pemimpin ideal, lahir dari perbedaan dan keduanya putra Siak,” ungkap Bukhari.Menjawab Bukhari, Said Arif Fadilah mengaku terharu. Arif sangat ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sungai Apit karena dia memiliki sejarah di Sungai Apit. “Kita harus sama-sama berjuang, jika ingin ke depan kita lebih baik lagi, dan berubah dari kondisi hari ini,” ungkap Arif.Arif yakin, warga di sini tahu mana yang terbaik dan memperjuangkan Siak lebih baik lagi. “Saya tidak suka janji manis dan berbicara muluk-muluk. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik sebagaimana harapan kita bersama. Marilah kita menuju perubahan. Ingat dan coblos nomor 3 saat berada di bilik suara pada 9 Desember mendatang,” ucap Arif mengingatkan dan penuh semangat.

Aliansi Anak Trans Kabupaten Siak Dukung PAS
21 Oktober 2020 SIAK, Petah.id  - Aliansi Putra dan Putri Transmigrasi Kabupaten Siak menyatakan sikap mendukung penuh pasangan Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, mereka percaya pasangan nomor urut 3 ini mampu mewujudkan kesejahteraan petani, mampu membangun infrastruktur untuk meningkatkan hasil pertanian.Ketua Aliansi Putra dan Putri Transmigrasi Kabupaten Siak Marianto menyampaikan, aliansi ini terbentuk dari semangat anak transmigrasi, yang mendukung pasangan calon yang memiliki sejarah dari keluarga transmigrasi."Saat ini penghasilan yang ada di Bungaraya Alhamdulillah dibilang cukup, kami ingin yang lebih baik. Kami ingin di Kabupaten Siak punya lumbung padi, punya BUMD yang mampu menampung hasil pertanian, kita ketahui Bungaraya merupakan daerah lumbung pangan. Kita ingin padi hasil panen bisa dikelola BUMD, sehingga harganya mahal, petani sejahtera," kata Marianto.Dijelaskannya, saat ini hasil panen banyak diborong oleh pengumpul dan dikirim ke luar Riau, harga padi jatuh di musim panen.Selain itu, Marianto juga menyinggung kondisi jalan di wilayah Bungaraya, kondisinya saat ini berlubang dan bergelombang. Jalan poros yang merupakan infrastruktur penting bagi masyarakat untuk bisa nyaman dan cepat melakukan aktivitas.Senada disampaikan oleh Ketua Relawan Pasangan Arif-Sujarwo (PAS) Kecamatan Bungaraya Nurhadi. "Informasi yang disampaikan jalan mulus, kenyataan kita rasakan jalan berlubang, hancur," kata Nurhadi.Sementara Sujarwo dalam kampanye itu menyambut baik aspirasi yang disampaikan Aliansi Putra dan Putri Transmigrasi Kabupaten Siak, impian memiliki BUMD untuk kemandirian pangan harus diwujudkan. Bagaimana bisa mengolah hasil penen masyarakat bisa menjadi beras unggulan, sehingga Siak memiliki produk yang menjual dan menjadi kebanggaan.Dengan BUMD itu juga akan meningkatkan nilai jual hasil panen padi, dapat mengendalikan harga gabah terutama di musim panen."Di bidang pertanian, kami ingin meningkatkan infrastruktur pendukung, penyempurnaan irigasi, jalan, alat-alat pertanian serta bantuan bibit dan pupuk," kata Sujarwo.Bungaraya merupakan lumbung pangan, Sujarwo akan mengupayakan program untuk mendongkrak hasil pertanian, serta kesejahteraan petani. "Luas lahan pertanian kita masih kurang untuk menjadikan Siak sebagai lumbung pangan, untuk itu perlu didorong untuk perluasan lahan pertanian, upaya yang bisa dilakukan di Bungaraya, jika ada lahan sawit yang usianya sudah tua, tidak produktif, bisa kita tumbang dan alihkan ke tanaman padi," kata Sujarwo.

Relawan Muda SAJO Yakin Pasangan PAS Menang di Pilkada Siak
19 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Kaum milenial yang tergabung dalam relawan muda Said Arif Fadillah dan Sujarwo (SAJO) optimis jagoannya di Pilkada Siak, yakni calon nomor 3 meraup suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah Siak yang pestanya akan berlangsung pada 9 Desember 2020 ini. SAJO yakin pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo (PAS) berhasil merebut tampuk kepemimpinan Siak periode 2021-2026 mendatang.   Demikian disampaikan Ketua Relawan SAJO Julisman, Senin (19/10/20) di Siak. Menurutnya, PAS sangat ideal, perpaduan antara birokrat senior dengan politisi muda yang energik. Yakni Said Arif Fadillah yang pernah mengabdi selama 32 tahun di negri 'istana'. Merintis karirnya mulai Pamong Praja, Camat Tualang, Camat Minas, hingga di akhir masa pensiunnya Said Arif Fadillah mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Perhubungan Siak.   "Pak Arif Sudah berpengalaman 32 tahun di pemerintahan, bergandengan Sujarwo anggota DPRD dua periode. Selain dipercaya sebagai wakil rakyat, Sujarwo juga dipercaya sebagai ketua dan pembina ormas muda, ada 24 ormas binaan beliau," kata Julisman.   Sujarwo merupakan perwakilan putra transmigrasi di Kabupaten Siak, perwakilan orang kita jawa yg merupakan suara DPT terbesar di Kabupaten Siak  "Tak mungkin wong jowo ora pilih sedulure Dewe (Tidak mungkin orang jawa tidak memilih saudaranya sendiri)," imbuh Julisman.   "Tak sampai disitu saja Dukungan penuh orang nomor 1 d provinsi Riau bapak Drs.H. Syamsuar,M.Si juga merupakan salah satu faktor utama kita PAS pasti menang. Sebab masa kepemimpinan Pak Syamsuar 2 priode telah membuktika pembanguna di Siak mulai bertahap merata masuk ke kampung-kampung, baik jalan kampung, PLN sudah 100% masuk kampung se-Kabupaten Siak, loyalitas Bliau saat menjadi bupati sudah tidak diragukan lagi, tidak lah mungkin masyarakat akan melupakan jasa beliau," imbuh Julisman.   Atas dasar keyakinan itu, Relawan Muda SAJO yang sudah terbntuk di 14 kecamtan, seluruh kampung dan kelurahan akan berupaya semaksimal mungkin untuk door to door melakukan sosialisasi, memperkenalkan program PAS dan mengajak pemilih memiliha PAS no 3 untuk menang.

Syamsuar All Out Turun di Pilkada Siak, Arif-Sujarwo Janji Siap Kerja Cepat
19 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Ketua DPD I Golkar Riau H Syamsuar, M.Si menunjukkan sikapnya all out memenangkan Pasangan Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, ia turun blusukan ke beberapa kecamatan, merangkul basis yang pernah dibangun dan dibesarkan selama kepemimpinannya dua periode di Siak. Menyakinkan masyarakat bahwa pasangan nomor urut 3 adalah jagoannya, adalah anak Siak yang memiliki tekat dan kesungguhan untuk mengabdi membangun daerah.Minggu (18/10/20) Syamsuar bersama mantan Gubernur Riau Wan Abubakar turun menjadi juru kampanye dialogis yang digelar di Kampung Berumbung Baru Kecamatan Dayun, Kampung Keranji Guguh Kecamatan Koto Gasib dan Kampung Sialang Baru Kecamatan Lubuk Dalam. Dalam orasinya ia menegaskan alasannya mengusung Said Arif Fadillah dan Sujarwo, ia memiliki impian penyempurnaan pembangunan di Siak, Siak membutuhkan pemimpin yang cerdas, siap bekerja keras dan kerja cepat."Membangun daerah tidak cukup dengan pemimpin yang cerdas saja, sebelum saya memilih Said Arif Fadillah dan Sujarwo, keduanya saya panggil, saya tau dia cerdas, lalu saya tanya apakah siap kerja cepat. Karena masyarakat butuh pelayanan yang cepat. Arif dan Sujarwo siap untuk kerja cepat," tegas Syamsuar pada forum kampanye dialogis di Kampung Keranji Guguh.Menurut Syamsuar, kemajuan daerah akan dicapai jika pemimpinnya siap penuh waktu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemimpin harus cepat hadir saat datang masalah ditengah masyarakat, sehingga masyarakat terayomi, daerah damai, pembangunan bisa berjalan lancar."Intinya kalau sudah jadi pemimpin, apapun kebutuhan masyarakat harus dibantu. Kalau memang penting, mendesak, masyarakat butuh tandatangan di mobil harus bisa," pesan Syamsuar.Syamsuar yakin bahwa putra Siak yang dipilih untuk merampungkan misi pembangunannya di Siak siap dan komit dengan janji kerja cepat. Syamsuar menceritakan sejarah perjuangannya menghadirkan penerangan, yang mana awal kepemimpinannya di Siak tahun 2011, PLN belum masuk ke pelosok kecamatan, termasuk Kecamatan Dayun, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan dan Koto Gasib. Begitu juga di Sungai Mandau, Sabak Auh, Pusako. Membuktikan janji yang telah diikrarkan kepada masyarakat, sejak dilantik ia berusaha menerobos sampai ke pemerintah pusat, sehingga ditahun 2017, wilayah administrasi Kabupaten Siak 100 persen teraliri listrik, dan daerah terpencil yang tidak terjangkau mendapat bantuan penerangan dengan listrik tenaga Surya.Selain itu, program membangun jalan merangkai desa juga sudah diwujudkan, namun belum semua jalan bisa teraspal, keterbatasan anggaran menjadi pengganjal impian itu bisa sempurna. "Jalan desa juga sudah masuk, namun karena uang daerah tidak cukup, jadi belum selesai. Untuk itu saya titipkan kepada Said Arif Fadillah dan Sujarwo untuk menyempurnakan pembangunan jalan desa, ini harus jadi periritas," pesan Syamsuar.Pada momen itu, Said Arif Fadillah dan Sujarwo menyampaikan niat tulusnya maju di Pilkada Siak, sebagai putra Siak maju bertarung di Pilkada 2020 ini merupakan panggilan hati untuk berbuat, berjuang untuk menjadikan Kabupaten Siak yang unggul, agamis dan berbudaya. "Kami sudah sepakat, bagaimana kita kompak untuk mengayomi masyarakat Kabupaten Siak," kata Arif dan Sujarwo.Sepakat ingin bersinergi dengan Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat. Karena membangun Siak tidak cukup dengan mengandalkan APBD Siak yang saat ini angkanya hanya berkisar Rp. 2,2 Triliun. Untuk itu dibutuhkan uluran tangan dari APBD Provinsi Riau dan APBN, dengan program pembangunan dari pemerintah Provinsi Riau yang digulirkan ke Kabupaten serta program dari Kementerian."Seperti program di sektor pertanian, yang bisa kita ambil dari program pemerintah pusat," jelasnya.Sujarwo memaparkan program pembangunan yang dituangkan dalam visi dan misi, penyempurnaan pelayanan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, serta menciptakan peluang kerja dengan membangkitkan semangat masyarakat dengan program UMKM.

Karena Sedulur, Pasangan Arif-Jarwo Dapat Dukungan Penuh dari IKJR
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sekretaris dan Bendahara Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Cahyo dan Bowo turut hadir  dalam kampanye dialogis pasangan calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Minggu (18/10/20). Mereka (Cahyo dan Bowo) juga ikut blusukan di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Dayun, Koto Gasib dan Lubuk Dalam. Kehadiran mereka sebagai bentuk support dan dukungan untuk memenangkan kandidat yang memiliki darah keturunan dari tanah Jawa.Dikatakan Cahyo, dirinya mengaku bangga dengan sosok Sujarwo, tokoh muda yang memiliki kemampuan dan keberanian bertarung, berani berbuat yang terbaik untuk masyarakat.Meskipun Sujarwo merupakan anak kelahiran Siak, namun darah keturunan Jawa menjadi pertimbangan bagi IKJR dalam mengambil sikap dalam mendukung jagoan yang akan dimenangkan pada Pilkada Siak yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember nanti."Iya benar, kami mendukung Sujarwo. Pertama dia keturunan Jawa, meski dia lahir di Siak, tapi keturunan Jawa. Selain alasan kedekatan itu, kami juga melihat Sujarwo memiliki kapasitas yang mumpuni, hal itu dibuktikan dengan keberhasilannya memperjuangkan hak masyarakat selama dua periode menjadi Anggota DPRD Siak," kata Cahyo didampingi Bowo.Melihat kapasitas, keberanian dan peluang menang yang dimiliki Sujarwo, Cahyo percaya tokoh muda yang didukung mampu membangun Siak menjadi lebih baik. "Kami percaya, ditangan pak Arif dan mas Jarwo Kabupaten Siak ke-depan akan lebih maju," tegas Cahyo.Atas pertimbangan itu, Cahyo mengajak sedulur yang ada di Siak untuk mendukung dan memilih Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo nomor 3. Dengan bisik-bisik ke sedulur yang ada di Siak, ia meyakinkan masyarakat untuk menjatuhkan pilihan ke Arif-Sujarwo. "Kepada pengurus dan sedulur yang ada di Siak, kita menyambung omongan, kita dukung Sujarwo," tutupnya.Hadir sebagai juru kampanye di tiga titik ini Ketua DPD I Golkar Riau H Syamsuar, M.Si yang juga menjabat Gubernur Riau, mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, serta partai koalisi.

Syamsuar : Memilih Arif-Jarwo Keputusan yang Benar
18 Oktober 2020 SIAK, Petah id - Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau Drs H Syamsuar mangajak masyarakat Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak untuk memilih pasangan Said Arif Fadilah - Sujarwo dengan nomor urut 3 (tiga), Minggu (18/10/2020)."Saya meyakini bahwa masyarakat tidak akan menyesal memilih pasangan Arif-Jarwo dan itu merupakan keputusan yang ini benar," Kata Syamsuar di rumah kediaman Pak Sugeng.Dijelaskannya, dirinya sudah sangat mengenal sosok Arif Fadilah sejak berdirinya Kabupaten Siak. Semasa Syamsuar sebagai Sekretaris Camat Siak Arif merupakan Kasi Polisi Pamong Praja." Arif itu tipe pemimpin yang tau keinginan masyarakat dan sewaktu menjadi camat pembantu di Tualang dan jadi camat Minas ia sudah permudah semua urusan masyarakat," kata Syamsuar.Sementara itu, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo dalam kampanye dialogisnya mengatakan jika diberi amanah oleh masyarakat Kampung Keranji Guguh untuk memimpin Kabupaten Siak ia akan meneruskan program Syamsuar yang membangun jalan poros antar  kampung."Akses jalan yang baik antar kampung akan mempermudah masyarakat dalam mengeluarkan hasil ekonomi sehingga perekonomian masyarakat terus terjaga,apalagi di tengah pandemi covid 19," Kata mantan Anggota DPRD Siak dua periode itu.Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Riau Wan Abu Bakar, perlu sinergisitas antara daerah, Provinsi hingga kepusat agar cita-cita pembangunan yang merata itu dapat diwujudkan."Kalau Arif-Jarwo terpilih tentu ini akan mempermudah pembangunan di Siak sebab akan dibantu oleh pihak provinsi, apalagi Partai pengusungnya juga kuat di Pusat," kata mantan Gubernur Riau itu.

Robi Cahyadi : Kemenangan PAS di Depan Mata
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Antusiasme luar biasa datang dari masyarakat Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib dalam menyambut pasangan Arif-Jarwo saat akan melakukan kampanye dialogis.Ketua Tim Pemenangan Kecamatan Koto Gasib Robi Cahyadi dengan berapi-api mengajak masyarakat terus mensosialisasikan pasangan Arif-Jarwo hingga memilih paslon nomor urut 3 pada 9 Desember 2020 mendatang."Jangan lupa tanggal 9 Desember 2020 coblos Arif-Jarwo pasangan dengan nomor urut 3 untuk Kabupaten Siak lebih baik lagi. Kemenangan sudah di depan mata. Semangat baru Siak, Pas Pas Pas menang," kata Anggota DPRD Siak Fraksi Gerindra Robi Cahyadi saat mengkampanyekan Pasangan Arif-Jarwo.Ditambahkannya, dengan diusung Partai Golkar dan diperkuat oleh Partai Gerindra dan PDIP ia meyakinkan masyarakat bahwa Arif-Jarwo merupakan pasangan yang serasi dan ideal."Pasangan menang dan yang akan memimpin Siak kedepannya ini," Kata Robi.Kampanye dialogis itu tampak dihadiri oleh tokoh masyarakat Riau, Drs H Syamsuar, Wan Abu Bakar, Calon Bupati Siak Said Arif Fadilah, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo, Pengurus IKJR Provinsi Riau dan puluhan masyarakat Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib

Sujarwo : Amanah Masyarakat Kami Emban dengan Segenap Hati
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Disambut hangat masyarakat pasangan Arif-Sujarwo melaksanakan kampanye dialogis di Kampung Barumbung Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.Dalam kampanyenya, Calon Bupati Siak Said Arif Fadilah berkomitmen untuk menjadikan wilayah replanting akan disupport untuk melakukan tanaman tumpang sari."Masyarakat harus didorong untuk tetap melakukan peningkatan ekonomi di tengah replanting sawit, ditambah lagi di tengah pandemi covid 19 saat ini, tentu masyarakat harus didorong terkait persoalan ekonomi," terang Said Arif Fadilah,  Minggu (18/10/2020).Hal senada dikatakan Calon Wakil Bupati Siak nomor urut 3 Sujarwo, Ia akan meneruskan program Bupati dua periode Drs H Syamsuar selama memimpin Siak." Mendorong pendidikan berkualitas dan beasiswa untuk yang berprestasi dan yang kurang mampu dan juga melakukan peningkatan UMKM, pembinaan keterampilan untuk menuju ekonomi yang mandiri," kata mantan Anggota DPRD Siak dua periode itu.Sementara itu, niat mulia pasangan Arif Fadilah - Sujarwo disambut baik oleh ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai Gubernur Riau saat ini.Dikatakan Syamsuar, sebagian besar masyarakat di Kecamatan Dayun adalah penghasil dari kebun kelapa sawit dan itu menjadi sumber mata pencaharian dalam pemenuhan ekonomi masyarakat.Syamsuar menyarakan kepada masyarakat saat dirinya melihat ada kelapa sawit saat ini sedang ditumbang (replanting) dan masyarakat harus melakukan cara lain untuk tetap bertahan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi sehari-hari."Saat replnating ini bagus juga dilakukan penanaman secara tumpang sari di celah-celah sawit. Kami dari Provinsi juga sudah menawarkan melalui koperasi, agar pada masa replanting saat ini masyarakat didorong untuk menanam tanaman tumpang sari seperti jagung, untuk persoalan bibit akan disiapkan yang penting  masyarakat mau nanam," kata Syamsuar saat mendampingi kampanye dialogis pasangan Arif-Sujarwo.Dihadapan masyarakat, Syamsuar juga menjelaskan sosok Arif Fadilah. Menurutnya sebagai putra daerah asli Siak, Arif tentu memahami persoalan daerahnya sendiri."Arif lama kali bertugas dikecamatan Siak, dan dia memang orang siakda. Arif sangat mengerti situasi di daerah ini," jelas Syamsuar.Masih kata Syamsuar, dukungannya kepada pasangan Arif-Sujarwo merupakan bentuk sinergisitas yang akan dibangun kedepannya dalam mewujudkan Siak lebih baik."Perlu bersinergi antara Pemkab Siak kedepan dengan Pemerintah Provinsi bahkan pusat agar cita-cita pembangunan yang diharapkan akan terwujud," tambahnya."Mumpung saya  jadi Gubernur, ayo sama sama kita wujudkan sinergisitas untuk mewujudkan Siak Lebih Baik lagi," pungkasnya.

Mimpi Said Arif Fadillah untuk Perawang di Bawah Kepemimpinannya
18 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Seorang pemimpin harus memiliki mimpi besar untuk membangun daerah, beranjak dari situ rencana pembangunan disusun dan diwujudkan. Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah menjawab permintaan pemuda dan masyarakat Perawang, bagaimana bisa memfasilitasi pemuda dan anak-anak agar bisa berekspresi dan menikmati keindahan kampungnya sendiri."Impian saya, ingin membangun tempat rekreasi di Perawang, termasuk sarana bermain bagi anak-anak. Jadi ada tempat untuk melepas lelah, membawa anak dan keluarga bermain di sini," ujar Said Arif Fadillah, Sabtu (17/10/20) pada kampanye dialogis di Km 9 Perawang.Kampanye Paslon Bupati Siak nomor 3 ini didampingi Anggota DPRD Siak Androy Aderianda, dihadiri tokoh masyarakat setempat dan puluhan kaum milenial.Sebelumnya beberapa pemuda menyampaikan keresahannya akan kegiatan balap liar, serta fasilitas olahraga yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Mereka meminta solusi kepada jagoan yang didukung dalam Pilkada Siak 2020.Menanggapi hal itu, Said Arif Fadillah menyampaikan impiannya membangun fasilitas untuk mengalihkan aktivitas negatif anak-anak menjadi kegiatan menyenangkan dan membawa kebaikan. "Saya rindu akan tempat hiburan dan bermain bagi anak-anak," ujar Said Arif Fadillah.Menurutnya, Perawang kota industri yang padat penduduk memang membutuhkan tempat rekreasi, yang bisa dinikmati oleh pemuda dan tempat liburan keluarga, tempat membawa anak bermain disore hari.Menjawab banyaknya pengangguran, Said Arif Fadillah mengaku telah menyiapkan program yang matang, untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing, baik dalam menciptakan lapangan pekerjaan maupun merebut peluang kerja yang ada di Siak, khususnya Perawang."Kita buat program, Dinas Tenaga Kerja membuat pelatihan-pelatihan agar lulusan sarjana dan sekolah bisa memiliki sertifikat sesuai dengan kompetensinya. kalau tidak bisa pelatihannya di Siak, kita kirim ke Provinsi atau ke Kabupaten lain," ujar Said Arif Fadillah.Selain itu, membangun komunikasi dengan perusahaan, agar SDM yang ada di Siak bisa terserap. Perebutan lapangan pekerjaan harus berlangsung secara sehat, mengedepankan kompetisi, untuk itu keahlian dan sertifikatnya harus disiapkan, sehingga putra Siak mendapat tempat kerja yang sesuai dengan bidangnya."Kami juga menyiapkan pelatihan untuk usaha mandiri, misalnya pemuda ingin membuka bengkel, kita siapkan program pelatihan dan pembinaan, kita siapkan program bantuan modal untuk usaha bengkelnya," ujar Said Arif Fadillah.

Nitema Nindrofa : Warga Nias Solid Sosialisasikan dan Menangkan PAS
17 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Dukungan untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo terus mengalir, kali ini dukungan datang dari Ikatan Keluarga Nias Riau, hal itu ditandai dengan ikrar deklarasi yang dikumandangkan oleh Relawan PAS Ya'ahowu, Sabtu (17/10/20) di Posko Kemangan Paslon Bupati Siak nomor 3, Jl Indah Kasih, Perawang Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.   Deklarasi itu dipimpin langsung oleh Ketua DPD IKNR Kabupaten Siak Nitema Nendrofa. ST, diikuti oleh Pengurus DPD dan perwakilan Pengurus Kecamatan se-Kabupaten Siak. Pada momen ini dikukuhkan Relawan PAS Ya'ahowu oleh Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah, sekaligus penandatanganan SK dan penyerahan SK Relawan PAS Ya'ahowu kepada Nitema Nendrofa. ST. Tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Riau Soniwati memperkuat semangat dukungan IKNR.   "Kami warga Nias, khususnya pengurus, kami siap menangkan pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Siak. Dengan deklarasi ini, kami akan mensosialisasikan visi dan misi pembangunan yang disusun pasangan nomor urut 3 kepada warga kami, kepada masyarakat tempat kami tinggal," tegas Nitema Nendrofa. ST dalam forum deklarasi.   Nitema Nendrofa dari awal sudah melakukan konsolidasi kepada seluruh pengurus, hasil diskusi bersama pengurus  DPD dan DPC, disepakati dan mengambil sikap mendukung Said Arif Fadillah dan Sujarwo. "Untuk Pilkada ini kami jauh hari sudah melakukan konsolidasi, dari 3 calon yang ada, kami mengambil sikap mendukung Bapak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Ada 12 Relawan Kecamatan sepakat memenangkan No 3, yakni Pengurus Tualang, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Kerinci Kanan, Mempura, Siak, Bungaraya, Sungai Apit, Minas dan Kandis," terang Nitema Nendrofa.   Kepada awak media Nitema Nendrofa menjelaskan, sikapnya mendukung Said Arif Fadillah dan Sujarwo merupakan semangat untuk Siak lebih baik, ia menilai di periode ini pembangunan yang ada belum menyentuh masyarakat.   "Kami perhatikan perkembangan Kabupaten Siak belum ada yang mengena, pengelolaan APBD belum menyentuh masyarakat kecil. Khususnya kami warga Nias, sudah 30 tahun berpartisipasi dalam pembangunan Siak, namun tidak ada perhatian kepada kami. Kami butuh pemimpin yang solid dan bisa menjalankan program pembangunan yang menyentuh masyarakat," tegasnya

Tokoh Masyarakat Simalungun dan Jawa di Siak Siap Menangkan Arif-Jarwo
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Arus dukungan dalam suksesi Pilkada Serentak 2020 untuk pasangan Said Arif Fadilah-Sujarwo semakin tak terbendung, kali ini hadir dari masyarakat Simalungun yang ada di Kabupaten Siak."Kami masyarakat Simalungun di Siak insya Allah siap memenangkan pasangan Arif-Sujarwo (PAS)," terang tokoh Simalungun di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak Syamsuddin Girsang, Ahad (11/10/2020) petang.Syamsuddin mengenang semasa Arif Fadilah  menjadi camat di Tualang, Arif sangat bagus memimpin dan sangat mengakomodir kepentingan masyarakat."Dulu waktu Kandis masih di bawah Kecamatan Tualang dan camatnya Pak Arif, ia sangat dekat dengan masyarakat dan selalu mengakomodir kepentingan masyarakat banyak, jadi dia sudah dikenal dan teruji," jelasnya lagi.Hal senada juga dikatakan tokoh masyarakat Jawa di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis Wagimin. Ia bersyukur ada perwakilan orang Jawa yang memiliki keinginan untuk menjadi pemimpin di Negeri Istana."Kami masyarakat Jawa di Kampung Jambai Makmur Kecamatan Kandis bersyukur ada orang kita Jawa maju sebagai calon Wakil Bupati Siak, dan wajib bagi kami orang Jawa untuk memenangkannya," kata Wagimin.Disinggung soal orang bersuku Jawa hanya menjadi Wakil Bupati saat maju di Pilkada Serentak 2020 dengan santai Wagimin menjawab untuk jangan buru-buru dulu."Ya kan gak apa-apa jadi wakil dulu. Dan diberi kesempatan untuk mendampingi Pak Arif sebagai orang Siak asli tentu menjadi suatu kebanggan. tambah lagi Mas Jarwo orangnya sangat baik dan ramah, orang kita Jawa sudah sangat mengenalnya," kata Wagimin.

Arfan Usman : Luruskan Isu Tidak Benar itu
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Siak Arfan Usman dengan tegas membantah jika Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman turun kelapangan berpolitik dan tidak mengikuti  agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setiap bergerak sesuai dengan agenda yang sudah dijadwalkan. jadi opini yang beredar bahwa ia tidak mengikuti agenda pemkab itu tidak benar,toling luruskan itu" tegas Sekda Siak Arfan Usman, Minggu (11/10/2020) sore.Dijelaskannya, Pjs Bupati Siak juga pernah berpesan kepada dirinya saat pertama dilantik sebagai Pjs Bupati terkait pilkada siak yang sedang berlangsung."Pjs Bupati pernah berpesan kepada saya bahwa soal politik biarlah itu menjadi urusan pasangan calon yang maju pada pilkada serentak, kita fokus kepada pelayanan terjadap masyarakat saja, dan memutus penyebaran covid 19 di Siak," terang Arfan Usman.Hal senada juga dikatakan Kabag Humas Pemkab Siak Wan Saiful, Ia turut membantah jika Penjabat sementara (Pjs) Bupati Siak Indra Lukman Agus banyak bekerja diluar agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setau saya setiap turun kelapangan sesuai dengan agenda yang sudah disusun oleh pemkab Siak," terang Kabag Humas Wan Saiful, Minggu (11/10/2020).Dikatakannya, misalnya dalam menyambut HUT Siak ke-21 nanti bakal ada kunjungan ke makam Sultan Siak. dan itu juga bagian dari agenda pemkab Siak."Seperti besok Pak Pjs Bupati juga turun ke makam Sultan dalam rangkaian agenda HUT Siak, jadi g ada persoalan sebenarnya,"imbuhnya.Disinggung soal kegiatan Pjs Bupati Siak membagikan masker di Kecamatan Kandis Wan Saiful menjelaskan  hal itu biasa saja apalagi di tengah Pandemi Covid 19 seperti saat ini."Jika turun bersama Pak Gubernur pun itu kan hal yang biasa saja sebab itu bagian dari agenda pemerintah juga dalam mencegah terjadinya penularan yang semakin meluas soal Virus corona ini,"kata Wan Saiful.Sementara itu Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menjelaskan dirinya membagikan masker di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak guna memutus penyebaran covid 19 yang kian menakutkan di tengah masyarakat."Saya bekerja sesuai protokol. Dan di Kandis, pesantren yang kami datangi sangat bagus dan disiplin. Komunikasi kami hanya seputar Covid, mengantisipasinya serta pemberian masker kain, sehingga bisa dipakai ulang setelah dicuci,"jelas Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.

Nyebrang ke Lingkar Naga Sujarwo Ceritakan Pengalaman Nyampan dan Motong
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sabtu malam (10/10/20) Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo menyebrang ke Dusun Lingkar Naga, Kampung Buatan II Kecamatan Koto Gasib. Perjalanan menuju dusun tersebut mengingatkan perjuangannya semasa kecil, harus mendayung sampan untuk sekolah."Saya lahir di Tambak Rejo, Mempura. Sekolah dari SD, MTS dan Aliah di Siak, jaman dulu belum ada jembatan, yang ada hanya sampan, tiap hari saya mendayung sampan untuk pergi dan pulang sekolah," kata Sujarwo menceritakan pengalaman hidupnya.Sulitnya ekonomi di masa itu memaksa pelajar ikut membantu perekonomian orang tua, setidaknya mencari uang untuk keperluan sekolah. "Dulu MTS dan Aliah masuknya sore, sebelum sekolah, paginya saya motong getah, cari duit," papar Sujarwo.Ia berharap pengalaman itu bisa memotivasi masyarakat untuk bangkit, terutama pemuda Lingkar Naga untuk berbuat dan merebut peluang keberhasilan.Lebih tegas, ia menyampaikan niatnya maju di kontestasi Pilkada Siak kali ini adalah untuk membangun Siak, ia merebut peluang itu dan momohon doa dan dukungan dari masyarakat. "Saya lahir di Siak, besar di Siak tentu akan berbuat yang terbaik untuk Siak," kata Sujarwo.Sujarwo mengaku sudah beberapa kali masuk ke Lingkar Naga, semasa periode pertama menjadi wakil rakyat. Sebagai Ketua Komisi I DPRD Siak meninjau fasilitas bangunan sekolah, kunjungan itu dilakukan atas dasar laporan yang masuk ke meja DPRD, bahwa sekolah butuh perhatian dan sentuhan pembangunan.Di Dusun yang baru dapat penerangan dari PLTS tiap rumah itu, banyak permintaan masyarakat, khususnya membuka akses jalan darat, agar tidak lagi teraku dengan aturan perusahaan, yang mana masyarakat yang mengeluarkan hasil panen sawit, jadwal panen mereka ditentukan oleh perusahaan, karena jalan yang ada harus melintasi areal perusahaan.Permohonan akses jalan, program pertanian serta ketersediaan listrik yang cukup ditampung oleh Sujarwo. Berharap masyarakat mendukungnya untuk bisa mewujudkan apa yang sudah disampaikan masyarakat.

Soal Konflik Lahan Sujarwo Pasti Perjuangkan Hak Masyarakat
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di Kampung Sengkemang, Kecamatan Koto Gasib hingga kini masih berlangsung. Sedikitnya 20 kapling kebun masyarakat yang dikabarkan direbut bahkan dijual oleh perusahaan."Ada 20 orang warga RT 7 yang sekarang tidak bisa panen, mereka dilarang masuk ke kebun. Mereka diusir, bahkan dikasi kabar kalau lahan mereka sudah dijual," kata H. Nasaruddin mengajukan permohonan bantuan saat kampanye dialogis Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, di Kampung Sengkemang.Menanggapi keluhan itu, Sujarwo menyampaikan, dirinya sudah mulai memperjuangkan hak masyarakat yang kini sedang menjadi sengketa dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu. Sujarwo menyampaikan, perusahaan ini sengketa bukan hanya dengan masyarakat satu desa."Tahap awal, saat di Komisi II DPRD kemaren, saya sudah mulai menginventarisir lahan masyarakat dan lahan perusahaan. Ini menjadi dasar untuk merebut kembali lahan hak masyarakat," kata Sujarwo.Ia mengakui pekerjaannya belum tuntas, untuk itu ia memohon dukungan dari masyarakat agar bisa duduk sebagai eksekutif di Siak. "Ini jadi PR bagi kami, semoga mendapat amanah dari masyarakat, agar memiliki kekuatan penuh untuk mengembalikan hak masyarakat," kata Sujarwo.Hadir dalam kampanye ini Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi, tokoh masyarakat H. Makmur, H. Tamrin, tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Dinilai Tulus Membangun Siak, Relawan SAJO Yakin Arif-Jarwo Menang
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Relawan Muda Said Arif Fadillah-Sujarwo (Sajo) telah terbentuk di 14 Kecamatan, kini relawan ranting juga sudah bergerak. Mereka adalah para pemuda yang menjatuhkan pilihan ke pasangan calon Bupati Siak Nomor 3, dan akan berjuang memenangkan jagoannya pada Pilkada 9 Desember nanti."Deklarasi awal dukungan pada tanggal 28 Juni 2020 di kediaman Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo, Benteng, Mempura. Sekarang relawan muda sajo sudah terbentuk di 14 Kecamatan, begitujuga di kampung-kampung. Kami ikhlas berjuang, mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk memilih Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo," kata Julisman, Ketua Relawan Sajo, Sabtu (10/10/20) usai penyerahan SK Relawan Muda Sajo Kecamatan Koto Gasib dan Relawan Kampung.Menurut Julisman, menyampaikan visi dan misi serta sosok calon yang diusung masuk ke rumah-rumah merupakan kerja nyata yang dilakukan. "Kita yakinkan masyarakat door to door, bahwa calon kita pak Arif dan Sujarwo adalah sosok yang paling pantas memimpin Siak ke depan," kata Julisman.Menurut Julisman, pak Arif dan Sujarwo adalah sosok yang tulus dalam memperjuangkan hak masyarakat. Sejarah mencatat banyak orang yang dibantu pak Arif semasa menjadi Camat di Perawang, hal itu masih dikenang warga.Begitu juga dengan Sujarwo, meski semasa menjabat Anggota DPRD Siak ia terpilih dari Dapil satu. Namun dia ikhlas memperjuangkan masyarakat di dapil lainnya, dan itu terbukti berhasil."Padahal dia tinggal di Mempura, duduk dari Dapil Siak I. Saya tinggal di Mempura, dulu saya meminta bantuan untuk pemuda, langsung dia bukakan jalan, dia bantu," kata Julisman.Perjuangan Sujarwo di bidang pendidikan, baik itu dalam memperjuangkan hak guru tenaga honorer, serta mewujudkan bangunan sekolah yang dahulunya tidak layak, hal itu sudah dibuktikan. "Itu sebagai bukti bahwa beliau tulus, beliau amanah terhadap jabatan, beliau bertanggung jawab dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak masyarakat," tutup Julisman.

Sujarwo Janji Rampungkan Pembangunan Jalan Poros Kampung
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Belusukan melakukan kampanye dialogis terus dilakukan oleh Pasangan Calin Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, kali ini Sujarwo bersama tim berkunjung ke kediaman Bapak Supat di Kampung Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib, Sabtu (10/10/20).Dalam kampanyenya Sujarwo mengamini permintaan masyarakat, merampungkan pembangunan jalan menuju Kampung Tasik Seminai yang saat ini masih base."Pembangunan jalan di kampung-kampung memang perioritas kami, ini merupakan pesan Bapak Syamsuar, program beliau dulu membangun jalan poros kampung. Yang belum selesai, itu tugas kami memastikan jalan terbangun dengan baik," kata Sujarwo.Sujarwo mengakui peningkatan pembangunan jalan dikampung akan berdampak pada perekonomian masyarakat. "Kalau jalan bagus, masyarakat mau buka usaha jadi gampang, karena akses lebih mudah. Begitu juga dengan mengeluarkan hasil pertanian," kata Sujarwo.Permintaan peningkatan jalan itu merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Tasik Seminai H. Suwarno. "Kami berdoa agar bapak jadi, jika bapak duduk nanti, tolong perhatikan jalan di kampung ini. Tau sendiri, bapak tadi masuk jalannya seperti itu, jadi tolong dibangun," pinta Suwarno.Dua Anggota DPRD Siak Robi Cahyadi dan Tarmijan meyakinkan masyarakat, bahwa Nomor 3 pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo merupakan sosok tokoh yang memiliki kapasitas untuk memimpin Siak."Kenapa Partai Gerindra mengusung Said Arif Fadillah dan Sujarwo, sosok ini memiliki peluang besar untuk menang. Memiliki kekuatan untuk membangun Siak," kata Roby Cahyadi.Politisi Partai Gerindra ini yakin Pasangan Arif Sujarwo (PAS) memiliki kekuatan mewujudkan keinginan masyarakat Siak. "Apa yang diusulkan masyarakat bisa kita buat, karena pasangan ini memiliki ketatan di DPRD, dan didukung penuh oleh Gubernur Riau. Program yang dibuat untuk masyarakat akan mudah dilaksanakan, karena untuk persetujuan di DPRD lebih mudah. Ketua DPRD Siak dari partai pengusung calon bupati kita," kata Robi Cahyadi.Sebagai wakil Rakyat, Robi Cahyadi mengajak masyarakat memilih PAS pada Pilkada 9 Desember nanti, hal itu penting agar aspirasi masyarakat yang disampaikan ke dirinya selaku wakil rakyat akan mudah terwujud. Baik itu berupa pembangunan infrastruktur jalan serta pembangunan di sektor lainnya.

Syamsuar Titipkan Program Kabupaten Siak Lebih Baik Kepada Pasangan Arif-Jarwo
06 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pembangunan Puskesmas Sabak Auh sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini masih terbengkalai, bangunan dua lantai yang sudah tegak payung itu awalnya dibangun untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sabak Auh, namun sudah 7 tahun batu yang tersusun itu hanya merusak pemandangan di lahan peninggalan PT. Caltex Pasific Indonesia itu.Kondisi itu mendapat perhatian dari Gubernur Riau H Syamsuar, ia berjanji tahun depan akan merampungkan bangunannya. Ia mengetahui gedung itu tahun 2013 lalu dibangun menggunakan APBD Provinsi Riau, namun pada pengerjaannya kontraktor pelaksana tidak sanggup menyelesaikan hingga batas waktu yang ditetapkan."Di sini Puskesmas Sabak Auh gedung barunya belum jadi, dulu itu dibangun dengan APBD Provinsi Riau, akan kami anggarkan ulang, agar tahun depan pembangunannya bisa diselesaikan. Sehingga gedung itu bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat," kata Syamsuar dalam menyampaikan orasi kampanye pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo nomor urut 3.Selain itu, Syamsuar menyampaikan kabar gembira, perjuangan merebut CPP Blok sudah terlihat membuahkan hasil, pengelolaan ladang minyak bumi itu berhasil direbut oleh BUMD PT. BSP, tahun 2022 resmi akan hand over ke PT. BSP. Hal ini membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Siak, khususnya Sabak Auh yang merupakan daerah operasional ladang minyak itu.Ia menitipkan program kepada Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor 3 yang ia dukung, untuk menyiapkan program pelatihan peningkatan keahlian bersertifikat, agar bisa merebut peluang kerja yang ada."Awal tahun 2022 pengelolaan Blok Rokan resmi hand over ke PT. BSP, saya minta pada pemimpin baru Siak untuk segera menyiapkan program pelatihan keahlian bersertifikat. Karena saat ini, punya keahlian kalau tidak ada sertifikat susah untuk dapat tempat kerja," pesan Syamsuar.Pada Kampanye itu turut hadir oleh Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan, Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, Ketua DPRD Siak Azmi dan beberapa tokoh agama dan masyarakat Sabak Auh.Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo mengamini apa yang dipesan oleh Gubernur Riau H Syamsuar. Ia mengaku bersama Said Arif Fadillah telah menyusun Visi dan Misi untuk membangun Siak lebih baik, dalam visi dan misi itu sejalan dengan pesan pembangunan yang disampaikan oleh Gubernur Riau H Syamsuar.

Sujarwo Janji Siapkan Interpreuner Bagi Santri
06 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Keberadaan Pondok Pesantren mendapat perhatian khusus bagi Pemprov Riau, hal itu dibuktikan dengan dibuatnya regulasi yang mengatur penyelenggaraan Pondok Pesantren sebagai alat untuk menggaransi agar lembaga pendidikan yang fokus dalam pembinaan agama bisa lebih eksis dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.Dikatakan Gubernur Riau H. Syamsuar, M.Si pada kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo, Minggu (4/10/20) di Kediaman Gus Arkam, Kampung Bandar Sungai, Kecamatan Sabak Auh."Kami bersama DPRD telah menyiapkan Ranperda Penyelenggaraan Pondok Pesantren, menindaklanjuti UU penyelenggaran ponpes," kata H. Syamsuar.Syamsuar berjanji akan mensupport pembangunan Pondok Pesantren, baik itu secara infrastruktur maupun kebijakan."Kami siap membantu pembangunan Pondok Pesantren," kata H.Syamsuar. Sementara itu Sujarwo dalam kampanye dialogis itu mengajak para pengasuh ponpes dan santri untuk bangkit, ia menawarkan program entrepreneurship bagi santri. Selain memperkuat pendidikan agama, santri dibekali dengan kemampuan membangun usaha, sehingga setelah lulus nanti bisa mengambil peluang bisnis yang ada di daerah."Selain mendapat pendidikan agama yang cukup, santri kita bekali dengan kemampuan membangun bisnis. Menciptakan peluang usaha, sehingga setelah lulus nanti alumni pondok pesantren bisa berdakwah dan mengembangkan usaha untuk kemajuan ekonomi umat," kata Sujarwo.Menurut Sujarwo, saat ini sudah masanya pemuda melirik sektor bisnis, modal bukan menjadi sebuah alasan, namun kesunguhan mengambil peluang menjadi modal keberhasilan. "Kita siapkan pelatihan, modal kita bantu dengan program peningkatan UMKM. Kita siapkan program pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kita siapkan jaringan pemasaran produk UMKM," kata Sujarwo.

Yakin Bisa Membangun Siak, Faturahman dan Gus Fuad Ajak Masyarakat Menangkan Said Arif Fadillah dan Sujarwo
06 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Lantunan solawat mengiringi kampanye untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Calon dengan no urut 3 ini dikampanyekan langsung oleh Faturahman bersama Gus Fuad.Kampanye dihadiri oleh Ketua DPD I Golkar Riau H. Syamsuar, Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan, Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, Ketua PDI Perjuangan Siak H. Syahrul.Dalam bait-bait sholat yang dihadiahkan ke Baginda Nabi Muhammad, disampaikan Do'a untuk kemenangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo, bersama tujuan besar untuk kemajuan Siak.Pada kampanye dialogis yang berlangsung di kediaman Gus Arkam, Kampung Bandar Sungai ini, Sang Guru Faturahman secara tegas menyampaikan dukungannya memilih dan memenangkan Paslon No 3. Ia membawa hadirin berikrar, ihklas memberi dukungan demi kemajuan untuk Siak."Secara pribadi dengan tegas saya sampaikan, dari tiga calon yang ada, saya pilih Bapak Said Arif Fadillah dan Sujarwo. Pilihan ini melalui pertimbangan yang matang, demi kemajuan Siak ke depan. Saya percaya di tangan beliau Siak akan lebih maju," kata Faturahman.Keyakinan lebih kuat melihat adanya sosok Gubernur Riau H. Syamsuar yang memberi dukungan kepada pasangan No 3 ini, ditambah lagi dukungan dari Parlemen atau DPRD, yang mana kini Ketua DPRD Siak berada di pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo.Untuk menjalankan program pembangunan, dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah dan DPRD, di pasangan no 3 ini ditunjukkan hal itu sudah ada. Dan untuk membangun Siak tidak cukup dengan cukup dengan APBD Siak saja, butuh uluran tangan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau, di pasangan ini sudah jelas mendapat dukungan dari Gubernur Riau H. Syamsuar. Berdasarkan keyakinan itu, Faturahman dan Gus Fuad menjatuhkan pilihan pada pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo.Ingat SiakKetua DPD I Golkar Riau H. Syamsuar mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Siak sehingga ia terpilih menjadi Gubernur Riau."Saya besar dari Siak, mendapat dukungan dari masyarakat Siak, pasti saya ingat Siak," kata Syamsuar mengawali sambutan.Syamsuar menegaskan, terpilihnya dia menjadi Gubernur Riau berkat keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan di Siak. Salah satunya program pembangunan ketahanan pangan dan pertanian. Penyempurnaan keberhasilan program ini dititipkan kepada pasangan calon Said Arif Fadillah dan Sujarwo, sebagai orang nomor satu di Riau, ia siap membantu penyaluran bantuan untuk meningkatkan keberhasilan program tanaman pangan dan pertanian di Siak."Keberhasilan saya hingga dipilih oleh masyarakat dari Kabupaten lain adalah dari keberhasilan Program ketahanan pangan. Bagaimana kami bisa meningkatkan usaha pertanian padi, usaha pertanian pangan. Untuk tahun 2020 kedepan, usaha pertanian pangan menjadi sekala prioritas. Karena Pertanian pangan berdampak pada kebutuhan pangan dunia," kata Syamsuar."Untuk itu jalan usaha tani, termasuk jalan perkebunan kelapa sawit di lingkungan sini penting untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata orang nomor satu di Riau ini.Untuk itu, ia berpesan kepada calon pemimpin ke depan yakni Paslon no 3, untuk menyiapkan program dan usulan yang perlu dibantu oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat."Kami akan membantu sesuai apa yang disusulkan dari Pemerintah Kabupaten Siak," kata Syamsuar.Sementara itu Sujarwo dalam kampanye dialogis itu menegaskan dirinya bersama Said Arif Fadillah telah merumuskan visi dan misi yang sangat sejalan dengan program pembangunan yang direkomendasikan Gubernur Riau.Di lingkungan pondok pesantren itu, Sujarwo mengajak para pengasuh ponpes dan santri untuk bangkit, ia menawarkan program entrepreneurship untuk para santri. "Selain memiliki dan mengamalkan ilmu agama, kami ingin santri bisa mandiri secara prekonomian. Untuk itu kami akan bikin pelatihan enterpreneur bagi santri, dengan harapan setelah lulus dari pondok pesantren, mereka bisa mengembangkan usaha dan berdakwah untuk kemajuan umat," kata Sujarwo.

Sujarwo: Pemuda Mesti Jadi Tonggak Ekonomi Melalui UMKM
02 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo melakukan kampanye dialogisnya di empat titik di Kecamatan Kerinci Kanan, Kamis (1/10/20). Kedatangannya disambut gemuruh dan antusias masyarakat.Di daerah transmigrasi perkebunan kelapa sawit yang akan menghadapi masa replanting itu, mantan Ketua Komisi II DPRD Siak itu meyakinkan bahwa perekonomian masyarakat bisa bangkit dengan menghidupkan kelompok-kelompok UMKM."Kita suport kaum ibu dan pemuda untuk membuat kelompok UMKM, kita latih bagaimana membuat dan mengemas produk dengan bagus dan berkualitas, dengan program bantuan modal, kita buka jalan pemasarannya. Dengan cara ini ekonomi rakyat akan bangkit," janji Sujarwo.Sujarwo meyakini masyarakat akan serius menggerakkan UMKM jika pemerintah membuka lebar jalan dan peluang pasar."Masyarakat mengadu akan menghadapi masa replanting, jika sawitnya ditumbang, masa penanaman tentu tidak ada lagi pendapatan dari kebun. Untuk itu kita tawarkan, buka usaha, bentuk UMKM," terang Sujarwo.Sujarwo juga menampung usulan masyarakat yang meminta agar saat replanting, masyarakat bisa melakukan tumpang sari tanaman di atas lahan yang baru ditanam bibit sawit baru. Hal itu akan menjadi kajian khusus, jika secara ilmu pertanian tidak menggangu pertumbuhan kelapa sawit, dan bisa berproduksi maksimal. Usulan itu akan disampaikan ke pihak ketiga yang mengelola program replanting, agar masyarakat diizinkan melakukan tumpang sari tanaman. "Ada yang usul, tumpang sari seperti jagung, kacang," kata Sujarwo.Dalam perjalanan kampanye itu, Sujarwo menyempatkan diri melihat usaha peternakan sapi yang dikembangkan masyarakat. Ia mengaku bangga dengan kelompok ternak yang sudah ada, hal itu menjadi bibit untuk mewujudkan Siak ke-depan menuju sentra peternakan sapi.Usai merampungkan agenda kampanye di empat titik, ia menyempatkan diri menjenguk tokoh masyarakat yang sedang mendapat ujian. "Iya, tadi menjenguk pak Noto Warisman, sudah dua tahun terbaring. Kami datang memberi semangat untuk terus berusaha untuk sembuh. Kami doakan beliau agar segera sembuh, bisa kembali beraktivitas seperti semula," terang Sujarwo saat ditanya wartawan.

Disinggahi Arif, Suwardi Curhat MI di Kampung Srigading Tidak Pernah Diperhatikan Pemda
02 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pasangan Calon nomor urut 3 Said Arif Fadillah melakukan kampanye dialogis di kediaman H Suwardi, Kampung Srigading, Kecamatan Lubuk Dalam, Kamis (1/10/20). Terlihat antusiasme masyarakat dalam menyambut kedatangan mantan Kadis Perhubungan Siak itu. Dalam kampanye dialogisnya, H Suwardi keluhkan kondisi MI di kampungnya yang selama ini jauh dari perhatian dari pemerintah daerah.Keluhan itu direspon positif oleh Said Arif Fadillah, usai pertemuan di kediaman, Arif langsung meninjau kondisi MI yang berusia tiga tahun itu."Di MI Srigading Cemerlang ini saya sebagai ketua yayasan, MI ini dibangun melalui swadaya masyarakat, kita ingin anak-anak mendapat pendidikan agama dengan baik. Alhamdulillah MI ini sudah 3 tahun berjalan, muridnya ada 68, kita punya 3 lokal dan satu kantor kecil yang nempel di lokal yang paling ujung," terang H Suwardi.Bangunan papan 3 lokal yang berhadapan dengan mushola itu dibangun dengan keihklasan masyarakat, ia berharap jika pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo menang, ke depan bisa membantu pembangunan MI yang dibanggakan masyarakat ini."Kami tidak ingin yang muluk-muluk, bukan pembangunan gedung mewah dan program yang megah yg dibutuhkan masyarakat. Sekolah dan pendidikan agama ini menjadi kebutuhan dasar, kami ingin anak-anak bisa nekat mendapat pendidikan agama dengan baik, di MI seperti ini lah anak belajar Alquran, belajar sholat dan menghafal doa, itu menjadi bekal bagi anak kami," pinta Suwardi.Ditambahkannya,MI Srigading Cemerlang itu sudah berdiri selama tiga tahun dan belum pernah disentuh pemerintah sama sekali. Bahkan jelasnya, pembangunan ini masih swadaya."Pemerinah itu peduli lah jangan cuma pencitraan dan kampanye lalu janji sana sini, bahkan untuk guru kami hanya bisa memberi gaji dari swadaya masyarakat dan itupun hasilnya masih jauh betul dari standar,"terangnya.Menanggapi usulan itu, Said Arif Fadillah menyampaikan, pembangunan di bidang keagamaan merupakan salah satu dari program yang digadang-gadangkan. Hal itu sejalan dengan visi dan misi yang telah dirumuskan dalam program pencalonannya dalam rangka membangun Siak ke depan.

Susilo : Cuma Arif-Sujarwo yang Bisa Meneruskan Perjuangan Syamsuar
01 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pendukung fanatik Syamsuar bersuara di Empang baru, ia menyatakan pilihan ke pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo bukan karena suku, namun keinginan program pembangunan yang terus bersinambungan."Saya memilih pasangan pak Arif dan Sujarwo bukan karena Pak Arif Melayu dan pak Sujarwo orang Jawa, bukan karena sukunya. Sebelum menjatuhkan pilihan saya kaji semua calon yang ada, dan saya yakin hanya pasangan pak Arif dan Sujarwo yang bisa melanjutkan pembangunan yang dibuat bapak Syamsuar selama dua periode membangun Siak," tegas mantan Kades Empang Baru saat menghadiri kampanye Paslon Bupati no urut 3, di rumah kediaman Mujari.Atas dasar keyakinan itu, ia siap berjuang mengajak masyarakat dengan ikhlas untuk memenangkan pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo di Pilkada Siak kali ini. Iya menggugah keihklasan masyarakat untuk memilih No 3, keyakinannya, jika semua murni keihklasan masyarakat maka buahnya akan manis, pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat."Kita berjuang dengan ikhlas, Kalau semua dari masyarakat, maka hasilnya nanti akan kembali ke masyarakat," jelas Susilo.Rohayati, istri dari Mujari menuturkan semangat masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut kehadiran Paslon no 3. Ia mengharapkan pembangunan yang berkesinambungan, jika keinginan masyarakat bisa diwujudkan, suatu kepastian bagi masyarakat untuk menjatuhkan pilihan.Dalam kampanye ini Said Arif Fadillah menyampaikan bahwa pertemuannya berpasangan dengan Sujarwo merupakan jalan kehendak Allah. Yang mana sebelumnya belum pernah terbayang bisa berpasangan dengan pemuda tangguh seperti Sujarwo."Bapak Sujarwo merupakan pemuda tangguh, dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD Siak, perjuangannya benar nyata telah dirasakan oleh masyarakat. Sekarang dia menjatuhkan pilihan untuk mendampingi saya maju, sebuah keputusan yang pas. Dia rela mengorbankan jabatannya sebagai Ketua Komisi II DPDR Siak, untuk mimpi lebih besar membangun Siak," ujar Said Arif Fadillah.

Empat Anggota DPRD Siak Kawal Kampanye Sujarwo di Kandis
28 September 2020 SIAK, Petah.id - Dukungan penuh diperlihatkan empat anggota DPRD Kabupaten Siak dalam kampanye yang dilakukan Sujarwo dan Said Arif Fadilah di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.Empat anggota DPRD Siak yang mendampingi dan memastikan kemenangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo di daerah pemilihan mereka adalah, Miduk Gurning, Jondris Pakpahan, Hendri Pangaribuan dan Ternando Simangunsong.Miduk Gurning mengatakan, jangankan kalah, seri saja pihaknya enggan. Seluruh pendukungnya dan timnya siap memenangkan Arif Fadilah dan Sujarwo.“Kami komitmen atas hal ini. Sebab kami lahir untuk berjuang dan memberikan yang terbaik menuju Siak lebih baik kedepannya,” ungkap Miduk Gurning.Hal senada juga dikatakan Anggota DPRD Siak Fraksi Golkar Jondris Pakpahan, ia mengaku tetap memperjuangkan pilihan terbaik yaitu Arif dan Sujarwo. “Keduanya sudah menang di hati kami. Kami memastikan orang-orang terdekat kami tahu harus seperti apa,” ucap Jondris.Sementara itu, Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo merasa yakin atas apa yang kini diperjuangkannya. Besar harapan masyarakat untuknya dan Said Arif Fadilah atas perubahan Siak.“Semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Karena kami memiliki konsep dan program untuk itu. Sebuah perubahan untuk kemajuan Siak ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan akar budaya Melayu yang mendunia dan religius,” jelas Sujarwo.Kampanye di sejumlah titik di Kandis, membuat Sujarwo tak ingin jemawa, namun dia yakin kesungguhan dan keinginan masyarakat untuk berubah begitu besar. Mereka begitu tulus menyuarakan perubahan Siak ke arah yang lebih baik sebagaimana harapan dan keinginan bersama.

Bawaslu Siak Ingatkan Akan Ada Sanksi Bagi ASN dan Honorer yang Terlibat Politik Praktis
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Wujudkan pilkada jujur dan adil Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Siak, melalui Zulfadli Nugraha ingatkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai honorer untuk tidak terlibat dalam politik praktis. "Like (menyukai) dan komen yang menyatakan dukungan yang dilakukan oleh PNS itu akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku," Kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Siak, Zulfadli Nugraha, Minggu (27/09/2020) malam. Dijelaskannya, sanksi itu juga diberlakukan untuk honorer yang pendapatannya bersumber dari APBN/APBD (SK Bupati). "Namun honorer yang bersifat sukarela, THL itu dikembalikan kepada kebijakan kantornya atau oleh kepala dinasnya,"jelasnya. Terkait sanksi terhadap PNS yang melanggar netralitas, bawaslu akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan serta keterangan dari pihak-pihak terkait dan hasilnya akan direkomendasikan kepada KASN untuk ditindak lanjuti. " Untuk sanksi itu wewenang KASN, kami (bawaslu) hanya menindaklanjuti serta memproses yang bermasalah, dan hasilnya kami serahkan ke KASN," terangnya. Sementara itu bagi honorer tambah Fadli, hasil dari kajian Bawaslu akan diserahkan kepada pembina honorer tersebut (Kepala Dinas) untuk memberikan sanksi terhadap anggotanya. Khusus untuk honorer yang bersifat sukarela  dan THL, Bawaslu akan melihat aturan dalam SK atau kontrak kerjanya dengan pihak dinas. "Tapi kalau di SK atau kontraknya tidak diatur supaya bersikap netral dalam ajang pemilu dan pilkada, maka Bawaslu bersifat persuasif dan hanya menghimbau kepada atasannya untuk mengingatkan yang bersangkutan supaya tidak terlibat politik praktis,"pungkasnya.

Sujarwo : Masyarakat Antusias Bersama PAS
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Hari pertama kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum ( KPU)  Kabupaten Siak untuk Pasangan Arif - Sujarwo di Zona 3 disambut antusias oleh masyarakat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak." Masyarakat sangat antusias, ingin Siak lebih baik lagi," ujar Calon Wakil Bupati Siak, Sujarwo disela-sela kampanyenya, Minggu (27/09/2020) sore.Ditambahkannya, masyarakat dalam penyampaian menginginkan kejelasan lapangan pekerjaan serta pembangunan yang merata hingga pelosok desa di tengah-tengah kota industri." Lapangan pekerjaan dan pembangunan yang merata menjadi harapan masysarakat kedepannya kepada kami, dan insyaallah itu menjadi PR besar untuk kami (Arif-Jarwo) selesaikan jika dipercaya memimpin Kabupaten Siak mendatang,"tambah anggota DPRD Siak dua periode yang baru mengajukan pengunduran diri.Lebih jelas dikatakan Sujarwo, ia bersama Arif Fadilah kedepan juga konsen terhadap kebangkitan ekonomi efek dari pandemi covid 19 yang melanda." Kita tau secara sadar, akibat covid 19 banyak masyarakat yang kesukitan secara ekonomi, dan kedepan ini menjadi konsen kami juga untuk meningkatkan perekonomian di Siak,"tutup Sujarwo.

Nomor 3 sesuai Jumlah Partai Pengusung, Arif : Ini Nomor Baik yang Allah Berikan
24 September 2020 SIAK, Petah id - Genderang perang sudah ditabuh, nomor urut sudah dipilih dan Said Arif Fadilah dengan Sujarwo mendapatkan nomor urut 3.Arif dan Sujarwo semringah, keduanya gembira mendapatkan nomor 3, karena sesuai dengan tiga partai pengusung yaitu, Partai Golkar, PDIP dan Gerindra.“Semua nomor bagus dan kami bersyukur mendapatkan nomor tiga ini. Ini pasti nomor terbaik yang diberikan Allah,” ungkap Said Arif Fadilah.Lebih jauh dikatakan Arif, Allah sudah atur semuanya. Pencabutan nomor ini adalah proses dan selain diusung tiga partai, angka tiga ini diharapkan memudahkan masyarakat dengan cara merapatkan dan menegakkan tiga jari yaitu jari tengah, manis dan kelingking. Sedangkan telunjuk dan jempol disatukan membentuk lingkaran,seperti simbol oke dengan jari.Sementara Sujarwo yakin, mereka memenangkan kontestasi ini. Sebab nomor tiga adalah nomor terbaik yang diberikan Allah kepada mereka.“Satukan ujung jari jempol dan telunjuk membentuk lingkaran, rapat dan tegakkan jari tengah, manis dan kelingking,” ajaknya.Sementara di luar gedung Tengku Mahratu, tempat berlangsungnya pencabutan suara, tim pendukung bersemangat dan menunjukkan euforia.“Kami bangga dan senang, kami mendapatkan nomor urut tiga,” ungkap Andri, salah seorang dari tim pemenangan PAS.

Dinyatakan Lulus Oleh KPU, Tiga Pasangan Calon Bupati Siak Siap Tempur
23 September 2020 SIAK, Petah.id - Tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ditetapkan untuk bertarung di Pilkada Siak, yakni pasangan Alfedri-Husni, Said Arif Fadillah-Sujarwo dan Said Abubakar Asegaf-Reni Nurita. Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Siak Ahmad Rizal usai Pleno penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak, Rabu (23/9/20) di Kantor KPU Siak. "Berkas tiga pasangan calon memenuhi syarat," terang Ahmad Rizal.Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, besok, Kamis (24/9/20) pencabutan No urut pasangan calon dan akan digelar di Gedung Tengku Maharatu Siak."Besok Pencabutan No urut pasangan calon, kami tegaskan, pasangan calon tidak boleh membawa masa. Yang boleh masuk ruangan, hanya 5 orang dari tiap pasangan calon," terang Ahmad Rizal.Kebijakan pembatasan jumlah peserta yang bisa mengikuti pencabutan no urut itu dilakukan mengikuti protokoler Covid. Di lain pihak, Ketua Bawaslu Siak Moh. Royani menegaskan, penerapan protokoler Covid 19 harus diterapkan disetiap tahapan pemilu. Hal itu menjadi perhatian khusus oleh Bawaslu, jika ditemukan pelaksanaan tahapan yang tidak mengindahkannya, Bawaslu tidak segan-segan menghentikan kegiatan yang berlangsung."Terkait prosedur penindakan, kami sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 dan Polres Siak," ujar Moh Royani.

Koalisi Semangat Baru PAS Tekad Menangkan Arif-Sujarwo
18 September 2020 SIAK, Petah.id - Koalisi partai pengusung pasangan Arif Fadhilah - Sujarwo mengaku tengah menyusun tim dalam upaya pemenangan Pilkada Siak 2020, pada 9 Desember mendatang. Sinergi ketiga partai pengusung, Golkar, PDIP dan Gerindra diharap mampu memenangkan pasangan kolaborasi Birokrat dan Politisi tersebut.Demikian diungkapkan Ketua Koalisi Semangat Baru Siak, Indra Gunawan di Posko Pemenangan PAS Jl Sutomo Siak, usai menggelar rapat konsolidasi Jumat (18/9/20)."Bicara Pilkada berarti bicara tentang strategi pemenangan pasangan calon yang kita usung. Rapat ini juga membangun sinergi dalam menggerakkan infrastruktur partai pengusung yakni Golkar, PDIP dan Gerindra dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan desa," ungkap anggota DPRD Siak dari Fraksi Golkar tersebut.Dikatakannya, pihaknya mengaku optimis bahwa pasangan Arif-Sujarwo bisa memenangkan Pilkada Siak, selagi infrastruktur partai pengusung ditambah solidnya tim relawan untuk pemenangan dapat merebut hati masyarakat Siak di hari pemilihan."Penguasaan calon yang kita usung, dari unsur birokrasi dan politisi menjadi modal berharga dalam upaya meyakinkan hati masyarakat Siak dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Siak 2020 ini," tegas Ketua DPD II Golkar Siak yang baru terpilih tersebut.Hadir dalam rapat perdana Koalisi SBS tersebut, Ketua DPC Gerindra Sutarno yang juga Sekretaris Koalisi, Ketua DPC PDIP Siak H Syahrul, anggota fraksi DPRD Siak dari partai pengusung, dan pengurus ketiga parpol."Dari tiga partai pengusung di koalisi SBS ini, dua partai pernah memiliki pengalaman kalah di Pilkada Siak 2015 lalu, yakni PDIP dan Gerindra. Hendaknya hal ini bisa menjadi pelajaran berharga. Sedangkan pengalaman menang Golkar di Pilkada Siak saat mengusung H Syamsuar bisa menjadi modal sangat berharga pula di koalisi ini," ungkap Ketua DPC PDIP H Syahrul.Pandangan serupa disampaikan Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, hal paling utama dalam upaya pemenangan pasangan Arif Fadhilah - Sujarwo tidak hanya terletak pada dukungan dan simpatisan partai pengusung, tapi lebih dari itu, yakni kehendak kuat masyarakat Siak dalam memilih Pemimpin Kabupaten Siak untuk Siak lebih baik ke depannya. "Kita termotivasi mengusung pasangan Arif Sujarwo selain diusung partai besar Golkar, Gerindra dan PDIP juga harapan besar adanya sinergitas Pemkab, Pemprov dan Pemerintah pusat. Dan tentunya kehendak masyarakat Siak memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang lebih baik ke depannya," kata Sutarno.

Deklarasi Pasangan Arif-Sujarwo Wan Abubakar : Membangun Siak Butuh Bersinergi dengan Provinsi dan Pusat
05 September 2020 SIAK, Petah.id  - Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar menegaskan membangun Kabupaten Siak tidak cukup hanya mengandalkan dana dari APBD Siak saja. Dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Siak, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat, sehingga program pembangunan bisa mengucur dari alokasi APBD Provinsi dan APBN.Tokoh yang telah malang melintang didunia politik ini percaya, peran tersebut bisa diambil oleh pasangan Said Arif Fadillah bersama Sujarwo. Hal itu disampaikan mengingat adanya kedekatan emosional Baik dari Arif Fadillah maupun Sujarwo dengan Gubernur Riau H. Syamsuar. "Membangun Siak tidak cukup dengan dana APBD Siak saja, kami percaya bahwa pasangan Arif Fadillah dan Sujarwo memiliki kedekatan dengan Gubernur Riau. Sehingga bisa mengambil program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Riau, begitu juga seterusnya, Gubernur Riau bisa menyampaikan apa saja program yang dibutuhkan Siak kepada Pemerintah Pusat. Saya yakin Gubernur Riau memiliki jalur komunikasi yang baik ke Pemerintah Pusat," tegas Wan Abubakar saat memberikan arahan pada acara Deklarasi Koalisi Semangat Baru Siak mengusung pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo (PAS), Jumat (4/9/20) di Posko Kemenangan PAS, Jl. Sutomo, Siak.Dengan potensi jalur komunikasi yang dimiliki oleh Arif-Sujarwo ini, Wan Abubakar percaya pasangan ini akan membawa kemajuan untuk Siak lebih baik.Lebih jauh, mantan anggota DPRRI ini mengingatkan, bahwa calon pemimpin harus mengakui adanya keberhasilan dari pemimpin sebelumnya. Keberhasilan Bupati Siak yang pertama, Bupati kedua dan Ketiga. Jika dinilai masih ada kekurangannya, hal itu yang harus dijadikan catatan untuk diperbaiki oleh Pasangan Arif-Sujarwo."Kita harus mengakui keberhasilan pemimpin terdahulu, mulai dari keberhasilan Bupati Siak pertama. Keberhasilan mereka jangan kita lupakan, kekurangannya harus kita tutupi dengan program yang kita rancang untuk membangun Siak lebih baik," kata Wan Abubakar.Sebagai orang tua, Wan Abubakar mengingatkan dalam merebut kepemimpinan kepala daerah melalui Pilkada harus dilakukan secara santun, yakinkan masyarakat dengan program dan kebaikan yang dimiliki pasangan calon."Mari kita yakinkan dan rebut suara masyarakat dengan cara yang santun, tidak perlu dengan cara menceritakan keburukan lawan. Mari kita sampaikan program dan visi misi kita untuk Siak lebih baik, kita terangkan lampu kita, kalau lampu lawan redup, biarkan jangan diganggu," imbuhnya.Deklarasi dipimpin oleh Ketua Partai Koalisi Indra Gunawan, bersama Ketua DPC Partai Gerindra Siak Sutarno dan Ketua DPC PDI-Perjuangan H. Syahrul. Tampak hadir Wasekjend DPD I Golkar Riau Ismail Amir, Ketua LAM Kabupaten Siak Wan Said, beserta Anggota DPRD Siak dari Partai Koalisi dan ratusan masyarakat Siak.

Koalisi Semangat Baru Siak Arif Sujarwo Ikrar Mewakafkan Diri Untuk Membangun Siak
05 September 2020 SIAK, Petah.id - Koalisi Semangat Baru Siak mendeklarasikan Pasangan Said Arif Fadillah - Sujarwo (PAS) untuk menjadi jagoan dalam Pilkada Siak. Koalisi dari 3 partai besar yakni Partai Golkar, Gerindra dan PDI-Perjuangan ini menggelar deklarasi, Jumat (4/9/20) di Posko Kemenangan PAS Jl Sutomo, Siak.Deklarasi dipimpin oleh Ketua Partai Koalisi Indra Gunawan, bersama Ketua DPC Partai Gerindra Siak Sutarno dan Ketua DPC PDI-Perjuangan H. Syahrul. Tampak hadir mantan Gubernur Riau Wan Abubakar, Wasekjend DPD I Golkar Riau Ismail Amir, Ketua LAM Kabupaten Siak Wan Said, beserta Anggota DPRD Siak dari Partai Koalisi dan ratusan masyarakat Siak.Dalam sambutannya Said Arif Fadillah dan Sujarwo berikrar untuk mewakafkan diri untuk membangun Kabupaten Siak.Sujarwo menyampaikan majunya sebagai kontestan Pilkada karena ada panggilan dari masyarakat Kabupaten Siak, dan dorongan diri sendiri. "Saya ingin berbakti dan mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Siak. Hari ini saya masih sebagai Anggota DPRD Siak, saya ikhlas melepas jabatan saya sebagai Anggota DPRD Siak untuk sama-sama berjuang membangun Siak lebih baik," ujar Sujarwo.Usai deklarasi, Said Arif Fadillah dan Sujarwo beserta rombongan menuju Masjid Syahbuddin, mereka mendirikan Sholat Jumat di masjid peninggalan Sultan Siak itu. Usai sholat, mereka melakukan ziarah makam Sultan Syarif Kasim.Usai ziarah ke Makam Sultan Syarif Qasim II, Ketua DPD I Golkar Riau Drs H Syamsuar yang juga Gubernur itu turut hadir dan mendoakan agar perjalanan pendaftaran paslon Arif-Jarwo berjalan lancar."Semoga lancar dan kedepannya bisa merebut hati rakyat," Kata Syamsuar.Komisi Pemilihan UmumTidak menyia-nyiakan waktu, tim koalisi Semangat Baru Siak langsung mengantarkan Said Arif Fadillah dan Sujarwo mendaftar ke KPU Siak, sekitar pukul 14 Wib mereka tiba di Kantor KPU Siak. Berkas bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak langsung diperiksa oleh KPU dan disaksikan langsung oleh Ketua Bawaslu Siak Moh. Royani.Ketua KPU Siak Ahmad Rizal menyampaikan, berkas Bakal Calon Bupati atas nama Said Arif Fadillah dan bakal calon wakil Bupati atas nama Sujarwo dinyatakan memenuhi syarat. Berdasarkan itu, KPU Siak mengeluarkan surat rekomendasi kepada pasangan bakal calon untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.Berita acara serah terima berkas pendaftaran diserahkan oleh Ketua KPU Siak Ahmad Rizal kepada Bakal Calon Bupati Siak Said Arif Fadillah, sebagai pertanda bahwa PAS telah resmi mendaftar sebagai kontestan Pilkada Siak untuk merebut kepemimpinan 'Negeri Istana' periode 2021-2026.Kepada awak media Said Arif Fadilah menyampaikan, ini adalah langkah awal, perjuangan masih panjang, ia memohon  doa agar semuanya lancar dan apa yang diharapkan masyarakat untuk kemenangan jadi kenyataan.Senada disampaikan Sujarwo, yang terpenting semua rangkaian kegiatan pendaftaran berjalan lancar, berkas sudah diterima kapu dan dinyatakan memenuhi syarat. Sebagai kontestan ia bersama Said Arif Fadillah akan melaksanakan proses dan tahapan yang telah ditentukan oleh KPU.“Kami tinggal memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat yaitu mendudukkan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak 2021-2026. Karena mereka menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, sebagai semangat baru Siak,” ucap Sujarwo.

Persiapan KPU Siak Jelang Pendaftaran Paslon Pada Pilkada Serentak
03 September 2020 SIAK, Petah.id - Pembukaan pendaftaran paslon kepala daerah pada pilkada serentak tahun 2020 akan dibuka, sejumlah persiapan tengah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak.Ketua divisi teknis komisi pemilihan umum kabupaten siak Agus Haryanto menjelaskan pendaftaran paslon akan dibuka pada besok tanggal 4 sampai tanggal 6 septemebr 2020.Seperti kita ketahui sejumlah partai politik sudah mulai memberikan nama – nama rekomendasi paslon yang akan berlaga pada pilkada serentak desember mendatang.Sementara itu untuk penetapan paslon kepala daerah akan dilaksanakan pada tanggal 23 september dan sehari berikutnya pada tangga 24 september akan dilakukan proses pengudian  dan juga penetapan nomer urut paslon.Saat ini komisi pemilihan umum kabupaten siak juga tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang pendaftaran paslon, salah satunya mempersiapkan proses pendaftaran dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, setiap paslon yang masuk ke kantor kpu terlebih dahulu di haruskan mencuci tangan, kemudian akan di cek suhu tubuhnya serta wajib menggunakan masker.Kemudian atas kesepakan bersama yang akan masuk ke dalam kantor kpu saat melakukan pendaftaran paslon hanya beberapa orang saja sehingga tetap bisa menerapkan phyisical distancing.Seperti diketahui untuk pilkada serentak tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pilkada tahun ini masih di tengah wabah pandemi covid 19, maka dari itu komisi pemilihan umum kabupaten siak benar-benar menerapkan standar protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid 19.

Pengumuman Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Pada Pilkada 2020
28 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Siak menetapkan pelaksanaan pendaftaran bakal pasangan calon pada pemilihan bupati dan wakil bupati Siak tahun 2020.

Indra Gunawan Terpilih Aklamasi, Syamsuar Buka Musda ke-6 DPD Partai Golkar Siak
26 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Indra Gunawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Siak dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke-6 DPD Partai Golkar Siak di Hotel Grand Mempura Siak pada  Kamis (20/8) petang.Terpilihnya Indra Gunawan secara aklamasi karena hanya dirinya yang lolos verifikasi penjaringan yang dibuka panitia pengarah pada Selasa-Rabu (18-19/8) lalu.“Saya bukan apa-apa tanpa dukungan semua pihak. Marilah kita bersatu untuk memenangkan Pilkada Siak. Kemenangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo sebagai Bupati Siak periode 2021-2026 adalah harga mati dan itu marwah kita semua,” ungkap Indra Gunawan.Indra Gunawan akan terus memelihara kekompakan semua unsur, kader, pengurus dan sesepuh Partai Golkar. Memenangkan Arif Fadilah dan Sujarwo sebagai agenda awal. Program menengah, dalam pileg  memperjuangkan Golkar jadi partai pemenang. Selanjutnya mempersiapkan Ketua DPP Golkar Airlangga Harharto untuk Presiden RI. Ke depan, seluruh kader dan pengurus yang menjadi bagian dari partai ini saling merangkul acuan kerja politik menjemput pemenangan.Dikatakan Indra, pembentukan struktur digesa, sebab maksimal pada 31 Agustus mendatang“Ke depan kami sepakat bersama sama membangun Partai Golkar memenangkan setiap kontestasi politik. Harapan kepada kader diamanahkan partai mengusung Arif Fadilah dan Sujarwo. Kami segera melakukan penguatan secara organisasi, merangkul masyarakat sehingga bisa mendapatkan simpati memenangkan Pilkada Siak Desember mendatang,” jelasnya.Saat Indra Gunawan memastikan tidak melihat riak riak. Atas amanah semuanya yang sudah tergabung dalam Partai Golkar dimasukkan ke dalam kepengurusan terbaru.“Setelah kabupaten, 14 kecamatan meneruskan desa sambil berjalan memanggil organisasi didirikan dan mendirikan sayap Partai Golkar,” jelas Indra Gunawan. Sementara Gubernur Riau H Syamsuar membuka Musda ke-6 DPD Golkar Siak diawasi secara virtual Mahkamah Partai Golkar mengatakan Musda ke-6 ini, bagian dari amanat DPP Golkar. Akhir Agustus harus sudah selesai Musda seluruh DPD kabupaten.“Makanya kami menggesa Musda, sekaligus sebagai persiapan menuju Pilkada serentak di sembilan Kabupaten kota,” jelas Syamsuar.Selesai Musda nantinya akan dilakukan konsolidasi partai. Selanjutnya mempersiapkan tim pemenangan untuk sembilan kabupaten kota yang menggelar Pilkada secara serentak.“Kita harus memenangkan. Kandidat kita. Partai Golkar harus memenangkan hati rakyat,” katanya.

Musda DPD Golkar Siak Satu Kandidat, Naufal Haddrami Sebut Sudah Sesuai Juklak
19 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Siak akan digelar pada Kamis (20/8) siang.  Dan hasil verifikasi hanya satu kandidat yang memenuhi syarat yaitu Indra Gunawan.Demikian dikatakan Nauval Hadrami sebagai steering commite (SC) atau panitia pengarah di Kantor DPD Golkar Jalan Raja Kecik Siak, Rabu (19/8) siang.Dijelaskannya, penjaringan dilakukan pada Selasa-Rabu (18-19/8). Petang harinya dilakukan verifikasi. Hasilnya  sesuai juklak 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Musda apa bila kader ingin mencalonkan diri, maka syarat dukungan harus 30 % apabila calon memiliki dukungan 50%+1 suara sah, maka calon tersebut terpilih secara aklamasi. “Setelah diverifikasi maka ditetapkan satu calon Indra Gunawan. Dengan dasar juklak bahwa Indra Gunawan pemegang 18 suara sah atau 90 persen,” jelasnya.Lebih jauh dijelaskannya tentang pelaksanaan Musda atas putusan Mahkamah PartaiNo 133/PI-Golkar/IX/2019.  Atas dasar itu DPD Golkar Provinsi Riau mengeluarkan surat keputusan SKEP-05/DPD/Golkar-R/8/2020tentang berlaku surat keputusan KEP-07/DPD/Golkar-R/IX/2016 tanggal 29September 2016 beserta turunannya. “Atas dasar surat inilah maka kepesertaan Musda ditetapkan mengikuti SK tersebut,” kata Nauval.Sementara terkait H Azmi SE yang mengembalikan berkas melalui orang kepercayaannya  Ismail SH, disebutkan Nauval, saat pengembaliannya waktu pendaftaran sudah tutup. Sesuai kesepakatan partai pendaftaran ditutup pukul 13.00 WIB. Sementara Ismail mengembalikan berkas pada pukul 14.00 WIB. di saat Ismail sampaipendaftaran sudah tutup."Tidak ada upaya koordinasi sebelumnya bahwa akan mengembalikan berkas terlambat. Kami sebagai SC melaksanakan tugas sesuai juklak 02,” ungkap Nauval.Nauval menambahkan Musda Golkar Kabupaten Siak akan digelar pada Kamis (20/8) siang.“Insya Allah Musda kami gelar siang. Musda akan dihadiri Ketua Partai Golkar Provinsi Riau dan Ketua Mahakamah Partai Golkar, untuk memantau jalannya Musda sesuai putusan Mahkamah Partai Golkar,” kata Nauval.Sementara ketika hal itu dikonfirmasi kepada Ismail, menurutnya pihaknya sudah mengembalikan berkas pukul 14.00 WIB.“Panitia menerima berkas kami. Dan panitia biasa-biasa saja,” ucapnya. Ketika ditanya lebih jauh apakah ada penolakan dari panitia. Sambungan ponsel terputus. Dan komunikasi pun terputus juga. Ketika dihubungi ulang, nomor Ismail berada di saluran lain.Dikonfirmasi ulang kepada Nauval atas penjelasan Ismail. Disebutkan Nauval, benar Ismail mengembalikan berkas H Azmi, tapi karena waktu sudah habis, berkas ditolak. “Namun mereka mendesak agar diterima dan diberikan dispensasi. Karena keputusan itu hasil rapat SC bukan keputusan saya pribadi, makanya kami tetap menolak,” jelas Nauval.

Bawaslu Siak Akan Telusuri Foto ASN Bersimbol
17 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Momen Pilkada identik dengan simbol fose jari yang digunakan pasangan calon, kini ditemukan beberapa ASN yang tertangkap kamera memerankan simbol yang diduga sebagai bentuk dukungan ke salah satu pasangan bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Siak. Hal ini menjadi pertanyaan masyarakat terhadap netralitas ASN.Terkait hal itu, Ketua Bawaslu Siak Moh. Royani melalui Koordinator divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Siak Ahmad Dardiri mengaku akan menelusuri informasi terkait foto tersebut. Ia menegaskan dari jauh hari telah menghimbau kepada seluruh ASN untuk tidak melakukan kegiatan politik yang dapat menguntungkan dan merugikan pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pilkada."Akan kita telusuri, siapa orangnya, kapan dan di mana foto tersebut diambil, serta apa maksudnya simbol itu," kata Dardiri, Senin (17/08/2020).Menurut Dardiri, memang saat ini belum ada calon yang ditetapkan, yang ada masih pasangan bakal calon. Namun demikian, UU netralitas ASN bisa menjerat kegiatan ASN yang mengarah ke politik praktis.Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh ASN untuk tidak bermain api, jangan sampai terbukti melakukan sosialisasi dan gerakan yang menguntungkan kontestan Pilkada.

Golkar Siak Bersiap Gelar Musda Pemilihan Ketua DPD Kabupaten Siak, Ini Tahapannya
17 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Musda VI DPD Partai Golkar kabupaten siak, panitia membuka pendaftaran calon ketua Golkar Kabupaten Siak.Musda ke- VI itu diagendakan akan langsung dibuka oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau Drs H Syamsuar.Naufal Haddrami selaku Ketua SC Musda mengatakan, sebagai partai besar dan pemenang di Kabupaten Siak Partai besutan Airlangga Hartarto itu memiliki banyak kader yang potensial untuk menjadi Ketua DPD Golkar Siak."Pengumuman pendaftaran pada tanggal 18-19 Agustus ini akan dilaksanakan pembukaan penjaringan calon ketua DPD Golkar Siak," jelas Ketua SC Musda Partai Golkar Siak Naufal Haddrami, Senin (17/08/2020) sore.Lebih lanjut disampaikan Naufal, pendaftaran dilaksanakan di Sekretariat partai Golkar Kabupaten Siak di Jalan Raja Kecik, Kabupaten Siak.silakan mendaftar untuk mendapatkan informasi terkait persyaratan dan batas waktu yang ditetapkan oleh SC."Dua hari pendaftaran dibuka. Semuanya terbuka untuk seluruh kader Golkar yang ingin menjadi Ketua Golkar di Siak. Silakan. Kami siap menerima. Tentu sesuai dengan ketentuan yg telah disiapkan oleh panitia," jelas Naufal.Musda kedepan ini akan mengusung semangat baru partai Golkar dalam memenangkan pilkada di Kabupaten Siak. Dengan tekad bisa berperan membangun daerah agar terwujud Siak negeri yang sejahtera, bermarwah dan bermartabat."Insya Allah, musda pada tanggal 20 Agustus 2020 dan yang akan membuka Musda Golkar ini nantinya adalah Ketua Golkar Riau, Pak Syamsuar. Mari sama-sama kita sukseskan. Sehingga terpilih Ketua Golkar Siak yang siap mengabdikan diri untuk negeri ini serta membesarkan Partai Golkar di Siak,"Pungkas Naufal.

Membangun Siak dengan Hati, Sujarwo Sebut Siak Rumah Kita
15 Agustus 2020 SIAK, Petah.id -  Siapa yang tak mengenal Sujarwo, dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi, bergaul dengan lintas kalangan, ramah, santun dan banyak hal lainnya dalam sosok anggota DPRD Kabupaten Siak dua periode itu.Kang Jarwo panggilan akrabnya, lahir di Siak 15 November 1977 itu mulai merintis karir politik sejak tahun 2014 silam dan duduk menjadi Dewan di Siak. Berjalan dengan mulus dan digandrungi masyarakat menghantarkan kembali Sujarwo duduk di kursi DPRD untuk periode keduanya (2019-2024) dengan perolehan suara paling tinggi diantara caleg lainnya.Ayah dari tiga orang anak itu juga sangat dekat dengan kaum milenial dan aktif diberbagai organisasi se Kabupaten Siak."Sejak saya turun dalam dunia politik hanya ada satu dalam niat hati saya, bagaimana Kabupaten Siak menjadi lebih baik dan terus berbenah," kata Sujarwo.Sudah menjadi pengusaha sejak sebelum berada di panggung politik membuat Sujarwo tak silau akan kemilau pundi rupiah yang orang tawarkan kepadanya saat menjalani sebagai legislator Siak itu."Banyak tawaran untuk saya dari berbagai kelompok untuk kepentingan pribadi bahkan kelompok mereka dengan iming-iming uang namun saya tolak. tapi jika semangatnya membangun Siak lebih baik tanpa uang pun akan kita dorong sepenuh hati," jelasnya.Suami dari Dian Handayani itu pun mengaku, dalam proses pembangunan di Kabupaten Siak masih sangat perlu sentuhan khusus agar pemerataan pembangunan yang tepat sasaran bisa terwujud."Ibarat rumah,  Siak ini kan rumah kita, tentu kita tahu bagaimana cara mengelolanya agar rumah kita makin indah dilihat, sejahtera orang didalam rumahnya, akur didalam rumah, dan itu tentu bisa kita ciptakan secara bersama kedepannya,"terangnya.Rekam jejak Sujarwo di lintas organisasi se Kabupaten SiakPendidikan- (1990) : SD N 07 Sei Mempura- (1993) : Mts Taufiqiyah Siak- (1997) : MA Darul Hikmah Siak- (2019) : S1 Universitas Persada         BundaRiwayat Organisasi- 2019 : Ketua Komisi II DPRD Siak- 2018 : Ketua PERBASI Kabupaten Siak- 2015 : Ketua Komite SD Islamic Center Kabupaten Siak- 2019 : Ketua Masjid Sultan Ismail Abdul Jalil Jalaludin Kec Mempura- 2018 : Sekretaris DPW BM PAN Provinsi Riau- 2017 : Wakil Sekretaris di HIPMI Provinsi Riau- 2017-2020 : Ketua IKJR Kabupaten Siak- 2020-2025 : Ketua Dewan Pembina IKJR- 2020-2025 : Wakil Ketua DPD PAN kabupaten Siak- 2011- 2018 : Ketua DPD BM PAN Kabupaten Siak- 2018  : Wakil Ketua PATRI (Persatuan Anak Transmigrasi) Kabupaten Siak.- Pembina PKDP Kecamatan Siak dan Mempura- Pembina SMOG Chapter Siak- Pembina Panglima Shoting Club- Pembina Haluan Mempura Jet Team- Pembina Siak Heritage Comunity- Pembina Komunitas N MAX Kabupaten Siak- Pembina Bikers Subuhan- Pembina Mars Beta- Pembina Pecinta Dayung Tradisional- Pembina Generasi Anak Siak (GAS)- Pembina DPD BMRB Kabupaten Siak- Pembina FKDT Kabupaten Siak- Pembina SQUAD Siak- Pembina Himpaudi Kabupaten Siak

Menangkan PAS di Pilkada Siak, Kader Partai Gerindra di Tualang Siap Bergerak
25 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak Said Arif Fadilah dan Sujarwo terima surat mandat dari partai besutan Probowo Subianto (Partai Gerindra) untuk bertarung di Pilkada serentak Desember 2020 mendatang.Penyerahan SK dukungan Partai Gerindra itu langsung diserahkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Riau, Nurzahedi dan sudah ditanda tangani oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani terhadap bakal calon Siak Said Arif Fadillah – Sujarwo dengan slogan PAS.”Terbitnya SK ini (Partai Gerindra) maka sudah tidak ada lagi teka teki arah dukungan Partai kemana untuk Kabupaten Siak,” ujar Androy Ade Rianda Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Siak, Sabtu (25/7/2020).Androy yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak meminta semua kader dapat konsisten berjuang untuk memenangkan pasangan bakal calon yang di usung partai Gerindra dan kader-kader partai untuk serius dan tidak agar tidak ada yang main- main.” Semangat kita hari ini sebagai kader Gerindra sudah di tetapkan pak Prabowo maka dengan itu kita tunjuk kan semangat baru Siak untuk memenangkan pasangan Arif-Sujarwo," ungkapnya dengan semangat.Lebih jauh dikatakan Androy, sebagai kader sudah berkoordinasi dengan seluruh kader di Kabupaten Siak untuk segera bergerak memenangkan pasangan Said Arif Fadillah-Sujarwo.” Kader- kader Gerindra sejak tadi sore telah melakukan koordinasi segera bergerak,”tutup Androy.

Dinilai Pas Memimpin Siak, Gerindra Serahkan Mandat untuk Arif-Sujarwo
25 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo tidak hanya mendapat dukungan penuh dari Partai Golkar dengan delapan kursinya untuk memenangkan di Pilkada serentak Desember 2020 mendatang tapi juga dari Partai Gerindra.Partai Gerindra mendeklarasikan mendukung Said Arif dan Sujarwo pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 14.00 WIB di DPD Gerindra Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.Ketua DPD Gerindra Nurzahedi menyerahkan langsung mandat tersebut. Artinya empat kursi Gerindra siap mengawal kemenangan Said Arif dan Sujarwo di Pilkada Siak.Said Arif Fadilah tak luput mengucapkan terima kasih kepada Partai Gerindra. Bagaimana pun baginya Gerindra adalah partai besar dan Arif mengaku bangga didukung penuh oleh Partai Gerindra.“Saya menyadari Partai Gerindra solid. Mendapat dukungan Partai Gerindra, sama artinya kami berada di atas angin. Apa yang menjadi harapan bersama, saya yakin menjadi kenyataan,” kata Arif.Ditambahkan Sujarwo, apa yang menjadi keinginan dan harapan Partai Gerindra menurutnya menjadi keinginan dirinya dan Said Arif.“Makanya kita sejalan. Bersama menjadikan Siak lebih baik dari saat ini. Kegigihan dan performa Gerindra bersama Said Arif dan Sujarwo, saya yakin kemenangan bisa diraih,” kata Sujarwo.Sujarwo juga yakin, beberapa partai masih akan mendukung pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo. Dan dia sangat berterima kasih akan hal itu.Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Nurzahedi mengatakan pihaknya jatuh cinta dengan Said Arif dan Sujarwo karena keduanya bakal memenangkan Pilkada Siak.“Kami sudah mempelajari rekam jejak keduanya, dan keduanya akan memajukan Siak lebih baik lagi sebagaimana harapan kami,” ungkapnya.Hal senada juga dikatakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Siak Sutarno yang hadir dalam deklarasi itu, menyebutkan, pertama keduanya orang yang layak dan pas untuk memimpin Kabupaten Siak, kedua, pasangan Arif Sujarwo, menurut dia sebagai Ketua DPC Gerindra juga telah dimandatkan oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memenangkan PAS.“Dengan mandat itu, kami akan mengerahkan DPC, PAC dan pengurus ranting dan semua anggota Fraksi Gerindra Kabupaten Siak,” katanya.Menurutnya, harapan menang untuk Said Arif dan Sujarwo. Setelah menang, Sutarno yakin keduanya dapat menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

Bernostalgia ke Kampung Tengah Mempura bersama Said Arif Fadilah
16 Juli 2020 Kenalkan Akang yang Memberi Ibunya Utangan dan Temui Teman Akrab SIAK, Petah.id - Tidak gila hormat karena dia tahu jabatan adalah titipan. Jabatan bisa datang dan pergi atau ditinggalkan dan meninggalkan. Itulah yang selalu Said Arif Fadilah ingat karena itu pesan ibunya.Setelah mengembalikan mobil dinas yang digunakannya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Siak pada Rabu (15/7) pagi. Said Arif Fadilah sebenarnya ingin pamit dengan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, namun Bupati sedang ada kegiatan di Tualang, sehingga keinginan dan niat baik itu harus diundur.“Saya hormati dia karena pimpinan saya. Saya hargai dia karena dia Bupati Siak. Makanya saya hendak pamit, datang tampak wajah, pergi tampak punggung, sebagai bentuk sportivitas,” ucap Arif bersemangat.Pernah berjanji mengajak ke kediaman Gunawan yang akrab disapa Akang (81), pemilik toko kelontong atau sembako di Pasar Cina Twon dan kini tinggal di Jalan Prona tidak jauh dari Polsek Siak. Siang itu, Arif Fadilah merealisasikan janjinya.Akang tinggal bersama anak dan menantunya. Istrinya masih sehat, namun pendengarannya sudah berkurang. Sedangkan akang pernah stroke dan kini sudah mulai pulih. Hanya ingatannya mulai melambat, sehingga saat Arif datang dia hanya tersenyum gembira dan dengan mata berbinar-binar menyapa dan menyambut Arif.“Ibu saya dulu berutang belanjaan kepada Akang ini. Tahu sendirilah berapa gaji guru saat itu. Akang tidak hanya mengutangkan kami, tapi banyak pekerja dan guru yang berutang di toko kelontongnya,” cerita Arif di hadapan Akang dan istrinya.Arif biasa saja menceritakan kehidupan masa kecilnya. Bahkan dia tidak sungkan memberi tahu ibunya berutang belanjaan untuk bertahan hidup sebagai guru dan membesarkan dia dan adik-adiknya yang sekolah. Bahkan dia menyebutkan ikut membantu ekonomi keluarga dengan mencari kayu bakar, menangkap ikan dengan sampan agar bisa dijual dan menyeberangkan orang-orang yang membutuhkan tumpangan.Akang mendengarkan dengan seksama. Setelah Arif bercerita, sambil menatap wajah Arif, Akang tersenyum sambil mengangguk-angguk.Selanjutnya Arif mengisahkan bagaimana Akang mendoakannya agar Arif kecil menjadi camat.“Ketika itu kami hendak pindah ke Pekanbaru. Saat itu sekitar tahun 1980. Ibu saya ada sisa utang Rp18 ribu. Karena hendak pindah dan sekalian pamit, ibu saya membayar utangnya. Namun, akang menolak. Dia bilang uang itu kasih kan Arif saja. Untuk sekolah Arif, biar dia jadi camat. Ucapan Akang itu sampai kini terus terngiang di telinga saya,” ucap Arif, yang disambut anggukan oleh Akang dengan air mata nyaris tumpah.Pertemuan itu bukan untuk sedih-sedihan. Arif hanya bernostalgia mengenang masa kecilnya, mengenang orang-orang yang sudah berjasa dalam sejarah hidupnya.“Tanpa mereka, tak mungkin saya bisa seperti ini. Tanpa orang-orang baik seperti mereka, bagaimana saya bisa tegar dan terus bersemangat belajar, membantu orangtua dan menjadi diri sendiri,” jelasnya.Tak lama berbincang dengan Akang, putranya bernama Aleng pulang. Begitu senangnya dia melihat Arif Fadilah ada di rumahnya.“Sejak kecil saya sudah kenalPak Arif. Ayah saya begitu senang dengannya. Karena Pak Arif orang baik dan sangat sopan kepada orangtua. Dia orang yang punya sikap dan berpendirian. Tak jarang ayah saya jika marah, mencontohkan, lihatlah Arif itu, ayahnya sudah tidak ada, namun dia baik dan sopan, serta singgung-sungguh dalam belajar. Makanya dia didoakan ayah saya menjadi camat,” cerita Aleng yang akan mendukung jika Pak Arif mencalonkan menjadi bupati.Keluar dari rumah Aleng, Arif mengajak menyeberang ke Menpura. Awalnya dia hendak menunjukkan kepiawaiannya mengayuh sampan. Namun sayang, sampan sudah tidak ada, sehingga harus naik perahu bermesin untuk ke Benteng Hulu, Mempura. Said Arif Fadilah Saat Mengemudikan Perahu/Sampan Arif adalah Arif, dia tidak canggung saat mengambil alih mengemudikan perahu bermesin. Arif benar-benar bisa mengemudikan perahu bermesin itu.Sekitar 100 meter dari tepian Sungai Siak di Benteng Hulu, Arif mengunjungi kediaman teman kecilnya. Di rumah sederhana, namun bersih itu lah temannya bernama Mustafa (59) tinggal.Mustafa ternyata terkena stroke. Sudah empat tahun belakangan hanya bisa terbaring di ruang tamu. Ketika Arif datang, Mustafa usai dibersihkan.“Mustafa ini teman saya sejak kecil. Dari SD sampai SMP saya berteman dengannya. Dia orangnya tidak banyak cerita, tapi penggurau,” ucap Arif mengenang masa kecilnya sambil menggenggam jemari sahabatnya itu.Mendengar itu, awalnya Mustafa telentang, lalu secara perlahan bergeser, kemudian memiringkan badannya sembari menatap Arif. Kedengarannya seperti tertawa, ternyata Mustafa menangis.“Menangis dia. Mungkin dia sedang mengenang bagaimana pertemanan kami dulu,” kara Arif yang mencoba menenangkan temannya itu, sambil mengatakan cepat sembuh ya. Aku doakan biar Allah angkat penyakit ini dan kita kembali berkumpul.Arif minta didoakan atas pencalonan dirinya sebagai Bupati Siak. Mustafa sahabatnya mengangguk dan melepasnya pergi dengan senyum.Selanjutnya Arif menunjukkan kediaman beberapa temannya. Arif menyebut mereka dengan nama panggilan masa kecil. Namun, tidak ada yang di rumah, sehingga Arif urung singgah.Melintasi Jembatan Benteng, Arif menunjukkan rumah mertua adiknya di wilayah Kampung Tengah, namun sedang tidak di tempat. Selanjutnya tidak jauh dari situ, Arif menunjukkan di tepian Sungai Siak itulah dia dulu tinggal.“Di dekat pohon durian itu dulu rumah kami. Sebelumnya di atas sana, ada rumah kakek kami, di sanalah kami tinggal,” kisah Arif bernostalgia mengenang masa kecilnya.Dikatakan Arif, dia adalah orang yang tak lupa dengan sejarah. Dia juga menyebutkan bahwa dia juga bukan tipe orang yang melupakan jasa orang terhadapnya.Baginya hidup terus berputar, semua ada masanya. Momen itulah yang kini ada di genggamannya dan akan diperjuangkannya, untuk perubahan. Untuk Siak yang lebih baik lagi.

Maju Pilkada Serentak Desember 2020 di Siak, Said Arif Fadilah Kembalikan Mobil Dinas
15 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Setelah menyatakan pensiun dan maju sebagai Kandidat Bupati Siak berpasangan dengan Sujarwo sebagai wakilnya. Said Arif mengembalikan mobil dinas yang selama ini menemaninya saat menjadi Kadis Perhubungan Pemkab Siak.Mobil XTrail BM 1538 S warna abu abu diterima oleh Plt Kadishub Junaidi. Junaidi dan Arif Fadilah menandatangani berkas serah terima mobil dinas itu.Arif sebenarnya baru akan pensiun pada 2021. Tapi karena menjadi kontestan pada Pilkada Siak Desember 2020 dia memilih pensiun lebih awal.Terkait kinerja Arif Fadilah selama ini, disebutkan Junaidi, sangat bagus. Menurutnya banyak bantuan APBN yang telah diperjuangkannya, salah satunya Kapal Benawa. KapalBenawa kini digunakan untuk pelayanan masyarakat di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit.Tidak hanya sampai di situ, angkutan sekolah gratis juga diadakan untuk pelajar di Kecamatan Minas-Kandis.“Hubungan Arif dengan instansi vertikal terjalin sangat harmonis. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan saya, semuaprogram Dishub Siak berjalan dengan baik,” jelas Junaidi.Belakangan, Pelabuhan Roro di Mengkapan dari anggaran APBN senilai Rp7 miliar untuk awal, tahap kedua Rp60 miliar.“Roro ini nantinya melayani pelayaran dari Riau ke Kepri. Rintisan zaman Arif.Pembangunan fisiknya zaman Arif sudah berjalan 50 persen,” jelasnya.Menurutnya loyalitas ke pimpinan tak usah diragukan lagi. Dan satu lagi yang menjadi kelebihannya adalah, sangat bagus dan peduli kepada bawahan.Sementara Said Arif Fadilah mengembalikan mobil dinas dalam keadaan baik dan bersih sebagai bentuk tanggung jawabnya.“Karena saya sudah pensiun, makanya saya tidak pantas lagi menyimpan mobil dinas. Masih ada yang lebih berhak menggunakannya, karena mobil itu milik negara,” jelas Arif Fadilah.Untuk diketahui, Pengembalian kendaraan dinas itu ditandai dengan penandatangan berkas serah terima, disaksikan langsung oleh puluhan pegawai yang sedang 'ngantor'.Meski SAF sudah pensiun, tampak tanda penghormatan pegawai kepada mantan pimpinannya itu. Mulai dari pintu masuk hingga ke ruang penandatanganan berkas, tampak pegawai menyapa, menghampiri, bersalaman bahkan ada yang memeluk SAF.

Kantongi SK dari DPP Golkar, Arif - Sujarwo Optimis Menang
12 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Tak ada yang bisa memungkiri pasangan Said Arif Fadillah dan Sujarwo diusung Partai Golkar untuk bertarung di Pilkada Siak.Pasangan yang berkarakter dan memiliki kharisma ini, menjadi harapan masyarakat Siak untuk memimpin dan menjadikan Siak lebih baik lagi.Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) resmi mendukung Said Arif Fadilah dan Sujarwo sebagai pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Siak 2020.Dengan diterimanya SK Nomor : SKEP-62/DPP/GOLKAR/VII/2020, tentang Pengesahan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siak dari Partai Golkar, pasangan Arif-Sujarwo dipastikan "berlayar" karena telah mengantongi 8 kursi. Dimana partai golkar Kabupaten Siak saat pileg beberapa waktu lalu tampil sebagai pemenang dan dapat mengusung calon sendiri tanpa koalisi."Insya Allah saya dan sujarwo juga berkomunikasi dengan beberapa partai lain dan semoga segera menyusul,"kata Said Arif Fadilah.Dikatakan Arif, dirinya merasa bangga dan berterima kasih kepada Partai Golkar atas kepercayaan terhadap dirinya dari partai berlambang pohon beringin itu dalam kontestasi pilkada serentak 2020 mendatang." Tadi SK nya langsung Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang memberikan kepada kami (Arif-Sujarwo), dan saya yakin dengan kemampuan serta soliditas partai golkar siak kita siap menang," jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Bapilu Partai Golkar Riau, Ikhsan ST membenarkan bahwa DPP Partai Golkar memberikan SK pengesahan untuk pasangan Said Arif Fadilah dan Sujarwo untuk pilkada Siak 2020."SK Golkar langsung Ketum Airlangga Hartarto yang memberikan di Kantor DPP Golkar Jakarta,"cakap Ikhsan, Minggu (13/07/2020) Siang.Ditambahkannya, bermodal 8 kursi di DPRD Siak, Partai Golkar sudah memenuhi syarat untuk mengusung paslon Arif-Sujarwo di Pilkada. Kendati demikian, Golkar tetap membutuhkan koalisi dengan partai politik lainnya."Meski sudah memenuhi syarat, kita tetap membuka diri untuk berkoalisi dengan parpol lainnya, seperti PDIP, Gerindra, Hanura, Demokrat dan parpol lainnya," pungkas Ikhsan.

Bupati Siak Tandatangani Adendum NPHD Pilkada Kabupaten Siak
09 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak resmi menandatangani adendum Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Dana Pilkada 2020, pasca tertunda akibat pandemi COVID-19.Penandatanganan adendum selain oleh Pemkab Siak, penandatanganan juga dilakukan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Polres Siak selaku penyelengara Pilkada yang dilaksanakan secara serentak.Bupati Siak Alfedri menyampaikan guna kelancaran pelaksanaan tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19, hari ini dilakukan penendatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)."Hari ini kita melakukan penandatangan NPHD bersama komisioner KPUD, Bawaslu dan Polres Siak sebagai penyelengara Pilkada kabupaten Siak, ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat. Bagaimana Pilkada dalam suasana Covid19, dapat dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penangganan Covid 19,"kata Alfedri di ruang pertemuan Bupati, Kamis (9/7/2020).Dikatakannya, agar Pilkada berjalan aman dan lancar di tengah new normal ini, diperlukan penyesuaian keperluan oleh pihak penyelengara agar aman dari dampak dan resiko Covid 19, seperti pembelian alat APD (alat pelindung diri), kemudian ada jumlah pemilih per TPS (tempat pemunggutan suara) dulu 800 sekarang mejadi 500 orang."Artinya dengan perubahan ini jumlah TPS bertambah, tentu diperlukan penyesuaian-penyesuaian dari sisi anggaranya, begitu juga pola kampaye terjadi perubahan dengan memperhatikan protokol kesehatan, ada keperluan dalam pengamana protokol kesehatan covid 19, ada juga penyesuaian dari teknis di lapangan, penyesuaian revisi anggaran namun tidak menambah pagu,"terangnya.Masih kata dia, dengan di tandatangannya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sesuai ketentuan pemerintah telah mencairkan seluruh anggaran Pilkada kabupaten Siak 2020.Sementara itu Ketua KPUD Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPID) Kabupaten Siak Ahmad Rizal menyampaikan, Adendum NPHD dilakukan tanpa penambahan anggran. Namun yang direvisi hanya teknis pencairan. Dari semula tiga tahap menjadi dua tahap."Hal itu sudah sesuai dengan Permendagri no 41 tahun 2020,"ungkapnya.Dijelaskanya, Selaku pihak penyelenggara Pilkada, dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah kabupaten Siak yang selalu siap memberikan dukungan untuk menyukseskan Pilkada kabupaten Siak, sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku."Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemda Siak yang selalu siap memberikan dukungan demi menyuskseskan Pilkada Siak yang akan di gelar secara serentak pada 9 Desember 2020 mendatang,"ucapnya.Dengan di tandatangani adendum naskah NPHD, hari ini 100 persen anggaran pilkada Siak yang jumlahnya 26,4 milyar masuk kerekening KPU Daerah Siak.Sesuai tahapan Pilkada Siak, KPU Daerah Siak saat ini sedang berlangsung pemutakhiran data pemilih, yang akan dilakukan pencocokan data pemilih dari rumah kerumah, yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih.

Hadapi Pilkada Serentak 2020, Ini Langkah Pemkab Siak
11 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Masuk sebagai salah satu dari 270 Daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Siak mulai melakukan berbagai persiapan.Salah satu Kesiapan tersebut adalah mempersiapkan dan penyesuaian anggaran pelaksanaan Pilkada yang telah di sepakat bersama melalui dana Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPAD) khususnya dana penanganan covid 19 untuk kebutuhan tahapan Pilkada.Dikatakan oleh Pj Sekda Siak Jamaluddin, setelah mengikuti Rapat pembahasan Webinar kesiapan pelaksanakan Pilkada serentak 2020, melalui Video Confrence, di ruang rapat Siak meeting room, Lantai Dua Kantor Bupati Siak, Rabu (10/6/2020)."Dari hasil rapat tadi, Pilkada serentak akan tetap dilaksanakan pada tanggal 9 desember 2020, karena pertimbangan jika diundur lagi akan banyak pemimpin daerah yang kosong di Indonesia,"kata Jamaluddin saat diwawancara.Selain itu, sambungnya, karena pelaksanaan Pilkada 2020 dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, Daerah penyelenggara Pilkada harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan."Protokol kesehatan yang akan diterapkan pada Pilkada serentak nantinya adalah tetap memakai masker, menjaga jarak, dan penyediaan alat pelindung diri, dan alat cuci tangan,"jelas Pj Sekda Siak itu.

Golkar Riau Intruksikan Kader dan Fraksi Tetap Solid Untuk Menangkan Pilkada 2020
09 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Menghadapi Pilkada Serentak 2020 mendatang, Wakil Ketua Bidang Bappilu Partai Golkar Provinsi Riau, Ikhsan ST minta kepada seluruh kader golkar di setiap daerah untuk tetap solid dan serius dalam memenangkan calon yang akan diusung."Ada 9 Kabupaten Kota yang akan melakukan pilkada serentak di Provinsi Riau, dan kita Partai Golkar sudah memformulasikan langkah langkah pemenangan di tengah pandemi covid 19, maka dari itu kita meminta seluruh kader untuk tetap solid dan serius,"cakap Wakil Bappilu Golkar Provinsi Riau, Ikhsan ST, Selasa (09/06/2020).Dijelaskannya, di Kabupaten Siak, Ikhsan meminta pengurus dan Fraksi Golkar untuk serius dalam memenangkan calon dan kembali ke akar rumput."Kita juga meminta kepada fraksi untuk turun kesetiap dapilnya masing masing dalam rangka mendorong calon yang akan diusung Golkar untuk menang,"kata Ikhsan.Dijelaskannya, hal itu merupakan hasil dari intruksi dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk wilayah Riau dan target nasional harus bisa berhasil memenangkan 60% dari 9 Kabupaten Kota yang ikut serta dalam pilkada serentak." Jika ada kedapatan ada anggota Fraksi yang coba coba melawan perintah partai, maka sesuai dengan PO Partai Golkar kita akan berikan sanksi tegas,"tambahnya.Sementara itu, kata Ikhsan, Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Drs H Syamsuar juga komit akan turun kesetiap daerah yang melakukan Pilkada serentak dalam agenda memenangkan calon yang akan diusung Partai Golkar."Ketua DPD I Golkar yang juga menjabat sebagai Gubernur Riau saat ini juga komit akan turun langsunh memimpin pemenangan partai golkar di daerah daerah," tutupnya.

Sidang Putusan MPG, Hakim Bacakan Putusan Sela di Hadapan Termohon
14 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Mahkamah Partai Golkar bacakan putusan sela tentang mengembalikan Kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Siak hasil musda dengan surat Keputusan KEP-07/DPD/GOLKAR-R/IX/2016, Jumat (13/03/2020) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta.Dihadapan peserta sidang, Jon kenedi Aziz sebagai Hakim Mahkamah Partai membacakan isi dari putusan sela tersebut, diantaranya yakni Menyatakan pengurus DPD Partai golkar Kabupaten Siak berdasarkan surat keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Riau nomor KEP-07/DPD/GOLKAR-R/IX/2016 tanggal 29 September 2016 tentang pengesahan komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Siak masa bhakti 2016-2020, berwenang menjalankan roda organisasi dan tugas kepartaian di DPD Partai Golkar Kabupaten Siak.Point berikutnya ialah memerintahkan kepada DPP Partai Golkar menyampaikan penetapan ini kepada DPD Partai Golkar Provinsi Riau untuk dilaksanakan.Tampak hadir dalam sidang tersebut pihak pemohon Indra Gunawan SE sebagai ketua harian DPD II Golkar Siak dan pihak termohon DPD I Riau yang dihadiri oleh Asmui beserta penasehat hukumnya dan Ketua DPRD Siak Azmi.

Jelang Musda DPD I Golkar Riau, Pengamat Nilai Syamsuar Sangat Layak Memimpin
24 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Riau sejumlah pandangan bermunculan, pasalnya berhembus kabar Gubernur Riau Drs H Syamsuar turut ikut serta mencalonkan diri yang akan bersaingan dengan Arsyadjuliandi Rahman.Pengamat Politik Riau, Saiman Pakpahan menilai Syamsuar dan Andi Rahman merupakan sosok yang sama-sama dialiri darah kuning sebagai tanda kader yang lahir dari Ibu kandung Golongan Karya.Terkait siapa berpeluang? Saiman memandang ada beberapa hal penting yang harus disampaikan menjelang Musda Partai Golkar di awal Maret nanti."Tradisi Partai Golkar yang selalu berkuasa menjadi catatan penting bagi petinggi partai golkar di tingkat pusat untuk mengayunkan pendulum suaranya.Untuk sampai pada agenda normatif kekuasaan, maka pilihan yang paling Pas untuk menduduki Kursi Ketua DPD I Parsti Golkar Riau adalah dia yang sedang berkuasa (Syamsuar), karena akan memiliki surplus dalam kerangka politik dan pemerintahan," cakap Pengamat Politik Riau, Saiman Pakpahan, Senin (24/02/2020).Dicontohkan Saiman, pada pemilu 2014, di bawah tangan dingin Syamsuar sebagai ketua DPD II Partai Golkar Siak, Golkar dapat merebut kembali kejayaan dengan kemenangan.Sementara itu, Lanjut Saiman,Mantan Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman yang hari ini adalah ketua Partai Golkar definitif merupakan lawan tanding Syamsuar ketika Pemilihan Gubernur Riau beberapa waktu yang lalu. "Dibawah kepemimpinan Andi Rahman, perahu Golkar mulai 'oleng', dan raihan kursi di DPRD mengalami beberapa penurunan. Kondisi ini tidak mungkin dipertahankan, (apalagi kekuasaan tidak lagi dipegang oleh Andi Rahman) jika Golkar Riau ingin mendulang kembali kejayaan partai seperti dahulu kala, sebab Riau dikenal dengan basis Golkar," kata Saiman.Dijelaskan Saiman, Golkar dan Kekuasaan tidak dapat dipisahkan, keinginan partai Golkar untuk melaksanakan Musda di awal Maret nanti memberikan ruang pertaruhan antara petahana (mantan Gubri dan ketua definitif partai Golkar Riau) dan calon lawan tanding syamsuar( Gubernur Riau ).Lebih lanjut dikatakan Saiman, dominasi PDI P dalam pileg dan pemilukada beberapa waktu lalu di Indonesia, harus diawasi secara serius oleh Partai Golkar, terutama di Riau, karena ini menjadi pertaruhan ketua umum partai Golkar secara Nasional."Untuk bisa melawan partai pemenang di pilleg 2019, Partai Golkar harus mampu memaksimalkan semua sumber daya mereka, terutama basis kekuasaan," tutup Saiman.

Saiman Pakpahan Sebut Indra dan Roni Pasangan Ideal Sebagai Lawan Tanding Petahana Pada Pilkada Serentak di Siak
18 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Santer munculnya sosok Indra Gunawan dan Roni Rahmat di media sosial sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Siak pada pilkada serentak 2020 mendatang mendapat perhatian khusus dari pengamat politik Riau, Saiman Pakpahan.Dikatakan Saiman, sosok muda dan energik, Indra dan Roni bisa menjadi pasangan ideal. Kenapa? Kerena menurutnya, Indra Gunawan merupakan sosok luwes, berpengalaman secara politik, punya basis pemilih yang jelas, kapasitas individu yang dekat ke pemilih milenials, akan menaikkan popularitasnya. Indra juga punya basis kultural yang kental dengan Siak. Data ini akan mendapat perhatian khusus bagi pemilih di Kabupaten Siak."Sementara itu, Roni Rahmat memiliki basis di Pemerintahan. Tata kelola pemerintahan bisa dikuasainya, dengan asumsi telah menjadi aparatur sipil negara mulai dari level paling bawah, hingga sampai hari ini. Pasangan ini menjadi paket ciamik yang saling melengkapi," terang pengamat politik Riau, Saiman Pakpahan, Selasa (18/02/2020).Saiman menilai, Indra dan Roni adalah pasangan yang sangat potensial untuk menjadi lawan tanding  petahana pada pilkada Siak. Sebab, lanjutnya, Indra Gunawan memiliki basis militan. Kekuasaan yang dia raih pada kancah politik di Kabupaten Siak, adalah sebuah upaya yang dia lakukan secara sistematis dari bawah, bukan karena popularitas semu."Beda dengan petahana, Ia berkuasa karena keadaan yang mengharuskan demikian, bukan karena tarung politik lapangan ketika pibub beberapa waktu yang lalu. kalaupun saat ini beliau ada dipuncak kekuasaan, patut diduga karena terbawa rendong popularitas Syamsuar kala itu. Hal yang sama, terjadi pada pilgubri beberapa setahun yang lalu, antara Syamsuar dengan Andi Rahman,"sebutnya.Ditambahkan Saiman, Indra dinilai mampu menggantikan sosok Syamsuar membangun Siak. Karena Indra dan Syamusar pada saat itu menjadi paket penguasa, karena saat itu diketahui Indra sebagai Ketua DPRD dan Syamsuar sebagai Bupati Siak."Sosok indra ini terlibat dalam aspek kebijakan pembangunan Kabupaten Siak. Dukungan politik kelembagaan sebagai bukti bahwa irama pembangunan di Kabupaten Siak, ditabuh diatas pemahaman bersama, antara eksekutif dan legislatif. Dukungan kebijakan politik inilah menjadi satu diantara faktor penentu naiknya level indeks keberhasilan Kabupaten di provinsi Riau. Ini juga menjadi faktor mengaa Indra figur yang kuat dan layak dipilih,"tambahnya.Dugaan level paling tinggi, kata Saiman, Indra Gunawan dapat mengalahkan petahana dengan mudah jika hanya dua calon Bupati pada pilkada serentak 2020 di Kabupaten Siak." Indra dan roni jika dihadapkan dengan petahana pada dugaan paling tinggi mereka dapat mengalahkan petahana," tutup Saiman.

Usai Tes Tertulis, Calon PPK akan Diwawancarai KPU Siak
05 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak akan wawancarai calon Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) setelah pada 30/01/2020 lalu dinyatakan lulus tes tertulis.Divisi Teknis KPU Siak, Agus Haryanto mengatakan yang sudah mengikuti tes tertulis akan lanjut ke tes wawancara pada tanggal 8 - 10 Februari 2020."Tes tertulis itu kita cari 10 besar, kemudian dilanjutkan tahap wawancara untuk mencari 5 orang yang ditunjuk jadi PPK," terang Agus Haryanto, Rabu (5/2/2020).Rangkaian tes wawancara tersebut, Lanjut Agus, meliputi wawasan tentang kepemiluan, pemungutan suara, syarat sah suara dan hal-hal yang berkaitan tentang pemilu."Peserta tes dipanggil satu persatu, nanti ada dua penguji dari komisioner KPU Siak," Katanya.Peserta yang lulus menjadi anggota PPK disetiap kecamatan se Kabupaten Siak akan dilantik pada 29/02/2020."Tempatnya kita belum tahu apakah di Gedung Mahratu atau Gedung Daerah," ucapnya.Namun sebelum pelantikan, pihak KPU masih menunggu adanya laporan pengaduan dari masyarakat terkait pelanggaran dari PPK terpilih."Misalkan ada yang lapor ke KPU kalau ada PPK yang terlibat mengurus partai politik, akan kita tanggapi dan PPK tersebut digugurkan. Diganti dengan peringkat 6 - 10 pada tes wawancara," tutupnya.

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie Dicopot dari Jabatannya oleh Yasonna Laoly
28 Januari 2020 JAKARTA, Petah.id - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (menkumham), Yasonna Laoly, copot Ronny F Sompie dari jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi. Hal itu merupakan buntut panjang dari telatnya eks caleg PDIP, Harun Masiku, terdekteksi keberadaannya di Indonesia.Yasonna mengatakan pencopotan Ronny terhitung per hari Selasa (28/01/2020) ini.Dikatakannya lagi, pencopotan itu lantaran tim Irjen Kemenkumham tengah mengusut penyebab adanya delay dalam pendeteksian kedatangan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta pada 7 Januari lalu."(Ronny Sompie) difungsionalkan. Jadi nanti tim independen (Irjen Kemenkumhan dan beberapa instansi lain) ini bisa berjalan dengan baik," ujar Yasonna di Istana Negara, Jakarta."Karena saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa ini terjadi delay," lanjutnya.Yasonna pun telah menunjuk Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Imigrasi ."(Plh) Irjen dan sistiknya (Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian -red) juga (dicopot). Karena sangat menentukan itu mengapa sistem tidak berjalan dengan baik. Mereka bertanggung jawab soal itu," ucapnya.Simpang siur keberadaan Harun sempat membuat geger publik usai OTT KPK pada 8 Januari lalu. Pada 13 Januari, Ditjen Imigrasi Kemenkumham menyatakan Harun Masiku pergi ke Singapura sejak 6 Januari dan belum ada catatan kembali.Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menkumham Yasonna yang menyebut Harun memang ada di luar negeri.Belakangan, baru terungkap bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020. Namun hal itu baru diumumkan pihak Imigrasi pada 22 Januari dengan alasan sistem Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta mengalami delayAdapun dalam kasusnya, Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama Wahyu, eks caleg PDIP sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; dan swasta yang juga eks caleg PDIP bernama Saeful Bahri.Wahyu diduga menerima suap Rp 600 juta dari commitment fee sebesar Rp 900 juta. Rinciannya, Rp 200 juta diterima Wahyu melalui Agustiani pada pertengahan Desember 2019. Sementara Rp 400 juta diterima Wahyu dari Harun melalui Saiful dan Agustiani pada akhir Desember 2019.KPK masih mengusut dari siapa uang Rp 200 juta yang diberikan Agustiani kepada Wahyu pada pertengahan Desember 2019. Sebab KPK menduga, uang Rp 200 juta itu merupakan bagian dari Rp 400 juta yang diterima Agustiani, Saeful, dan eks caleg PDIP Donny Tri Istiqomah.Suap tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah Harun menggantikan caleg pengganti Riezky Aprilia dalam mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.Sumber : Kumparan.com