Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Staf Honorer di Kantor Desa Perawang Siak Terkena OTT Terkait Pengurusan Surat Tanah
12 Juli 2021 Siak, Petah.id - Seorang staf honorer  juru tulis di Kantor Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian.Syaiful Untung (37) kedapatan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh unit tindak pidana korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Siakterkait pungutan liar (pungli) pengurusan balik nama Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR), Kamis  (8/7/2021) di Kantor Kampung Perawang Barat. Saat dilakukan penangkapan, Syaiful Untung baru menerima uang tunai sebesar Rp3.000.000 untuk pengurusan pembuatan balik nama SKGR.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardiyanto melalui Paur Subbag Humas Polres Siak Aipda Dedek Prayoga menjelaskan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat bahwa pelaku sering meminta uang atas pengurusan surat tanah  dengan harga bervariasi berkisar Rp2.500.000 hingga Rp3.000.000.Berdasarkan informasi tersebut, personil unit II Tipikor Sat Reskrim Polres Siak menindak lanjutinya."Penangkapan OTT tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Kantor Kampung Perawang Barat  dalam pengurusan surat tanah warga dimintai uang," ungkap Bripka Dedek Prayoga.Ditambahkan Dedek, operasi tersebut langsung dipimpin Kasat Reskrim Polres Siak, Noak Aritonang.Saat ingin melakukan penangkapan, tim terlebih dahulu melakukan pengintaian.Kemudian, sambung Dedek, tim mendapati pelaku Syaiful Untung honor staf juru tulis 2 sedang memegang sebuah map warna merah yang berisikan dokumen SKGR yang akan dibalik namakan serta satu buah amplop putih yang berisi uang."Setelah dilakukan interogasi terhadap pelaku mengakui memang benar telah baru saja menerima uang sebesar Rp3.000.000 untuk mengurus SKGR  dan uang tersebut di amplop dalam map dengan dokumen SKGR tersebut," jelas Dedek.Tidak hanya sampai disitu, kata Dedek lebih jauh, dari percakapan handphone pelaku didapati percakapan via Whatsapo tentang biaya pengurusan SKGR terhadap masyarakat yang lain, serta bukti transfer sebesar Rp2.500.000 melalui BRI mobile. "Tipidkor Polres Siak mengamankan barang bukti, mengamankan diduga pelaku ke Polres Siak guna dimintai keterangan serta mengambil keterangan dari saksi-saksi lainnya," kata Dedek.Selain barang bukti uang tunai sebesar Rp3.000.000 turut diamankan sejumlah uang Rp2.500.000, 2 bundel dokumen SKGR, buku rekening, 1unit handphone dan lainnya.

Brimob Gadungan Tipu Sang Pacar, Bawa Kabur Mobil Calon Kakak Ipar
22 Juni 2021 Bogor, Petah.id - Modus penipuan dengan cara mengaku-ngaku sebagai anggota Brimob kembali terjadi. Korban nya adalah seorang janda muda. Tidak hanya korban perasaan, mobil sang kakak, raib dibawa kabur untuk digadaikan.  Kisah cinta MR, warga desa Cibateng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor kandas untuk kesekian kalinya. Ia yang gagal pada pernikahan pertamanya, kembali membuka hati untuk menjalin hubungan kasih dengan salah seorang anggota brimob yang ternyata brimob gadungan. Sang pacar yang menjadi tambatan hati, ternyata berupaya melakukan penipuan terhadap MR, lalu membawa kabur mobil kakaknya. Berawal dari kecurigaan, Fajri, kakak MR melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Beruntung, polisi bertindak cepat. Setelah menerima laporan dari korban, akhirnya pria berinisal DN berhasil diciduk diwilayah Sukabumi, bersama 1 unit mobil ayla yang semula dipinjam tetapi tidak pernah dikembalikan. "Alhamdulillah pelaku berhasil kita amankan beserta barang bukti seragam dan atribut brimob, senjata mainan korek api, dan satu unit mobil ayla yang digelapkan pelaku," demikian kata Kapolsek Ciampea, Beben Susanto, saat dikonfirmasi Senin (21/6/2021). "Jadi modus tersangka brimob gandungan ini mengaku anggota Brimob berpangkat Bripka mendekati korban perempuan lalu mendekati keluarga dan meminjam mobil dengan alasan dinas luar padahal mobil tersebut digelapkan," lanjut Beben. Kapolsek menyebutkan, tidak hanya MR, namun beberapa korban lainnya kemungkinan ada diwilayah Sukabumi. Menanggapi kejadian ini Komandan Resimen I Pasukan Pelopor, Kombes Pol Reeza Herasbudi menilai, penipuan dengan mengaku-ngaku sebagai anggota Brimob dapat membuat citra buruk. Masyarakat dapat berupaya untuk menjadi seorang anggota resmi dengan beberapa tahapan. “Untuk anggota resmi diharapkan menggunakan keanggotaannya dengan sebaik-baiknya. Semoga tidak terjadi atau dilakukan anggota resmi,” singkatnya. Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam disel tahanan Mapolsek Ciampea atas pasal penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.Sumber : Suara.com

Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil 6 Bulan
21 Juni 2021 Bengkalis, Petah.id - Seorang ayah sejatinya menjadi pelindung dan penjaga kehormatan anaknya. Namun tidak bagi pria berinisial JS, warga Kabupaten Bengkalis yang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Hingga akhirnya sang putri yang masih berusia 18 tahun, hamil 6 bulan. Setelah mendengar penuturan putrinya, Ibu kandung korban yang tak terima dengan aksi bejat suami, langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Kapolsek Pinggir Kompol Firman VWA Sianipar menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap oleh tim opsnal Polsek Pinggir yang dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Gogor Ristanto pada (16/6/2021) sekira pukul 14.40 WIB di kawasan Jalan Lintas Rimbo Panjang - Bangkinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. "Kejadian pencabulan tersebut berawal pada Rabu (30/12/2020) sekira pukul 00.15 WIB di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri, Desa Pinggir Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, tepatnya di sebuah ruko tempat tersangka JS dan korban berjualan es dawet," kata Firman, Minggu (20/6/2021). Saat kejadian, korban berteriak dan menangis, namun tersangka langsung membekap mulut korban dengan memasukkan baju korban ke dalam mulutnya. Tak hanya itu, korban juga diikat dengan tali oleh pelaku.  "Lalu tersangka mengancam akan membunuh korban dan ibu korban. Kemudian tersangka membuka pakaiannya dan membuka pakaian korban dan menyetubuhi korban," ungkap Kapolsek. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku melepas ikatan tali dan membiarkan korban masuk ke dalam kamar sambil menangis serta memakai pakaiannya di dalam kamar. Tak selang berapa lama, pelaku kembali menjalankan aksinya untuk kali kedua didalam kamar. "Akibat dari perbuatan tersangka tersebut korban mengalami kehamilan dengan usia 6 bulan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada IS (ibu korban) dan R (tante korban), lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pinggir guna pengusutannya," katanya. Berdasarkan laporan tersebut Kapolsek Pinggir langsung menginstruksikan penyidik unit Reskrim Polsek Pinggir dan tim opsnal untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa tersebut. Petugas mendatangi TKP dan mendampingi korban untuk dilakukan visum et repertum di RSUD Duri, Bengkalis. "Setelah diperoleh bukti yang cukup dan diperoleh informasi keberadaan tersangka, lalu pada Rabu 16 Juni 2021 sekira pukul 10.00 WIB, tim yang dipimpin Panit 1 Reskrim Polsek Pinggir Ipda Gogor Ristanto STrK berangkat ke Rimbo panjang Kabupaten Kampar memburu tersangka," ujarnya. "Kemudian tim langsung menangkap tersangka yang mengaku bernama JS dan mengakui perbuatannya telah melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandung dengan cara menyetubuhi korban lebih dari 1 kali. Selanjutnya petugas membawa tersangka beserta barang bukti ke Polsek Pinggir guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," tuturnya. Terhadap tersangka tersebut, disangkakan melanggar pasal 46 undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga melakukan perbuatan kekerasan seksual, pemaksaan hubungan seksual yang menetap dalam lingkungan rumah tangga, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Perwira Polisi Hajar Petugas Jaga Hingga Sempoyongan
20 Juni 2021 Pekanbaru, Petah.id - Seorang petugas jaga Polda Riau sempoyongan usai dipukul oleh perwira polisi, Kompol RW. Pemukulan itu terjadi saat Kompol RW akan masuk Mapolda Riau untuk mengikuti apel malam. Pemukulan oleh Kompol RW kepada petugas jaga Polda sempat terekam dan viral di media sosial. Dalam video pemukulan berdurasi 19 detik itu terlihat Bripda FZ sempat berkomunikasi dengan driver Kompol RW. Tidak lama kemudian, bintara polisi itu menunjuk ke arah portal yang terbuka. Hanya dalam hitungan detik, Kompol RW keluar dari mobil dinas Polisi Nomor 172-IV untuk menemui Bripda FZ dengan diikuti ajudannya, Brigadir TAQ. Ketika itulah, Kompol RW mengepalkan tangan dan tiba-tiba memukul Bripda FZ. Kerasnya pukulan itu membuat Bripda FZ pun sempoyongan. Peristiwa itu pun dibenarkan oleh Kabid Propam Polda Riau, Kombes Gatot Sujono. Dia menyebut, memang ada pemukulan terhadap petugas jaga, Bripda FZ di pintu Mapolda Riau pada 26 Mei lalu. "Iya benar ada (pemukulan oleh Kompol RW terhadap Bripda FZ). Tadi sudah kita mintai keterangan terkait kronologinya," kata alumni Akpol 1994 tersebut, Jumat (18/6/2021). Menurut Gatot, pemukulan terjadi sekitar pukul 20.10 WIB. Kompol RW datang ke Mapolda untuk mengikuti apel penyekatan dan operasi Yustisi. "Sesuai informasi yang beredar, prosesnya kita mintai keterangan terkait kedua pihak. Soal motif kejadian, kami laporkan kepada pimpinan untuk proses selanjutnya," tegas nya. Sumber : Detik.com

Pemred Media Online di SUMUT Tewas Ditembak OTK
20 Juni 2021 Sumut, Petah.id - Insan Pers berduka, kejadian menyedihkan menimpa Pemimpin Redaksi (Pemred) media online Lassernews.Today.com, Mara Salem Harahap (42). Ia ditemukan tewas, diduga karena ditembak orang tak dikenal (OTK) Jumat (18/6) tengah malam. Informasi yang berhasil dihimpun, korban ditembak di dalam mobil saat akan pulang ke rumahnya di Dusun VII, Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut.Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka tembak di tubuh korban pada bagian paha kiri dan bawah perut. Belum diketahuai secara pasti kronologis penembakan yang menewaskan korban. Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, saat dikonfirmasi, Sabtu (19/6) mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dari lokasi kejadian maupun meminta keterangan para saksi. Sementara jenazah korban, sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, untuk dilakukan autopsi. Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan Polres Simalungun masih melakukan pendalaman penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Kapolres memastikan penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyelidikan Polri. Sumber : Antaranews.com

Diduga Melakukan Pungli, PNS di Rohil Riau Ditangkap Polisi
20 Juni 2021 Rohil, Petah.id - Dua oknum PNS Puskesmas Bangko Pusako tak berkutik saat diciduk Tim Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Keduanya diduga melakukan pungutan liar (pungli) terkait pengurusan Permohonan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Bangko Pusako, Jumat (18/6/2021). Oknum pelaku yang diamankan berinisial B Boru Sitinjak warga Kepenghuluan Bangko Mukti, dan rekannya S (39) warga Jalan H Anas Ma'mun, Kepenghuluan Bangko Pusako, Kecamatan Bangko Pusako.Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasubbag Humas AKP Juliandi mengungkapkan, bahwa proses penangkapan kedua oknum PNS ini berawal dari pengembangan dan penyelidikan yang dilakukan polisi setelah menerima informasi seorang warga bernama ET selaku penerima dana UMKM pada Rabu (16 /6/ 2021). ET menyebutkan oknum B Boru Sitinjak meminta uang sebesar Rp 500.000 dari pencairan Dana UMKM Rohil Tahun anggaran 2021 yang sudah diterimanya. Selain meminta sejumlah uang, pelaku juga mengancam korban tidak akan mendapatkan dana UMKM untuk periode berikutnya.Selanjutnya, Jumat (18/6/2021) Sekitar pukul 09.15 WIB, Polisi bertindak cepat dengan mengamankan pelaku beserta barang bukti pada saat korban menyerahkan uang pungli kepada terduga B tepat di depan rumah korban, di jalan menuju PKS PT Bukit Mas, Kepenghuluan Karya Mukti, Kecamatan Rimba Melintang, Rohil. Dari hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut, Polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp1.200.000 yang diserahkan korban kepada pelaku beserta 48 berkas pemohon lainnya.AKP Juliandi menambahkan, hasil interogasi terhadap pelaku B Boru Sitinjak, uang tunai Rp500.000 tersebut akan dibagikan kepada rekannya bernama S selaku PNS di Puskesmas Bangko Pusako sebesar RP300.000 dan sisanya Rp200.000 untuk pelaku B Boru Sitinjak dan akhirnya tim melakukan penangkapan kepada pelaku S di Puskesmas Bangko Pusako. "Kedua pelaku ini masing - masing memiliki peran yang berbeda, kalau pelaku berinisial S tugasnya mengumpulkan berkas-berkas pemohon, sedangkan pelaku B Boru Sitinjak tugasnya meminta uang kepada para penerima dana UMKM. Ada total 48 berkas pemohon, namun yang sudah dicairkan sebanyak 22 berkas sebesar Rp 6.600.000," kata AKP Juliandi. Sementara itu 5 pemohon yang sudah mencairkan dana sebelumnya belum membayarkan kepada para pelaku, 21 pemohon lainnya masih belum menerima dana UMKM dari pemerintah yang rencananya akan ditransfer melalui bank. Hasil pengumpulan barang bukti yang diamankan yakni uang tunai Rp1.200.000 dari B Boru Sitinjak (Rp500.000 pada saat OTT dan Rp700.000 uang pungli sebelumnya), selanjutnya uang tunai Rp3.000.000 dari rekannya pelaku berinisial S (sisa uang pungli yang masih ada), 1 unit sepeda motor supra X warna hitam dan merah BM 2199 PA dan 1 buah handphone merk vivo 1919 warna putih silver milik pelaku berinisial S. Terhadap ulah para pelaku disangkakanPasal 12 huruf e Undang-Undang RI. Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman caman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200.000.000 dan paling banyak Rp1.000.000.000 (satu milyar rupiah).

Sosok Mayat Bocah SD Ditemukan Warga dengan Luka Tebasan Benda Tajam di Sekujur Tubuh
18 Juni 2021 Siak, Petah.id - Warga Kabupaten Bengkalis digegerkan dengan penemuan sesosok mayat dengan tubuh penuh luka tebasan benda tajam. Terlihat sosok mayat tersebut merupakan bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Ia masih berusia 12 tahun. Atas peristiwa tersebut, Polisi mengungkap ciri-ciri korban tersebut, yaitu adalah Hendra (bukan nama sebenarnya) berusia 12 tahun warga Kabupaten Bengkalis. Mulanya, mayat bocah tersebut ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak menoreh getah pohon karet di wilayah Jalan Pembangunan, Desa Sungai Batang, Bengkalis, pada Kamis (17/6/2021) pukul 06.30 WIB pagi. Mayat bocah SD itu ditemukan di dekat semak-semak belukar. Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan menjelaskan, bahwa mayat bocah 12 tahun tersebut penuh luka sayatan benda tajam di sekujur tubuhnya. "Mayat anak laki-laki itu berbaju kaos warna coklat dan celana training dengan luka tebasan di sekujur tubuh," kata Kapolres. Dijelaskannya, awal penemuan mayat tersebut pertama kali ditemukan warga yang akan menoreh getah di kebunnya. Kemudian di tengah perjalanan, ia melihat ada sesosok mayat di pinggir Jalan Pembangunan Dusun Satu Desa Sei Batang, Kecamatan Bengkalis. Kemudian dia langsung memberitahukan kepada warga lain. Mendapat informasi tersebut, Kepala SPKT Polres Bengkalis, bersama Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Kapolsek Bengkalis beserta anggota dan personel Piket Intelkam turun ke TKP guna olah TKP dan evakuasi mayat. "Oleh Pihak Puskesmas Desa Sungai Batang, mayat tersebut dibawa menuju ke RSUD Bengkalis," ungkapnya. Saat ini, Polres Bengkalis terus mendalami dugaan kasus pembunuhan tersebut dan memburu pelaku. Di sisi lain, Kepala Desa Ketam Putih, Suhaimi menyebut bahwa korban bocah SD tersebut diduga dibunuh secara mengenaskan.Jasad korban ditemukan pertama sekali oleh warga yang ingin menoreh getah. Warga itu pun langsung melaporkan ke kantor desa atas penemuannya, barulah info tersebut disampaikan ke polisi. Dijelaskan Suhaimi, bahwa tadi malam orangtua korban sudah mengadu kehilangan anaknya yang diantar pergi mengaji namun tidak pulang-pulang ke rumah."Anak itu (korban) pergi mengaji dan tidak lagi pulang-pulang ke rumah. Dicari sama orangtuanya dan FKPM sampai subuh tidak ketemu. Sampai ditempat mengaji tapi di depan rumah saja, korban tidak masuk ke rumah guru ngaji," ungkapnya.Sumber : SuaraRiau.id

Aksi Vandalisme Rusak Wajah pada Baliho Ketua DPD Partai Golkar Siak
10 Mei 2021 Siak, Petah.id - Baliho wajah Ketua DPD Partai Golkar Siak yang berada di lapangan depan Mess Pemda Siak, atau samping SMAN 1 Siak dicoret orang tak dikenal (OTK) atau telah terjadi vandalisme. Coretan itu berisikan tulisan, Kejap Lagi Mampus Engkau. Dan baru diketahui pada   Senin (10/5) petang sekitar pukul 16.15 WIB.Hal itu tentu saja memantik kekesalan dan amarah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) salah Organisasi yg didirikan oleh partai Golkar.Dikatakan ketua AMPI Kabupaten Siak, Robi Cahyadi mengutuk keras oknum yang telah melakukan perbuatan yang mencederai kebebasan berekspresi.“Kami menganggap tidak dewasa dan terkesan tidak elok dalam peradaban politik dewasa ini,” ungkap Robi Cahyadi.Apa lagi, menurut Robi, coret coret atau vandalisme itu dilakukan  di Negeri Melayu yang sangat menjunjung tinggi peradaban.“Semoga ke depan politik di daerah  yang kita cintai ini bisa lebih dewasa dalam memaknai berbagai dinamika politik dan perbedaan,” ucap Robi Cahyadi.

Kisah Sertu Eki Mulai dari Sekolah Pelayaran Hingga Menjadi Seorang Angkatan Laut
28 April 2021 Siak, Petah.id - Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan sebelum bergabung dan menjadi seorang Angkatan Laut (AL) merupakan siswa dari SMK Pelayaran Yos Sudarso Cilacap. Kisah itu diceritakan Ayah kandungnya Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di kediamannya di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Setelah Pak Marno dan Ibu kandung Eki, Rustini berpisah, sejak usia Eki 3 tahun, Pak Marno memulai komunikasi dengan Eki, ketika Eki duduk di bangku SMP, sejak itulah dia intens berkomunikasi dengan putranya itu.Bahkan, saat Eki sudah ke jenjang SMK, ayahnya pun mengunjunginya di Jawa."Saya mengunjungi Eki ketika Ia SMK. Saya berkunjung bersama anggota DPRD Siak Pak Rakip," terang Kris Handoko.Pada 2014, Eki magang di Batam, saat itulah dia singgah ke Siak. Selanjutnya, selesai magang Eki pun kembali singgah lagi ke Siak untuk pamit ikut tes TNI AL kepada ayahnya.“Segala izinnya dari orangtua, kami yang mempersiapkannya bersama Rakip, mantan Kades (Penghulu) Jatibaru,” jelas Kris Handoko.Semua berjalan lancar, dia lulus tanpa tanpa ada hambatan. Dan dia dinas di Kapal Selam Nanggala 402.Begitulah gigihnya Eki ingin menjadi seorang prajurit datang ke Kabupaten Siak untuk meminta restu sang ayah.“Tahun 2014 Eki datang ke Siak, meminta izin ke saya untuk masuk TNI. Saya izinkan, alhamdulillah langsung lolos 2015. Semua persyaratannya juga diurus dari sini,” kata Pak Marno.Saat Eki meminta izin untuk masuk TNI AL, lanjut Pak Marno, disitu keteguhannya bermula dengan memberi izin dan memberi kerelaan terhadap apapun yang akan terjadi.“Karena saya izinkan, ya saya harus siap dengan apapun setelah izin itu saya berikan,” ungkapnya.

Eks Sekum FPI Munarman Ditangkap Polisi
28 April 2021 Jakarta, Petah.id  - Eks Sekum FPI Munarman ditangkap polisi. Pengacara Habib Rizieq Shihab itu ditangkap di rumahnya."Iya, nanti kita sampaikan lebih lanjut. Iya, masih belum dibawa, masih ada pihak polisi di sini," kata pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, saat dimintai konfirmasi soal penangkapan Munarman, Selasa (27/4/2021).Munarman ditangkap sore ini. Belum ada penjelasan soal kasusnya.Rumah Munarman digeledah polisi. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih di kediaman Munarman.Sumber : Detik.com

Sepatu Olahraga Jadi Hadiah Terakhir untuk Sang Adik
28 April 2021 Siak, Petah.id - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Kalimat sederhana itu menggambarkan sosok Sertu Bah Yoto Eki Kurniawan yang dinyatakan gugur di Kapal Selam Nanggala 402 di Perairan Bali beberapa waktu lalu.Sosok putra tunggal dari pasangan Kris Handoko dan Surtini itu lahir di Cilacap Kecamatan Cipari pada tahun 1994.Orang tua Eki, Kris Handoko dan Surtini sudah pisah sejak usianya memasuki 3 tahun. Lalu, Ayahnya berangkat ke Siak, Provinsi Riau, tinggal di Dusun Sri Mersing, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya .Pak Marno menikah lagi dengan Kuswanti yang sudah memiliki dua anak, dan dari pernikahan Marno dan Kuswanti mereka juga dikaruniai tiga anak.Sementara Eki dan Ibu kandungnya tinggal di tanah Jawa.Disampaikan Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis, tak ada firasat aneh saat kepergian Eki. Namun, biasanya setiap akan pergi dinas Eki selalu saja berpamitan kepada dirinya.Tapi, kata Marno,  kali ini Ia sama sekali tidak berpamitan. Cuma saja, Eki mengirimkan sepatu untuk adiknya yang tinggal bersama ayahnya di Kabupaten Siak.“Biasanya kirim baju buat saya kerja. Beberapa waktu sebelum bertugas tiba-tiba ngirim sepatu buat adiknya di sini. Itu yang saya heran,” jelas Marno.Ternyata, lanjutnya, usai mengirimkan sepatu itu menjadi komunikasi terakhir antara Pak Marno dengan Sertu Yoto Eki Setiawan." Ketika sepatu sampai, dikabarkan kapal selam pun dikabarkan hilang," jelasnya.Sepatu olahraga AL itu diberikan Eki untuk adiknya Thomas Probowo yang saat ini duduk di kelas XII SMAN 1 Bungaraya. “Apakah sepatu itu sebagai firasat, entahlah, saya tidak bisa menduga. Tapi yang pasti kami sangat kehilangan. Dan bagi adiknya dari lain ibu, Eki merupakan inspirasi,” tutur Kris Handoko.Sebelumnya,  Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.

Tiga Hari, 10 Warga Pekanbaru Meninggal Dunia Karena Covid-19
28 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Sebanyak 10 warga Pekanbaru meninggal dunia karena covid-19. Kasus meninggal akibat Covid-19 di Pekanbaru, Riau, terus saja bertambahKematian warga karena Covid-19 itu terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Rinciannya tujuh warga meninggal dunia berjenis kelamin perempuan, dan tiga warga berjenis kelamin laki-laki. Dua warga meninggal dunia terpapar Covid-19 berjenis kelamin perempuan usia 67 tahun, dan berjenis kelamin laki-laki, data pertanggal Rabu, 21 April 2021. Selanjutnya, empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, tiga berjenis kelamin perempuan usia 44 sampai 77 tahun, dan satu berjenis kelamin laki-laki usia 60 tahun.Kemudian, empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, tiga berjenis kelamin perempuan usia 43 sampai 93 tahun, dan satu berjenis kelamin laki-laki usia 51 tahun.  

Sosok Korban Nanggala 402 Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di Mata Sang Ayah
28 April 2021 Siak, Petah.id - Gugurnya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan di kapal selam Nanggala 402 di Perairan Bali meninggalkan kisah tersendiri bagi keluarganya.Ayah kandungnya, Kris Handoko sampaikan bahwa sosok Eki adalah putra yang mandiri.Sejak Kris Handoko dan Surtini berpisah, Eki ikut ibu kandungnya Surtini tinggal di Jawa." Eki anak yang mandiri, bahkan tak jarang Ia menelfon adiknya untuk mengajari prinsip hidup mandiri," kata Kris Handoko yang akrab dipanggil Marno Kumis di rumah kediamannya Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau.Kata Marno Kumis, pertemuannya dengan Eki pada 8/11/2020 waktu itu menjadi pertemuan terakhir Ia dengan putra sulungnya itu."Bulan 11/2020 itu Eki nikah, saya ke Jawa dan itu ternyata pertemuan saya terakhir dengannya," kata Kris Handoko.Tidak ada firasat, kata Kris Handoko lebih jauh, akan kepergian Eki untuk selamanya." Tidak ada firasat apa-apa, dan saya sudah ikhlas," kata Dia.Akan tetapi, lanjutnya, sebelumnya Eki  mengirimi adiknya di Siak sepatu olahraga Angkatan Laut (AL)." Itu terakhir dia kontak ke keluarga, tapi ke adiknya," tambahnya.Biasanya, kata Kris Handoko, setiap akan bertugas Eki selalu pamit dengan dirinya dan selalu berpesan jangan berharap Eki kembali." Pak, saya mau bertugas. Jangan berharap Eki kembali ya. Begitu selalu Eki berpesan kepada saya," kenang Marno Kumis.Sebelumnya, Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.

Ustaz Abdul Somad Dikabarkan akan Nikahi Gadis 19 Tahun
28 April 2021 Petah.id - Kabar terbaru datang dari Ustaz Abdul Somad atau UAS. Ustaz Abdul Somad dikabarkan akan segera menikah lagi. Kabar ini berembus setelah beredarnya surat persetujuan nikah atas nama UAS.Surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad dan calon istrinya itu beredar luas di media sosial. Salah satu yang memposting surat persetujuan nikah UAS adalah akun Instagram Insert Live, Sabtu (24/4/2021).Mengutip SuaraRiau.id, dalam unggahan tersebut tampak ada pas foto Ustaz Abdul Somad dan perempuan muda berhijab.Perempuan itu bernama Fatimah Az Zahra Salim Barabud, usianya masih 19 tahun. Dia lahir  tanggal 1 Oktober 2001 dan berasal dari Jombang, Jawa Timur.Sementara surat persetujuan nikah itu tertanggal 1 Maret 2021.Beredar surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad (UAS).Sontak dengan beredarnya surat persetujuan nikah Ustaz Abdul Somad , warganet bereaksi. Mereka ramai menyoroti sosok sang calon istri."Salfok sama tahun lahir nya, 2001," kata warganet."2001?? Omaigat... Blm genep 20 taun tu bocah," komentar warganet disisipi emoji nangis."Ya ampun kelahiran 2001 muda lagi," komentar warganet.Kendati begitu, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait kabar Ustaz Abdul Somad menikah lagi.Untuk diketahui, Ustaz Abdul Somad pernah menikah dengan Mellya Juniarti. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang anak.Namun pernikahan itu kadas. Ustaz Abdul Somad dan Mellya Juniarti bercerai pada 2019 lalu.Sumber : SuaraRiau.id

Orang Tua Sertu Yoto Eki Setiawan di Siak Merasa Kehilangan dan Terpukul
28 April 2021 Siak, Petah.id - Suasana mengharu biru terjadi di rumah kediaman keluarga Kris Handoko yang akrab disapa Marno Kumis dan istrinya Rusini di Dusun Sri Mersing, Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Siak, Riau.Kesedihan itu bermula saat  pemerintah menetapkan 53 awak kapal selam Nanggala 402 gugur dan di Perairan Bali.Anak mereka Sertu Bah Yoto Eki Setiawan turut gugur dalam kapal selam Nanggala 402 itu."Kami keluarga sangat kehilangan Eki. Mohon Doanya ya," ucap ayah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Kris Handoko dengan suara menahan tangis melalui telfon seluler.Diceritakan Kris Handoko, dirinya tidak mendapat firasat apa-apa atas peristiwa yang menimpa putra sulungnya itu."Biasanya setiap mau naik kapal, Eki pasti nelfon dan selalu bilang jangan berharap Eki kembali," kenang Marno Kumis terhadap anaknya Sertu Bah Yoto Eki Setiawan.Marno Kumis bersama Rusinimemperoleh informasi tentang kapal selam itu pada Kamis (22/4/2021) melalui salah satu stasiun televisi.Mendapati informasi tersebut, kata  Marno lebih jauh, ia mengontak keluarga dan menantunya yang saat ini berada di Sidoarjo, Jawa."Istrinya lagi hamil, dia baru menikah. Mereka sekarang tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur," jelasnya.Sementara itu, Ibu kandung Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, Rusini merasa sangat terpukul kehilangan putranya tersebut.Namun, Ia belum bisa berbicara banyak kepada awak media. Yang pasti, saat ini dirinya sangat terpukul dan terkenang dengan menantu serta cucunya yang masih dalam kandungan."Sudah yatim cucu ku masih dalam kandungan," kata Rusini pecah tak tahan menahan haru.Sementara itu, Kepala Dusun Srimersing, Gatot membenarkan bahwa anak dari Kris Handoko bertugas di Jawa sebagai anggota TNI Angkatan Laut telah menjadi korban tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402.“Benar, itu anaknya pak Kris Handoko Alias pak Marno Kumis, beliau adalah Sertu Bah Yoto Eki Setiawan, anak pertamanya itu," kata Gatot.

Covid-19 di Siak Kian Mengerikan, Safari Ramadan Bupati Tetap Berjalan?
26 April 2021 Siak, Petah.id - Sebanyak 98 orang dalam sehari terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Siak  dari data per Sabtu (24/4/2021). Kendati tampak mengerikan, kegiatan safari ramadan yang digelar Pemkab Siak ke setiap kecamatan tetap berjalan sebagai mana direncanakan jauh hari sebelumnya. Seolah-olah situasi masih dalam kondisi normal. Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak membenarkan bahwa meski kasus covid-19 di Siak meningkat safari ramadan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. "Safari dengan prokes ketat tetap kita laksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah yang hadir 50%. Kalau semua taat prokes inshaallah kasus kita akan turun," kata Budhi, Minggu (25/4/2021) petang. Kata Budhi, Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan dengan sadar dan ikhlas. Namun, tambah Budhi, jika kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak terus meningkat pihaknya akan meniadakan solat berjamaah termasuk soal Idul Fitri. "Jika kasus terus meningkat bukan tidak mungkin kegiatan di rumah ibadah kita tutup lagi, solat Idul Fitri secara berjamaah di tiadakan," jelasnya. Budhi berharap kerjasama masyarakat untuk bisa bersama sama laksanakan protokol kesehatan. Disinggung soal dagangan takjil yang digelar masyarakat setiap sore bisa memicu terjadinya lonjakan covid-19, Budhi tak begitu mempersoalkan masyarakat berdagang. Namun, dengan prokes ketat. "Dagangan sore boleh namun tetap prokes," ungkap Budhi. Budhi mengakui bahwa penegakan hukum pemerintah juga terbatas, sehingga untuk mengendalikan covid harus bersama sama pemerintah masyarakat dan semua komponen bangsa. "Tak bisa pemerintah atau masyarakat saja, semua harus kolaborasi bersama sama saling sinergi," beber Budhi. Saat ini, kata Budhi lebih jauh, pemerintah melakukan upaya  jika kasus covid-19 kian melonjak pihaknya mempersiapkan tempat isolasi. "Mulai semalam kita sudah aktifkan kembali Hotel Yasmin sebagai tempat isolasi," kata Dia. Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat mengikuti dan mematuhi apa yang dianjurkan pemerintah untuk patuh  terhadap protokol kesehatan. " Dan mau di tracing dan test jika kontak dengan pasien positif covid dan isolasi secara benar dan jujur," tandasnya.

Total 77 Meninggal selama Pandemi Covid-19 di Siak
26 April 2021 Siak, Petah.id -Peningkatan warga Siak yang terkonfirmasi positif terus terjadi, per Rabu (21/4) ada 59 warga yang terkonfirmasi positif, satu meninggal dunia, 188 sampel menunggu hasil swab yang tersebar di sejumlah kecamatan.Demikian dijelaskan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak.Menurut Budhi, total positif 2.973, konfirmasi 150 dirawat, 2.490 sehat dan sudah dipulangkan atau selesai isolasi, 159 isolasi mandiri dan 77 meninggal dunia.“Rinciannya, 15 dari Sungai Apit, Tiga Mempura, Dua Sabak Auh, Siak 14, Tualang 15, Dayun delapan, Kandis satu dan Bungaraya satu, sehingga totalnya 59,” jelas Budhi.Dilihat dari jumlahnya, tiga kecamatan yaitu, Siak, Sungai Apit dan Tualang, junlahnya seperti kejar-kejaran dan hal ini harus disikapi dengan bijak, baik oleh perangkat kecamatan, Satgas Penanggulangan Covid-19 kecamatan maupun penghulu serta RT dan RW.Menurutnya, sejumlah pejabat yang melakukan koordinasi ke sejumlah kampung dengan prokes ketat, termasuk Bupati Alfedri dan Sekda Arfan Usman dalam safari Ramadan, mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.Hal ini penting dilakukan sebagai tindak lanjut dari kepedulian kepala daerah dan perangkatnya dalam melawan Covid-19 secara bersama-sama.Wilayah yang tinggi angka terkonfirmasi positif Covid-19 tentu menjadi perhatian dan perlu dilakukan evaluasi.“Kami sudah berkoordinasi dengan para camat, serta pemangku kepentingan. Di tengah kondisi seperti ini, hendaknya semuanya ikut andil dalam memastikan bahwa seluruh masyarakat mematuhi prokes,” kata Budhi.Tidak hanya berhenti sampai di situ, pembatasan terus dilakukan. Bahkan menurutnya diperketat. Baik pergerakan orang di wilayah yang angka terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat, maupun para pemangku kepentingan agar mengurangi dinas luar, sebab hal itu membuat pertanyaan masyarakat dan tidak mudah menjawabnya.“Mari sama-sama menegakkan Perda No 4 tahun 2020, tentang Covid-19 dan Penanggulangan Penyakit Menular, sebab Perda itu lahir untuk menyelamatkan dan kepentingan bersama,” ungkapnya

Covid-19 Makin Menggila, 80 Pasien Penuhi Ruang Inap RSUD Tengku Rafian Siak
20 April 2021 Siak, Petah.id - Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak menunjukkan peningkatan yang cukup serius. Hingga saat ini pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Siak, Riau terus bertambah jumlahnya.Tercatat, hingga Minggu (18/4/2021) terjadi penambahan 38 orang. Banyaknya penambahan kasus positif Covid-19 ini juga membuat ruang inap RSUD Tengku Rafian Siak penuh. Setidaknya, ada sekitar 80 orang yang saat ini menjalani perawatan intensif di sana. "Pasien konfirmasi positif Covid – 19 yang dirawat tersebar dibeberapa tempat. Yang dirawat di rumah sakit sekitar Pekanbaru ada sekitar 25 orang, kemudian di RSUD Siak 80 orang, Asrama Haji Siak 55 orang, Isolasi Mandiri / Mess Perusahaan/Rumah 96 orang. Untuk di pusat kota Siak saja kasus ini cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Siak, dr Toni Chandra.Dari data sementara yang berhasil dihimpun, total pasien Covid-19 di kabupaten Siak saat ini 2.888 yang terkonfirmasi. Dari angka tersebut tinggal 160 dirawat dan 2.557 sehat dan selesai menjalani isolasi,  Tidak semua pasien Covid-19 yang diisolasi di Rumah sakit, ada juga yang melakukan isolasi mandiri yakni sekitar 96 orang. Sementara yang meninggal dunia saat terpapar Covid-19 sekitar 75 orang. "Kemarin juga ada pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD Tengku Rafian Siak, yaitu Tn AB (69). Dan ini ada sekitar 80 orang yang masih dirawat untuk pemulihan dari virus corona ini. Saat ini penambahan pasien positif lebih banyak dibandingkan yang sembuh, data per Minggu kemarin aja yang sembuh cuma 16 orang, sementara yang positif 38 orang," jelas Dr Toni Chandra.Ditambahkan Toni, saat ini ada 37 sampel lagi menunggu hasil. Mereka semuanya tersebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Siak terutama yang kontak erat dengan positif yang telah diambil uji swab."Jadi yang dirawat saat ini di RSUD Siak juga ada yang anak-anak, penambahan kemarin ada 7 anak lagi, makanya kita selalu tegaskan kepada masyarakat untuk tetap selalu menerapkan protokol kesehatan ini. Karena virus ini cepat sekali menular," kata dr Toni lagi. Toni mengingatkan masyarakat terkait pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian. "Bila harus keluar, gunakan masker. Rutin mencuci tangan dan menjaga pola hidup sehat dengan makan buah dan sayuran  serta berolahraga rutin," tutupnya.

Ustaz Zacky Mirza Dikabarkan Jatuh Pingsan Saat Isi Tausiah, Begini Kronologisnya
20 April 2021 Siak, Petah.id  - Kabar seorang pendakwah kondang Ustaz Zacky Mirza jatuh pingsan saat berceramah ternyata bukan di Kota Pekanbaru. Ustaz Zacky jatuh pingsan di Masjid Al-Mukarromah, Kampung Rawang Kao Barat (RKB), Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (18/4/2021) malam.Sekretaris Desa Rawang Kao Barat, Paiwan membenarkan peristiwa itu. Ustaz Zacky jatuh pingsan saat membacakan doa penutup setelah tausyiah."Beliau terjatuh pingsan saat bediri membaca doa akhir penutup tausiah. Untung saat itu, ada Ustaz Nasir, Ketua Harian Yayasan Kita Peduli Berbagai yang langsung menyambut. Kalau engak, badan Ustaz Zacky jatuhnya ke lantai," kata Paiwan  yang juga sebagai MC pada acara tausiah tersebut, Senin (19/4/2021).Kondisi kesehatannya, kata Paiwan, memang sudah kurang fit setiba di Kampung Rawang Kao Barat sebelum Magrib kemarin.Bahkan, tambah Paiwan, salat magrib dan tarawih saja, Ustaz Zacky lakukan di rumah Kepala Desa Rawang Kao Barat, Arifin." Ustaz ngisi ceramah sekitar 40 menit lah," kata Paiwan.Diceritakan Paiwan, bahwa Ustaz Zacky setiba di Rawang Kao Barat juga tidak turun dari mobilnya. Namun, istri bersama rombongannya turun dari mobil."Kondisi Ustaz kurang fit setelah tausiah dari Batam. Sebab di Batam juga pada Sabtu kemarin jadwalnya full. Maka itu, setiba di RKB, Ustaz langsung ke rumah kepala desa untuk istirahat," kata dia.Sekitar Pukul 21.15 WIB, Ustaz Zacky tausiah di mesjid tersebut. Tampak terlihat pada malam itu, kata Paiwan, ustaz kondang ini bersemangat. Tidak kelihatan kondisi kesehatan drop."Tahu-tahu, pas baca doa akhir, beliau lemah langsung pingsan," kata ketua KNPI Kecamatan Lubuk Dalam itu.Ustaz Zacky pun langsung dibawa ke Puskesmas Lubuk Dalam, yang tak jauh dari mesjid tersebut. Zacky Sempat tidak sadarkan diri di Puskesmas. "Beliau sempat tak sadarkan diri. Pipa Oksigen sudah dimasukkan ke mulut beliau. Sekitar Pukul 23.30 WIB, beliau dibawa ke RS Efarina Pelalawan menggunakan ambulan Puskemas Lubuk Dalam," kata dia.Paiwan mengatakan, perkembangan terakhir, kondisi kesehatan Ustaz Zacky sudah membaik. Kemungkinan Ustaz Zacky akan dibawa ke RS di Pekanbaru."Tadi saya dapat telepon dari kawan-kawan Yayasan Kita Peduli Berbagai yang bawa beliau tour dakwah, kondisinya sudah membaik. Tinggal nunggu persetujuan keluarga, apakah beliau mau masih dirawat di RS Efarina, atau di RS Pekanbaru," kata dia.

Kecewa Sama Suami Tak Mau Berhubungan Intim, IRT di Rokan Hilir Bunuh Diri
18 April 2021 Rokan Hilir, Petah.id - NA (21) warga Kepenghuluan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau nekat habisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. Diduga, korban gantung diri karena suaminya berinisial KA selalu menolak saat diajak berhubungan intim. NA (21) diketahui akhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tambang bewarna hijau. Jasad NA ditemukan tergantung di depan pintu kamar, pertama kali dilihat oleh anaknya yang ketakutan dan membuat sang ayah KA terbangun. KA begitu terkejut saat mendapati istirnya tergantung di depan kamar. Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubag Humas AKP Juliandi SH menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap saksi diketahui pemicu korban nekat mengambil jalan pintas tersebut karena kesal ajakannya untuk berhubungan intim ditolak suami. "Peristiwa itu terjadi hari Rabu (14/4/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum kejadian itu korban mengajak suaminya berhubungan, namun ditolak dan korban menjadi menangis, ditinggalkan di kamar sedangkan suaminya tidur di kamar depan," kata Juliandi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan maupun perlawanan dari korban. Karenanya, kata Nurhadi, diduga kuat NA tergantung dalam rumah sebagai bunuh diri. "Suaminya lantas menghubungi warga dan aparat untuk menurunkan sang istri," jelas Juliandi. Pihak keluarga korban, kata Juliandi, menolak dilakukan otopsi dan selanjutnya jenazah korban sesuai permintaan orang tua korban untuk dibawa ke Binjai-Sumut untuk dikebumikan di sana. "Jenazah sudah dibawa ke puskesmas. Jenazah akan dimakamkan di Binjai Sumatera Utara," tutup Juliandi.

Terpapar Covid-19, Pejabat Pemkab Siak Meninggal Dunia
24 Maret 2021 Siak, Petah.Id - Pemerintah Kabupaten Siak berduka atas meninggalnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).H Izram SH selaku Kabid Pertamanan di Dinas PU Tarukim Siak meninggal dunia saat dalam masa perawatan karena terkonfirmasi Positif covid-19.Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak membenarkan kabar duka tersebut. Ia juga menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga." Iya benar, beliau ( H Izram SH)  meninggal dengan terkonfirmasi positif covid-19 saat sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Pekanbaru," kata Budi Yuwono, Rabu (24/3/2021).Duka mendalam itu, kata Budi, sangat dirasakannya. Menurutnya Izram merupakan salah satu pegawai yang memiliki dedikasi tinggi dalam bekerja.“Izram yang akrab dipanggil Bram merupakan orang baik dan berdedikasi tinggi dalam bekerja. Bram menjadi teladan bagi teman-temannya,” jelas Budhi Yuwono.Tak ada yang dapat memprediksi kepulangan seseorang, namun kepergiannya untuk selamanya menjadi duka bagi Kabupaten Siak, karena kehilangan putra terbaiknya.Dijelaskan Budi, Izram mengetahui dirinya positif covid-19 setelah melakukan swab. Sebelumnya, Izram keluhkan Indra penciuman dan indra perasa tidak lagi berfungsi seperti biasanya." Setelah dia Swab hasinya positif. Sempat dirawat di RSUD Siak hingga dilarikan ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru," kata Budi.Siak." Semoga almarhum Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Dan jika beliau ada salah-salah mohon dimaafkan," pinta Budi.Sebelumnya, covid-19 di Kabupaten Siak masih menunjukkan eksistensinya. Seorang ASN di ruang lingkup Pemkab Siak dinyatakan terkonfirmasi positif.Hal itu dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Budhi Yuwono yang juga Asisten I Setkab Siak.Kata Budi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dari Dinas PU Tarukim Siak. Saat ini, pihaknya terus melakukan tracing dan dilanjutkan dengan swab agar dapat mengantisipasi penyebaran covid-19.“Kami melakukan tracing kepada yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif. Terutama yang berada satu bidang dengannya,” jelas Leonardus  Budhi Yuwono, Selasa (23/3/2021) siang.Saat ini, tambah Budhi, salah seorang pegawai yang terkonfirmasi positif covid-19 itu sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru. Jabatan yang terkonfirmasi positif sebagai Kabid Dinas PU Tarukim.Untuk diketahui, Kabid yang terkonfirmasi positif tidak ada keluar kota. Selama ini dia tetap bekerja seperti biasa.Selanjutnya dilakukan swab, hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Selebihnya, untuk pegawai lainnya tentu melakukan isolasi mandiri.Gerak cepat memang harus dilakukan, sebab meski saat ini pandemi Covid-19 di Kabupaten Siak sudah melandai, namun antisipasi tetap terus dilakukan.Makanya Satpol PP, bersama personel TNI dan Polri setiap hari melakukan operasi prokes di sejumlah titik, terutama perlintasan yang banyak dilalui warga.“Hal ini, penting agar masyarakat terbiasa dengan adaptasi kehidupan baru. Mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya.Dari pantauan, Selasa (23/3/2021) Kantor Dinas PU Tarukim Siak masih melakukan aktifitas bekerja seperti biasanya. Terlihat sejumlah orang masih berada di kantor.Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Tarukim Siak Perbatas Setia Dewa saat dikonfirmasi melalui telfon selulernya masih belum memberikan jawaban.

Diduga Serangan Jantung Perwira Polisi di Riau Meninggal Usai Ditangkap Terkait Narkotika
17 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id  - Oknum Polisi berinisial ZM (49) ditangkap  Satgas Antinarkoba Polda Riau terkait peredaran narkotika jenis sabu. Setelah ditangkap oknum polisi berpangkat Kompol itu meniggal dunia saat dibawa di Mako Brimob.     Peristiwa  penangkapan tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto. Disampaikannya , penangkapan itu dilakukan satgas di Jalan Soekarno-Hatta Kota Pekanbaru.     "Iya benar, ada penangkapan. Tim Satgas Antinarkoba menangkap pelaku Z," ucap Kombes Sunarto dikutip dari detikcom, Selasa (16/3/2021).   Dikatakan Sunarto, penangkapan ZM dilakukan pada Sabtu (13/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Riau.   Namun, ZM meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.   “ Pelaku tak sadarkan diri saat tiba di Mako. Meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Riau, (akibat serangan) jantung," katanya.   Dari catatan medis, tambah Sunarto,  ZM disebut memiliki riwayat penyakit jantung. Kemudian dari ZM Satgas Antinarkoba Polda Riau  juga mengamankan barang bukti sabu.   Ada riwayat sakit jantung, iya (ada sabu diamankan)," tegas Narto.Sumber : detikcom

Warga Gunungmelintang Resah Kawanan Gajah Masuk Kebun
17 Maret 2021 Telukkuantan, Petah.id –  Warga Desa Gunungmelintang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau diresahkan dengan keberadaan kawanan gajah yang sudah berhari-hari berada di kebun warga. Kepala Desa Gunung Melintang Hamzah Harianto menuturkan empat ekor gajah tersebut berada di kebun warga yang berbatasan langsung dengan areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).  "Gajah ini makan tanaman sawit warga yang masih berumur dua tahun," katanya, Selasa (16/3/2021). "Dalam semalam, kebun sawit yang habis bisa mencapai satu hektare. Itu bukan jumlah yang sedikit bagi petani kami," tambah Hamzah. DisampaikanHamzah, warga Gunungmelintang sudah berupaya untuk mengusir gajah tersebut. Namun, gajah tersebut tidak mau diusir. "Kami usir, tak pergi. Bahkan, gajah ini mengejar masyarakat yang datang. Kalau kami datang, pasti ditunggu sama gajah, dikejar dan ketika kami lari, dia langsung merusak tanaman sawit sekitar," kata Hamzah. Hamzah mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari PT RAPP, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) hingga Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak-pihak tersebut. "Kami berharap, pihak-pihak tersebut segera mengambil tindakan untuk menggiring kembali kawanan gajah ke kawasan TNTN," ujar Hamzah. Dituturkan Hamzah, konflik antara masyarakat Gunungmelintang dan gajah bukan sekali ini saja terjadi. Hamzah pun pernah menjadi korban keganasan gajah, dimana kebunnya habis dimakan hewan dilindungi tersebut. "Agar konflik ini tidak terulang lagi, kami berharap ada petugas yang ditempatkan di Gunungmelintang, sama seperti yang ditempatkan di desa lain," tutup Hamzah.   Sumber : Goriau.com    

Oknum Polisi Asal Sumbar Ditahan Polda Riau Paska Tembak Teman Kencannya
14 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id  - Oknum Anggota Polres Padang Panjang, Sumatera Barat berinisial AP (24) terpaksa ditahan Polda Riau. Diduga Ia ditahan karena menembak teman kencannya di Pekanabaru yang baru dikenalnya melalui aplikasi Michat. "Polda Riau sudah melakukan penahanan terhadap pelaku. Saat ini telah dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto dikutip dari detikcom, Sabtu (13/3/2021).  Disampaikan Sunarto,  pelaku datang ke Pekanbaru bukan dalam rangka urusan dinas. Sunarto juga menyebut pelaku datang ke Bumi Lancang Kuning lokasi penembakan juga tanpa izin atasannya. "Pelaku meninggalkan tugas tanpa izin di wilayah Sumatera Barat. Polda Riau telah koordinasi dengan Polda Sumatera Barat untuk penanganan kasusnya," kata Narto. Narto memastikan proses hukum pelaku tetap berjalan. Sementara untuk korban, dipastikan dalam keadaan sadar dan kini dalam perawatan. "Proses penyidikan dan hukum sedang berjalan bagi yang bersangkutan. Untuk korban sekarang dalam keadaan sadar dan dalam perawatan dokter Polda Riau dan RS," ungkapnya. Diketahui oknum polisi asal Sumatera Barat, Bripda AP, diduga menembak seorang wanita di Pekanbaru. Wanita itu diduga adalah teman kencan yang dipesan secara online. Seperti dilansir dari detikcom, peristiwa itu terjadi di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru, Sabtu (13/3/2021) dini hari. AP yang bertugas di Polres Padang Panjang diduga memesan wanita penghibur secara daring. Setelah dipesan, datang dua orang wanita, yakni DO dan RO ke lokasi yang sudah disepakati. Namun, kedua wanita itu pergi lagi dengan alasan akan membeli alat kontrasepsi. Merasa curiga, AP kemudian berniat untuk menemani. Kedua wanita itu menolak dan langsung naik ke taksi online. AP kemudian melepaskan 3 kali tembakan dan mengenai salah satu korban, RO. Korban dirawat di RS.   Sumber : detikcom  

Sebelum Tertembak Oknum Polisi Sumbar, Korban Sempat Di-booking Melalui Michat
14 Maret 2021  Pekanbaru, Petah.id – Sikap Arogansi Oknum Kepolisian melalui senjata api kembali memakan korban. Kali ini peristiwa tersebut dialami seorang warga Pekanbaru, Riau yang tertembak anggota polisi dari Polres Padang Panjang, Sumatera Barat(Sumbar), pada Sabtu (13/3/2021) dini hari.   Tindakan salah tembak oleh Bripda AP terhadap seorang warga Pekanbaru diduga bermula dari bookingan melalui aplikasi Michat di salah satu hotel di Pekanbaru. Melansir dari Suara.com, peristiwa itu bermula ketika Bripda AP melakukan open BO melalui aplikasi Michat. Dari open BO itu, datanglah dua perempuan inisial KO dan RO. Usai datang, keduanya berupaya pergi dengan alasan untuk membeli alat kontrasepsi. Akan tetapi, oknum polisi tersebut merasa kedua orang itu berniat menipu, dan kemudian mengejar mereka. Pada pukul 03.15 WIB, Bripda AP melihat KO di pintu keluar basement hotel dan mengajaknya pergi bersama membeli alat kontrsepsi dengannya. Namun di saat itu, KO mencoba lari menuju satu unit mobil Suzuki Xover nopol BM 1629 JH. Melihat hal tersebut Bripda AP berusaha mengejarnya sambil mengeluarkan senpi dan menembak ke arah atas pada tembakan pertama. Lalu ia pun berlari mengejar mobil aplikasi online yang ditumpangi oleh RO dan melakukan tembakan kedua ke arah ban mobil. Namun, pada tembakan ketiga, Bripda AP menembak ke arah kaca belakang mobil. Peluru menembus kaca belakang mobil sehingga mengenai pelipis sebelah kanan korban RO dan seketika mobil pun berhenti. Atas kasus penembakan itu, korban mengalami luka tembak di bagian pelipis sebelah kiri atas. Korban lalu dibawa ke rumah sakit Petala Bumi dan dirujuk ke rumah sakit Santa Maria. Kondisi korban pada saat itu masih dalam keadaan sadar. Namun, saat ini tersangka penembakan Bripda AP yang didampingi sejumlah Polres Padangpanjang masih berada di Pekanbaru untuk menyelidiki kasus penembakan tersebut. Kapolres Padang Panjang, AKPB Apri Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi penembakan oleh personel Polres Padangpanjang. “Yang tertembak ini perempuan. Kuat dugaan ini salah sasaran atau salah tembak karena sasaran utama adalah T.O,” katanya dikutip  dari Suara.com, Sabtu (13/3/2021). Ia menerangkan kejadian berawal ketika Polres Padang  Panjang tengah mengungkap kasus Curas di wilayah hukum Polres Padang Panjang di mana tersangkanya diketahui berada di Pekanbaru.Sumber : Suara.com    

Anggota Polres Padang Panjang Tembak Warga Pekanbaru, Kapolres : Salah Tembak
13 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id – Terjadi peristiwa penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Bripda AP dari Polres Padang Panjang. Aksi tersebut melukai seorang warga Pekanbaru, Sabtu (13/3/2021) dini hari. Peristiwa salah sasaran tembak oknum polisi tersebut diduga bermula dari bookingan melalui aplikasi Michat di salah satu hotel di Pekanbaru. Bripda AP melakukan open BO melalui aplikasi Michat, kemudian datanglah dua perempuan inisial KO dan RO. Usai datang, keduanya berupaya pergi dengan alasan untuk membeli alat kontrasepsi. Akan tetapi, Bripda AP merasa curiga dengan kedua orang itu. Ia pun kemudian mengejar mereka. Pada pukul 03.15 WIB, Bripda AP melihat KO di pintu keluar bassement hotel dan mengajaknya pergi bersama membeli alat kontrsepsi dengannya. Namun di saat itu, KO mencoba lari menuju satu unit mobil Suzuki Xover nopol BM 1629 JH. Mengutip dari Suara.com, melihat hal tersebut Bripda AP berusaha mengejarnya sambil mengeluarkan senpi dan menembak ke arah atas pada tembakan pertama. Lalu ia pun berlari mengejar mobil aplikasi online yang ditumpangi oleh RO dan melakukan tembakan kedua ke arah ban mobil. Namun, pada tembakan ketiga, Bripda AP menembak ke arah kaca belakang mobil. Peluru menembus kaca belakang mobil sehingga mengenai pelipis sebelah kanan korban RO dan seketika mobil pun berhenti. Atas kasus penembakan itu, korban mengalami luka tembak di bagian pelipis sebelah kiri atas. Korban lalu dibawa ke rumah sakit Petala Bumi dan dirujuk ke rumah sakit Santa Maria. Kondisi korban pada saat itu masih dalam keadaan sadar. Namun, saat ini tersangka penembakan Bripda AP yang didampingi sejumlah Polres Padang Panjang masih berada di Pekanbaru untuk menyelidiki kasus penembakan tersebut. Kapolres Padang Panjang, AKPB Apri Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi penembakan oleh personel Polres Padangpanjang. “Yang tertembak ini perempuan. Kuat dugaan ini salah sasaran atau salah tembak karena sasaran utama adalah T.O,” katanya seperti yang dikutip  Suara.com Sabtu (13/3/2021).   Sumber : Suara.com  

Pengikut Ritual Bugil Bersama Bawa Kondom dan Keris
13 Maret 2021 Pandeglang, Petah.id – Aparat Kepolisian menemukan kondom, keris dan kemenyan dari pengikut kelompok 'Hakekok Balaksuta' yang menggelar ritual bugil atau mandi bareng di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. "Ya, betul. Ada beberapa barang yang kami temukan pada saat pengamanan, di antaranya alat kontrasepsi tersebut," kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana dilansir dari detikcom, Jumat (12/3/2021). Saat ini, Polisi terus melakukan pendalaman terkait penemuan kondom dan barang lainnya yang dibawa segelintir pengikut kelompok 'Hakekok'. Sebab, di antara 16 pengikut ritual bugil ini ada yang sudah berstatus suami-istri. "Masih kami dalami, peruntukannya itu apa belum bisa kami simpulkan. Soalnya ada sudah berumah tangga di antara belasan orang itu," ujar Ricky. Selain kondom, beberapa barang yang dijadikan jimat oleh kelompok 'Hakekok' ini juga turut diamankan polisi. Ada keris hingga kemenyan yang biasa digunakan oleh mereka selama melakukan ritual bugil dengan mandi bareng di sebuah rawa. "Barang-barang tersebut juga turut kami amankan. Sekarang masih kami dalami seluruhnya supaya jelas dan tidak simpang siur," ujar Ricky. Sebelumnya, polisi mengamankan 16 warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. Mereka diamankan karena melakukan ritual yang diduga merupakan bagian dari aliran sesat.   Sumber : detikcom

Geger Pemakaman Pasien Covid-19 Dibongkar OTK , Jenazah Turut Hilang
13 Maret 2021 Parepare, Petah.id – Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan dengan dibongkarnya 7 makam khusus pasien covid-19 oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Jenazah didalam peti yang sudah dimakamkan tersebut turut hilang. Polisi tengah menyelidiki peristiwa tersebut. "Sementara kita selidiki, makam-makam siapa saja yang dibongkar dan diambil jenazahnya, hanya itu yang sementara bisa kami sampaikan," ujar Kapolres Parepare, AKBP Welly, Jumat (13/3/2021). Makam khusus orang yang meninggal akibat covid-19  itu berada di TPU Bilalangnge, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Terbongkarnya makam itu baru diketahui pada Kamis (11/3) lalu saat salah seorang warga, Eva hendak berziarah ke makam adiknya yang meninggal karena terkonfimasi positif covid-19. "Setidaknya ada 6 atau 7 makam yang terbongkar di sini," ujar Eva, Jumat (12/3/2021). Sejumlah makam pasien covid-19 sudah terbongkar dan tidak beraturan. Peti jenazah di makam terbongkar itu juga sudah tampak kosong. Eva yakin jika jenazah dalam makam itu baru diambil beberapa hari terakhir. Sebab, beberapa waktu lalu dia sempat berziarah ke makam adiknya dan melihat makam tersebut masih rapi dan lengkap dengan nisannya. "Kemarin di sini ada batu nisan wanita, pas datang kemarin sore tidak ada, sudah hilang. Kemarin kalau tidak salah nisan kayu itu sudah tidak ada, itu lubangnya sudah ada, ada bekas peti," ungkapnya. "Di sana juga kentara (jenazah hilang), sudah ada bukti bukan sekedar hanya lubang kayak gini. Cuma kita tidak tahu siapa yang ambil jenazah, jadi yang saya mau tahu siapa yang ambil jenazah, siapa? Apa pihak keluarga?,"terangnya. Eva lalu mempertanyakan jika jenazah pasien covid diambil keluarga jenazah. " Apakah boleh jenazah diambil? Dan kalau memang boleh kenapa tidak dari awal dikasih saja sama pihak keluarga, nanti pihak keluarga yang makamkan, dari pada begini sudah dikubur digali lagi diambil jenazahnya," tandasnya.   Sumber : detikcom

Heboh Ritual Bugil Bersama 16 Warga Diamankan Polisi
13 Maret 2021 Petah.id – Sebanyak 16 orang warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Bante terpaksa diamankan aparat kepolisian karena diduga menggelar ritual aliran sesat. Mereka melakukan mandi bersama dengan telanjang bulat di sebuah rawa. Gerak cepat aparat kepolisian melakukan pengamanan kepada 16 warga yang menjadi sorotan publik itu. "Total ada 16 orang yang diamankan terdiri dari laki-laki dan perempuan serta 3 orang anak yang masih di bawah umur," kata Wakapolres Pandeglang Kompol Riky Crisma Wardana saat ekspose di Pandeglang, Banten, Kamis (11/3/2021). Belasan orang yang diamankan itu bermula saat warga memergoki mereka sedang mandi bareng tanpa busana di kolam penampungan air milik sebuah perusahaan sawit. Di tengah kegiatan itu, ada seorang pria dengan inisial A (52) yang memimpin ritual serta ceramah kepada kelompok mereka. "Saat ini, pemimpin beserta kelompoknya sedang kami periksa untuk mendalami motif dan tujuannya melakukan kegiatan tersebut untuk apa. Nanti untuk keputusan terkait aliran ini, kami perlu mendalaminya terlebih dahulu," ujarnya. Ricky menjelaskan, aliran ini dipimpin oleh seorang warga berinisial A (52). Aliran ini sendiri dibawa oleh A setelah mendapatkannya dari pimpinan sebelumnya yaitu almarhum E. "Ajaran hakekok itu dibawa oleh almarhum E kemudian diteruskan ke A. Ajaranmya balakasuta dari Kecamatan Cibaliung di Kabupaten Bogor," ujarnya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa unsur untuk memutuskan status dari aliran kelompok ini. Di antaranya dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) hingga MUI Pandeglang. "Besok kami akan koordinasi dengan kejaksaan untuk memutuskan apakah ritual yang mereka lakukan merupakan aliran sesat atau bukan. Nanti juga ada kajian dari MUI yang memperkuat keputusannya," terangnya. Sementara itu, MUI menyebut ritual mandi bareng belasan warga tanpa busana di Kecamatan Cigeulis, Pandeglang telah menyimpang. MUI menilai ritual kelompok tersebut sudah jauh melenceng dari nilai-nilai agama Islam. "Jelas itu menyimpang, udah terlalu jauh itu. Ritual telanjang seperti itu oleh agama-agama lain pun pasti tidak dibenarkan," kata Sekretaris MUI Pandeglang Ghaffar Al Hatiri seperti dilansir dari detikcom, Kamis (11/3/2021). MUI pun mengecam tindakan kelompok yang belakangan diketahui menganut kepercayaan hakekok balakasuta tersebut. Sebab, aliran kelompok itu sudah jauh melenceng dari nilai ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. "Masalahnya, kalau ajarannya hanya tok pada bidang pencucian diri saja (mandi bareng tanpa busana), maka itu tidak dibenarkan. Ketika dibawa ke ajaran seperti ini, itu jelas tidak sesuai," tegasnya. Meskipun demikian, MUI meminta umat Islam tidak terpancing atas ulah kelompok tersebut. Ia berharap masyarakat tidak main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh prosesnya ke aparat penegak hukum. "Langkah polisi dengan langsung mengamankan mereka itu sudah tepat. Maka, saya imbau masyarakat tetap tenang supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Soalnya, biasanyabitu kalau ada hal-hal menyimpang dengan kebiasaan kita, masyarakat itu sudah ngambil tindakan sendiri. Nah, ini jangan sampai terjadi, percayakan saja semuanya ke aparat hukum," ungkapnya.   Sumber : Detik.com            

Diduga Bermain Korek Api, Balita di Pekanbaru Terbakar di Rumahnya
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Nasib naas menimpa Fauzan (3) warga Jalan Pembina Ujung RT 003/RW 008, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru. Fauzan diketahui meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di rumahnya pada Senin (8/3/2021) sekira pukul 10.00 WIB. Dikabarkan nasib naas itu menimpa sesaat orang tua korban sedang tidak berada dirumahnya. Fauzan yang sendirian di rumahnya diduga bermain korek api (mancis). "Anak ini diduga main api dalam rumah sendiri," terang salah satu saksi mata, Welly. Welly juga mengatakan, saat kejadian, jasad Fauzan ditemukan dalam sebuah lemari sudut ruangan dalam kondisi tek bernyawa. "Setelah terbakar, Fauzan karena panik sembunyi dalam lemari, warga yang mengetahui langsung merubuhkan dinding rumah, namun sayang nyawa Fauzan tak selamatkan," tambahnya. Hingga saat ini jasad Fauzan sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan.   Sumber : Suara.com  

8 Hektar Lebih Hutan dan Lahan di Bungaraya Siak Terbakar
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id  -  Kebakran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak terus terjadi, kali ini  api membakar hutan dan lahan di Kampung Temusai,  Kecamatan Bungaraya. Dari kejauhan asap tampak membumbung tinggi ke udara.   Demikian dikatakan Kabid Damkar Siak, Irwan Priyatna menyampaikan bahwa luasan yang terbakar tersebut mencapai 8 hektar.   " Taksiran kita sementara ini masih seputaran 8 hektar, kita tidak bisa menyebutkan luasan yang terbakar itu luas atau kecil kalau belum diukur secara rinci melalui elektronik," kata Irwan.   Ia juga mengatakan, penentuan luas lahan yang terbakar juga bukan ditentukan oleh mengepulnya asap. Malahan, tambahnya, kepulan asap membuat kita tidak melihat titik mana saja yang terbakar dan berapa luasannya.   " Jadi sementara  perkiraannya ya segitu, asap yang terbawa angin menutupi seolah lahan yang terbakar luas," jelas Irwan Priyatna.   Namun saat ini, kata Irwan lebih jauh, di lokasi terbakarnya hutan dan lahan tersebut sudah dibuat sebanyak 50 embung untuk stok air dan sudah dilakukan penyekatan oleh alat Dinas PU Tarukim.   " Soal karhutla di Siak sangat serius ditangani, semua kekuatan dikerahkan agar kebakaran tak meluas. Bahkan alat PU Tarukim selalu siaga untuk membuat penyekatan dan embung," kata Irwan.   Diakui Irwan, tanpa dibantu hujan pada Minggu (7/3/2021) tim akan kewalahan karena stok air sangatlah minim.   " Kemarin kanal-kanal di tepi itu sudah kering, Alhamdulillah dibantu hujan agak terisi dan ada stok air sedikit walau belum memadai, makanya itu alat PU membuat embung yang banyak," ungkapnya.     Sementara itu, Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah yang juga terjun ke lokasi untuk memadamkan api menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memadamkan api.   Ditambahkan Ihsan, sudah tiga hari timnya berada di lokasi hutan dan lahan yang terbakar tersebut.   " Tim sudah tiga hari di sini, Alhamdulillah kemarin tim terbantu dengan adanya hujan. Saat ini tim sedang melakukan pendinginan," kata Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah di lokasi Karhutla, Senin (8/3/2021) petang.   Disinggung soal luas yang terbakar Ihsan tak menjelaskan secara rinci namun dikatakannya tim sangat focus pada pemadaman api dan mengejar kepala api agar tidak merambat ke tempat lainnya.   " Kita belum ukur secara pasti, yang paling penting adalah bagaimana api lekas padam agar asap tidak ada di Siak," ungkapnya.   Ditambahkan Ihsan, sumber air yang jauh dan sedikit menjadi kendala tim dalam memadamkan api. Ditambah cuaca yang panas terik.   "Air disini agak susah, ditambah panas terik begini, jadi tim harus bekerja ekstra," jelasnya.  

Hutan dan Lahan di Bunga Raya Terbakar Lokasinya Tak Jauh Dari Areal Perusahaan, Jarak Pandang Hanya 2 Meter
08 Maret 2021 SIAK,  Petah.id - Beredar vidio terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak dengan asap yang tebal hingga mengganggu jarak pandang saat pemadaman.   Tampak dalam vidio tersebut percakapan antar anggota tentang asap tebal.   " Perjuangan, kepadatan 2 Senti dan jarak pandang 2 meter, semangat bro," kata yang terdengar dalam vidio tersebut.   Danru Mangga Agni Kabupaten Siak, Syahrizon membenarkan vidio itu datang dari tim nya.   Disebutkannya, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/3/2021) di Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Ia juga menyampaikan bahwa kejadian dalam vidio tersebut pukul 17.00 Wib.   "Iya kejadiannya itu semalam sore saat tim menuju lokasi lebaran hutan dan lahan di Kampung Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya," kata Syahrizon, Minggu (7/3/2021) pagi.   Kata Syahrizon, sangking pekatnya asap yang menggumpal di lokasi terbakar itu, Ia hampir menabrak tim lainnya yang berdiri di tepi jalan menuju lokasi karhutla.   "Sangking pekatnya asap hampir kami menabrak salah satu anggota polisi yang ikut melakukan pemadaman di lokasi, cuma selisih satu bam saja lagi," ungkap Syahrizon.   Ia juga menjelaskan, sesampainya di lokasi, Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto juga sudah berada di dalam wilayah karhutla tersebut.   "Kapolres aja sampai malam di lokasi untuk memadamkan api," kata Dia.   Namun, jelas Syahrizon, saat ini di lokasi hutan dan lahan yang terbakar itu kondisi asap sudah mulai menipis, ditambah lagi saat ini di lokasi karhutla terjadi hujan rintik.   " Pagi ini mulai menipis sudah, ditambah dengan hujan rintik, mudah-mudahn segera bisa diatasi," jelasnya.   Pihaknya terus berupaya agar api segera padam dan membuat langit tetap membiru.   "Semoga hujan juga semakin deras dan api yang membakar hutan dan lahan lekas padam," harap Syahrizon.   Hingga saat ini, belum diketahui seberapa luas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak itu.   Berdasarkan pantauan, tim gabungan pemadam kebakaran Siak dikerahkan untuk memadamkan api.   " Kalau luasnya belum tau kami bang, yang pasti kita upaya pemadaman dahulu," Keta Syahrizon.   Disinggung soal lahan tersebut milik siapa, Syahrizon sampaikan bahwa lokasi tersebut sangat tidak jauh dari perkebunan milik PT TKWL .   "Lokasinya lahan APL, lahan APL itu lahan konflik yang belum digarap, tapi lokasi itu tak jauh dari perkebunan milik PT TKWL," tandas  Syahrizon.

Warga Tualang Siak Digegerkan Temuan Mayat Membusuk di Bawah Jembatan Maredan
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Warga Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki di bawah Jembatan Maredan tepatnya di anak sungai Kampung Tualang.Penemuan sosok mayat tersebut bermula dari bau busuk yang menyengat. Setelah itu Suyatmi (53) seorang pemilik warung makan berusaha mencari sumber aroma tak sedap itu."Suyatmi menemukan sumber bau busuk itu, namun ia awalnya tidak mengira itu sosok mayat," kata Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani menjelaskan dari keterangan saksi.Ditambahkan Faizal, untuk memastikan apa yang ditemukan, Suyatmi memanggil suaminya Ilus (53). Namun, Ilus pun belum bisa memastikan bahwa bau busuk tersebut merupakan bangkai binatang atau sesosok mayat." Karena belum pasti, akhirnya pasangan suami istri ini memanggil masyarakat untuk memastikan apa yang ditemukan mereka,"  tambah Faizal.Saat itu, jelas Faizal, masyarakatlah yang menyebutkan bahwa yang ditemukan Suyatmi dan Ilus adalah sosok mayat."Jadi masyarakatlah mulanya yang bilang bau busuk  itu merupakan sosok mayat," jelasnya.Kemudian, kata Faizal, Ilus menghubungi pihak kepolisian Polsek Tualang atas penemuan yang diduga mayat manusia tersebut." Lalu kita datang dan mengevakuasi sosok mayat tersebut, sekira pukul 18.00 Wib korban kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan Ver," kata Kapolsek Tualang.Saat ini, kepolisian masih menggali informasi dan melakukan penyelidikan secara berkelanjutan tentang penemuan sosok mayat tersebut." Kami pasang police line disekitar tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ungkap Faizal.

Gegara Ada Siswa Positif Covid-19, Sekolah MAN Siak Diliburkan
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id  - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Madrasah Aliyah  Negeri (MAN) 1 Siak terpaksa diliburkan paska seorang siswa terkonfirmasi positif covid-19.   Kasi Pendis Kemenag Siak, Resman Junaidi membenarkan MAN 1 Siak meliburkan seluruh muridnya lantaran ada yang terkonfirmasi positif covid-19.   " Iya ada siswa yang positif covid-19, jadi sejak hari Jumat (5/3/2021) kemarin sudah diliburkan hingga 14 hari kedepan," kata Resman Junaidi, Minggu (7/3/2021) petang.   Siswa tersebut, tambah Resman Junaidi, tertular dari orang tuanya yang berkerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Siak.   " Ia (siswa) tertular dari orang tuanya yang kerja di perusahaan yang ada di Kecamatan Siak," jelas Resman.   Awalnya, kata Resman lebih jauh, siswa tersebut sempat demam dan masuk ke sekolah tatap muka seperti biasa. Namun, setelah ayahnya dinyatakan positif covid-19 dan hasil tracking anaknya juga ikut positif.   " Awalnya demam namun panasnya tidak tinggi jadi sekolah PTM seperti biasa, sudah seminggu dia sekolah baru setelah itu diketahui dia positif covid-19 yang tertular dari ayahnya,makanya sekolah seluruhnya diliburkan," kata Resman.   Disinggung soal ujian yang akan dihadapi siswa dan sisi MAN 1 Siak, Resman menjelaskan ujian tersebut akan melalui daring.   " Untuk ujian semester juga dilakukan secara daring untuk sementara waktu ini," ungkapnya.   Hal senada juga dikatakan jubir Satuan Tugas (satgas) covid-19 Kabupaten Siak Leonardus Budi Yuwono. Ia mengatakan sekolah itu akan melaksanakan pembelajaran secara online kembali.   "Satu kelas yang diliburkan selama 14 hari kedepan, siswa tersebut tertular dari orang tuanya yang bekerja di salah satu perusahaan," jelas Budi.   Untuk diketahui, ini libur yang dilakukan untuk ke dua kalinya karena seorang siswa yang terkonfirmasi positif covid -19. Sekolah ini sebelumnya meliburkan seluruh siswa karena kasus positif covid-19 lalu sempat masuk kembali proses belajar mengajar selama seminggu dan saat ini kembali diliburkan lantaran kasus yang sama.

Potret Tim Satgas Karhutla Siak Saat Bertungkus Lumus Padamkan Api
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id - "Pantang Pulang Sebelum Padam" kalimat itulah yang menjadi semangat dalam diri tim merah saat bertugas di lapangan memadamkan api.Meski di tengah panasnya jilatan matahari, belum ditambah dengan panasnya api dan sesaknya kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak membuat kendor semangat  tim Satgas karhutla dalam mengejar kepala api agar tidak meluas.Namun tidak banyak yang tahu jika lokasi kebakaran hutan dan lahan itu jauh dan mengharuskan tim menginap di hutan belantara bertemakan api dan asap.Berikut potret Tim satgas Karhutla saat berjibaku memadamkan api 1. Padamkan api untuk membuat langit tetap biruFoto : Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah bersama tim gabungan padamkan api di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit.2. Makan seadanya di tengah hutan Tim makan seadanya di tengah hutan dan kepulan asap, mereka tidak lagi berfikir tentang bagaimana rasa makam tersebut. Mereka makan untuk menambah tenaga dalam bersiap memadamkan api selanjutnya.3. Berjalan kaki hingga puluhan Kilometer dengan beban super beratSelain skil dalam memadamkan api, Tim gabungan harus menyiapkan tenaga ekstra, sebab tak jarang mereka harus berjalan puluhan kilometer hanya untuk memastikan api tidak merambat dan benar-benar mati.4. Bermalam di hutan hanya dengan mendirikan tenda daruratJika kebakaran hutan dan lahan lokasinya jauh, tim gabungan terpaksa harus meninggalkan rumah dan kenyamanannya untuk memadamkan api. Tidur dengan alas seadanya, selimut seadanya dan tenda darurat seadanya. Tak pernah perduli dengan ancaman yang datang di tengah hutan, bagi mereka api padam menjadi obat dari segala kelelahan.5. Bekerja dengan kesungguhan hatiDalam bekerja kebanyakan orang selalu melihat pangkat dan derajat seseorang, tak jarang dengan pangkat yang tinggi seseorang tersebut enggan untuk bergerak di lapangan. Begitulah kebiasaan bos yang tidak memiliki jiwa leadership. Namun berbeda dengan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto, Ia tampak terjun langsung ke lokasi karhutla memadamkan api. Tidak dipedulikan baju seragamnya kotor dan hitam akibat arang yang lengket. Baginya, memastikan Riau bebas asap menjadi tujuan utamanya.Foto : Kapolres Siak AKBP Gunar Rahardyanto saat memadamkan api di Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura.

4 Hektar Lahan Terbakar di Kepulauan Meranti, 2 Hektar Berhasil Dipadamkan
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Baru saja berhasil memadamkan api di Desa Tanjung Gemuk seluas 2 hektar, tim Manggala Agni Daops Siak berpindah lokasi untuk berjibaku memadamkan api lagi di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.Demikian dikatakan Humas Manggala Agni Daops Siak Sutrisno kepada Petah.id yang saat ini berada di lokasi. Ia menyebut sudah 3 hari tim memadamkan api di Desa Gayung Kiri itu."Luas yang terbakar di sini diperkirakan 4 hektar lebih, tapi baru berhasil dijinakkan seluas 2 hektar lebih," jelas Sutrisno kepada Petah.id, Jumat (5/3/2021).Diakui Sutrisno, saat ini pihaknya bersama tim yang terdiri dari Manggala Agni, Polisi, TNI, Aparat Kecamatan Rangsang, dan Aparat Desa Gayung Kiri masih berjibaku melawan si jago merah."Sudah tiga hari ini tim terus berupaya memadamkan api, padahal tim baru saja berhasil memadamkan api di Desa Tanjung Gemuk selama 3 hari," kata Sutrisno.Saat ini, tambahnya, tim terus melakukan upaya penyekatan dan mengejar kepala api agar tidak merambat kepemukiman warga." Tim terus melakukan penyekatan dan pengejaran kepala api agar tak sampai masuk ke pemukiman warga, soalnya kemarin api sudah mulai merambat ke bagian halaman belakang rumah warga," jelasnya.Sumber air yang sulit serta angin yang kencang dan tak beraturan membuat tim harus bekerja ekstra. Mereka bertungkus lumus untuk mengendalikan api."Saat ini api sudah dapat di kendalikan, selanjutnya akan dilakukan kegiatan moping up," jelasnya.Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya karhutla di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang tersebut. Namun, kejadian itu terus dalam penyelidikan kepolisian." Penyebab kebakaran belum tau, kita fokus api padam saja, kabarnya persoalan itu masih dalam penyelidikan Polsek Rangsang," kata Dia.Sutrisno berharap, kedepan seluruh stake holder benar-benar dapat menjaga lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan atau membuang puntung rokok sembarangan di tengah cuaca panas seperti ini." Jangan membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar,hati-hati membuang puntung rokok, agar tidak terulang kejadian kebakaran hutan dan lahan," pinta Sutrisno.Kata Sutrisno, jika warga ada yang melihat melihat ada api di hutan atau lahan untuk segera melakukan langkah pemadaman cepat agar tidak meluas." Atau bisa juga hubungi aparat desa setempat dengan begitu kita bisa mencegah karhutla meluas dan selamatkan lingkungan," tandasnya.

Baru 2 Minggu Lalu Padam, Lahan di Siak Kembali Terbakar di Lokasi yang Sama
06 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Baru Dua Minggu yang lalu api berhasil dipadamkan di Kampung Merempan Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Kini lahan tersebut kembali terbakar.Lokasi yang terbakar saat ini ternyata sama dengan yang terbakar dua minggu yang lalu di Jalan kilometer 4 Kampung Merempan Hilir.Upaya pemadaman terus berlanjut, tim gabungan Satgas kembali berjibaku memadamkan api." Ya benar terjadi kebakaran hutan dan lahan sama di Kecamatan Mempura," kata kata Kabid Damkar Siak Irwan Priyatna, Jumat (5/3/2021).Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kebakaran hutan di lahan tersebut. Apalagi lahan tersebut pernah juga terbakar." Penyebabnya belum diketahui, tim gabungan focus pada pemadaman, soalnya lahan ini pernah terbakar dan ini terbakar lagi," kata Irwan.Setidaknya kurang lebih satu hektar lahan gambut yang terbakar di lokasi tersebut." Kurang lebih satu hektar lahan tersebut terbakar. Saat ini tim masih melakukan pendinginan dan memastikan api benar-benar padam," kata Irwan.Irwan mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat akan bahaya api. Iya ingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar."Jangan buang puntung rokok sembarangan sebab cuaca kita lagi ekstrim panas," jelasnya.Ia juga berpesan untuk masyarakat jika melihat ada api di hutan atau lahan untuk segera melakukan langkah pemadaman cepat." Bisa juga hubungi kami langsung atau aparat desa setempat dengan begitu kita bisa mencegah dan selamatkan lingkungan,  aset-aset kebun  milik masyarakat dan juga selamatkan flora dan fauna penghuni dari kawasan tersebut," ungkap Irwan.Tampak terlihat di lokasi pemadaman BPBD Kabupaten Siak, TNI, Polisi, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bertungkus lumus memadamkan api.

2 Hektar Lahan Terbakar Berhasil Ditaklukkan Manggala Agni di Rangsang Meranti
04 Maret 2021 MERANTI, Petah.id - 2 hektar hutan dan lahan yang terbakar di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti berhasil ditaklukkan Manggala Agni Daops Siak di hari ke-3.Demikian dikatakan Kadaops Manggala Agni Sumatera VI Ihsan Abdillah. Pihaknya menerjunkan 13 orang untuk memadamkan api di lokasi bertanah gambut itu."Alhamdulillah tim gabungan berhasil padamkan api di tengah cuaca yang panas," ungkap Ihsan Abdillah, Rabu (3/3/2021) petang.Untuk luasan lahan, tambah Ihsan, sebanyak 2 hektar lahan di Desa Tanjung Gemuk itu terbakar. Kondisi tanah gambut dan semak belukar membuat api mudah menjalar."2 hektar luasan yang terbakar, Alhamdulillah mampu kita taklukkan bersama tim lainnya," tambahnya.Saat ini, tim melakukan moping up pada lokasi yang telah disekat agar memastikan api tidak muncul lagi."Hari ini lokasi tuntas dipadamkan,selanjutnya diserahkan kepihak Desa Tanjung Gemuk," jelasnya.Disinggung soal sarana dan prasarana yang disiapkan untuk melakukan proses pemadaman apa saja, Ihsan sampaikan beberapa peralatan lengkap sudah dibawa untuk melakukan pemadaman." Kita bawa 1 unit mesin max, 23 Roll selang buang ukuran 1,5 Inchi, 7 Roll selang buang ukuran 2,5 Inc, 1 unit peralatan masak lengkap, 3 Unit HT dan 1 Unit Drone," jelas Ihsan.Turut turun ke lokasi melakukan pemadaman api di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti Manggal Agni Daops Sumatera VI, TNI, POLRI, MPA Paralegal, PT SRL dan Aparat Desa Tanjung Gemuk."Kerjasama yang baik seluruh tim pemadaman membuat api mudah ditaklukkan," ringkasnya.

3 Hektar Gambut Terbakar di Teluk Masjid Siak, Angin Kencang dan Sumber Air Minim Jadi Kendala Pemadaman
04 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) kembali terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit.Setidaknya, lebih dari 3 hektar luasan lahan yang terbakar. Demikian dikatakan Komandan Regu (Danru) Manggala Agni Siak Syarizon. Ia tidak menampik adanya karhutla di lokasi tersebut."Sempat beberapa hari terakhir tak ditemukan titik api di Siak tapi hari ini ada karhutla di Kampung Teluk Masjid, Sungai Apit," ungkap Danru Manggala Agni Siak Syahrizon, Rabu (3/3/2021).Disampaikan Syahrizon, sebelumnya lahan tersebut pernah terbakar juga namun tidak luas hanya sepetak bidang tanah dan berhasil dipadamkan namun tiba-tiba sore kemarin muncul titik api lagi dan meluas ke areal lain."Kemarin sudah mati api di lokasi itu, tiba tiba sore besoknya muncul api lagi dan meluas ke areal lain sementara yang terbakar kurang lebih 3 hektar," jelas Syarizon.Angin yang kencang dan terarah menjadi salah satu penyebab sulitnya tim melakukan pemadaman di lokasi bertanah gambut tersebut."Ditambah sumber titik air lumayan jauh sehingga tim harus bekerja lebih keras lagi," tambah Syahrizon.Untuk penyebab terjadinya karhutla, jelas Syahrizon,  itu bukan merupakan wewenang pihaknya. Ia sampaikan saat ini pihaknya bersama tim berupaya agar api tidak meluas." Penyebab terjadinya karhutla masih diselidiki, dan dugaan sementara ini lahan milik masyarakat," kata Dia.Adapun jenis tanaman yang di lokasi terbakar itu merupakan kebun karet, kelapa sawit dan semak belukar."Saat ini tim masih berjibaku memadamkan api serta membuat penyekatan agar api tak meluas," jelasnya.Tampak dilapangan turut memadamkan api Manggala Agni Daops Siak, BPBD Siak, TNI, Polisi dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

52 Rumah Warga Dayun Siak Porak Poranda Dihantam Angin Puting Beliung
03 Maret 2021 SIAK, Petah.id -  Sebanyak 52 rumah di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak luluh lantak dihantam angin puting beliung. Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dengan diawali hujan lebat dan tiba-tiba datang angin kencang.Demikian dikatakan Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim. Peristiwa tersebut dibenarkannya terjadi di wilayahnya pada Jumat, 26/2/2021 pukul 15.00 Wib."Benar adanya musibah angin puting beliung itu, kejadianya sangat cepat sekali terjadi dan diikuti hujan sangat lebat dan angin yang kencang . Ada 52 KK yang kondisinya rumahnya rusak," kata Penghulu Kampung Sialang Sakti, Mualim, Minggu (28/2/2021).Diceritakan Mualim kondisi rumah warga yang rusak parah tersebut. kondisi atap seng  berterbangan dibawa angin, tiang tiang rumah ambruk."Atap rumah warga berterbangan dan kondisi dalam rumah warga basah karena hujan lebat yang disertai angin," kata Muambruk.Saat ini pihaknya, kata Mualim, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemerintah Kecamatan Dayun dan Dinas Sosial Kabupaten Siak."Kejadian tersebut sudah kita laporkan ke tingkat kecamatan dan juga ke Dinas Sosial Kabupaten Siak,” kata Alim.Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris mengaku sudah menerima informasi atas musibah yang menimpa warga Kampung Sialang Sakti tersebut." Kami juga sudah mendapat data-data korban angin puting beliung tersebut, dari data yang kita terima ada 52 KK rumahnya yang rusak dan kita akan turun kelapangan,” ujar Wan Idris.

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Aliran Sungai Batang Gangsal Inhu
03 Maret 2021 INHU, Petah.id -  Ditemukan potongan bagian tubuh manusia dari pinggang hingga kaki di aliran sungai Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau.Diduga kuat potongan tubuh manusia itu milik seorang pemancing bernama Marlena Lahagu (36).Tita Yanti Zega (22) istri korban sebelumnya pernah melapor ke polisi terkait kehilangan suaminya. Warga perumahan PT PAL Desa Penyaguhan itu terakhir berangkat dari rumahnya Senin (1/3/2021) pagi untuk pergi memancingMenurut keterangan istrinya, saat subuh korban membangunkan istri untuk memasak bekal makanan memancing. Korban sudah terbiasa pergi memancing di waktu subuh dan pulang sekitar pukul 18.00-19.00 WIB. Namun hingga Selasa (2/3/2021) siang, korban tidak kunjung pulang sehingga sekitar pukul 12.00, istrinya membuat laporan orang hilang ke Polsek Batang Gansal.Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Efrizal melalui Paur Humas Aipda Misran ketika dikonfirmasi menjelaskan, mendapati laporan itu, Kapolsek Batang Gansal Ipda Raditua Wahyu Aji Pambudo beserta personel langsung mendatangi tempat korban biasa memancing. Bersama masyarakat dilakukan penyisiran sepanjang sungai.Di lokasi yang diduga tempat korban mancing ditemukan barang-barang milik korban berupa alat pancing, tas tempat makanan, satu unit senter yang masih menyala. Ada juga sejumlah ikan yang diduga hasil pancingan korban beserta tempatnya, satu bilah parang dan satu unit sepeda motor milik korban.Sekira Pukul 18.00 Wib personel Polsek Batang Gansal bersama masyarakat sementara menghentikan upaya pencarian untuk melaksanakan Istirahat.Pukul 19.30 Wib masyarakat kembali melakukan upaya pencarian dengan cara menyisir sepanjang Sungai Gansal dengan menggunakan perahu boat. Jelang tengah malam pukul 23.00 Wib Kapolsek Batang Gansal memperoleh informasi dari ketua RT setempat bahwa masyarakat telah menemukan potongan tubuh manusia berupa sepasang kaki yang diduga korban. Selanjutnya Kapolsek Batang Gansal beserta Personel dan tim medis Puskesmas Batang Gansal menuju TKP untuk segera mengevakuasi potongan manusia (bagian pinggang hingga kaki) tersebut untuk diserahkan kepada pihak keluarga. "Diduga bagian tubuh yang di laporkan hilang atas nama Marlena Lahagu. Kuat dugaan korban diserang binatang buas berupa buaya. Bekerja sama dengan perusahaan setempat kami juga sudah membuat pengumuman dilarang memancing di daerah tersebut karena berbahaya," kata Misran.Sumber: www.riaupos.jawapos.com  dengan judul Pamit Mancing, Besoknya Pria Ini Ditemukan Tinggal Potongan Kaki

Tiga Hari Hilang Diduga Tenggelam, Arul Ditemukan Tak Bernyawa
17 Februari 2021 KUANSING, Petah.id - Arul (8) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tiga hari dalam pencarian. Arul merupakan warga Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah Kuantan Singingi (Kuansing).Sebelumnya, Arul dikabarkan hilang diduga hanyut di Sungai Kuantan dan ditemukan sudah meninggal pada Selasa, (16/2/2021) sekira pukul 11.00 WIB.Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga Tanjung Pisang, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang."Alhamdulillah sudah ditemukan tadi sekitar pukul 11.00 WIB kurang didaerah Tanjung Pisang Baserah. Korban sudah dievakuasi dibawa ke Teluk Kuantan," ujar Camat Pangean, Mahviyen Trikon Putra, Selasa (16/2/2021).Kronologis kejadiannya, Arul dilaporkan hilang pada Minggu 14 Februari 2021 sekira pukul 14.30 WIB.Ketika itu, awalnya korban pergi ke objek Wisata Pantai Jai-Jai Raok, Desa Padang Tanggung, Pangean menggunakan mobil. Sampai di tempat wisata tersebut korban bersama dua orang temannya langsung bermain menuju pantai berpasir di pulau Jai-Jai Raok.Sedang asyik bermain pasir, kaki seorang temannya bernama Faras terkena duri pelepah sawit. Awalnya Faras hanya pergi seorang diri ke tepi sungai kuantan berniat untuk mencuci kaki.Namun korban ternyata juga ikut dari belakang menuju tepi Sungai Kuantan. Meski sudah dilarang oleh teman lainnya tapi korban tidak menghiraukan.Korban yang tidak mengetahui kedalaman Sungai Kuantan tiba-tiba terperosok lalu tenggelam. Melihat korban tenggelam, teman korban bernama Faras langsung berusaha mencoba menolong.Namun Faras juga ikut terbawa arus sungai. Beruntung Faras bisa diselamatkan setelah berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar.Sumber : Suara.com

6 Hektar Lebih Gambut di Kampung Teluk Lanus, Siak Terbakar
16 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Demi Provinsi Riau bebas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tim gabungan pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.Sudah tiga hari ini tim gabungan pemadam kebakaran hutan dan lahan berjibaku memadamkan api di kampung paling ujung di Kabupaten Siak.Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah mengatakan angin laut yang kencang menjadi kendala bagi tim merah."Kebakarannya tepi laut, dan angin laut yang kuat dan berubah ubah arah sehingga api menjalar lebih cepat menjadi kendala tim di lapangan," kata Ihsan Abdillah, Selasa (16/2/2021).Untuk luasan, tambah Ihsan, saat ini lahan yang terbakar seluas 6 hektar.  Tim terus melakukan penyekatan agar api tidak meluas. " Tim masih di lokasi memadamkan api, dan api mulai bisa dijinakkan," tambahnya.Lahan yang terbakar tidak jauh dari perusahaan PT Uniseraya. Sementara jenis vegetasi yang merupakan semak belukar, Akasia dan Sawit."Lahan yang terbakae itu jaraknya 500 meter dari PT Uniseraya," ungkap Ihsan.Di lokasi kebakaran, tim pemadam gunakan tenda untuk menginap, mereka juga memasak sendiri untuk kebutuhan konsumsi."Ya sudah 3 hari ini mereka bertahan dengan perbekalan yang dibawa dari markas, untuk istirahat malam mereka membuat tenda," jelas Ihsan.Di Kecamatan Sungai Apit sendiri, kata Ihsan lebih jauh, sudah 20 hektar hutan dan lahan yang terbakar." Masuk dengan yang di Kampung Bunsur, sudah 20 hektar hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak terbakar," jelasnya.Adapun tim gabungan yang turut ikut memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit itu Manggala Agni Daops Siak 15 orang, BPBD Siak, TNI, Polisi dan MPA Kampung Teluk Lanus.

Emak-Emak : Dimana Keadilan?
11 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sejumlah pedagang pasar di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak menolak direlokasi ke Pasar Rakyat Tuah Raja di Kilometer 7.Hal itu tampak saat BOB PT BSP hendak memasang plang informasi dan sosialisasi kepada seluruh pedagang untuk segera mengosongkan lahan tersebut.Lahan tersebut berlokasi di kawasan segitiga milik BOB PT BSP yang direncanakan akan dibangunkan sebuah taman di sana.Tampak beberapa pedagang dari emak-emak melarang kendaraan melintas didepan pasar yang harus dikosongkan tersebut hingga mengancam akan telanjang."Kalau kami tetap dipaksa pindah juga, kami telanjang disini," teriak beberapa orang emak-emak pedagang yang tak terima akan di pindahkan ke pasar Rakyat Tuah Raja.Teriakan ibu-ibu pedagang tak berhenti disitu, mereka juga sampaikan bahwa mereka hanya mencari makan di lokasi tersebut dan bukan menuntut keadilan."Jangan ada yang lewat sini. Kami hanya mencari makan saja dilarang, dimana keadilan untuk kami, kami bukan teroris," kata Ibuk-Ibuk itu meradang.Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, Wan Ibrahim sampaikan terus berupaya mengingatkan para pedagang di pasar itu untuk segera pindah ke pasar yang sudah disiapkan pemerintah daerah."Hari ini kita ingatkan kembali kepada para pedagang, agar segera pindah ke lokasi pasar yang telah kita sediakan. Karena kawasan segitiga ini merupakan milik perusahaan BOB PT BSP yang diwacanakan akan dibangun taman," ungkap kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak, Wan Ibrahim, Rabu (10/2/2021).Dikatakan Wan Ibrahim, tidak ada pungutan biaya lapak untuk berjualan di tempat yang baru pasar Rakyat Tuah Raja. Sebab itu semua sudah disiapkan pemerintah daerah Kabupaten Siak."Lapak penggantinya sudah kita siapkan, bahkan kita tidak kenakan biaya untuk mereka berdagang disana," jelasnya.Hal senada disampaikan Bagian Pertanahan BOB PT BSP, Nofriandi mengatakan lokasi segitiga yang ditempati pedagang itu akan dibangun sebuah taman."Rencananya akan dibangun taman. Kita sudah lakukan mediasi berkali-kali, hingga diputuskan hari ini untuk pemasangan plang pemberitahuan terlebih dahulu," terangnya.Terkait penolakan pedagang tersebut, pihaknya akan menunggu kebijakan pemerintah bersama Kepolisian agar proses pemindahan pedagang tersebut tidak terjadi anarkisme."Kita sudah upayakan dengan koorporatif, bahkan kita sudah menunggu untuk para pedagang ini segera pindah. Hari ini mereka juga tetap tidak mau, kita masih menunggu kembali koordinasi dengan pemerintah dan pihak kepolisian," terangnya.Penolakan penertiban itu pun terlihat semakin memanas ketika sebuah alat berat jenis backhoe loader mulai melakukan pekerjaan memancang besi plang informasi.Tampak sejumlah aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dikerahkan untuk berjaga-berjaga agar aktivitas tersebut berjalan dengan aman dan damai.

Tak Pakai Masker, 15 Warga Siak Kena Denda Rp50.000
05 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 19 orang warga Siak terjaring operasi yustisi gabungan Satpol PP, Polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan di Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.Dari 19 orang tersebut, 15 orang ikut sidang karena tidak menggunakan masker dan 4 orangnya lagi ditegur dengan surat pernyataan."Yang membuat surat pernyataan itu karena dia membawa masker tapi tidak dipakai dengan baik," kata Kasatpol PP Kabupaten Siak, Kaharudin, Kamis (4/2/2021).Bagi pelanggar Perda nomor 4 tahun 2020 tentang penyakit menular dan covid-19 akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp200.000."Hukuman maksimal membayar denda uang sejumlah Rp200.000, namun, kalau soal hukuman kurungan itu alternatif sangat terakhir," kata Kahar.Ditambahkan Kaharudin, hal ini merupakan uapaya pemerintah daerah dalam menekan penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak."Ini merupakan salah satu upaya dari pemkab Siak untuk mengingatkan masyarakat secara berkelanjutan agar tetap waspada akan bahaya penyebaran covid-19, sebab virus ini sangat nyata," tambahnya.Operasi Yustisi ini, jelas Kaharudin, juga bagian dari penegakan perda tentang covid-19. Dan Siak merupakan satu-satunya Kabupaten se Provinsi Riau yang memiliki perda tentang covid-19."Artinya pemkab Siak sangat komitmen tentang penanganan covid-19," imbuh Kahar.Sementara itu, untuk tahun 2020 sebanyak 700 pelanggar di tegur dengan lisan, 2.604 orang ditegur secara tertulis (dengan surat pernyataan), 1.644 orang di sanksi kerja sosial dan sebanyak 35 orang disidang dengan denda."Dengan jumlah total denda yang didapat sebanyak Rp1.750.000," kata Kaharudin.Hal senada juga dikatakan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Muhammad Syarifuddin. Dikatakannya, kegiatan ini juga bagian dari mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan."Selain ikhtiar melalui vaksinasi,dengan tetap mematuhi protokol kesehatan menjadi langkah yang dianggap paling efektif dalam menekan penyebaran covid-19 yang belum hilang sepenuhnya," kata Dia.Saat sidang dimulai secara virtual, hakim Mega Mahardika juga memutuskan 15 orang yang melanggar protokol kesehatan tersebut di denda Rp50.000." Karena melanggar, seluruh pelanggar didenda masing-masing dengan membayar denda Rp50.000," putus Hakim Mega Mahardika secara virtual.

2 orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, PTM di Islamic Centre Siak Diliburkan
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 2 orang murid Sekolah Dasar (SD) Islamic Centre Siak terkonfirmasi positif covid-19. Seluruh murid dari kelas 1-6 diliburkan selama 14 hari kedepan.Demikian dikatakan Kepala Sekolah SD Islamic Centre Gofur Saputra. Disampaikannya, seluruh murid dan guru tingkat Sekolah Dasar itu terpaksa diliburkan dari sekolah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan melakukan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing." Ada dua orang murid yang terkonfirmasi positif covid-19, jadi dari kelas 1-6 diliburkan sekolahnya untuk isolasi mandiri, termasuk guru-gurunya," jelas Kepala Sekolah SD Islamic Centre, Gofur Saputra, Rabu (3/2/2021).Disampaikannya, Dua orang murid tersebut terkonfirmasi positif covid-19 dari orang tuanya yang bekerja disalah satu instansi pemerintah daerah."Mereka terkena nya dari orang tuanya yang bekerja di salah satu instansi pemerintah daerah Siak," kata Dia.Untuk menghindari penyebaran covid-19 ke anak yang lain, tambah Gofur, pihak sekolah meliburkan seluruh kelas tingkat dasar selama 14 hari kedepan."Kita mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan makanya kita liburkan dulu 14 hari kedepan sejak hari ini untuk isolasi mandiri," tambahnya.Sebelumnya, 4 Januari 2021, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak sudah memulai lakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau menyatakan siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.Guru dan murid melakukan belajar tatap muka setelah beberapa bulan melaksanakan proses belajar dengan daring.Seperti dikatakan, Bupati Siak Alfedri, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, sebanyak 80 persen sekolah siap mengikuti pembelajaran tatap muka."Untuk tingkat SD baik Negeri maupun Swasta yang siap belajar tatap muka sebanyak 183 sekolah sementara yang belum siap sebanyak 47 sekolah," kata Alfedri.Tingkat SMP, tambah Alfedri, jumlah sekolah tingkat menengah itu di Siak berjumlah 110  sekolah dengan rincian 82 sekolah Negeri dan 28 sekolah Swasta." Yang siap dan memenuhi syarat untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP sebanyak 88 sekolah dengan rincian 70  sekolah negeri dan 18 sekolah swasta," tambah Alfedri.Setiap sekolah, jelas Alfedri, harus menyiapkan alat termogan, tempat cuci tangan, masker dan menyusun kursi tempat duduk murid agar menjaga jarak."Bagi yang belum memenuhi persyaratan daftar periksa maka belum bisa melakukan proses belajar tatap muka, namun, bagi yang telah memenuhi persyaratan,maka akan dimulai pada hari ini," kata Alfedri.

Tim Kesulitan Air untuk Memadamkan Api
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Bersamaan dengan Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, api kembali membakar lahan di Kelurahan Sei Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (3/2/2021).Setidaknya 2 hektar lahan kebun sawit bertanah gambut terbakar. Demikian dikatakan Humas Manggala Agni Daops Siak Sutrisno, situasi menjadi sulit dikendalikan karena kondisi air di dalam kanal kering dan tidak ada airnya."Kesulitannya sumber air terlalu jauh, dan kanal-kanal pada kering," kata Sutrisno di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (3/2/2021) petang.Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut. "Belum tahu lagi sebabnya, tim focus pemadaman api dahulu," kata Sutrisno.Sementara itu, Lurah Sei Mempura Ardi yang turut serta memadamkan api juga belum mengetahui lahan tersebut milik siapa."Belum tahu kita,ini mau kita cek dulu punya siapa lahan ini," kata Ardi.Sementara itu Kapolsek Siak Marto Harahap imbau masyarakat Siak untuk tidak membakar lahan di tengah kondisi musim panas seperti ini." Bagi warga yang mancing, mencari madu, dan menembak burung di hutan jangan buang puntung rokok sembarangan, itu sangat berbahaya," kata Kapolsek Siak.Ia juga menegaskan, akan menindak dengan tegas bagi yang kedapatan membakar lahan."Kedapatan membakar lahan akan kita tindak secara tegas," ungkapnya.Hingga berita ini diterbitkan, tim dari Manggala Agni, TNI,Polisi, BPBD, pihak Kecamatan  Mempura dan MPA Kelurahan Sei Mempura masih berjibaku memadamkan api.Sebanyak 15 orang Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Siak, 3 personil Polisi, TNI, MPA Sei Mempura dan BPBD Kabupaten Siak sedang berjibaku menjinakkan sijago merah

2 Hektar Lahan Gambut di Kecamatan Sungai Apit Terbakar
04 Februari 2021 SIAK, Petah.id - Seluas 2 hektar lahan gambut di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ludes dilalap si Jago merah."Setengah hektar saat ini berhasil dipadamkan," ungkap Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan Abdillah, Rabu (3/2/2021).Kata Ihsan, kebakaran hutan dan lahan tersebut pertama kali diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat pada Selasa (2/2/2021) sekira pukul 12.30 Wib."Hari ini tim melakukan penyekatan dan pemadaman langsung agar kebakaran tidak semakin meluas," jelasnya.Saat ini, tambah Ihsan, api sudah mulai dapat dikendalikan dan kondisi dilokasi kebakaran sudah kondusif."Tim dari Manggala Agni Daops Siak, TNI, Polri, MPA Bunsur, Masyarakat Desa Bunsur terus melakukan pemadaman lanjutan di lokasi agar kebakaran dapat dituntaskan," tambahnya.Dalam kesempatan itu Ihsan mengimbau kepada masyarakat di Kabupaten Siak untuk tetap waspada terjadinya kerhutla."Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak agar di musim kemarau saat ini tetap waspada terhadap kebakaran hutan," imbau Ihsan.Hal senada juga dikatakan HumasManggala Agni Siak Sutrisno, Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar." Intinya di musim kemarau ini jangan sampai ada masyarakat yang melakukan aktifitas membakar di lahannya agar tidak terjadi Karhutla," kata Sutrisno.Dijelaskannya, untuk lahan di Kampung Bunsur yang terbakar itu merupakan semak belukar, Kelapa Sawit." Hingga saat ini kami belum mengetahui penyebab terjadi kebakaran tersebut, kami fokus ke pemadaman agar tak meluas," tandasnya.

Pendakwah Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
14 Januari 2021 PETAH.Id - Pendakwah ternama Syekh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta.Kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber diungkapkan oleh Ustaz Yusuf Mansur melalui akun  Instagramnya @yusufmansurnew."Innaa lillaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Syaikh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do'anya," tulis Yusuf Mansur, Kamis (14/1).Syekh Ali Jaber dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (29/12). Ia sempat masuk ruang ICU RS Yarsi pada Rabu (30/12).Kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber sempat dilaporkan membaik pada 4 Januari 2021. Sebelumnya, di media sosial sempat juga beredar foto yang menunjukkan Ali sedang tidak sadarkan diri dan sudah menggunakan alat bantu pernapasan atau ventilator."Kondisinya pun semakin membaik tim medis menyampaikan apa adanya, bahwa perkembangannya cukup bagus dan terus menunjukkan peningkatan," tulis akun @syekh.alijaber, Senin (4/1/2021).Dalam akun Instagramnya itu, Ali juga meminta masyarakat, khususnya jemaah Ali, untuk mengirimkan doa. Selain itu, mereka juga mengajak jemaah untuk mengikuti amalan ibadah Ali setiap hari."Kami berupaya meneruskan hobi beliau, merutinkan sedekah subuh dan beliau gemar membaca surat Al-Baqarah setiap hari," ujar akun tersebut.Sumber : CNNIndonesia

Tol Pekanbaru-Dumai Memakan Korban Lagi, 5 Orang Meninggal 2 Luka-luka
14 Januari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Terjadi kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau dan sebanyak lima orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka akibat kecelakaan itu."Dalam kecelakaan ini terdapat tujuh korban. Lima korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara dan dua korban mengalami luka-luka," kata Manajer Cabang Tol Pekanbaru-Dumai A.A.G. Indrajana dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Rabu (13/1/2021).Insiden itu terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 08.30 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan jenis truk Fuso dengan pelat kendaraan BK-8600-KG di KM 32 Jalur B Lajur 1 dan minibus dengan pelat kendaraan BM-1730-PM."Korban luka-luka dievakuasi ke Rumah Sakit Awal Bros, Jalan A. Yani Pekanbaru," katanya.Berdasarkan hasil investigasi lapangan, lanjut dia, dugaan sementara sopir minibus warna hitam yang melaju dari arah Dumai menuju ke Pekanbaru dalam kondisi mengantuk."Pengendara mengendarai kendaraan dengan kondisi mengantuk dan kecepatan tinggi, kemudian menabrak bagian belakang truk sebelah kanan yang berada di lajur lambat," katanya.Tabrakan tersebut mengakibatkan posisi akhir kendaraan minibus melintang di lajur cepat dan kondisi kendaraan cukup parah.Kecelakaan itu, kata Indrajana, telah ditangani oleh Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola ruas Tol Pekanbaru-Dumai dengan melibatkan pihak kepolisian daerah setempat.Adapun nama-nama korban yang meninggal dunia, yakni H. Napitupulu, Jerri Jonggok, Linda Tambunan, Dua Simangunsong, dan Jhon Efraim Butar-butar."PT Hutama Karya turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa korban," katanya.Ia lantas mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk terus berhati-hati dan waspada dalam mengemudi serta mematuhi segala aturan lalu lintas dan rambu di jalan tol.

Terjatuh Dari Sampan, Purwanto Hilang di Sungai Siak
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sungai Jantan kembali memakan korban. Kali ini, nasib naas itu menimpa Purwanto (50) warga Jalan Gurami RT 008 RW 008 Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Purwanto terjatuh ke Sungai Siak saat hendak pergi menyeberang menggunakan sampan mesin, Senin (11/1/2021) sekira pukul 15.30 Wib. "Korban terjatuh saat sampan mesin baru berjalan dari dermaga lebih kurang 100 meter, tiba-tiba korban terjatuh ke sungai, sontak penumpang lainnya berteriak melihat kejadian tersebut," ujar Kapolsek Tualang, Kompol Faizal Ramzani. “Tolong, tolong, bapak itu terjatuh, ujar salah seorang penumpang lain kepada juru mudi agar memberhentikan lajunya sampan mesin itu," tambah Faizal menirukan teriakan penumpang tersebut. Melihat kondisi itu, jelas Kapolsek, juru mudi sampan mesin itu bergerak membantu korban yang terjatuh ke dalam Sungai Siak tersebut. Namun niat itu diurungkannya karena korban tidak kelihatan lagi di kedalaman Sungai Siak sore itu. Selanjutnya, juru mudi tersebut langsung memutar sampan mesin untuk mendekati tempat jatuhnya korban dan ingin mencari dan memastikan kondisi korban yang dikenal sebagai pengusaha tahu itu. "Namun penumpang lainnya mengatakan, antar kami dulu ke seberang, dan juru mudi pun mengantar penumpang lainnya ke seberang," jelasnya. Dari keterangan keponakan korban, kata Faizal lebih jauh, Purwanto sedang mengalami sakit demam. Rencananya mereka akan ke Kecamatan Dayun. " Diduga korban tidak bisa berenang sehingga korban ketika jatuh ke sungai langsung tenggelam," ujarnya. Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, korban belum berhasil ditemukan. Saat ini, Tim gabungan dari Dit Polair Polda Riau dan personel Polsek Tualang serta Marinir Angkatan Laut sedang melakukan pencarian korban di sepanjang perairan sungai Siak.

Korosi, Pipa Minyak Milik BOB PT BSP Kembali Bocor
12 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Belum genap sebulan, Pipa milik BOB PT BSP kembali bocor. Pada 15 Desember 2020 lalu pipa milik perusahaan minyak itu bocor di Kampung Mengkapan, Sungai Apit. Kali ini kebocoran pipa kembali terjadi di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Senin (11/1/2021) petang.Demikian dikatakan Perwakilan Humas bagian Representative Pedada Area BOB PT BSP, Deddy Hartono. Ia membenarkan terjadi kebocoran pipa minyak milik BOB PT BSP di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh."Benar pipa BOB bocor di kampung sungai tengah," kata Deddy Hartono melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (11/1/2021).Dijelaskan Deddy, usia pipa yang sudah korosi menjadi penyebab kebocoran tersebut." Penyebab kebocoran karna usia pipa yang sudah tua dan mengalami korosi," jelas Deddy Hartono.Dedi mengaku, pihaknya mengetahui kebocoran pipa tersebut dari laporan masyarakat."Ketahuannya sekitar jam 11 siang tadi karna dapat laporan dar masyarakat dan di cek sama security ternyata benar," tambahnya. Deddy mengklaim, saat ini pihaknya sedang berupaya untuk mengatasi kebocoran tersebut dan membersihkan tumpahan minyak yang berserak." Sekarang kita sedang berupaya untuk mengatasi kebocoran tersebut dan membersihkan tumpahan minyak," tambahnya.Disinggung soal kerugian dan adakah korban kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat kebocoran pipa tersebut, Deddy mengaku masih akan menyelidikinya." Yang jelas tumpahan minyak akan kita bersihkan kembali dan untuk tanaman warga masih kita selidiki," tutupnya.

Cerita Muhammad Yusuf Kurniawan Keluarganya Selamat Dari Tragedi Sriwijaya Air Gegara Hasil Swab Lama
09 Januari 2021 PETAH.ID - Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak, Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB menyisakan cerita mengharukan.Pesawat bernomor registrasi PK CLC itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.Satu keluarga bernama Jojo, Dini, Nauryn dan Falle urung berangkat menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500 karena hasil uji tes swab PCR lama keluar dari sebuah rumah sakit.Kisah itu diungkapkan salah seorang warga asal Pontianak, Muhammad Yusuf Setiawan kepada Suara.com melalui direct message (dm) instagram, Sabtu (9/1/2021)."Jadi kakak saya dengan istrinya dan dua anaknya semalam sudah booking tiket untuk penerbangan itu. Mereka pulang ke Pontianak setelah liburan dari Jakarta," ungkap Yusuf dengan akun"Namun, hasil test swab keluarnya lambat. Akhirnya bookingan hangus dan ganti penerbangan lain," tambah dia.Meski demikian, lanjut dia, sang kakak sempat berencana booking ulang dengan pesawat yang mengalami nasib nahas tersebut."Saat mau booking ulang, harganya naik, akhirnya cancel dan pakai penerbangan lain. Alhamdulillah sekarang sudah sampai di rumah. Saya jemput di Bandara Supadio," paparnya.Manajemen Sriwijaya Air masih melakukan komunikasi dan investigasi terkait dengan keberadaan pesawat SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak. Pesawat Sriwijaya Air hilang kontak diketahui pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika mengatakan, pihaknya masih melakukan komunikasi terkait dengan pesawat Sriwijaya Air hilang kontak.“Manajemen masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (9/1/2021) sore.Ia menyebutkan, pihaknya terus berusaha melakukan kontak dengan berbagai pihak untuk mengetahui lebih rinci terkait pesawat tersebut.“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta - Pontianak,” kata Erika.Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.Sejumlah unggahan dari warganet yang memperlihatkan dugaan serpihan bagian pesawat atau debris pesawat yang dikalim berada di sekitar pulau seribu.Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui kebenaran unggahan tersebut dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.Sumber : Suara.comArtikel ini sudah terbit di Suara.com dengan judul Kisah Keluarga Selamat dari Tragedi Sriwijaya Air Karena Hasil Swab Lama

Usai Lepas Landas, Pesawat Sriwijaya Air Dikabarkan Hilang
09 Januari 2021 PETAH.ID - Pesawat bernomor penerbangan SJ182  hilang kontak setelah bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pesawat itu Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak.Pesawat berjenis Boeing 737-500 itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pesawat diperkirakan tiba di Pontianak pada pukul 15.15 WIB.Pesawat itu hilang dari pantauan radar setelah 4 menit mengudara.Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu terakhir kali terdeteksi radar tengah terbang di ketinggian lebih dari 10.000 kaki.Pesawat diperkirakan hilang saat berada di atas Kepulauan Seribu, Jakarta.Bawa 56 penumpang termasuk bayiPesawat Sriwijaya Air rute Jakarta - Pontianak bernomor penerbangan SJY 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2021).“Telah terjadi ‘lost contact’ pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta - Pontianak dengan ‘call sign’ SJY 182," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto, Sabtu,(9/1/2021).Dia mengatakan, kali terakhir pesawat tersebut membuat kontak dengan menara pengawas adalah pukul 14.40 WIB.Novie mengatakan, saat ini tengah dalam investigasi dan dikoordinasikan dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).“Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan lain,” katanya.Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.Sementara berdasarkan informasi yang terhimpun, pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu adalah CAptain Afwan serta Kopilot Diego M.Kru kabin pesawat itu ialah Dhika, Okky, Bisma, Mia T, dan Gita L. Sementara di dalamnya terdapat 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, sertai 3 bayi.Pesawat itu lepas landas pukul 13.25 WIB dan dijadwal kan landing di Pontianak pukul 15.50 WIB.Penemuan serpihanBenda diduga serpihan ditemukan nelayan di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Namun penemuan benda berupa gulungan kabel belum bisa dikonfirmasi lebih lanjutSumber :  SuaraRiau.idArtikel ini sudah terbit di di SuaraRiau.id dengan judul Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak Usai Lepas Landas

Warga Temukan Tas di Kebun Kosong, Saat Dibuka Isinya Bikin Menggigil
09 Januari 2021 JAKARTA, Petah.id - Seorang warga temukan sebuah granat dan tujuh buah amunisi beserta magasinnya.Tas isi garanat dan amunisi itu ditemukan warga di sebuah kebun kosong wilayah RW 07, Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (7/1).Seperti dikatakan Kapolsek Duren Sawit Rensa Aktadivia, pihaknya sudah mengamankan lokasi penemuan granat tersebut dan lanjut koordinasi dengan pihak Gegana."Kami sudah datangi TKP dan koordinasi dengan Koramil dan Gegana. Kemudian bahan peledak atau granat tersebut ditindaklanjuti oleh Gegana," kata Rensa dalam keterangannya yang diterima, Jumat (8/1/2021).Adapun penemuan granat bermula dari salah seorang warga setempat yang sedang berkebun di kebun kosong tersebut.Kemudian, warga tersebut melihat ada sebuah tas kecil di bawah pohon pisang. Saat diperiksa, ternyata di dalam tas terdapat sebuah granat dan tujuh buah amunisi.Rensa menambahkan, dirinya belum mengetahui apakah granat tersebut masih aktif atau tidak.Pasalnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil pengecekan granat oleh Tim Gegana."Untuk aktif ataupun tidaknya kami menunggu dari Tim Gegana," tukas Rensa. Sumber : JPNN.Com

Viral Kasus Like Akun Porno di Twitter, Ini Jawab Fadli Zon
09 Januari 2021 JAKARTA, Petah.id - Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon sedang ramai diperbincangkan di media sosial Twitter lantaran diduga memberi tanda like di akun porno.Bahkan namanya masuk dalam jajaran trending topic kemarin, Rabu (6/1).Setelah ramai dibahas, anggota Komisi I DPR itu akhirnya buka suara. Fadli mengaku ada keanehan di akun Twitter miliknya itu. Ia membantah memberi tanda like pada akun tak senonoh."Saya dan Tim Admin sudah cek keanehan akun Twitter ini kemarin. Sudah pasti tak pernah like situs tak senonoh, yang ada selalu blokir," ujar Fadli dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Kamis (7/1).Fadli menganggap hal tersebut adalah bentuk kelalaian staf yang turut mengurus media sosialnya. Fadli juga sudah memberikan teguran dan mengevaluasi stafnya."Mungkin saja ada kelalaian staf ketika blokir. Sudah saya tegur dan evaluasi," ujarnya.Berdasarkan pengakuan Fadli, dua hari sebelumnya ia mendapat pemberitahuan ada perangkat lain yang berusaha masuk ke akun miliknya.Ia pun langsung mengganti password. Akun tersebut dikelola oleh tim media sosial Fadli Zon yang berjumlah empat orang"Sekaligus bersih-bersih dari banyak akun anonim tak jelas," kata Fadli.Sumber: CNNIndonesia

Kaki MM Putus Diparang JG Karena Diduga Mencuri Kelapa Sawit
09 Januari 2021 ROHIL, Petah.id - Aksi main hakim sendiri dilakukan JG (36) warga Kabupaten Rokan Hilir, Riau kepada MM (37) yang diduga mencuri kelapa sawitnya.Atas kejadian tersebut, kaki MM putus usai diparang JG.Peristiwa itu terjadi di Jalan Pelajar, KM 8 Kecamatan Bangko Pusako, Rohil pada Kamis (7/1/2021) sekira pukul 15.00 WIB.Diketahui pemilik kebun sawit JG merasa kesal lantaran hasil kebun sawit miliknya sering dicuri oleh MM.Dikatakan Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto pelaku merasa kesal dengan korban lantaran sering melakukan pencurian di kebun sawitnya."Dari keterangan saksi yang diperiksa (Mawar dan Erwin) korban dan pelaku ini rebutan panen sawit di tanah Chevron yang sama-sama mengklaim mereka yang menanamnya," ucap AKBP Nurhadi, Jumat (8/1/2021)."Dari keterangan pelaku, korban ini sudah sering melakukan pencurian buah kelapa sawit miliknya," terang Nurhadi.Kapolres Rohil juga menambahkan saat ini korban MM belum bisa dimintai keterangan."Saat ini korban masih dalam perawatan dan belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.Adapun barang bukti yang diamankan Polres Rohil, sebilah parang yang digunakan pelaku dan motor pengangkut sawit.Sebelumnya diberitakan, seorang pencuri sawit berinisial MM di KM 8 Kecamatan Bangko Pusako, Rohil diparang kaki kirinya sampai putus oleh pemilik kebun karena tertangkap tangan mencuri sawit menggunakan motor, Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Si Jago Merah Mengamuk, 2 Unit Rumah Ludes Terbakar dan Telan 1 Korban Jiwa
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id  - Warga  Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, berhamburan keluar rumah dan dihebohkan dengan kejadian kebakaran di perumahan BTN Jamsostek, Selasa (5/1/2021) petang.“Kebakaran, kebakaran," Kata Nasrun saksi mata tirukan teriak seorang warga di BTN Jamsostek, Perawang.Dari informasi yang berhasil dihimpun SuaraRiau.id kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah dan satu korban jiwa. Seperti dikatakan Kapolsek Tualang Kompol Faisal Ramzani."Spontan warga sekitar tempat kejadian keluar rumah berupaya untuk memadamkan api, dalam upaya pemadaman itu, namun api pun semakin membesar," kata Kapolsek."Akibatnya api pun menjalar ke rumah disebelahnya milik Jontorang Pardede, yang mengakibatkan plafon dan atap terbakar," tambahnya.Si Jago merah dapat dijinakkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintahan Kecamatan Tualang dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik PT IKPP Perawang tiba di lokasi."Saat dilakukan pengecekan ke dalam rumah Amrul Rokan ditemukan salah seorang korban yang bernama Syahrial alias Ujang di ruang belakang dalam keadaan luka bakar,"  ungkap Kapolsek Tualang.Dari informasi, lebih jauh dikatakan Kapolsek, korban tidak dapat menyelamatkan diri karena lumpuh dan tidak dapat berjalan sementara korban tinggal sendiri karena keluarga yang lain sedang berada di Medan Sumatera Utara.Setelah api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.30 Wib, kemudian petugas Polsek Tualang yang dibantu warga sekitar di lokasi melakukan evakuasi terhadap korban dan dibawa ke RSUD Type-D Perawang."Penyebab dari musibah kebakaran ini, diduga akibat hubungan arus pendek listrik, dan penyebab pasti lainya akan dilakukan penyelidikan. Untuk kerugian akibat peristiwa inipun belum dapat ditaksir," pungkasnya.Menurut keterangan warga setempat, api berasal dari Rumah Pak Kumis, yang mana Pak Kumis beserta keluarga pulang ke Medan, dan rumah hanya dihuni oleh Ujang (korban meninggal).Saat ini petugas dari Polsek Tualang bersama Tim Damkar sedang melakukan pendinginan dan mengamankan TKP agar tidak terjadi penjarahan di lokasi kebakaran.

Kisah Heroik Warga Kandis Siak Tangkap Buaya Besar di Parit
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Setelah peristiwa Seekor Buaya yang memakan manusia di Kecamatan Sungai Apit, Siak pada April 2020 lalu.Saat ini Muncul lagi Seekor Buaya dengan lebar badan 40 cm dengan panjang 3 meter lebih ditangkap warga Desa Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Jumat (1/1/2021).Diceritakan Penghulu Desa Pencing Bekulo, Eka Indrawan Sinaga menjelaskan kisah heroik warganya saat menangkap buaya jantan berjenis Sinyulong itu.Awalnya ada seorang warga yang mancing dan terlihat seekor buaya namun yang terlihat bagian kepalanya." Karena tak berani warga tersebut menghubungi warga lainnya yang berada disitu baru rame-rame menangkap buaya tersebut," kata Eka Indrawan Sinaga, Selasa (5/1/2021).Proses penangkapannya, kata Eka tergolong heroik karena di tengah kondisi malam hari dan takut, mau tidak mau buaya itu tetap ditangkap karena membahayakan."Awalnya mulut buaya itu dijerat, lalu ramai-ramai warga masuk parit untuk menangkapnya. Saat ditangkap buaya itu melawan dengan mengibaskan ekornya," jelasnya." Mungkin karena buaya nya lemas akhirnya buaya tersebut bisa dievakuasi ke darat oleh masyarakat," tambahnya.Menurut Eka, beberapa waktu lalu memang terjadi banjir diwilayah Sungai Mandau, mungkin buaya itu tersesat hingga sampai ke wilayah parit yang ada di desanya itu." Kalau menurut warga yang tinggal di pinggiran sungai, buaya itu dari Danau Bekulo," ungkapnya.Eka Mengimbau, untuk warga yang tinggal atau yang lahannya berada di lokasi tersebut untuk tetap hati-hati." Untuk warga yang pergi memancing malam hari juga harus hati-hati," imbaunya.Dijelaskan Eka, selama 13 tahun ia tinggal di Desa Pencing Bekulo, baru kali ini Ia melihat ada seekor buaya di wilayahnya tersebut." Itu mungkin buaya tersesar karena banjir kemarin, dan tidak ada konflik warga dengan binatang buas itu," kata Eka.Sebelumnya, seekor buaya berhasil ditangkap oleh warga dan tidak memakan korban.Diduga Buaya itu dari Sungai Mandau dan masuk ke pemukiman warga."Diperkirakan buaya masuk ke kanal pada saat banjir," kata Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Dian Indriati, Jumat (1/1/2021).Dian menjelaskan, buaya dengan nama latin Tomistoma schlegelii itu berhasil ditangkap warga di sebuah kanal tak jauh dari permukiman.Setelah petugas datang, buaya tersebut segera dievakuasi dan akan dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari permukiman demi menghindari konflik dengan manusia."Evakuasi buaya sinyulong dilakukan oleh petugas Resort Dumai dan Duri, Balai Besar KSDA Riau pada Senin 28 Desember 2020 lalu," ujar Dian.Kita berterima kasih kepada Sekdes Desa Pencing Bekulo, Bapak Sukardi dan masyarakat, karena tidak anarkis terhadap satwa dilindungi," tambahnyaBerdasar pengecekan di lokasi, kanal tersebut diduga mengarah ke aliran Sungai Mandau. Letaknya lebih kurang empat kilometer jauhnya.Selain itu, sungai tersebut merupakan habitat buaya, kata Dian.

Viral Video Syur 19 Detik Hingga Artis Gisel Ditetapkan Sebagai Tersangka
31 Desember 2020 Petah.id - Gisella Anastasia alias Gisel bersama laki-laki inisial MYD ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya atas kasus video syur 19 detik.Nama Adhietya Mukti juga disebut-sebut yang dicurigai sebagai pemeran laki-laki dalam video itu, tapi telah dibantah.Bantahan itu akhirnya diperkuat oleh pengumuman dari Polda Metro Jaya.Ya, ternyata MYD sebagai pemeran lelaki di dalam videoSelain Adhietya, nama Cindy Clarista juga sempat dikaitkan karena mirip dengan Gisel. Dia pun telah membantah sebagai perempuan di video tersebut.Berikut rangkaian lengkap perjalanan kasus video syur yang menyeret nama Gisel hingga berbuntut penetapan sebagai tersangka.1. Beredar di media sosialBerawal dari media sosial, publik dikejutkan dengan video syur 19 detik mirip Gisella Anastasia. Pembahasan terkait video syur mirip Gisel tersebut bahkan sempat memuncaki trending topik di Twitter.Saat video syur 19 detik itu beredar luas di media sosial, Gisella Anastasia tengah liburan bersama sejumlah artis lainnya di Nihi Sumba.2. Nama Adhietya Mukti terseretNama Adhietya Mukti mendadak muncul ke permukaan. Dia duga sebagai pemeran laki-laki dalam video syur 19 berdasarkan penelusuran warganet.Tak terima Adhietya Mukti terseret, sang istri bersuara. Dia mememastikan suaminya bukan lelaki di dalam video syur berdurasi 19 detik itu.Tak lama setelah itu, Adhietya Mukti membuat klarifikasi tentang isu tersebut. Senada dengan sang istri, dia membantah sebagai laki-laki yang berhubungan intim dengan Gisella Anastasia.3. Penyebar ditangkapPolda Metro Jaya menangkap dua pelaku penyebar video syur tersebut pada Jumat (13/11/2020). Dua pelaku itu bernisial PP dan MN dan merupakan penyebar masif video syur 19 detik.Keduanya mengaku dengan sengaja menyebar luaskan video syur mirip Gisel untuk menaikkan followers dan untuk mengikuti kuis.4. Cindy Clarisa klarifikasiNama Cindy Clarista mendadak menjadi perhatian publik setelah disebut-sebut warganet memiliki kemiripan dengan Gisella Anastasia atau Gisel. Dia diduga sebagai pemeran perempuan dalam kasus video syur 19 detik yang diduga mirip Gisel.Geram namanya terserat dalam video syur 19 detik, Cindy Clarista buka suara. Menurutnya tidak ada kemiripan sedikitpun dengan Gisella Anastasia.5. Gisel buka suaraGisel buka suara terkait dugaan video syur 19 detik mirip dirinya. Dia tak membantah ataupun membenarkan sebagai pemeran utama dalam video itu.Kekasih Wijaya Syahputra ini mengaku bingung harus memberikan klarifikasi seperti apa. Pasalnya, namanya sudah dua kali terseret dalam kasus video syur.6. Gisel dipanggil polisiPerempuan 30 tahun ini akhirnya memenuhi pemanggilan Polda Metro Jaya untuk pertama kalinya pada Selasa (17/11/2020). Kedatangannya terkait pemeriksaan video syur 19 mirip dirinya.Selesai pemeriksaan, mantan istri Gading Martin ini irit bicara. Ia hanya mengatakan akan kooperatif dengan pihak kepolisian."Kita ikutin aja prosedurnya sebagai warga negara yang baik, dateng, ikutin aja, udah," kata Gisel.7. Pengakuan Hotman ParisPengacara kondang Hotman Paris tiba-tiba saja mengeluarkan pengakuan mengejutkan. Dia bilang Gisel telah datang kepadanya dan bercerita banyak hal.Kepada Hotman, Gisel mengaku telah kehilangan ponsel pada tiga tahun lalu. Data yang telah dihapus di ponsel tersebut kemudian muncul lagi.Hotman tak menyebut secara gambalang data apa yang dimaksud. Sementara warganet yakin data tersebut adalah video syur 19 detik yang bikin gaduh belakangan ini.8. Panggilan keduaPemeriksaan Gisel yang kedua dilakukan pada Rabu (23/12/2020). Dia diperiksa penyidik sekitar lima jam.Dalam kesempatan itu, janda satu anak ini mengungkap statusnya masih sebagai saksi."Masih (saksi) dong sayang," kata Gisella Anastasia.9. Gisel dan MYD jadi tersangkaPolda Metro Jaya melalui konferensi pers, menetapkan Gisella Anastasia dan sosok laki-laki berinisial MYD sebagai tersangka kasus video syur 19 detik, Selasa (29/12/2020) hari ini.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Gisella Anatasia dan MYD mengaku sebagai pemeran video syur 19 detik tersebut."Saudari GA mengaku, dikuatkan lagi oleh ahli forensik yang ada, ahli ITE yang ada dan saudari GA mengakui," kata Yusri.Sumber : Suara.comArtikel ini sudah terbit di Suara.com dengan judul : Perjalanan Kasus Video Syur 19 Detik hingga Gisel Jadi Tersangka

Kapolsek Gasib Beri Apresiasi Kinerja Personel dengan Penghargaan Setiap Pekan
30 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Kebanggaan tak terhingga dipelihatkan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan atas kinerja dan dedikasi yang diberikan personelnya.Personel yang memberikan laporan tertinggi atau terbanyak di Apliaksi Lancang Kuning dan laporan tertinggi di Bersatu Lawan Covid-19 (BLC), diberikan penghargaan.“Ada pun penghargaan yang diberikan, berupa AC miniportabel untuk peraih tertinggi atas nama Bripka Adianto untuk laporan Lancang Kuning,” jelas Kapolsek Suryawan.Sedangkan juara pertama untuk BLC Brigadir Musdiono. Berikut nama-nama pemenangnya. Untuk Apliaksi Lancang Kuning peringkat kedua adalah Bripka Leonar Pakpahan dan ketiga Tubagus.Sedangkan untuk BLC, peringkat kedua Bripka Harryan Sakti dan ketiga Bripka Hendrick.Masing masing mereka mendapatkan AC miniportabel untuk peringkat pertama, hanspre untuk keringkan kedua dan peringkat ketiga  meraih kaca pembesar monitor.“Saya melakukan ini setiap pekan, sebagai bentuk motivasi bahwa tidak ada perjuangan dan pengorbanan yang sia-sia,” sebut Kapolsek Suryawan.Mereka telah memberikan yang terbaik di tengah mereka melaksanakan tugasnya sebagai personel kepolisian, mereka juga bisa memberikan laporan dengan jumlah maksimal. “Tentu hal itu patut saya apreasiasi. Mungkin apa yang saya berikan tidak seberapa. Namun, jauh di balik itu, mereka telah berbuat untuk negeri ini dan tetap pada fungsinya, Polri sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat,” ucap Kapolsek Suryawan.

Gelar Iven Kampung Lalang Tempo Dulu, Upaya Pertahankan Nilai Sosial Budaya Era 60an di Siak
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Setelah berjibaku dengan padatnya pekerjaan, akhir tahun selalu jadi waktu paling dinanti. Salah satu cara melepas penat yang ampuh adalah berwisata.Terlihat dekorasi tahun 60an menghiasi hampir tiap sudut kampung. Gubug-gubug berjajar menjajakan makanan maupun minuman.Di Kampung Lalang, Kabupaten Siak, Riau sekelompok anak muda menggelar acara Tempo Dulu Kampung Lalang Festival.Iven yang dilakukan selama 4 hari (24-30/12/2020) itu sebagai upaya membangkitkan seni dan upaya mempertahankan nilai sosial budaya sejak era 60 an di tengah terpaan arus globalisasi dan westernisasi.Demikian dikatakan Ketua Panitia iven tersebut, Gusfahmi Romaizan (28) menyebut anak muda saat ini harus tau jenis makanan, cara memasak, hingga cara berpakaian tempo dulu." Kita anak muda tak tau makanan dan pakaian yang digunakan tahun 60an dan ini merupakan upaya membangkitkan nilai sosial budaya agar anak muda tak melupakan identitas kampungnya," kata Gusfahmi Romaizan.Ada 13 cabang dilombakan dalam iven tersebut dan sebanyak 219 orang ikut berkompetisi.Dikatakan Gusfahmi, antusiasme masyarakat dalam mengikuti iven tersebut sangatlah luar biasa." Untuk lomba memasak sangat banyak emak-emak yang ikut," kata Igus.Hari ini, tambah Igus, dilaksanakan lomba memasak tempo dulu, emak-emak banyak menampilkan masakan yang berbahan dasar Sagu dan Ubi Kayu." Dan hasilnya jadi Lempeng Sagu, Sempurun, Sempolet dan makanan khas melayu pada zaman dahulunya," jelas Igus.Cabang perlombaan lainnya, sebut Igus, panitia juga menandingkan Pawai Budaya, Bujang Dara, Busana Kebaya Tempo Dulu, Lomba menyanyi tahun 60an dan lainnya.Acara yang ditaja Sanggar Seni Putri Melayu Kampung Lalang dan ikatan remaja mesjid itu dibantu oleh Pemerintah Kampung Lalang." Untuk anggaran kita dari swadaya saja, kami estimasikan akan menghabiskan 17 juta," imbuhnya.Igus berharap, kedepan hal positif seperti ini bisa menjadi ikon wisata tersendiri yang dapat dilakukan oleh pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten." Tentunya hal ini bisa jadi batu loncatan Pemkab Siak untuk membuat seperti ini dalam mendongkrak nilai sosial budaya di Siak," pintanya.Sementara itu, dukungan acara Tempo Dulu Kampung Lalang Festival datang dari Kerani (Sekretaris Desa) Kampung Lalang, Safrizal (29) menyebut hal ini akan didorong menjadi iven tahunan yang bisa dilaksanakan oleh pemerintah kampung." Misalnya nanti bisa disandingkan saat musim durian sehingga dapat mendongkrak pariwisata yang ada di Siak," kata Safrizal.Hal senada juga disampaikan Viky Dawihangga (30) warga Kampung Kayu Ara, Ia berharap iven seperti ini dapat dilakukan setiap tahunnya.Menurutnya, kedepan acara seperti ini bisa mengundang masyarakat secara luas agar juga menjadi salah satu wisata tahunan yang dapat dinikmati masyarakat luas." Kedepan sudah bisa acara seperti ini dapat dinikmati masyarakat luas, tidak hanya warga Kampung Lalang juga tapi bisa mengajak masyarakat se Kecamatan Sungai Apit ataupun se Kabupaten Siak," kata Viky.Dalam kesempatan itu, kata Viky, Ia dapat mengajak anak dan istrinya menikmati makanan tempo dulu." Kami sekeluarga semacam berburu makanan khas melayu zaman dulu di acara ini," jelasnya.

1 Penumpang Meninggal, Kapal Wisata Banawa Tenggelam di Danau PLTA Kampar
21 Desember 2020 KAMPAR, Petah.id - Naas bagi Salman Alfarisi (38), Ia dinyatakan tak bernyawa lagi atas insiden tenggelamnya Kapal wisata Banawa Nusantara 58.Kapal itu mengangkut 40 penumpang tenggelam di Danau PLTA Kotopanjang, Kampar pada Sabtu (19/12/2020) sore.Seorang saksi mata yang turut dalam rombongan, Kasmi menyebut, kapal ini awalnya hendak berbelok arah. Namun karena membelok terlalu tajam mengakibatkan kapal tenggelam."Saat itu kapal hendak berbelok ke kanan, tapi terlalu patah dan membuat miring hingga oleng dan tenggelam di tengah danau PLTA Koto Panjang," terang Kasmi, Sabtu (19/12/2020) malam.Dalam kejadian ini, seorang pegiat pariwisata ditemukan meninggal dunia akibat terjebak di dalam badan kapal. Korban bernama Salman Alfarisi (38)."Warga sudah menemukan korban meninggal dunia dengan menyelam atas nama Salman Alfarisi dan sudah dilarikan ke RSUD Bangkinang," pungkasnya.Ke-40 penumpang berada di atas kapal Wisata Banawa Nusantara 58 sudah dievakuasi, hingga saat ini petugas melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.Dari video amatir media sosial memang terlihat sebuah kapal putih sudah tenggelam dalam kondisi miring ke kanan di tengah danau PLTA Kotopanjang.Di samping terlihat dua kapal nelayan yang ikut membantu evakuasi penumpang dalam insiden nahas tersebut.Sumber : Suara.com

Di Acara JKPI, Stand Dekranasda Jadi Pusat Perhatian
21 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Pembukaan acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dihadiri 17 kabupaten/kota se Indonesia menjadi cerita tersendiri bagi Dekranasda Kabupaten Siak.Dalam acara tersebut, Dekranasda Siak menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung yang hadir di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.Seperti dikatakan Ketua Dekranasda Siak, Rasidah ucapkan rasa syukur karena stand yang dibuka dibanjiri peserta yang hadir pada acara JKPI."Alhamdulilah, stand kita ramai didatangi pengunjung, dan rata-rata mereka membeli produk-produk yang di pajang" kata Rasidah usai acara pembukaan Rakernas JKPI, Minggu (20/12/2020).Rasidah menuturkan apa saja produk-produk yang dipamerkan.  Mulai dari tanjak, kain tenun, tutup gelas, selendang, kain batik Siak, produk makanya ringan, dan lain-lain. Dikesempatan itu, masing-masing kepala daerah diajak meninjau stan pameran Dekranasda dari Banda Aceh, stand kopi Aceh dan stan Dekranasda Kabupaten Siak. Karena masa pandemi, tidak banyak yang membuat stan pameran kerajinan, dari daerah masing-masing karena masalah anggaran. Salah seorang pengunjung, Zanariah Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang memborong souvenir berupa tutup gelas. Dirinya datang ke Siak mewakili Walikota yang berhalangan hadir. Sementara Ketua Dekranasda Banda Aceh Hj. Nurmiati AR dan Wakilnya Hj. Fauzi ah serta Ketua Dekranasda Kota Bau Bau, Wa Ode Nursanti Monianse, penasaran ingin melihat langsung proses pembuatan kain tenun dan batik Siak. Setiba dilokasi Ketua Dekranasda Kab Siak Rasidah Alfedri menjelaskan, bahwa pihaknya melakukan kegiatan seperti, pelatihan membatik, pelatihan menenun, lomba desain motif batik Siak, festival batik Siak, Jumat berbagi dan lain-lain. "Sejauh ini untuk pemasaran kain tenun dan batik Siak, tidak ada masalah" ucap Rasidah. Istri Walikota Aceh saat melihat perajin tenun mengatakan, cara membuat kain tenun Siak ini hampir sama dengan daerahnya, bahkan nama motif kain tenunnya pun sama, yaitu 'Pucuk Rebung'.

Hati-Hati , Ada Harimau Berkeliaran di Kecamatan Koto Gasib
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Warga Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak dihebohkan dengan ditemukan jejak Harimau di areal PT Kimia Tirta Utama (KTU).Kepala Administratur PT KTU, Zulkarnain tak menampik perihal adanya jejak harimau di kawasan perusahaannya." Cuma numpang lewat saja dari Desa Sri Gintil dan posisi saat ini sudah berada di luar kebun," jelasnya.Namun demikian, Zul tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati. " Kita imbau masyarakat tetap harus waspada dan hati-hati, jangan keluar jika tidak penting dan jangan sendirian," urainya.Hal senada juga dikatakan Kapolsek Gasib IPDA Suryawan, Ia tegaskan bagi masyarakat sekitar lintasan Harimau tersebut untuk hati-hati dan waspada."  Imbauan terus kita sampaikan kepada masyarakat untuk hati-hati, kita intruksikan kepada babhinkamtibmas untuk ingatkan warga binaan mereka," tegas Kapolsek Koto Gasib IPDA Suryawan.Suryawan juga mengingatkan untuk warga yang masih kerap pergi memancing di wilayah lintasan harimau tersebut untuk tidak pergi hingga situasi aman." Bagi warga yang masih memncing di wilayah lintasan harimau untuk tidak pergi memancing dulu sampai situasi aman," imbau Kapolsek.Sebelumnya, Warga Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, dihebohkan dengan ditemukannya jejak harimau di kawasan perkebunan milik PT KTU.Sementara itu, pihak BBKSDA Provinsi Riau juga sudah turun kelokasi untuk memastikan informasi adanya jejak harimau. Tidak hanya itu, BBKSDA juga memasang kamera pemantau (trap).

27 ASN di Siak Bercerai, Kebanyakan Pihak Istri yang Minta
28 November 2020 SIAK, Petah.id - Sebanyak 706 perkara perceraian yang terjadi mulai Januari - November 2020 dan diantaranya ada 27 dari kalangan Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Kabupaten Siak, Riau.Jumlah tersebut, jelas Panitera Pengadilan Agama Siak Fahryarozi, S.Ag, untuk tahun 2020 sendiri terdata 645 perkara yang terdaftar sementara 61 perkara sisa dari tahun 2019 yang harus diselesaikan."Untuk tahun 2020, sudah 86,78 persen/614 perkara yang sudah diselesaikan," kata Fahryarozi, Rabu (25/11/2020) petang.Dari perkara tersebut, tambah Fahry, sebanyak 29 ASN di Siak yang melakukan perceraian dan didominasi karena perselisihan dan pertengkaran."Jumlah ASN yang bercerai berjumlah 4,69 persen/ 27 perkara.  Namun, masih ada perkaranya yang berjalan, yang sudah putus perkaranya disebabkan karena perselisihan dan pertengkaran," terang Fahry.Dari 27 kasus perceraian yang terjadi pada ASN, pihak istri lebih banyak yang meminta cerai dan diajukan ke pihak pengadilan." Dari pihak suami untuk talak cerai sebanyak 29,6 persen atau 8 perkara sementara paling banyak dilakukan oleh pihak istri sebesar 70,4 persen/19 perkara," tambahnya.Lebih jauh dikatakan Fahry, rata-rata perceraian di Siak karena berbagai macam perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan karena ekonomi, pihak ketiga yang terjadi secara berlarut larut sehingga mengganggu keharmonisan kekeluargaan."Ada 13 penyebab perceraian, yang paling dominan di Kabupaten Siak adalah alasan perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus sebesar 78,50 persen, faktor ke dua meninggalkan salah satu pihak 16,20 persen dan alasan ekonomi hanya 3,55 persen," jelasnya.Dijelaskannya, perceraian ada dua jenis, pertama perceraian diajukan oleh istri yang disebut gugat cerai dan  yang diajukan suami disebut Talak." Di Siak perkara cerai gugat sebesar 70,64 persen, dan perkara cerai talak yang diajukan suami sebanyak 29,36 persen," rincinya.Di Pengadilan Agama Siak, mulai bulan Juni 2020 setidaknya ada 50 - 70 perkara yang masuk setiap bulannya untuk melakukan proses perceraiannya. Angka itu lebih tinggi disaat awal-awal masa pandemi Covid -19 pada Maret-Mei." Untuk Maret-Mei setiap bulan berkisar 10-20 perkara. PA selalu upayakan untuk mereka berperkara agar berdamai. dan ada juga yang berhasil berdamai," imbuhnya.Untuk diketahui, tahun 2019 perkara perceraian yang diselesaikan Pengadilan Agama Siak sebanyak 731 kasus. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2020 per November.

Cerita Rahmat Ucok Bertahan Dalam Hutan Rimba Saat Hilang
19 November 2020 SIAK, Petah.id – Mendadak suasana pecah mengharu biru datang dari rumah kediaman orang tua Rahmat Ucok (21) saat menyambut Ucok setelah 4 hari dikabarkan hilang di Hutan Danau Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak,Riau. Kedatangan Ucok yang sempat dikabarkan hilang itu dengan cepat tersiar sehingga masyarakat yang penasaran turut datang kerumahnya di Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Diakui Ibu Kandung Rahmat Ucok, Martini bahwa dirinya mengaku sangat gelisah sejak dirinya mengetahui anaknya hilanmg di dalam hutan. “ Sejak tau Ucok hilang sampai hari ini saya tidak ada makan Cuma minum air putih saja dan sangat gelisah sekali,” terang Martini, Kamis (19/11/2020) petang di Rumah Kediamannya. Diceritakannya, Ucok hilang tidak jauh dari tempat parker sepeda motornya sendiri. Dan Ucok sendiri berupaya keras untuk keluar dari hutan tersebut namun tidak menemukan jalan keluar. “Jarak Ucok ditemukan Cuma 1 kilometer dari sepeda motor yang Ia bawa untuk pergi memancing itu. Ucok sendiri berupaya keluar dari hutan tersebut  mencari jalan pulang dengan cara mematahkan dahan kayu yang Ia lewati namun Ucok merasakan dirinya hanya berputar disitu saja,” Kata Martini setelah mendengar pengakuan dari anaknya Rahmat Ucok. Selama di hutan, kata Martini Lebih jauh, Ucok  bertahan hidup dengan cara memakan ikan hasil pancingannya, meminum air sungai yang ada didekat situ. Sesekali, Ucok memakan buah punak. “ikan lele hasil pancingannya Ia bakar dan dimakan sedangkan untuk minum Ucok mengandalkan air sungai yang ada dekat situ,” kata Komeng sapaan akrab dari Martini.   Upaya Martini untuk Menemukan Rahmat Ucok   Setelah mengetahui anak ke 3 nya hilang Martini tidak ingin berpangku tangan dan hanya berpasrah diri. Sejak kabar pilu Ia terima dirinya langsung menelfon BPBD Kabupaten Siak untuk meminta pertolongan agar bisa menemukan Rahmat Ucok. “Saya juga memberitahu keluarga besar dan pihak pemerintahan Desa agar kiranya mau membantu mencari Ucok yang hilang di Hutan Zamrud saat pergi memancing,” jelasnya. Dimalam ke Dua kehilangan Ucok, Martini juga berusaha bertanya kepada “orang pintar” untuk memastikan kondisi dan letak Ucok di hutan tersebut. “Ada beberapa orang pintar saya temui untuk melihatkan kondisi Ucok dan semua jawabannya sama bahwa Ucok masih di dalam hutan tersebut,” kata Bu Martini. “Malam ke dua Ucok hilang pun kami Kembali masuk hutan tersbut dengan membawa Gong dan gendang supaya Ucok dapat mendengar suara itu dan bisa menemukan jalan keluar,” tambahnya.   Meski usaha malam itu, lanjut Martini, tidak membuahkan hasil dirinya meyakini dapat menemukan Ucok dan berdoa agar anak ke 3 nya itu dalam kondisi sehat. Kamis (19/11/2020) keluarga bersama masyarakat dibantu pihak Desa, TNI, Polisi dan BPBD Kabupaten Siak Kembali memasuki hutan tersebut untuk melanjutkan pencairan Ucok yang sudah 4 hari menghilang. “Alhamdulillah ba’da Dzuhur Ucok ditemukan oleh tim yang melakukan pencarian,”kata Martini dengan mata berkaca-kaca. Dalam kesempatan itu Ia sangat bersyukur dan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu bahkan medoakan hingga Ucok Kembali kepangkuannya. “Terima kasih atas bantuan semua pihak, Allah yang dapat mebalas kebaikan semuanya yang sudah membantu mencari Ucok hingga ketemu,” Pungkasnya.

Hilang 4 Hari, Rahmat Ucok Akhirnya Ditemukan
19 November 2020 SIAK, Petah.id - Sempat 4 hari menghilang di Hutan Danau Zamrud, Rahmat Ucok (21) akhirnya ditemukan pada Kamis (19/11/2020) petang.Mengenakan kaos warna hijau, Ucok tampak didampingi masyarakat beserta tim pencarinya keluar dari hutan danau zamrud itu."iya bang sudah diketemukan, alhamdulillah, tadi vidio ucok ketemu juga sudah beredar," kata Razi, Kamis (19/11/2020).Ketemunya Rahmat Ucok juga dibenarkan Kabid Damkar BPBD Kabupaten Siak Irwan Priyatna. Ia berkeyakinan bahwa Ucok masih bisa bertahan hidup didalam hutan tersebut."Alhamdullilah, Allah SWT melindungi nya, kami yakin dia masih hidup. Kalaupun tersesat   masih bisa bertahan hidup. Karena dia sejak sekolah selalu aktif manjat gunung dan keluar masuk hutan, punya pengetahuan  survival juga," jelas Irwan Priyatna melalu pesan Whatsapp.Ditanyakan bagaimana proses tim bertemu dengan Ucok, Irwan sampaikan didalam hutan masih ada kendala sinyal."Maaf signal disini  lelet,"jelasnya.Sementara itu, dalam vidio berdurasi 2 menit 37 detik itu tampak Ucok mengenakan baju hijau dan tersenyum saat bertemu orang tuanya. Tim dan masyarakat yang turut mencari ucok juga langsung memanjatkan doa atas ketemunya ucok tersebut.Sebelumnya diberitakan, Rahmat Ucok (21) warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau dikabarkan hilang di hutan Danau Zamrud Kilometer 100 sejak tiga hari yang lalu saat pergi memancing bersama pamannya Tunggal.Hal itu juga dibenarkan tetangga dan teman Ucok sendiri, Razi. Dijelaskannya, Ucok pergi dari rumah pamitan untuk pergi memancing bersama pamannya." Sejak senin siang dia pergi pamitnya memancing sama oom nya, tapi oom nya siang Selasa sudah pulang, oom nya pun sudah mencari didalam hutan itu tapi tak ketemu," kata Razi, Rabu (18/11/2020) malam.

Kronologis Hilangnya Rahmat Ucok di Hutan Danau Zamrud
18 November 2020 SIAK, Petah.id -  Pusdalop BPBD Kabupaten Siak Biyan jelaskan kronologi kehilangan Rahmat Ucok (21) yang dikabarkan hilang di Hutan Danau Zamrud Kecamatan Dayun sejak Senin (16/11) saat pergi memancing dengan pamannya Tunggal.Diceritakan Biyan, Rahmat Ucok berpamitan pergi bersama pamannya untuk pergi memancing  dengan berbekal Minuman, Makanan, GPS, Senapan Angin, Kompas dan HT." Sampai lokasi hutan Zamrud itu, Ucok  ingin pergi ke arah Timur sedangkan pamannya mengajak ke selatan," jelas Biyan.Sambil berpisah, Tunggal berpesan kepada Ucok untuk bertemu kembali ditempat titik mereka berpisah." Lalu berpisah mereka dan Ucok pergi ke arah timur. Sementara HT yang dipegang mereka hanya bisa berkomunikasi dengan jarak 5 kilometer. awalnya bisa berkomunikasi, setelah itu dikontak pamannya lagi tak bisa masuk," kata Biyan.Pamannya terus mencari Ucok hingga ke arah timur, namun tak kunjung bertemu hingga sampai ke titik mereka berpisah.Dengan kondisi di tengah hutan dan pamannya mencari Ucok sendirian, Tunggal panik dan memutuskan pulang kerumah orang tua Ucok di Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak untuk mengabarkan bahwa Ucok hilang."Malamnya pamannya pergi lagi ke hutan sampai tengah malam dan menginap di pos manggala agni, subuh pamannya balek," urai Biyan.Pagi Selasa ( 17/11), lebih jauh diceritakan Biyan,  Tunggal selaku pamannya kembali mencari dan masuk lagi kedalam hutan Danau Zamrud itu namun Ucok masih belum ditemukan." Selasa malam Rabu orang tua Ucok menelfon BPBD untuk melaporkan bahwa anaknya hilang dan kejadiannya sejak Senin (16/11)," kata Biyan.Berangkat dari laporan tersebut BPBD Kabupaten Siak langsung ambil tindakan." Malam kami dapst info Rabu (18/11) pagi rapat dan rembuk dan memutuskan untuk berangkat ke hutan Danau Zamrud mencari Ucok," jelas Biyan.Biyan bersama 10 orang rekannya dari BPBD Siak terus melakukan pencarian di hutan tersebut hingga pukul 16.00 Wib namun Ucok masih belum ditemukan."Jam 4 sore kami pulang karena situasi mendung, petir kuat kali, dan mau hujan," jelasnya.Pencarian Ucok didalam hutan Zamrud tersebut tidak berjalan mulus, Biyan bersama rekannya mengalami beberapa kendala seakan-akan pihaknya sedang disesatkan." Didalam hutan itu seperti kami yang disesatkan, alat Kompas yang kami bawa jarumnya berputar terus tak berhenti sehingga tidak bisa melihat arah. maka dari itu untuk menghindari Magrib kami putuskan untuk pulak dan melanjutkan pencarian Ucok besok pagi," kata Pusdalop BPBD Kabupaten Siak itu.Namun, kata Biyan, pihaknya akan turun kehutan zamrud lagi dan berjuang agar Ucok segera di temukan." Mohon doanya agar Ucok selamat dan tim yang mencari selalu diberi kemudahan," pinta Biyan.

Pamit Pergi Memancing Ucok Dikabarkan Hilang di Hutan Danau Zamrud
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Ucok warga Kampung Benteng Hilir, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau dikabarkan hilang di hutan Danau Zamrud Kilometer 100 sejak tiga hari yang lalu.Hal itu dibenarkan tetangga dan teman Ucok sendiri, Razi. Dijelaskannya, Ucok pergi dari rumah pamitan untuk pergi memancing bersama pamannya." Sejak senin siang dia pergi pamitnya memancing sama oom nya, tapi oom nya siang Selasa sudah pulang, oom nya pun sudah mencari didalam hutan itu tapi tak ketemu," kata Razi kepada Petah.id, Rabu (18/11/2020) malam.Ditambahkannya, Ucok dan pamannya berangkat menggunakan dua motor, namun informasi yang Ia dapat ucok dan pamannya berpisah sesampai di hutan Danau Zamrud itu."Infonya mereka terpisah di hutan itu. makanya Selasa malam rabu  melaporkan ke pihak Desa Benteng Hilir," kata Razi."Besok pagi, Kamis (19/11/2020) pihak keluarga mengajak seluruh masyarakat mengajak bergabung untuk mencari Ucok kedalam hutan Zamrud dan berkumpul di kediaman orang tua ucok," tambah Razi.Sementara itu, berdasarkan dari postingan Facebook milik BPBD Kabupaten Siak pada Rabu (18/11/2020), pihaknya juga sedang mencari korban yang hilang di hutan Zamrud Km 100 dan belum menemukan ucok."Proses pencarian korban hilang di hutan Zamrud Km 100  Dayun oleh tim TRC BPBD Kabupaten Siak, korban saat ini belum ditemukan, pencarian akan kembali dilakukan esok hari. Mohon doa agar korban ditemukan dalam keadaan selamat," tulis Facebook BPBD Siak.

Dua Unit Rumah di Kampung Temusai Diterjang Puting Beliung
18 November 2020 SIAK, Petah.id - Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang dua unit rumah warga Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya,  Kabupaten Siak pada Rabu (18/11) sekitar pukul 16.00 WIB.Dua unit rumah di RT 01 RW 05 Dusun Teluk Musahab, Kampung Temusai, milik Suwanda dan Adi. Saat kejadian, mereka sedang tidak ada di rumah.Demikian dikatakan Ketua RT 01 RW 05 Dusun Teluk Musahab, Kampung Temusai Supri. Menurut Supri, sekitar pukul 16.00 WIB, bersama hujan, menerjang angin puting beliung yang begitu dahsyat."Hal itu menyebabkan dua unit rumah warga kami habis atapnya disapu puting beliung," ungkap Supri, pada Rabu (18/11) petang Penghulu Kampung Temusai Markuat menyampaikan hal yang sama. Disebutkannya, rumah warganya baru saja diterjang angin puting beliung. “Saya berharap masyarakat bersama-sama membantu meringankan beban korban yang terkena musibah itu,” ungkapnya.Dijelaskan Markuat, atap rumah terbang sampai ke pinggir jalan. Mujur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.Markuat  juga berharap kepada dinas terkait, agar dapat membantu meringankan beban korban.“Semoga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," imbuhnya.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan kepadanya. Disebutkannya, pihaknya akan segera turun umendata berapa jumlah korban, dan kerugian material yang diderita.“Setelah kami data, baru kami memberikan bantuan. Tahap awal kami memberikan logistik dulu untuk sementara,” sebutnya.Setelah itu, korban dibantu pemerintah kampung dan pemerintah kecamatan membuat proposal ditujukan ke Dinas Sosial.“Selanjutnya kami akan mengeluarkan bantuan uang sesuai dengan kerusakannya. Sebab ada Perbup, jika kerusakan berat berbeda dengan kerusakan sedang dan ringan. Sudah diatur dalamPerbup itu,” jelasnya.

Milad ke- 43, Cawabup Sujarwo Dibanjiri Ucapan Selamat
15 November 2020 SIAK, Petah.id - Media Sosial di Kabupaten Siak dihebohkan dengan ucapan selamat ulang tahun untuk  Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo, SE yang ke-43 tahuntepat pada 15/11/2020.Ucapan itu hadir dari lintas usia se Kabupaten Siak, seperti dari tokoh masyarakat asal Kecamatan Minas dengan akun facebook Doni Chandra Doni."Selamat Ulang Tahun Pak WabupSemoga sehat dan bahagia selalu bersama keluarga tercinta, berkah umur, berkah rezki.Insha Allah Wakil Bupati Siak Periode 2021-2026," tulis akun Doni Chandra Doni di dinding facebook Sujarwo Dian.Ucapan selamat lainnya juga datang dari anak muda milenial asal Kecamatan Sungai Apit dengan akun facebook Rizal Riau."Barakallah fi umrik Mas Sujarwo Dian yang ke-43 tahun, semoga sehat selalu, dilimpahkan rezeki yang berkah dan semoga Allah memberikan Amanah kepada Mu untuk Menjadi Pemimpin di Negeri Istana ini, Amin Allahumma Amin,"tulis di akunnya.Sementara itu, akun facebook milik  Calon Wakil Bupati Siak Sujarwo dengan nama akun Sujarwo Dian juga memposting kemesraannya bersama istri dan 3 orang anaknya saat sedang memperingati hari lahirnya.Dalam akun pribadinya Sujarwo juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan umur panjang dan kesehatan yang diberikan. Tak luput  ucapan terima kasih untuk seluruh warga Kabupaten Siak dan keluarga tercinta atas semua doa yang dipanjatkan"Terimakasih istri ku Dian Andayani dan 3 anak ku yang telah memberi kejutan pada hari kelahiran saya yang ke 43 tahun,semoga Allah SWT selalu lindungi keluarga kita. Terimakasih juga kepada sahabat, teman, dan lain-lain yang juga ucapkan selamat pada saya,semoga Kita semuo slalu sehat dan diberkahi Allah SWT," tulis Sujarwo di akun facebook pribadinya.Saat dihubungi dan ditanyakan harapannya di usia ke-43 tahun, ia berharap di sisa umurnya selalu diberkahi, bermanfaat untuk orang banyak."Semoga Allah meridhoi perjuangan kita semua, dan saya secara pribadi bisa terus menebar kebaikan untuk semua orang, apapun momennya," tutup Calon Wakil Bupati Siak nomor urut 3 itu.

Serangan Ulat Bulu di Turap, Warga Siak Menderita Gatal-Gatal
13 November 2020 SIAK, Petah.id - Sejak beberapa hari belakangan, warga di tepian Turap, Kelurahan Kampung Rempak diserang ulat bulu.Ulat bulu datang dari tepi Sungai Siak tepatnya dari pohon bakau yang diduga diterbangkan angin, sehingga bisa sampai ke turap.Demikian dijelaskan Hamid (58)pemilik Warung Sup Buah Ninda. Menurut Hamid, sejak kemarin badannya serasa gatal, awalnya dia tidak tahu jika diserang ulat bulu.“Ketika saya mengantar sup buah untuk pelanggan yang duduk di turap, barulah saya tahu ternyata banyak ulat bulu di sana,” jelasnya.Dia segera membuang ulat bulu itu ke tepi Sungai Siak. Ketika membuang ulat bulu itulah dia melihat banyak daun bakau yang habis dimakan ulat bulu. Menurut Hamid, anak gadisnya bernama Fifi (20) juga kena, padahal dia di rumah saja, paling jauh ke depan rumah.Lihat lah wajah dan tangan Fifi, itu gatal-gatal karena ulat bulu,” ungkap Hamid menunjuk wajah putrinya.Hal yang sama dikatakan Rini (36) pemilik Warung Seafood Rija. Tidak hanya dia yang kena serangan ulat bulu ini, namun seisi rumahnya yang berjumlah lima orang.“Tidak hanya kami sekeluarga yang kena. Teman saya warga Dayun yang makan di sini juga kena,” ucap Rini sambil menunjukkan tangannya yang bintik bintik kemerahan yang menurutnya terasa sangat gatal.Menurut Rini, dia sudah tanya ke beberapa tetangganya yang berjualan di turap, memang beberapa hari belakangan ulat bulu membuat warga gatal-gatal.“Selama saya berjualan di sini, baru kali ini ulat bulu sampai naik ke turap dan gatalnya menyerang warga,” sebutnya.Lurah Kampung Rempak Zukhrizan Nurfalah yang melihatnya langsung ke lokasi, mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menuntaskan masalah ini.“Kami ingin dinas terkait dapat menyemprotkan disinfektan hama sehingga ulat bulu ini berkurang,” sebutnya.

Tenaga Kesehatan Meninggal Setelah Sembuh dari Covid-19
12 November 2020 SIAK, Petah.id - Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di Kabupaten Siak diwarnai duka yang mendalam, pasalnya seorang tenaga kesehatan yang sebelumnya telah berjuang untuk sembuh dari Covid-19 tutup usia.Hal itu disampaikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Tonny Chandra, tenaga kesehatan yang meninggal dunia melawan covid- 19 itu adalah Maria Ulfa. Maria Ulfa salah satu tenaga kesehatan yang kesehariannya bertugas di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Riau. Selama masa tugasnya 38 tahun, dia dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik serta pekerja keras."Maria Ulfa, teman kita di laboratorium Dinas Kesehatan Siak tadi malam (11/11/2020) meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Tonny Chandra, Kamis (12/11/2020) pada peringatan hari kesehatan nasional ke 56.Selanjutnya, kata Kadis Kesehatan, Maria Ulfa sebelumnya pasien positif Covid-19. Namun sekitar seminggu yang lalu, dia berhasil melawan virus tersebut hingga dinyatakan sembuh dari Corona. "Sayangnya, takdir berkata lain. Ia menghembuskan nafas terakhir tadi malam dengan memiliki riwayat sakit Kanker yang juga sudah dalam perawatan medis," kata dr Tonny. Dr Tonny juga mengajak semua orang yang datang dalam acara sederhana HKN itu untuk mengirimkan Doa kepada Maria Ulfa, agar mendapat tempat yang layak disisi Nya.

Berjuang dengan Semangat Pahlawan Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat
12 November 2020 SIAK, Petah.id - Sampai hari ini tenaga kesehatan di RSUD Tengku Rafian Kabupaten Siak terus berjuang dan melayani semua pasien yang terkena covid-19.Dikatakan Direktur RSUD Tengku Rafian Benny Chairudin, dalam perjuangan melawan covid-19 beberapa kendala menjadi perjuangan itu semakin keras."Kami terus berjuang walaupun dalam melayani ada beberapa kendala yang dihadapi seperti ketidakpercayaan masyarakat terhadap adanya  Covid-19,  adanya anggapan  terhadap rumah sakit yang "mengcovid-19 kan" pasien menjadi tantangan dan kendala di lapangan ketika kami memberikan pelayanan," terang dr Benny Chairudin, Kamis (12/11/2020).Namun, pihaknya tidak berhenti untuk terus bersyukur karena paramedis tetap berjuang dan terus melayani di tengah persepsi masyarakat yang miring itu."Kami tetap terus berjuang dan berusaha melayani dengan sepenuh hati semua pasien-pasien yang ada di RSUD Tengku Rafian Siak agar mereka mendapatkan pelayanan yang maksimal," tambahnya.Kendala-kendala itu, Lanjut Benny, mereka anggap sebagai dinamika dan ujian bagi pihaknya dalam memenangkan peperangan melawan covid-19."Alhamdulillah sampai sejauh ini semua fasilitas yang disediakan pemerintah Kabupaten Siak mencukupi, baik anggaran maupun alat kesehatan yang dibutuhkan dalam penanganan covid 19," jelasnya.Ia berharap masyarakat maupun semua baik tenaga kesehatan bergandengan tangan dalam memutuskan rantai penularan covid 19 demi Ibu Pertiwi ini."Di momentum Hari Pahlawan dan  Hari Kesehatan Nasional kami mengajak semua elemen masyarakat berjuang menjadi pahlawan dalam memerangi penularan covid-19 dan berusaha bersama  satukan tekad menuju Indonesia sehat," ajaknya."Semangat berjuang dan jiwa kepahlawanan perlu ditanamkan kan kepada kita semua agar semua masyarakat Indonesia menjadi sehat dan sejahtera," pungkas Benny. 

Peternakan Itik dan Kolam Ikan di Halaman Belakang Polsek Koto Gasib
06 November 2020 SIAK, Petah.id - Tak ada yang bisa menampik kreativitas Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan personelnya. Lahan kosong yang ada di belakang Mapolsek digarap dan dibersihkan menjadi kolam ikan dan peternakan itik.Menurut Kapolsek Koto Gasib, apa yang mereka lakukan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.“Saya meminta Bhabinkamtibmas Bripka Mahadir yang mengurus dan menjaganya, karena Polsek berada di wilayah Pangkalan Pisang dan Mahadir sebagai Bhabinkamtibmas Pangkalan Pisang,” jelas Suryawan.Ternyata kerja sama yang baik diperlihatkan seluruh personel yang kebetulan sedang dinas atau piket. Berada di kolam atau mengurus itik menjadi hiburan tersendiri. Meski demikian, agar hasil dan maafnya bisa dinikmati dengan baik. Mahadir memanfaatkan jasa seorang muallaf bernama Aisah untuk mengelola kolam dna peternakan itik.Ternyata jika diurus dengan baik, dengan pakan yang cukup, itik-itik bisa cepat bertelur. Alhamdulillah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, puluhan itik-itik itu setiap hari bertelur.Hal itu tentunya menambah pendapatan Aisah di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.“Aisah sangat terbantu, dia bisa memasarkan telur-telur itik itu di pasar terdekat. Atau menjualnya kepada warga sekitar dalam bentuk telur asin,” ungkap Kapolsek Suryawan.Menurutnya, apa yang dilakukannya bersama personelnya, sebagai bentuk rasa syukur. Jika pun ada yang mendapatkan manfaat dari apa yang mereka lakukan, hal itu merupakan bonus dari Allah atas usaha dan kerja keras yang dilakukan.“Kami memang berusaha peduli terhadap lingkungan. Makanya kolam ikan dan ternak itik dikelola warga. Sehingga hubungan kami dengan warga tetap solid dan terus terjaga,” ungkap Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakannya, Aisah itu di rumahnya juga beternak itik. Itik bantuan dari Polsek dan Polres, sekaligus diajarkan cara membuat telur asin.Sebagai muallaf, dia harus bisa bangkit, ekonominya harus lebih baik. Dan bangganya kami padanya, dia pekerja keras. Bripka Mahadir yang terus membimbing dan membinanya, sehingga dia semakin mandiri dan percaya diri dalam menata hidupnya.

Peringati HUT ke-69 Humas Polri, Polres Siak Potong Tumpeng
03 November 2020 SIAK, Petah.id -  Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Humas Polri, Polres Siak gelar potong nasi tumpeng bersama seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Siak.Acara tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi wartawan seperti Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO).Kepala Sub Bagian Humas Polres Siak, Iptu Ubaedillah mengatakan di hari yang membahagiakan ini. Ia berharap humas dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan insan pers agar dapat memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat."Semoga hubungan seperti ini terus bisa berjalan dengan baik dan kita dapat memberikan informasi yang edukatif untuk masyarakat," terang Ubaedillah, Selasa (3/11/2020) di Kantor PWI Kabupaten Siak.Ditambahkannya, pihaknya pun siap memberikan informasi tentang prestasi dan kegiatan rutin Polres Siak yang bisa jadi konsumsi publik." Kegiatan rutin bahkan prestasi Polres Siak siap kami distribusikan kepada rekan insan pers agar dapat menjadi konsumsi publik,"  jelas Ubaedillah.Hal senada juga dikatakan Sekretaris PWI Kabupaten Siak, Abdus Salam mengucapkan selamat HUT Humas Polri ke-69." Semoga Humas Polri khususnya Humas Polres Siak terus dapat menjalin komunikasi yang baik dan berbagi informasi kepada insan pers Siak," harap Abdus Salam.Dalam kesempatan itu, dia pun berharap agar Polri terus berbenah agar dekat dengan rakyat."Semoga Polri terus mendapat kepercayaan dalam melayani masyarakat," pungkasnya.Acara tersebut diakhiri dengan makan nasi tumpeng bersama antara Humas Polres Siak dengan Insan Pers Siak.

SS Gunakan Tali Tambang Kecil untuk Akhiri Hidupnya
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id  - SS (36) warga Dusun Takolu RT 02 RW 01, Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau yang kesehariannya sebagai penjaga sekolah ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam rumahnya sendiri.Kapolsek Kandis, Kompol Indra Rusdi SH menceritakan korban pertama kali ditemukan oleh saudata kandungnya sendiri yakni GA dan NA." Kejadian awalnya diketahui oleh dua orang warga yaitu GA dan NA yang juga merupakan adik kandung korban pada Ahad malam sekitar pukul 19.05 WIB," ungkap Kompol Indra.Awalnya, Kata Kapolsek lebih rinci, GA dan NA  saat itu hendak bersilaturahmi kerumah korban namun saat pintu rumah diketuk tidak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah." Saat tiba di TKP, saksi mengetuk pintu namun tidak menerima jawaban, saat dilihat dengan cara mengintip melalui jendela terlihat posisi korban dalam keadaan tergantung di pintu kamar yang mana leher korban terikat dengan tali tambang kecil," tambah Kompol Indra.Melihat kejadian itu, saksi pergi menemui RA yang merupakan abang ipar dan pergi bersama ke rumah korban setelah itu melepaskan tali yang melilit di leher korban, namun  kondisi SS diketahui sudah tidak bernyawa lagi.Selanjutnya, pihak Polsek Kandis bersama dengan Puskesmas mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap korban dengan memberlakukan protokoler kesehatan.Menurut dr Tulus Adi Putra dibadan korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan diduga korban bunuh diri.

Deklarasi Masyarakat Koto Gasib Cinta Damai dan Peduli Kesehatan
16 Oktober 2020 SIAK, Petah.id -Masyarakat Koto Gasib deklarasi cinta damai dan peduli kesehatan yang dilaksanakan di depan gedung Putri Kaca Mayang Jalan Pertamina Km 04 Kecamatan Koto Gasib.Deklarasi dihadiri Kasi Pemerintahan Kecamatan Koto Gasib Asmara Syarif SSos, Perwakilan Kepala Desa se-Kecamatan Koto Gasib sebanyak tiga orang, Perwakilan Kepala Dusun se-Kecamatan Koto Gasib sebanyak limaorang, Senkom tujuh personel, ibu PKK Kecamatan Koto Gasib sebanyak lima orang, perwakilan mahasiswa Unri sebanyak dua orang. Perwakilan mahasiswa UIN Suska sebanyak satu orang, perwakilan mahasiswa UIR sebanyak tiga orang, komunitas sepeda motor SEMOC Empang Pandan sebanyak  enam orang,perwakilan Persatuan Pencak Silat PSHT Kecamatan Koto Gasib sebanyak empat orang. Perwakilan masyarakat suku Melayu, Batak, Jawa dan Minang dan di Kecamatan Koto Gasib, dengan jumlah peserta lebih kurang 45 orang. Demikian dijelaskan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Usai deklarasi dilanjutkan dengan pawai damai dengan berjalan kaki dengan membawa spanduk dari depan gedung Putri Kaca Mayang-Kantor Camat Koto Gasib-Jalan Pertamina Koto Gasib jarak lebih kurang sejauh 2 kilometer.“Kami menurunkan tujuh personel di bawah pimpinan saya sendiri,” ungkap Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakannya, kegiatan berjalan lancar dan selesai pukul 11.00 WIB. Kasi Pemerintahan Kecamatan Koto Gasib Asmara Syarif SSos mengaku senang atas deklarasi yang digelar. Dengan deklarasi cinta damai dan peduli kesehatan, diharapkan masyarakat benar-benar dapat menyesuaikan.“Sebab hal ini menjadi salah satu kunci terciptanya rasa aman dan damai di wilayah kita,” ungkapnya.Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Dan masyarakat berharap kedamaian tetap terjaga di Koto Gasib

Berita Duka, Anggota DPRD Siak dari Partai Nasdem Meninggal Dunia
29 September 2020 SIAK, Petah.id - Berita duka datang dari salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak dari Partai Nasdem Suryono, Ia dikabarkan meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (29/9/2020) siang.Kabar tersebut dibenarkan oleh Sekretaris DPD Partai Nasdem Kabupaten Siak Marzuki. Dikatakannya, almarhum yang akrab dipanggil Bang Kancil tersebut meninggal karena sakit."Iya benar. Saudara kita (Suryono) meninggal dunia karena sakit. Sebulan yang lalu almarhum pernah  keluhkan sakit tekanan darah rendah. Almarhum akan dikebumikan di Sumatera Utara karena orang tua beliau ada disana," kata Marzuki, Selasa (29/09/2020) sore.Diceritakannya, sebelum meninggal almarhum juga sudah berupaya berobat di Rumah Sakit namun tidak menunjukkan ada perubahan kesehatan membaik."Jadi ke Sumut juga berobat medis dan juga berobat kampung,"jelas Zuki.Selama hidupnya Suryono tercatat pernah menjabat Kepala MDTA Roudhotul Muttaqien di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Pada pemilihan legislatif tahun 2019 lalu, Suryono terpilih menjadi anggota DPRD Siak lewat partai Nasdem dari dapil 4 Siak meliputi Kecamatan Minas, Kandis dan Sungai Mandau.

Patuhi Prokes, Bersama Melawan Covid-19
17 September 2020 SIAK, Petah.id -Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan Camat Koto Gasib Dicky Sofyan rapat koordinasi bersama unsur pimpinan kecamatan (UPK) pada Kamis (17/9) pagi di aula Kantor Camat Koto Gasib.Rapat koordinasi digelar untuk mengantisipasi penyebaran sekaligus penanganan Covid-19 di Kecamatan Koto Gasib.Demikian dikatakan Ipda Suryawan saat rapat berlangsung. Menurutnya, semua perangkat harus dilibatkan dalam hal ini, termasuk RT dan RW, pimpinan kelompok pengajian, tokoh masyarakat, ketua pemuda. “Kita semua harus terlibat memerangi Covid-19 dengan cara mengampanyekan pentingnya menaati prokes,” ungkap Suryawan.Tidak ada lagi kata menunggu, besok, nanti, sebentar lagi baru menaati prokes. Sekarang semua wajib mengenakan masker setiap keluar rumah, tetap menjaga jarak, hindari kerumunan dan rajin mencuci tangan.“Setiap hari saya memberikan vitamin kepada personel, agar seluruh personel terap vit dan sehat. Sebab seluruh personel harus ke rumah rumah warga untuk mengkampanyekan prokes,” jelas Suryawan.Artinya, semunya harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, jika ingin keluar dari pandemi Covid-19. Semua harus bersatu dan benar-benar disiplin menjalankan prokes.Dikatakan Camat Dicky Sofyan, dirinya merasa khawatir atas keselamatan warganya. Makanya selain berkoordinasi dengan seluruh penghulu dan perangkat desa, Camat Dicky juga mengajak seluruh masyarakat pentingnya menaati prokes.Sebab prokes wajib dilaksanakan mengingat DPRD Siak sudah menyetujui Ranperda Covid-19 dan Penanganan Penyakit Menular menjadi Perda.Ada sanksi di sana yang harus ditaati. Dan sanksi yang diberikan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga menimbulkan efek jera dan keinginan untuk terbebas dari Covid-19 segera terealisasi. Caranya tentu saja semuanya disiplin prokes. “Tidak ada lagi warga yang keluar tanpa masker. Semua yang berada di jalanan wajib mengenakan masker dna mengetahui prokes. Menyelamatkan diri sendiri itu artinya menyelamatkan keluarga dan orang lain,” ungkap Camat Dicky.

Personel Sehat Kinerja Maksimal, Ini yang Dilakukan Kapolsek Koto Gasib
16 September 2020 SIAK, Petah.id - Tugas personel kepolisian begitu kompleks, sekompleks permasalahan di masyarakat. Semuanya harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya.Untuk semua itu perlu energi. Personel perlu  sehat. Agar personel sehat perlu asupan vitamin dan hal itu yang kini dilakukan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan untuk seluruh personelnya.“Saya ingin personel saya selalu sehat, sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara paripurna. Kami adalah pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat,” ungkap Suryawan.Disebutkan Suryawan, setiap pagi dia memberikan vitamin untuk personelnya yang dinas pada hari itu. Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, fisik yang sehat sangat diperlukan dan asupan vitamin jawabannya.“Di samping itu setiap petang kami juga melakukan olahraga, untuk menyempurnakan aktivitas harian, sebab kesehatan bagian dari gaya hidup kami,” ungkap Suryawan.Suryawan mengatakan, sejak beberapa waktu lalu personelnya melakukan kampanye protokol kesehatan dari rumah ke rumah. “Kami melakukan itu untuk mengajak masyarakat menyadari pentingnya menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan. Untuk melakukan itu personel perlu fisik yang sehat dan kuat,” jelas Suryawan.Dan selain Koto Gasib saat ini sudah kembali ke zona hijau. Menurut Suryawan secara berangsur tingkat kesadaran semakin baik. Sebab masyarakat semakin tahu, semua dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Polisi Temukan Fakta-Fakta Penembakan yang Menewaskan Sugianto Pengusaha Pelayaran
14 Agustus 2020 JAKARTA, Petah.id - Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang Pengusaha Pelayaran di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Insiden itu terjadi pada Kamis (13/8) sekitar pukul 12.00 WIB.Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membenarkan peristiwa yang menewaskan satu orang itu. Dikutip dari Kumparan.com, Berikut rangkuman sejumlah fakta-fakta kasus penembakan di Kelapa Gading: Fakta-fakta Penembakan Sugianto, Pengusaha Pelayaran di Kelapa Gading1.Korban Penembakan Adalah Pemilik Perusahaan Pelayaran Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan identitas korban. Korban penembakan di Kelapa Gading merupakan seorang pemilik perusahaan pelayaran bernama Sugianto (51).   “Kronologinya, pada saat dia mau pulang makan siang kebetulan korban ini kantornya sama rumahnya tidak terlalu jauh. Dia biasanya siang pulang, jam makan siang. Dan jalan kaki,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/8).  “Korban pekerja swasta, dia pemilik perusahaan di perusahaan bidang pelayaran ya. Dia pemiliknya,” tambahnya. 2. Korban Tewas Akibat Ditembak 4 Kali Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban tewas di tempat usai ditembak pelaku sebanyak 4 kali.   “Sekitar 50 meter dari kantornya tiba-tiba ada orang dari belakang mengacungkan senjata dan menembak yang bersangkutan sebanyak 4 kali dan meninggal dunia di tempat,” kata Yusri. Yusri mengatakan S ditembak dari arah belakang. Pelaku diduga berjumlah 2 orang. Usai melakukan aksinya para pelaku kemudian melarikan diri.  “Menurut keterangan saksi yang ada di sana, pelaku penembakan satu orang, tapi ada satu orang yang menunggu di motor. Kemudian dia melarikan diri,” jelasnya. 3. Peran 2 Pelaku yang Tembak Mati Pemilik Perusahaan Pelayaran Polisi menyebut, pelaku diduga berjumlah 2 orang dan masing-masing memiliki peran tertentu. "Pelaku penembakan satu orang, tapi ada satu orang yang menunggu di motor," ujar Yusri. Yusri mengatakan, usai menembak S, keduanya langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.4. Polisi Temukan 4 Selongsong Peluru, Diduga Milik Pelaku Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya menemukan 4 buah selongsong peluru yang diduga kuat miliki pelaku.   “Tentunya kita menemukan empat buah selongsong peluru yang ada di TKP. Kemudian kita menemukan korban meninggal dunia di tempat, dan luka pengenaannya dari belakang,” kata Budhi kepada wartawan, Kamis (13/8). Budhi juga mengatakan saat ini pihaknya tengah mendata apakah ada barang berharga milik korban yang hilang. Sejauh ini pihaknya menemukan sebuah ponsel yang diduga milik korban.  “Untuk saat ini kami belum melihat atau mendata apakah ada barang yang hilang atau tidak,” ujarnya.Polisi Periksa CCTV dan 6 Saksi Polisi terus berupaya mengungkap siapa pelaku di balik penembakan seorang Sugianto, pengusaha pelayaran di Kelapa Gading, siang tadi. Polisi sudah memeriksa 6 orang saksi di sekitar lokasi penembakan tersebut.  "Baru kejadian, jadi sudah ada beberapa orang yang kita mintai keterangan, baik dari karyawan maupun security dan pegawai yang ada di sekitar ruko ini, kurang lebih ada enam orang," kata Budhi Herdhi. Selain saksi, polisi juga memeriksa CCTV di sekitar ruko Royal Gading Square tersebut. Mereka juga mendapati tidak ada barang yang hilang dari korban.  "Untuk saat ini kami belum melihat atau mendata apakah ada barang yang hilang atau tidak. Tapi yang jelas kami menemukan ada handphone yang ada di TKP yang kemungkinan milik korban," kata Budhi. 5. Polisi Dalami Motif Penembakan Sugianto Polres Jakarta Utara menduga aksi penembakan pengusaha pelayaran bernama Sugianto (51) di Kepala Gading, Jakarta Utara, dilakukan 2 orang. Keduanya masih diburu kepolisian. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku menembak korban sebanyak 4 kali. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya 4 selongsong peluru yang diduga milik pelaku.   Belum diketahui pasti motif para pelaku, namun polisi terus mendalami kasus ini.  “Masih kita dalami (motifnya). Masih penyelidikan,” kata Budi. Sumber : Kumparan.com

Pengusaha Pelayaran Meregang Nyawa Usai Ditembak OTK
14 Agustus 2020 JAKARTA, Petah.id - Malang betul nasib Sudianto (51) pengusaha pelayaran yang ditemukan tak bernyawa lagi usai ditembak oleh orang tak di kenal di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Terdapat luka tembak dibagian kepala dan punggung."Kita menemukan bahwa korban meninggal dunia di tempat dan luka pengenaannya dari belakang. Dari belakang, ada (luka tembak di) punggung dan kepala," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di lokasi kejadian, Ruko Royal Square Gading, Jl Pengangsaan II, Kelapa Gading, Jakut, Kamis (13/8/2020).Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP itu, ditemukan 4 buah selongsong peluru."Barang bukti yang diamankan tadi saya sampaikan kita menemukan empat buat selongsong peluru yang ada di TKP kami temukan," ungkapnya.Diberitakan sebelumnya, penembakan terjadi di siang bolong di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa ini menewaskan seorang pengusaha pelayaran, Sudianto (51).Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan aksi penembakan maut itu terjadi di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pukul 12.00 WIB. Korban saat itu hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang."Kronologisnya pada saat dia mau pulang makan siang, kebetulan korban ini kantornya sama rumahnya tidak terlalu jauh. Dia biasanya siang pulang, jam makan siang dan jalan kali," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/8).Jarak rumah korban dengan kantornya sekitar 50 meter. Saat sedang berjalan kaki, korban tiba-tiba ditembak dari belakang. Saat itu pelaku melepaskan 4 kali tembakan.Setelah melakukan penembakan, 2 pelaku melarikan diri. Saat ini kasus penembakan di Kelapa Gading ini masih diselidiki polisi.Sumber : Detik.com

Pasar di Kota Ajman Dubai Terbakar
13 Agustus 2020 DUBAI, Petah.id - Petugas pemadam kebakaran dan kru pertahanan sipil berusaha memadamkan kebakaran besar yang melalap pasar buah dan sayuran di Kota Ajman, Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (5/8/2020). Sejauh ini tidak ada korban tewas atau luka yang dilaporkan, dan penyebab kebakaran masih belum diketahui.Kebakaran besar itu terjadi hanya sehari setelah ledakan besar mengguncang Beirut, Ibu Kota Lebanon dan menewaskan setidaknya 135 orang, melukai ribuan lainnya. Saksi mata merekam dan mengunggah video yang memperlihatkan besarnya skala kebakaran di pasar itu di media sosial.Dilaporkan Gulf News, kebakaran terjadi sekira pukul 6 sore waktu setempat. Rajab Elsawi, seorang pemilik toko daging di seberang pasar menghubungi responden pertama tentang insiden itu."Ada lusinan toko di souq itu," kata Elsawi itu sebagaimana dilansir RT. Souq adalah sebutan untuk pasar jalanan di negara-negara Timur Tengah.Penyebab kebakaran masih belum diketahui, namun pasar dikabarkan telah tutup selama berbulan-bulan akibat pandemi Covid-19. The National melaporkan beberapa pekerja di toko-toko terdekat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran, tetapi tidak dapat menghentikan penyebarannya.Media lokal melaporkan bahwa sebuah rumah sakit terdekat dievakuasi karena letaknya yang berdekatan dengan amukan api. Pemadam kebakaran dilaporkan telah mengendalikan api dan sedang berupaya memadamkannya sepenuhnya.Sumber : okezone.com

Lima Terduga Teroris di Kampar Ditangkap Densus 88
12 Agustus 2020 PEKANBARU, Petah.id - Lima orang terduga teroris berhasil diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy, membenarkan penyergapan tersebut. Tindakan dilakukan pada Selasa (11/8/2020)."Ada lima pelaku ditangkap," kata Agung.Agung menyebutkan, Polda Riau hanya membackup Densus 88. Belum diketahui berasal dari jaringan mana kelompok tersebut. Kepolisian masih melakukan pendalaman.Disingung apakah penyergapan ini terkait dengan sejumlah rangkaian penangkapan terduga teroris sebelumnya di Riau, Agung belum memberikan jawaban. Begitu juga peran masing-masing pelaku.Sebelumnya, Ahad (21/6/2020) lalu, Densus juga berhasil mengamankan 3 orang terduga teroris di Riau. Dua orang diantaranya ditangkap di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru dan satu orang pelaku di Kelurahan Air Tiris, Kabupaten Kampar.Tiga pelaku berinisial AZ dari Banda Aceh, lalu AR dari Desa Merangin Kuok, dan ZZ dari Desa Lereng Kuok.

HUT Kabupaten Bengkalis ke-508, Rizky Sadri Pratama Ucapkan Selamat dan Sudah Waktunya Berbenah
29 Juli 2020 BENGKALIS, Petah.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bengkalis ke - 508 Rizky Sadri Pratama ajak seluruh stakeholder di Kota Terubuk itu untuk terus berbenah menjadi lebih baik.Di usia lebih dari setengah abad itu, Kata Rizky, Kabupaten Bengkalis harus mampu melakukan terobosan baru dari ketertinggalan dengan Kabupaten lainnya se Riau."Reformasi Birokrasi sangat perlu dilakukan untuk Bengkalis Lebih baik lagi, kedepan kita juga tidak ingin ada masalah korupsi yang saya nilai sangat merugikan masyarakat," jelas anak muda Kabupaten Bengkalis Rizky Sadri Pratama, Rabu (29/07/2020).Dijelaskannya, usia tua dan matang tentunya banyak hal kesuksesan-kesuksesan yang diraih setta kekurangan yang harus terus diperbaiki."Ditambah lagi ditengah pandemi covid-19 saat ini, sebagai bahan evaluasi pemerintah harus benar benar hadir di tengah masyarakat, agar kesejahteraan dan keberpihakan kepada masyarakat terus terjadi di Kota tercinta," tambahnya.Ia pun tak luput mengajak semuanya untum tetap optimis walaupun dalam kesulitan dengan saling menguatkan kembali niat dan semangat untuk Bengkalis yang lebih baik."Dan saya berkeyakinan bahwa estapet kepemimpinan dan estapet pembangunan di Bengkalis haus tetap berjalan sebagai mana mestinya.Mari kita wujudkan Bengkalis yang baik, penuh keberkahan untuk setiap warganya,” pungkas anak muda yang dibesarkan di Kota Terubuk itu.Untuk diketahui, Kamis (30/7/20), Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan memperingati hari jadi Kabupaten Bengkalis yang ke-508 di Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis.

Tongkang Pengangkut Kayu Akasia Terbakar di Sungai Siak
11 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Kayu yang dibawa tongkang milik salah satu perusahaan di  Siak, terbakar di Sungai Siak tepatnya di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Kota Siak, Rabu (10/6) sekitar pukul 11.00 WIB.Dua unit helikopter perusahaan pengolahan kayu di Perawang silih berganti memadamkan kayu yang terus membesar. Dari pukul 12.00 WIB, hingga pukul 19.00 WIB, api masih terus membara.Kapal Capricorn dengan nomor lambung 81 A, penarik tongkang ikut membantu melakukan pemadaman sebisanya. Di dalam kapal itu ada sembilan kru.Menurut salah seorang kru bernama Yoyok, saat melintasi jembatan, salah satu kapal barang yang bersamaan melintas, memberi tahu bahwa tongkang bagian belakang kayunya terbakar.“Benar saja, saya lihat api mulai membesar. Kami semua bingung bagaimana kayu bisa terbakar,” jelasnya.Lebih jauh dikatakannya, kapal ini berasal dari Samarinda mengangkut kayu jenis akasia menuju Perawang.Sementara Eko, warga Rawang Air Putih mengatakan dia kebetulan sedang berada di tepi sungai, saat kapal penarik tongkang itu menepi.“Saya lihat awalnya api yang membakar kayu masih kecil, namun selang beberapa waktu semakin membesar,” jelasnya.Danru Damkar Cluster 6 Mempura Fattah Saputra, menyebutkan perjalanan kapal dari Samarinda sejak 8 bulan lalu. Baru saja melintasi jembatan Tengku Sultanah Latifah, kapal barang yang melintas memberi tahu kru kapal, kayu akasia yang dibawa terbakar. Sementara Humas IKPP Armadi mengatakan kapal tersebut milik vendor IKPP, kapal dari Kalimantan Timur menuju pelabuhan IKPP.“Kerugian masih kami pelajari karena berat kayu juga masih kami hitung,” jelasnya.

PT KTU Astra Berikan Bantuan kepada Nanang, Pesepakbola Terjangkit TBC
29 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Kepedulian PT Kimia Tirta Utama (KTU) Astra terhadap warga yang membutuhkan bantuan dibuktikan dengan hadirnya Humas PT KTU Azra ke kediaman Julianto (32) alias Nanang warga Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau. Azra ditemui oleh adik Nanang bernama Yuli Anita, karena Nanang masih menjalani perawatan di Pekanbaru.Bantuan ini tolong jangan dilihat dari nilainya. Kami melakukan ini, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga yang membutuhkan,” ungkap Azra kepada Yuli Anita.Azra juga mengatakan, saat membaca berita kondisi Nanang, pihaknya terketuk untuk memberikan bantuan.“Kami juga mendoakan agar Nanang segera diberikan kesembuhan oleh Allah. Sebab Allah yang Maha Penyembuh dan Pemberi Kesehatan,” ucap Azra, Jumat (22/5) lalu.Yuli Anita mengaku senang atas kedatangan Humas PT KTU Astra. Bahkan dia mengaku tidak menyangka ada perusahaan yang peduli dengan adiknya, terlebih perusahaan itu berada di Koto Gasib.“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Dan kami juga terharu atas doa yang dipanjatkan. Semoga Allah segera menyembuhkan abang saya Nanang,” ungkap Yuli Anita.Diceritakan Anita, pihak keluarga tidak tahu bagaimana dan dari mana mendapatkan penyakit TBC yang kini menggerogoti tubuhnya.Namun yang pasti, pada 2019 lalu, tiba tiba saja dia menderita batuk yang tak kunjung sembuh dan hal itu mengubah hidupnya.Awalnya Nanang tidak terlalu mempedulikan batuk yang dideritanya. Dia menganggap batuknya hanya batuk biasa. Namun lama kelamaan, rasanya berbeda, bahkan kesehatannya mulai terganggu. Tubuhnya semakin kurus, dan belakangan tinggal kulit membalut tulang.Saat ini, Nanang hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya. Pernah berobat, namun terhenti karena biaya. Untuk keseharian, mereka yang sudah kehilangan ayah hanya mengandalkan bantuan dari keluarga saja untuk bertahan dari sakit yang dideritanya."Sejak 2019 dia sudah tinggal di rumah kakak kami di Pekanbaru. Dialah yang mengurus. Tapi di tengah kondisi seperti ini, kakakkami itu bisa apa. Apa lagi dia hanya seorang ibu rumah tangga," ungkap Yuli Anita.Situasi semakin sulit karena penyakit Nanang itukan menular, jadi tidak bisa pula sembarangan mengurusnya. Hal itu pula yang dikhawatirkan keluarga.Saat ini, Nanang tak bisa berbuat apa-apa selain keajaiban dari Yang Maha Kuasa untuk kesembuhannya."Kalau mau bergerak dia paling merayap gitu, karena sudah susah kali bergerak, dia pun harus memakai pampers setiap harinya," terangnya.Kesulitan pihak keluarga bertambah di tengah kondisi pandemi Covid-19. Diceritakan Yuli Anita, ia dan keluarga di Siak juga belum bisa menjenguknya sudah berbulan bulan karena wabah ini."Sudah dua bulan tak kami tengok karena kondisi Covid-19. Dia pun tak ada berobat lagi karena kondisi biaya dan situasi saat ini," tambahnya.Dulunya, Nanang merupakan salah satu pegawai honorer di Pemkab Siak. Sejak ia sakit, tidak lagi bisa menghasilkan uang untuk berobat."Kondisi Nanang sekarang kondisinya memang parah, kurus betul saat ini. Kulit saja lagi yang terbalut di badan," jelasnya lirih.Nanang hanya bisa berharap ada tangan dermawan yang bisa membantunya untuk bisa bangkit dan melawan sakit yang ia derita.

Tubuh Pesepakbola itu Tinggal Kulit Berbalut Tulang, Nanang Butuh Bantuan Dermawan
20 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Entah dari mana Julianto (32) alias Nanang warga Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau mendapatkan penyakit TBC yang kini menggerogoti tubuhnya. Namun yang pasti, pada 2019 lalu, tiba tiba saja dia menderita batuk yang tak kunjung sembuh dan mengubah hidupnya.Awalnya Nanang tidak terlalu mempedulikan batuk yang dideritanya. Dia menganggap batuknya hanya batuk biasa. Namun lama kelamaan, rasanya berbeda, bahkan kesehatannya mulai terganggu. Tubuhnya semakin kurus, dan belakangan tinggal kulit membalut tulang. Saat ini, Nanang hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya. Pernah berobat, namun terhenti karena biaya. Untuk keseharian, Nanang yang sudah kehilangan ayah hanya mengandalkan bantuan dari keluarga saja untuk bertahan dari sakit yang dideritanya."Sejak 2019 dia sudah tinggal di rumah kakak kami di Pekanbaru. Dialah yang mengurus. Tapi di tengah kondisi seperti ini, kakak kami itu bisa apa. Apa lagi dia hanya seorang ibu rumah tangga," ungkap adik Nanang, Yuli Anita, Rabu (20/05/2020).Situasi semakin sulit karena penyakit Nanang itukan menular, jadi tidak bisa pula sembarangan mengurusnya. Hal itu pula yang dikhawatirkan keluarga. Saat ini, nanang tak bisa berbuat apa-apa selain keajaiban dari yang maha kuasa untuk kesembuhannya."Kalau mau bergerak dia paling merayap gitu, karena sudah susah kali bergerak, dia pun harus memakai pampers setiap harinya," terangnya. Kondisi Julianto Saat iniKesulitan pihak keluarga bertambah di tengah kondisi pandemi Covid-19. Diceritakan Yuli Anita, ia dan keluarga di Siak juga belum bisa menjenguknya sudah berbulan bulan karena wabah ini, ditambah lagi dengan PSBB."Sudah dua bulan tak kami tengok karena kondisi Covid-19 ini, dia pun tak ada berobat lagi karena kondisi biaya dan situasi PSBB saat ini," tambahnya.Dulunya, Nanang merupakan salah satu pegawai honorer di Pemkab Siak. Sejak ia sakit, tidak lagi bisa menghasilkan uang untuk berobat."Kondisi Nanang sekarang kondisinya memang parah, kurus betul saat ini. Kulit saja lagi yang terbalut di badan," jelasnya lirih.Nanang hanya bisa berharap ada tangan dermawan yang bisa membantunya untuk bisa bangkit dan melawan sakit yang ia derita. Sementara Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Mempura Almad Siregar juga mengajak kepada seluruh pihak untuk saling bahu membahu untuk meringankan beban yang saat ini dialami oleh Julianto."Kami KNPI Mempura juga membuka donasi untuk para dermawan membantu Nanang sembuh dari penyakit yang ia derita saat ini," cakap Almad.Ditambahkannya, Nanang merupakan anak muda yang supel dan selalu membantu sesama semasa ia sehat."Kami semua mendoakan agar Nanang lekas sembuh dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. Dan berharap masih ada tangan dermawan yang terus membantunya dalam masa kesulitan saat ini," tutup Almad.

Ditangkap di Sumut, Pelaku Pembunuhan Akibat Cemburu Diamankan Polres Siak
13 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Polres Siak berhasil meringkus pelaku pembunuhan di perkebunan kelapa sawit perkutut Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, motif pelaku membunuh korban karena cemburu istri pelaku diketahui berselingkuh dengan korban."Pelaku berinisial HS ini merupakan suami dari selingkuhan korban yang bernama AS ini, dikarenakan rasa cemburu yang teramat sangat sehingga pelaku nekad menghabisi nyawa korban," kata Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, SH, SIK, MIK melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramzani, SH, SIK, MH, Selasa (11/5) saat press release yang dilakukan secara online di Mapolres Siak.Kejadian bermula tanggal 21 April lalu, saat pelaku mendatangi korban diperkebunan sawit, dan menganiaya korban dengan sebuah batu yang dimasukkan di dalam karung goni dengan cara memukul korban dibagian kepala hingga korban tidak sadarkan diri.Korban mendapat luka robek dibagian kepala dan mengekuarkan banyak darah, sempat dibawa kerumah sakit terdekat tetapi nyawa korban tidak tertolong."Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pembunuhan tersebut kita kerucutkan ke pelaku," kata Faizal.Pelaku ditangkap 10 Mei lalu, setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran selama satu minggu. "Pelaku ditangkap di Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara," terang AKP Faizal.Faizal menjelaskan, Polres Siak melakukan koordinasi dengan Polsek setempat tentang keberadaan pelaku. Tim yang dipimpin kanit I Satreskrim Polres Siak Ipda Dendy langsung melakukan pengejaran dan penangkapan,pelaku sempat berusaha kabur sebelum akhirnya diamankan petugas."Setelah diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban, karena rasa cemburu. Sebab korban kedapatan selingkuh dengan istrinya," tutup Faizal.Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Siak guna proses lebih lanjut. Terhadap pelaku, akan dikenakan pasal 340 jo 338 jo 355 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Dari Jakarta, Siti Nurhaliza Ditolak Warga Pulang ke Siak
09 April 2020 SIAK, Petah.id - Siti Nurhaliza (23) terpaksa memilih ngekos di Pekanbaru, Riau setelah dirinya ditolak oleh warga Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Siak, Riau. Warga khawatir Siti membawa virus Covid 19 karena dirinya baru pulang dari Jakarta.Siti belum sampai kerumahnya, kabar ia pulang dari luar daerah tersiar begitu saja, padahal Siti masih dalam perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru.Diceritakan Ayah Kandung Siti Nurhaliza, Amir Pasaribu, dirinya mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini. Ia dan keluarga lainnya juga sudah bersepakat untuk mengisolasi anak pertamanya itu di Pekanbaru Riau." Sebenarnya Ibu nya rindu tapi mau gimana lagi, kami (keluarga) udah sepakat juga untuk mengisolasi Siti di Pekanbaru. Tambahlagi kami juga mendengar warga resah jika ia pulang ke Kampung ini jadi ya kita letak di Pekanbaru saja dulu,"ungkap Amir Pasaribu, Selasa (07/04/2020) malam.Kondisi Siti saat ini, Kata Amir, sedang sehat-sehat saja, saat dirinya pulang melalui bandarapun ia harus melawari beberapa tes untuk memastikan dirinya dalam kondisi sehat."Di Bandara di Jakarta juga sudah di cek, sampai bandar Pekanbaru juga sudah, dan alhamdulillah dia sehat-sehat saja, namun supaya semuanya aman dan tidak ada keresahan, sementara waktu kita titipkan saja dipekanbaru,"kata Amir.Ditambahkannya, dirumah saat ini sedang ada anak kecil takutnya daya tahan tubuh anak kecil lebih lemah dan rentan akan terserang virus maka dari itu ia dan kekuarganya juga mengaku ikhlas untuk waktu sementara meletakkan anak dukungnya tersebut di Pekanbaru." Dirumah ada adik-adiknya masih kecil bahkan masih ada yang bayi, makanya untuk kebaikan semuanya sementara waktu saya minta Siti untuk isolasi mandiri di Pekanbaru dan meminta ia memang tidak keluar kemana-mana,"jelas Amir.Sementara itu, Camat Koto Gasib Dicky Sofyan tak menampik ada warga yang menolak kedatangan warga lainnya yang dari daerah pandemi Covid 19. Dan setelah mendapat kabar tersebut dirinya bersama Satgas Gugus Penanggulangan Covid 19 langsung terjun kelokasi menemui Penghulu Kampung Pangkalan Pisang dan kerumah warganya tersebut.Dikatakan Dicky, ia tak ingin ada kejadian serupa kembali terjadi di Kampung ditempat lainnya.menurutnya warga tidak boleh menolak seperti itu, sebab sudah ada aturan untuk warga tempatan yang pulang dari luar daerah kekampungnya."Kita langsung sosialisasikan kepada masyarakat bahwa hal tersebut jangan sampai terjadi serupa ditempat lainnya,sebab jika ada warga dari daerah pandemi covid 19 pulang kekampungnya kita cek kesehatannya, kita jadikan ODP dan diarahkan untuk isolasi mandiri dirumahnya, bukan bearti ditolak,"cakap Camat Koto Gasib Dicky SofyanSelama isolasi mandiri jika ada gejala suhu tubuh tinggi, batuk-batuk, sesak nafas langsung kita arahkan untuk berobat dan dibawa ke RSUD Siak."Makanya kita terus menghimbau masyarakat untuk tidak mengunjungintempat keramaian, melakukan Physical dan Sosial Distancing sehingga kita bisa secara bersama memutus rantai penyebaran covid 19," kata Dicky.Sebelumnya, Siti Nurhaliza pulang kekampungnya lantaran tempat ia bekerja di Jakarta mengadu nasib itu sudah tutup dan tidak beroperasi lagi, sehingga ia dipecat dan kondisi itu memaksanya pulang kerumah berkumpul bersama keluarganya.Turut hadir mensosialisasikan dan melihat langsung dilokasi kejadian Kapolsek Koto Gasib IPDA Suryawan Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, Penghulu Kampung Pangkalan Pisang Budiyanto dan Satpol PP.

Dua Pelajar Tenggelam di Sungai Siak, Satu Belum Ditemukan
28 Maret 2020 SIAK,Petah.id - Dua pelajar asal Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak tenggelam saat berenang di Sungai Siak, Kamis (26/3/2020).Dua remaja itu bernama Zulfan (14) pelajar SMPN 1 dan Alif (15) pelajar MTs di Kecamatan Sungai Apit tersebut diduga hanyut terseret arus sungai.Bersadarkan informasi yang didapatkan, kronologis kejadian diceritakan Fauzan sekitar pukul 15:30 WIB bahwa Zulfan dan Alif sedang asik mandi di pinggir pantai Sungai Siak. Alif mandi sambil terjun dari jembatan dan memanggil Zulfan ikut terjun ke sungai.Ketika Zulfan terjun, ternyata ia tidak bisa berenang, Alif tidak mengetahui hal itu, Alif yang melihat Zulfan lemas berusaha membantu menyelamatkan tetapi upanya gagal karena tidak mampu menarik Zulfan dikarenakan jaraknya hampir 5 meter dari pinggir pantai. Akhirnya Alif pun ikut tenggelam bersama Zulfan dan tidak timbul kepermukaan."Melihat kejadian itu, Fauzan lalu meminta bantuan kepada paman Alif. Lalu bersama warga mencari korban dibantu oleh pihak Basarnas, BPBD Siak, Satpol Air Polres Siak dan Polsek Sungai Apit," Kata Kasat IK Polres Siak.Dari pencarian tersebut, Camat Sungai Apit, Wahyudi mengatakan tim gabungan sudah menemukan salah seorang pelajar yang tenggelam di sekitar pinggiran sungai."Sekitar pukul 8:15 WIB, korban bernama Zulfan sudah ditemukan di sekitar pinggir sungai tak jauh dari lokasi tenggelam. Dan sampai saat ini tim msih melakukan pencarian atas korba Alif," Kata camat saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (28/3/2020).Hingga berita ini terbit, tim gabungan masih melakukan pencarian. Korban bernama Alif masih belum ditemukan.

Pertama di Siak, Polsek Koto Gasib Buat Ruang Sterilisasi di Pintu Masuk Kantor
25 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Sejak empat hari yang lalu, Polsek Koto Gasib, Kabupaten Siak sudah membuat ruang sterilisasi dipintu masuk Mapolsek.Ruang itu digunakan agar setiap personel polisi bahkan masyarakat yang masuk ke Polsek sudah steril terlebih dahulu.Dijelaskan Suryawan, selalu saja ada inovasi yang ingin dilakukannya setiap ada momen. Dan dalam situasi ini, dia berpikir alangkah baiknya dengan peralatan seadanya personel dan masyarakat dapat terhindar dari Covid-19.“Makanya kami buat bilik ini. Bilik sterilisasi dari bahan yang sederhana untuk tujuan yang baik. Menghindarkan personel dan masyarakat dari Covid-19,” ujar Kapolsek Koto Gasib, Rabu (25/03/2020).Lebih jauh dikatakannya, banyak peralatan yang bisa digunakan untuk alat penyemprot di dalam bilik dengan harga terjangkau, mulai dari mesin akuarium, nuzzle cucian motor atau pompa racun rumput di kebun.“Saya yakin akan ada inovasi inovasi baru untuk menciptakan penyemprot untuk di dalam bilik steril. Dan mudah mudahan setiap rumah di Koto Gasib dapat membuatnya,” ungkap Suryawan.Disebutkan Suryawan, jadi personel dan warga yang hendak masuk ke Polsek, mencuci tangan terlebih dahulu, lalu masuk ke ruang sterilisasi untuk disemprotkan. Setelah itu barulah bisa masuk ke Mapolsek untuk berurusan di Mapolsek bagi masyarakat.Dalam kesempatan itu, Kapolsek Koto Gasib juga menghimbau masyarakat untuk tetap berada dirumah dan hindari kerumunan agar dapat memutuskan matarantai covid 19.

1 Hektar Lahan di Dayun Terbakar
20 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Kebakaran Lahan di Kabupaten Siak kembali terjadi. Kali ini Lahan yang terbakar terjadi di Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, (02/03/2020)Api muncul pada Minggu sore dan membesar pada hari Senin. Sementara itu tim gabungan dari TNI - POLRI, Manggala Agni, Pihak Kecamatan Dayun dan MPA berjibaku memadamkan Api tersebut.Novendra Kasmara selaku Camat Dayun mengatakan luas lahan yang terbakar mencapai 1 Hektar. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan Masyarakat.Sementra itu penyebab terjadinya kebakaran. Di duga pemilik kebun membersihkan lahannya dengan cara di bakar. Sehingga api merambat ke area lain.Adapun proses pemadaman sendiri mengalami sedikit kendala. Lokasi kebakaran dengan sumber air lumayan jauh, sehingga para petugas harus menyambung selang cukup panjang.

Diduga Persaingan Bisnis, Papan Ucapan AR Creations Siak Dirusak OTK
16 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Papan ucapan milik AR Creations Siak dirusak Orang Tak Dikenal (OTK). Pengursakan ini diketahui Senin (16/3/2020) pada lokasi pemasangan pesta pernikahan di gedung Tengku Mahratu Siak."Saat kami mengecek kondisi papan ucapan milik kami, kami terkejut melihat huruf-hurufnya hilang," kata Agus, pengelola AR Creations Siak.Papan yang dirusak dan huruf yang dicuri merupakan pesanan Kepala Dinas Kominfo Siak Arfan Usman. Ia menyewa papan ucapan ini untuk resepsi pernikahan stafnya Nurul Khairiyah. "Huruf-huruf pada papan ini sebagian hilang dan huruf pada kata tegak bersambung dicopot dan patah-patah beberapa huruf, sehingga ini tak bisa digunakan lagi. Sedangkan stok huruf kami terbatas karena bahannya beda," kata Agus.Agus menerangkan, AR Creations Siak merupakan penawaran jasa sewa papan ucapan. Mereka hadir di Siak baru 2 bulan belakangan. Papan ucapan produk AR Creations Siak ini memang unik, elegant dan terkesan mewah yang saat ini banyak diminati pelanggan."Papan ucapan kami ini modalnya agak tinggi. Latar yang jadi papannya dari jati belanda, huruf-hurufnya dibuat dari acrylic dan bunga-bunganya lumayan lebat," kata Agus.Saat ini produk AR Creations sedang banyak dipesan pelanggan di Siak untuk berbagai ucapan kegiatan. Namun demikian, Agus belum mau suudzon pengrusakan dan pencurian huruf pada papannya tersebut karena persaingan bisnis papan ucapan di Siak."Kita belum tahu apakah ini persaingan bisnis, ada yang iri atau ada yang tersakiti karena ada yang menikah kami tidak tahu. Yang penting kami sedang persiapkan pelaporan ke Polsek Siak," kata Agus.Atas kejadian itu, kenyamanan Agus dalam membangun unit usahanya terganggu. Sebab, hilangnya rasa aman saat karya atau produk mereka dirusak dan dicuri orang."Saya berharap pelaku menyadari perbuatannya. Jika ini persaingan bisnis saya pesankan jangan jahat, sebab rezeki sudah ada yang ngatur, percaya pada Allah dan barengi dengan ikhtiar, tidak perlu padamkan lampu orang untuk menerangkan lampu kita," kata dia.Ia juga meminta agar pelaku menyesal dan minta maaf kepada mereka serta mengembalikan huruf-huruf yang mereka curi. "Jika tidak, kami juga tak tinggal berdiam diri saja. Kami tentu jalankan hak kami untuk melapor ini ke aparat penegak hukum dan mendorong agar diusut sampai pelaku ditangkap," kata dia.Selain itu, Agus juga menerangkan AR Creations Siak merupakan bisnis penyewaan papan ucapan dan dekorasi, yang sudah berkembang di Sumatra, Jakarta dan Bandung. Founder AR Creations adalah Ardila dan Rusdi di Pekanbaru, kemudian berkembang di Pekanbaru, Siak, Medan, Bukittinggi, Bungo Jambi, Pelembang, Lampung, Jakarta dan Bandung. "Di Siak ini, salah satu pelanggan kita juga dari unsur kepolisian, pemerintahan, swasta maupun perorangan," kata agus.

Empat Jam Manggala Agni Daops Siak Tuntaskan Karhutla di Dayun
01 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Manggala Agni Daops Siak tak ingin kehilangan momen. Mendapatkan informasi terjadinya kebakaran di Desa Dayun Kecamatan Dayun pada Ahad (1/3) sekitar pukul 12.30 WIB, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.Manggala Agni turun bersama TNI, Polri, BPBD Siak dan MPA. Kebakaran yang luasnya 0,38 hektare ini mampu dituntaskan oleh tim gabungan hanya dalam waktu waktu 4 jam saja. Itu sudah termasuk pendinginan.Dikatakan Kepala Manggala Agni Daops Siak Ihsan Abdillah, peralatan yang lengkap dan kebakaran yang cepat diketahui adalah kunci sukses, sehingga kebakaran ini dapat cepat diatasi.“Kepada seluruh masyarakat Siak agar hati hati dan jangan lalai saat membakar sampah. Dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, apalagi sengaja membakar lahan,” ungkapnya.Waspadai cuaca panas dan hari tampa hujan yang cukup lama, sehingga gambut kering dan sangat mudah terbakar.“Beberapa kali tim patroli rutin Manggala Agni menemukan puntung rokok yang sudah mulai membakar lahan yang dibuang sembarangan oleh pemiliknya,” ungkapnya.Disebutkannya, pihaknya juga melakukan sosialisasi door to door dan pemberian maklumat larangan membakar.“Patroli di lokasi rawan selalu kita lakukan agar bencana asap di negeri kita ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Sapi Zaharudin Ditemukan Mati Diduga Dimakan Harimau di Siak
03 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Sempat kehilangan hewan peliharaannya selama 3 hari, Zaharudin warga minas pemilik sapi tersebut akhirnya temukan bangkai kepala dan kaki sapi miliknya melalui informasi yang diberikan pekerja dari salah satu perusahaan di Minas."Saat awal saya dan anak saya mencari anak sapi, memang nampak ada pekerja PT Arara Abadi, tapi saya tak bisa bertanya karena rimbunnya semak belukar. Besoknya ketika ketua rombongan pekerja datang ke warung saya, baru saya tanya. Apakah ada melihat anak sapi saya," kara Zaharudin, Senin (3/2/2020).Dijawab para pekerja, memang ada melihat bangkai 2 ekor anak sapi yang tinggal kepala dan kaki. Sementara badannya sudah habis seperti dimakan hewan buas yang mereka duga si belang."Jadi pergilah kami ke TKP bersama warga lainnya juga. Memang kami temukan bangkai anak sapi itu dan beberapa jejak kaki hewan lainnya yang kami duga jejak kaki harimau. Kalau melihat jejak itu, sepertinya bukan 1 ekor harimaunya," ucap Zaharudin.Peristiwa penemuan bangkai anak sapi yang diduga dimakan hewan buas ini juga dibenarkan Polsek Minas. Kanit Reskrim Polsek Minas, AKP Dafris mengatakan laporannya memang ada masuk."Dugaan sementara anak sapi itu dimangsa hewan liar lainnya. Namun hewan apa belum dapat kita pastikan. Lokasinya di Desa Rantau Bertuah, Minas," ujar Dafris.

Di Pelalawan, Murid SD Ditemukan Tak Bernyawa Akibat Tenggelam di Kolam saat Perkemahan
02 Februari 2020 PELALAWAN, Petah.id - MD (11) murid Sekolah Dasar (SD) 007 Pangkalan Kerinci, ditemukan tak bernyawa lagi di dekat taman Bunga Kolosa, bekas kolam galian tanah.Diketahui, MD merupakan siswa SD kelas 5 yang sedang mengikuti acara Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.Peristiwa itu dibenarkan Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Novaldi SSos MSi, Ahad (02/02/2020). Dikatakannya peristiwa yang menewaskan murid SD itu terjadi pada Sabtu (01/02/2020)."Saat itu korban bersama 250 peserta lainnya mengikuti 'hiking' rangkaian kegiatan Perjusami," ungkap Kapolsek.Kegiatan hiking ini, tambahnya, diawali dengan mengambil start di SD 007, bergerak menuju jalan Pinang, pipa gas, jalan Seminai. Kemudian pukul 11.30 WIB, tiba di titik kumpul kebun kelapa sawit dekat kolam bekas galian alat berat tak jauh dari taman bunga Kolosa Pangkalan Kerinci.Saat dilakukan pengecekan peserta hiking sekira pukul 15.00 WIB, korban tidak ada. Mengetahui korban tidak ditemukan bersama peserta lain, pihak sekolah meminta bantuan Damkar untuk melakukan pencarian."Menjelang Magrib, korban ditemukan di dalam kolam bekas galian alat berat dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi," tutup Kapolsek.

Mijan Nekad Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri, Diduga Persoalan Ekonomi Jadi Pemicu
30 Januari 2020 SIAK, Petah.id - Warga seputaran Kampung Empang Baru Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak Riau, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergantung di Tempat Penimbangan Hasil (TPH) buah sawit, Kamis (30/01/2020) pagi.Dari hasil keterangan yang disampaikan oleh pihak Kepolisian, mayat pria paruh baya yang ditemukan tergantung di TPH buah sawit tersebut adalah Mijan (51) tahun, yang merupakan seorang buruh tani warga RT 04 RW 02 blok E Kampung Seminai Kecamatan Kerinci Kanan.“Pagi tadi sekira pukul 06:30 WIB Saksi bernama Kasrun berangkat dari rumah menuju kapling kebun kelapa sawit Kelompok Rukun Jaya Blok K dengan mengendarai Sepeda Motor untuk mencari brondolan buah kelapa sawit dan setelah sampai di lokasi, saksi ada melihat seseorang berdiri di bawah TPH, dan setelah saksi mendekat ternyata orang tersebut tergantung di TPH dan orang yang tergantung tersebut saksi mengenalnya bernama Mijan pemilik kebun kelapa sawit tersebut,” ungkap Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya kepada awak media.Kemudian setelah itu lanjut dia, saksi langsung pulang untuk memberitahu kepada warga dan  Bhabinkamtibmas, kemudian Bhabinkamtibmas melaporkan ke Polsek Lubuk Dalam, dan tidak berapa lama kemudian anggota Polsek Lubuk Dalam bersama Tim Medis dari Puskesmas Lubuk Dalam mendatangi TKP dan korban dibawa ke Puskesmas Lubuk Dalam untuk dilakukan Visum Et Repertum.“Dan menurut keterangan Dokter tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Menurut informasi dari abang kandung korban bernama Tuslam dan informasi dari beberapa orang masyarakat setempat bahwa korban melakukan bunuh diri/atau gantung diri disebabkan masalah tekanan ekonomi yang mana korban memiliki banyak hutang sehingga korban tidak dapat mengatasinya,” jelasnya.Dengan adanya kejadian ini, Kata Kapolres,  pihaknya pun melakukan tindakan dengan mendatangi TKP dan memasang police line, kemudian langsung membawa korban ke Puskesmas Lubuk Dalam untuk VER.“Kemudian membuat surat pernyataan dari pihak keluarga korban untuk tidak dilakukan Otopsi. Dan mengantarkan jenazah korban ke rumah duka,” pungkasnya.

Pos Jaga Satpol PP Riau Dimolotov OTK
29 Januari 2020 PEKANBARU, Petah.id - Pos jaga kantor Satpol PP Provinsi Riau dimolotov orang tak dikenal (OTK), kejadian itu bertempat di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Insiden itu terjadi sekira pukul 21.10 WIB, Rabu (29/1/2020) malam. Polisi pun telah memasang police line.Tampak ada noda akibat percikan molotov di bagian dinding yang bercat putih. Begitu pula lantainya.Kapolsek Limapuluh Kompol Sanny Handityo didampingi Kanit Reskrim AKP Zulfikrianto dan beberapa petugas dari Pol PP pun masih di lokasi. Kasatpol PP Provinsi Riau, Zainal, juga dikabarkan telah melaporkan kejadian ke Mapolsek Lima Puluh.Kasi Ops Satpol PP Provinsi Riau, Eka Dinata, yang berada di lapangan mengatakan, hingga kini masih dilakukan penyelidikan. Namun saat kejadian tidak ada personel yang berada pos pengaman."Pos pengamanan kosong saat peristiwa terjadi," ungkap EkaPolisi Buru Dua PelakuPelaku aksi teror yang diketahui berjumlah dua orang itu saat ini dalam pengejaran pihak Kepolisian Polda Riau.Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.Dikatakannya, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelemparan molotov di kantor pemerintahan itu."Iya, benar adanya kejadian itu," ungkap Irjen Pol Agung, Rabu (29/1) malam.Ditambahkan mantan Deputi Ciber Badan Intelinjen Negara (BIN), pelaku diketahui menggunakan kendaraan roda dua saat melempar molotov. Kini, para pelaku dalam pengejaran Krops Bhayangkara Riau."Kami sedang kejar pelakunya yang berjumlah dua orang," katanya menegaskan.Pada peristiwa ini, lanjut jendral bintang dua ini, tidak ada koban jiwa maupun kerugian materil yang dialami Satpol PP Provinsi Riau."Kejadian tersebut tidak menimbulkan kerugian, hanya tembok pos jaga yang gosong," jelas mantan Dir Tipideksus Bareskrim Polri tersebut.Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Kepolisan, ditemukan serpihan kaca yang diduga digunakan sebagai molotov. Lalu ditemukan juga sumbu dan bau minyak tanah di pos penjagaan Satpol PP. Sedangkan, pelaku diketahui dua pria yang menggunakan sepeda motor matic. Namun, pelakunya belum berhasil ditangkap.Sumber : Riaupos.co

Ayah Tega Hamili Anak Kandung, Lalu Bunuh Bayinya
29 Januari 2020 MURUNG RAYA, Petah.id - Tega nian Robendi(43), warga Desa Batu Karang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya. Entah apa yang merasukinya, pria yang sudah lama bercerai dengan istrinya tersebut nekat menggauli anak kandungnya hingga hamil.Tidak hanya melakukan hubungan terlarang, pria berusia kepala empat lebih tersebut juga membunuh anak sekaligus cucu yang disudah dilahirkan dari hubungan sedarah dengan R.Kapolres Mura AKBP Dharmeshwara Hadi Kuncoro sebagaimana dari rilis Humas Polda serta tambahan dari Kabag Ops AKP Budi Nugroho menerangkan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pria yang sudah lama bercerai dengan istrinya tersebut terjadi pada September 2019 lalu. Tersangka mengakui perbuatannya karena kesal bayi yang berusia tujuh hari tersebut menangis.“ Kisahnya pada hari Kamis 26 September 2019 sekira pukul 07.30 WIB bayi laki-laki berumur tujuh hari yang belum mempunyai nama tersebut menangis di dalam kamar. Kesal atas tangisan tersebut, tersangka langsung bangun dan banting bayi ke lantai. Bantingannya sebanyak tiga kali,” ujar Kabag Ops.“Tidak puas dibanting, bayi tersebut kembali diinjak dibagian kepala dan dada hingga akhirnya meninggal dunia,” tambahnya.Menurut Budi, usai dipukul hingga tewas, tersangka memaksa anak keduanya bernama Kamil untuk menggali tanah sebagai makam disebelah kanan ibu bayi malang tersebut yang lebih dahulu meninggal karena pendarahan usai melahirkan. Makamnya didepan pondok yang dihuni tersangka.“Selang beberapa waktu kemudian, Kamil sebagai anak kedua tersangka melarikan diri dari ayahnya lalu melaporkan ke petugas kepolisian Polres Murung Raya,” ujarnya.Usai mendapat laporan belum lama ini, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Murung Raya untuk proses pengembangan lebih lanjut.Saat ditanya terkait adanya informasi tersangka menghamili anak kandung sebanyak tiga kali dan membunuh dua anak dari hasil hubungan terlarang, Budi mengatakan masih dalam proses pengembangan.“Sekarang kita masih dalami kasus yang terjadi pada September 2019 dulu ni mas. Nanti baru disampaikan lagi,” terangnya.Terhadap tersangka dikenakan UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 80 ayat 4 dengan ancaman 15 tahun penjara, karena menyebabkan meninggalnya seorang bayi. Karena korban merupakan anak kandung, ancaman hukuman penjara ditambah lima tahun menjadi 20 tahun.Untuk diketahui, tersangka Robendi sudah lama bercerai dengan istri sahnya. Sedangkan anak kandung yang dihamilinya berinisial R sudah meninggal usai melahirkan bayi malang tersebut.Sumber : Kumparan.com

Diskes Provinsi Riau Himbau Warga Jangan Panik Hadapi Virus Corona
27 Januari 2020 RIAU, Petah.Id - Dinas Kesehatan Provinsi Riau himbau warga jangan panik hadapi Virus Corona atau Novel coronavirus (nCoV) yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, masyarakat jangan panik, tetap waspada kalau mengalami demam, batuk disertai kesulitan bernafas dan segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.Tak hanya itu, warga juga harus selalu menjaga kebersihan tangan secara rutin terutama saat memegang mulut, hidung, dan mata.Hingga Senin, 27 Januari 2020, belum ada laporan ditemukannya pasien terjangkit virus Corona di Provinsi Riau."Belum ada (temuan kasus virus Corona di Riau), tapi kita sudah lakukan antisipasi, salah satunya dengan menyiapkan ruang isolasi di RSUD Arifin Ahmad," ujar Mimi.Ia menjelaskan, virus corona ini merupakan pneumonia akibat infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru disebabkan berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru."Gejala muncul pada pneumonia ini di antaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak sekaligus sulit bernafas. Beberapa kondisi sering ditemukan pada orang usia lanjut usia, atau memiliki penyakit penyerta lain," kata Mimi.Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.Kemudian, mencuci tangan secara rutin sebelum memegang hidung, mata, dan mulut."Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun cair serta bilas setidaknya selama 20 detik, lalu keringkan dengan tisu sekali pakai," ujarnya.Sejumlah negara telah mengonfirmasi sebaran virus Corona telah sampai dan menyerang orang-orang di negaranya.Singapura menyatakan, serangan virus mematikan itu sudah masuk ke negaranya. Bahkan negeri Jiran dan Jambi juga menyatakan telah menemukan kasus serupa.

5 Hektare Lahan di Sri Gemilang Terbakar, Satgas Koto Gasib Berjibaku Padamkan Api
27 Januari 2020 SIAK, Petah.Id - Meski Satgas Karhutla Koto Gasib terus menerus melakukan patroli dan antisipasi, kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di lahan gambut tak terelakkan.Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kapolsek Koto Gasib, Ipda Suryawan mengatakan, Terbakarnya lahan gambut terjadi pada Ahad (26/1) malam, di wilayah Sri Gemilang yang berbatasan dengan Sengkemang. Di lahan gambut yang terbakar itu ada kebun kelapa sawit.“Sejak Ahad kami sudah berjibaku memadamkan api karena dikhawatirkan meluas. Tidak hanya Satgas Karhutla Koto Gasib yang turun, namun Camat Dicky Sofyan dan pihak perusahaan juga ikut membantu dengan menurunkan alat dan personel,” terang Kapolsek Koto Gasib, Suryawan, Senin (27/01/2020).Upaya pemadaman malam tadi, lanjut Suryawan, hingga pukul 02.00 WIB, setelah pihaknya berhasil melakukan lokalisir dengan alat berat, tim diperbolehkan pulang.Senin pagi, semuanya kembali ke lokasi karhutla untuk dilakukan pendinginan agar api tidak meluas.“Ini bukan masalah lahan siapa yang terbakar, namun bagaimana api dapat dipadamkan sesegera mungkin secara bersama-sama agar tidak lagi terjadi bencana asap,” ucap Suryawan.Setelah ini, menurut Suryawan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait lahan yang terbakar itu.Sementara Camat Koto Gasib Dicky Sofyan menjelaskan pihaknya sudah siap atas apa yang terjadi. Menurutnya kemarau seperti ini, situasi sulit diprediksi. Meski pihaknya sudah memiliki Satgas Karhutla, dan rutin melakukan patroli. Dan koordinasi antar RT dan RW T tetap dilakukan melalui penghulu, namun karhutla akhirnya terjadi dan semua tim ikut berjibaku memadamkan api, tak terkecuali tim dari sejumlah perusahaan yang ada di Koto Gasib.“Kami tidak mau ada yang berpangku tangan, sementara yang lain berada di lapangan memadamkan api. Kami ingin bagaimana api dapat cepat padam dan dilakukan bersama sama,” jelasnya.Apa yang terjadi ini menjadi pelajaran berharga. Patroli akan terus ditingkatkan dan warga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika ada melihat karhutla segera melaporkan.