Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Air Genangi Ruang Kelas, Murid di Siak Tetap Belajar
14 Januari 2021 SIAK, Petah.id  - Pamandangan tak biasa tampak di Sekokah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hubbul Wathan, Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.Tampak sejumlah anak-anak murid beserta gurunya sedang melakukan proses belajar mengajar di ruangan yang digenangi air.Demikian dikatakan Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan Gustiyana, disebutkannya, pemandangan seperti itu setiap tahun terjadi. Penyebabnya karena air pasang naik tinggi dan kali ini sudah dua hari ruang kelas ini digenangi air." Kalau orang awak cakap ini pasang keling, terendam dah dua hari," ungkap Gustiyana, Rabu (13/1/2021).Dijelaskannya, peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan curah hujan yang tinggi."Tak ada hubungan dengan hujan, laman itu kering, pas pasang besar naik, air sampai dalam kelas, sebab belakang sekolah kami laut/sungai," jelasnya.Kondisi itu, kata Gustiyana lebih jauh, tidak menyurutkan semangat anak murid dan guru untuk tetap melakukan proses belajar."Kami belajar selagi kami bisa, kalau pagi air belum naik.  Semalam jam 9.00 Wib air naik,hari ni jam 9.30Wib air naik," kata dia.Menurutnya, selagi air belum masuk ke ruangan kelas pihaknya terus melakukan proses belajar."Setelah air masuk kami masih belajar, ketika air semakin tinggi baru kami balek," ungkapnya.Dijelaskannya, kondisi seperti ini merupakan kondisi alam. Saat ini, Gustiyana berharap kepada orang tua murid untuk memaklumi kondisi tersebut."Memang sudah kondisi alam, kalau dari segi aliran parit dah bagus. Cumo harapan kami kepada orang tua siswa ketika kondisi seperti ini terjadi harap maklum anak tak bisa belajar degan maksimal, baik dari segi penyampaian materi maupun dari segi waktu," jelasnya.Pihak sekolah terus memanfaatkan waktu pagi ketika kondisi air belum naik terlalu tinggi untuk belajar. Namun, ketika air sudah masuk ruang, sebagian anak dipulangkan." Ada tiga ruang kelas yang agak tinggi dan tak masuk air, 3 ruang ini kami khususkan untuk kelas 1 dan 6 dengan pertimbangan kelas 1 merupakan kelas awal yang perlu belajar dengan bimbingan guru, sedangkan kelas 6 merupakan kelas akhir yang akan mendekati ujian," beber Gustiyana.Dari informasi warga sekitar, besok, Kamis (14/1/2021) merupakan puncak besarnya terjadi kenaikan air pasang."Untuk rungan kantor guru dan gedung lain terpisah dari ruang belajar sehingga tidak terkena banjir. Sebab ruang kantor diseberang jalan dan posisinya agak tinggi," ungkapnya.

Pembelajaran Tatap Muka Upaya Selamatkan Generasi
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id -Pemerintah Kabupaten Siak, Riau sudah berlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 4 Januari 2021 lalu di tengah pandemi Covid-19.PTM dilakukan sesuai Surat Keterangan Bersama (SKB) empat menteri, terdiri dari Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri untuk pembelajaran tatap muka.Disebutkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga hari keempat sebanyak 90 persen Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Siak mengikutinya.Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak H Lukman SSos MPd. Menurut Lukman, PTM dilakukan sebagai upaya penyelamatan kehidupan peserta didik di masa yang akan datang. Ada 3 poin penting yang menjadi acuan Disdik Siak dalam pelaksaan pembelajaran tatap muka."Tiga acuan itu, terkait tumbuh kembang peserta didik, baik secara fisik maupun secara emosional. Kami memikirkan dan khawatir tentang kehidupan mereka di masa yang akan datang, sekaligus menekan adanya indikasi putus sekolah," ungkap Kadisdik Siak Lukman,  pada Kamis (7/1/2021) siang.Pembelajaran tatap muka ini, kata Lukman, pihaknya melakukan berbagai strategi agar proses belajar mengajar berjalan dengan aman.Untuk pembelajaran di masa seperti ini, jumlah murid di kelas maksimal 50 persen. Sedangkan jam belajar maksimal 3 jam, atau dari pukul 08.00-11.00 WIB. Dan sepekan hanya belajar dua hari, untuk masing masing murid. "Kami membuat panduan apa yang harus dilakukan peserta didik dalam proses belajar mulai berangkat dari rumah hingga pulang ke rumah lain agar aman dan ancaman Covid-19," jelasnya.Yang jelas, tambah Lukman, Jumat dan Sabtu dilakukan belajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik yang tak masuk sekolah.Sementara, untuk waktu pembelajaran di kelas, sekolah diwajibkan belajar maksimal hanya sampai pukul 11.00 Wib."Tidak ada jam istirahat, peserta didik wajib bawak bekal makan dan minum dari rumah, begitu juga bagi gurunya, gurunya diminta untuk makan bersama di dalam kelas bersama murid," kata Lukman.Di dalam kelas jarak tempat duduk antar murid minimal 1,5 meter. Dan satu kelas dibatasi hanya 50 persen dari jumlah murid.Setiap sekolah yang mengikuti  pmebelajaran tatap muka, kata Lukman lebih jauh, harus memenuhi daftar periksa, baik administratif dan fisik."Untuk administrasi harus dapat izin orang tua dan harus ada izin komite sekolah," jelasnya.Semua hal itu, jelasnya, pihaknya terus melakukan penekanan terhadap prokes. Lukman mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan." Kami sampaikan bahwa untuk hal-hal jika ada gejala atau kasus tentang Covid-19 segera dikomunikasikan ke puskesmas terdekat dan Diskes siap untuk itu," ungkapnya.Satgas Covid-19 kecamatan sampai sejauh ini dilibatkan. Tujuannya agar PTM berjalan lancar sesuai harapan bersama. Tidak ada cluster baru setelah ini.

Pastikan Penerapan Prokes, Kapolres Siak Kunjungi Beberapa Sekolah Di Kecamatan Siak
08 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Diberlakukannya kembali proses belajar tatap muka setelah beberapa bulan dilakukan secara daring pada awal tahun 2021 di Kabupaten Siak, sekolah-sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan.Langkah ini di lakukan untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.Sejak pagi, terlihat staf sekolah telah berada di pintu gerbang masuk sekolah untuk memeriksa suhu tubuh setiap siswa yang hendak masuk ke lingkungan sekolah. Para siswa juga diminta untuk tetap menggunakan masker selama berada di sekolah.Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto turun langsung melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan cegah Covid-19 di beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Siak, Kamis (8/1/2021).Kapolres Siak mengatakan, pada hari pihaknya langsung turun untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan."Pagi ini saya bersama jajaran langsung turun ke sekolah- sekolah untuk mengecek penerapan protokol kesehatan. Alhamdulillah, secara keseluruhan sekolah- sekolah menerapkan anjuran sesuai dengan protokol kesehatan," kata AKBP GunarAKBP Gunar juga mengatakan, sekolah- sekolah telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan alat thermogun untuk mengukur suhu badan anak anak."Pantauan kita semua sekolah sudah menyiapkan, anak-anak juga memakai masker dalam proses belajar mengajar. Kita harap ini berjalan dengan lancar," ungkapnya.AKBP Gunar juga menjelaskan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten Siak belum seluruhnya memulai proses belajar mengajar tatap muka."Dari keterangan kepala sekolah dan guru yang saya kunjungi pagi ini 1 kelas dibagi menjadi dua kelompok yang masuk bergantian 2 kali dalam seminggu dan yang tidak masuk tetap akan melakukan belajar secara daring," katanya.Diakhir kunjungan nya kesekolah sekolah AKBP Gunar mengingatkan kembali kepada Kepala sekolah dan guru guru agar serius dalam melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan cegah Covid - 19 disekolah." Kita berharap seluruh sekolah yang melakukan proses belajar tatap muka betul betul serius menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19 baik oleh murid maupun guru guru nya, seluruh ruangan kelas kita minta untuk membuka jendela agar sirkukasi udara nya tetap terjaga, mudah mudahan dengan upaya yang kita lakukan secara maksimal dapat mencegah terjadinya penyebaran Covid - 19," tutup Kapolres Siak.

Zul Ikram : Rekomendasi Gugus Tugas Belum Ada
05 Januari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Setelah Indonesia dilanda pandemi covid-19, berbagai kebijakan bermunculan, tak terkecuali di bidang pendidikan.Di Provinsi Riau, sejumlah sekolah terpaksa tidak melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka seperti biasanya guna mencegah penyebaran dan penularan virus dari Wuhan Negara Cina tersebut.Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Provinsi Riau hingga saat ini belum melakukan pembelajaran tatap muka. Selama ini para murid melakukan proses belajar dengan cara daring.Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram menyebutkan untuk tingkat SMA sederajat belum melakukan sekolah tatap muka."Provinsi untuk  jenjang SMA, SMK, dan SLB belom lagi," kata Kadisdik Provinsi Riau, Zul Ikram, Selasa (5/1/2020).Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan rekomendasi dari satuan gugus tugas penanganan covid-19 Provinsi Riau untuk melakukan sekolah tatap muka." Kita beluk menerima rekomendasi dari gugus tugas untuk melakukan pembelajaran tatap muka," jelasnya.

Alfedri Sebut 80 Persen Sekolah di Siak Siap Lakukan Belajar Tatap Muka
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 271 sekolah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau menyatakan siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.Guru dan murid melakukan belajar tatap muka setelah beberapa bulan melaksanakan proses belajar dengan daring.Seperti dikatakan, Bupati Siak Alfedri, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, sebanyak 80 persen sekolah siap mengikuti pembelajaran tatap muka."Untuk tingkat SD baik Negeri maupun Swasta yang siap belajar tatap muka sebanyak 183 sekolah sementara yang belum siap sebanyak 47 sekolah," kata Alfedri.Tingkat SMP, tambah Alfedri, jumlah sekolah tingkat menengah itu di Siak berjumlah 110  sekolah dengan rincian 82 sekolah Negeri dan 28 sekolah Swasta." Yang siap dan memenuhi syarat untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SMP sebanyak 88 sekolah dengan rincian 70  sekolah negeri dan 18 sekolah swasta," tambah Alfedri.Setiap sekolah, jelas Alfedri, harus menyiapkan alat termogan, tempat cuci tangan, masker dan menyusun kursi tempat duduk murid agar menjaga jarak."Bagi yang belum memenuhi persyaratan daftar periksa maka belum bisa melakukan proses belajar tatap muka, namun, bagi yang telah memenuhi persyaratan,maka akan dimulai pada hari ini," kata Alfedri.Persetujuan dari orang tua siswa, lanjut Alfedri, merupakan bagian dari persyaratan untuk proses pembelajaran tatap muka."Apa bila orang tua siswa tidak menyetujui,maka siswa akan melakukan pembelajaran melalui daring," jelasnya." Dan suhu tubuh Siswa diatas 37,3 Derajat Celcius agar pihak sekolah mengamankan siswa tersebut," tutupnya.

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Siak dengan Prokes Ketat
05 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Setelah beberapa bulan para peserta didik melakukan proses belajar dengan daring akibat pandemi covid-19.Di Kabupaten Siak, terlihat sejumlah siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Siak mengikuti kegiatan belajar tatap muka di hari pertama paska pandemi covid-19, Senin (04/01/2021).Meski tampak beberapa anak tidak ikut dalam belajar tatap muka itu namun hal ini bukanlah suatu halangan untuk dilaksanakannya proses belajar tatap muka ini.Seperti dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, Arfan Usman menyebut hal itu sudah sesuai dengan yang direncanakan oleh Dinas Pendidikan."Proses belajar mengajar tatap muka ini akan dilaksanakan secara bergilir. Dan bagi yang tidak melaksanakan tatap muka akan tetap belajar secara daring," kata Sekda Siak, Arfan Usman saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kecamatan Siak."Proses belajar mengajar tatap muka ini harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan," pintanya.Ditambahkan Arfan, Dinas Pendidikan dan Tenaga Pendidik tentunya sudah merencanakan yang terbaik untuk pelaksanaan belajar tatap muka ini."Dinas pendidikan juga akan menunjang kegiatan ini dengan memberikan masker gratis. Dan tidak lupa untuk menjalankan 3M bagi sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan proses belajar tatap muka ini," jelas Arfan Usman.Untuk diketahui, Uji coba pelaksanaan proses belajar tatap muka ini akan berjalan selama 2 bulan. Nantinya, tambah Arfan, akan diseleksi kembali apakah kegiatan ini akan dilanjutkan sesuai dengan keadaan dari daerah masing-masing. " Untuk siswa dan siswi jangan lupa membawa makanan minuman dari rumah dan tetap terus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta tetap semangat," kata Arfan.

Awal Januari, Pemkab Siak Terapkan Belajar Tatap Muka
01 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak akan menerapkan metode pembelajaran tatap muka bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada pekan depan awal Januari 2020. "Iya Minggu depan tatap muka. Sabtu (02/01/2021) nanti kita pantau persiapannya, kalau sudah memenuhi daftar periksa Surat Keputusan Bersama empat menteri tanggal 4 Januari boleh belajar," kata Bupati Siak, Alfedri, Rabu (30/12/2020).Ditambahkannya, jika pun belum memenuhi daftar periksa maka penundaannya hanya sampai Rabu, 6 Januari 2021. Untuk belajar tatap muka itu, lanjutnya, kapasitas kelas hanya diisi 50 persen peserta didik. Murid SD hanya belajar dua kali seminggu yakni Senin dan Rabu atau Selasa dan Kamis. Sedangkan pada Jumat dan Sabtu pembelajaran dilakukan secara daring. Pihaknya mengatakan akan mengirimkan Satuan Tugas COVID-19 untuk monitoring agar protokol kesehatan dilakukan dengan baik. Seperti sebelum masuk dilakukan ukur suhu di bawah 37,3 derajat celcius."Kalau lebih supaya Unit Kesehatan Sekolah berkoordinasi dengan pusat kesehatan masyarakat pembantu agar dilakukan nanti tes cepat. Nanti ada juga tindak lanjut bersama dinas kesehatan," ungkapnya.Selain itu, tentunya peserta didik diwajibkan pakai masker dan menjaga jarak. Pihaknya juga menekankan dan mengimbau agar tidak bersentuhan satu sama lain.Sementara itu, tambahnya untuk sekolah dibawah kementrian agama belajar tatap muka dilakukan pada 11 Januari 2021. Karena memang pada pekan depan masih melakukan verifikasi daftar periksa.Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas sebutnya itu kewenangan pemerintah provinsi. Namun menurutnya akan sama dengan yang diterapkan pihak kabupaten."Masa transisi ini Januari sampai Februari setelah itu nanti kita evaluasi dan tetap dipantau terus pelaksanaannya. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik," harapnya.

Kali ke Dua, Perpustakaan Daerah Siak Raih Penghargaan Nasional
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Di penghujung tahun 2020 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak menerima penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2020.Penghargaan itu diserahkan oleh Perwakilan Perpustakaan Nasional  Suriadi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Siak M Arifin yang diwakili oleh  Kasi Pengembangan tenaga Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Anita S.S.Penghargaan tersebut di serahkan pada Acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Hermes Palace Hotel Medan, Kamis (3/12/2020) kemarin.Saat dihubungi, Anita mengatakan pihaknya sudah dua kali menerima penghargaan itu, namun pertama bagi pustaka kampung Mandi Angin. “Penghargaan ini sudah kali kedua diraih, yang sebelumnya diperoleh pada 2019,” kata Anita melalui telefon selularnya, Jum’at (4/12/2020).Ia bilang, perpustakaan Kampung Mandi Angin ini termasuk dari 28 perpustakaan desa/kelurahan terbaik di Indonesia, dari ratusan perpustakaan yang dievaluasi Perpusnas dalam mengimplementasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.Lebih lanjut Anita menyampaikan pesan dari Kepala Perpusnas adalah mengajak seluruh mitra kerja Perpusnas dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk bersama meyakinkan masyarakat bisa bangkit dan sejahtera melalui literasi. Dikesempatan yang sama diserahkan hadiah uang tunai untuk staf Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak (Nurhasanah) yang mengikuti lomba foto bertajuk Dampak Perspustakaan, yang ditaja oleh Perpustakaan Nasional melalui Instagram.Dampak dari kegiatan inklusi sosial di Pusda Siak, menurut Anita masyarakat  sudah bisa sejahtera melalui literasi bahkan menjadi pebisnis. Ibu satu anak ini menambahkan, transformasi perpustakaan itu maksudnya bahwa selain menyediakan bahan bacaan, pihaknya juga menfasilitasi kegiatan pelatihan dan keterampilan yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.Seperti Nurhasanah salah seorang staf dinas dengan memanfaatkan layanan WiFi gratis dan buku di Pusda Siak dalam memperoleh informasi terkait ilmu merajut hingga kini mampu menjual ratusan masker dan Connector rajut.“Yang jelas, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Siak berkomitmen menjalankan dan mengembangkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial ini. Apalagi di tengah pandemic Covid saat ini, sangat penting membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya melalui gerakan literasi,” pungkasnya.

Peternakan Itik dan Kolam Ikan di Halaman Belakang Polsek Koto Gasib
06 November 2020 SIAK, Petah.id - Tak ada yang bisa menampik kreativitas Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan personelnya. Lahan kosong yang ada di belakang Mapolsek digarap dan dibersihkan menjadi kolam ikan dan peternakan itik.Menurut Kapolsek Koto Gasib, apa yang mereka lakukan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.“Saya meminta Bhabinkamtibmas Bripka Mahadir yang mengurus dan menjaganya, karena Polsek berada di wilayah Pangkalan Pisang dan Mahadir sebagai Bhabinkamtibmas Pangkalan Pisang,” jelas Suryawan.Ternyata kerja sama yang baik diperlihatkan seluruh personel yang kebetulan sedang dinas atau piket. Berada di kolam atau mengurus itik menjadi hiburan tersendiri. Meski demikian, agar hasil dan maafnya bisa dinikmati dengan baik. Mahadir memanfaatkan jasa seorang muallaf bernama Aisah untuk mengelola kolam dna peternakan itik.Ternyata jika diurus dengan baik, dengan pakan yang cukup, itik-itik bisa cepat bertelur. Alhamdulillah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, puluhan itik-itik itu setiap hari bertelur.Hal itu tentunya menambah pendapatan Aisah di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.“Aisah sangat terbantu, dia bisa memasarkan telur-telur itik itu di pasar terdekat. Atau menjualnya kepada warga sekitar dalam bentuk telur asin,” ungkap Kapolsek Suryawan.Menurutnya, apa yang dilakukannya bersama personelnya, sebagai bentuk rasa syukur. Jika pun ada yang mendapatkan manfaat dari apa yang mereka lakukan, hal itu merupakan bonus dari Allah atas usaha dan kerja keras yang dilakukan.“Kami memang berusaha peduli terhadap lingkungan. Makanya kolam ikan dan ternak itik dikelola warga. Sehingga hubungan kami dengan warga tetap solid dan terus terjaga,” ungkap Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakannya, Aisah itu di rumahnya juga beternak itik. Itik bantuan dari Polsek dan Polres, sekaligus diajarkan cara membuat telur asin.Sebagai muallaf, dia harus bisa bangkit, ekonominya harus lebih baik. Dan bangganya kami padanya, dia pekerja keras. Bripka Mahadir yang terus membimbing dan membinanya, sehingga dia semakin mandiri dan percaya diri dalam menata hidupnya.

336 Peserta Ikut Tes SKB PNS 2019 yang Digelar Pemkab Siak
01 September 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak menggelar tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2019, Siak (01/09/2020) pagi.Peserta yang mengikuti ujian seleksi SKB CPNS Kabupaten Siak  sebanyak 336 orang dengan formasi kuota sebanyak 125 orang."Ada 204 orang mengikuti Tes SKB di Siak dan 132 orang mengikuti tes dikedudukan masing masing, dengan begitu total keseluruhan sebanyak 336 orang,"jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kabupaten Siak Wan Abdul Razak.Lebih lanjut Abdul Razak menjelaskan, seluruh peserta ujian wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang telah disiapkan panitia penyelenggara."Peserta wajib menggunakan masker, jaga jarak bahkan para peserta dianjurkan menggunakan sarung tangan. Begitu juga dengan panitia wajib  masker dan sarung tangan, Hal ini untuk mencegah penularan virus Corona," kata dia.Seleksi berlangsung sebanyak 2 sesi, sesi pertama dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00 WIB, sementara untuk sesi kedua dimulai dari pukul 10.30 hingga pukul 12.30 WIB yang bertempat di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II.

Kharisma Waruwu Bisa Belajar Secara Online Setelah Diberikan Sebuah Handphone dari Kapolres Siak
02 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Riang betul hati Kharisma Waruwu (13) remaja yang tinggal di Jalan Banjar 11 Dusun Sarindo, Kampung Mandiangin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak saat mengetahui dirinya dibelikan sebuah handphone oleh Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan.Handphone tersebut dibelikan Kapolres Siak yang terkenal dekat dengan masyarakat itu untuk Kharisma Waruwu belajar secara online dimasa pandemi covid 19. Karena disituasi seperti ini, para murid harus belajar dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.Saat ini, Kharisma duduk disalah satu Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Minas,sementara itu orang tuanya tidak mempunyai handphone karena tidak sanggup untuk membelinya karena keseharian hanya bekerja sebagai buruh lepas dikebun orang sementara ibunya sudah tiada dan selama ini ia harus belajar dengan cara menumpang melalui handphone teman sekelasnya itupun ia haru menempuh jarak yang cukup jauh kerumah teman tersebut.Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan yang mengetahui hal itu sontak prihatin dan memberikan perhatian khusus dengan memberikan sebuah handphone untuk Kharisma Waruwu untuk dapat belajar secara online (daring)."Karena kondisi seperti itu makanya Kapolres Siak sangat prihatin atas kondisi tersebut dan berupaya memberikan bantuan berupa Handphone android untuk membantu Kharisma mengikuti pembelajaran secara online," jelas Kasat Lantas Polres Siak AKP Rosna Meilani, SIK saat menyerahkan handphone tersebut kerumah Kharisma mewakili Kapolres Siak, Minggu (02/08/2020).AKP Rosna Meilani berharap, bantuan ini dapat membantu kharisma dalam proses belajar dan menambah semangat nya dalam menimba ilmu terutama dimasa pandemi covid - 19 ini."Semoga bermanfaat dan dapat menyemangati adek kita Kharisma dalam menuntut ilmu,"harapnya.Sementara tu, Kharisma dan orang tuanya sangat senang dan merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan kepada mereka. Merekapun turut medoakan agar kepolisian khususnya yang berada di Polres Siak selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas mulia."Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Kapolres Siak yang telah sudi membantu kami dan kami juga ucapkan terimakasih kepada ibu Kasat Lantas Polres Siak beserta rombongan yang telah sudi datang berkunjung kerumah kami ini,"ungkap Orang Tua Kharisma Waruhu riang.

PT KTU Berikan Edukasi Digital Marketing Untuk Peternak Bebek dan Belut di Koto Gasib
29 Juni 2020 SIAK, Petah.id - PT Kimia Tirta Utama (KTU) berikan edukasi kepada 50 orang masyarakat di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau tentang pelatihan atau edukasi budidaya bebek petelur, belut serta digital marketing dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.Pelatihan yang mendapat dukungan penuh dari Camat Koto Gasib Dicky Sofyan dan Polres Siak ini merupakan program PT Kimia Tirta Utama, salah satu perusahaan perkebunan di wilayah Kecamatan Koto Gasib dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat pada penerapan new normal ini.Dikatakan Camat Koto Gasib, Dicky Sofyan, kegiatan ini sejalan dengan program Kapolda Riau dalam jaga kampung yang menggerakkan para pemuda di wilayah Kecamatan Koto Gasib. Apalagi dampak Covid-19 ini sangat terasa pada ekonomi saat ini."Untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat, bisnis secara online ini salah satu upaya yang harus dijalankan. Bagaimana caranya, hari ini masyarakat Pangkalan Pisang Gasib akan diberikan ilmu tentang digital oleh praktisi media sosial dari Pekanbaru," kata Camat Dicky Sofyan, Sabtu (27/6/2020). Dikatakan Camat Gasib, selama ini PT KTU sangat memberikan kontribusi yang besar dalam memperdaya ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan untuk beternak serta bibit tanaman untuk menjaga kestabilan bahan pangan."Selain warga yang sudah menjalankan usaha ternak, yang pemula juga mendapat bantuan bibit bebek petelur dengan total mencapai 200 ekor. Bagaimana cara beternak bebek dan belut yang benar itu akan dipaparkan dalam pelatihan ini. Bagaimana cara pemasarannya secara online juga akan diajarkan," kata Camat Gasib.Dikatakan Administrator PT Kimia Tirta Utama, Ahmad Zulkarnain, salah satu materi pemateri bebek petelur, Jamil Asep merupakan peternak bebek petelur yang terbilang sukses di usia yang masih sangat muda yakni 25 tahun."Dalam pemberian makan dan perawatan bebek petelur itu ada standarnya. Tidak sembarangan atau asal-asalan saja. Begitu juga dengan ternak belut, mulai dari persiapan tempat ternaknya akan dianjarkan teknisnya. Ilmu ini yang akan disampaikan kepada masyarakat. Siapa yang mau berhasil di dunia harus dengan ilmu," kata Ahmad Zulkarnain. Administratur PT KTU Zulkarnaen Serahkan Bibit Belut Kepada Masyarakat Apalagi era revolusi 4.0 dan new normal ini, kata Zulkarnain, masyarakat harus melek teknologi dan informasi melalui digital. Akibat pandemi Covid-19 ini, aktivitas bisnis berhenti, pertokoan ditutup, kebangkrutan berbagai bisnis akan meningkat, makanya harus putar otak tetap menjalankan usaha dengan memanfaatkan digital marketing."Pelaku usaha di gasip ini bisa memanfaatkan peluang bisnis online, Pasarkan produk UMKM,pertanian dan peternakan melalui online. Agar ekonomi masyarakat tetap stabil di tengaj .asa pendemi ini. Iniah alasan kita menggagas pelatihan digital marketing," Kata Zulkarnaen.Program pelatihan budidaya bebek, belut dan digital marketing untuk meningkatkan produktifitas masyaakat dalam rangka hari Bhayangkara ke 74 ini menurut Kasat Binmas Polres Siak,M Y Lubis sangat membantu menekan angka kriminalitas yang terjadi akibat himpitan ekonomi selama pandemi covid 19."Apabila masyarakat kekurangam bahan pangan dan tidak ada pekerjaan maka akan timbul kejahatan. Karena mereka harus mencari cara untuk memenuhi kebutuham hidup sehari hari.makanya peran PT KTU dalam menjaga ketahanan oangan ini harus kita dukung,"ujar AKP M Y Lubis.Monri Efendi (40) warga pangkalan pisang mengaku bersyukur mendapat ilmu baru dari empat narasumber yakni Cak Winda Praktisi medsos yang mengisi materi digital marketing Ilham Buhari peternak belut,Aris Siswanto pengajar di SMK dan Jami Asep pemateri peternak bebek petelur.Pemilik usaha bengkel ini mengaku ilmu beternal memang ingin diketahuinya sejak dahulu. Sebab, usaha peternakan itu bisa dibantu oleh anggota keluarganya. Saat Meninjau Lahan "Kami baru mau belajar beternak, Alhamdulillah baru dapat ilmunya hari ini langsung dari yang sudah berpengalaman dan berhasil.tentunya senang dapat bantuan dari PT KTU untuk memulai usaha baru beternak bebek,"kata Monri.Sementara itu, Slamet Riyadi csr officer PT KTU selaku panitia pelatihan program berharap program yang bermanfaat ini dapat berkembang dan dapat membantu masyarakat di Kecamatan Koto Gasib. Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam rangka ketahanan pangan." Intinya hanya membantu masyarakat menghadapi new normal yang produktif dalam melakukan aktivitas. Kegiatan ini maupun program ini akan berlanjut untuk kebermanfaatan masyarakat dalam peningkatan ekonomi,"pungkasnya.

Bersatu Putuskan Mata Rantai Covid-19, Team Pengabdian Relawan Bagikan Handsanitizer
28 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Mahasiswa Universitas Riau melakukan pengabdian kepada masyarakat bersama Satgas Relawan Lawan Covid-19 Desa Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Dengan membagikan Hand sanitizer di tempat-tempat keramaian yang bertujuan untuk memutus penyebaran mata rantai virus Covid 19.Team pengabdian kepada masyarakat yang ikut serta dalam relawan desa lawan Covid-19 antara lain Anisa Fitriyana dari Program Studi Pendidikan Biologi, Cici Yurianti dari Program Studi Pendidikan Biologi, Een Indriani dari Program Studi Teknologi Pertanian, dan Meliana dari Program Studi Pendidikan Biologi.Selain itu, mahasiswa Universitas Riau juga mengelar serangkaian kegiatan membantu masyarakat desa dalam rangka melawan Covid-19 di Desa Banjar Seminai sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.Aksi peduli cegah penyebaran virus corona di Desa Banjar Seminai itu disebar di banyak tempat yang memungkinkan terjadinya keramaian.Hal itu dapat dijadikan pencegah penyebaran virus Corona, sebab Hand sanitizer dapat membunuh virus atau bakteri termasuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).Ketua Team Pengabdian masyarakat Anisa Fitriyana, menjelaskan tujuan pembuatan Hand sanitizer dan pembagian Hand sanitizer tersebut adalah untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat dalam menjaga kebersihan diri di tengah Pandemi Covid-19.Terutama masyarakat yang masih tetap bekerja sehingga berisiko tinggi terpapar virus corona seperti pedagang kaki lima, serta masyarakat di Desa Banjar Seminai yang sebagai pedagang yang berjualan di kawasan Desa Banjar Seminai.Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat tentang bahaya virus Corona atau Covid-19.“Sebanyak 5 Liter Hand sanitizer telah dibagikan kepada masyarakat di Desa Banjar Seminai. kegiatan ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat, terlihat dari antusiasme mereka,” Terangnya, Jum’at (24/06/2020).Cici Yurianti menambahkan, Hand sanitizer tersebut nantinya akan dibagikan di setiap dusun, masjid, dan tempat umum seperti masjid dan balai desa yang biasa menjadi tempat berkumpul warga.Diharapkan Hand sanitizer yang telah dibagikan oleh Team relawan Covid-19 dapat membantu warga dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19, dan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya pada masa New Normal.“Mudah-mudahan dengan Hand sanitizer yang telah dibagikan ini membantu warga dalam menjaga kebersihan setiap hari serta dapat memutuskan rantai penyebaran virus Corona meskipun kita masih berada pada masa New Normal," Terang Cici.Cici mengatakan, kondisi New Normal seperti ini tentunya harus mendapatkan kepedulian dari semua kalangan di Desa Banjar Seminai. Apa pun yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19, maka lakukanlah sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan tentunya sesuai dengan Protokol New Normal.Penghulu Desa Banjar Seminai, Siti Aminah juga mengajak masyarakat agar sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila bepergian, selalu jaga jarak dan jangan berkerumun, bila masyarakat batuk atau pilek dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Serta jangan lupa berdoa.“Semoga kita semua segera terbebas dari wabah virus corona ini, dan warga Banjar Seminai selalu aman dan tidak ada satu pun yang terjangkit positif Corona,” tandasnya.

Alfedri Sebut Menanam Pohon Saat ini Untuk Selamatkan Anak Cucu
30 Januari 2020 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri bersama Asisten I Setda kabupaten Siak Budhi Yuwono, Kapolres Siak di wakili Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Siak, Kompol Agus Sibarani melakukan kegiatan tanam pohon yang berlokasi jalan Pemda menuju Kecamatan Dayun.Kegiatan ini salah satu agenda rutin pemerintah kabupaten Siak, di minggu ke dua setiap bulan melakukan tanam pohon, kegiatan tersebut melibatkan dinas terkait, seluruh ASN dan honorer yang ada di Pemkab Siak."Hari ini kita gotong royong tanam pohon bersama-sama ASN dan Honorer di pingiran jalan arah Dayun, kegiatan ini selain mendukung kabupaten Hijau juga upaya sosialisasi gemar menanam pohon untuk menyelamatkan lingkungan,"kata Alfedri di sela-sela acara, kamis, (30/1/2020).Ia menambahkan, menanam pohon upaya kita untuk melestarikan alam dan lingkungan agar tetap hijau. Berkaitan dengan Siak Hijau banyak program yang telah dilakukan, mulai dari mengurangi pemakaian sampah plastik, dan menjaga hutan agar tetap asri. Selain itu menanam pohon bagian dari berwakaf untuk anak cucu kelak."Saya berharap dengan penanaman pohon ini bisa menjadikan lingkungan Kabupaten Siak ini menjadi asri dan saya juga mengajak masyarakat untuk ikut menanam pohon cukup 1 rumah 2 pohon saja sehingga nantinya lingkungan kita terjaga kelestariannya,"harapnya.Dikatakannya, penyelamatan lingkungan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, namun melibatkan semua pihak, baik itu masyarakat, pemerintah dan juga pihak swasta."Saya jika di undang pak Camat, tetap menanam pohon minimal 10 batang, menanam batang pohon bagian dari wakaf kita, jika tumbuhan sudah besar dapat menghasilkan oksigen yang di butuhkan manusia,"tandasnya.Dirinya juga mengingatkan kepada setiap sekolah agar menghijaukan lingkungan misalnya dengan menanam buah-buahan dan lain sebagainya. yang bertujuan jika pohon tersebut besar dan berbuah hasilnya dapat di makan.