Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Kumpul Kebo Bulan Ramadan, Belasan Pemuda dan Pemudi Diamankan Satpol PP Pekanbaru
28 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Resahkan masyarakat, 11 orang remaja pria dan wanita diamankan Satpol PP Kota Pekanbaru karena kedapatan kumpul kebo di kos-kosan di Jalan Garuda, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (28/4/2021) dini hari.Petugas Satpol PP datang ke kos-kosan tersebut karena adanya laporan dari masyarakat setempat, yang sudah resah dan tidak nyaman melihat ada kelompok remaja yang berkumpul-kumpul namun belum ada status pernikahan, ditambah aktivitas tersebut tetap dilakukan di bulan suci RamadhanAtas laporan itulah petugas Satpol PP mendatangi kost-kostan tersebut, disana petugas menggedor kamar kost, dan mendapati 11 orang remaja yang berkumpul-kumpul."Ada sebelas orang yang diamankan. Empat orang berpasangan di dalam kamar kos dan tiga orang Laki- laki lainnya diamankan karena nongkrong. Kami data dan membuat surat pernyataan. Selagi belum ada pihak keluarga atau penjamin yang datang menjemput mereka tidak dipulangkan," ujar Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang seperti dikutip dari GoRiau.com.Kemudian, pihaknya akan memanggil pemilik kost yang membiarkan muda- mudi bukan pasangan resmi berkumpul di tempat usahanya."Kita panggil pemilik kostnya. Kalau dari mereka yang diamankan tidak ada pihak keluarga yang menjemput kami antar ke Shelter Dinas Sosial Pekanbaru," tutupnya.Sumber : GoRiau.com

Tiga Hari, 10 Warga Pekanbaru Meninggal Dunia Karena Covid-19
28 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Sebanyak 10 warga Pekanbaru meninggal dunia karena covid-19. Kasus meninggal akibat Covid-19 di Pekanbaru, Riau, terus saja bertambahKematian warga karena Covid-19 itu terjadi dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Rinciannya tujuh warga meninggal dunia berjenis kelamin perempuan, dan tiga warga berjenis kelamin laki-laki. Dua warga meninggal dunia terpapar Covid-19 berjenis kelamin perempuan usia 67 tahun, dan berjenis kelamin laki-laki, data pertanggal Rabu, 21 April 2021. Selanjutnya, empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, tiga berjenis kelamin perempuan usia 44 sampai 77 tahun, dan satu berjenis kelamin laki-laki usia 60 tahun.Kemudian, empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, tiga berjenis kelamin perempuan usia 43 sampai 93 tahun, dan satu berjenis kelamin laki-laki usia 51 tahun.  

Covid-19 Melonjak, Gubri Syamsuar Larang Mudik Lokal
20 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar akhirnya larang mudik lokal, pada tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang.Larangan mudik antar daerah di Riau ini pun berlaku sama dengan larangan mudik keluar provinsi, yang sebelumnya telah disampaikan ke publik. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021."Mulai tanggal enam, berlaku sama," kata Gubri Syamsuar, di Gedung Daerah, Pekanbaru, Riau, Senin (19/4/21).Lebih lanjut, Syamsuar juga menyatakan bahwa larangan mudik lokal juga bagian upaya langkah pencegahan guna menekan penyebaran Covid-19. Kemudian, larangan juga terkait meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi dalam berapa hari terakhir termasuk kasus meninggal dunia. Dari tambahan kasus baru tersebut, banyak terungkap klaster keluarga. Masalah Protokol Kesehatan (Prokes) masih menjadi persoalan yang harus diperbaiki lagi. Mulai memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan.Lebih lanjut Gubri menyampaikan, untuk melakukan penanganan COVID-19 secara ketat diperlukan upaya kerjasama semua pihak termasuk dalam mengawasi adanya penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah ditetapkan di masing-masing daerah."Termasuk juga harus mempersiapkan Rumah Sakit yang telah di persiapkan untuk menangani kasus COVID-19 dan obat-obatan serta semua yang berkaitan kebutuhan dari rumah sakit lainnya," katanya. Gubri juga mengingatkan saat ini masih dalam suasana bulan suci Ramadan. Ia berharap kepada masyarakat Riau khususnya untuk tetap mematuhi prokes COVID-19 secara ketat dan disiplin. "Karena itu harapan kami melalui media dalam hal ini dapat disampaikan kepada masyarakat kita agar mereka senantiasa disiplin juga menjalankan protokol kesehatan," tambahnya."Kepada pemerintah kabupaten dan kota yang telah menetapkan PPKM harus adanya kerjasama yang baik," pungkasnya.

PSU di Inhu dan Rohul, Polda Riau Terjunkan Pengamanan
19 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Polda Riau mempersiapkan pengamanan untuk mendukung terselenggaranya Pemilihan suara ulang pada 26 TPS di dua wilayah kabupaten Indragiri Hulu dan Rokan Hulu. Pemilihan Suara Ulang sesuai keputusan MK akan digelar pada Rabu (21/4/2021) mendatang.Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Efendi SH SIK MSI melalui Kabid Humas Kombes Narto kepada awak media pada Minggu siang (18/4) menerangkan Kepolisian Polda Riau memberikan atensi khusus untuk pengamanan PSU di  26 TPS yakni diwilayah Inhu 1 TPS dan di Rokan Hulu 25 TPS. Hal ini sesuai surat permintaan pengamanan dari KPU dan Bawaslu kepada Kepolisian.“Sebanyak 764 personel Polri (termasuk didalamnya 194 perdonel BKO Brimob) dan didukung 90 personel TNI dengan total 854 orang akan diterjunkan untuk mengamankan jalannya PSU," terang Narto.Disinggung tentang keberadaan Gakkumdu, Kombes Narto menerangkan bahwa telah dibentuk Gakkumdu sesuai keputusan Bawaslu.“Sesuai Keputusan Bawaslu Provinsi Riau Nomor : 048/PP/.00.01/K/05/2021 tanggal 9 Apri 2021 telah ditetapkan Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Provinsi Riau Dalam Rangka Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Pada Provinsi Riau Tahun 2020, tim Gakkumdu akan bekerja maksimal mendukung terselenggaranya PSU yang jujur adil di kedua wilayah kabupaten ini,"  lanjut mantan Kabid Humas Sultra ini.Kombes Narto menyampaikan himbauan kepada masyarakat dan semua pihak untuk bersama sama mendukung terselenggaranya PSU dikedua wilayah tersebut dengan aman dan tertib.“Saya menghimbau dan mengajak semua pihak, mari bersama sama kita dukung penyelenggaraan pemilihan suara ulang ini agar berjalan dengan aman dan tertib dengan menjalankan ptotokol kesehatan secara ketat, untuk menghindari penyebaran virus covid-19, yang memiliki hak suara silakan gunakan hak suaranya dan kami jamin keamanannya," imbuhnya.

Diduga Serangan Jantung Perwira Polisi di Riau Meninggal Usai Ditangkap Terkait Narkotika
17 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id  - Oknum Polisi berinisial ZM (49) ditangkap  Satgas Antinarkoba Polda Riau terkait peredaran narkotika jenis sabu. Setelah ditangkap oknum polisi berpangkat Kompol itu meniggal dunia saat dibawa di Mako Brimob.     Peristiwa  penangkapan tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto. Disampaikannya , penangkapan itu dilakukan satgas di Jalan Soekarno-Hatta Kota Pekanbaru.     "Iya benar, ada penangkapan. Tim Satgas Antinarkoba menangkap pelaku Z," ucap Kombes Sunarto dikutip dari detikcom, Selasa (16/3/2021).   Dikatakan Sunarto, penangkapan ZM dilakukan pada Sabtu (13/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Riau.   Namun, ZM meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.   “ Pelaku tak sadarkan diri saat tiba di Mako. Meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Riau, (akibat serangan) jantung," katanya.   Dari catatan medis, tambah Sunarto,  ZM disebut memiliki riwayat penyakit jantung. Kemudian dari ZM Satgas Antinarkoba Polda Riau  juga mengamankan barang bukti sabu.   Ada riwayat sakit jantung, iya (ada sabu diamankan)," tegas Narto.Sumber : detikcom

Penyeludupan Sabu 1 Kilogram Berhasil Digagalkan Polda Riau
17 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id – Pengiriman 1 Kilogram narkotika jenis sabu berhasil digagalkan Tim Satgas Anti Narkoba Polda Riau. Dan mengejutkannya, pengiriman barang haram tersebut diketahui melibatkan seorang oknum polisi  berinisial ZM berpangkat Kompol pada Sabtu (13/3/2021) malam. Namun, setelah penangkapan dilakukan, Kompol ZM meninggal dunia karena terkena serangan jantung. Informasi itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (16/3/2021) malam. "Tim Satgas Anti Narkoba menangkap pelaku Z (49), dengan barang bukti 1 kilogram sabu di Jalan Soerkarno Hatta, pukull 23.00 WIB," ujar Sunarto seperti dikutip dari Goriau.com. Dijelaskan Sunarto, almarhum Kompol ZM, saat dibawa oleh Tim Satgas Anti Narkoba, pelaku sudah tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, karena serangan jantung. "Pelaku tak sadarkan diri saat tiba di mako. Meninggal dunia di RS Bhayangkara, riwayat sakit jantung," tutup perwira menengah dengan bunga tiga di pundaknya itu.   Sumber : Goriau.com

Oknum Polisi Asal Sumbar Ditahan Polda Riau Paska Tembak Teman Kencannya
14 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id  - Oknum Anggota Polres Padang Panjang, Sumatera Barat berinisial AP (24) terpaksa ditahan Polda Riau. Diduga Ia ditahan karena menembak teman kencannya di Pekanabaru yang baru dikenalnya melalui aplikasi Michat. "Polda Riau sudah melakukan penahanan terhadap pelaku. Saat ini telah dilakukan pemeriksaan secara intensif," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto dikutip dari detikcom, Sabtu (13/3/2021).  Disampaikan Sunarto,  pelaku datang ke Pekanbaru bukan dalam rangka urusan dinas. Sunarto juga menyebut pelaku datang ke Bumi Lancang Kuning lokasi penembakan juga tanpa izin atasannya. "Pelaku meninggalkan tugas tanpa izin di wilayah Sumatera Barat. Polda Riau telah koordinasi dengan Polda Sumatera Barat untuk penanganan kasusnya," kata Narto. Narto memastikan proses hukum pelaku tetap berjalan. Sementara untuk korban, dipastikan dalam keadaan sadar dan kini dalam perawatan. "Proses penyidikan dan hukum sedang berjalan bagi yang bersangkutan. Untuk korban sekarang dalam keadaan sadar dan dalam perawatan dokter Polda Riau dan RS," ungkapnya. Diketahui oknum polisi asal Sumatera Barat, Bripda AP, diduga menembak seorang wanita di Pekanbaru. Wanita itu diduga adalah teman kencan yang dipesan secara online. Seperti dilansir dari detikcom, peristiwa itu terjadi di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru, Sabtu (13/3/2021) dini hari. AP yang bertugas di Polres Padang Panjang diduga memesan wanita penghibur secara daring. Setelah dipesan, datang dua orang wanita, yakni DO dan RO ke lokasi yang sudah disepakati. Namun, kedua wanita itu pergi lagi dengan alasan akan membeli alat kontrasepsi. Merasa curiga, AP kemudian berniat untuk menemani. Kedua wanita itu menolak dan langsung naik ke taksi online. AP kemudian melepaskan 3 kali tembakan dan mengenai salah satu korban, RO. Korban dirawat di RS.   Sumber : detikcom  

Sebelum Tertembak Oknum Polisi Sumbar, Korban Sempat Di-booking Melalui Michat
14 Maret 2021  Pekanbaru, Petah.id – Sikap Arogansi Oknum Kepolisian melalui senjata api kembali memakan korban. Kali ini peristiwa tersebut dialami seorang warga Pekanbaru, Riau yang tertembak anggota polisi dari Polres Padang Panjang, Sumatera Barat(Sumbar), pada Sabtu (13/3/2021) dini hari.   Tindakan salah tembak oleh Bripda AP terhadap seorang warga Pekanbaru diduga bermula dari bookingan melalui aplikasi Michat di salah satu hotel di Pekanbaru. Melansir dari Suara.com, peristiwa itu bermula ketika Bripda AP melakukan open BO melalui aplikasi Michat. Dari open BO itu, datanglah dua perempuan inisial KO dan RO. Usai datang, keduanya berupaya pergi dengan alasan untuk membeli alat kontrasepsi. Akan tetapi, oknum polisi tersebut merasa kedua orang itu berniat menipu, dan kemudian mengejar mereka. Pada pukul 03.15 WIB, Bripda AP melihat KO di pintu keluar basement hotel dan mengajaknya pergi bersama membeli alat kontrsepsi dengannya. Namun di saat itu, KO mencoba lari menuju satu unit mobil Suzuki Xover nopol BM 1629 JH. Melihat hal tersebut Bripda AP berusaha mengejarnya sambil mengeluarkan senpi dan menembak ke arah atas pada tembakan pertama. Lalu ia pun berlari mengejar mobil aplikasi online yang ditumpangi oleh RO dan melakukan tembakan kedua ke arah ban mobil. Namun, pada tembakan ketiga, Bripda AP menembak ke arah kaca belakang mobil. Peluru menembus kaca belakang mobil sehingga mengenai pelipis sebelah kanan korban RO dan seketika mobil pun berhenti. Atas kasus penembakan itu, korban mengalami luka tembak di bagian pelipis sebelah kiri atas. Korban lalu dibawa ke rumah sakit Petala Bumi dan dirujuk ke rumah sakit Santa Maria. Kondisi korban pada saat itu masih dalam keadaan sadar. Namun, saat ini tersangka penembakan Bripda AP yang didampingi sejumlah Polres Padangpanjang masih berada di Pekanbaru untuk menyelidiki kasus penembakan tersebut. Kapolres Padang Panjang, AKPB Apri Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi penembakan oleh personel Polres Padangpanjang. “Yang tertembak ini perempuan. Kuat dugaan ini salah sasaran atau salah tembak karena sasaran utama adalah T.O,” katanya dikutip  dari Suara.com, Sabtu (13/3/2021). Ia menerangkan kejadian berawal ketika Polres Padang  Panjang tengah mengungkap kasus Curas di wilayah hukum Polres Padang Panjang di mana tersangkanya diketahui berada di Pekanbaru.Sumber : Suara.com    

Anggota Polres Padang Panjang Tembak Warga Pekanbaru, Kapolres : Salah Tembak
13 Maret 2021 Pekanbaru, Petah.id – Terjadi peristiwa penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Bripda AP dari Polres Padang Panjang. Aksi tersebut melukai seorang warga Pekanbaru, Sabtu (13/3/2021) dini hari. Peristiwa salah sasaran tembak oknum polisi tersebut diduga bermula dari bookingan melalui aplikasi Michat di salah satu hotel di Pekanbaru. Bripda AP melakukan open BO melalui aplikasi Michat, kemudian datanglah dua perempuan inisial KO dan RO. Usai datang, keduanya berupaya pergi dengan alasan untuk membeli alat kontrasepsi. Akan tetapi, Bripda AP merasa curiga dengan kedua orang itu. Ia pun kemudian mengejar mereka. Pada pukul 03.15 WIB, Bripda AP melihat KO di pintu keluar bassement hotel dan mengajaknya pergi bersama membeli alat kontrsepsi dengannya. Namun di saat itu, KO mencoba lari menuju satu unit mobil Suzuki Xover nopol BM 1629 JH. Mengutip dari Suara.com, melihat hal tersebut Bripda AP berusaha mengejarnya sambil mengeluarkan senpi dan menembak ke arah atas pada tembakan pertama. Lalu ia pun berlari mengejar mobil aplikasi online yang ditumpangi oleh RO dan melakukan tembakan kedua ke arah ban mobil. Namun, pada tembakan ketiga, Bripda AP menembak ke arah kaca belakang mobil. Peluru menembus kaca belakang mobil sehingga mengenai pelipis sebelah kanan korban RO dan seketika mobil pun berhenti. Atas kasus penembakan itu, korban mengalami luka tembak di bagian pelipis sebelah kiri atas. Korban lalu dibawa ke rumah sakit Petala Bumi dan dirujuk ke rumah sakit Santa Maria. Kondisi korban pada saat itu masih dalam keadaan sadar. Namun, saat ini tersangka penembakan Bripda AP yang didampingi sejumlah Polres Padang Panjang masih berada di Pekanbaru untuk menyelidiki kasus penembakan tersebut. Kapolres Padang Panjang, AKPB Apri Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi penembakan oleh personel Polres Padangpanjang. “Yang tertembak ini perempuan. Kuat dugaan ini salah sasaran atau salah tembak karena sasaran utama adalah T.O,” katanya seperti yang dikutip  Suara.com Sabtu (13/3/2021).   Sumber : Suara.com  

Diduga Bermain Korek Api, Balita di Pekanbaru Terbakar di Rumahnya
08 Maret 2021 SIAK, Petah.id - Nasib naas menimpa Fauzan (3) warga Jalan Pembina Ujung RT 003/RW 008, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru. Fauzan diketahui meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di rumahnya pada Senin (8/3/2021) sekira pukul 10.00 WIB. Dikabarkan nasib naas itu menimpa sesaat orang tua korban sedang tidak berada dirumahnya. Fauzan yang sendirian di rumahnya diduga bermain korek api (mancis). "Anak ini diduga main api dalam rumah sendiri," terang salah satu saksi mata, Welly. Welly juga mengatakan, saat kejadian, jasad Fauzan ditemukan dalam sebuah lemari sudut ruangan dalam kondisi tek bernyawa. "Setelah terbakar, Fauzan karena panik sembunyi dalam lemari, warga yang mengetahui langsung merubuhkan dinding rumah, namun sayang nyawa Fauzan tak selamatkan," tambahnya. Hingga saat ini jasad Fauzan sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan.   Sumber : Suara.com  

Kapolda Riau Gencarkan Padamkan Api Karhutla di Pulau Merbau dan Bengkalis
07 Maret 2021 PEKANBARU, Petah.id  - Peningkatan jumlah hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama enam hari di bulan Maret 2021 terjadi di dua desa di pesisir pulau Merbau dan Bengkalis Provinsi Riau.   Sejak tanggal 1 sampai 5 Maret 2021 di kedua desa yakni di Desa Pelkun Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis dan Desa Dedap Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat sebanyak 560 titik hotspot.   "Melihat peningkatan hotspot di dua desa tersebut, kami telah menerjunkan tim pemadaman awal, yakni dari Polsek dan Polres sebanyak 35 personel. Namun karena kondisi lapangan yang cukup sulit, tim tersebut kualahan. Sehingga kami putuskan untuk menerjunkan tim pemadam lanjutan dari Polda sebanyak 73 personel, yang sejak tanggal 5 kemaren turun ke kedua desa tersebut dan hari Sabtu ini saya bersama Dansat Brimob turun bersama-sama anggota di lapangan memadamkan api hari ini," terang Irjen Agung Setya Sabtu pagi (6/3/2021)   Pada sebelumnya (3/3/2021) yang lalu, Irjen Agung dan istri juga telah turun langsung ke lokasi lahan terbakar, yakni di Tanjung Kapal Pulau Rupat Bengkalis.   Turunnya Irjen Agung Setya ke lokasi pemadaman untuk memompa semangat dan mengarahkan bantuan pemadaman prajurit TNI, anggota Polri, petugas Damkar dan BPBD, perusahaan serta masyarakat yang tak pulang berhari-hari untuk padamkan api.   “Karhutla di kedua desa tersebut akan kita padamkan siang malam, tetap semangat, jangan kendor, gaspol," ujar Irjen Agung meyakinkan.   Berdasarkan data diperoleh dari Dashboard Lancang Kuning pada dua hari sebelumnya (1 hingga 2 Maret 2021), sama sekali tak ada ditemukan hotspot atau titik api di Desa Pelkun, Kecamatan Bantan, Bengkalis dan Desa Dedap, Merbau, Kepulauan Meranti.   Baru pada keesokan harinya (2 hingga 3 Maret 2021) ditemukan hotspot dengan tingkat kepercayaan medium 4 titik dan high 2 hotspot di Desa Dedap Merbau.   Pelan tapi pasti, esok harinya (3 sampai 4 Maret 2021), didua desa tersebut menyala dengan 44 titik api. Perinciannya, tingkat kepercayaan low atau rendah 5, medium 30 dan tinggi atau high 9.   Peningkatan luar biasa terjadi 4 sampai dengan 5 Maret 2021. Di kedua desa tersebut ditemukan 248 titik api dengan tingkat kepercayaan low 7, medium 191 dan high 50 di dua desa tersebut, yakni di Pelkun dan Dedap.   Lonjakan tertinggi terjadi pada tanggal 4 hingga 5 Maret 2021. Di Desa Pelkun, Bantan, Bengkalis dan Dedap, Merbau, Kepulauan Meranti, dijumpai 262 titik api.   "Mulai 1 hingga 6 Maret 2021, di Desa Dedap, Merbau, Kepulauan Meranti, kita sudah melakukan 929 kegiatan pemadaman dari tim yang diterjunkan yakni POLRI, TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat peduli api dan lainnya, hal itu untuk mengepung api agar cepat padam," terang Irjen Pol Agung Setya.   Menilik dari data Badan Restorasi Gambut menunjukan tinggi air gambut diwilayah kebakaran dalam status rawan, sehingga kesulitan besar kita adalah mendapatkan air untuk pemadaman. Pembuatan embung dan penambahan mesin pompa beserta slang air terus dilakukan.   "Doakan hari ini kita bisa padamkan," harap Agung.

Pekan Depan, Pemprov Riau Agendakan RUPS 2 BUMD
16 Februari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Untuk mengukuhkan Calon Komisaris dan Direksi di BUMD PT SPR dan PT PIR, Pemprov Riau kembali agendakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan depan.Demikian dikatakan Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau, Jhon Armedi Pinem saat dikonfirmasi terkait jadwal RUPS dua BUMD Riau."Kemungkinan pekan depan," sebutnya, Selasa (16/2/21) di Pekanbaru. Akan tetapi, John tidak menjelaskan kapan jadwal pasti RUPS tersebut."Nanti diinformasikan kembali jadwal pastinya," ulasnya lagi.Terpisah, calon Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau yang terpilih H Jonli, juga membenarkan rencana RUPS tersebut. Bahkan dia mengaku mendapat informasi tanggal 24 Februari mendatang.Seperti diketahui, RUPS dua BUMD Riau itu sempat tertunda. Sebelumnya, telah dijadwalkan Rabu (3/2/21) lalu.Berdasarkan hasil Tim Pansel, para calon komisaris yang lulus  Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) itu diantaranya, H Jonli terpilih sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau dan Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau John Armedi Pinem sebagai Komut PT Sarana Pembangunan Riau (SPR).Sedangkan untuk Dirut PT PIR yakni, Adel Gunawan. Lalu, Direktur PT PIR Syafrudin Atan dan Direksi PT SPR yakni Fuadi Noor.Sumber : Media Center Riau (MCR)

Datangi LAM Riau, FMPR Dukung Rebut Kembali Pengelolaan Blok Rokan
29 Januari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Forum Muda Peduli Riau (FMPR) mendatangi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Kedatangan FMPR guna mendukung upaya LAM Riau untuk merebut kembali Blok Rokan dan Menolak BUMD Jawa Barat dalam pengelolaannya, Kamis (28/1/2021).Demikian dikatakan Ketua Umum FMPR, Wan Hamzah didampingi Wan Zalik Indra dan Ahmad Fauzan, kedatangannya adalah sebagai bentuk dukungan serta turut serta menolak pengelolaan migas Blok Rokan yang akan dikelola BUMD Jawa Barat atas nama PT PT Migas Hulu Jabar (MUJ)."Kita mendukung LAM Riau utnuk merebut kembali pengelolaan migas Blok Rokan. Kita juga menolak BUMD Jabar ikut dalam pengelolaan Blok Rokan itu," terangnya.Hamzah juga menyayangkan pernyataan Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Riau Jhon Armedi Pinem yang menyatakan bahwa upaya tersebut merupakan bisnis real. Malah Ia juga mengatakan bahwa BUMD Jabar ikut dalam pengelolaan bagian pengeboran minyak di Blok Rokan, karena memang pengalamannya mereka di bidang itu."Kita sangat sayangkan, seolah-olah Riau tidak lah pandai berbisnis. Kita menilai Riau juga tak kekurangan perusahaan yang bisa mengelola Blok Rokan. Seperti ada Riau Petrolium, BSP dan sarjana sarjana perminyakan," bebernya."Kami akan bersama sama dengan seluruh unsur pemuda Riau turut memperjuangkan Blok Rokan menjadi milik Riau pengelolaannya dan itu adalah harga mati," tegasnya.Bukan hanya itu, kedatangannya yang disambut oleh  Datuk Sahril dan Pengurus LAM Riau, pihaknya juga ingin mendapatkan jawaban terkait adanya isu bahwa LAM Riau justru akan ikut dalam pengelolaan migas Blok Rokan tersebut. "Ternyata tadi dijelaskan bahwa LAM Riau tidak ikut dalam pengelolaan, namun LAM Riau berjuang untuk merebut kembali pengelolaan Blok Rokan itu dari BUMD Jabar," imbuh Hamzah.

Tol Pekanbaru-Dumai Memakan Korban Lagi, 5 Orang Meninggal 2 Luka-luka
14 Januari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Terjadi kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau dan sebanyak lima orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka akibat kecelakaan itu."Dalam kecelakaan ini terdapat tujuh korban. Lima korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara dan dua korban mengalami luka-luka," kata Manajer Cabang Tol Pekanbaru-Dumai A.A.G. Indrajana dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Rabu (13/1/2021).Insiden itu terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 08.30 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan kendaraan jenis truk Fuso dengan pelat kendaraan BK-8600-KG di KM 32 Jalur B Lajur 1 dan minibus dengan pelat kendaraan BM-1730-PM."Korban luka-luka dievakuasi ke Rumah Sakit Awal Bros, Jalan A. Yani Pekanbaru," katanya.Berdasarkan hasil investigasi lapangan, lanjut dia, dugaan sementara sopir minibus warna hitam yang melaju dari arah Dumai menuju ke Pekanbaru dalam kondisi mengantuk."Pengendara mengendarai kendaraan dengan kondisi mengantuk dan kecepatan tinggi, kemudian menabrak bagian belakang truk sebelah kanan yang berada di lajur lambat," katanya.Tabrakan tersebut mengakibatkan posisi akhir kendaraan minibus melintang di lajur cepat dan kondisi kendaraan cukup parah.Kecelakaan itu, kata Indrajana, telah ditangani oleh Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola ruas Tol Pekanbaru-Dumai dengan melibatkan pihak kepolisian daerah setempat.Adapun nama-nama korban yang meninggal dunia, yakni H. Napitupulu, Jerri Jonggok, Linda Tambunan, Dua Simangunsong, dan Jhon Efraim Butar-butar."PT Hutama Karya turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa korban," katanya.Ia lantas mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk terus berhati-hati dan waspada dalam mengemudi serta mematuhi segala aturan lalu lintas dan rambu di jalan tol.

Zul Ikram : Rekomendasi Gugus Tugas Belum Ada
05 Januari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Setelah Indonesia dilanda pandemi covid-19, berbagai kebijakan bermunculan, tak terkecuali di bidang pendidikan.Di Provinsi Riau, sejumlah sekolah terpaksa tidak melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka seperti biasanya guna mencegah penyebaran dan penularan virus dari Wuhan Negara Cina tersebut.Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Provinsi Riau hingga saat ini belum melakukan pembelajaran tatap muka. Selama ini para murid melakukan proses belajar dengan cara daring.Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikram menyebutkan untuk tingkat SMA sederajat belum melakukan sekolah tatap muka."Provinsi untuk  jenjang SMA, SMK, dan SLB belom lagi," kata Kadisdik Provinsi Riau, Zul Ikram, Selasa (5/1/2020).Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan rekomendasi dari satuan gugus tugas penanganan covid-19 Provinsi Riau untuk melakukan sekolah tatap muka." Kita beluk menerima rekomendasi dari gugus tugas untuk melakukan pembelajaran tatap muka," jelasnya.

Waka Polri Kenang Masa Kecil di Pekanbaru Saat Peresmian Mapolda Riau
20 Desember 2020 PEKANBARU, Petah.id - Markas Polda Riau akhirnya pindah ke gedung yang baru di Jalan Pattimura Kota Pekanbaru. Itu dita dai dengan peresmian yang dipimpin Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Pramono secara virtual.Selain itu, Gatot juga meresmikan gedung Sekolah Polisi Negara (SPN) di Kampar, dan Masjid Polda Riau. Dengan hadirnya gedung baru itu, Gatot meminta jajarannya agar bisa maksimalkan pelayanan kepada masyarakat.Gatot memerintahkan kepada semua anak buahnya agar tidak melukai hati masyarakat. Karena gedung megah 5 lantai itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat."Jangan pernah melukai hati masyarakat, karena gedung ini dibangun oleh uang rakyat. Jaga sinergitas dengan institusi terkait," pesan Gatot, Jumat (19/12).Gatot menyebutkan, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis awalnya ingin hadir untuk meresmikan gedung Mapolda Riau, SPN dan Masjid Polda Riau tersebut. Tapi, Idham memiliki agenda lainnya."Namun dalam waktu bersamaan ada tugas," ucap Gatot.Dia mengenang masa kecilnya tinggal di Kota Pekanbaru. Puluhan tahun, dia melihat gedung Malolda Riau tidak ada perubahan. Namun, saat ini Mapolda Riau yang baru di Jalan Pattimura Pekanbaru itu menjadi gedung yang sangat membanggakan."Sejak saya kecil sampe masuk taruna Polda Riau begitu-begitu saja. Tetapi sekarang sudah berubah untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Riau," kenang Gatot.Gatot berharap jajaran Polda Riau lebih memaksimalkan tugas polri dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Seperti membantu menjaga keamanan dan juga ketertiban di masyarakat."Mudah mudahan menjadi sesuatu yang baru dalam pelayanan kepada masyarakat terkait peresmian gedung Mapolda Riau," katanya.Gatot juga tak lupa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah di Riau yang ikut membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat."Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran foorkopimda yang turut membantu menjaga situasi Kamtibmas di Riau," ucap Gatot.Selanjutnya, pembangunan Mapolda Riau dan pembangunan SPN Kampar Polda Riau, tidak lepas dari dukungan gubernur Riau dan Bupati Kampar. Gatot juga memberikan apresiasi kepada Gebernur Riau dan Bupati Kampar atas dukungan selama proses pembangunan. Baik Gubernur terdahulu maupun saat ini. Dia juga meminta agar anak buahnya merawat gedung baru itu."Pesan saya kepada personel Polda Riau, tingkatkan keimanan kepada Tuhan YME. Senantiasa menjaga dan merawat gedung baru ini," kata Gatot.Dalam peresmian itu, tampak hadir tiga mantan Kapolda Riau, Brigjen Pol (Purn) Dedi S Komarudin, Irjen (Purn) Zulkarnain Adinegara dan Irjen (Purn) Nandang."Hari ini kita peresmian gedung Mapolda Riau, gedung Sekolah Polisi Negara (SPN) serta Masjid Al-Adzim Polda Riau. Gedung Polda Riau berdiri di lahan seluas 5,9 hektare," ujar Kapolda Riau, Irjen Agung dalam sambutannya.Menurut Agung, gedung Polda Riau pertama kali diresmikan di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru pada tahun 1959. Gedung lama itu berdiri di atas lahan seluas 0,7 Ha.Karena kondisi gedung yang tak lagi bisa dikembangkan, maka dulakukan pematangan rencana pemindahan gedung. Gedung yang baru itu mulai dibangun pada awal 2018 lalu.Dalam kesempatan itu, Irjen Agung juga memberikan penghargaan atas hibah 1 unit bangunan Mesjid beserta kelengkapanannya di Komplek Mapolda Riau dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) - APRIL Group.

Membunuh Pengusaha Mobil Rental di Riau, Pelaku Ditangkap di Panti Pijat Sumut
27 September 2020 PEKANBARU, Petah.id - Kerja cepat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dalam mengungkap pelaku pembunuhan terhadap pengusaha rental mobil, M Alhadar (28) membuahkan hasil.Dua tersangka ditangkap dan ditembak dibagian kaki karena berusaha kabur.Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengatakan, berangkat dari informasi masyarakat, tim menggeledah sebuah rumah kosong yang diketahui milik AN. Di dalam rumah ditemukan bercak darah berserakan di atas kursi, tembok dan lainnya.Ditemui barang-barang korban berupa minyak wangi, handphone Xiomi, Alquran, sarung. "Di botol minyak wangi ada bercak darah," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dan Kabid Humas, Kombes Pol Sunarto, Ahad (27/9/2020).Dari hasil identifikasi, diketahui korban dibunuh di rumah tersebut. Penyebab kematian korban adalah penganiayaan di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul dan tajam secara berulang-ulang.Setelah membunuh korban, tersangka kabur ke Sumatera Utara. Dari hasil pelacakan, diketahui AN kabur ke daerah Binjai dan Langkat. Tim langsung bergerak ke Sumatera Utara dan menangkap AN dan DV."Keduanya diamankan di sebuah panti pijat di Jalan Binjai Simpang Diski, Kota Binjai. Tersangka cukup lihat. Dari Lahat mereka ke Binjai dan ke panti pijat," jelas Kapolda.Ketika diamankan, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada kedua tersangka kerena berusaha kabur dan melawan dengan senjata tajam. Di kaki kiri dan kanan kedua pelaku bersarang timah panas."Riau tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan. Apalagi terhadap nyawa. Ini kejahatan serius. Perlu penanganan serius," tegas Kapolda.M Ahadar dikabarkan hilang setelah mendapat pesanan rental mobil pada 14 September 2020. Pelaku merental mobil selama tiga hari dan meminta korban menjemput ke Koto Gasib.Setelah beberapa hari, korban tak kunjung pulang ke rumah. Istri korban Tutut Winarti mengabarkan kehilangan suaminya di media sosial dan melapor ke Polsek Tenayan Raya pada Ahad (20/9/2020). "Kami mengucapkan turut berbelasungkawa terhadap Buk Tutut Winarti," kata Kapolda.Dari hasil penyidikan sementara, dalam aksinya kedua tersangka mempunyai peran berbeda. DV berperan menelpon korban dan memesan mobil rental sedangkan AN menyediakan rumah.Pengakuan keduanya, ada dua pelaku lain yang ikut menganiaya korban, yakni IR dan DD. Keduanya berperan menganiaya korban dan masih diburu polisi. "IR dan DD, mudah-mudahan ditangkap secepatnya," kata Kapolda.Motif pelaku ingin menguasai mobil korban. Mobil korban berupa mobil merk Daihatsu Xenia warna abu-abu metalik BM 1516 PB dibawa ke Binjai. Lalu diubah warna menjadi hitam dengan cara dicat pilox dan nomor nomor mobilnya diganti menjadi BK 1888 MQ.Para tersangka dipersangkakan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan (Curas) sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.Sebelumnya, Alhadar ditemukan tewas mengenaskan dalam sebuah sumur di belakang sebuah rumah di Jalan Bakal Baru, Desa Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Senin (21/9/2020) sore. Sebelum ditemukan, korban dikabarkan hilang selama sepekan.Ketika ditemukan, tidak ada identitas di tubuh korban. Dari hasil autopsi, diketahui kalau korban dibunuh dan polisi melakukan pelacakan dari lokasi korban ditemukan.

Alfedri Cuti, Gubernur Syamsuar Lantik Indra Agus Lukman Jadi Pjs Bupati Siak
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau Syamsuar melantik dan mengukuhkan 5 kepala daerah di kabupaten yang ada di Riau. Pelantikan itu  berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Sabtu (26/09/2020). Sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri, di Provinsi Riau ada 5 kepala daerah yang di lantik untuk menggantikan pejabat bupati sementara waktu yang mengikuti kontestasi pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.Nama-nama tersebut antara lain, 1 orang Penjabat (Pj) dan 4 orang Pejabat Sementara (Pjs). Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, untuk Penjabat (Pj) yang dilantik oleh Gubernur Riau Syamsuar adalah Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abdi sebagai Bupati Kabupaten Bengkalis."Pelantikan ini berdasarkan SK Kemendagri, saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata Gubernur Riau Drs H Syamsuar Msi.Ditambahkannya, Pengukuhan Pejabat Sementara (Pjs) ini dilakukan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Riau, Sudarman.Adapun Pejabat Sementara (Pjs) yang dikukuhkan diantaranya Roni Rakhmat (Kadis Pariwisata Provinsi Riau) sebagai Pjs Bupati Kuantan Singingi, Indra Agus Lukman (Kadis ESDM Provinsi Riau) sebagai Pjs Bupati Kabupaten Siak, Masrul Kasmi (Staf Ahli) sebagai Pjs Bupati Kabupaten Rokan Hulu, dan Rudyanto (Staf Ahli) sebagai Pjs Bupati Rokan Hilir.Indra Agus Lukman merupakan Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau. Jabatan sebagai Pejabat sementara (Pjs) Bupati Siak hanya sampai tanggal 05 Desember 2020. Sesuai dengan masa cuti Bupati Alfedri yang mengikuti Pilkada Serentak tahun 2020."Alhamdulillah acara Pelantikan ini berjalan dengan lancar. Kita berharap dengan ditunjuknya saudara Indra sebagai Pjs Bupati Siak ini, kita diharapkan dapat melaksanakan Program-program untuk kedepannya dengan baik," ujar Sekda Siak, Arfan Usman.Arfan usman juga menyampaikan arahan dari Pjs Bupati Siak senin ini kita rapat staf opd sekaligus salam perkenalan kepada seluruh opd di kabupaten siak"Acara pengukuhan itu, berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seluruh peserta yang hadir menggunakan masker serta menjaga jarak,"kata Arfan. Sementara itu, Saat ditemui seusai pelantikan Pjs Bupati Siak Indra berharap agar Pelaksanaan Pilkada nanti berjalan dengan lancar."Yang pasti sesuai arahan dari gubernur tadi Siak kan sudah tertata dari awal insyaallah semua akan jalan sesuai prosedur," Kata dia.

Positif Covid-19, Bayi 9 Bulan di Riau Meninggal Dunia
19 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Corona Virus Disease (Covid 19) kembali memakan korban,kali ini kabar duka tersebut datang dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Pekanbaru Provinsi Riau.Sebanyak 2 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 meninggal dunia yakni MYR (9) dari Indragiri Hilir dan NC (47) warga Kota Pekanbaru."Ada penambahan 2 pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia yaitu MYR bayi berusia 9 bulan yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir dan NC (47) warga Kota Pekanbaru," terang Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi saat jumpa pers di Gedung Daerah Pekanbaru, Kamis (18/6/2020).Dikatakannya, terdapat penambahan 6 kasus positif Covid-19 dan penambahan 1 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Riau. "Sampai saat ini, total menjadi 134 kasus positif, dengan rincian 13 dirawat, 113 sehat dan sudah dipulangkan serta 8 orang meninggal dunia," pungkasnya.

5 Imbauan MUI Kota Pekanbaru Cegah Penyebaran Covid 19
25 Maret 2020 PEKANBARU, Petah.id - Sebanyak lima point imbauan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.Surat Imbauan nomor 02/MUI-PBR/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Pekanbaru Prof. Dr. H. Ilyas Husti MA dan Sekretaris Dr. H. Hasyim SPdI MA, tersebut dibuat setelah dampak wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Pekanbaru semakin hari semakin meningkat, baik dalam bentuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Pasien Positif. Setiap hari jumlah pasien yang terkena wabah ini terus meningkat. Ada 5 imbauan yang diterbitkan MUI Kota Pekanbaru terkait penyebaran Covid-19, yakni:1. Mematuhi Instruksi Presiden RI nomor 4 tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, dan Fatwa MUI Pusat nomor 14 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19, serta Imbauan Walikota Pekanbaru Nomor 650 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Tindak Pencegahan Penularan Covid-19. Untuk Bekerja di Rumah, Belajar di Rumah dan Beribadah di Rumah.2. Selama di status tanggap darurat diberlakukan di Kota Pekanbaru maka diimbau kepada pengurus masjid, musholla dan tempat ibadah lainnya untuk melakukan sterilisasi rumah ibadah dengan cara membersihkan ruang tempat ibadah serta lingkungannya, menggulung tikar, menyediakan sabun cuci tangan di tempat kamar mandi dan tempat wudhu, menyediakan hand sanitizer pada setiap masuk pintu masjid serta penyemprotan cairan disinfektan di setiap ruangan dan lingkungan tempat ibadah.3. Selama Masjid, mushalla dan tempat ibadah lainnya disterilkan dalam masa status darurat diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak seperti pengajian, peringatan hari-hari besar Islam, pelaksanaan salat Jumat dan kegiatan lainnya yang mempercepat penularan Covid-19. Pengurus masjid dan mushalla tetap diimbau untuk mengumandangkan azan pada setiap salat lima waktu di masjid dan musalla masing-masing sebagai pertanda dan peringatan masuk waktu salat.4. Kepada masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak dan dianjurkan tetap berada di rumah dengan memperbanyak ibadah, zikir, membaca Alquran, membimbing anak-anak dan keluarga dalam melaksanakan salat berjamaah di rumah serta melakukan usaha-usaha pencegahan penularan Covid-19 dengan selalu menjaga pola hidup sehat sesuai tuntutan Rasulullah SAW.5. Kepada pemerintah diharapkan untuk menutup kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak seperti tempat keramaian, tempat hiburan, bioskop, karaoke, warnet, panti pijat dan tempat-tempat lainnya yang dapat mempercepat penularan dan penyebaran Covid-19 serta melakukan tindakan tegas bagi pelaku usaha yang tidak mematuhinya."Semoga Allah melindungi kita semua dari segala bentuk wabah dan musibah yang membahayakan kita," kata Ilyas Husti.

Ada Pasien Terjangkit Virus Corona di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru, Kadiskes Riau Sebut itu Tidak Benar
02 Februari 2020 PEKANBARU, Petah.id - Isu yang beredar tentang seorang pasien yang terjangkit Virus Corona dirawat di Rumah Sakit Eka Hospital membuat banyak masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru, resah dan bertanya-tanya tentang kebenarannya.Pasalnya Virus Corona ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya dengan cepat dan mengancam nyawa yang terjangkit. Ribuan orang telah tertular dan 300- an korban tewas.Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir menyatakan kabar tersebut tidak benar."Isu yang tersebar mengenai adanya pasien Corona dirawat di Rumah Sakit Eka Hospital itu adalah hoaks atau tidak benar," katanya, Minggu (2/2/2020) siang.Isu tersebut tersebar dari salah satu pesan Whatshapp (WA) yang isi pesannya mengatakan bahwa ada seorang pasien yang terkena Virus Corona setelah kembali merayakan Imlek dari Cina."Selamat malam teman2…Baru dapat info, virus corona telah masuk Pekanbaru, tepatnya di RS Eka Hospital…Informasi jelasnya, warga Indonesia yang baru pulang imlek dari cina, dia merasakan gejala yang sama dengan virus corona, lalu mengecek ke RS Eka Hospital, ternyata dia terkena virus tsbt. Untuk kita semua harap jaga kesehatan, lebih baik menghindari daripada terserang dan berujung penyesalan dikarenakan belum ada obat untuk virus ini, terimakasih", bunyi pesan yang tersebar​ di Whatsapp.Sontak pesan Whatshapp berantai ini menyebar luas, sehingga membuat masyarakat resah, terlebih di Pekanbaru."Menurut laporan yang didapat dari dr Martin, salah satu dokter di RS Eka hospital mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada ditemukan kasus yang dituliskan dalam screenshot WhatsApp tersebut,"jelas Mimi.Sampai saat ini, Eka hospital memang sudah ada melakukan pelayanan terhadap antisipasi virus Corona, dengan melakukan pemeriksaan terhadap 4 WNA dan 1 WNI dengan riwayat traveling."1 WNI tersebut masuk dalam kategori PUI (kategori pemantauan/observasi)," sebut dr Martin, dijelaskan Mimi."Yang jelas bahwa kabar tersebut tidak benar, hoaks. Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari direktur RS Eka hospital terkait hal tersebut, bahwa sampai saat ini belum ada suspect di Riau," terang Mimi.Sumber : Hallo Riau

Pos Jaga Satpol PP Riau Dimolotov OTK
29 Januari 2020 PEKANBARU, Petah.id - Pos jaga kantor Satpol PP Provinsi Riau dimolotov orang tak dikenal (OTK), kejadian itu bertempat di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Insiden itu terjadi sekira pukul 21.10 WIB, Rabu (29/1/2020) malam. Polisi pun telah memasang police line.Tampak ada noda akibat percikan molotov di bagian dinding yang bercat putih. Begitu pula lantainya.Kapolsek Limapuluh Kompol Sanny Handityo didampingi Kanit Reskrim AKP Zulfikrianto dan beberapa petugas dari Pol PP pun masih di lokasi. Kasatpol PP Provinsi Riau, Zainal, juga dikabarkan telah melaporkan kejadian ke Mapolsek Lima Puluh.Kasi Ops Satpol PP Provinsi Riau, Eka Dinata, yang berada di lapangan mengatakan, hingga kini masih dilakukan penyelidikan. Namun saat kejadian tidak ada personel yang berada pos pengaman."Pos pengamanan kosong saat peristiwa terjadi," ungkap EkaPolisi Buru Dua PelakuPelaku aksi teror yang diketahui berjumlah dua orang itu saat ini dalam pengejaran pihak Kepolisian Polda Riau.Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.Dikatakannya, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelemparan molotov di kantor pemerintahan itu."Iya, benar adanya kejadian itu," ungkap Irjen Pol Agung, Rabu (29/1) malam.Ditambahkan mantan Deputi Ciber Badan Intelinjen Negara (BIN), pelaku diketahui menggunakan kendaraan roda dua saat melempar molotov. Kini, para pelaku dalam pengejaran Krops Bhayangkara Riau."Kami sedang kejar pelakunya yang berjumlah dua orang," katanya menegaskan.Pada peristiwa ini, lanjut jendral bintang dua ini, tidak ada koban jiwa maupun kerugian materil yang dialami Satpol PP Provinsi Riau."Kejadian tersebut tidak menimbulkan kerugian, hanya tembok pos jaga yang gosong," jelas mantan Dir Tipideksus Bareskrim Polri tersebut.Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Kepolisan, ditemukan serpihan kaca yang diduga digunakan sebagai molotov. Lalu ditemukan juga sumbu dan bau minyak tanah di pos penjagaan Satpol PP. Sedangkan, pelaku diketahui dua pria yang menggunakan sepeda motor matic. Namun, pelakunya belum berhasil ditangkap.Sumber : Riaupos.co