Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Terbukti Memperkosa, Harun Yahya di Penjara 1000 Tahun
12 Januari 2021 PETAH.ID - Hakim pada  pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seribu tahun kepada penceramah Muslim, Adnan Oktar alias Harun Yahya (64), karena terbukti melakukan kejahatan seksual.Dilansir AFP, Senin (11/1), amar putusan hakim menyatakan menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.Oktar ditangkap pada Juni 2018 setelah kepolisian Turki menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan oleh dia dan organisasi yang dibentuknya.Selama sidang, hakim, jaksa serta terdakwa mendengarkan sejumlah kesaksian korban yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Oktar.Seorang saksi korban berinisial CC mengaku dia dan sejumlah perempuan lain kerap diperkosa dan dilecehkan oleh Oktar.Menurut pengakuan CC, Oktar memaksa sejumlah perempuan yang dia perkosa untuk meminum pil kontrasepsi.Polisi juga menemukan 69 ribu pil KB di kediaman Oktar. Dia berdalih pil itu digunakan untuk mengobati kelainan di kulit dan menstruasi.Oktar membantah dia mempunyai hubungan dengan pemuka agama Muslim, Fethullah Gulen, yang saat ini menjadi buronan pemerintah Turki karena dianggap sebagai dalang upaya kudeta pada 2016. Gulen saat ini bermukim di Amerika Serikat.Oktar mengakui di depan hakim dia mempunyai seribu orang kekasih."Saya mencurahkan banyak cinta untuk perempuan. Cinta adalah kualitas seorang manusia. Cinta membuktikan kualitas seorang Muslim," kata Oktar dalam sidang pada Oktober 2020 silam.Oktar pertama kali mencuri perhatian masyarakat pada 1990-an karena menjadi pemimpin sebuah sekte yang kemudian terkait dengan sejumlah kasus skandal seks.Dia lantas menulis buku 'Atlas Penciptaan' dengan nama pena Harun Yahya, untuk menyangkal Teori Evolusi Charles Darwin. Nama pena itu adalah gabungan dari dua nama nabi, Yakni Nabi Harun dan Nabi Yahya.Oktar lantas meluncurkan stasiun televisi miliknya, A9, pada 2011. Dalam seluruh kegiatan dan ceramahnya, dia selalu dikelilingi oleh sejumlah perempuan yang menari-nari.Tayangan ceramahnya di stasiun televisi itu lantas mengundang kecaman dari para pemuka agama Islam di Turki.Sumber : CNN Indonesia

Laga Akbar, Barcelona Hadapi Bayern Munchen di Perempat Final Liga Champions
14 Agustus 2020 SEPAK BOLA, Petah.id - Laga akbar Barcelona kontra Bayern Munchen pada babak perempat final Liga Champions 2019/2020. Duel ini bakal berjalan seru mengingat kedua tim sama-sama dijagokan bakal memenangi turnamen tertinggi antarklub Eropa tersebut.Dua klub besar itu akan berlaga pada babak perempat final Liga Champions 2019/2020, Sabtu (15/8/2020) di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal.Pemenangnya akan berhadapan dengan Manchester City atau Lyon di semifinal.Di leg kedua babak 16 besar, melawan Napoli, Barcelona menang 3-1 menjamu Napoli. Barcelona menang lewat gol-gol Clement Lenglet dan Lionel Messi, serta penalti Luis Suarez. Barcelona pun lolos dengan agregat 4-2.Sementara itu, Bayern menang 4-1 menjamu Chelsea. Ivan Perisic serta Corentin Tolisso masing-masing mencetak satu gol, sedangkan Robert Lewandowski menyumbang dua gol dan dua assist. Bayern lolos dengan agregat telak 7-1.Laga Barcelona vs Bayern tak bisa dilepaskan dari duel Messi vs Lewandowski. Mereka adalah pilar masing-masing tim. Messi telah mencetak 31 gol dan 25 assist dalam 43 penampilan untuk Barcelona, sementara Lewandowski sudah mencetak 53 gol dan 8 assist dalam 44 penampilan untuk Bayern di semua kompetisi musim ini.Barcelona dan Bayern Munchen memiliki kekuatan yang bisa dibilang seimbang. Dua pemain itu, Messi dan Lewandowski, diyakini bakal jadi pembeda. Laga ini bisa disaksikan di SCTV dan Vidio.com.Prediksi Susunan PemainBarcelona (4-3-3): Ter Stegen; Semedo, Pique, Lenglet, Alba; De Jong, Busquets, Rakitic; Messi, Suarez, Griezmann.Pelatih: Quique Setien.Bayern (4-2-3-1): Neuer; Kimmich, Boateng, Alaba, Davies; Thiago, Goretzka; Perisic, Muller, Gnabry; Lewandowski.Pelatih: Hans-Dieter Flick.Sumber : Bola.com

Pasar di Kota Ajman Dubai Terbakar
13 Agustus 2020 DUBAI, Petah.id - Petugas pemadam kebakaran dan kru pertahanan sipil berusaha memadamkan kebakaran besar yang melalap pasar buah dan sayuran di Kota Ajman, Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu (5/8/2020). Sejauh ini tidak ada korban tewas atau luka yang dilaporkan, dan penyebab kebakaran masih belum diketahui.Kebakaran besar itu terjadi hanya sehari setelah ledakan besar mengguncang Beirut, Ibu Kota Lebanon dan menewaskan setidaknya 135 orang, melukai ribuan lainnya. Saksi mata merekam dan mengunggah video yang memperlihatkan besarnya skala kebakaran di pasar itu di media sosial.Dilaporkan Gulf News, kebakaran terjadi sekira pukul 6 sore waktu setempat. Rajab Elsawi, seorang pemilik toko daging di seberang pasar menghubungi responden pertama tentang insiden itu."Ada lusinan toko di souq itu," kata Elsawi itu sebagaimana dilansir RT. Souq adalah sebutan untuk pasar jalanan di negara-negara Timur Tengah.Penyebab kebakaran masih belum diketahui, namun pasar dikabarkan telah tutup selama berbulan-bulan akibat pandemi Covid-19. The National melaporkan beberapa pekerja di toko-toko terdekat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran, tetapi tidak dapat menghentikan penyebarannya.Media lokal melaporkan bahwa sebuah rumah sakit terdekat dievakuasi karena letaknya yang berdekatan dengan amukan api. Pemadam kebakaran dilaporkan telah mengendalikan api dan sedang berupaya memadamkannya sepenuhnya.Sumber : okezone.com

Bentrokan Terjadi di India yang Dipicu Oleh Postingan Menghujat Nabi Muhammad SAW, Akibatnya Tiga Nyawa Melayang
13 Agustus 2020 INDIA, Petah.id - Setidaknya tiga demonstran tewas di Bangalore, India, usai bentrok dengan aparat keamanan seputar unggahan di media sosial yang di nilai menghina Nabi Muhammad SAW. Kerusuhan itu memicu hujan kecaman kaum Hindu-Nasionalis.Aksi demonstrasi dipicu sebuah unggahan di media sosial yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Akibatnya ribuan demonstran turun ke jalan dan terlibat adu kekerasan dengan aparat keamanan.  Setidaknya 60 polisi mengalami luka-luka ketika massa menyerang kantor polisi di Bangalore, India. Demonstran juga membakar kendaraan dan kediaman seorang anggota parlemen karena dituduh ikut melindungi sepupunya yang menjadi tersangka pembuat unggahan di Facebook.  Stasiun televisi lokal menampilkan gambar di mana demonstran berusaha memaksa masuk ke kantor polisi dan berkumpul di depan rumah politisi tersebut. Ketika situasi kian tak terkendali, polisi melepaskan tembakan peluru tajam dan gas air mata ke arah demonstran. Tiga orang dikabarkan mengalami luka kritis, sementara seorang reporter mengalami cedera ringan, kata kepolisian. Laporan media menyebutkan dua korban tewas dengan luka tembakan di tubuhnya. “Meski para tetua di komunitas ini berusaha menenangkan massa, para demonstran tetap membakar kendaraan dan menyerang kantor polisi,” kata Komisaris Polisi Kamal Pant.Situasi darurat di Bangalore“Para aparat di lapangan tersudutkan dan tidak punya jalan keluar. Mereka akhirnya mulai melepaskan tembakan. Tiga orang meninggal dunia,” imbuhnya. Kepolisian mengumumkan sudah mengamankan tersangka pelaku penghina Nabi Muhammad, bersama setidaknya 110 orang demonstran atas dugaan provokasi kerusuhan dan pembakaran. Situasi keamanan saat ini dilaporkan sudah berangsur pulih.Sejak Rabu (12/8) pemerintah kota menetapkan larangan berkumpul di sejumlah kawasan. Sebanyak 10.000 aparat keamanan diterjunkan untuk mengosongkan wilayah rawan demonstrasi.  Pant mengatakan unggahan yang diyakini menghina Nabi Muhammad saat ini sudah dihapus. Facebook sendiri menolak berkomentar.  “Apa yang ditulis tentang Nabi adalah hasil kerja orang yang sakit dengan niat menyulut kekerasan,” kata anggota Partai Kongres Nasional India (INC), Dinesh Gundu Rao, lewat akun Twitternya. Menurutnya unggahan bernada merendahkan “tentang siapapun, terlebih jika didukung oleh masyarakat, harus ditindak dengan tegas.”Ketegangan antarumat kembali mencuatTersangka yang bernama Naveen merupakan sepupu politisi INC lain. Dalam sebuah pesan video, R. Akhanda Srinivasa Murthy, meminta massa agar menenangkan diri. “Kita semua adalah saudara. Tindak kriminal apapun yang sudah dilakukan, biarkan hukum yang mengganjarnya,” kata dia. "Saya memohon kepada saudara kami yang muslim agar merawat perdamaian.” Bangalore dikenal sebagai pusat industri digital dan komputer di India. Di sana kaum muslim berjumlah sekitar 1,1 juta orang atau mewakili 14% dari total populasi kota.  Kabar kerusuhan di Bangalore memicu gelombang kecaman dari kaum Hindu-Nasionalis India. Sebuah video yang menampilkan kaum muslim berusaha melindungi sebuah kuil Hindu di Bangalore misalnya ditanggapi secara sinis, dan dianggap hanya untuk mengalihkan perhatian dari kerusuhan. Ketegangan antarumat di India belakangan meningkat, terutama sejak Partai Bharatiya Janata dan Narendra Modi berkuasa. Keduanya mewakili ideologi Hindutva yang mengimpikan sebuah negara Hindu di India. Hubungan antara mayoritas Hindu dan kaum muslim semakin terbebani oleh kebijakan pemerintah mengucilkan muslim dari jalur cepat mencari suaka. Jutaan warga muslim juga terancam diusir lantaran gagal membuktikan diri sebagai warga negara dalam Daftar Kewarganegaraan Nasional.