Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Kedapatan Membawa Kayu Olahan Ilegal, Dua Warga Sungai Apit Dibekuk Polairud Polda Riau
05 Februari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Kayu olahan di Perairan Lalang Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak ditangkap Polisi Perairan (Polair) saat sedang patroli pada Kamis (4/2/2021) sekira pukul 03.30 Wib.SU (34) dan JU (33) warga Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit terpaksa diamankan oleh Dirpolairud Polda Riau karena membawa kayu olahan tersebut tanpa izin dengan mengunakan pompong.Demikian dikatakan Dirpolairud Polda Riau Kombes Eko Irianto melalui Kasubdit Gakkum AKBP Wawan.“Keduanya diamankan saat membawa kayu olahan Ilegal jenis meranti dari Sungai Lukit, Kabupaten Kepulauan Meranti tujuan ke Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Kayu yang dibawa itu tidak dilengkapi surat izin," ungkap Wawan.Mantan Kapolsek Kandis Resor Siak itu menuturkan, kayu olahan dalam bentuk papan dan bloti yang diamankan sejumlah lebih kurang 8 meter kubik.Penangkapan keduanya, kata Wawan, berawal dari laporan masyarakat kepada petugas kapal patroli IV-2005 di perairan Lalang tentang adanya distribusi kayu ilegal dari Sungai Lukit.“Lebih kurang lima jam melakukan pengintaian, tim patroli melihat pompong yang mecurigakan, lalu melakukan pengejaran dan pemeriksaan sehingga diketahui, kayu yang diangkut tidak dilengkapi surat izin," terangnya.Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya tengah diproses lebih lanjut dan ditahan di kantor Ditpolairud.Pasal yang diterapkan kata Wawan adalah tentang Tindak Pidana di bidang Kehutanan, Mengangkut, Menguasai atau Memiliki hasil hutan  kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan.Kemudian, pasal 83 ayat ( 1 ) huruf ( b ) Jo Pasal 12 huruf (e) dalam pasal 37 UU RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan dari Undang  undang RI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan Perusakan hutan Jo  Paal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

Takut Diceraikan Jadi Motif Istri di Bukittinggi Bantu Suami Perkosa Wanita Lain
27 Januari 2021 Petah.Id - Setelah melancarkan tindakan asusila, AF (36) dan YN (40) pasangan suami istri di Bukittinggi, Sumatera Barat terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum karena terlibat kasus perkosaan terhadap seorang wanita berinisial S (26). Korban merupakan teman bekerja pelaku (AF) di sebuah toko di kawasan Aur kuning. Sang istri, YN, mengaku terpaksa menuruti permintaan suaminya (AF) untuk membujuk korban agar mau datang ke rumahnya, dan memaksanya berhubungan badan dengan suaminya karena diancam akan diceraikan. Sebelum peristiwa itu, AF diketahui sudah melakukan hubungan terlarang dengan korban sejak tahun 2018. Namun semua dilakukan secara diam-diam, ketika kondisi rumah sedang kosong. Korban juga terpaksa menuruti keinginan pelaku karena diancam foto syurnya akan disebar dan orang tuanya akan dibunuh. Dikutip dari Viva.co.id, pada tahun 2020 hubungan terlarang AF dan korban terkuak oleh sang istri, dan terjadi percekcokkan di dalam rumah tangga mereka. AF kemudian mengancam akan menceraikan sang istri. Karena takut diceraikan, YN terpaksa menuruti permintaan suaminya untuk kembali berhubungan dengan korban. "Ancaman akan diceraikan itulah yang membuat YN menghubungi korban dan membawa korban ke rumahnya dan memaksa korban untuk kembali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan suaminya di hadapan YN, dan terjadi sebanyak 2 kali," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution dalam keterangan persnya, Rabu, 27 Januari 2021. Kemudian, pada tanggal 19 Januari 2021, korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bukittinggi. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/18/I/2021/SPKT Res.Bkt. Tanggal 19 Januari 2021 kedua pasutri itu ditahan. Kedua pasangan suami-istri itu kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk AF dijerat pasal 285 Jo 289 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara. Sedangkan YN dengan pasal 289 KUH Pidana 9 tahun penjara.

Di Bukittinggi Ada Istri Bantu Suami Perkosa Wanita Lain di Rumahnya
27 Januari 2021 Petah.Id - AF (36) dan YN (40) pasangan suami istri warga Gurun Panjang-Pakan Kurai, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, ditetapkan sebagai tersangka kasus perkosaan dan perbuatan asusila terhadap seorang wanita berinisial S (26). Mulanya, YN diminta suaminya untuk memaksa S ke rumahnya untuk melakukan perbuatan asusila. Kasus itu diawali rasa suka AF terhadap korban S, dan berlanjut dengan seringnya AF menggoda korban di tempat mereka berdua bekerja di salah satu toko di kawasan Aur kuning. AF lalu memaksa korban naik motor ke rumahnya dan diminta hubungan badan. Setelah melakukan hubungan badan, AF mengancam akan membunuh orang tua korban dan akan menyebarkan foto dan video syur mereka apabila melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain. Dikutip dari Viva.co.id, Kasat Reskrim Polres Kota Bukittinggi AKP Chairul Amri mengatakan, dari hasil pemeriksaan korban, diduga pelaku melakukan tindakan pemerkosaan yang terjadi pada Jumat, 11 Desember 2020 sekira pukul 21.00 Wib bertempat di dalam kamar rumah pelaku Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, kejadian pemerkosaan terjadi ketika istri AF mengetahui bahwa suaminya sering mengganggu korban. Apalagi, korban dan pelaku AF sama-sama bekerja di salah satu toko di kawasan Aur kuning. "Dari keterangan korban, AF juga sering melakukan pelecehan seksual terhadap korban," kata AKP Chairul dalam keterangan persnya. Celakanya, aksi perkosaan itu terjadi atas bantuan dan disaksikan langsung sang istri. Bahkan istrinya, YN, yang menghubungi korban dan membawa korban ke rumahnya dan memaksa korban untuk melakukan hubungan badan dengan suaminya dihadapan YN. "Untuk motif suami istri melakukan tindakan tersebut masih kita dalami. Saat ini keduanya kita amankan di Polres Bukittinggi," ujarnya. Kemudian, pada tanggal 19 Januari 2021, korban melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bukittinggi. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/18/I/2021/SPKT Res.Bkt. Tanggal 19 Januari 2021 itu kedua pasutri itu ditahan. Kedua pasangan suami-istri itu kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk AF dijerat pasal 285 Jo 289 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara. Sedangkan YN dengan pasal 289 KUH Pidana 9 tahun penjara.

Satu Kali Dua Puluh Empat Jam, Kawanan Pencuri Sarang Burung Walet Dibekuk Polsek Gasib
27 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Lima kawanan pencuri sarang burung walet yang beraksi di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Siak dibekuk Polsek Koto Gasib di wilayah Sungai Apit.Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Dijelaskannya, pengungkapan aksi kawanan pencuri sarang burung walet ini, pada Rabu (27/1/2021 sekitar pukul03.30 WIB Gang Pusara Kampung Teluk Batil, Kecamatan Sungai Apit.“Ada pun kelima kawanan itu berinisial Her (38), Sam (29), Ar (35), Sab (35), dan Jay (27) terduga  penadah hasil curian sarang burung walet,” ungkap Kapolsek Suryawan.Di tempat yang sama, tambah Kapolsek, pelaku sudah dua kali melakukan aksi pencurian."Sementara kerugian ditaksir Rp10 juta dan saat ini kami sedang mendalami kasus tersebut," tambahnya.Dijelaskan Kapolsek Suryawan, pengungkapan ini atas kerja sama Polsek Koto Gasib dengan Polsek Sungai Apit.Pada Selasa (26/1) sekitar pukul 12.35 WIB, telah datang seorang lelaki bernama Lutermen Hura (35) ke Polsek Koto Gasib, melaporkan telah terjadi dugaan pencurian sarang burung walet pada Senin (25/1) petang, di Dusun Sukadamai RT/RW 006/002 Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, tepatnya di budidaya sarang burung walet milik Ardi Irfandi.Hasil olah tempat kejadian perkara ditemukan barang bukti berupa godam atau alat yang bisa digunakan untuk membobol tembok. Dan hasil penyelidikan pelaku diduga berada di Teluk Batil.“Kami langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Sungai Apit Yuda Efiar SH. Bersama personel Reskrim Polsek Sungai Apit, kami melakukan penangkapan empat diduga pelaku pencuri sarang burung walet di Gang Pusata Teluk Batil,” jelas Kapolsek Suryawan.Lewat keterangan keempat kawanan ini, terkuak bahwa mereka memasarkannya kepada Jay. Tak berselang lama, Jay berbasis diamankan.“Selanjutnya kelimanya kami gelandang ke Polsek Koto Gasib. Dari hasil penyidikan, kelimanya beraksi di sejumlah tempat termasuk di Sungai Apit. Namun,  korban tidak membuat laporan,” jelas Kapolsek Suryawan.Ada pun alat yang digunakan pelaku dalam aksinya dan kini menjadi batang bukti adalah, selain delapan sarang burung walet seberat setengah ons, ada juga godam untuk membobol tembok, serta pelepah sawit untuk mengait sarang walet.“Atas apa yang dilakukan kawanan ini, kami menjerat mereka dengan pasal 363  ayat (1) keempat dan kelima KUHP,” jelas Kapolsek Suryawan. 

Diduga Jadi Pengedar Narkoba, MR Diringkus Polsek Sungai Apit
26 Januari 2021 SIAK, Petah.id - MR (22) warga Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak diringkus Polisi Sektor (Polsek) Sungai Apit.MR ditangkap karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Bersama tersangka turut diamankan 2 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,52 gram dan 3  bungkus kosong plastik bening.Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadyanto melalui Kapolsek Sungai Apit AKP Yuda Efiar, disebutkannya pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku sering melakukan transaksi di dalam rumah pelaku."Kita langsung mendatangi TKP kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh RT setempat," ungkap Kapolsek Sungai Apit AKP Yuda Efiar.Dari penggeledahan tersebut, tambah Kapolsek, ditemukan 2 paket narkotika jenis sabu di celana tersangka dan di kamarnya."Penggeledahan badan, pakaian dan rumah ditemukan di dalam kantong celana sebelah kanan pelaku 1 paket yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Kemudian, di dalam kamar pelaku ditemukan 1 paket lagi,di bagian dapur ditemukan 1 unit timbangan digital warna hitam," tambahnya.Tersangka, kata Kapolsek lebih jauh, juga mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan miliknya."Dari hasil introgasi pelaku mengakui bahwa 2 paket narkotika tersebut beserta 1 unit timbangan digital merupakan miliknya," terang AKP Yuda.Saat ini pelaku berikut barang bukti 2 paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,52 gram, 3 bungkus kosong plastik bening, 1 unit handphone android merk Vivo warna biru tipe A5a, 1 unit timbangan digital warna hitam tidak ada merk dan uang sebesar Rp530.000 dibawa dan diamankan di Mapolsek Sungai Apit untuk proses lebih lanjut.

Terbukti Memperkosa, Harun Yahya di Penjara 1000 Tahun
12 Januari 2021 PETAH.ID - Hakim pada  pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seribu tahun kepada penceramah Muslim, Adnan Oktar alias Harun Yahya (64), karena terbukti melakukan kejahatan seksual.Dilansir AFP, Senin (11/1), amar putusan hakim menyatakan menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.Oktar ditangkap pada Juni 2018 setelah kepolisian Turki menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan oleh dia dan organisasi yang dibentuknya.Selama sidang, hakim, jaksa serta terdakwa mendengarkan sejumlah kesaksian korban yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Oktar.Seorang saksi korban berinisial CC mengaku dia dan sejumlah perempuan lain kerap diperkosa dan dilecehkan oleh Oktar.Menurut pengakuan CC, Oktar memaksa sejumlah perempuan yang dia perkosa untuk meminum pil kontrasepsi.Polisi juga menemukan 69 ribu pil KB di kediaman Oktar. Dia berdalih pil itu digunakan untuk mengobati kelainan di kulit dan menstruasi.Oktar membantah dia mempunyai hubungan dengan pemuka agama Muslim, Fethullah Gulen, yang saat ini menjadi buronan pemerintah Turki karena dianggap sebagai dalang upaya kudeta pada 2016. Gulen saat ini bermukim di Amerika Serikat.Oktar mengakui di depan hakim dia mempunyai seribu orang kekasih."Saya mencurahkan banyak cinta untuk perempuan. Cinta adalah kualitas seorang manusia. Cinta membuktikan kualitas seorang Muslim," kata Oktar dalam sidang pada Oktober 2020 silam.Oktar pertama kali mencuri perhatian masyarakat pada 1990-an karena menjadi pemimpin sebuah sekte yang kemudian terkait dengan sejumlah kasus skandal seks.Dia lantas menulis buku 'Atlas Penciptaan' dengan nama pena Harun Yahya, untuk menyangkal Teori Evolusi Charles Darwin. Nama pena itu adalah gabungan dari dua nama nabi, Yakni Nabi Harun dan Nabi Yahya.Oktar lantas meluncurkan stasiun televisi miliknya, A9, pada 2011. Dalam seluruh kegiatan dan ceramahnya, dia selalu dikelilingi oleh sejumlah perempuan yang menari-nari.Tayangan ceramahnya di stasiun televisi itu lantas mengundang kecaman dari para pemuka agama Islam di Turki.Sumber : CNN Indonesia

Polsek Koto Gasib Tangkap 3 Penjudi Togel
10 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 3 orang warga Dusun Suka Makmur RT 02 RK 01 Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak terpaksa diamankan Polsek Koto Gasib.AH (45), HB (35) dan WD (32) ditangkap karena terlibat perjuadian togel, Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.Demikian dikatakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan. Menurutnya terungkapnya perjudian togel itu, atas laporan masyarakat, bahwa di daerah Dusun Suka makmur RT 02 RK 01 Kampung Rantau Panjang ada perjudian jenis togel yang telah meresahkan masyarakat.“Berdasarkan informasi dari masyarakat tersebut, kami turun bersama tim memastikan kebenaran laporan itu. Aktivitas perjudian jenis togel dilakukan di salah satu warung di Kampung Rantau Panjang Dusun Suka Makmur,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.Kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, Ps Kanit Reskrim Polsek Koto Gasib Aipda Leonar Pakpahan SH dan personel Unit Reskrim Polsek Koto Gasib melakukan persiapan untuk penggerebekan.Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB, warung milik HB digerebek dan diamankan tersangka HB berikut barang bukti togel. Lewat pengakuannya terungkap bahwa transaksi dilakukannya kepada AH.“HB menyetorkan hasil rekapan togel serta uang hasil penjualan kepada AH,” jelas Kapolsek Suryawan.Selanjutnya pengembangan dilakukan ke warung milikAH. Ternyata benar, di warung AH ada transaksi judi togel. AH sedang bersama WD yang diduga sebagai pembeli.“Setelah kami lakukan penyidikan, ketiganya mengaku berada dalam jaringan perjudian togel,” ungkap Kapolsek Suryawan.Selanjutnya ketiganya dibawa ke Polsek Koto Gasib untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan dari ketiganya menurut Kapolsek Suryawan adalah satu buah buku rekapan nomor togel, satu lembar potongan kertas tulis nomor togel, satu unit handphone Samsung type SM -A305 F/DS warna hitam metalik, satu unit handphone Samsung model SM -A107F/DS warna hijau tonska, dan uang Rp219 ribu diduga hasil transaksi.“Ketiganya kami jerat dengan pasal 303 ayat 1 KUHPidana,” jelas Kapolsek Suryawan.Lebih jauh dikatakan Kapolsek Suryawan, pihaknya fokus memerangi penyakit masyarakat (pekat), selain narkoba dan lainnya.Suryawan berharap, di tengah pandemi Covid-19 seperti ini masyarakat dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan lebih kreatif dan inovatif bukan malah sebaliknya bermain judi yang akan membawa ekonomi semakin terpuruk.

Sepanjang 2020, Kejaksaan Siak Lakukan 463 Penuntutan
09 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Sebanyak 463 penuntutan dilakukan Kejaksaan Negeri Siak sepanjang tahun 2020.Seperti dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum), Rian Destami, dari sebanyak itu kasus yang menjadi paling banyak yakni pencurian." Dari 463 kasus penuntutan paling banyak kasus pencurian dan disusul oleh kasus penyalahgunaan narkotika," jelas Kasi Pidum Kejari Siak, Rian Destami, Jumat (8/1/2021).Dijelaskan Rian, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya kasus pencurian di Kabupaten Siak." Ditambah di tengah pandemi covid-19 saat ini, tentu ekonomi masyarakat semakin sulit," tambahnya.Untuk tahun 2021, tambah Rian, pihaknya akan fokus dalam menyelesaikan persoalan-persoalan terakit pidana umum." Focusnya menyelesaikan perkara-perkara pidum di Siak," tambahnya.Rian berharap, tahun 2021 ini semua pihak bisa menekan angka kriminalitas di Kota Istana."Semoga kriminalitas di Siak menurun,"ungkapnya.

Direktur PT DSI Ditahan Atas Kasus Karhutla
09 Januari 2021 SIAK, Petah.id - Kejaksaan Negeri Siak tahan Direktur Perusahaan Kelapa Sawit PT Duta Swakarya Indah (DSI), Misno.Kejari Siak menahan Misno setelah menerima berkas tahap II perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Siak.Misno langsung ditahan dan dititipkan di sel tahanan Kepolisian Sektor (Polsek) Koto Gasib.Seperti dikatakan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Siak, Rian Destami, Ia menyebut hal ini merupakan proses tahap II dari Kejati Riau. "Ya, tadi sudah kita terima berkas tahap II, barang bukti dan tersangka. Tersangka perorangan yakni Misno kita tahan dan titipkan di Polsek Koto Gasib," kata Rian.Dijelaskan Rian, perkara ini ada dua tersangka, yakni korporasi yang diwakili Direktur Utama PT DSI. Kedua, perorangan Misno yang dalam struktur perusahaan itu juga menjabat sebagai direktur."Kalau korporasi tersangkanya perusahaan. Kalau perorangan ya ditahan dulu untuk proses lebih lanjut, supaya proses yang kita laksanakan berjalan dengan lancar," kata Rian.Kejaksaan Negeri Siak menangani Karhutla di lahan konsesi PT DSI yang terbakar lebih kurang 8 Hektare.Kejadian kebakaran itu sebanyak 2 kali, yakni pada 27 Januari dan 4 Februari 2020.  Pada kejadian 27 Januari 2020, lahan tersebut terbakar seluas 6 Ha dan 4 Februari 2020 hanya 2 Ha.Untuk memadamkan api di lahan kebun sawit yang terbakar itu, tim gabungan pemadam Karhutla Kecamatan Koto Gasib menurunkan beragam peralatan.Alat yang digunakan seperti mesin pompa ministriker sebanyak 2 unit milik PT Kimia Tirta Utama (KTU) Astra Agro Lestari.  Sementara, petugas yang sedang melaksanakan tugas adalah anggota Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Siak 6 orang, Polisi 10, TNI 2 orang, relawan/MPA  4 orang, masyarakat 5 orang dan karyawan PT DSI 15 orang.Saat ini, kata Rian lebih jauh, Kejaksaan Negeri Siak juga sedang menangani kasus Karhutla 2 perusahaan perkebunan Kelapa Sawit." Kasus Karhutla PT WSSI dan PT GSM," ungkap Rian.Kasus 2 perusahaan tersebut, kata Rian, saat ini prosesnya sedang berjalan dengan agenda menuju putusan."Proses sidang sudah siap, tinggal putusan saja," jelasnya.Perkara  tersebut merupakan limpahan dari Kejagung dan  Mabes Polri."Karena wilayahnya kasusnya  di Siak maka kita yang menyidangkan," jelasnya.PT WSSI dan PT GSM dikenakan pasal 99 UU nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman paling singkat selama 1 tahun dan maksimal 3 tahun."Masing-masing korporasi itu kita tuntut Rp3 miliar dengan tambahan denda Rp40 miliar dan Rp52 miliar," ucapnya.

Viral Kasus Like Akun Porno di Twitter, Ini Jawab Fadli Zon
09 Januari 2021 JAKARTA, Petah.id - Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon sedang ramai diperbincangkan di media sosial Twitter lantaran diduga memberi tanda like di akun porno.Bahkan namanya masuk dalam jajaran trending topic kemarin, Rabu (6/1).Setelah ramai dibahas, anggota Komisi I DPR itu akhirnya buka suara. Fadli mengaku ada keanehan di akun Twitter miliknya itu. Ia membantah memberi tanda like pada akun tak senonoh."Saya dan Tim Admin sudah cek keanehan akun Twitter ini kemarin. Sudah pasti tak pernah like situs tak senonoh, yang ada selalu blokir," ujar Fadli dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Kamis (7/1).Fadli menganggap hal tersebut adalah bentuk kelalaian staf yang turut mengurus media sosialnya. Fadli juga sudah memberikan teguran dan mengevaluasi stafnya."Mungkin saja ada kelalaian staf ketika blokir. Sudah saya tegur dan evaluasi," ujarnya.Berdasarkan pengakuan Fadli, dua hari sebelumnya ia mendapat pemberitahuan ada perangkat lain yang berusaha masuk ke akun miliknya.Ia pun langsung mengganti password. Akun tersebut dikelola oleh tim media sosial Fadli Zon yang berjumlah empat orang"Sekaligus bersih-bersih dari banyak akun anonim tak jelas," kata Fadli.Sumber: CNNIndonesia

Gegara Like Akun Porno di Twitter, Fadli Zon Dipolisikan
09 Januari 2021 JAKARTA, Petah.id - Seorang pengacara bernama Febriyanto Dunggio laporkan Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri lantaran diduga melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan konten pornografi di media sosial, Jumat (8/1/21).Perkara itu telah diterima dengan nomor register LP/B/0018/2021/Bareskrim."Iya benar, kami laporkan ke Bareskrim tadi," kata Febriyanto saat dikonfirmasi, Jumat (8/1).Febri menuturkan bahwa laporan itu dibuat lantaran Fadli memberikan 'like' terhadap akun yang berisi video asusila sehingga langsung terpampang dalam akunnya."Adanya itu di likes akun @fadlizon, maka secara langsung bisa di akses atau di ketahui oleh pengguna Twitter lain entah itu follower akun @fadlizon atau tidak," ucapnya.Menyadur dari CNNIndonesia, Dalam laporan kepolisian yang diduga perkara itu berkaitan dengan kasus pornografi atau prostitusi melalui media elektronik atau media sosial.Kejadian itu diduga terjadi pada 7 Januari 2021 lalu. Dalam hal ini, terlapor yang disematkan dalam kasus itu ialah pemilik akun twitter @fadlizon.Febri menduga bahwa akun twitter itu telah melanggar ketentuan dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 4 (1) Undang-undang Pornografi dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 KUHP."Makanya kenapa kita laporkan pasal 27 ayat (1) untuk ITE dan Pasal 4 ayat (1) untuk Pornografinya," kata dia.Sebelumnya, Fadli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra mengaku ada keanehan di akun Twitter miliknya itu. Ia membantah memberi tanda like pada akun tak senonoh.Fadli menganggap hal tersebut adalah bentuk kelalaian staf yang turut mengurus media sosialnya. Fadli juga sudah memberikan teguran dan mengevaluasi stafnya."Saya dan Tim Admin sudah cek keanehan akun Twitter ini kemarin. Sudah pasti tak pernah like situs tak senonoh, yang ada selalu blokir," ujar Fadli dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Kamis (7/1).Sumber : CNNIndonesia

Kasat Narkoba : 6 Orang Anak di Bawah Umur
31 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Sepanjang 2020 kasus penyalahgunaan narkotika di Siak tercatat sebanyak 140 kasus, bertambah 1 kasus dibanding 2019 yang jumlahnya 139 kasus.Dari data yang berhasil dihimpun, yang sudah menjadi tersangka pada 2019 sebanyak 184 orang dan 2020 sebanyak 185 orang."  Untuk anak di bawah umur tahun 2019 sebanyak 5 orang sedangkan pada 2020 sebanyak 6 orang," terang Kasat Narkoba Siak, AKP Jailani.Dengan kondisi demikian, kata Jailani, pihaknya mengimbau kepada generasi muda untuk tidak terjerumus dalam lembah hitam tersebut." Lakukanlah kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Untuk remaja muslim bisa aktif di kegiatan remaja masjid," kata Jailani. Kedepan, jelas Jailani, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan untuk terus menekan angka peredaran narkotika."Upaya tindakan dan penyuluhan tetap dilakukan kedepan agar tidak ada ruang lagi narkotika merusak negeri kita," ungkapnya.Sementara untuk hasil tangkapan Barang Bukti (BB) Narkotika pada 2020  Polres Siak juga mengalami peningkatan.Tercatat, narkotika jenis Ganja sebanyak 39,519 Gram, Shabu 20,436 Gram, Ekstasi 61 butir dan Happy Five (H5) sebanyak 9500 butir.

Sepanjang 2020, Kriminalitas di Siak Meningkat 178 Persen
31 Desember 2020 SIAK, Petah id - Angka kriminalitas di Kabupaten Siak tahun 2020 meningkat tajam.Dari data yang dihimpun, pada 2019 berjumlah 268 kasus sedangkan 2020 sebanyak 478  kasus.Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya melalui Kasat Reskrim, Noah Aritonang tak menampik hal itu.Menurutnya, di masa pandemi covid-19 menjadi salah satu pemicu tingginya angka kriminalitas tersebut ."Mungkin disebabkan oleh pandemi bisa sehingga perekonomian yang semakin sulit," kata Kasat Reskrim Aritonang, Kamis (31/12/2020) siang.Kendati  demikian, jelasnya, pihaknya mengklaim hal itu selaras dengan penyelesaiannya.Terdata penyelesaian kasus kriminal yang dilakukan Polres Siak juga mengalami kenaikan 27,8 persen dari sebelumnya hanya 223 menjadi 285 kasus.Kedepan, Polres Siak, kata Noah, akan terus meningkatkan upaya preventif dan preemtif.Kemudian, tambah Noah lebih jauh, pihaknya akan perkuat ring serse, patroli, kordinasi dengan instansi terkait." Kita juga akan tingkatkan  tindakan represif/ pengungkapan perkara pidana yang masih menjadi tunggakan," ringkasnya.

Polres Siak Larang Warga Laksanakan Perayaan Tahun Baru
20 Desember 2020 SIAK, Petah.id  - Dalam upaya mencegah terjadinya penularan covid-19 di Kabupaten Siak melalui perayaan malam tahun baru. Polres Siak mengeluarkan imbauan terhadap masyarakat. Hal itu juga dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya. Larangan melakukan perayaan malam tahun baru guna mencegah penyebaran covid-19. "Untuk menjaga stabilitas Kamtibmas sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, malam tahun baru tidak boleh ada pawai, petasan, dan perayaan semacamnya," kata Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya, Kamis (17/12/2020). Kata Kapolres Siak, pihaknya tidak akan segan dalam memberi sanksi tegas jika ada kedapatan warga yang nekat melaksanakan perayaan tahun baru yang mengundang keramaian. "Apabila melanggar kita ada Peraturan Bupati (perbup). Ada undang-undang, ada sanksi sosial yang diterapkan bahkan pidana nantinya, tim gabungan pemburu teking Covid-19 Polres Siak terus melakukan operasi yustisi penindakan terhadap masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditentukan," kata AKBP Doddy. Dengan kondisi covid-19 di Siak masih cukup tinggi, kata Kapolres, maka Ia meminta kepada masyarakat Kabupaten Siak dapat memahaminya. Ia berharap agar semua masyarakat Siak tak ada yang melanggar protokol kesehatan. Kapolres Siak juga memerintahkan seluruh jajaran Polres Siak untuk mensosialisasikan larangan perayaan malam tahun baru. "Bukan untuk mengurangi kebebasan berekreasi tapi semata-mata untuk keselamatan Kita bersama agar terhindar dari Covid-19,sebaik nya rayakan saja  dengan keluarga dirumah masing masing," ungkapnya. Selain mengimbau kepada pengelola hotel, restoran, tempat wisata dan tempat hiburan lainnya, Kapolres Siak juga temui pemuka agama dan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan larangan melakukan perayaan tahun baru yang mengundang keramaian. AKBP Doddy juga memastikan perayaan Natal dan tahun baru 2021 berlangsung aman dan kondusif di masa pandemi Covid-19 ini. " Termasuk bagaimana skema pengamanan perayaan natal dan ibadahnya nanti," tegasnya. " Yang jelas ada beberapa catatan apabila ibadah itu digelar khususnya terkait petunjuk teknis pelaksanaan agar aman dari penularan Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkas orang nomor satu di jajaran Polres Siak.

Peringati HUT ke-69 Humas Polri, Polres Siak Potong Tumpeng
03 November 2020 SIAK, Petah.id -  Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Humas Polri, Polres Siak gelar potong nasi tumpeng bersama seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Siak.Acara tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi wartawan seperti Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO).Kepala Sub Bagian Humas Polres Siak, Iptu Ubaedillah mengatakan di hari yang membahagiakan ini. Ia berharap humas dapat terus menjalin kerja sama yang baik dengan insan pers agar dapat memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat."Semoga hubungan seperti ini terus bisa berjalan dengan baik dan kita dapat memberikan informasi yang edukatif untuk masyarakat," terang Ubaedillah, Selasa (3/11/2020) di Kantor PWI Kabupaten Siak.Ditambahkannya, pihaknya pun siap memberikan informasi tentang prestasi dan kegiatan rutin Polres Siak yang bisa jadi konsumsi publik." Kegiatan rutin bahkan prestasi Polres Siak siap kami distribusikan kepada rekan insan pers agar dapat menjadi konsumsi publik,"  jelas Ubaedillah.Hal senada juga dikatakan Sekretaris PWI Kabupaten Siak, Abdus Salam mengucapkan selamat HUT Humas Polri ke-69." Semoga Humas Polri khususnya Humas Polres Siak terus dapat menjalin komunikasi yang baik dan berbagi informasi kepada insan pers Siak," harap Abdus Salam.Dalam kesempatan itu, dia pun berharap agar Polri terus berbenah agar dekat dengan rakyat."Semoga Polri terus mendapat kepercayaan dalam melayani masyarakat," pungkasnya.Acara tersebut diakhiri dengan makan nasi tumpeng bersama antara Humas Polres Siak dengan Insan Pers Siak.

Gelar Operasi Zebra Serentak 2020 Kapolres Siak Imbau Masyarakat Patuhi Rambu Lalulintas
27 Oktober 2020 SIAK, Petah.id – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas serta mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, Polres Siak gelar Operasi Zebra Lancang Kuning 2020 untuk memastikan masyarakat tetap patuhi rambu lalulintas saat berkendara di tengah pandemi. Operasi Zebra 2020 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, berlangsung selama 14 hari dan akan berakhir pada tanggal 8 November 2020 yang akan datang, untuk Jajaran Polda Riau sandi operasinya adalah Zebra Lancang Kuning 2020. Dikatakatan Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya bahwa operasi Zebra 2020 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat Kabupaten Siak dalam berlalulintas serta mematuhi protokol kesehatan Covid - 19. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalulintas agar terwujudnya Kamseltibcar Lantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalulintas) dan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19, maka masyarakat pengguna jalan juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak selama berkendara. Penerapan protokol kesehatan ini juga salah satu target dalam pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning tahun 2020,” Tegas Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya, Senin (26/10/2020). Hal senada juga dikatakan Kasat Lantas Polres Siak AKP Rosna Meilani, ada 3 prioritas penindakan dalam pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2020. “ Yang pertama pengendara yang tidak menggunakan Helm SNI, yang kedua pengendara dibawah umur atau tidak memiliki Surat Izin Mengemudi ( SIM ) dan yang terakhir pengemudi yang melawan arus serta tidak mematuhi protokol kesehatan cegah Covid – 19,” tutup Kasatlantas Polres Siak.

OS dan 25 Paket Sabu Diamankan Polisi
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Siak kembali menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Kandis, Jumat (22/10/2020) malam. OS (31) warga Kelurahan Kandis diamankan bersama barang bukti 25 paket narkotika jenis sabu yang dibungkus di dalam plastik bening, 1 unit Handphone Merk Nokia Warna Hitam dan sepasang sepatu. Sebelumnya, kasus ini berhasil diungkap berawal dari laporan masyarakat bahwa di Jalan Lintas Kandis - Pekanbaru kilometer 87 Kelurahan Kandis sering terjadi transaksi narkoba. Berbekal informasi tersebut Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Siak langsung kelokasi dan berhasil mengamankan OS yang diduga sebagai pengedar narkotika. " Saat dilakukan penggeledahan tim menemukan 25 paket narkotika jenis sabu terbungkus plastik bening, kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Siak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," Kata Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani.Hasil dari cek urin OS yang dilakukan pihak Polres Siak juga positif mengandung Methamphetamine." Saat ini kita sedang menyelidiki pemasok Narkoba ini kepada tersangka OS," tegas Jailani.

5 Orang Spesialis Pembobol Sekolah di Amankan Polres Siak
21 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sindikat pembobol sekolah di Kabupaten Siak disikat Polres Siak, enam orang berhasil diamankan, sindikat ini setidaknya sudah membobol 5 sekolah di Kabupaten Siak.Lima sekolah itu yakni di SMP Negeri 1 Sungai Mandau, SDN 10 Minas, SMP Negeri 7 Kerinci Kanan, SMAN 1 Pusako dan SMAN 1 Mempura, total kerugian secara keseluruhan Rp. 312,197.000.Kerugian dari masing-masing sekolah bervariatif, ada yang kerugian Rp 20 juta, Rp 46 juta, Rp 137 juta, Rp 15,7 juta dan Rp 92 juta.“Enam pelaku itu adalah HW (30) ini sebagai penadah, kemudian pelaku lainnya TA (35), IP (32), PY (33), Ir (31) IE (32), dan satu orang masih DPO,” kata Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, saat konferensi pers, Rabu (21/10/20) di halaman Mapolres Siak.Pelaku melancarkan aksinya, saat sekolah sedang sepi dan tidak dijaga, dan berhasil mengambil barang-barang seperti Speaker Wireles, printer, infokus, HP, tablet, keyboard, komputer, CPU dan lainnya.“Pelaku ini kita tangkap secara bertahap, 3 kita tangkap di Taluk Kuantan, dan 3 lagi di Rumbai Pekanbaru. Semua pelaku merupakan bukan warga Kabupaten Siak,” kata Kapolres.Kapolres menjelaskan, suatu pembelajaran bagi semua, terutama bagi pihak sekolah, sebab aksi tersebut dikarenakan tidak ada penjagaan pengamanan dari pihak sekolah.“Artinya, jadi pembelajaran bagi kita, satu tindak pidana itu belum tentu orang di sekitar dan belum tentu orang yang tahu lingkungan, tetapi pasti sudah melakukan rencana terlebih dahulu terhadap calon korban, buktinya semua pelaku tidak berasal dari Siak namun bisa membobol sekolah di Kabupaten Siak,” kata Kapolres.Kapolres menjelaskan, pelaku melakukan aksinya dalam rentang Agustus hingga September, namun tidak dipungkiri pelaku melakukan aksinya lebih dari keterangan yang disampaikannya.Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Siak AKP Noak Aritonang mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah sindikat ini pernah melakukan aksi serupa di Kabupaten/kota lain. Namun tidak menutup kemungkin bisa saja terjadi, sebab saat diamankan 3 pelaku berada di Taluk Kuantan, dan kemungkinan juga hendak melakukan aksinya disana.“Terhadap tersangka, akan diterapkan pasal 363 ayat (1) ke-3, 4, 5 dan ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun penjara dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

51 Tablet untuk Belajar Siswa Digondol Oknum Guru Honorer
21 Oktober 2020 Petah.id - SZ (38) seorang guru honorer terpaksa diamankan diamankan oleh tim Satuan Reserse Kriminal Polres Sambas, karena mencuri 51 unit tablet inventaris SD Negeri 13 Pangkalan Bemban, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalbar  Gadget tersebut rencananya akan dipergunakan untuk proses belajar siswa kelas 6, dengan berbasis teknologi informasi. Dikutip dari Kumparan.com, Kapolres Sambas, AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, Iptu Siko SP Suma, mengatakan pencurian tersebut terjadi pada Selasa (29/9), pada pukul 09.30 WIB. Siko memaparkan kronologis kejadian pencurian tersebut."Sebelumnya, pembelian 51 unit tablet tersebut, akan dipergunakan untuk proses belajar pembelajaran bagi siswa siswi kelas 6, dengan berbasis teknologi informasi," kata Siko.  Dana yang dipergunakan untuk pembelian tablet tersebut bersumber dari dana BOS Afirmasi Pusat, yang memang diperuntukkan untuk pihak SD Negeri 13 Pangkalan Bemban. Total pembelian sebanyak 51 unit tablet tersebut, nilainya sekitar Rp 91 juta. “Setelah proses belajar mengajar selesai, biasanya tablet tersebut disimpan di dalam kardusnya, lalu diletakkan di ruang Kepala Sekolah (pelapor). Pada Selasa (29/9) pukul 09.30 WIB, Kepala Sekolah merencanakan untuk melakukan rapat bersama dewan guru, kemudian ia sempat duduk di ruang tamu yang pas kebetulan berhadapan dengan ruang kerjanya,” paparnya.  “Saat itu pelapor melihat di depannya, biasanya ada terpampang Visi dan Misi SDN 13 Pangkalan Bemban, namun pada saat sedang duduk itu ternyata Visi dan Misi SDN 13 sudah tidak ada, setelah berpikir sejenak pelapor baru teringat kalau Visi Misi sekolah itu sudah dilepas dan disimpan di atas kotak atau kadrus Tablet (di dalam ruang kerja pelapor),” lanjutnya. Pada saat pelapor memeriksa tempat penyimpanan 51 unit tablet tersebut, ia terkejut, karena isi kotak tersebut hanya berisi air mineral gelas. “Saat pelapor berjalan menuju tempat penyimpanan tablet, ia terkejut, karena melihat isi kotak tablet itu seharusnya berisikan 51 tablet, berubah jadi air mineral gelas,” ungkapnya,  Ditangkap di Tambora, Jakarta BaratMelihat kejadian tersebut, Kepala Sekolah langsung melaporkan hal ini kepada dewan guru yang ada di sekitar ruangan, dan memutuskan bersama-sama untuk mencarinya.“Setelah berusaha mencari, ternyata tidak ketemu. Akhirnya pelapor bersama dewan guru melakukan rapat, dan sepakat melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian,” jelasnya.  Siko mengatakan, dari sejumlah penyelidikan, mengarah kepada tersangka. Akhirnya tersangka ditangkap pada saat ia berada di tempat kerja barunya, di Tambora, Jakarta Barat.  “Pada saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya tersangka di bawa ke Polres Sambas untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.Sumber : Kumparan.com

Perkelahian Dipangkalan Pisang Tidak Terkait Politik
20 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Ternyata perkelahian dua pemuda Rio Anggara dengan Yudi, sehingga penyebabkan pelipis Yudi luka berdarah , tidak ada kaitannya dengan politik.Sebagaimana diceritakan Yudi di Polsek Koto Gasib, siang itu, tepatnya Senin (19/10) dia hendak memesan kayu. Di perjalanan dia bertemu dengan Rio Anggara."Hubungan kami memang sedang kurang baik, ada permasalahan pribadi di antara kami berdua. Jadi saat bertemu itu, kami adu mulut, berujung pada perkelahian,” jelas Yudi.Karena pelipis luka, usai berkelahi, menurut Yudi dia langsung ke Polsek Koto Gasib. Jadi dia tidak tahu menahu masalah pemberitaan yang mengait-ngaitkan  dengan politik.“Saya tidak ada wawancara atau ditanya siapapun. Sesampai di Polsek, kami didamaikan dan saat ini  permasalahannya sudah selesai. Kami sudah sudah berdamai,” jelas Yudi.Sementara menurut Rio Anggara, saat dia dan Yudi berkelahi, Yudi tidak melakukan perlawanan. “Hal itu yang membuat wajahnya luka. Dia terjatuh,” Saat ini menurut Rio yang berdiri di samping Yudi, permasalahan keduanya sudah selesai.Kami sudah baikan. Kami kembali berteman. Kami tidak berpolitik. Berita yang mengatakan kami berkelahi karena politik itu hoaks,” ungkap keduanya bersamaan.Selanjutnya Yudi dan Rio bersalaman. Dan bersedia difoto sebagai bukti bahwa mereka benar-benar sudah tidak ada masalah.Sementara Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan membenarkan hal itu. Menurutnya kasus itu murni urusan pribadi yang berujung pada perkelahian. Tidak ada kaitannya dengan politik.“Jadi saya memastikan keduanya berkelahi karena urusan pribadi bukan karena politik,” jelas Kapolsek Suryawan.

Bobol SDN 04 Buatan II, Oknum Guru ASN Dibekuk Polsek Koto Gasib
14 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Entah apa yang ada di benak oknum ASN satu ini, sehingga berani mencuri di sekolah tempatnya bekerja. Dan hasil tes urinenya positif menggunakan narkoba.Sebagaimana diceritakan Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, pada Ahad (11/10) pihaknya mendapat laporan dari Kepala SD 04 Buata II Anuzur (55), telah terjadi pencurian terhadap barang inventaris sekolah, berupa sembilan unit tablet merk Evercroos, satu unit layar monitor merk LG 14 inci,1 unit CPU dan keyboard merk HP.“Pencurian itu diketahui terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar 09.00 WIB,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.Pencurian diketahui ketika Kepala SDN 04  Anuzur menyuruh seorang honorer menyusun dan menata barang-barang inventaris di ruangannya.Namun, honorer tidak melihat beberapa barang inventaris berupa sembilan unit tablet merk Evercroos warna hitam, satu unit layar monitor merk LG 14 inci, kemudian, satu unit CPU dan keyboard komputer merk HP.Mengetahui  barang inventaris tersebut sudah tidak ada, kepada sekolah dan honorer berusaha mencari di semua ruangan seisi sekolah. Mereka jug menanyakan kepada penjaga sekolah, namun tidak diketahui di mana barang inventaris tersebut berada.“Lalu Anuzur mengumpulkan semua guru untuk mencari di mana barang-barang inventaris tersebut berada, lalu salah seorang guru berinisial BA (42) mengatakan, Gatot yang telah mencuri barang-barang inventaris tersebut. Sebab Gatot pernah memberinya uang Rp1 juta dan mengatakan, uang tersebut hasil menjual barang-barang inventaris milik sekolah,” jelas Ipda Suryawan.Atas kejadian tersebut disebutkan Kapolsek Ipda Suryawan, pelapor merasa dirugikan sekitar Rp25 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koto Gasib guna pengusutan lebih lanjut. Kemudian dikatakan Suryawan, sekitar pukul 16.00 WIB, personel Polsek Koto Gasib berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian tersebut tanpa adanya perlawanan. “Ps Kanit Reskrim Bripka Leonar Pakpahan SH melakukan penyidikan kepada salah seorang guru SDN 04 yaitu BA (42). Dia mengakui telah melakukan pencurian terhadap barang-barang inventaris sekolah.Sedangkan keterlibatan Gatot menjualkan barang inventaris itu,” jelas Kapolsek Suryawan.Tidak hanya sampai di situ, BA (42) yang saat ini sedang menjalani penyidikan di Polsek Koto Gasib, dilakukan tes urine dan ternyata hasilnya positif menggunakan narkoba. “Sementara saat ini, personel di lapangan sedang melakukan pengembangan kasus ini, berikut mengumpulkan barang bukti yang sudah dipasarkan,” jelas Kapolsek Ipda Suryawan.

Membunuh Pengusaha Mobil Rental di Riau, Pelaku Ditangkap di Panti Pijat Sumut
27 September 2020 PEKANBARU, Petah.id - Kerja cepat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dalam mengungkap pelaku pembunuhan terhadap pengusaha rental mobil, M Alhadar (28) membuahkan hasil.Dua tersangka ditangkap dan ditembak dibagian kaki karena berusaha kabur.Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengatakan, berangkat dari informasi masyarakat, tim menggeledah sebuah rumah kosong yang diketahui milik AN. Di dalam rumah ditemukan bercak darah berserakan di atas kursi, tembok dan lainnya.Ditemui barang-barang korban berupa minyak wangi, handphone Xiomi, Alquran, sarung. "Di botol minyak wangi ada bercak darah," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dan Kabid Humas, Kombes Pol Sunarto, Ahad (27/9/2020).Dari hasil identifikasi, diketahui korban dibunuh di rumah tersebut. Penyebab kematian korban adalah penganiayaan di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul dan tajam secara berulang-ulang.Setelah membunuh korban, tersangka kabur ke Sumatera Utara. Dari hasil pelacakan, diketahui AN kabur ke daerah Binjai dan Langkat. Tim langsung bergerak ke Sumatera Utara dan menangkap AN dan DV."Keduanya diamankan di sebuah panti pijat di Jalan Binjai Simpang Diski, Kota Binjai. Tersangka cukup lihat. Dari Lahat mereka ke Binjai dan ke panti pijat," jelas Kapolda.Ketika diamankan, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada kedua tersangka kerena berusaha kabur dan melawan dengan senjata tajam. Di kaki kiri dan kanan kedua pelaku bersarang timah panas."Riau tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan. Apalagi terhadap nyawa. Ini kejahatan serius. Perlu penanganan serius," tegas Kapolda.M Ahadar dikabarkan hilang setelah mendapat pesanan rental mobil pada 14 September 2020. Pelaku merental mobil selama tiga hari dan meminta korban menjemput ke Koto Gasib.Setelah beberapa hari, korban tak kunjung pulang ke rumah. Istri korban Tutut Winarti mengabarkan kehilangan suaminya di media sosial dan melapor ke Polsek Tenayan Raya pada Ahad (20/9/2020). "Kami mengucapkan turut berbelasungkawa terhadap Buk Tutut Winarti," kata Kapolda.Dari hasil penyidikan sementara, dalam aksinya kedua tersangka mempunyai peran berbeda. DV berperan menelpon korban dan memesan mobil rental sedangkan AN menyediakan rumah.Pengakuan keduanya, ada dua pelaku lain yang ikut menganiaya korban, yakni IR dan DD. Keduanya berperan menganiaya korban dan masih diburu polisi. "IR dan DD, mudah-mudahan ditangkap secepatnya," kata Kapolda.Motif pelaku ingin menguasai mobil korban. Mobil korban berupa mobil merk Daihatsu Xenia warna abu-abu metalik BM 1516 PB dibawa ke Binjai. Lalu diubah warna menjadi hitam dengan cara dicat pilox dan nomor nomor mobilnya diganti menjadi BK 1888 MQ.Para tersangka dipersangkakan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan (Curas) sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 340 KUHP dan atau pasal 338 KUHP dan pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati atau hukuman penjara selama 20 tahun.Sebelumnya, Alhadar ditemukan tewas mengenaskan dalam sebuah sumur di belakang sebuah rumah di Jalan Bakal Baru, Desa Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Senin (21/9/2020) sore. Sebelum ditemukan, korban dikabarkan hilang selama sepekan.Ketika ditemukan, tidak ada identitas di tubuh korban. Dari hasil autopsi, diketahui kalau korban dibunuh dan polisi melakukan pelacakan dari lokasi korban ditemukan.

Simpan Narkoba Wanita Paruh Baya Ditangkap Polres Siak
27 September 2020 SIAK, Petah.id - Tim Satuan Resnarkoba Polres Siak mengamankan satu orang perempuan diduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, Rabu ( 25/9/20).Dikatakan Kasubag Humas Polres Siak Iptu Ubaedillah, seorang perempuan yang diamankan SatRes Narkoba Polres Siak berinisial TA (43).Tersangka TA ditangkap pada Jumat (25/9) sore di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri Km 45 Desa Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau."Barang Bukti narkoba yang disita dari Tersangka TA satu paket dengan berat 0,45 gram yang ditemukan pada saat penangkapan dan," kata Iptu Ubaedillah.Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut."Kasus ini masih dikembangkan dari mana narkoba jenis sabu itu berasal dari keterangan TA dia Mendapat dari IB yang kini sedang kita selidiki kebenaran nya, kita juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar jangan sekali kali mendekati narkoba, apabila ada yang melihat, mengetahui dan mendengar tentang adanya penyalahgunaan Narkoba, agar melaporkan ke pihak Kepolisian," tutup Ubaedillah.

Operasi Teking Satgas Covid-19 Kecamatan Koto Gasib
23 September 2020 SIAK, Petah.id - Pemburu Theking Covid-19 Koto Gasib terus bergerak dan melakukan operasi di Jalan Pertamina sekaligus mensosialisasikan Perda Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan“Setiap hari kami melakukan operasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes),” ungkapnya. Tingkah kesadaran masyarakat Koto Gasib dalam mematuhi prokes, terutama mengenakan masker sudah 98 persen, sehingga operasi dilakukan beberapa jam saja. “Kami juga menyediakan masker bagi pelaku pelanggaran atau pengendara yang tidak mengenakan masker. Pelaku pelanggaran rata-rata warga yang melintasi Koto Gasib,” ungkap Suryawan yang setiap hari turun bersama Tim Yustisi terdiri dari personel TNI, Satpol PP adan Dishub. Bahkan setiap operasi, Camata Koto Gasib Dicky Sofyan ikut mendampingi. “Bagi pelaku pelanggaran, kami minta menandatangani surat pernyataan, sekaligus membaca isi Perda Covid-19, denda Rp200 ribu bagi yang tak mematuhi prokes,” sebut Kapolsek Suryawan. “Saya juga berterima kasih kepada pihak Polsek Koto Gasib. Sebab Bhabinkamtibmas begitu aktif dari rumah ke rumah mengingatkan warga pentingnya mematuhi prokes,” ungkap Camat Dicky Sofyan.Disebutkan Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, operasi ini murni untuk kepentingan masyarakat. Makanya dia terus mengawal sehingga jelas berapa persen tingkat kesadaran masyarakatnya dalam mematuhi prokes. Artinya tugas berat pihak Kecamatan Koto Gasib diringankan oleh Bhabin. Kerja sama ini disebutkannya sangat diapresiasinya. Salah satu caranya tentu dengan mengikuti sejumlah giat yang digelar dna tujuannya untuk kepentingan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 di Koto Gasib.

Sosialisasi Perda Covid-19, Polsek Koto Gasib dan Tim Yustisi Gelar Razia
19 September 2020 SIAK, Petah.id - Upaya menghentikan laju pandemi Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar razia sekaligus sosialisasi wajib masker dan helm.“Kami tidak akan berhenti. Kami ingin Siak kembali ke zona hijau. Sehingga aktivitas dapat kembali normal,” ungkap Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan.Operasi dilakukan di sekitar lapangan sepakbola Koto Gasib, melibatkan personel Polsek dan Tim Yustisi.“Sasaran kami adalah pengendara dan warga yang melintasi wilayah Koto Gasib. Sehingga semua benar-benar daerah dalam penerapan protokol kesehatan dan Perda Covid-19, yang memang sanksinya,” jelas Suryawan.Denda Rp200 ribu bagi warga pelanggar prokes. Dan Rp50 juta untuk perusahaan pelanggar prokes.Tapi apa yang dilakukan ini, berupa razia maupun teguran, murni untuk kepentingan bersama. Untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat.“Operasi ini akan rutin kami laksanakan. Kami berharap operasi ini dapat membuat masyarakat menyadari pentingnya menaatinya protokol kesehatan,” sebutnya.Di sisi lain disebutkan Suryawan, operasi yang melibatkan banyak pihak ini, diharapkan menjadi alat kampanye sebagai bentuk keseriusan semua pihak untuk mengkampanyekan prokes serta menyosialisasikan Perda Covid-19.“Siak adalah rumah kita. Mari kita jaga bersama. Agar kita yang ada di dalamnya tetap sehat dan dijauhkan dari Covid-19,” ajak Suryawan.

Pastikan Pilkada Aman, Polres Siak Lakukan Patroli Cyber untuk "Perusuh"
02 September 2020 SIAK, Petah.id - Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang Polres Siak sudah melakukan beberapa kegiatan untuk mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif pada saat berlangsungnya pilkada."Beberapa kegiatan yang sudah kita lakukan seperti pengecekan material logistik dan fisik kendaraan yang akan digunakan dalam pengamanan nanti, pelatihan pengendalian masa dan pelatihan kepada penyidik yang nanti nya bergabung di sentra Gakkumdu yang akan menyidik pelanggaran Pilkada," kata Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya, di Mapolres Siak, Rabu (2/9/20).Dikatakan Kapolres Siak bahwa Polres Siak juga telah melakukan pemetaan (maping) potensi kerawanan yang akan berujung konflik nanti nya." Polres Siak terus melakukan pemantauan dan penyelidikan untuk memetakan potensi kerawanan yang bisa berujung konflik antar golongan maupun perorangan, salah satunya dengan melakukan Patroli cyber, karena kita ketahui bersama banyak yang memanfaatkan media online atau media sosial untuk mempublikasikan sesuatu, tidak tertutup kemungkinan bertujuan untuk memprovokasi salah satu pihak ataupun salah satu pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil bupati yang nantinya berujung konflik dan kerusuhan," terang AKBP Doddy.Di sisi lain,tambah Kapolres, mengatakan bahwa seluruh jajarannya akan berusaha semaksimal mungkin dalam mengamankan Pilkada serentak nanti demi terciptanya pesta demokrasi yang aman dan lancar."Seluruh jajaran Polres Siak akan dikerahkan maksimal untuk melakukan pengamanan pada Pilkada serentak nanti dan kita sudah tekankan kepada seluruh personel agar tetap menjaga netralitas," tambahnya.Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita berita yang belum diketahui kebenaran nya atau berita Hoax. "Tentunya Pilkada Serentak tahun ini akan sedikit berbeda dengan sebelumnya, kita ketahui bersama Pandemi Covid-19 belum berakhir, nah tentunya selain menjaga situasi agar tetap aman kita juga menjaga masyarakat agar tidak tertular atau terpapar Covid-19 dengan tetap menerapakan protokol kesehatan nantinya dan kita juga berharap kepada seluruh masayarakat agar dapat mendukung kelancaran tugas kita nanti nya dengan bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban serta selalu mematuhi protokol kesehatan seperti tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan tetap menjaga jarak serta hindari kerumunan," tutup Kapolres Siak.

Kantongi 0,54 Gram Sabu RSP Diringkus Polsek Kerinci Kanan
31 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Tim opsnal Polsek Kerinci Kanan berhasil meringkus pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Jalur Dusun 8 Karya Baru Kampung Simpang Perak Jaya SP7, Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.Penangkapan pelaku yang diketahui berinisial RSP (22) berawal dari informasi masyarakat setempat bahwa sering terjadi transaksi narkoba di lokasi penangkapan tersangka tersebut.RSP ditangkap pada Minggu (30/8/20) sekira pukul 19.30 WIB. Setelah mendengar informasi tim opsnal Polsek Kerinci kanan langsung bergerak ke tempat yang dimaksud untuk melakukan penyelidikan dan benar di temukan pelaku RSP di lokasi."Dikarenakan gerak gerik tersangka sangat mencurigakan tim langsung mengamankan dan menggeledah tersangka,"terang Kapolres Siak memalui Kasubag Humas Polres Siak Ubaedillah.Saat dilakukan penggeledahan, tim menemukan barang bukti yang diduga narkoba jenis sabu sabu sebanyak 1 paket dengan berat 0,54 Gram didalam saku pelaku yang diselipkan didalam kotak rokok.“Setelah mengamankan tersangka tim opsnal Polsek Kerinci Kanan langsung bergerak membawa tersangka dan barang bukti ke Polsek Kerinci Kanan, Polres Siak untuk proses penyelidikan lebih lanjut dan dari hasil pemeriksaan tersangka nanti juga akan kami jadikan bahan informasi untuk mengembangkan kasus ini karena kita akan telusuri dari mana tersangka mendapat barang haram tersebut,”tutup Ubaedillah.

Polisi Berhasil Ungkap Pelaku Curanmor dan Penadah
26 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Polisi di Kabupaten Siak berhasil mengamankan dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dan satu orang penadah motor hasil curian.Penangkapan tersangka bermula dari seorang Security Islamic Centre Kabupaten Siak yang menyerahkan seseorang berinisial KR (16) ke Polsek Siak. KR dibawa ke Polisi karena dicurigai akan melakukan pencurian sepeda motor.Digeledah dan diperiksa polisi menemukan satu buah kunci berbentuk T yang terbuat dari besi. KR pun mengakui pernah melakukan pencurian sepeda motor bersama rekannya di wilayah  Kecamatan Siak."Dari keterangan KR Kapolsek Siak Kompol Marto Harahap memerintahkan Panit I Reskrim Polsek Siak Ipda Yeri Efendi melakukan penyelidikan dan pencarian barang bukti serta pelaku lain nya," terang Kapolres Siak melalui Paur Subbag Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga.Dikatakan Dedek, barang bukti serta pelaku lainnya juga berhasil diamankan polisi setelah melakukan interogasi dan penyelidikan oleh KR."Senin (24/8/20) sekira pukul 00.10 WIB polisi berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor sebanyak 6 unit dan rekan pelaku lainnya MK ( 16 ) serta ES (29) sebagai penadah di Desa Langkat, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis,"kata Dedek.Dijelaskan Dedek Prayoga, dari 6 unit sepeda motor tersebut 3 diantara nya sudah ada Laporan polisi nya dan sudah diketahui pemiliknya dengan tiga TKP berbeda yakni 1 di Kecamatan Siak, 1 di Kecamatan Bungaraya dan 1 di Kecamatan Sungai Apit. Sementara itu untuk 3 sepeda motor lainya belum di ketahui pemiliknya. Berikut sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya :_ 1(satu) unit sepeda motor Beat warna merah putih tanpa plat motor dengan nomor rangka MH1JM1113JK-625115 dengan nomor mesin JM11E-1600Q96_ 1(satu) unit sepeda motor Beat warna merah putih nomor terpasang BM 6248 SD nomor rangka MH1JM1123KK037740 dengan  nomor mesin JM11E2020463_ 1(satu) unit sepeda motor Beat warna biru putih dengan nomor rangka MH1JM2117HK590672 dan nomor mesin JM21F1575596. "Bagi masyarakat yang merasa ada kehilangan sepeda motor dengan kecocokan nomor rangka dan nomor mesin seperti yang tertera agar segera melapor Ke Polsek Siak dan untuk ketiga tersangka tercatat merupakan warga Kabupaten Bengkalis dan saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Siak untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,"tutup Dedek.

Siap-Siap! Akan Ada Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
14 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Dengan keluarnya Intuksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 maka hal itu telah menjamin adanya kepastian hukum serta memperkuat dan meningkatkan efektifitas pencegahan dan pengendalian covid-19 di Indonesia.Bupati Siak Alfedri bersama unsur Forkopimda Kabupaten Siak turut mengikuti rapat koordinasi virtual tentang sosialisasi pelaksanaan Inpres bersama Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mentri Dalam Negeri Jendral Tito Karnavian serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Indonesia di Ruang Siak Live Room, Lantai II Kantor Bupati Siak, Kamis (13/8/2020).Instruksi Presiden tersebut dinilai oleh semua pihak bisa menjadi payung hukum bagi petugas di seluruh wilayah untuk menegakkan aturan dalam mendisiplinkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya bersama memutus mata rantai penyebaran covid-19."Intruksi Presiden sangat urgen keberadaannya dan hal ini akan menjadi jawaban terhadap situasi terkini dimana peningkatan kasus (covid-19) di Indonesia termasuk di  Riau dan Kabupaten Siak ini cukup signifikan," sebut Alfedri usai mengikuti Rakor Virtual.Alfedri juga berpandangan bahwa protokol kesehatan mesti dijalankan lebih ketat di tengah masyarakat agar dapay dengan segera memutus mata rantai oenyebaran covid-19."Secara umum, kami telah memahami Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tersebut dan ini menjadi payung hukum bagi kami (Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum di wilayah Kabupaten Siak) untuk mendisiplinkan masyarakat Kabupaten Siak terkait penerapan protokol kesehatan covid-19 secara ketat,"sebutnya.Menurut Alfedri, Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini berisikan 12 point peraturan yang meliputi pelaksanaan protokol kesehatan covid-19, penanganan saat ditemukan kasus di tempat dan fasilitas umum,sumberdaya penanganan covid-19, dan kebijakan pendidikan pada masa penanganan covid-19."Seperti yang di sampaikan Pak Mahfud (Menko Polhukam Mahfud MD) Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini memuat 12 Point peraturan,meliputi pelaksanaan protokol kesehatan covid-19, penanganan saat ditemukan kasus di tempat dan fasilitas umum,sumberdaya penanganan covid-19, dan kebijakan pendidikan pada masa penanganan covid-19,"urainya.Lanjutnya,pelaksanaan koordinasi lintas instansi,penyediaan alatpelindung diri,gerakan mandiri pangan,penerapan jam malam,pembinaan,pengawasan,dan pengendalian pendanaan,evaluasi serta pelaporan.Menurut Alfedri,didalam Inpres itu juga memuat sanksi terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan yang di lakukan oleh perorangan,pelaku usaha,pengelola,penyelenggara,atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum.Sanksi tersebut dapat berupa teguran lisan atau tertulis,kerja sosial,denda administrasi,serta penghentian atau penutupan sementara penyelenggaran usaha."Mengenai sanksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan diberikan hukuman berupa sanksi administratif (denda) dan sanksi sosial seperti membersihkan jalan,memungut sampah,dan lain sebagainya,"sebut Alfedri.Alfedri kemudian menjelaskan bahwa langkah pemberian sanksi merupakan langkah terakhir yang di tempuh,sebelumnya Pemerintah Daerah bersama Forkopimda akan melaksanakan upaya sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020 kepada masyarakat Kabupaten Siak."Tadi pak Mendagri Tito Karnavian juga menyampaikan agar Gubernur, Bupati dan Wali Kota meningkatkan sosialisasi secara massif terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat. Intinya didalam Inpres ini di tekankan pada sosialisasi secara masif agar masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Siak dapat memahami dan melaksanakan dengan penuh tanggungjawab tanpa melakukan pelanggaran,"harap Alfedri.Alfedri menambahkan, Instruksi Presiden mengharuskan Kepala Daerah untuk menyusun dan menetapkan Peraturan Gubenur/Bupati/Wali Kota terkait kewajiban mematuhi protokol kesehatan kepada perorangan,pelaku usaha,pengelola,penyelenggara,atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum."Di dalam Inpres juga mengharuskan setiap Kepala Daerah menyusun dan menetapkan Peraturan Daerah,dalam hal ini saya masih menunggu Peraturan Bapak Gubernur Riau,baru nanti kita buat rancangan peraturan turunannya,tentunya saya bersama Forkopimda akan membahas lebih lanjut terkait hal ini,"pungkasnya.Turut hadir dalam Rapat Koordinasi secara virtual itu Kapolres Siak Doddy Sanjaya, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Jamaluddin, serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak.

Angkut Bawang Ilegal, 5 orang Supir dan Kernet diamankan Polres Siak
16 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Bawang Merah yang diduga ilegal berasal dari Luar Negeri sebanyak 1.875 karung (kampit) atau 16.875 kilogram berhasil diamankan Polres Siak di Jalan Lintas Sabak Auh, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Riau.Dikatakan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SIK, barang bukti bawang merah sudah dimusnahkan pada tanggal 19 Juni 2020 lalu, disaksikan oleh pihak Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Siak serta perwakilan dari Balai Karantina Pertanian Pekanbaru dengan disaksikan tersangka,lengkap dengan berita acara pemusnahan barang bukti."Dalam kasus ini Polres mengamankan 5 orang tersangka, diantaranya 3 supir colt diesel yang mengangkut bawang merah tersebut dan 2 orang kernetnya,lima orang ini sebagai supir berinisial Sur (43), Sub (41) dan IS (27). Sedangkan dua kernetnya ES (35) dan BH (25),"jelas Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya di Mapolres Siak saat melakukan Konferensi Pers terkait pengungkapan tindak pidana Dibidang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan, Kamis (16/7/2020).Ditambahkan Kapolres,terungkap nya kasus tersebut bermula saat anggotanya melakukan patroli di sekitar Jalan Lintas Sabak Auh melihat tiga truk coltdiesel yang melintas mengeluarkan aroma bawang, sehingga diberhentikan dan diperiksa."Saat dicek ternyata truk ini mengangkut bawang merah, tapi supir tidak dapat menunjukan dokumen karantina makanya kelima orang ini dibawa ke Polres Siak bersama juga dengan truk dan bawang merahnya," kata AKBP Doddy.Dari pengakuan tersangka, bawang merah itu mereka jemput di Pelabuhan Rakyat yang berada di Kecamatan Sabak Auh dan setelah semua bawang merah selesai dimuat kedalam mobil cold diesel barulah muatan bawang merah tersebut ditutup dengan menggunakan terpal."Bawang merah ini mereka tutup dengan terpal warna biru dan setelah itu ke 5 (lima) pelaku langsung keluar dari dalam pelabuhan rakyat menuju ke Pekanbaru untuk mengantarkan bawang kepada pemiliknya di Pasar Arengka untuk dijual. Pemiliknya SA hingga kini masih terus kita buru,"tegas Kapolres.Terhadap pelaku diterapkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Pasal 33 Ayat (1) huruf a,b,c Jo Pasal 86 huruf a,b,c UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan atau Pasal 480 ke 2e KUHP Jo Pasal 55 Ke 1e KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).

Disaksikan Kabag Hukum, Lima BUMD Lakukan Penandatanganan Kesepakatan dengan Kejari Siak
20 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Setiap dua tahun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak, melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Kejaksaan Negeri.Penandatanganan kesepakatan itu, tentang penanganan masalah hukum meliputi bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum.Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Siak Aliansyah SH MH didampingiKabag Hukum Pemkab Siak Jon Efendi dan timnya Asrafli. Hadir Direktur PT Permodalan Siak (Persi) Husni Merza, Mohd Soeharto dari KITB, Rajiman PT SPE, Arip Gusnazi dari PT SPS serta Kasi Datun Robby SH.Ada pun lima BUMD itu adalah, PT Bumi Siak Pusako (BSP),PT Sarana Pembangunan Siak (SPS), PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), PT Permodalan Siak (Persi),PT Siak Pertambangan Energi (SPE).“Kami ingin kinerja nyata, permasalahan perdata dan tata usaha negara yang ada di BUMD, kami mendampingi di dua bidang hukum tersebut dan kami mendampingi sebagai pengacara negara,” ungkap Aliansyah.Lebih jauh dikatakannya, pihaknya memberikan bantuan hukum, seperti pengacara di pengadilan."Perlu diketahui, untuk mendampingi kami memerlukan informasi yang valid dari perusahaan dan hal itu kami rahasiakan,” ungkapnya.Ditegaskan Aliansyah, segera inventarisir masalah masalah, sepanjang itu perdata dan tata usaha negara (datun) akan ditangani.Sejauh ini, permasalahan yang sering ditangani adalah kredit macet pihak ketiga, dan itu selalu diselesaikan dengan baik.Sebagai perwakilan direktur BUMD, Husni Merza mengatakan, penandatanganan kerja sama memperlancar operasional dan bisnis BUMD.Untuk PT Persi menurut Husni Merza penandatanganan kerja sama itu untuk kesekian kalinya.“Kami tidak hanya MoU tapi juga tetap koordinasi dan kami merasa sangat terbantu sekali. kami berharap sekali Datun bisa terus membantu, karena kedepannya banyak hal yang harus dihadapi,” ungkap Husni Merza.Datun, untuk kesekian kalinya memperpanjang MoU. Nanti ditindaklanjuti surat kuasa khusus bidang apa saja yang akan dilayani.Sejauh ini, disebutkan Husni Merza, kerja sama dengan PT Persi cukup menggembirakan.Pelayanan yang diberikan sangat membantu dan menunjang kinerja perusahaan.Selain kinerja, laba juga meningkat.

Suami Tega Jual Istri dengan Harga Rp50 Ribu untuk Sekali Kencan
10 Februari 2020 PASURUAN, Petah.id - Moch Sabik Salim Setiyawan (28), warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan tega menjual istri kepada lelaki hidung belang bahkan merekam perbuatan mesum tersebut.Sabik pun tak menampik hal itu, ia membenarkan jika dirinya mengancam F jika tidak menuruti permintaannya."Saya tidak mukul pak. Tapi mengancam pisah ranjang," kata pelaku di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2/2020).Namun keterangan korban (istrinya) kepada polisi, ancaman dan pemukulan pun kerap dialami olehnya jika tidak menuruti perintah suaminya tersebut."Itu kan alibinya. Istri korban mengaku jika ia dipukul jika tidak menuruti perintahnya," kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander.Selain mengancam, pelaku telah menjual istrinya sejak Februari 2019."Tidak setiap hari. Totalnya lebih dari 10 kali saya jual istri," ujar Sabik.Setiap kali istrinya dijual, pelaku pun memungut tarif Rp 50 ribu kepada rekannya. Namun, ada juga yang digratiskannya sebagai pengganti untuk membayar hutang."Saya melakukan ini agar istri saya puas. Selama ini istri mengaku tidak puas dengan saya. Sedangkan untuk video, saya ingin tau seberapa lama teman-teman melakukan hubungan badan," dalihnya.Perbuatan itu dilakukan lantaran dirinya mendapat lontaran jika tidak lama berhubungan badan dengan istrinya."Saya itu kan sering diguyoni Pak. Gak sue kon iku (tidak lama kamu itu), gak kuat ta koen iku (apa kamu sudah tidak kuat). Terus begitu. Terus istri saya diguyoni begitu juga," ceritanya.Sabik dengan istrinya yang berinisial F telah merajut rumah tangga sejak tahun 2016 silam dan telah dikaruniai 1 anak yang masih balita."Saya menyesal. Saya salah," pungkasnya.Selain menangkap suami korban, Polres Pasuruan Kota juga menangkap 4 rekan pelaku yang menyetubuhi F. Keempatnya adalah H (36) dan R (34), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.Juga ada B (22), warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan dan SR (28), asal Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.Pelaku dijerat pasal berlapis, diantaranya UU KDRT, UU TPPO, dan UU Pornografi.Sumber : Jatimnow.com

KPK Tahan Bupati Bengkalis Amril Mukminin
07 Februari 2020 JAKARTA, Petah.id - Bupati Bengkalis Amril Mukminin resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap terkait proyek multiyears atau tahun jamak pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bangkalis, Riau."Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari sejak 6 sampai 25 Februari 2020 untuk tersangka AM ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis.Usai diperiksa, Amril tak banyak berkomentar saat dikonfirmasi seputar kasusnya tersebut. "Tanya penasihat hukum saya saja," ucap Amril.Diketahui, KPK pada 16 Mei 2019 telah menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis. Untuk tersangka Makmur telah ditahan KPK sejak 31 Oktober 3019 lalu.Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning (multiyears) adalah salah satu bagian dari enam paket pekerjaan Jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp537,33 miliar.Proyek pembangunan jalan itu sempat dimenangkan oleh PT Citra Gading Asritama (CGA), namun kemudian dibatalkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis dengan alasan bahwa PT CGA diisukan masuk daftar hitam atau blacklist Bank Dunia. CGA menerima Surat Pembatalan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ). Namun, pada tingkat kasasi Juni 2015, Mahkamah Agung memutuskan PT CGA memenangkan gugatan terhadap Dinas PU Bengkalis dan berhak melanjutkan proyek tersebut.Pada Februari 2016, sebelum Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga ia telah menerima Rp2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning tahun jamak tahun 2017-2019.Setelah Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga terjadi pertemuan antara perwakilan PT CGA dengan Amril. Dalam pertemuan tersebut PT CGA diduga meminta tindak lanjut Amril terkait proyek agar bisa segera tanda tangan kontrak dan Amril menyanggupi untuk membantu.Dalam rentang Juni dan Juli 2017, diduga tersangka Amril telah menerima Rp3,1 miliar dalam bentuk dolar Singapura dari pihak PT CGA. Penyerahan-penyerahan uang ini diduga untuk memuluskan proyek yang akan digarap oleh PT CGA, yakni proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.Sehingga total tersangka Amril diduga menerima uang setidak-tidaknya Rp5,6 miliar baik sebelum ataupun saat menjadi Bupati Bengkalis.Atas perbuatannya, Amril disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.Sumber : Antaranews

Terbukti Selingkuh, Oknum Polwan Divonis Bersalah
04 Februari 2020 BOGOR, Petah.id - Anggota Polwan Polresta Bogor Kota Ipda SD divonis bersalah atas perselingkuhannya dengan sesama anggota polisi berpangkat sama berinisial DS asal Riau.Berdasarkan hasil sidang disiplin Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polresta Bogor Kota, Senin (3/2/2020) memutuskan perwira menengah itu diputus teguran tertulis.Sidang disiplin yang dilakukan Bid Propam secara tertutup di gedung lantai tiga Polresta Kota Bogor.Sidang dipimpin Kompol Pahyuni, sedangkan Kompol Sundarti dan AKP Komar sebagai anggota Majelis Hakim.Sidang disiplin berlangsung sekitar tiga jam dan sempat diskors untuk menentukan hasil vonis persidangan selama 10 menit.Setelah itu, Kompol Pahyuni sebagai Ketua Majelis Hakim langsung memutuskan perkara tersebut.“Sudah selesai (vonis,red). Dan dinyatakan bersalah,” ujar Salah satu Anggota Majelis Hakim, Kompol Sundarti.Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fuiser mengakui jika ia belum menerima salinan putusan sidang disiplin yang dilakukan anak buahnya itu.“Iya saya akan lihat dulu hasilnya, saya akan panggil Kasi Propam, dan menanyakan putusannya seperti apa,” ucapnya.Terkait kesimpulan sidang disiplin apakah anggota Polwan Ipda SD terbukti berselingkuh dengan DS, Kapolresta enggan berkomentar.Untuk diketahui, peristiwa ini bermula dari dugaan perselingkuhan. Ada dua kejadian perselingkuhan yang diduga dilakukan oknum Polwan Ipda SD.Pertama berdasarkan hasil cek post, pada 12 Desember 2018, Ipda SD berangkat ke Pekanbaru Riau.Setelah diintrogasi secara internal keluarga, Ipda SD mengakui perbuatannya telah menemui pria, yang diduga selingkuhannya yakni Ipda DS.Saat kejadian itu, oknum Polwan Ipda SD sempat membuat surat pernyataan atas perbuatannya itu dan dimaafkan oleh RAS, suaminya.Namun, oknum Polwan Ipda SD rupanya mengulangi perbuatannya. Di mana kali kedua itu, dia bertemu dengan polisi asal Riau itu di kawasan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur.Mereka berdua bertemu di sebuah hotel dengan barang bukti check in 23 Maret 2019 dan check out 24 Maret 2019 atas nama oknum Polwan Ipda SD.Geram mendapati sang istri kembali mengulangi perbuatannya, RAS pun melaporkan hal ini ke Propam Polresta Bogor Kota.Propam kemudian menyerahkan kasus ini ke unit reskrim dan melibatkan unit PPA.Namun, kasus tersebut dihentikan di tingkat penyidikan dengan alasan kurang bukti, hingga akhirnya kasus ini ditangani Bid Propam Polresta Bogor Kota.Propam sendiri sudah menyita berbagai alat bukti mulai dari rekaman CCTV hotel, hingga ponsel milik terlapor.Sumber : bogor.pojoksatu.id

Kapolres Siak Beri Penghargaan Personel Polri yang Bekerja Melebihi Panggilan Tugas
31 Januari 2020 SIAK, Petah.id - Tegakkan Keadilan Meskipun Langit Akan Runtuh, kalimat itulah yang disampaikan Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya dihadapan anggotanya saat apel pemberian reward kepada sejumlah personel polisi, di Halaman Mapolres Siak, Jumat (31/01/2020) pagi.Dikatakan Kapolres, ada empat anggota Polres Siak yang diberikan penghargaan oleh institusi polisi." Satu diantaranya adalah Wandri Dodi yang bersama masyarakat membangun panti asuhan secara swadaya. itu untuk menampung anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa sehingga nantinya bersama para ustad untuk mendidik anak tersebut dan diberikan fasilitas tempat tinggal dan makannya disitu,"jelas Kapolres Siak, AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya."Ada Aji seorang staf di Mapolres Siak, ia diberi penghargaan karena dianggap kinerjanya diatas rata rata, rajin dan semua tugas pokok yang diberikan dikerjakan secara maksimal," tambahnya.Dan dua orang anggota polisi lainnya yakni Bripka Mahadir dan Brigadir M Zamri telah berhasil menangkap pelaku pembakar hutan dan lahan yang berada di Kecamatan Koto Gasib."Tidak hanya itu, sebagai bhabinkamtibmas, ia (Bripka Mahadir) juga sangat aktif dalam melaporkan kegiatan ke Polres Siak, dan untuk Mahadir di jajaran Polda Riau, ia mendapat nomor urut 9 di aplikasi Lancang Kuning dalam hal laporan,"ungkapnya.Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan dari institusi kepada anggotanya yang melaksanakan tugas melebihi dari panggilan tugasnya.Ia berharap hal ini menjadi motivasi kepada anggota polisi lainnya agar selalu menegakkan keadilan dan kebenaran di tengah-tengah masyarakat.

Pos Jaga Satpol PP Riau Dimolotov OTK
29 Januari 2020 PEKANBARU, Petah.id - Pos jaga kantor Satpol PP Provinsi Riau dimolotov orang tak dikenal (OTK), kejadian itu bertempat di Jalan Letkol Hasan Basri, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Insiden itu terjadi sekira pukul 21.10 WIB, Rabu (29/1/2020) malam. Polisi pun telah memasang police line.Tampak ada noda akibat percikan molotov di bagian dinding yang bercat putih. Begitu pula lantainya.Kapolsek Limapuluh Kompol Sanny Handityo didampingi Kanit Reskrim AKP Zulfikrianto dan beberapa petugas dari Pol PP pun masih di lokasi. Kasatpol PP Provinsi Riau, Zainal, juga dikabarkan telah melaporkan kejadian ke Mapolsek Lima Puluh.Kasi Ops Satpol PP Provinsi Riau, Eka Dinata, yang berada di lapangan mengatakan, hingga kini masih dilakukan penyelidikan. Namun saat kejadian tidak ada personel yang berada pos pengaman."Pos pengamanan kosong saat peristiwa terjadi," ungkap EkaPolisi Buru Dua PelakuPelaku aksi teror yang diketahui berjumlah dua orang itu saat ini dalam pengejaran pihak Kepolisian Polda Riau.Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.Dikatakannya, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelemparan molotov di kantor pemerintahan itu."Iya, benar adanya kejadian itu," ungkap Irjen Pol Agung, Rabu (29/1) malam.Ditambahkan mantan Deputi Ciber Badan Intelinjen Negara (BIN), pelaku diketahui menggunakan kendaraan roda dua saat melempar molotov. Kini, para pelaku dalam pengejaran Krops Bhayangkara Riau."Kami sedang kejar pelakunya yang berjumlah dua orang," katanya menegaskan.Pada peristiwa ini, lanjut jendral bintang dua ini, tidak ada koban jiwa maupun kerugian materil yang dialami Satpol PP Provinsi Riau."Kejadian tersebut tidak menimbulkan kerugian, hanya tembok pos jaga yang gosong," jelas mantan Dir Tipideksus Bareskrim Polri tersebut.Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Kepolisan, ditemukan serpihan kaca yang diduga digunakan sebagai molotov. Lalu ditemukan juga sumbu dan bau minyak tanah di pos penjagaan Satpol PP. Sedangkan, pelaku diketahui dua pria yang menggunakan sepeda motor matic. Namun, pelakunya belum berhasil ditangkap.Sumber : Riaupos.co

Ayah Tega Hamili Anak Kandung, Lalu Bunuh Bayinya
29 Januari 2020 MURUNG RAYA, Petah.id - Tega nian Robendi(43), warga Desa Batu Karang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya. Entah apa yang merasukinya, pria yang sudah lama bercerai dengan istrinya tersebut nekat menggauli anak kandungnya hingga hamil.Tidak hanya melakukan hubungan terlarang, pria berusia kepala empat lebih tersebut juga membunuh anak sekaligus cucu yang disudah dilahirkan dari hubungan sedarah dengan R.Kapolres Mura AKBP Dharmeshwara Hadi Kuncoro sebagaimana dari rilis Humas Polda serta tambahan dari Kabag Ops AKP Budi Nugroho menerangkan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh pria yang sudah lama bercerai dengan istrinya tersebut terjadi pada September 2019 lalu. Tersangka mengakui perbuatannya karena kesal bayi yang berusia tujuh hari tersebut menangis.“ Kisahnya pada hari Kamis 26 September 2019 sekira pukul 07.30 WIB bayi laki-laki berumur tujuh hari yang belum mempunyai nama tersebut menangis di dalam kamar. Kesal atas tangisan tersebut, tersangka langsung bangun dan banting bayi ke lantai. Bantingannya sebanyak tiga kali,” ujar Kabag Ops.“Tidak puas dibanting, bayi tersebut kembali diinjak dibagian kepala dan dada hingga akhirnya meninggal dunia,” tambahnya.Menurut Budi, usai dipukul hingga tewas, tersangka memaksa anak keduanya bernama Kamil untuk menggali tanah sebagai makam disebelah kanan ibu bayi malang tersebut yang lebih dahulu meninggal karena pendarahan usai melahirkan. Makamnya didepan pondok yang dihuni tersangka.“Selang beberapa waktu kemudian, Kamil sebagai anak kedua tersangka melarikan diri dari ayahnya lalu melaporkan ke petugas kepolisian Polres Murung Raya,” ujarnya.Usai mendapat laporan belum lama ini, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Murung Raya untuk proses pengembangan lebih lanjut.Saat ditanya terkait adanya informasi tersangka menghamili anak kandung sebanyak tiga kali dan membunuh dua anak dari hasil hubungan terlarang, Budi mengatakan masih dalam proses pengembangan.“Sekarang kita masih dalami kasus yang terjadi pada September 2019 dulu ni mas. Nanti baru disampaikan lagi,” terangnya.Terhadap tersangka dikenakan UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 80 ayat 4 dengan ancaman 15 tahun penjara, karena menyebabkan meninggalnya seorang bayi. Karena korban merupakan anak kandung, ancaman hukuman penjara ditambah lima tahun menjadi 20 tahun.Untuk diketahui, tersangka Robendi sudah lama bercerai dengan istri sahnya. Sedangkan anak kandung yang dihamilinya berinisial R sudah meninggal usai melahirkan bayi malang tersebut.Sumber : Kumparan.com

Ali Tega Bunuh lalu Membakar Rosidah Karena Tak Terima Dibilang Gendut
28 Januari 2020 BANYUWANGI, Petah.id - Ali Heri Sanjaya (27) akhirnya ditangkap Polisi Iantaran tega membunuh Rosidah, wanita yang mayatnya ditemukan gosong terbakar.Pelaku merupakan teman kerja korban di sebuah warung, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Banyuwangi. Pelaku tega membunuh Rosidah karena dendam. Ia tidak terima sering olok-olok gendut atau kerap mendapatkan body shaming dari korban."Jadi pelaku ini teman kerja korban di salah satu rumah makan. Pelaku sering diolok-olok korban di depan banyak orang," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara saat jumpa pers, Selasa (28/1/2020)."Selama bekerja korban sering menghina pelaku dengan kata-kata gendut, boboho, sumo, dan kesulitan ekonomi," tambahnya.Pelaku akhirnya merencanakan aksi pembunuhan tersebut. "Pelaku meminta korban mengantar pulang. Tapi ternyata hanya akal-akalan saja untuk mengelabui korban. Dibunuh kemudian dibakar mayatnya," lanjutnya.Mayat Rosidah ditemukan gosong terbakar di ladang kelapa di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Jasad korban ditemukan terbakar lebih dari 75 persen hingga sulit dikenali.Dengan bantuan dari tim Laboratorium Forensik Dokpol Biddokkes Polda Jawa Timur, identitas korban terungkap. Ia warga Lingkungan Papring, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.Sumber : Detik.com

Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie Dicopot dari Jabatannya oleh Yasonna Laoly
28 Januari 2020 JAKARTA, Petah.id - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (menkumham), Yasonna Laoly, copot Ronny F Sompie dari jabatannya sebagai Dirjen Imigrasi. Hal itu merupakan buntut panjang dari telatnya eks caleg PDIP, Harun Masiku, terdekteksi keberadaannya di Indonesia.Yasonna mengatakan pencopotan Ronny terhitung per hari Selasa (28/01/2020) ini.Dikatakannya lagi, pencopotan itu lantaran tim Irjen Kemenkumham tengah mengusut penyebab adanya delay dalam pendeteksian kedatangan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta pada 7 Januari lalu."(Ronny Sompie) difungsionalkan. Jadi nanti tim independen (Irjen Kemenkumhan dan beberapa instansi lain) ini bisa berjalan dengan baik," ujar Yasonna di Istana Negara, Jakarta."Karena saya mau kita betul-betul terbuka dan melacak mengapa ini terjadi delay," lanjutnya.Yasonna pun telah menunjuk Irjen Kemenkumham Jhoni Ginting sebagai Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Imigrasi ."(Plh) Irjen dan sistiknya (Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian -red) juga (dicopot). Karena sangat menentukan itu mengapa sistem tidak berjalan dengan baik. Mereka bertanggung jawab soal itu," ucapnya.Simpang siur keberadaan Harun sempat membuat geger publik usai OTT KPK pada 8 Januari lalu. Pada 13 Januari, Ditjen Imigrasi Kemenkumham menyatakan Harun Masiku pergi ke Singapura sejak 6 Januari dan belum ada catatan kembali.Hal ini diperkuat oleh pernyataan Menkumham Yasonna yang menyebut Harun memang ada di luar negeri.Belakangan, baru terungkap bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari 2020. Namun hal itu baru diumumkan pihak Imigrasi pada 22 Januari dengan alasan sistem Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta mengalami delayAdapun dalam kasusnya, Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama Wahyu, eks caleg PDIP sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina; dan swasta yang juga eks caleg PDIP bernama Saeful Bahri.Wahyu diduga menerima suap Rp 600 juta dari commitment fee sebesar Rp 900 juta. Rinciannya, Rp 200 juta diterima Wahyu melalui Agustiani pada pertengahan Desember 2019. Sementara Rp 400 juta diterima Wahyu dari Harun melalui Saiful dan Agustiani pada akhir Desember 2019.KPK masih mengusut dari siapa uang Rp 200 juta yang diberikan Agustiani kepada Wahyu pada pertengahan Desember 2019. Sebab KPK menduga, uang Rp 200 juta itu merupakan bagian dari Rp 400 juta yang diterima Agustiani, Saeful, dan eks caleg PDIP Donny Tri Istiqomah.Suap tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah Harun menggantikan caleg pengganti Riezky Aprilia dalam mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.Sumber : Kumparan.com