Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Pekan Depan, Pemprov Riau Agendakan RUPS 2 BUMD
16 Februari 2021 PEKANBARU, Petah.id - Untuk mengukuhkan Calon Komisaris dan Direksi di BUMD PT SPR dan PT PIR, Pemprov Riau kembali agendakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan depan.Demikian dikatakan Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau, Jhon Armedi Pinem saat dikonfirmasi terkait jadwal RUPS dua BUMD Riau."Kemungkinan pekan depan," sebutnya, Selasa (16/2/21) di Pekanbaru. Akan tetapi, John tidak menjelaskan kapan jadwal pasti RUPS tersebut."Nanti diinformasikan kembali jadwal pastinya," ulasnya lagi.Terpisah, calon Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau yang terpilih H Jonli, juga membenarkan rencana RUPS tersebut. Bahkan dia mengaku mendapat informasi tanggal 24 Februari mendatang.Seperti diketahui, RUPS dua BUMD Riau itu sempat tertunda. Sebelumnya, telah dijadwalkan Rabu (3/2/21) lalu.Berdasarkan hasil Tim Pansel, para calon komisaris yang lulus  Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) itu diantaranya, H Jonli terpilih sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau dan Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau John Armedi Pinem sebagai Komut PT Sarana Pembangunan Riau (SPR).Sedangkan untuk Dirut PT PIR yakni, Adel Gunawan. Lalu, Direktur PT PIR Syafrudin Atan dan Direksi PT SPR yakni Fuadi Noor.Sumber : Media Center Riau (MCR)

Liburan Akhir Tahun? Istana Asyerayah Al Hasyimiyah jadi Tempat Pilihan di Riau
28 Desember 2020 SIAK, Petah.id -  Libur akhir tahun mungkin sudah dinantikan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sambil bepergian.Kalau Anda masih mencari tempat berlibur, kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ini mungkin patut dipertimbangkan.Anda yang suka wisata sejarah bisa berkunjung ke Istana Siak Asyerayah Al Hasyimiyah yang masih menyimpan beragam tentang peninggalan kejayaan Kerajaan Siak.Untuk masuk ke Istana Siak, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu mahal. Untuk dewasa dan anak-anak domestic cuma dikenakan Rp10.000 dan Rp5.000 sementara untuk pengunjung mancanegara bagi dewasa dan anak-anak dikenakan Rp25.000 dan Rp15.000 saja.Memasuki Istana Peninggalan Sultan Hasyim, nuansa kerajaan zaman dahulu pun langsung bisa kita nikmati.Kedalam, kita langsung disambut patung mirip manusia pada zaman kerajaan sedang melakukan rapat." Patung itu berada di Ruang Gading, kenapa Ruang Gading karena kursinya terbuat dari Gading Gajah," kata petugas penjaga Istana Siak, Mardianto.Istana Peninggalan Sultan ke sebelas itu juga menawarkan banyak benda sejarah yang bisa menjadi pengetahuan kita tentang kemahsyuran Kerajaan Siak pada masa itu." Ada cermin milik permaisuri yang konon ceritanya itu menkadi cermin awet muda bagi permaisuri," kata Mardianto.Jika beruntung, pengunjung juga dapat menikmati alunan musik dari alat musik yang cuma ada dua di dunia yakni Komet.Komet ada cuma di Jerman dan Indonesia tepatnya di Istana Siak." Zaman dahulu, Komet dimainkan saat menyambut para tamu raja," tambahnya.Tidak hanya itu, wisatawan yang masuk ke Istana Siak juga bisa melihat Kursi Singgasana.Menariknya, Kursi Singgasana Raja itu terbuat berlapis Emas 18 karat pada masa Sultan Hasyim."Kursinya masih asli," terang Mardianto.Wisatawan juga bisa melihat Lemari Besi berusia ratusan tahun yang hingga saat ini tidak bisa dibuka.Cerita yang terdengar hingga saat ini, lemari besi atau brankas kerajaan tersebut berisi dokumen penting tentang harta Kerajaan  Siak hingga persoalan pribadi Sultan.Diprediksi didalam lemari besi itu juga ada benda berharga."Sudah beberapa kali dicoba dibuka bahkan mendatangkan para ahli tapi tetap saja tidak bisa dibuka," ungkap Mardianto.Selain Istana Siak Asyerayah Alhasyimiyah, wisatawan yang datang ke Kota Siak juga dapat berkunjung ke situs sejarah lainnya seperti di makam para Sultan Siak dahulunya.Ada Masjid Syahbudin, Masjid yang dibangun pada masa kerajaan dahulunya.Tidak jauh dari Istana Siak, Wisatawan yang datang ke Siak bisa bermain ke Taman Tengku Mahratu, disana, mata pangunjung bisa dimanjakan dan menikmati suasana di Tepian Sungai Jantan. "Disana juga banyak jajanan kuliner yang patut pengunjung coba," kata Mardianto.Kendati demikian, di tengah pandemi covid-19, pengelola sangat perketat protokol kesehatan (prokes) untuk mecegah penyebaran covid-19 ituSebab, untuk masuk Istana Siak, selain wajib menggunakan masker, pengunjung juga dicek suhu tubuhnya.

Ciptakan Motif Batik Siak menuju Haki
29 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Batik jadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO. Upaya melestarikannya pun terus dilakukan dengan cara memperingati Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober.Pembatik muda pun bermunculan, salah satunya di Kabupaten Siak. Lelaki itu, sepintas penampilannya tak jauh berbeda dengan lelaki seusianya. Gayanya terlihat biasa saja dengan rambut ikal dan pangkasnya yang rapih.Namun siapa mengira, di balik gayanya yang biasa, pemuda Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak itu, memiliki pemikiran dan melakukan sesuatu yang tak biasa.Diawali dari senang melukis dan membuat sablon, ayah tiga anak bernama Deni Apriadi mengekspresikan bakat dan keterampilannya.Di usia yang ke-33 tahun, lelaki yang memiliki jiwa seni itu, melestarikan budaya Siak dan mengenalkannya melalui desain batik yang bermotif sejarah Siak.Malay HeartBeart" Kita juga harus mempertahankan budaya Siak dan mengkampanyekannya ke dunia luar bahwa identitas Siak itu ada," jelas Deni Apriyadi yang memulai mendesain batik sejak 2 tahun lalu.Setiap motif batik yang  Deni buat ada maknanya, dengan mengangkat tentang sejarah Siak. Misalnya pada desain batik Naga Bertangkup, menurut Deni, itu merepresentasikan sebagai simbol Kerajaan Siak. Gambar Naga Bertangkup itu selalu dikelilingi 4 keris yang melambangkan dahukunya di Kerajaan Siak ada datuk 4 suku, kadang di motif ada 12 titik  yang juga melambangkan Kerajaan Siak memiliki 12 sultan."Satu desain batik bisa dikembangkan menjadi 50-60 motif jika dibuatkan ke baju," kata Deni.Malay Tribe ArtAyah 3 orang anak itu juga menceritakan, untuk motif batik yang sudah memiliki beberapa desain contohnya desain Naga Bertangkup, Muhammad Bertangkup, desain Frame Jendela Istana Siak yang dia dekoratifkan, dan ada juga desain Bunga Tenun."Sekarang saya juga mendesain motif Zapin. Semoga ini segera diluncurkan," katanya dengan senyum." Dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 18-20 motif dalam satu desain baju batik," jelas Deni singkat.Menggunakan alat seadanya dalam mendesain batik Siak, membuat Deni tidak ingin menyerah dengan kondisi, ada atau tidak ada order dia terus mendesain. Baginya saat ini apapun yang ada itu yang ia berdayakan dulu. Ia berprinsip jika terus menunggu maka tak akan menghasilkan karya."Semoga produk ini semakin besar dan diminati pasar dan bisa diterima di tengah masyarakat Riau, secara khusus dan luar daerah secara umum," harapnya.Diakui Deni, persoalan pemasaran masih menjadi kendala utama. Namun, ia tetap bersyukur sebab desain batik buatannya sudah terjual keluar kota seperti dari Kota Dumai dan Pekanbaru."Tapi sementara waktu ini memang  masih pembeli lokal di Siak yang mendominasi," kata Deni.Batik ZapinDemi memikirkan mematenkan motif batiknya. Saatnya dia mengakukan ke Hak Kekayaan Intelektual (Haki).Deni juga berharap agar pelaku UMKM seperti dirinya dapat penanganan serius oleh pemerintah. Apalagi di masa pandemi seperti ini.Untuk batik Siak dijelaskan Deni, belum memiliki stok. Dia hanya bisa buat saat sudah ada yang order duluan. Biaya produksi yang besar menjadi kendala Deni jika harus stok barang.

Arif, Tawarkan Ketulusan, Ketegasan dan Perubahan
24 September 2020 SIAK, Petah.id - Arif Fadilah bukan ayah atau suami yang sempurna. Namun kejujurannya dalam mengekspresikan perasaannya dan sikap apa adanya yang membuat dia sempurna di mata istri dan juga anak-anaknya. Bicara Arif, bicara tentang lelaki berkumis, galak, suara lantang terlebih saat ada yang tak beres. Tapi opini itu, terpatahkan jika sudah mengenalnya dengan baik. Arif orang yang santun lagi jenaka. Arif sudah menjadi  yatim saat berusia 11 tahun. Dia anak kedua dari tiga bersaudara dengan ibu seorang guru. Masa kecilnya yang berat membawanya hidup dengan penuh disiplin dan menghargai  keadaan. Menghargai keadaan di sini, dia tahu harus bersikap apa dengan orang yang sudah berbuat baik dengannya. Sikap itu terbawa hingga dia menjadi ayah dari tiga putri dan satu putranya.Dikisahkan Hj Dra Jamilah MM yang mendampinginya selama 32 tahun, dia mengenal Arif ketika masih kelas II SMP di Pagurawan, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.  Saat itu Arif mencari keluarga ayahnya. Sebab dia sudah ditinggal ayahnya sejak kelas IV sekolah dasar. “ Saat itulah kami bertemu. Karena saya masih Kelas II SMP, cinta-cinta monyet lah namanya kami dulu itu kan. Ternyata kami berjodoh dan dia menjadi suami saya sampai sekarang ” ungkap Jamilah mengenang perjalanan cintanya dengan Arif.Dia suami yang baik, sekaligus ayah yang tegas untuk keempat anaknya. Dia bisa memahami suatu kondisi, sehingga apa yang dilakukannya selalu dalam batas wajar. Tidak pernah dia marah tanpa alasan. Tidak pernah dia memberi sanksi melebihi dari kesalahan yang dibuat. Bahkan dia lebih banyak memaafkan dari pada harus memberi sanksi. Sebab dia sebenarnya begitu peka dan memahami kenyataan.Mungkin perjalanan hidupnya membuat dia kalau bicara kuat atau tegas. Tapi selalu di balik itu ada niat baik dan ketulusan. Sementara putrinya Syarifah Kemala SPd ingat batul bagaimana ayahnya melarang mereka pergi dengan orang yang belum dikenal dengan baik. “Ayah begitu khawatir atas keselamatan kami. Bahkan sangkin khawatirnya, ayah tidak sungkan jika harus meledak ledak melarang kami keluar rumah jika itu tanpa tujuan yang pasti ” jelas Sarifah Kemala.Disebutkannya, belakangan dia tahu, keresahan ayahnya itu karena tidak bisa tenang kalau masih ada anak-anaknya yang belum pulang. Dari pada resah, ayah memilih melarang pergi, jika keluar rumah tanpa tujuan. Ayah juga sangat perhatian sama anak-anaknya, dari urusan sekolah sampai benda-benda yang ada di dalam kamar dan belum lengkap ayah sempurnakan. “Misalnya peralatan mandi, seperti sampo dan sabun mandi, pokoknya hal-hal kecil dari A sampai Z ayah begitu perhatian,” ucapnya.Sementara dr Syarifah Nadya  menyebutkan ayahnya memberikan pelajaran yang mungkin tidak didapat di sekolah. Bagaimana cara menghadapi orang, berbuat baik sama orang, membalas kebaikan-kebaikan otang, tidak boleh lupa dengan kebaikan orang. Ayah lebih sering mengajarkan yang Seperti itu. “Sampai saat ini, saya selalu ingat pesan-pesan ayah itu. Ternyata apa yang ayah maksud, apa yang ayah ajarkan, benar-benar sangat bermanfaat dalam menjalani hidup ini. Dan bagi saya pesan ayah itu salah satu kunci menjalani hidup ” jelas Syarifah Nadya.Said Muhammad Firdaus, menyebutkan ayah memberikan semua anak untuk berkembang, dia tidak meminta anak menuruti kemauannya, ayah memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk memilih yang terbaik karena dia percaya kepada anak-anaknya. “Karena dia tahu apa yang kami inginkan, sebab dia yang begitu dekat dengan kami. Sampai hal-hal kecil kami akan ceritakan ke dia jika itu perlu ” ungkap Said Muhammad Firdaus.Sedangkan Syarifah Muthya merasakan kehangatan ayahnya ketika sakit. Ayah begitu perhatian. Terlihat betul ayah begitu khawatir. Banyak bertanya tentang yang dimaui anaknya. Namanya orang tidak punya selara apa-apa, tentulah tidak ada permintaan. Tapi begitulah dia adanya. “Dia tidak ingin melihat anak-anaknya merasa sakit. Hal itu membuatnya resah ” ungkapnya.Cerita istri dan empat putra dan putri Arif dari sisi dan kaca mata berbeda. Namun, keempatnya satu suara Arif tegas dan disiplin. Demikian orang lain, tentu menilai Arif Fadilah dari tampak luar, karena hanya mengenalnya sekilas atau mendapatkan cerita tentang Arif dari mulut ke mulut.Sosoknya memang seperti itu adanya. Dia selalu inginkan orang lain berubah menjadi lebih baik. Dia bukan pemarah, tapi memang begitulah intonasi suaranya. Dia ayah yang baik bagi anak-anaknya. Dia suami yang baik bagi istrinya. Dan dia selalu inginkan perubahan atas suatu kesalahan dan keadaan menjadi lebih baik lagi. Kenali Arif, pastikan dia yang terbaik.

Nomor 3 sesuai Jumlah Partai Pengusung, Arif : Ini Nomor Baik yang Allah Berikan
24 September 2020 SIAK, Petah id - Genderang perang sudah ditabuh, nomor urut sudah dipilih dan Said Arif Fadilah dengan Sujarwo mendapatkan nomor urut 3.Arif dan Sujarwo semringah, keduanya gembira mendapatkan nomor 3, karena sesuai dengan tiga partai pengusung yaitu, Partai Golkar, PDIP dan Gerindra.“Semua nomor bagus dan kami bersyukur mendapatkan nomor tiga ini. Ini pasti nomor terbaik yang diberikan Allah,” ungkap Said Arif Fadilah.Lebih jauh dikatakan Arif, Allah sudah atur semuanya. Pencabutan nomor ini adalah proses dan selain diusung tiga partai, angka tiga ini diharapkan memudahkan masyarakat dengan cara merapatkan dan menegakkan tiga jari yaitu jari tengah, manis dan kelingking. Sedangkan telunjuk dan jempol disatukan membentuk lingkaran,seperti simbol oke dengan jari.Sementara Sujarwo yakin, mereka memenangkan kontestasi ini. Sebab nomor tiga adalah nomor terbaik yang diberikan Allah kepada mereka.“Satukan ujung jari jempol dan telunjuk membentuk lingkaran, rapat dan tegakkan jari tengah, manis dan kelingking,” ajaknya.Sementara di luar gedung Tengku Mahratu, tempat berlangsungnya pencabutan suara, tim pendukung bersemangat dan menunjukkan euforia.“Kami bangga dan senang, kami mendapatkan nomor urut tiga,” ungkap Andri, salah seorang dari tim pemenangan PAS.

Serap Pembayaran Pajak, Bapenda Riau Gelar Program Pemutihan
02 September 2020 PEKANBARU, Petah.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau kembali menggelar program pemutihan atau penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Program tersebut dimulai 1- 30 September 2020.Pemutihan denda PKB ini tak ditentukan tahun penunggakannya. Jika PKB sudah tercatat denda karena keterlambatan, maka sudah mengajukan program pemutihan."Terhitung 1 sampai 30 September nanti, kita lakukan program pemutihan denda PKB," kata Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau, Mohd Tafianto, Selasa 1 September 2020.Selain itu, Bapenda Riau juga memberi potongan untuk Bea Balik Nama Kendaraan (BBNKB).Jika sebelumnya biaya balik nama dikenakan satu persen dari nilai jual, kali ini dari nilai satu persen tersebut akan diberikan potongan sebesar 50 persen."Kami berharap, masyarakat dapat memanfaatkan program ini. Ini tentu kesempatan khususnya bagi warga yang memiliki kendaraan sudah tercatat sebagai denda akibat keterlambatan pembayaran," harap Tafianto.Lebih lanjut, bagi warga yang ingin memanfaatkan program pemutihan PKB dan potongan BBNKB sebesar 50 persen dapat mengurus di UPT Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga mulai pukul 8.00 - 14.00 WIB pada Senin hingga Kamis.Kemudian Jumat pelayanan dimulai pukul 08.00 - 11.30 WIB. Sedangkan Sabtu dari pukul 08.00 - 12.00 WIB.Bagi warga yang melakukan pengurusan pemutihan PKB diminta membawa masker. Sementara, dari UPT sendiri sudah menyiapkan tempat cuci tangan, tempat kursi berjarak.Kalau pun jika terjadi lonjakan warga yang datang sudah disiagakan mobil Samsat keliling di belakang UPT Pengelolaan Pendapatan Simpang Tiga.Sehingga warga yang datang tidak hanya terkonsentrasi satu titik di UPT saja."Kami harap warga yang datang sama-sama memahami, jadi protokol kesehatan tetap kita laksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19," pungkas Tafianto.

336 Peserta Ikut Tes SKB PNS 2019 yang Digelar Pemkab Siak
01 September 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak menggelar tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2019, Siak (01/09/2020) pagi.Peserta yang mengikuti ujian seleksi SKB CPNS Kabupaten Siak  sebanyak 336 orang dengan formasi kuota sebanyak 125 orang."Ada 204 orang mengikuti Tes SKB di Siak dan 132 orang mengikuti tes dikedudukan masing masing, dengan begitu total keseluruhan sebanyak 336 orang,"jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kabupaten Siak Wan Abdul Razak.Lebih lanjut Abdul Razak menjelaskan, seluruh peserta ujian wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang telah disiapkan panitia penyelenggara."Peserta wajib menggunakan masker, jaga jarak bahkan para peserta dianjurkan menggunakan sarung tangan. Begitu juga dengan panitia wajib  masker dan sarung tangan, Hal ini untuk mencegah penularan virus Corona," kata dia.Seleksi berlangsung sebanyak 2 sesi, sesi pertama dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00 WIB, sementara untuk sesi kedua dimulai dari pukul 10.30 hingga pukul 12.30 WIB yang bertempat di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II.

Besok, Kabupaten Siak Mulai Terapkan PSBB
14 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Besok Jumat (15/05/2020) hingga (28/05/2020) mendatang Kabupaten Siak mulai melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pasca persetujuan dari Menteri Kesehatan (Menkes) terkait usulan dari Provinsi Riau untuk PSBB 5 Kabupaten/kota.Persetujuan itu dituangkan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/308/2020 tentang penetapan PSBB di wilayah Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis dan Kota Dumai Provinsi Riau dalam percepatan penanganan covid-19."Masa inkubasi kita selama 14 hari, ini masa yang panjang, tentu bagi Kabupaten Siak sudah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup,red) dan kini menunggu Peraturan Gubernur (Pergub,red) seandainya Pergub sudah kita dapatkan maka akan kita seuaikan dengan Perbup," kata Bupati Siak H Alfedri, saat dijumpai di kantor Bupati Siak, Kamis (14/5/2020).Alfedri mengatakan, pihaknya sudah melakukan video konfrensi dengan seluruh camat, untuk bisa memulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui camat kemudian ke penghulu kampung melalui relawan covid termasuk RT dan RW siaga."Kami sudah surati seluruh camat, dan camat diminta untuk intruksikan seluruh penghulu dan lurah tentang pelaksanaan PSBB, hari ini kita berikan arahan ke camat dan unsur kecamatan untuk memulai melakukan sosialisasi ke masyarakat selain media massa, dan nanti pihak kampung menyebarkan informasi secara luas menggunakan mobil keliling," kata Alfedri.Alfedri mengaku, pihaknya juga sudah menyiapkan sembako untuk masyarakat, dan besok sudah mulai didistribusikan ke kecamatan-kecamatan untuk dibagi ke masyarakat penerima bansos hingga H-2 Idul Fitri."Intinya kita sudah siap PSBB, baik itu dari aspek pangan, kesehatan, sosial dan keamanan. Ia pun berharap, tanggal 28 Mei nantinya kita sudah aman dari covid-19, dan mari kita doakan kepada yang maha kuasa agar covid-19 ini segera hilang di muka bumi ini," harap Alfedri.

Di Dumai 10 dari 15 Pasien Positif Covid 19 Dinyatakan Sembuh
09 Mei 2020 DUMAI, Petah.id -Dinyatakan negatif dari hasil swab sebanyak dua kali, 10 Pasien Dalam Pantauan (PDP) dari 15 orang positif Corona di Dumai dinyatakan sembuh.10 pasien tersebut empat pasien sudah pulang sejak sepekan lalu, kemudian hari ini, Sabtu (9/05/2020) sebanyak 6 pasien telah sembuh dan diperbolehkan pulang kerumah dengan menjalani isolasi diri selama 14 hari di rumah.Update virus corona (Covid-19) di Kota Dumai hingga Sabtu, 9 Mei 2020, enam pasien positif Corona di Dumai dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah.Sembuhnya enam pasien tersebut otomatis mengurangi jumlah kasus positif virus Corona di Dumai dari 11 kasus turun menjadi 5 kasus.Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Dumai Syahrinaldi didampingi Juru Bicara gGugus Tugas Covid-19 Dumai dr Syaipul, Kabid IKP Dumai Muhammad Sadam dan Nurbaiti Kabid P2P Dinkes Dumai, dalam konferensi pers di posko Gugus Tugas Covid-19 Dumai, Sabtu (9/5/2020).Enam pasien positif Corona dinyatakan sembuh yaitu pasien 02 inisial R yang dirawat sejak 3 April 2020, pasien 05 inisial K yang dirawat sejak 4 April 2020.Pasien 10 inisial S dirawat sejak 13 April 2020, pasien 11 inisial T dirawat sejak 24 April dan pasien 14 inisial IY dirawat sejak 5 Mei 2020, dan pasien 06 inisial DZ balita usia 2 tahun.“Mereka dinyatakan sembuh dan boleh pulang setelah dua kali swab test negatif,” ungkap Syahrinaldi.Lanjutnya, ia mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada tim medis dan tenaga kesehatan RSUD Dumai yang telah bekerja keras dan telah memberikan perawatan terhadap semua pasien Covid-19 di Dumai.Pasien tersebut lanjutnya, sudah boleh pulang ke rumah, namun tetap melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.Terakhir Syahrinaldi mengajak seluruh lapisan masyarakat Dumai untuk memberi dukungan kepada pasien positif Corona, PDD dan ODP dan tenaga medis. Jangan beri stigma negatif pada mereka.

Desa Teluk Latak Bengkalis, Banjir Setelah Diguyur Hujan Lebat
29 Januari 2020 BENGKALIS, Petah.id - Desa Teluk Latak, Kabupaten Bengkalis, Riau tergenang air setelah semalaman diguyur hujan lebat.Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 09.00 WIB air menggenangi ruas jalan Dusun Simpang Baru Desa Teluk Latak. Selain ruas jalan, sejumlah rumah warga di sana ikut tergenang air.Kendati demikian, air tidak sampai masuk ke dalam rumah warga. Air hanya menggenangi perkarangan dan teras rumah."Ini hujan malam tadi. Tapi banjir belum masuk ke rumah. Kalau teras tergenang," kata pria sapaan akrab Adam warga setempat, kepada cakaplah.com, dikutip petah.id, Rabu (29/1/2020).Menurut Adam, banjir menggenangi Teluk Latak sudah langganan kala hujan lebat mengguyur. Genangan air agak dalam di daratnya (Darat Dusun Simpang Baru)."Kalau mau pakai motor ke darat tak bisa, mati motor karena air agak dalam," ucapnya.Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudarris mengaku sudah mendapatkan laporan banjir di Desa Teluk Latak. Pihaknya sudah menurunkan tim rescue untuk menyisir dan memantau kondisi."Anggota menyisir disana dulu di sana memantau dan melihat kondisi. Kondisi di sana masih aman dan terkendali. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah selanjutnya," kata Kalaksa BPBD.Sumber : Cakaplah.com

Hari Pertama Tes CPNS di Siak, 92 Peserta Dinyatakan Gugur
27 Januari 2020 SIAK, Petah.Id - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Siak sebut sebanyak 92 peserta Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Siak dinyatakan gugur dihari pertama.Peserta yang dinyatakan gugur itu karena tidak berhadir saat ujian yang sudah dijadwalkan hari Senin (27/1/2020) di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II, Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau.Dikatakan Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian, Novit Rizal, mereka yang tidak hadir tidak dapat mengulang ujian CPNSnya dan langsung dinyatakan gugur."Tidak jelas kenapa mereka tak hadir, sayang padahal sudah lulus administrasi. Sesuai aturan yang tidak hadir langsung gugur, tak ada ujian susulan," terang Novit Rizal.Dari data yang berhasil dihimpun, untuk Sesi I peserta yang tidak hadir sebanyak 30 peserta, Sesi II 20 peserta, Sesi III 15 peserta, Sesi IV 13 peserta dan Sesi V sebanyak 14 peserta tak hadir.Setiap sesi diisi oleh 200 peserta. Perhari tes dilaksanakan 5 sesi. Total pelamar sebanyak 4.681, kemudian dibagi menjadi 24 sesi atau tes dilaksanakan sampai 5 hari kedepan.Novit Rizal menambahkan, sesuai dengan peraturan terbaru Badan Kepegawaian Negara (BKN), bagi peserta yang mengikuti tes harus hadir 60 menit sebelum ujian dimulai. Peserta harus melakukan registrasi kembali."Setelah absen kehadiran, peserta harus registrasi ulang, untuk mendapatkan PIN login ke sistem Computer Assisted Test (CAT). Dan peserta harus menunjukkan kartu SCASN dan KTPnya," Jelasnya.Ia juga menegaskan, peserta yang terlambat untuk mengikuti tes tersebut tidak akan ditolerir, sebab ada mekanisme yang harus diketahui setiap peserta sebelum melaksanakan tes."Kalau terlambat ya tidak bisa masuk, SOPnya begitu. Didalam kelas nanti ada simulasi dari pengawas BKN soal login sekitar 5 menit sebelum ujian," Tutupnya.Peserta yang telah lulus administrasi mengikuti tes SKD CPNS itu, harus menyelesaikan Tes Intelijensi Umum (TIU) sebanyak 35 soal, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 30 soal. Setiap sesi ujian terdapat 100 soal dan memakan waktu 90 menit.

Buka STQ di Kampung Paluh, Asisten III Pemkab Siak Berharap Lahirnya Generasi Cinta Alquran
26 Januari 2020 SIAK, Petah.id - Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak, Jamaluddin resmi membuka pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VI tahun 2020 Tingkat Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, yang dilaksanakan di halaman mesjid Al-Falah, Sabtu (25/01/2020) malam.Jamaluddin mengatakan, mewakili Pemerintah Kabupaten Siak, ia mengapresiasi dengan dilaksanakannya Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VI tahun 2020 Tingkat Kampung Paluh."Alhamdulillah saya sangat senang melihat diadakannya STQ ini, dan juga antusias dari masyarakat Kampung Paluh yang sangat luar biasa," kata Jamaluddin.Dengan adanya STQ ini, sambung Jamal, diharapkan mampu meningkatkan keinginan anak-anak dan generasi muda untuk belajar mengaji dan lebih dalam belajar Alqur'an."Saya berpesan kepada para orang tua, mari kita ajak dan biasakan anak-anak kita untuk mengaji setelah shalat magrib, ini merupakan salah satu cara untuk membentengi anak kita dari pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan Narkoba, dan juga dampak negatif dari handphone Android," pesan Asisten III itu.Masih kata Jamaluddin, selain mengaji, jangan lupa sekolahkan anak kita didalam sekolah agama, sehingga nantinya benteng anak kita akan semakin kuat."Dengan adanya kegiatan ini, saya sangat berharap akan ada Qari dan Qariah dari Kampung Paluh, yang akan berprestasi di tingkat Kecamatan, Kabupaten maupun ditingkat Nasional kedepannya," tutup Jamaluddin.Ia berpesan kepada masyarakat sekiranyabselalu menjaga kekompakan dan pererat tali silaturahmi dengan semuanya."Dengan terjaga kekompakan dan juga pererat tali silaturahmi, insyaallah keharmonisan akan terus ada ditengah-tengah masyarakat," tutupnya.Untuk diketahui, MTQ tingkat Kecamatan Mempura akan dilaksanakan di Kampung Teluk Marempan pada Februari 2020 mendatang, dan untuk tingkat Kabupaten Siak akan dilaksanakan di Kecamatan Kandis pada Maret 2020 mendatang.Sementara itu, Penghulu Kampung Paluh Suprayitno mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak, Jamaluddin, serta seluruh masyarakat Kampung Paluh, untuk menghadiri acara STQ tingkat Kampung Paluh ini."Kami mengucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan Pak Jamaluddin, untuk hadir bersama kami disini," kata Suprayitno.Suprayitno menjelaskan, tujuan dari dilaksanakannya STQ ini adalah untuk mencari bibit Qari dan Qariah terbaik Kampung Paluh, untuk dipersiapkan jelang pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Mempura pada Februari mendatang."Alhamdulillah antusias anak-anak dan generasi muda sangat luar biasa, semoga dengan adanya kegiatan ini, silaturahmi antar sesama masyarakat Kampung Paluh akan terus terjaga," kata Suprayitno.Ketua panitia pelaksanaan STQ Kampung Paluh ke-VI, Jajak menjelaskan bahwa STQ ini dilaksanakan salama dua hari, dimulai dari tanggal 25-26 Januari 2020.Pada STQ Kampung Paluh ke-VI tahun 2020 ini, baru dapat dilaksanakan dua kategori yakni Tilawah putra/putri tingkat dewasa, remaja, anak-anak danTartil putra/putri tingkat anak-anak.

Triyono, Pemilik rumah berukuran 4x4 meter dengan hati seluas samudera
24 Januari 2020 SIAK, Petah.id - Triyono (37) warga Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau memang tidak seberuntung seperti warga lainnya dengan memiliki rumah layak huni sehingga dapat bercengkrama dengan anak dan istrinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Memiliki luas rumah 4×4 meter, disitulah Triyono membesarkan dan membangun keluarga dengan istri dan 2 orang anak.Dijalani dengan hati yang ikhlas, rumah itu terlihat bersih dan rapih, bahkan perkarangannya pun tampak tak ada sampah yang berserakan, ditambah lagi, Hermayanis (istri Triyono) juga rajin menanam bunga di pekarangan rumah. Berdinding papan dan terlihat banyak lubang disela-selanya menjadikan rumah itu kian sejuk apalagi dimalam hari, sebab angin dengan bebas keluar masuk apalagi nyamuk jika malam hari."Tidur tak cukup pakai kelambu,kami juga pakai anti nyamuk bakar,"kata Triyono senyum tersipu dengan menutupi wajah yang tampak letih bekerja.Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Triyono bekerja sebagai tukang dodos di kebun sawit orang. Satu ton sawit dibayar dengan upah Rp200.000, tapi itu bukan untuk triyono sendiri, namun upah tersebut harus ia bagi dengan 2 orang temannya."Bekerja dengan 3 orang, jadi kalau dapat 1 ton, Rp200.000 kita bagi tiga,"tambahnya.Dalam satu bulan, Triyono hanya bisa mendodos selama 12 hari, sisa harinya ia harus mencari kerja lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ceritanya, Triyono kadang mengambil upah nebas di kebun orang."Itupun kalau ada bang, tapi hidup harus dijalani, semoga allah selalu memberikan kesehatan biar bisa kerja dan anak bisa terus sekolah,"harapnya.Fajar Sodiq (10) anak pertama dari Triyono dan Hermayanis kini duduk di bangku kelas 4 SD. Sementara adiknya, Jihan (6) dititipkan ke PAUD. Untuk sekolah, Fajar terbantu oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ia mendapat Rp450.000 setiap tahunnya."Kasihan anak-anak kalau sampai besar masih tinggal di sini. Saya mengajarkan anak anak untuk percaya diri dan semangat belajar. Dan saya ingin anak anak menghargai jerih payah orangtuanya,"jelasnya.Televisi ini terpaksa dibelinya karena kasihan dengan anak anak yang mulai besar dan terpaksa ke rumah tetangga jika ingin menonton.Rumah itu hanya ada ruang tamu, kamar dan dapur dan satu jendela. Di ruang tamu ada televisi dan kipas angin serta jam dinding.“Tidak mudah mengumpulkan uang agar bisa membeli televisi, di tengah keperluan hidup yang semakin meningkat,” ungkap pendodos sawit di lahan warga ini.Diceritakannya, untuk mendapatkan rumah layak huni, tempat tinggalnya itu beberapa kali sudah difoto bahkan didata oleh pihak pemerintahan desa, tapi tak kunjung mendapat bantuan tersebut."Sudah beberapa kali emang difoto, tapi belum tahu saya kapan itu realisasinya,"ungkapnya.Lebih jauh dikatakan Triyono, listrik yang terpasang di rumahnya bantuan dari Badan Amil Zakat dua tahun lalu.Dibelakang rumah, terdapat kamar mandi yang hanya terbungkua terpal biru, bahkan WC nya juga 3 meter dari kamar mandi itu juga terbungkus plastik hitam begitu saja. Kandang ayam berada di samping rumahnya. Meski berada di samping rumah, namun kandang ayam terlihat bersih dan tak berbau.“Kami bersyukur masih punya tempat tinggal. Sebagai bentuk syukur kami, rumah mungil ini kami rawat dan bersihkan setiap hari. Tidak hanya bagian dalamnya saja tapi bagian luarnya juga,” ungkapnya."Ada orang yang dengan mudah menelan yang haram lantaran takut dengan kemiskinan, tapi kami biarlah bersusah payah menahan lapar dan dinginnya malam hanya untuk memakan yang halal,"tutup Triyono.