Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Arif, Tawarkan Ketulusan, Ketegasan dan Perubahan
24 September 2020 SIAK, Petah.id - Arif Fadilah bukan ayah atau suami yang sempurna. Namun kejujurannya dalam mengekspresikan perasaannya dan sikap apa adanya yang membuat dia sempurna di mata istri dan juga anak-anaknya. Bicara Arif, bicara tentang lelaki berkumis, galak, suara lantang terlebih saat ada yang tak beres. Tapi opini itu, terpatahkan jika sudah mengenalnya dengan baik. Arif orang yang santun lagi jenaka. Arif sudah menjadi  yatim saat berusia 11 tahun. Dia anak kedua dari tiga bersaudara dengan ibu seorang guru. Masa kecilnya yang berat membawanya hidup dengan penuh disiplin dan menghargai  keadaan. Menghargai keadaan di sini, dia tahu harus bersikap apa dengan orang yang sudah berbuat baik dengannya. Sikap itu terbawa hingga dia menjadi ayah dari tiga putri dan satu putranya.Dikisahkan Hj Dra Jamilah MM yang mendampinginya selama 32 tahun, dia mengenal Arif ketika masih kelas II SMP di Pagurawan, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.  Saat itu Arif mencari keluarga ayahnya. Sebab dia sudah ditinggal ayahnya sejak kelas IV sekolah dasar. “ Saat itulah kami bertemu. Karena saya masih Kelas II SMP, cinta-cinta monyet lah namanya kami dulu itu kan. Ternyata kami berjodoh dan dia menjadi suami saya sampai sekarang ” ungkap Jamilah mengenang perjalanan cintanya dengan Arif.Dia suami yang baik, sekaligus ayah yang tegas untuk keempat anaknya. Dia bisa memahami suatu kondisi, sehingga apa yang dilakukannya selalu dalam batas wajar. Tidak pernah dia marah tanpa alasan. Tidak pernah dia memberi sanksi melebihi dari kesalahan yang dibuat. Bahkan dia lebih banyak memaafkan dari pada harus memberi sanksi. Sebab dia sebenarnya begitu peka dan memahami kenyataan.Mungkin perjalanan hidupnya membuat dia kalau bicara kuat atau tegas. Tapi selalu di balik itu ada niat baik dan ketulusan. Sementara putrinya Syarifah Kemala SPd ingat batul bagaimana ayahnya melarang mereka pergi dengan orang yang belum dikenal dengan baik. “Ayah begitu khawatir atas keselamatan kami. Bahkan sangkin khawatirnya, ayah tidak sungkan jika harus meledak ledak melarang kami keluar rumah jika itu tanpa tujuan yang pasti ” jelas Sarifah Kemala.Disebutkannya, belakangan dia tahu, keresahan ayahnya itu karena tidak bisa tenang kalau masih ada anak-anaknya yang belum pulang. Dari pada resah, ayah memilih melarang pergi, jika keluar rumah tanpa tujuan. Ayah juga sangat perhatian sama anak-anaknya, dari urusan sekolah sampai benda-benda yang ada di dalam kamar dan belum lengkap ayah sempurnakan. “Misalnya peralatan mandi, seperti sampo dan sabun mandi, pokoknya hal-hal kecil dari A sampai Z ayah begitu perhatian,” ucapnya.Sementara dr Syarifah Nadya  menyebutkan ayahnya memberikan pelajaran yang mungkin tidak didapat di sekolah. Bagaimana cara menghadapi orang, berbuat baik sama orang, membalas kebaikan-kebaikan otang, tidak boleh lupa dengan kebaikan orang. Ayah lebih sering mengajarkan yang Seperti itu. “Sampai saat ini, saya selalu ingat pesan-pesan ayah itu. Ternyata apa yang ayah maksud, apa yang ayah ajarkan, benar-benar sangat bermanfaat dalam menjalani hidup ini. Dan bagi saya pesan ayah itu salah satu kunci menjalani hidup ” jelas Syarifah Nadya.Said Muhammad Firdaus, menyebutkan ayah memberikan semua anak untuk berkembang, dia tidak meminta anak menuruti kemauannya, ayah memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya untuk memilih yang terbaik karena dia percaya kepada anak-anaknya. “Karena dia tahu apa yang kami inginkan, sebab dia yang begitu dekat dengan kami. Sampai hal-hal kecil kami akan ceritakan ke dia jika itu perlu ” ungkap Said Muhammad Firdaus.Sedangkan Syarifah Muthya merasakan kehangatan ayahnya ketika sakit. Ayah begitu perhatian. Terlihat betul ayah begitu khawatir. Banyak bertanya tentang yang dimaui anaknya. Namanya orang tidak punya selara apa-apa, tentulah tidak ada permintaan. Tapi begitulah dia adanya. “Dia tidak ingin melihat anak-anaknya merasa sakit. Hal itu membuatnya resah ” ungkapnya.Cerita istri dan empat putra dan putri Arif dari sisi dan kaca mata berbeda. Namun, keempatnya satu suara Arif tegas dan disiplin. Demikian orang lain, tentu menilai Arif Fadilah dari tampak luar, karena hanya mengenalnya sekilas atau mendapatkan cerita tentang Arif dari mulut ke mulut.Sosoknya memang seperti itu adanya. Dia selalu inginkan orang lain berubah menjadi lebih baik. Dia bukan pemarah, tapi memang begitulah intonasi suaranya. Dia ayah yang baik bagi anak-anaknya. Dia suami yang baik bagi istrinya. Dan dia selalu inginkan perubahan atas suatu kesalahan dan keadaan menjadi lebih baik lagi. Kenali Arif, pastikan dia yang terbaik.

Operasi Teking Satgas Covid-19 Kecamatan Koto Gasib
23 September 2020 SIAK, Petah.id - Pemburu Theking Covid-19 Koto Gasib terus bergerak dan melakukan operasi di Jalan Pertamina sekaligus mensosialisasikan Perda Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan“Setiap hari kami melakukan operasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes),” ungkapnya. Tingkah kesadaran masyarakat Koto Gasib dalam mematuhi prokes, terutama mengenakan masker sudah 98 persen, sehingga operasi dilakukan beberapa jam saja. “Kami juga menyediakan masker bagi pelaku pelanggaran atau pengendara yang tidak mengenakan masker. Pelaku pelanggaran rata-rata warga yang melintasi Koto Gasib,” ungkap Suryawan yang setiap hari turun bersama Tim Yustisi terdiri dari personel TNI, Satpol PP adan Dishub. Bahkan setiap operasi, Camata Koto Gasib Dicky Sofyan ikut mendampingi. “Bagi pelaku pelanggaran, kami minta menandatangani surat pernyataan, sekaligus membaca isi Perda Covid-19, denda Rp200 ribu bagi yang tak mematuhi prokes,” sebut Kapolsek Suryawan. “Saya juga berterima kasih kepada pihak Polsek Koto Gasib. Sebab Bhabinkamtibmas begitu aktif dari rumah ke rumah mengingatkan warga pentingnya mematuhi prokes,” ungkap Camat Dicky Sofyan.Disebutkan Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, operasi ini murni untuk kepentingan masyarakat. Makanya dia terus mengawal sehingga jelas berapa persen tingkat kesadaran masyarakatnya dalam mematuhi prokes. Artinya tugas berat pihak Kecamatan Koto Gasib diringankan oleh Bhabin. Kerja sama ini disebutkannya sangat diapresiasinya. Salah satu caranya tentu dengan mengikuti sejumlah giat yang digelar dna tujuannya untuk kepentingan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 di Koto Gasib.

Putus Penyebaran Covid-19, PT KTU Semprot Disinfektan Pasar Koto Gasib
06 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Tidak ingin masyarakat di Kecamatan Koto Gasib semakin banyak terjangkit Corona Virus Disease (covid 19), Pemerintah Kecamatan bersama PT Kimia Tirta Utama (KTU) melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar.Sejauh ini ada 12 pasien dinyatakan positif covid -19 di Koto Gasib. Meski sebagian sudah sembuh,penyemprotan di pasar dengan disinfektan terus dilakukan seperti Pasar Buatan II, pasar di Km 4 dan Km 6.Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, mengatakan kegiatan ini sebenarnya atas inisiasi Pemuda Pancasila Koto Gasib yang mencintai keluarga dan kerabatnya, agar tak terkena Covid-19.Setelah itu kegiatan itu langsung mendapat dukungan penuh dari PT KTU.“Saya heran juga dengan PT KTU ini, begitu cepat dan tanggap setiap ada kegiatan yang bermuara untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Camat Dicky Sofyan, Rabu (05/08/2020).Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Siak Fairus. Menurutnya apa yang dilakukan PT KTU menjadi inspirasi untuk melakukan hal yang sama.“Hal ini penting mengingat setiap perusahaan harus peduli terhadap lingkungan dan warga sekitar. Mari berlomba melakukan hal yang sama, sehingga masyarakat Koto Gasib benar-benar terperhatikan oleh perusahaan yang ada di sekitar kediamannya,” ungkapnya.Sementara itu Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain mengatakan apa yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk perhatian terhadap warga tempat di mana perusahaannya berada.“Warga Koto Gasib adalah warga kami. Kami harus peduli dan berusaha selalu memberikan yang terbaik,” ungkapnya.Ditambahkannya, Perusahaan akan selalu berupaya membantu Pemkab Siak untuk memutus penyebaran virus Corona yang kian merebak."Maka itu, saat diketahui bahwa ada warga Koto Gasib terkena virus itu, langsung kita berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan polsek setempat, dengan mengandeng PP melakukan kegiatan ini,"pungkasnya.

Antisipasi Karhutla PT KTU Miliki Stasiun Riset dengan Manajemen Pengairan
27 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Kemarau sudah di depan mata, karhutla adalah hal yang paling mengkhawatirkan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.Sangat besar biaya yang dikeluarkan jika terjadi karhutla, sangat banyak waktu tersita dan tenaga terkuras. Mengantisipasi hal itu, sejumlah persiapan dilakukan PT Kimia Tirta Utama menghadirkan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK MIK, Kadis DLH Siak Syafrilenti dan Kabidnya Ardhayani, Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan sejumlah tamu undangan.Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain didampingi Humas Azra dan Selamat Riadi, menjelaskan penanganan karhutla dengan water manajemen system. Menurut Zulkarnain, water manajemen system yang mereka punya sudah diakui Badan Restorasi Gambut.“Kami melakukan hal ini untuk menjaga kelembaban tanah (soil muster), sehingga terjaga kelembabannya sepanjang tahun berada di kisaran angka 40-65 sentimeter,” jelas Zulkarnain.Ternyata, perusahaan juga memiliki menara pantau di lima titik. Disebutkan Zulkarnain, menara pantau untuk memantau potensi asap atau api yang ada di sekitar kebun PT KTU, bahkan bisa melihat ke kawasan desa sekitar perusahaan.Tidak hanya menara pantau, pihaknya juga menyiapkan drone. Drone ini digunakan untuk mengontrol area patroli udara untuk wilayah yang tidak bisa terjangkau oleh patroli darat.Dan yang tak kalah penting menurut Zulkarnain adalah sistem sekat kanal atau over flow. Sekat kanal dibuat berdasarkan topografi. Sekat kanal dibagi menjadi lima zona.“Hal yang terbaru, kamisudah memiliki stasiun riset untuk meneliti emisi gambut dan fakta-fakta lain tentang kelapa sawit dan gambut. Dalam hal ini kerja sama dengan IPB dan BPDPKS,” jelas Zulkarnain sambil menunjukkan kegunaan sejumlah peralatan yang ada di stasiun riset dan letaknya di tengah perkebunan.Tidak berhenti sampai di situ, selain tetap menomor satukan Aplikasi Lancang Kuning milik Polda Riau yang memang sangat memudahkan dalam memantau asap dan api serta membuat laporan atau memberikan informasi. Pihaknya juga membuat SMS broadcast imbauan dan peringatan tentang karhutla melalui SMS yang dipasang di dua BTS.Tentunya, untuk kebaikan bersama, melakukan pendidikan dan pengenalan gambut sejak dini dengan Duta Sawit Gambut Lestari bersinergi dengan masyarakat sekitar, yaitu MPA dan Desa Sejahtera Peduli Api.Melihat banyaknya inovasi yang dilakukan PT KTU mengantisipasi karhutla, Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya yakin akan menginspirasi perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.“Dengan temuan-temuan dan inovasi, saya harapkan karhutla dapat dicegah. Mengenai kelengkapan peralatan termasuk mobil pemadam memang wajib dimiliki setiap perusahaan, sebagai bentuk antisipasi,” sebut Kapolres.Sementara Kadis DLH Syafrilenti menyebutkan apa yang dimiliki PT KTU bentuk keseriusan dan totalitas.“Saya berharap temuan dan inovasi itu menginspirasi perusahaan lainnya, sehingga lingkungan terjaga dan Siak terbebas dari karhutla,” katanya

Tongkang Pengangkut Kayu Akasia Terbakar di Sungai Siak
11 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Kayu yang dibawa tongkang milik salah satu perusahaan di  Siak, terbakar di Sungai Siak tepatnya di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Kota Siak, Rabu (10/6) sekitar pukul 11.00 WIB.Dua unit helikopter perusahaan pengolahan kayu di Perawang silih berganti memadamkan kayu yang terus membesar. Dari pukul 12.00 WIB, hingga pukul 19.00 WIB, api masih terus membara.Kapal Capricorn dengan nomor lambung 81 A, penarik tongkang ikut membantu melakukan pemadaman sebisanya. Di dalam kapal itu ada sembilan kru.Menurut salah seorang kru bernama Yoyok, saat melintasi jembatan, salah satu kapal barang yang bersamaan melintas, memberi tahu bahwa tongkang bagian belakang kayunya terbakar.“Benar saja, saya lihat api mulai membesar. Kami semua bingung bagaimana kayu bisa terbakar,” jelasnya.Lebih jauh dikatakannya, kapal ini berasal dari Samarinda mengangkut kayu jenis akasia menuju Perawang.Sementara Eko, warga Rawang Air Putih mengatakan dia kebetulan sedang berada di tepi sungai, saat kapal penarik tongkang itu menepi.“Saya lihat awalnya api yang membakar kayu masih kecil, namun selang beberapa waktu semakin membesar,” jelasnya.Danru Damkar Cluster 6 Mempura Fattah Saputra, menyebutkan perjalanan kapal dari Samarinda sejak 8 bulan lalu. Baru saja melintasi jembatan Tengku Sultanah Latifah, kapal barang yang melintas memberi tahu kru kapal, kayu akasia yang dibawa terbakar. Sementara Humas IKPP Armadi mengatakan kapal tersebut milik vendor IKPP, kapal dari Kalimantan Timur menuju pelabuhan IKPP.“Kerugian masih kami pelajari karena berat kayu juga masih kami hitung,” jelasnya.

Disaksikan Kabag Hukum, Lima BUMD Lakukan Penandatanganan Kesepakatan dengan Kejari Siak
20 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Setiap dua tahun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak, melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Kejaksaan Negeri.Penandatanganan kesepakatan itu, tentang penanganan masalah hukum meliputi bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum.Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Siak Aliansyah SH MH didampingiKabag Hukum Pemkab Siak Jon Efendi dan timnya Asrafli. Hadir Direktur PT Permodalan Siak (Persi) Husni Merza, Mohd Soeharto dari KITB, Rajiman PT SPE, Arip Gusnazi dari PT SPS serta Kasi Datun Robby SH.Ada pun lima BUMD itu adalah, PT Bumi Siak Pusako (BSP),PT Sarana Pembangunan Siak (SPS), PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), PT Permodalan Siak (Persi),PT Siak Pertambangan Energi (SPE).“Kami ingin kinerja nyata, permasalahan perdata dan tata usaha negara yang ada di BUMD, kami mendampingi di dua bidang hukum tersebut dan kami mendampingi sebagai pengacara negara,” ungkap Aliansyah.Lebih jauh dikatakannya, pihaknya memberikan bantuan hukum, seperti pengacara di pengadilan."Perlu diketahui, untuk mendampingi kami memerlukan informasi yang valid dari perusahaan dan hal itu kami rahasiakan,” ungkapnya.Ditegaskan Aliansyah, segera inventarisir masalah masalah, sepanjang itu perdata dan tata usaha negara (datun) akan ditangani.Sejauh ini, permasalahan yang sering ditangani adalah kredit macet pihak ketiga, dan itu selalu diselesaikan dengan baik.Sebagai perwakilan direktur BUMD, Husni Merza mengatakan, penandatanganan kerja sama memperlancar operasional dan bisnis BUMD.Untuk PT Persi menurut Husni Merza penandatanganan kerja sama itu untuk kesekian kalinya.“Kami tidak hanya MoU tapi juga tetap koordinasi dan kami merasa sangat terbantu sekali. kami berharap sekali Datun bisa terus membantu, karena kedepannya banyak hal yang harus dihadapi,” ungkap Husni Merza.Datun, untuk kesekian kalinya memperpanjang MoU. Nanti ditindaklanjuti surat kuasa khusus bidang apa saja yang akan dilayani.Sejauh ini, disebutkan Husni Merza, kerja sama dengan PT Persi cukup menggembirakan.Pelayanan yang diberikan sangat membantu dan menunjang kinerja perusahaan.Selain kinerja, laba juga meningkat.

Bagikan Paket Sembako dan Santuni Anak Yatim, Camat Gasib Sebut PT KTU Banyak Membantu Warga
20 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Camat Koto Gasib Dicky Sofyan menyebutkan tidak semua perusahaan di Kecamatan Koto Gasib memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap warga yang tinggal di sekitar perusahaan.Empati dan kepedulian yang diperlihatkan PT KTU kepada warga Koto Gasib di mana perusahaan itu berada membuat Camat Dicky Sofyan merasa bangga dan layak jadi tauladan bagi yang lainnya.“Saya tidak bisa berkata kata lagi. Bagaimana tidak, kepedulian PT KTU terhadap warga seperti sudah terstruktur. Tanpa harus diminta, mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan, dan mereka banyak sekali sudah membantu warga,” Jelas Dicky Sofyan di Kantor gedung pertemuan Putri Kaca Mayang Koto Gasib, Selasa (20/05/2020).Dikatakan Dicky, Selama Ramadan ini saja sudah tiga kali PT KTU memberikan bantuan. Dan untuk hari ini, ada 100 paket sembako untuk dhuafa, 70 amplop untuk anak yatim dan piatu.“Tidak hanya sampai di situ, kebutuhan untuk dapur umum juga menjadi perhatian mereka sejak masa pandemi covid 19," jelas Dicky Sofyan.Hadir dalam penyerahan sembako dan bantuan untuk anak yatim itu Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan beberapa anggotanya.Dicky juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten dan pusat, karena semua bantuan sudah disalurkan kepada warga yang berhak menerimanya.Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain didampingi Humas Azra dan Selamat Riyadi mengatakan, apa yang diberikan itu tak seberapa.“Kami memberikan ini sebagai pengikat hubungan yang selama ini baik. Kami ingin bahagia dan gembira bersama masyarakat sekitar perusahaan kami,” ungkap Achmad Zulkarnain.Lebih jauh dikatakannya, pihaknya berpikir bagaimana bisa selalu berbuat untuk masyarakat sekitar. Sebab walau bagaimana pun masyarakat sekitar perusahaan bagian dari mereka.“Kali ini, kami berbagi kepada duafa dan anak yatim yang ada di empat kampung. Kami berharap apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat,” ucap Achmad Zulkarnain.

Upaya Tingkatkan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid 19, Kapolres Siak Beri 200 Ekor Bebek Siap Bertelur Untuk Warga Koto Gasib
15 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Dalam upaya peningkatan ekonomi di tengah pandemi covid 19, Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya berikan 200 ekor bebek siap bertelur untuk warga Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.Tidak hanya bebek siap bertelur, orang nomor satu di jajaran Polres Siak itu juga bagikan 400 paket bahan pokok panganan serta bibit tanaman seperti jagung, cabe, sayur sayuran untuk lahan seluas 5 hektar."200 ekor bebek tersebut kita bagikan ke 10 orang warga sehingga per orangnya mendapat 20 ekor bebek siap bertelur," cakap Kapolres Siak Doddy Ferdinan Sanjaya seusai acara penyerahan sembako serta bebek tersebut di Mapolsek Koto Gasib, Jumat (15/05/2020) pagi.Setelah itu, lanjut Kapolres, telur bebek itu nantinya bisa dijual kembali atau diolah menjadi telur asin dan siap diedarkan di setiap masyarakat yang nantinya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat."Kita (polisi) melalui bhabinkamtibmas juga siap membantu mengajarkan masyarakat yang ingin mengolah telur bebek asin itu dan siap dijual,"tambahnya.Polres Siak, tegas Doddy Ferdinan Sanjaya, akan siap membantu masyarakat yang terdampak Covid -19 dan masyarakat yang membutuhkan." Saat ini kita harus saling bahu membahu saling bantu dan saling bekerja sama dalam menghadapi covid 19 ini sebab kita ketahui bersama bencana wabah Covid -19 ini entah kapan berakhir nya," kata Doddy.Lebih jelas dikatakan Perwira berpangkat Melati dua itu bahwa pemberian bantuan kali ini bukan hanya dalam bentuk bahan pokok tetapi juga modal untuk mengembangkan peluang usaha."Bantuan bebek petelur dan bibit tanaman yang kita berikan kepada masyarakat yang terdampak Covid -19 kita harapkan dapat menstimulasi keinginan masyarakat mengembangkan usaha dan ikut membantu pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,"jelasnya.Dalam kesempatan itu, dihadapan masyarakat Kapolres juga menghimbaumasyarakat yang telah dibekali modal bantuan dan cara mengelolanya dapat memanfaatkan dengan sebaik baik nya sehingga dapat membantu ekonomi secara berkesinambungan."Bersama sama kita berdoa agar bencana ini segera berakhir serta apa yang kita lakukan bersama dapat ganjaran pahala dari Allah SWT. terakhir kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap dirumah saja, jaga kebersihan, selalu mencuci tangan dengan sabun minimal 20 detik, gunakan masker dan tidak mudik. bersama kita cegah penyebaran COVID - 19,"tutupnya.Tampak hadir dalam acara tersebut Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya, Wakapolres Siak Zulanda,Kapolsek Koto Gasip IPDA Suryawan, Kepala Administratur PT KTU, Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, masyarakat yang mendapat bantuan serta jajaran dan staff polres Siak.

Di Siak, Satu Keluarga Masuk Islam Setelah Bermimpi Mengunjungi Ka'bah
09 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Kesedihan di tengah wabah covid 19 hampir terlihat di setiap orang, namun tidak bagi salah satu keluarga di Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.Muhammad Seti Gulo (56) dan Nuraini Zai (49) mengaku saat ini mengalami kedamaian hati setelah memeluk agama Islam yang sebelumnya seorang Kristiani.Di awali dari bermimpi mengunjungi Ka'bah dan melihat semua orang berkerumun mengelilingi Ka'bah lalu Nuraini Zai diajak seseorang berjubah putih untuk ikut mengelilingi Ka'bah tersebut."Awalnya saya tidak tahu itu tempat apa dan saya belum tahu itu namanya ka'bah. Lalu saya bertanya ke Pendeta arti mimpi itu, lalu dijawab pendeta mungkin ada yang mendoakan saya untuk masuk islam,"cakap Nuraini Zai berbinar-binar, Selasa (21/04/2020) di Rumah kediamannya.Tinggal bersama 3 anaknya di rumah ukuran 4*6 berlantai tanah dan berdinding yang ditempel papan kecil menutup lobang angin masuk kedalam rumah, Zai mengaku terbuka hatinya memeluk agama islam paska bermimpi mengelilingi ka'bah."Sebelumnya saya berkerja di Kebun orang, sama pemilik kebun saya juga diajak memeluk agama islam, tapi saya tidak mau, mungkin karena hati ini belum terbuka, setelah bermimpi itu saya memutuskan untuk masuk islam,"jelasnya."Jadi tepat hari Jumat (17/04/2020)dan dituntun Ustad Fadlullah serta disaksikan M Khalil dan Rustam akhirnya suami saya Seti Gulo (56) dengan nama Islam Muhammad Seti Gulo,Nuraini Zai (49), dan dua orang anak saya Yanto Masa Krisma (21) nama Islam Muhamamad Yanto GuloYanti Kurnia Gulo (13) bersyahadat memeluk agama Islam di Masjid Royatul Iman,"tambahnya.Menariknya, Nuraini masuk ke agama islam bukan karena ditengah susahnya perekonomian namun memang kesadaran dalam hati"Tidak ada satu orang pun yang memaksa saya untuk masuk islam, dan mungkin inilah hidayah untuk saya,"ungkapnya.Nuraini dan suaminya bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas dan menanam sayur di tanah milik salah satu sekolah di Kecamatan Koto Gasib. Lalu sayur itu kembali dijualnya dengan masyarakat sekitar." Yang penting halal dan tidak mencuri,"katanya dengan mata berkaca-kaca.Diceritakannya kembali, Awalnya sebelum memeluk Islam, Nuraini bertanya kepada suami serta anak-anaknya, dan ternyata keluarganya pun turut mendukung serta ingin turut serta memeluk agama islam."Pas saya tanya ke Suami, suami pun mendukung dan ia pun mau memeluk agama Islam,"katanya.Sementara itu, Camat Koto Gasib Dicky Sofyan mengatakan hal ini sudah dikoordinasikan ke pihak KUA bahwa ada warga yang mau masuk islam dan dirinya mengaku sudah berkomunikasi dengan para ustad di Kecamatan Koto Gasib khususnya di Kampung Pangkalan Pisang." Kita juga berharap para ustad di Kecamatan Koto Gasib untuk memberikan arahan tentang agama islam dimulai dengan melaksanakan sholat dan membaca alquran dan di Kecamatan Koto Gasib hal ini bukan kali pertama, ada juga yang masuk agama islam, di Kampung Kuala Gasib Dusun Lubuk Niam juga ada keluarga memeluk islam,"tutup Camat Dicky.Untuk diketahui,saat itu pihak Kecamatan koto Gasib bersama Penghulu Kampung Pangkalan Pisang juga memberikan paket sembako untuk keluarga Muhammad Seti Gulo (56) dan Nuraini Zai (49) sebab mereka juga bagian yang terdampak akibat dari covid19 yang saat ini melanda.

Dari Jakarta, Siti Nurhaliza Ditolak Warga Pulang ke Siak
09 April 2020 SIAK, Petah.id - Siti Nurhaliza (23) terpaksa memilih ngekos di Pekanbaru, Riau setelah dirinya ditolak oleh warga Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Siak, Riau. Warga khawatir Siti membawa virus Covid 19 karena dirinya baru pulang dari Jakarta.Siti belum sampai kerumahnya, kabar ia pulang dari luar daerah tersiar begitu saja, padahal Siti masih dalam perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru.Diceritakan Ayah Kandung Siti Nurhaliza, Amir Pasaribu, dirinya mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini. Ia dan keluarga lainnya juga sudah bersepakat untuk mengisolasi anak pertamanya itu di Pekanbaru Riau." Sebenarnya Ibu nya rindu tapi mau gimana lagi, kami (keluarga) udah sepakat juga untuk mengisolasi Siti di Pekanbaru. Tambahlagi kami juga mendengar warga resah jika ia pulang ke Kampung ini jadi ya kita letak di Pekanbaru saja dulu,"ungkap Amir Pasaribu, Selasa (07/04/2020) malam.Kondisi Siti saat ini, Kata Amir, sedang sehat-sehat saja, saat dirinya pulang melalui bandarapun ia harus melawari beberapa tes untuk memastikan dirinya dalam kondisi sehat."Di Bandara di Jakarta juga sudah di cek, sampai bandar Pekanbaru juga sudah, dan alhamdulillah dia sehat-sehat saja, namun supaya semuanya aman dan tidak ada keresahan, sementara waktu kita titipkan saja dipekanbaru,"kata Amir.Ditambahkannya, dirumah saat ini sedang ada anak kecil takutnya daya tahan tubuh anak kecil lebih lemah dan rentan akan terserang virus maka dari itu ia dan kekuarganya juga mengaku ikhlas untuk waktu sementara meletakkan anak dukungnya tersebut di Pekanbaru." Dirumah ada adik-adiknya masih kecil bahkan masih ada yang bayi, makanya untuk kebaikan semuanya sementara waktu saya minta Siti untuk isolasi mandiri di Pekanbaru dan meminta ia memang tidak keluar kemana-mana,"jelas Amir.Sementara itu, Camat Koto Gasib Dicky Sofyan tak menampik ada warga yang menolak kedatangan warga lainnya yang dari daerah pandemi Covid 19. Dan setelah mendapat kabar tersebut dirinya bersama Satgas Gugus Penanggulangan Covid 19 langsung terjun kelokasi menemui Penghulu Kampung Pangkalan Pisang dan kerumah warganya tersebut.Dikatakan Dicky, ia tak ingin ada kejadian serupa kembali terjadi di Kampung ditempat lainnya.menurutnya warga tidak boleh menolak seperti itu, sebab sudah ada aturan untuk warga tempatan yang pulang dari luar daerah kekampungnya."Kita langsung sosialisasikan kepada masyarakat bahwa hal tersebut jangan sampai terjadi serupa ditempat lainnya,sebab jika ada warga dari daerah pandemi covid 19 pulang kekampungnya kita cek kesehatannya, kita jadikan ODP dan diarahkan untuk isolasi mandiri dirumahnya, bukan bearti ditolak,"cakap Camat Koto Gasib Dicky SofyanSelama isolasi mandiri jika ada gejala suhu tubuh tinggi, batuk-batuk, sesak nafas langsung kita arahkan untuk berobat dan dibawa ke RSUD Siak."Makanya kita terus menghimbau masyarakat untuk tidak mengunjungintempat keramaian, melakukan Physical dan Sosial Distancing sehingga kita bisa secara bersama memutus rantai penyebaran covid 19," kata Dicky.Sebelumnya, Siti Nurhaliza pulang kekampungnya lantaran tempat ia bekerja di Jakarta mengadu nasib itu sudah tutup dan tidak beroperasi lagi, sehingga ia dipecat dan kondisi itu memaksanya pulang kerumah berkumpul bersama keluarganya.Turut hadir mensosialisasikan dan melihat langsung dilokasi kejadian Kapolsek Koto Gasib IPDA Suryawan Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, Penghulu Kampung Pangkalan Pisang Budiyanto dan Satpol PP.

Polres Siak Tindak Tegas Bagi Warga yang Masih Kumpul Tidak Jelas
09 April 2020 SIAK, Petah.id - Sejumlah masyarakat di amankan Polres Siak yang masih  kumpul-kumpul dengan tujuan yang tidak jelas di tengah wabah covid-19. Hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19Sebelumnya Polres Siak telah melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat agar tidak keluar rumah untuk sementara waktu.Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya menjelaskan bahwa masyarakat yang di amankan kemudian dibawa ke Mapolres Siak untuk diberikan edukasi tentang bahayanya covid-19 serta membuat surat pernyataan agar tidak melakukan kumpul-kumpul lagi.Doddy juga mengatakan jika mereka masih tetap melanggar pernyataan yang telah di buat, maka dari pihak kepolisian akan berlakukan tindakan yang lebih tegas lagi, bisa jadi akan di lakukan proses hukum."Jika membandel akan kita proses secara hukum,"kata Kapolres Siak AKBP Doddy Ferdinan Sanjaya.Setelah masyarakat diberikan pemahaman akan bahayanya covid-19, masyarakatkan pun dibolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Pastikan Warganya Bebas Covid-19, Gugus Tugas Koto Gasib Semprotkan Disinfektan
31 Maret 2020 SIAK, Petah.id -  Hingga saat ini, sebanyak 42 ODP di Kecamatan Koto Gasib. Melihat hal itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Koto Gasib berupaya agar warganya terbebas dari virus mematikan itu.Penyemprotan disinfektan dilakukan  pada Selasa (31/3/2020) pagi di pelabuhan, jalanan, pasar, tempat ibadah, sekolah dan rumah warga. Kegiatan itu dipusatkan di Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.Proses penyemprotan itu disaksikan langsung Upika, di antaranya Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan, Kepala Puskesmas Lili, personel Koramil dan Bhabinsa serta Penghulu Buatan II Junaidi Candra, serta Wakil Ketua DPRD Siak Fairus. Satu lagi, PT Kimia Tirta Utama (KTU) yang sangat loyal jika itu menyangkut kepentingan masyarakat.Disebutkan Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, ada 12 titik lokasi yang dilakukan penyemprotan dan hal itu sudah dikoordinasikan kepada para penghulu agar melakukan hal yang sama. Penyemprotan disinfektan ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.Dicky berharap masyarakat dapat saling menjaga, dan melaksanakan apa yang menjadi instruksi dari pemerintah. Sehingga Koto Gasib benar benar terbebas dari Covid-19.“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Pemkab Siak. Dan kami bangga kepada Polsek Koto Gasib dan PT KTU yang sangat peduli kesehatan masyarakat kami,” ungkapnya.Sementara itu, disebutkan Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain didampingi Humasnya Azra,  selain membantu peralatan dan disinfektan dengan tim yang dimiliki, pihaknya juga sudah koordinasi tentang bagaimana cara membantu 42 ODP.“Lewat dana CSR kami akan koordinasikan kepada Camat, dan bentuk apa bantuan yang akan diberikan kepada ODP,” ungkapnya.Wakil Ketua DPRD Siak Fairus juga menyapaikan rasa berterima kasih kepada PT KTU yang terus  menjadi garda terdepan jika itu berurusan dengan persoalan masyarakat.“Setiap ada hal untuk kepentingan masyarakat PT KTU selalu tampil dan berada di depan. Hal itu sangat saya apresiasi,” ucapnya.

Jumlah ODP di Siak Meningkat Jadi 392
30 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Siak meningkat drastis, dari 93 orang pada Jumat (27/03/2020) menjadi 392 orang per Senin (30/03/2020).Peningkatan itu juga dipengaruhi karena banyaknya pekerja Siak yang berada di Malaysia kembali ke Siak, dan ditambah kepulangan sejumlah mahasiswa yang berada sejumlah wilayah luar Provinsi Riau."Sudah kita laporkan jumlah PDP di Siak ada 2 orang, satu orang di RSUD Siak, dan satu lagi dari perawang yang dirawat di Rumah Sakit Tentara sementara itu jumlah ODP sebanyak 392 orang yang 65 orang Malaysia dan ada juga dari mahasiswa yang dari pulau Jawa, Jakarta dan lainnya," urai Bupati Siak Alfedri setelah acara Vidio Confrence di Kantoe Bupati Siak, Senin (30/03/2020) Siang.Pemda Siak juga menggalang donasi untuk warga kabupaten Siak yang terpapar wabah Covid-19 serta menggalang dana dari CSR perusahaan yang ada di Kabupaten Siak."Kita mendapat bantuan dari salah satu perusahaan sebanyak 1.500 liter cairan desinfektan dan akan kita bagikan ke relawan kampung yang nanti akan kita bentuk untuk secara bersama melawan wabah covid-19,"jelas Alfedri.Ditambahkannya, Pemkab Siak juga mendapat bantuan dari Provinsi 100 ton Bulog dan saat ini bantuan tersebut diletakkan di Gudang Bulog di Kecamatan Bunga Raya."Kita juga sudah menerima sebanyak 180 unit Rapid Test dan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 50 unit,"tambah Alfedri.Rapid Test tersebut, lanjut Bupati Siak,akan kita gunakan untuk mengidentifikasi masyarakat Siak yang baru pulang dari Malaysia serta masyarakat lainnya yang baru saja pulang dari wilayah yang terpapar wabah Covid -19."Nanti Warga Siak yang baru pulang dari Malaysia akan kita lakukan pengecekan dulu menggunakan Rapid Test,"tutupnya.

1 Hektar Lahan di Dayun Terbakar
20 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Kebakaran Lahan di Kabupaten Siak kembali terjadi. Kali ini Lahan yang terbakar terjadi di Kampung Dayun Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, (02/03/2020)Api muncul pada Minggu sore dan membesar pada hari Senin. Sementara itu tim gabungan dari TNI - POLRI, Manggala Agni, Pihak Kecamatan Dayun dan MPA berjibaku memadamkan Api tersebut.Novendra Kasmara selaku Camat Dayun mengatakan luas lahan yang terbakar mencapai 1 Hektar. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan Masyarakat.Sementra itu penyebab terjadinya kebakaran. Di duga pemilik kebun membersihkan lahannya dengan cara di bakar. Sehingga api merambat ke area lain.Adapun proses pemadaman sendiri mengalami sedikit kendala. Lokasi kebakaran dengan sumber air lumayan jauh, sehingga para petugas harus menyambung selang cukup panjang.

Barang Bukti Bernilai Ratusan Juta Rupiah Dimusnahkan Kejari Siak dari 114 Perkara
25 Februari 2020 SIAK, Petah.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak musnahkan sejumlah barang bukti tindak pidana umum yang bernilai Ratusan Juta Rupiah dari 114 perkara yang terjadi sejak 2016 hingga 2019.Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Aliansyah menjelaskan untuk perkara perjudian ada 2 perkara, senjata api 1 perkara, senjata tajam 3 perkara, pencurian 17 perkara,pembuhan 3 perkara,penipuan 2 perkara" Dan perkara narkotika paling banyak di Daerah Siak yakni sebanyak 66 perkara dengan rincian Sabu sebesar 75,39 gram, Ganja 21,1 gram, ekstasi 1 butir dan sudah kita bakar bersama tadi,"Cakap Kepala Kejaksaan Negeri Siak, Aliansyah, Selasa (25/02/2020).Ditambahkannya, barang bukti seperti sajam dan senpi sudah dimusnahkan dengam cara dipotong dengan gerindra."Untuk perkara narkotika kita musnahkan dengan cara dibakar," jelas Aliansyah.Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Siak untuk sama-sama memberantas dan melakukan upaya pencegahan terhadap tindak pidana."Mari sama-sama melakukan pemberantasan dan pencegahan tindak kriminalitas sebab hal itu tugas kita semua dan bukan hanya tugas penegak hukum,"kata Aliansyah.Lebih jauh dikatakan Aliansyah, masih ada barang bukti dikejaksaan namun belum bisa dimusnahkan karena masih dalam proses persidangan dan saat ini masih menunggu inkrah."Masih ada perkara yang sedang berjalan dan masih menunggu putusan pengadilan, yang barang buktinya seperti ada sepeda motor, narkotika dan lainnya,"tutup Aliansyah.Tampak hadir dalam acara tersebut, Wakapolres Siak Zulanda, Asisten II Pemkab Siak Hendrisan, TNI, Dishub Siak, Kasatpol PP, dan puluhan pelajar SMP dan SMA.