Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Bejat, Ayah Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil 6 Bulan
21 Juni 2021 Bengkalis, Petah.id - Seorang ayah sejatinya menjadi pelindung dan penjaga kehormatan anaknya. Namun tidak bagi pria berinisial JS, warga Kabupaten Bengkalis yang tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Hingga akhirnya sang putri yang masih berusia 18 tahun, hamil 6 bulan. Setelah mendengar penuturan putrinya, Ibu kandung korban yang tak terima dengan aksi bejat suami, langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Kapolsek Pinggir Kompol Firman VWA Sianipar menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap oleh tim opsnal Polsek Pinggir yang dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Gogor Ristanto pada (16/6/2021) sekira pukul 14.40 WIB di kawasan Jalan Lintas Rimbo Panjang - Bangkinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. "Kejadian pencabulan tersebut berawal pada Rabu (30/12/2020) sekira pukul 00.15 WIB di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri, Desa Pinggir Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, tepatnya di sebuah ruko tempat tersangka JS dan korban berjualan es dawet," kata Firman, Minggu (20/6/2021). Saat kejadian, korban berteriak dan menangis, namun tersangka langsung membekap mulut korban dengan memasukkan baju korban ke dalam mulutnya. Tak hanya itu, korban juga diikat dengan tali oleh pelaku.  "Lalu tersangka mengancam akan membunuh korban dan ibu korban. Kemudian tersangka membuka pakaiannya dan membuka pakaian korban dan menyetubuhi korban," ungkap Kapolsek. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku melepas ikatan tali dan membiarkan korban masuk ke dalam kamar sambil menangis serta memakai pakaiannya di dalam kamar. Tak selang berapa lama, pelaku kembali menjalankan aksinya untuk kali kedua didalam kamar. "Akibat dari perbuatan tersangka tersebut korban mengalami kehamilan dengan usia 6 bulan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada IS (ibu korban) dan R (tante korban), lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pinggir guna pengusutannya," katanya. Berdasarkan laporan tersebut Kapolsek Pinggir langsung menginstruksikan penyidik unit Reskrim Polsek Pinggir dan tim opsnal untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa tersebut. Petugas mendatangi TKP dan mendampingi korban untuk dilakukan visum et repertum di RSUD Duri, Bengkalis. "Setelah diperoleh bukti yang cukup dan diperoleh informasi keberadaan tersangka, lalu pada Rabu 16 Juni 2021 sekira pukul 10.00 WIB, tim yang dipimpin Panit 1 Reskrim Polsek Pinggir Ipda Gogor Ristanto STrK berangkat ke Rimbo panjang Kabupaten Kampar memburu tersangka," ujarnya. "Kemudian tim langsung menangkap tersangka yang mengaku bernama JS dan mengakui perbuatannya telah melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandung dengan cara menyetubuhi korban lebih dari 1 kali. Selanjutnya petugas membawa tersangka beserta barang bukti ke Polsek Pinggir guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," tuturnya. Terhadap tersangka tersebut, disangkakan melanggar pasal 46 undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga melakukan perbuatan kekerasan seksual, pemaksaan hubungan seksual yang menetap dalam lingkungan rumah tangga, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Sosok Mayat Bocah SD Ditemukan Warga dengan Luka Tebasan Benda Tajam di Sekujur Tubuh
18 Juni 2021 Siak, Petah.id - Warga Kabupaten Bengkalis digegerkan dengan penemuan sesosok mayat dengan tubuh penuh luka tebasan benda tajam. Terlihat sosok mayat tersebut merupakan bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Ia masih berusia 12 tahun. Atas peristiwa tersebut, Polisi mengungkap ciri-ciri korban tersebut, yaitu adalah Hendra (bukan nama sebenarnya) berusia 12 tahun warga Kabupaten Bengkalis. Mulanya, mayat bocah tersebut ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak menoreh getah pohon karet di wilayah Jalan Pembangunan, Desa Sungai Batang, Bengkalis, pada Kamis (17/6/2021) pukul 06.30 WIB pagi. Mayat bocah SD itu ditemukan di dekat semak-semak belukar. Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan menjelaskan, bahwa mayat bocah 12 tahun tersebut penuh luka sayatan benda tajam di sekujur tubuhnya. "Mayat anak laki-laki itu berbaju kaos warna coklat dan celana training dengan luka tebasan di sekujur tubuh," kata Kapolres. Dijelaskannya, awal penemuan mayat tersebut pertama kali ditemukan warga yang akan menoreh getah di kebunnya. Kemudian di tengah perjalanan, ia melihat ada sesosok mayat di pinggir Jalan Pembangunan Dusun Satu Desa Sei Batang, Kecamatan Bengkalis. Kemudian dia langsung memberitahukan kepada warga lain. Mendapat informasi tersebut, Kepala SPKT Polres Bengkalis, bersama Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Kapolsek Bengkalis beserta anggota dan personel Piket Intelkam turun ke TKP guna olah TKP dan evakuasi mayat. "Oleh Pihak Puskesmas Desa Sungai Batang, mayat tersebut dibawa menuju ke RSUD Bengkalis," ungkapnya. Saat ini, Polres Bengkalis terus mendalami dugaan kasus pembunuhan tersebut dan memburu pelaku. Di sisi lain, Kepala Desa Ketam Putih, Suhaimi menyebut bahwa korban bocah SD tersebut diduga dibunuh secara mengenaskan.Jasad korban ditemukan pertama sekali oleh warga yang ingin menoreh getah. Warga itu pun langsung melaporkan ke kantor desa atas penemuannya, barulah info tersebut disampaikan ke polisi. Dijelaskan Suhaimi, bahwa tadi malam orangtua korban sudah mengadu kehilangan anaknya yang diantar pergi mengaji namun tidak pulang-pulang ke rumah."Anak itu (korban) pergi mengaji dan tidak lagi pulang-pulang ke rumah. Dicari sama orangtuanya dan FKPM sampai subuh tidak ketemu. Sampai ditempat mengaji tapi di depan rumah saja, korban tidak masuk ke rumah guru ngaji," ungkapnya.Sumber : SuaraRiau.id

HUT Kabupaten Bengkalis ke-508, Rizky Sadri Pratama Ucapkan Selamat dan Sudah Waktunya Berbenah
29 Juli 2020 BENGKALIS, Petah.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bengkalis ke - 508 Rizky Sadri Pratama ajak seluruh stakeholder di Kota Terubuk itu untuk terus berbenah menjadi lebih baik.Di usia lebih dari setengah abad itu, Kata Rizky, Kabupaten Bengkalis harus mampu melakukan terobosan baru dari ketertinggalan dengan Kabupaten lainnya se Riau."Reformasi Birokrasi sangat perlu dilakukan untuk Bengkalis Lebih baik lagi, kedepan kita juga tidak ingin ada masalah korupsi yang saya nilai sangat merugikan masyarakat," jelas anak muda Kabupaten Bengkalis Rizky Sadri Pratama, Rabu (29/07/2020).Dijelaskannya, usia tua dan matang tentunya banyak hal kesuksesan-kesuksesan yang diraih setta kekurangan yang harus terus diperbaiki."Ditambah lagi ditengah pandemi covid-19 saat ini, sebagai bahan evaluasi pemerintah harus benar benar hadir di tengah masyarakat, agar kesejahteraan dan keberpihakan kepada masyarakat terus terjadi di Kota tercinta," tambahnya.Ia pun tak luput mengajak semuanya untum tetap optimis walaupun dalam kesulitan dengan saling menguatkan kembali niat dan semangat untuk Bengkalis yang lebih baik."Dan saya berkeyakinan bahwa estapet kepemimpinan dan estapet pembangunan di Bengkalis haus tetap berjalan sebagai mana mestinya.Mari kita wujudkan Bengkalis yang baik, penuh keberkahan untuk setiap warganya,” pungkas anak muda yang dibesarkan di Kota Terubuk itu.Untuk diketahui, Kamis (30/7/20), Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan memperingati hari jadi Kabupaten Bengkalis yang ke-508 di Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis.

KPK Tahan Bupati Bengkalis Amril Mukminin
07 Februari 2020 JAKARTA, Petah.id - Bupati Bengkalis Amril Mukminin resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus suap terkait proyek multiyears atau tahun jamak pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bangkalis, Riau."Penyidik melakukan penahanan selama 20 hari sejak 6 sampai 25 Februari 2020 untuk tersangka AM ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis.Usai diperiksa, Amril tak banyak berkomentar saat dikonfirmasi seputar kasusnya tersebut. "Tanya penasihat hukum saya saja," ucap Amril.Diketahui, KPK pada 16 Mei 2019 telah menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN (MK) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis. Untuk tersangka Makmur telah ditahan KPK sejak 31 Oktober 3019 lalu.Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning (multiyears) adalah salah satu bagian dari enam paket pekerjaan Jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp537,33 miliar.Proyek pembangunan jalan itu sempat dimenangkan oleh PT Citra Gading Asritama (CGA), namun kemudian dibatalkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis dengan alasan bahwa PT CGA diisukan masuk daftar hitam atau blacklist Bank Dunia. CGA menerima Surat Pembatalan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ). Namun, pada tingkat kasasi Juni 2015, Mahkamah Agung memutuskan PT CGA memenangkan gugatan terhadap Dinas PU Bengkalis dan berhak melanjutkan proyek tersebut.Pada Februari 2016, sebelum Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga ia telah menerima Rp2,5 miliar untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning tahun jamak tahun 2017-2019.Setelah Amril menjadi Bupati Bengkalis, diduga terjadi pertemuan antara perwakilan PT CGA dengan Amril. Dalam pertemuan tersebut PT CGA diduga meminta tindak lanjut Amril terkait proyek agar bisa segera tanda tangan kontrak dan Amril menyanggupi untuk membantu.Dalam rentang Juni dan Juli 2017, diduga tersangka Amril telah menerima Rp3,1 miliar dalam bentuk dolar Singapura dari pihak PT CGA. Penyerahan-penyerahan uang ini diduga untuk memuluskan proyek yang akan digarap oleh PT CGA, yakni proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning multiyears tahun 2017-2019.Sehingga total tersangka Amril diduga menerima uang setidak-tidaknya Rp5,6 miliar baik sebelum ataupun saat menjadi Bupati Bengkalis.Atas perbuatannya, Amril disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.Sumber : Antaranews

Desa Teluk Latak Bengkalis, Banjir Setelah Diguyur Hujan Lebat
29 Januari 2020 BENGKALIS, Petah.id - Desa Teluk Latak, Kabupaten Bengkalis, Riau tergenang air setelah semalaman diguyur hujan lebat.Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 09.00 WIB air menggenangi ruas jalan Dusun Simpang Baru Desa Teluk Latak. Selain ruas jalan, sejumlah rumah warga di sana ikut tergenang air.Kendati demikian, air tidak sampai masuk ke dalam rumah warga. Air hanya menggenangi perkarangan dan teras rumah."Ini hujan malam tadi. Tapi banjir belum masuk ke rumah. Kalau teras tergenang," kata pria sapaan akrab Adam warga setempat, kepada cakaplah.com, dikutip petah.id, Rabu (29/1/2020).Menurut Adam, banjir menggenangi Teluk Latak sudah langganan kala hujan lebat mengguyur. Genangan air agak dalam di daratnya (Darat Dusun Simpang Baru)."Kalau mau pakai motor ke darat tak bisa, mati motor karena air agak dalam," ucapnya.Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudarris mengaku sudah mendapatkan laporan banjir di Desa Teluk Latak. Pihaknya sudah menurunkan tim rescue untuk menyisir dan memantau kondisi."Anggota menyisir disana dulu di sana memantau dan melihat kondisi. Kondisi di sana masih aman dan terkendali. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah selanjutnya," kata Kalaksa BPBD.Sumber : Cakaplah.com

Akhirnya Kebakaran Hutan di Pulau Rupat, Bengkalis, Berhasil Dipadamkan Setelah 17 Hari Membara
27 Januari 2020 BENGKALIS, Petah.id - Cucuran keringat membasahi baju cokelat Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dikenakan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. Tak hanya itu, celana cokelat yang dipakainya juga ikut basah.Bersama Tim Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jenderal bintang dua itu makan nasi bungkus bersama di atas lahan bekas terbakar yang sudah dipadamkan dan didinginkan di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Senin, (27/01/2020).Sudah 17 hari lamanya, mulai 10 Januari 2020, Tim Pemadam Karhutla dipimpin Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto, berjibaku memadamkan api yang membakar lahan gambut di Pulau Rupat Utara tersebut. Termasuk di Desa Titi Akar."Anggota di lapangan sudah berusaha keras memadamkan api membakar lahan gambut di Pulau Rupat Utara. Kemarin sore, usai melihat aplikasi Dashboard Lancang Kuning, masih ada titik api. Ya kita turun, ikut memadamkan dan memberi semangat kepada Tim Pemadam," ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Senin (27/01/2020) sore.Ia menjelaskan, langkah pemadaman yang dilakukan Tim terpantau secara jelas di aplikasi Lancang Kuning.Ini, lanjutnya, merupakan implementatif dari inovasi Polda Riau untuk tak terulang Karhutla serta asap tebal saban tahunnya."Terimplementasi dengan baik (aplikasi Lancang Kuning). Kita monitor lalu kita bertindak dan mencari solusi secepatnya agar Karhutla tak berlarut-larut," kata Agung usai pemadaman didampingi Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau Kombes Pol Drs Rahmat Hidayat, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Abdul Hasyim, dan Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto.Saat memadamkan api di Desa Titi Akar tersebut, Kapolda melihat secara langsung kekompakan Tim Pemadam dalam memadamkan api membakar lahan gambut.Kapolda juga memuji semangat pantang menyerah diperlihatkan Tim Pemadam Karhutla.Tim Pemadam ini terdiri dari Polres Bengkalis, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI AD, Satpol PP, Manggala Agni KLHK, serta pemadam kebakaran dari PT Sumatera Riang Lestari, ikut berjibaku memadamkan api."Pihak perusahaan juga menurunkan dua alat untuk menyekat api jangan menjalar kemana-mana. Selain itu, juga dibuat embung dan mengerahkan peralatan pemadaman lainnya," ujar Kapolda Agung. Sumber : Kumparan.com