Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Home Berita Ungkap Kasus Karhutla di Bunga Raya Siak 9 Orang Diperiksa Polisi

Ungkap Kasus Karhutla di Bunga Raya Siak 9 Orang Diperiksa Polisi

by Petah - Kamis, 18 Maret 2021

Foto : Kebakaran Hutan dan Lahan di Kampung Temusai, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau

Siak, Petah.id  - Gerak cepat aparat kepolisian Polres Siak dalam upaya mengungkap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Temusai, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Hingga saat ini kepolisian terus melakukan penyelidikan yang mendalam atas peristiwa yang menghanguskan hutan dan lahan puluhan hektar tersebut.



Sebanyak 9 orang dari pihak desa, Perusahaan,  kelompok tani, bahkan salah satu pengusaha kelapa sawit yang memiliki lahan di Kampung Temusai itu sudah dipanggil oleh Polres Siak untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut.

 

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Siak Noak Aritonang melalui Kanit Tipiter Ipda Dendy Gusrianto. Dijelaskan Dendy, uapaya tersebut agar Polres Siak dapat dengan segera mengungkap kasus  kebakaran hutan dan lahan itu.

 

" Mulai dari kelompok tani, perangkat desa, perusahaan dan salah satu pengusaha kebun sawit di sana sudah kita lakukan penyelidikan," ungkap Dendy Gusrianto, Selasa (16/3/2021).

 

Ditambahkan Dendy, pihaknya sangat serius dalam menyelidiki kasus terjadinya karhutla di Kecamatan Bunga Raya.

 

"Kita tidak pandang bulu, jika terbukti pasti kita proses sesuai dengan aturan," tegasnya.

 

Bahkan, dalam waktu dekat mereka  (polisi) akan turun kembali kelapangan untuk mengetahui siapa pemilik lahan yang terbakar  tersebut.

 

"Kita akan minta ke perusahaan PT TKWL peta HGU milik mereka dan ingin kita cocokkan semuanya," kata Dia.

 

Disinggung soal informasi bahwa lahan tersebut milik salah satu pengusaha kelapa sawit di Kecamatan Bunga Raya, Polisi berpangkat Inspektur Dua itu pun dengan tegas menjawab jika terbukti pasti akan diproses.

 

"Kalau lahan itu  milik pengusaha kelapa sawit itu, kita juga akan proses dan minta ia bertanggung jawab," jelasnya.

Laporan : Ph1
Editor : And