Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Home Berita Air Genangi Ruang Kelas, Murid di Siak Tetap Belajar

Air Genangi Ruang Kelas, Murid di Siak Tetap Belajar

by Admin - Kamis, 14 Januari 2021

Foto : Sejumlah Anak murid tetap melakukan proses belajar di ruangan yang tergenangi Air

SIAK, Petah.id  - Pamandangan tak biasa tampak di Sekokah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hubbul Wathan, Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.

Tampak sejumlah anak-anak murid beserta gurunya sedang melakukan proses belajar mengajar di ruangan yang digenangi air.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan Gustiyana, disebutkannya, pemandangan seperti itu setiap tahun terjadi. Penyebabnya karena air pasang naik tinggi dan kali ini sudah dua hari ruang kelas ini digenangi air.

" Kalau orang awak cakap ini pasang keling, terendam dah dua hari," ungkap Gustiyana, Rabu (13/1/2021).

Dijelaskannya, peristiwa itu tidak ada hubungannya dengan curah hujan yang tinggi.

"Tak ada hubungan dengan hujan, laman itu kering, pas pasang besar naik, air sampai dalam kelas, sebab belakang sekolah kami laut/sungai," jelasnya.

Kondisi itu, kata Gustiyana lebih jauh, tidak menyurutkan semangat anak murid dan guru untuk tetap melakukan proses belajar.

"Kami belajar selagi kami bisa, kalau pagi air belum naik.  Semalam jam 9.00 Wib air naik,
hari ni jam 9.30Wib air naik," kata dia.

Menurutnya, selagi air belum masuk ke ruangan kelas pihaknya terus melakukan proses belajar.

"Setelah air masuk kami masih belajar, ketika air semakin tinggi baru kami balek," ungkapnya.

Dijelaskannya, kondisi seperti ini merupakan kondisi alam. Saat ini, Gustiyana berharap kepada orang tua murid untuk memaklumi kondisi tersebut.

"Memang sudah kondisi alam, kalau dari segi aliran parit dah bagus. Cumo harapan kami kepada orang tua siswa ketika kondisi seperti ini terjadi harap maklum anak tak bisa belajar degan maksimal, baik dari segi penyampaian materi maupun dari segi waktu," jelasnya.

Pihak sekolah terus memanfaatkan waktu pagi ketika kondisi air belum naik terlalu tinggi untuk belajar. Namun, ketika air sudah masuk ruang, sebagian anak dipulangkan.

" Ada tiga ruang kelas yang agak tinggi dan tak masuk air, 3 ruang ini kami khususkan untuk kelas 1 dan 6 dengan pertimbangan kelas 1 merupakan kelas awal yang perlu belajar dengan bimbingan guru, sedangkan kelas 6 merupakan kelas akhir yang akan mendekati ujian," beber Gustiyana.

Dari informasi warga sekitar, 
besok, Kamis (14/1/2021) merupakan puncak besarnya terjadi kenaikan air pasang.

"Untuk rungan kantor guru dan gedung lain terpisah dari ruang belajar sehingga tidak terkena banjir. Sebab ruang kantor diseberang jalan dan posisinya agak tinggi," ungkapnya.



Laporan : Ph1
Editor : And