Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Home Berita 4 Hektar Lahan Terbakar di Kepulauan Meranti, 2 Hektar Berhasil Dipadamkan

4 Hektar Lahan Terbakar di Kepulauan Meranti, 2 Hektar Berhasil Dipadamkan

by Petah - Sabtu, 06 Maret 2021

Foto : Manggala Agni Saat Bertungkua Lumus Memadamkan Api di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti

SIAK, Petah.id - Baru saja berhasil memadamkan api di Desa Tanjung Gemuk seluas 2 hektar, tim Manggala Agni Daops Siak berpindah lokasi untuk berjibaku memadamkan api lagi di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Demikian dikatakan Humas Manggala Agni Daops Siak Sutrisno kepada Petah.id yang saat ini berada di lokasi. Ia menyebut sudah 3 hari tim memadamkan api di Desa Gayung Kiri itu.

"Luas yang terbakar di sini diperkirakan 4 hektar lebih, tapi baru berhasil dijinakkan seluas 2 hektar lebih," jelas Sutrisno kepada Petah.id, Jumat (5/3/2021).

Diakui Sutrisno, saat ini pihaknya bersama tim yang terdiri dari Manggala Agni, Polisi, TNI, Aparat Kecamatan Rangsang, dan Aparat Desa Gayung Kiri masih berjibaku melawan si jago merah.

"Sudah tiga hari ini tim terus berupaya memadamkan api, padahal tim baru saja berhasil memadamkan api di Desa Tanjung Gemuk selama 3 hari," kata Sutrisno.

Saat ini, tambahnya, tim terus melakukan upaya penyekatan dan mengejar kepala api agar tidak merambat kepemukiman warga.

" Tim terus melakukan penyekatan dan pengejaran kepala api agar tak sampai masuk ke pemukiman warga, soalnya kemarin api sudah mulai merambat ke bagian halaman belakang rumah warga," jelasnya.

Sumber air yang sulit serta angin yang kencang dan tak beraturan membuat tim harus bekerja ekstra. Mereka bertungkus lumus untuk mengendalikan api.

"Saat ini api sudah dapat di kendalikan, selanjutnya akan dilakukan kegiatan moping up," jelasnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya karhutla di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang tersebut. Namun, kejadian itu terus dalam penyelidikan kepolisian.

" Penyebab kebakaran belum tau, kita fokus api padam saja, kabarnya persoalan itu masih dalam penyelidikan Polsek Rangsang," kata Dia.

Sutrisno berharap, kedepan seluruh stake holder benar-benar dapat menjaga lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan atau membuang puntung rokok sembarangan di tengah cuaca panas seperti ini.

" Jangan membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar,hati-hati membuang puntung rokok, agar tidak terulang kejadian kebakaran hutan dan lahan," pinta Sutrisno.

Kata Sutrisno, jika warga ada yang melihat melihat ada api di hutan atau lahan untuk segera melakukan langkah pemadaman cepat agar tidak meluas.

" Atau bisa juga hubungi aparat desa setempat dengan begitu kita bisa mencegah karhutla meluas dan selamatkan lingkungan," tandasnya.

Laporan : Ph1
Editor : And