Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Tentang Kami Kontak
Mewah, THR PNS Tahun Ini Cair 10 Hari Sebelum Lebaran
20 April 2021 Pekanbaru, Petah.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mencairkan tunjangan hari raya (THR) untuk PNS, TNI, dan Polri H-10 Lebaran idul fitri. Aturannya saat ini masih difinalisasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani."(THR untuk) ASN dan prajurit TNI, Polri, ini difinalisasi oleh Bu Menteri Keuangan dan dibayar H-10, THR untuk pekerja sudah ada SE Menaker No. M/6/HK.04/IV/2021 dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7 sebelum lebaran," jelas Airlangga dikutip dari mediacenter.riau.go.id.Surat Edaran tersebut tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.Airlangga mengatakan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan membentuk posko THR untuk melakukan pengawasan.“Kemenaker akan membuat posko THR untuk memonitor,” ujarnya.Sementara, tahun ini PNS juga bakal menerima THR dan gaji ke-13 secara penuh alias tanpa potongan. Hal itu disampaikan oleh eks direktur jenderal anggaran kementerian keuangan Askolani beberapa waktu lalu.Jika pemerintah akan membayarkan THR pada H-10 Lebaran dan Hari Raya jatuh pada pertengahan Mei 2021, maka THR akan cair pada awal Mei 2021 mendatang.Presiden Jokowi pun ikut mengingatkan pengusaha untuk memberikan THR kepada pekerjanya pada lebaran tahun ini meskipun ekonomi masih tertekan virus corona. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan sederet stimulus kepada pengusaha swasta supaya bisa menghadapi tekanan pandemi covid-19."Pemerintah mendorong pihak swasta untuk memberikan THR bagi para karyawannya," ungkap Jokowi dalam akun resmi Instagramnya @jokowi.

Covid-19 Makin Menggila, 80 Pasien Penuhi Ruang Inap RSUD Tengku Rafian Siak
20 April 2021 Siak, Petah.id - Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Siak menunjukkan peningkatan yang cukup serius. Hingga saat ini pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Siak, Riau terus bertambah jumlahnya.Tercatat, hingga Minggu (18/4/2021) terjadi penambahan 38 orang. Banyaknya penambahan kasus positif Covid-19 ini juga membuat ruang inap RSUD Tengku Rafian Siak penuh. Setidaknya, ada sekitar 80 orang yang saat ini menjalani perawatan intensif di sana. "Pasien konfirmasi positif Covid – 19 yang dirawat tersebar dibeberapa tempat. Yang dirawat di rumah sakit sekitar Pekanbaru ada sekitar 25 orang, kemudian di RSUD Siak 80 orang, Asrama Haji Siak 55 orang, Isolasi Mandiri / Mess Perusahaan/Rumah 96 orang. Untuk di pusat kota Siak saja kasus ini cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Siak, dr Toni Chandra.Dari data sementara yang berhasil dihimpun, total pasien Covid-19 di kabupaten Siak saat ini 2.888 yang terkonfirmasi. Dari angka tersebut tinggal 160 dirawat dan 2.557 sehat dan selesai menjalani isolasi,  Tidak semua pasien Covid-19 yang diisolasi di Rumah sakit, ada juga yang melakukan isolasi mandiri yakni sekitar 96 orang. Sementara yang meninggal dunia saat terpapar Covid-19 sekitar 75 orang. "Kemarin juga ada pasien Covid-19 yang meninggal di RSUD Tengku Rafian Siak, yaitu Tn AB (69). Dan ini ada sekitar 80 orang yang masih dirawat untuk pemulihan dari virus corona ini. Saat ini penambahan pasien positif lebih banyak dibandingkan yang sembuh, data per Minggu kemarin aja yang sembuh cuma 16 orang, sementara yang positif 38 orang," jelas Dr Toni Chandra.Ditambahkan Toni, saat ini ada 37 sampel lagi menunggu hasil. Mereka semuanya tersebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Siak terutama yang kontak erat dengan positif yang telah diambil uji swab."Jadi yang dirawat saat ini di RSUD Siak juga ada yang anak-anak, penambahan kemarin ada 7 anak lagi, makanya kita selalu tegaskan kepada masyarakat untuk tetap selalu menerapkan protokol kesehatan ini. Karena virus ini cepat sekali menular," kata dr Toni lagi. Toni mengingatkan masyarakat terkait pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian. "Bila harus keluar, gunakan masker. Rutin mencuci tangan dan menjaga pola hidup sehat dengan makan buah dan sayuran  serta berolahraga rutin," tutupnya.

Sudah Pernah Divaksin, 7 Personil Polres Siak Terkonfirmasi Positif Covid-19
20 April 2021 Siak, Petah.id - Pemerintah dari pusat hingga daerah terus menggalakkan program vaksinasi. Sejauh ini berbagai lintas instansi sudah melakukan vaksin guna terhindar dari bahaya covid-19.Kendati demikian, tidak ada garansi akan terbebas dari virus Covid-19 setelah tubuh kita divaksin melalui program pemerintah beberapa waktu lalu dan terus berlangsung.Faktanya, di Kabupaten Siak Provinsi Riau terdapat sejumlah orang yang sudah divaksin namun tetap terpapar virus dari Wuhan Cina itu. Seperti 7 orang personil Polres Siak.Kapolres Siak, AKBP Gunar Rahadiyanto  tak menampik kabar itu. Diakui Kapolres bahwa 7 anggotanya tersebut  terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu disampaikannya usai Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 bersama Gubernur Riau melalui zoom meeting di ruangan Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Senin (19/4/2021)."Ada 7 orang personil kita terpapar positif Covid-19 setelah seminggu selesai vaksin. Sekarang baru 1 yang sembuh, yang lainnya masih isolasi mandiri," kata AKBP Gunar Rahadiyanto setelah Kadis Kesehatan Siak dr Toni Chandra menyebutkan tidak ada temuan kasus warga positif Covid-19 setelah diberi vaksin Covid-19. Dijelaskan lagi oleh Kapolres, ketujuh personilnya yang terpapar positif Covid-19 ini sama sekali tidak mengalami gejala dan membuat fisiknya drop. "Jadi mereka itu terlihat seperti kita yang sehat ini. Tidak ada demam atau gejala lainnya. Namun karena positif dari hasil tracing, ya mereka tetap wajib isolasi agar ini tidak menular pada yang lain," kata Kapolres lagi. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Toni Chandra mengatakan seseorang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 tetap memiliki potensi tertular SARS-CoV-2 atau Virus Corona. Meski tidak bisa menjamin 100 persen, tambah Toni, orang untuk tidak tertular penyakit, tapi vaksin tetap bermanfaat untuk mencegah dirinya mengalami gejala yang lebih berat."Saat seseorang sudah divaksin, itu biasanya sudah terbentuk kekebalan tubuhnya dari ancaman virus. Namun jika seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi seseorang tersebut sudah terpapar/terinfeksi Covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi. Tetapi biasanya mereka akan cepat untuk pemulihan, karena mereka tidak ada gejala," kata dr Toni. Dijelaskannya, vaksin corona membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Selain itu, butuh waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk."Ya kalau di Siak belum ada kasus itu, dan saat ini dari 271 ribu masyarakat yang akan divaksinasi, baru sekitar 12 ribu 500 orang yang terealisasi. Jika nanti vaksin datang dari provinsi, kita akan prioritaskan guru 40 persen dan lansia 60 persen," kata dr Toni Chandra.

Gubernur Riau dan Istri Terpapar Covid-19, Santri di Siak Doakan Kesembuhan
04 Desember 2020 SIAK, Petah.id - Gubernur Riau Drs H Syamsuar beserta istri menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Riau setelah dinyatakan terpapar positif covid-19.   Perhatian khusus kali ini datang dari para santri di pesantren. Syamsuar mendapat doa secara khusus dari ratusan santri Pondok Pesantren Modern Fataha di Kecamatan Tualang, Siak, Riau.   Seperti dikatakan Pengasuh Pondok Pesantren Fataha, KH Khairul Akhyar mengatakan para kyai dan santri bermunajat kepada Allah agar covid-19 cepat berlalu dan semua yang sedang terpapar diberikan kesembuhan.   " Gubernur Riau Drs H. Syamsuar yang kita cintai beserta istri beliau saat ini terpapar dan tengah menjalani perawatan. Dengan kepasrahan diri kami bersama para santri bermunajat kepada Allah Ta'ala untuk kesembuhan semuanya dan seluruh anak bangsa yang saat ini tengah berjuang untuk kesembuhan," katanya.   Diakui Kyai Khairul Anwar, santri asuhannya sangat terkejut saat mendengar kabar Gubri dinyatakan positif Covid-19. Sebab, Syamsuar dianggap sosok yang selalu perhatian dan dekat dengan para santri di Riau.   " Para santri sangat kaget, makanya pada malam ini kami sekalian mengadakan Istighosah Kebangsaan, agar semua orang-orang yang kita cintai yang saat ini tengah berjuang menghadapi corona diberikan Allah kesembuhan," kata KH Khairul.   Dalam kesempatan itu, kepada para santri KH Khairul Akhyar berpesan, agar anak asuhnya disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan tetap menjaga jarak serta menggunakan masker selama berkegiatan di kompleks pondok pesantren.   " Bagi santri harus tetap terapkan protokol kesehatan, selain doa kita juga terus berupaya untuk memutus penyebaran virus yang mendunia itu," imbaunya.   Untuk diketahui Doa untuk kesembuhan Gubernur Riau Drs H Syamsuar beserta istri dilakukan di Masjid Fataha usai melaksanakan shalat Magrib berjamaah di Kampung Meredan Barat, Kecamatan Tulang, Kabupaten Siak, Kamis (3/12/20).   Sementara itu, Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman mengaku terharu dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para santri di Siak.   Kata Indra, sudah seyogyanya bagi masyarakat untuk saling mendoakan yang terbaik. Apalagi di tengah musibah yang sedang melanda negeri.   " Semoga Allah curahkan keberkahan untuk anak-anak santri kita di Siak. Dan semoga Pak Gubernur lekas pulih dan bisa kembali beraktifitas serta bercengkrama kembali dengan masyarakat Riau," kata Kadis ESDM Provinsi Riau itu.

Tenaga Kesehatan Meninggal Setelah Sembuh dari Covid-19
12 November 2020 SIAK, Petah.id - Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di Kabupaten Siak diwarnai duka yang mendalam, pasalnya seorang tenaga kesehatan yang sebelumnya telah berjuang untuk sembuh dari Covid-19 tutup usia.Hal itu disampaikan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Tonny Chandra, tenaga kesehatan yang meninggal dunia melawan covid- 19 itu adalah Maria Ulfa. Maria Ulfa salah satu tenaga kesehatan yang kesehariannya bertugas di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Riau. Selama masa tugasnya 38 tahun, dia dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik serta pekerja keras."Maria Ulfa, teman kita di laboratorium Dinas Kesehatan Siak tadi malam (11/11/2020) meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Tonny Chandra, Kamis (12/11/2020) pada peringatan hari kesehatan nasional ke 56.Selanjutnya, kata Kadis Kesehatan, Maria Ulfa sebelumnya pasien positif Covid-19. Namun sekitar seminggu yang lalu, dia berhasil melawan virus tersebut hingga dinyatakan sembuh dari Corona. "Sayangnya, takdir berkata lain. Ia menghembuskan nafas terakhir tadi malam dengan memiliki riwayat sakit Kanker yang juga sudah dalam perawatan medis," kata dr Tonny. Dr Tonny juga mengajak semua orang yang datang dalam acara sederhana HKN itu untuk mengirimkan Doa kepada Maria Ulfa, agar mendapat tempat yang layak disisi Nya.

Cegah Penyebaran Covid-19 Saat Libur Panjang, Pjs Bupati Siak Larang ASN Bepergian Luar Daerah
26 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Siak antisipasi penyebaran dan kenaikan kasus covid-19 dengan melarang seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Siak, Riau untuk bepergian ke luar daerah pada libur panjang akhir Oktober 2020 dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.Dikatakan Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman, larangan tegas tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Riau, Drs H Syamsuar dalam rapat kordinasi dalam penanganan Covid-19 dengan seluruh Bupati dan Walikota se Riau, Senin (26/10/2020).Lebih jauh dikatakan Indra, adanya libur panjang dikhawatirkan bisa menjadi penyebab terjadinya penyebaran virus corona karena pasti ada masyarakat yang memanfaatkannya untuk bepergian dan tidak menutup kemungkinan ASN atau pegawai di lingkup Pemkab Siak memanfaatkan libur panjang ini untuk bepergian ke luar daerah."Kita harapkan seluruh ASN di Kabupaten Siak dapat mengikuti imbauan yang disampaikan bapak Gubernur Riau. Libur panjang pasca Idul Adha kemarin, menjadi pelajaran bagi kita semua. Angka Covid-19 meningkat pasca libur panjang Idul Adha," kata Indra Agus Lukman.Selain itu, kata Kepala Dinas ESDM Riau itu, untuk ASN atau pegawai di lingkup Pemkab Siak yang terpaksa memang harus keluar daerah, itu diwajibkan untuk melakukan PCR atau tes swab."Mungkin nanti ada yang memang tidak bisa ditahan lagi untuk keluar daerah, nah itu nanti wajib tes swab mandiri, sebab tidak ditanggung oleh pemerintah," kata Indra.Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir."Makanya harus bijak dalam memanfaatkan libur panjang ini. Jangan sampai kasus Covid-19 di Kabupaten Siak ini bertambah lagi. Jangan sampai kita menjadi penyumbang kasus Covid-19 secara nasional lagi," sebut Indra.

Arfan Usman : Luruskan Isu Tidak Benar itu
11 Oktober 2020 SIAK, Petah.id - Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Siak Arfan Usman dengan tegas membantah jika Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman turun kelapangan berpolitik dan tidak mengikuti  agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setiap bergerak sesuai dengan agenda yang sudah dijadwalkan. jadi opini yang beredar bahwa ia tidak mengikuti agenda pemkab itu tidak benar,toling luruskan itu" tegas Sekda Siak Arfan Usman, Minggu (11/10/2020) sore.Dijelaskannya, Pjs Bupati Siak juga pernah berpesan kepada dirinya saat pertama dilantik sebagai Pjs Bupati terkait pilkada siak yang sedang berlangsung."Pjs Bupati pernah berpesan kepada saya bahwa soal politik biarlah itu menjadi urusan pasangan calon yang maju pada pilkada serentak, kita fokus kepada pelayanan terjadap masyarakat saja, dan memutus penyebaran covid 19 di Siak," terang Arfan Usman.Hal senada juga dikatakan Kabag Humas Pemkab Siak Wan Saiful, Ia turut membantah jika Penjabat sementara (Pjs) Bupati Siak Indra Lukman Agus banyak bekerja diluar agenda pemerintah Kabupaten Siak."Pak Pjs Bupati setau saya setiap turun kelapangan sesuai dengan agenda yang sudah disusun oleh pemkab Siak," terang Kabag Humas Wan Saiful, Minggu (11/10/2020).Dikatakannya, misalnya dalam menyambut HUT Siak ke-21 nanti bakal ada kunjungan ke makam Sultan Siak. dan itu juga bagian dari agenda pemkab Siak."Seperti besok Pak Pjs Bupati juga turun ke makam Sultan dalam rangkaian agenda HUT Siak, jadi g ada persoalan sebenarnya,"imbuhnya.Disinggung soal kegiatan Pjs Bupati Siak membagikan masker di Kecamatan Kandis Wan Saiful menjelaskan  hal itu biasa saja apalagi di tengah Pandemi Covid 19 seperti saat ini."Jika turun bersama Pak Gubernur pun itu kan hal yang biasa saja sebab itu bagian dari agenda pemerintah juga dalam mencegah terjadinya penularan yang semakin meluas soal Virus corona ini,"kata Wan Saiful.Sementara itu Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman menjelaskan dirinya membagikan masker di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak guna memutus penyebaran covid 19 yang kian menakutkan di tengah masyarakat."Saya bekerja sesuai protokol. Dan di Kandis, pesantren yang kami datangi sangat bagus dan disiplin. Komunikasi kami hanya seputar Covid, mengantisipasinya serta pemberian masker kain, sehingga bisa dipakai ulang setelah dicuci,"jelas Pjs Bupati Siak Indra Agus Lukman.

336 Peserta Ikut Tes SKB PNS 2019 yang Digelar Pemkab Siak
01 September 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak menggelar tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2019, Siak (01/09/2020) pagi.Peserta yang mengikuti ujian seleksi SKB CPNS Kabupaten Siak  sebanyak 336 orang dengan formasi kuota sebanyak 125 orang."Ada 204 orang mengikuti Tes SKB di Siak dan 132 orang mengikuti tes dikedudukan masing masing, dengan begitu total keseluruhan sebanyak 336 orang,"jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kabupaten Siak Wan Abdul Razak.Lebih lanjut Abdul Razak menjelaskan, seluruh peserta ujian wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang telah disiapkan panitia penyelenggara."Peserta wajib menggunakan masker, jaga jarak bahkan para peserta dianjurkan menggunakan sarung tangan. Begitu juga dengan panitia wajib  masker dan sarung tangan, Hal ini untuk mencegah penularan virus Corona," kata dia.Seleksi berlangsung sebanyak 2 sesi, sesi pertama dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 10.00 WIB, sementara untuk sesi kedua dimulai dari pukul 10.30 hingga pukul 12.30 WIB yang bertempat di Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II.

100 Dokter Indonesia Meninggal karena Covid-19
31 Agustus 2020 JAKARTA, Petah.id - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia di akun Instagram resmi IDI menyatakan bahwa sudah 100 dokter meninggal dunia karena tertular virus corona atau Covid-19.

Siap-Siap! Akan Ada Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
14 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Dengan keluarnya Intuksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 maka hal itu telah menjamin adanya kepastian hukum serta memperkuat dan meningkatkan efektifitas pencegahan dan pengendalian covid-19 di Indonesia.Bupati Siak Alfedri bersama unsur Forkopimda Kabupaten Siak turut mengikuti rapat koordinasi virtual tentang sosialisasi pelaksanaan Inpres bersama Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mentri Dalam Negeri Jendral Tito Karnavian serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Indonesia di Ruang Siak Live Room, Lantai II Kantor Bupati Siak, Kamis (13/8/2020).Instruksi Presiden tersebut dinilai oleh semua pihak bisa menjadi payung hukum bagi petugas di seluruh wilayah untuk menegakkan aturan dalam mendisiplinkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya bersama memutus mata rantai penyebaran covid-19."Intruksi Presiden sangat urgen keberadaannya dan hal ini akan menjadi jawaban terhadap situasi terkini dimana peningkatan kasus (covid-19) di Indonesia termasuk di  Riau dan Kabupaten Siak ini cukup signifikan," sebut Alfedri usai mengikuti Rakor Virtual.Alfedri juga berpandangan bahwa protokol kesehatan mesti dijalankan lebih ketat di tengah masyarakat agar dapay dengan segera memutus mata rantai oenyebaran covid-19."Secara umum, kami telah memahami Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tersebut dan ini menjadi payung hukum bagi kami (Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum di wilayah Kabupaten Siak) untuk mendisiplinkan masyarakat Kabupaten Siak terkait penerapan protokol kesehatan covid-19 secara ketat,"sebutnya.Menurut Alfedri, Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini berisikan 12 point peraturan yang meliputi pelaksanaan protokol kesehatan covid-19, penanganan saat ditemukan kasus di tempat dan fasilitas umum,sumberdaya penanganan covid-19, dan kebijakan pendidikan pada masa penanganan covid-19."Seperti yang di sampaikan Pak Mahfud (Menko Polhukam Mahfud MD) Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini memuat 12 Point peraturan,meliputi pelaksanaan protokol kesehatan covid-19, penanganan saat ditemukan kasus di tempat dan fasilitas umum,sumberdaya penanganan covid-19, dan kebijakan pendidikan pada masa penanganan covid-19,"urainya.Lanjutnya,pelaksanaan koordinasi lintas instansi,penyediaan alatpelindung diri,gerakan mandiri pangan,penerapan jam malam,pembinaan,pengawasan,dan pengendalian pendanaan,evaluasi serta pelaporan.Menurut Alfedri,didalam Inpres itu juga memuat sanksi terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan yang di lakukan oleh perorangan,pelaku usaha,pengelola,penyelenggara,atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum.Sanksi tersebut dapat berupa teguran lisan atau tertulis,kerja sosial,denda administrasi,serta penghentian atau penutupan sementara penyelenggaran usaha."Mengenai sanksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan diberikan hukuman berupa sanksi administratif (denda) dan sanksi sosial seperti membersihkan jalan,memungut sampah,dan lain sebagainya,"sebut Alfedri.Alfedri kemudian menjelaskan bahwa langkah pemberian sanksi merupakan langkah terakhir yang di tempuh,sebelumnya Pemerintah Daerah bersama Forkopimda akan melaksanakan upaya sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020 kepada masyarakat Kabupaten Siak."Tadi pak Mendagri Tito Karnavian juga menyampaikan agar Gubernur, Bupati dan Wali Kota meningkatkan sosialisasi secara massif terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat. Intinya didalam Inpres ini di tekankan pada sosialisasi secara masif agar masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Siak dapat memahami dan melaksanakan dengan penuh tanggungjawab tanpa melakukan pelanggaran,"harap Alfedri.Alfedri menambahkan, Instruksi Presiden mengharuskan Kepala Daerah untuk menyusun dan menetapkan Peraturan Gubenur/Bupati/Wali Kota terkait kewajiban mematuhi protokol kesehatan kepada perorangan,pelaku usaha,pengelola,penyelenggara,atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum."Di dalam Inpres juga mengharuskan setiap Kepala Daerah menyusun dan menetapkan Peraturan Daerah,dalam hal ini saya masih menunggu Peraturan Bapak Gubernur Riau,baru nanti kita buat rancangan peraturan turunannya,tentunya saya bersama Forkopimda akan membahas lebih lanjut terkait hal ini,"pungkasnya.Turut hadir dalam Rapat Koordinasi secara virtual itu Kapolres Siak Doddy Sanjaya, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Jamaluddin, serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak.

Putus Penyebaran Covid-19, PT KTU Semprot Disinfektan Pasar Koto Gasib
06 Agustus 2020 SIAK, Petah.id - Tidak ingin masyarakat di Kecamatan Koto Gasib semakin banyak terjangkit Corona Virus Disease (covid 19), Pemerintah Kecamatan bersama PT Kimia Tirta Utama (KTU) melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah pasar.Sejauh ini ada 12 pasien dinyatakan positif covid -19 di Koto Gasib. Meski sebagian sudah sembuh,penyemprotan di pasar dengan disinfektan terus dilakukan seperti Pasar Buatan II, pasar di Km 4 dan Km 6.Camat Koto Gasib Dicky Sofyan, mengatakan kegiatan ini sebenarnya atas inisiasi Pemuda Pancasila Koto Gasib yang mencintai keluarga dan kerabatnya, agar tak terkena Covid-19.Setelah itu kegiatan itu langsung mendapat dukungan penuh dari PT KTU.“Saya heran juga dengan PT KTU ini, begitu cepat dan tanggap setiap ada kegiatan yang bermuara untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Camat Dicky Sofyan, Rabu (05/08/2020).Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Siak Fairus. Menurutnya apa yang dilakukan PT KTU menjadi inspirasi untuk melakukan hal yang sama.“Hal ini penting mengingat setiap perusahaan harus peduli terhadap lingkungan dan warga sekitar. Mari berlomba melakukan hal yang sama, sehingga masyarakat Koto Gasib benar-benar terperhatikan oleh perusahaan yang ada di sekitar kediamannya,” ungkapnya.Sementara itu Administratur PT KTU Achmad Zulkarnain mengatakan apa yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk perhatian terhadap warga tempat di mana perusahaannya berada.“Warga Koto Gasib adalah warga kami. Kami harus peduli dan berusaha selalu memberikan yang terbaik,” ungkapnya.Ditambahkannya, Perusahaan akan selalu berupaya membantu Pemkab Siak untuk memutus penyebaran virus Corona yang kian merebak."Maka itu, saat diketahui bahwa ada warga Koto Gasib terkena virus itu, langsung kita berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan polsek setempat, dengan mengandeng PP melakukan kegiatan ini,"pungkasnya.

Cegah Penularan Covid 19, Bupati Himbau Perusahan Stop Bawa Tenaga Kerja Luar
26 Juli 2020 SIAK - Petah.id - Bupati Siak Alfedri meminta kepada seluruh perusahaan besar yang beroperasi di kabupaten Siak, agar menyetop mendatangkan tenaga kerja dari luar kabupaten Siak.Imbauan ini di sampaikan Pasca meningkatnya wabah Corona atau covid 19 di kabupaten Siak. Seperti yang terjadi di PT Indah Kiat Pulp and Paper karyawan yang berasal dari Sumatera Selatan terkonfirmasi positif covid-19.“Kita sudah ingatkan perusahaan di Siak, untuk sementara waktu tidak mendatangkan tenaga kerja dari luar. Optimalkan tenaga kerja yang ada di pabriknya, hingga wabah covid 19 ini benar-benar grafiknya menurun,”kata Alfedri saat di hampiri wartawan beberapa waktu lalu, di Bungaraya.Lanjutnya, saat ini terdapat tiga claster Siak, Mempura dan Koto Gasib yang harus di lakukan treking, warga yang hasil reaktif tetap dilakukan swab. Ia juga menghimbau dengan meningkatnya kasus positif covid 19. Apa lagi mendatangkan pekerja dari zona merah.“Jika perusahaan sangat butuh tenaga ahli dari luar, mereka harus di swab terlebih dahulu, cek kesehatannya, dan yang terpenting di data dan perusahan wajib melaporkan kepemerintah. Artinya benar-benar dilakukan mengikuti protokol kesehatan Covid -19,”tegas Alfedri.Masih kata Alfedri, di masa pendemi ini, Perusahaan wajib melaksanakan protokol kesehatan, di lingkungan tempat kerja menyediakan wadah cuci tangan, menjaga jarak dan yang terpenting mewajibkan karyawannya mengunakan masker."Saya setiap saat menyampaikan ke masyarakat, saat ini, keluar rumah hukumnya wajib pakai masker. Selain itu kita juga sudah menyiapkan regulasi, tentang tatanan hidup produktif di tengah covid 19. Yang saat ini tengah di evaluasi pemerintah provinsi Riau, jika aturan ini disahkan nantinya bisa menjadi acuan dalam melaksanakan tatanan new normal covid 19,"tutupnya.

Dukung Peningkatan Produksi Pertanian, Bupati Alfedri Ajak Petani Manfaatkan Program KUR
09 Juli 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah pusat dan daerah saling bersinergi untuk meningkatkan produksi pertanian, guna mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional. Salah satu upaya dilakukan adalah melalui fasilitasi kerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam bentuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini bertujuan untuk menyiapkan dan memberikan modal usaha bagi petani,agar mampu meningkatkan produksi pertanian yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Paralel dengan hal tersebut, Bupati Alfedri memberikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pertanian Kabupaten Siak dengan Himpunan Bank Negara (Himbara)."Kami mengapresiasi lerjasama yang terjalin antara Dinas Pertanian Kabupaten Siak dengan Himpunan Bank Negara (Himbara), termasuk Pegadaian dan Bank Pembangunan Daerah untuk menjelaskan kepada masyarakat luas tentang program bersama dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR ) ini," kata Bupati Alfedri di Minas, saat membuka Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kegiatan Fasilitasi Pembiayaan Pertanian, Rabu, (8/7/20).Dijelaskannya, pemerintah mendorong kedaulatan pangan untuk terus ditingkatkan guna penopang perekonomian daerah dan nasional."Bisa dibayangkan bapak ibu, kalau kita tidak memiliki stok pangan yang cukup dan hanya mengandalkan impor beras dari Vietnam dan Myanmar. Di tambah suasana Covid seperti saat ini yang hampir 120 negara di dunia terkena, jika mereka stop pengiriman logistik dengan alasan wabah corona, kita mau makan apa. Negara kita dianggap lemah ekonomi akan rapuh kalau kita tidak memiliki stok pangan yang cukup, makanya pentingnya kedaulatan pangan itu," terangnya.Lanjutnya, Ketahanan pangan menjadi program startegis pemerintah yang harus dicapai bersama baik di tingkat pusat maupun daerah terutama komoditi padi."Menteri Pertanian (Mentan) di bawah kemudi pak Syahrul Yasin Limpo dua hal yang telah di lakukan , yaitu mendorong ekspor serta pemberdayaan UMKM," tutupnya.Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian kabupaten Siak Arisman mengatakan KUR ini sudah berjalan empat tahun namun baru sebagian masyarakat yang telah memanfaatkannya."Sebenarnya Kredit Usaha Rakyat sudah berjalan empat tahun, namun sangat sedikit masyarakat yang berminat. Untuk tahun 2020 ini target kredit yang sudah tercapai bank BRI sekitar 78 Milyar, ini melampaui target yang di tetapkan sebesar 60 milyar. Sementara untuk Bank Riau baru terealisasi sebasar 1,4 Milyar, jadi masih banyak yang belum termanfaatkan,"jelas Arisman.Dalam kesempatan ini dirinya pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan fasilitas KUR dengan bunga rendah antara 5 sampai dengan 6 persen."Pinjam 25 juta itu tanpa anggunan, tapi kalau mau minjam lebih besar lagi maksimalnya 500 juta, itu prosesnya mengunakan jaminan surat tanah, BPKB mobil dan tidak bisa dilakukan di Bank cabang, harus di unitnya, berarti berdomisili di Siak,"imbuhnya."Syarat pengajuan kredit Usaha Rakyat (KUR) cukup mudah, hanya melengkapi KTP, NIK, KK dan RAB atau rincian biaya, misalnya bapak mau nanam semangka 1 Hektar, berapa butuh dana, sehingga dengan ada RAB terukur uangnya di keluarkan untuk apa saja," tutupnya.

Bersatu Putuskan Mata Rantai Covid-19, Team Pengabdian Relawan Bagikan Handsanitizer
28 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Mahasiswa Universitas Riau melakukan pengabdian kepada masyarakat bersama Satgas Relawan Lawan Covid-19 Desa Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Dengan membagikan Hand sanitizer di tempat-tempat keramaian yang bertujuan untuk memutus penyebaran mata rantai virus Covid 19.Team pengabdian kepada masyarakat yang ikut serta dalam relawan desa lawan Covid-19 antara lain Anisa Fitriyana dari Program Studi Pendidikan Biologi, Cici Yurianti dari Program Studi Pendidikan Biologi, Een Indriani dari Program Studi Teknologi Pertanian, dan Meliana dari Program Studi Pendidikan Biologi.Selain itu, mahasiswa Universitas Riau juga mengelar serangkaian kegiatan membantu masyarakat desa dalam rangka melawan Covid-19 di Desa Banjar Seminai sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.Aksi peduli cegah penyebaran virus corona di Desa Banjar Seminai itu disebar di banyak tempat yang memungkinkan terjadinya keramaian.Hal itu dapat dijadikan pencegah penyebaran virus Corona, sebab Hand sanitizer dapat membunuh virus atau bakteri termasuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).Ketua Team Pengabdian masyarakat Anisa Fitriyana, menjelaskan tujuan pembuatan Hand sanitizer dan pembagian Hand sanitizer tersebut adalah untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat dalam menjaga kebersihan diri di tengah Pandemi Covid-19.Terutama masyarakat yang masih tetap bekerja sehingga berisiko tinggi terpapar virus corona seperti pedagang kaki lima, serta masyarakat di Desa Banjar Seminai yang sebagai pedagang yang berjualan di kawasan Desa Banjar Seminai.Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat tentang bahaya virus Corona atau Covid-19.“Sebanyak 5 Liter Hand sanitizer telah dibagikan kepada masyarakat di Desa Banjar Seminai. kegiatan ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat, terlihat dari antusiasme mereka,” Terangnya, Jum’at (24/06/2020).Cici Yurianti menambahkan, Hand sanitizer tersebut nantinya akan dibagikan di setiap dusun, masjid, dan tempat umum seperti masjid dan balai desa yang biasa menjadi tempat berkumpul warga.Diharapkan Hand sanitizer yang telah dibagikan oleh Team relawan Covid-19 dapat membantu warga dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19, dan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya pada masa New Normal.“Mudah-mudahan dengan Hand sanitizer yang telah dibagikan ini membantu warga dalam menjaga kebersihan setiap hari serta dapat memutuskan rantai penyebaran virus Corona meskipun kita masih berada pada masa New Normal," Terang Cici.Cici mengatakan, kondisi New Normal seperti ini tentunya harus mendapatkan kepedulian dari semua kalangan di Desa Banjar Seminai. Apa pun yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19, maka lakukanlah sesuai dengan kemampuannya masing-masing dan tentunya sesuai dengan Protokol New Normal.Penghulu Desa Banjar Seminai, Siti Aminah juga mengajak masyarakat agar sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila bepergian, selalu jaga jarak dan jangan berkerumun, bila masyarakat batuk atau pilek dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Serta jangan lupa berdoa.“Semoga kita semua segera terbebas dari wabah virus corona ini, dan warga Banjar Seminai selalu aman dan tidak ada satu pun yang terjangkit positif Corona,” tandasnya.

Positif Covid-19, Bayi 9 Bulan di Riau Meninggal Dunia
19 Juni 2020 SIAK, Petah.id - Corona Virus Disease (Covid 19) kembali memakan korban,kali ini kabar duka tersebut datang dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Kota Pekanbaru Provinsi Riau.Sebanyak 2 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 meninggal dunia yakni MYR (9) dari Indragiri Hilir dan NC (47) warga Kota Pekanbaru."Ada penambahan 2 pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia yaitu MYR bayi berusia 9 bulan yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hilir dan NC (47) warga Kota Pekanbaru," terang Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi saat jumpa pers di Gedung Daerah Pekanbaru, Kamis (18/6/2020).Dikatakannya, terdapat penambahan 6 kasus positif Covid-19 dan penambahan 1 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Riau. "Sampai saat ini, total menjadi 134 kasus positif, dengan rincian 13 dirawat, 113 sehat dan sudah dipulangkan serta 8 orang meninggal dunia," pungkasnya.

Pemkab Siak Ikuti Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan se-Indonesia
14 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Pemerintah Kabupaten Siak, mengikuti Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang di taja oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, secara live malalui media Televisi Republik Indonesia (TVRI) di hadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Ma'ruf.Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan Indonesia bebas dari COVID-19, sekaligus membangkitkan kepedulian dan rasa kemanusiaan bangsa dalam menghadapi pandemi global ini.Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan live bersama Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan seluruh Tokoh Agama di Indonesia ini, di pimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaludin, di hadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak Muharom, para Tokoh Agama, Ulama, dan Lintas Agama di Kabupaten Siak, bertempat di Ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Kamis (14/5/20).Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaludin dalam arahannya mengatakan, kurang lebih sudah 2 bulan Negara Indonesia ini terkena wabah Covid-19, alhamdullilah dengan adanya PSBB di beberapa kota terutama DKI, Bandung dan Surabaya, penularannya tidak terlalu tajam."Untuk itu pemerintah melalui menteri agama mengambil kebijakan bersama untuk melaksanakan doa kebangsaan dan kemanusiaan ini, mengajak kepada seluruh elemen unsur agama yang ada di Indonesia untuk berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing," Sebutnya.Lebih lanjut Jamal meminta kepada semua untuk memohon dan berdoa kepada tuhan masing-masing, supaya wabah corona bisa berangsur-angsur hilang dari dunia ini dan semua bisa pulih kembali normal hidup seperti biasanya, karena pengaruh dari wabah Corona ini luar biasa merubah peradaban manusia."Oleh sebab itu kita bersama berdoa kepada tuhan yang maha kuasa, mudah-mudahan apa yang kita inginkan melalui doa kebangsaan dan kemanusiaan ini bisa terwujud. Kemudian kita kembali hidup normal, rukun, damai, dan bekerja seperti biasa serta sama-sama membangun negeri yang kita cintai ini," pungkasnya.Di akhir acara dilakukan penandatanganan dukungan bersama dari lima lintas agama untuk mendukun Kabupaten Siak melaksanakan PSBB yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI terhadap 5 Kab/Kota yang ada di Provinsi Riau, yang insyaalah akan dimulai pada 15-29 Mei mendatang. Dan juga himbauan kepada lintas agama untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umat masing-masing untuk dapat mengikuti PSBB dengan baik.

Di Dumai 10 dari 15 Pasien Positif Covid 19 Dinyatakan Sembuh
09 Mei 2020 DUMAI, Petah.id -Dinyatakan negatif dari hasil swab sebanyak dua kali, 10 Pasien Dalam Pantauan (PDP) dari 15 orang positif Corona di Dumai dinyatakan sembuh.10 pasien tersebut empat pasien sudah pulang sejak sepekan lalu, kemudian hari ini, Sabtu (9/05/2020) sebanyak 6 pasien telah sembuh dan diperbolehkan pulang kerumah dengan menjalani isolasi diri selama 14 hari di rumah.Update virus corona (Covid-19) di Kota Dumai hingga Sabtu, 9 Mei 2020, enam pasien positif Corona di Dumai dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah.Sembuhnya enam pasien tersebut otomatis mengurangi jumlah kasus positif virus Corona di Dumai dari 11 kasus turun menjadi 5 kasus.Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Dumai Syahrinaldi didampingi Juru Bicara gGugus Tugas Covid-19 Dumai dr Syaipul, Kabid IKP Dumai Muhammad Sadam dan Nurbaiti Kabid P2P Dinkes Dumai, dalam konferensi pers di posko Gugus Tugas Covid-19 Dumai, Sabtu (9/5/2020).Enam pasien positif Corona dinyatakan sembuh yaitu pasien 02 inisial R yang dirawat sejak 3 April 2020, pasien 05 inisial K yang dirawat sejak 4 April 2020.Pasien 10 inisial S dirawat sejak 13 April 2020, pasien 11 inisial T dirawat sejak 24 April dan pasien 14 inisial IY dirawat sejak 5 Mei 2020, dan pasien 06 inisial DZ balita usia 2 tahun.“Mereka dinyatakan sembuh dan boleh pulang setelah dua kali swab test negatif,” ungkap Syahrinaldi.Lanjutnya, ia mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada tim medis dan tenaga kesehatan RSUD Dumai yang telah bekerja keras dan telah memberikan perawatan terhadap semua pasien Covid-19 di Dumai.Pasien tersebut lanjutnya, sudah boleh pulang ke rumah, namun tetap melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.Terakhir Syahrinaldi mengajak seluruh lapisan masyarakat Dumai untuk memberi dukungan kepada pasien positif Corona, PDD dan ODP dan tenaga medis. Jangan beri stigma negatif pada mereka.

Dikelilingi Kabupaten Kota Zona Merah, Dewan Siak Desak Bupati Segera Ajukan PSBB
08 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Dengan ditetapkannya Provinsi Riau sebagai zona merah atas meningkatnya kasus wabah covid 19, sejumlah Anggota DPRD Siak desak Bupati Alfedri agar segera menetapkan PSBB di Siak.Dewan menilai Pemerintah Kabupaten harus lekas menerapkan PSBB di Siak, sebab jika kalau usulan ini diterima otomatis ada tanggung jawab pemerintah pusat untuk daerah dalam prioritas penanganan wabah pandemi virus corona seperti mempercepat bantuan penyerahan sembako, BLT dan APD."Bupati Alfedri harus cepat dan tanggap, apa lagi di Kecamatan Tualang hasil dari Rapid Test ada yang positif, itu masih bagian kecil dari masyarakat Kabupaten Siak, jangan sampai ada masyarakat jadi korban karena pemda lamban," cakap Anggota DPRD Siak, Syamsurizal Budi, Jumat (8/05/2020).Dijelaskan Politisi Asal Partai Demokrat itu, di Kabupaten Siak sudah ada yang positif, ditambah lagi rapid test yang dilakukan di Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru yakni Kecamatan Tualang ada yang positif juga."Kabupaten Siak di kelilingi langsung oleh beberapa kabupaten yang sudah berada di zona merah, apalagi yang mau ditunggu?,"tanya Budi.Sementara itu, Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendri Pangaribuan juga mendukung jika Kabupaten Siak diterapkan PSBB. Ian menilai banyak sekali pintu keluar masuk di Siak ini yang langsung berbatasan dan dilintasi Kabupaten lain yang notabene juga berada di Zona merah."Sebaiknya Pemkab dalam hal ini mendukung pemprov Riau supaya Siak juga mengajukan PSBB ke Pemerintah Pusat agar seluruh stake holder di Kab Siak bisa punya payung hukum untuk memberikan tindakan maupun sanksi nantinya bagi yg melanggar aturan PSBB jika nantinya PSBB tersebut dikabulkan oleh Menkes sesuai dgn permohonan Pemda Siak,"Kata Hendri Pangaribuan.Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengingatkan agar Pemda Siak harus betul-betul memperhatikan dan mendata dengan benar kebutuhan masyarakat selama masa PSBB, sebab dengan anggaran yang dialokasikan Pemda Siak sudah cukup besar dan kita tidak perlu khawatir jika PSBB nantinya diterapkan di Kabupaten Siak." Saya sangat optimis Pak Bupati kita Pak Alfedri adalah pemimpin yg sangat bijaksana dan memikirkan rakyatnya tentu akan bertindak agar korban yang positive tidak makin banyak lagi tentu salah satu nya dengan memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dengan mengusulkan ke Pemerintah Pusat bersama Pemprov untuk melakukan PSBB,"jelasnya.Hal senada juga dikatakan Politisi asal Partai Golkar, Sumario mendesak Pemda Siak harus melaksanakan Rapid Test di setiap Kecamatan yang berbatasan langsumg dengan Kota Pekanbaru dan yang berbatasan dengan Kabupaten yang sudah ditetapkan sebagai Zona Merah."Seperti Kecamatan Minas, Kandis, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam dan Kecamatan Lainnya, sebab rapid test yang dilakukan di Kecamatan Tualang kemarin sudah ada satu yang positif maka sangan perlu di kecamatan lain juga dilakukan seperti itu untuk mengetahui secara cepat dan melakukan langkah antisipasi," cakap Sumario.Ia juga mendesak Kabupaten Siak diberlakukan PSBB dalam langkah antisipasi pemutusan mata rantai oenyebaran covid 19 di Kabupaten Siak." Sekarang pun sudah macam PSBB juga kan, hampir semua aktifitas masyarakat dibatasi, namun pemda kan belum menunjukkan sikap tanggung jawabnya kepada msyarakat, makanya kita mendesak pemda siak untuk ajukan PSBB agar ada payung hukum yang jelas jika ada yang melanggar PSBB,"kata Dewan asal Dapil II tersebut.Sementara itu, dukungan pengajuan PSBB untuk Kabupaten Siak juga hadir dari Anggota DPRD Siak Dapil 3 Kecamatan Tualang, Syamsurizal mangatakan sebaiknya pemda segera ajukan PSBB ke pusat agar ada kepastian kegiatan terhadap masyarakat." Kita ajukan saja dulu, kan yang menentukan pusat, nanti apapun hasilnya barulah kita bertindak, persoalannya covid 19 ini mendunia jadi kita belum punya pengalaman sama sekali dalam menanganinya, maka dari itu untuk mencegah dan menangkal serta memutus mata rantai covid 19 harus ada kepastian yang jelas,",cakap Syamsurizal melalui telefon seluler.Ditambahkannya, pemda bukan ahlinya dalam menentukan berbagai macam zona tersebut, sehingga alangkah baiknya pemerintah ajukan PSBB. Jika memang pusat menyatakan kita tidak layak untuk penetapan PSBB maka pemda bisa melonggarkan sedikit kegiatan masyarakat."Misalnya persoalan ibadah,jika memang Siak berada di zona aman ya biarkanlah masyarakat beribadah, jangan hantam kromo saja, orang tak boleh kita tak boleh, harus ada kepastian yang jelas,jangan ngambang,"kata Syamsurizal.Politisi asal Dapil 3 Kecamatan Tualang itu juga menegaskan Pemda Siak harus melibatkan seluruh pihak dalam penanganan Covid 19 di Siak, baik itu aspek teknis maupun soal penganggaran, sehingga fungsi pengawasan terus tetap berjalan."Menganggarkan sesuatu juga harus melibatkan legislatif, jangan sampai kami DPRD malah tidak tahu bagaimana anggaran covid ini. Jangan sampai pemda menyalahi hukum,"tegas Politisi Asal Partai Demokrat itu.

Deteksi Dini Covid-19, Pemkab Siak Gelar Rapit Test 174 Warga Berstatus ODP di Tualang
08 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri, meninjau pelaksanaan rapid test Covid-19 yang digelar di gedung olahraga kecamatan Tualang, Kamis pagi (7/5/2020).Rapid Test atau tes cepat corona covid-19 merupakan pengujian yang bertujuan untuk mendeteksi dini kasus Covid-19 sehingga pemerintah bisa melakukan tindakan tepat untuk pengobatan serta pemutusan rantai penyebaran virus.Rapid test dilakukan terhadap 174 warga Tualang yang berstatus ODP. Rapid test juga dilakukan terhadap tenaga kesehatan, TNI dan Polisi yang bertugas dan berinteraksi langsung dilapangan."Rapid Test ini sangat penting dilakukan untuk melihat kondisi selanjutnya dari 174 ODP yang ada Tualang ini," kata Alfedri.Alfedri bilang, akan melakukan uji Rapid test di kecamatan lain yang jumlah ODP banyak. Dengan pelaksanaan rapit test ini diharapkan ODP di kabupaten Siak jumlahnya, semakin melandai dan menurun."Rapid test hari ini kita prioritas untuk kecamatan Tualang, karena di sini selain penduduk nya padat, juga mobilisasi tinggi dan interaksi tinggi dengan daerah luar. Dengan adanya PSBB Kota pekanbaru dan PSBB daerah Sumatra Barat dan Medan menguntungkan buat kita karena orang di batasi untuk beriteraksi dan keluar,"harapnya.Kadis Kesehatan Tony Chandra menambahkan, setelah dilakukan Rapid tes sebanyak 40 orang baru 1 orang dinyatakan positif. Rapid tes ini dilakukan sebanyak 2 kali. Setelah dua kali pemeriksaan dinyatakan positif maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan VCR.Untuk rapid tes yang positif, pihaknya telah menyiapkan isolasi mandiri terkoordinir yang bertempat di asrama haji Kabupaten Siak. Lokasi tersebut sudah disiapkan petugas kesehatan, keamanan termasuk makanannya oleh Pemda.Kata Tony, setelah dua kali pemeriksaan hasilnya tetap positif, maka selanjutnya dilakukan swap tes untuk mengetahui apakah warga tersebut sudah terpapar virus corona. Jika Positif di lakukan isolasi di tempat yang pemerintah sediakan."Tahap awal ini kami sudah merencanakan 1000 rapid tes untuk seluruh kabupaten Siak, yang sudah datang ke Kabupaten Siak baru sekitar 680 dan yang sudah dilaksanakan sebanyak 238, ditambah 178," jelasnya.

TP PKK Siak Distribusikan 100 Paket Sembako Untuk Dhuafa di Koto Gasib dan Bungaraya
08 Mei 2020 SIAK, Petah.id - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Siak bekerjasama dengan Bank Riau Kepri Cabang Siak menyerahkan bantuan paket sembako kepada kaum dhuafa, janda tua, dan fakir miskin di Kecamatan Koto Gasib dan Bungaraya.Bantuan berjumlah 100 paket untuk dua kecamatan itu terdiri dari beras, tepung, gula dan minyak makan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Ketua PKK Kabupaten Siak Rasidah Alfedri dan Direktur Bank Riau-Kepri Cabang Siak Indra Gunawan."Bantuan ini berasal dari Bank Riau Kepri Cabang Siak, dan bekerjasama dengan TP PKK Siak untuk dua kecamatan, yaitu Koto Gasib dan Bungaraya" kata Rasidah menjelaskan, Selasa (5 Mei 2020) .Kemudian ia sampaikan pula, kegiatan penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat tidak mampu tersebut telah berjalan di 7 kecamatan. Dan ini terselenggara berkat penyaluran dana CSR oleh sejumlah perusahaan dan BUMD di Kabupaten Siak."Program berbagi dari BRK ini adalah tahun kedua dengan jumlah yang sama namun tempatnya berbeda. Tahun lalu kami bagikan untuk kecamatan Siak dan Mempura" imbuhnya.Rasidah juga meminta agar bantuan ini tepat sasaran. Artinya utamakan warga miskin yang belum pernah menerima bantuan. Menurutnya tujuan pembagian sembako ini adalah Ia untuk meringankan beban hidup masyarakat, khususnya di saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan masa pandemi Corona.Sementara itu Direktur Bank Riau-Kepri (BRK) Cabang Siak Indra Gunawan menyampaikan bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial, terutama dalam masa wabah Covid-19 ini pihaknya turut membantu pemda. Diantaranya membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan."Ini bentuk kepedulian BRK kepada masyarakat yang kurang mampu agar bisa menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan baik. Kedepan kami juga akan menyalurkan bantuan dengan cara bertahap" jelasnya.Penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di kantor Camat dan selanjutnya dibagi-bagikan oleh Penghulu masing-masing kampung. Selain itu, Ketua PKK Siak dan rombongan langsung menyerahkan bantuan kerumah-rumah warga.

Alfedri Keluarkan Perbup, Dorong Pemerintah Kampung Tanggap Covid-19
30 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Khawatir masyarakatnya terdampak penyebaran Covid-19, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengeluarkan Perbup. Isinya mendorong pemerintah kampung tanggap Covid-19 dan padat karya tunai kampung.Hal itu tertuang di Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 800/DPMK/190 tertanggal 30 Maret 2020.Dalam Perbup tersebut, pemerintah kampung didorong untuk membentuk Relawan Kampung Lawan Corona. Dan setiap kampung untuk menyiapkan call centre atau nomor telepon Kampung Tanggap Covid-19.Dikatakan Ketua Asosiasi Perangkat Desa (Apdesi) Kabupaten Siak Jufrianto, pihaknya menyambut baik peraturan Bupati Siak tersebut. Menurutnya hal ini baik untuk mencegah secara bersama pandemi Covid -19."Kami menyambut baik perbup tersebut, namun tahap selanjutnya kami sedang menunggu bagaimana teknisnya dan ini akan dirumuskan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK)," urai Ketua Apdesi Kabupaten Siak Jufrianto via ponsel, Senin (30/03/2020) siang.Lebih jauh dikatakannya, pihaknya ingin apa yang menjadi Perbup dapat dilaksanakan seluruh kampung dengan kesungguhan, sehingga apa yang diharapkan Bupati benar benar sampai dan tepat sasaran.“Jangan sampai setelah ini, ada tersangka karena terindikasi penggelapan anggaran atau lainnya. Saya tidak ingin itu terjadi. Saya ingatkan pemerintah kampung bekerja dengan ikhlas,” ungkapnya.

Wabah Covid-19, Jumlah ODP dan PDP di Siak Meningkat
28 Maret 2020 SÌAK,Petah.id - Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Siak meningkat. Sebanyak 93 orang dinyatakan ODP dan 2 orang ditetapkan sebagai PDP.Dikatakan Kadiskes Siak, Toni Chandra bahwa peningkatan jumlah ODP di Kabupaten Siak dikarenakan banyaknya warga Siak yang berpulangan dari Malaysia."ODP pasti akan bertambah sebab kita menentukan kriteria ODP Covid 19 itu karena pulang dari luar negeri, daerah yang terjangkiti seperti Jakarta, Solo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur atau pernah kontak fisik dengan yang sudah Positif Corona," Jelas Kadiskes Siak Toni Chandra di Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19, Mess Pemda, Jumat (27/03/2020).Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Siak berjumlah dua orang. Dan saat ini terus ditangani secara intensif. Pihaknya, lanjut Toni, juga terus berupaya agar Alat Perlindungan Diri (APD) tim medis untuk selalu tersedia." Sementara waktu Stok APD untuk di Dinas Kesehatan seperti masker dan Hand sanitizer jumlah nya terbatas dan hanya untuk tim medis saja,"kata Toni.Toni menyarankan, bagi warga yang ditetapkan sebagai ODP untuk mengisolasi diri secara mandiri dirumah saja dan hanya melakukan aktifitas ringan."Dan jika ada gejala demam lebih dari 38 derjat bahkan batuk dan sesak nafas maka wajib melapor ke puskesmas,"terang Toni.Disinggung soal kesiapan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dan berapa jumlah anggaran yang digelontorkan untuk penanganan wabah Covid - 19, Toni mengaku lupa dan akan berupaya semaksimal mungkin menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Siak."Besar anggarannya saya tidak ingat, yang pasti setiap keperluan akan kita usulkan, diupayakn dinas siap untuk menangani wabah Covid 19,"tutup Kadiskes Siak.

5 Imbauan MUI Kota Pekanbaru Cegah Penyebaran Covid 19
25 Maret 2020 PEKANBARU, Petah.id - Sebanyak lima point imbauan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.Surat Imbauan nomor 02/MUI-PBR/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Pekanbaru Prof. Dr. H. Ilyas Husti MA dan Sekretaris Dr. H. Hasyim SPdI MA, tersebut dibuat setelah dampak wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Pekanbaru semakin hari semakin meningkat, baik dalam bentuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Pasien Positif. Setiap hari jumlah pasien yang terkena wabah ini terus meningkat. Ada 5 imbauan yang diterbitkan MUI Kota Pekanbaru terkait penyebaran Covid-19, yakni:1. Mematuhi Instruksi Presiden RI nomor 4 tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, dan Fatwa MUI Pusat nomor 14 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19, serta Imbauan Walikota Pekanbaru Nomor 650 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Tindak Pencegahan Penularan Covid-19. Untuk Bekerja di Rumah, Belajar di Rumah dan Beribadah di Rumah.2. Selama di status tanggap darurat diberlakukan di Kota Pekanbaru maka diimbau kepada pengurus masjid, musholla dan tempat ibadah lainnya untuk melakukan sterilisasi rumah ibadah dengan cara membersihkan ruang tempat ibadah serta lingkungannya, menggulung tikar, menyediakan sabun cuci tangan di tempat kamar mandi dan tempat wudhu, menyediakan hand sanitizer pada setiap masuk pintu masjid serta penyemprotan cairan disinfektan di setiap ruangan dan lingkungan tempat ibadah.3. Selama Masjid, mushalla dan tempat ibadah lainnya disterilkan dalam masa status darurat diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak seperti pengajian, peringatan hari-hari besar Islam, pelaksanaan salat Jumat dan kegiatan lainnya yang mempercepat penularan Covid-19. Pengurus masjid dan mushalla tetap diimbau untuk mengumandangkan azan pada setiap salat lima waktu di masjid dan musalla masing-masing sebagai pertanda dan peringatan masuk waktu salat.4. Kepada masyarakat diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan yang mendesak dan dianjurkan tetap berada di rumah dengan memperbanyak ibadah, zikir, membaca Alquran, membimbing anak-anak dan keluarga dalam melaksanakan salat berjamaah di rumah serta melakukan usaha-usaha pencegahan penularan Covid-19 dengan selalu menjaga pola hidup sehat sesuai tuntutan Rasulullah SAW.5. Kepada pemerintah diharapkan untuk menutup kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak seperti tempat keramaian, tempat hiburan, bioskop, karaoke, warnet, panti pijat dan tempat-tempat lainnya yang dapat mempercepat penularan dan penyebaran Covid-19 serta melakukan tindakan tegas bagi pelaku usaha yang tidak mematuhinya."Semoga Allah melindungi kita semua dari segala bentuk wabah dan musibah yang membahayakan kita," kata Ilyas Husti.

Melalui Video Confrence, Alfedri Perintahkan Camat Untuk Sosialisasi Social Physical Distancing
24 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Bupati Siak Alfedri didampingi Asisten I Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono, Kadis Kominfo Arfan Usman, Kabag Humas dan Protokol Wan Saiful Effendi, Kabag Tapem Iwan Saputra, melakukan Video Confrence bersama dengan beberapa Kecamatan se Kabupaten Siak, Selasa (24/3/2020).Kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Kerinci Kanan, Sungai Apit, Pusako, Sabak Auh, Kerinci Kanan dan Bungaraya. Video Confrence ini merupakan lanjutan dari video conference sebelumnya, akan tetapi ada beberapa masalah sehingga ada Kecamatan yang tidak terhubung.Dalam arahannya kepada para Camat, Alfedri mengatakan bahwa Penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) ini harus dilaksanakan secara bersama-sama baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kampung maupun masyarakat, serta unsur lainnya."Oleh karena itu, dengan bekerja bersama-sama atau bergotong royong, mudah-mudahan kita bisa memutuskan penyebaran virus corona ini," kata Alfedri.Kemudian, selain Sosial Distancing (Menjaga jarak dari kerumunan), Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan status Physical distancing (Menjaga jarak fisik antar manusia), sebagai bentuk untuk memutuskan penyebaran virus corona."Karena penyebaran virus corona tidak dilakukan oleh binatang, akan tetapi melewati manusia seperti penyebaran melalui sentuhan fisik, atau barang maupun tempat yang telah disentuh oleh penderita korona. Dan ketika disentuh oleh manusia lainnya, akan langsung tertular," jelasnya.Selain itu, sambung Alfedri, biasakan untuk terus melakukan pola hidup sehat dan bersih, serta memakan makanan yang bergizi, terus bersihkan tangan dengan desifektan dan lingkungan tempat tinggal serta keluarga."Usahakan sediakan Desinfektan ditempat tempat umum, seperti mesjid, kantor, gereja, vihara dan tempat umum lainnya,"pesan Bupati Siak itu.Untuk memutuskan penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Siak juga telah meliburkan sekolah, baik di tingkat Tk, SD, Smp dan SLTA, dan juga menutup warung internet (Warnet), pasar malam dan adanya sistem kerja dirumah bagi para ASN."Untuk rumah makan dan kedai kopi, kami menghimbau agar tidak makan disitu. Cukup bungkus dan bawak pulang kerumah," ucapnya.Kemudian Alfedri juga berpesan kepada para Camat, agar bisa membubarkan atau menunda acara yang akan mengundang keramaian. Seperti, acara nikah, isra' mi'raj, pengajian, serta acara lainnya."Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten, Kecamatan maupun Kampung, harus mensosialisasikan bahaya dan cara menghindari penyebaran virus corona. Baik itu berupa konsultasi langsung maupun melalui himbaun dari spanduk ataupun baleho," pesannya.

Cegah Penyebaran Covid 19, Pemuda Benteng Hulu Lakukan Penyemprotan Desinfektan di 200 Rumah
24 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Cegah penyebaran covid 19, puluhan pemuda Dusun Sehati, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, secara swadaya melakukan penyemprotan desinfektan di setiap rumah dan tempat ibadah .Hal ini dilakukan pemuda agar masyarakatnya terhindar dari virus corona. Setidaknya lebih dari 200 rumah penduduk yang sudah disemprot."Kami tak ingin menunggu siapapun untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga bahkan keluarga kami. Makanya secara swadaya, kami pemuda melakukan ini, ke rumah warga dan tempat ibadah," terang Edi Sofyan, Selasa (24/03/2020) siang.Ditambahkan Edi, hal ini dilakukannya bersama teman-teman pemuda lainnya untuk mengantisipasi penyebaran covid 19 ke Kampung Benteng Hulu dan Dusun Sehati secara khusus."Setidaknya tempat ini sementara waktu bisa steril dari covid 19, dan semoga bencana nonalam ini segera berlalu," tambah Edi.Sementara itu, Kerani Kampung Benteng Hulu, Muhammad Fakhrurrozi mengapresiasi kegiatan pemuda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Dengan aksi tanggapnya supaya kampung tersebut bebas dari penyebaran covid 19."Kami pihak desa sangat mengapresiasi dengan tindakan pemuda Dusun Sehati ini. Tanpa instruksi mereka mau menjaga Kampung Benteng Hulu ini," jelas Kerani Muhammad Fakhrurrozi.Oji sapaan akrabnya juga berharap, hal positif seperti ini dapat menjadi contoh agar ke depan tidak hanya covid 19 secara bersama diperangi tapi juga narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. Sehingga saudara kita, masyarakat dan generasi penerus selalu sehat dan terhindar dari hal hal negatif."Aksi peduli melawan covid 19 ini perlu kita dukung, semoga semangat ini menjadi contoh bagi yang lainnya, sehingga Kecamatan Mempura secara khusus dan Kabupaten Siak secara umum bebas dari covid 19," tutup Oji.Untuk diketahui, aksi pemuda Dusun Sehati, Kampung Benteng Hulu itu bermula pada pukul 13.30 WIB.

Antisipasi Penyebaran Infeksi Virus Corona, Alfedri Intruksikan Tutup Objek Wisata di Kabupaten Siak dan Sekolah Diliburkan
16 Maret 2020 SIAK, Petah.id - Menindaklanjuti himbauan Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Riau Syamsuar terkait langkah-langkah kebijakan pemerintah dalam mencegah dan menghambat penyebaran infeksi virus corona (Covid 19), Pemerintah Kabupaten Siak menetapkan sejumlah sikap terkait wabah yang telah ditetapkan sebagai pandemi disejumlah negara tersebut dengan mengeluarkan beberapa himbauan kepada aparatur pemerintahan hingga tingkat terkecil dan masyarakat.Bupati Siak Alfedri, Senin (16/3/20) di Siak Sri Indrapura meminta jajarannya baik OPD, maupun Pemerintah Kecamatan, Kampung dan Kelurahan untuk mempersiapkan informasi dan sosialisasi terkait langkah Pencegahan dan Kewaspadaan tentang wabah corona (Covid-19).“Sesuai himbauan bapak Presiden dan Gubernur Riau, kepada Pimpinan OPD terkait dan Camat, Penghulu serta Lurah beserta jajaran, saya minta meingkatkan sosialsasi tentang pencegahan wabah Corona ini kepada masyarakat Kabupaten Siak sampai ke ceruk-ceruk kampung,” ujarnya.Demikian pula kepada pengurus dan pengelola pasar imbuhnya, rumah-rumah ibadah, Perkantoran dan Lembaga Pendidikan, juga diminta untuk ikut menyampaikan pesan himbauan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing, mempersiapkan tempat cuci tangan dengan sabun.“Masyarakat juga kita minta untuk mulai mengurangi aktifitas-aktifitas di tempat umum maupun kegiatan-kegiatan massal, serta meningkatkan kepedulian sesama dengan cara menggunakan masker ketika batuk dan flu. Apabila mengalami gejala demam, flu, batuk, dan gejala infeksi Corona lainnya, segeralah memeriksakan diri ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat,” kata Alfedri.Alfedri juga mengumumkan Pemerintah Daerah juga akan menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang, menutup sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Siak untuk sementara waktu dari pengunjung, meliburkan sekolah mulai dari SD hingga SLTA diseluruh kecamatan, serta menyiagakan RSUD serta fasilitas kesehatan pemerintah daerah serta tim medis, sebagai bentuk kewaspadaan sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian sesama atas keselamatan seluruh masyarakat. Demikian pula ASN, diberikan dispensasi untuk bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat."Objek wisata seperti Istana Siak Asserayah Al Hasyimiyah untuk sementara tidak kita buka untuk umum, demikian pula sekolah diliburkan untuk sementara waktu. Para orang tua diharapkan dapat mendampingi proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa. Mari perbanyak ibadah dari dalam rumah kita masing-masing, serta sama-sama kita berdo'a serta tawakal kepada Allah SWT semoga Kabupaten Siak terhindar dari wabah ini," himbaunya.Dirinya beserta OPD terkait menyebut akan terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi berkembang, serta terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam apabila dibutuhkan.Jajaran Pemerintah Daerah dibantu jajaran TNI dan POLRI serta dukungan dari pemerintah pusat kata dia akan terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak Covid19.“Kepada seluruh masyarakat Negeri Istana, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid19 ini. Mari bersama dan bahu-membahu, kita bekerjasama agar negeri kita bias melewati ujian dan cobaan ini dengan selamat. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin,” tutupnya.

Ada Pasien Terjangkit Virus Corona di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru, Kadiskes Riau Sebut itu Tidak Benar
02 Februari 2020 PEKANBARU, Petah.id - Isu yang beredar tentang seorang pasien yang terjangkit Virus Corona dirawat di Rumah Sakit Eka Hospital membuat banyak masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru, resah dan bertanya-tanya tentang kebenarannya.Pasalnya Virus Corona ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya dengan cepat dan mengancam nyawa yang terjangkit. Ribuan orang telah tertular dan 300- an korban tewas.Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir menyatakan kabar tersebut tidak benar."Isu yang tersebar mengenai adanya pasien Corona dirawat di Rumah Sakit Eka Hospital itu adalah hoaks atau tidak benar," katanya, Minggu (2/2/2020) siang.Isu tersebut tersebar dari salah satu pesan Whatshapp (WA) yang isi pesannya mengatakan bahwa ada seorang pasien yang terkena Virus Corona setelah kembali merayakan Imlek dari Cina."Selamat malam teman2…Baru dapat info, virus corona telah masuk Pekanbaru, tepatnya di RS Eka Hospital…Informasi jelasnya, warga Indonesia yang baru pulang imlek dari cina, dia merasakan gejala yang sama dengan virus corona, lalu mengecek ke RS Eka Hospital, ternyata dia terkena virus tsbt. Untuk kita semua harap jaga kesehatan, lebih baik menghindari daripada terserang dan berujung penyesalan dikarenakan belum ada obat untuk virus ini, terimakasih", bunyi pesan yang tersebar​ di Whatsapp.Sontak pesan Whatshapp berantai ini menyebar luas, sehingga membuat masyarakat resah, terlebih di Pekanbaru."Menurut laporan yang didapat dari dr Martin, salah satu dokter di RS Eka hospital mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada ditemukan kasus yang dituliskan dalam screenshot WhatsApp tersebut,"jelas Mimi.Sampai saat ini, Eka hospital memang sudah ada melakukan pelayanan terhadap antisipasi virus Corona, dengan melakukan pemeriksaan terhadap 4 WNA dan 1 WNI dengan riwayat traveling."1 WNI tersebut masuk dalam kategori PUI (kategori pemantauan/observasi)," sebut dr Martin, dijelaskan Mimi."Yang jelas bahwa kabar tersebut tidak benar, hoaks. Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari direktur RS Eka hospital terkait hal tersebut, bahwa sampai saat ini belum ada suspect di Riau," terang Mimi.Sumber : Hallo Riau

Diskes Provinsi Riau Himbau Warga Jangan Panik Hadapi Virus Corona
27 Januari 2020 RIAU, Petah.Id - Dinas Kesehatan Provinsi Riau himbau warga jangan panik hadapi Virus Corona atau Novel coronavirus (nCoV) yang ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, masyarakat jangan panik, tetap waspada kalau mengalami demam, batuk disertai kesulitan bernafas dan segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat.Tak hanya itu, warga juga harus selalu menjaga kebersihan tangan secara rutin terutama saat memegang mulut, hidung, dan mata.Hingga Senin, 27 Januari 2020, belum ada laporan ditemukannya pasien terjangkit virus Corona di Provinsi Riau."Belum ada (temuan kasus virus Corona di Riau), tapi kita sudah lakukan antisipasi, salah satunya dengan menyiapkan ruang isolasi di RSUD Arifin Ahmad," ujar Mimi.Ia menjelaskan, virus corona ini merupakan pneumonia akibat infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru disebabkan berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru."Gejala muncul pada pneumonia ini di antaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak sekaligus sulit bernafas. Beberapa kondisi sering ditemukan pada orang usia lanjut usia, atau memiliki penyakit penyerta lain," kata Mimi.Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.Kemudian, mencuci tangan secara rutin sebelum memegang hidung, mata, dan mulut."Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun cair serta bilas setidaknya selama 20 detik, lalu keringkan dengan tisu sekali pakai," ujarnya.Sejumlah negara telah mengonfirmasi sebaran virus Corona telah sampai dan menyerang orang-orang di negaranya.Singapura menyatakan, serangan virus mematikan itu sudah masuk ke negaranya. Bahkan negeri Jiran dan Jambi juga menyatakan telah menemukan kasus serupa.