1. Semangat Baru BPBD Siak Menanggulangi Bencana
  2. Pabrik Pupuk NPK Segera Beroperasi di Tualang, Bupati Alfedri Investasi ini Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
  3. Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg di Riau Aman Saat Iduladha 1445 H
  4. Melalui Duta Mangrove, Cara SMAN 9 Pekanbaru Melestarikan Lingkungan
  5. Berantas Judi Online, Presiden Jokowi ajak Masyarakat Bersatu
  6. Satlantas Polres Siak Gelar Sosialisasi Tertip Berlalu Lintas Kepada Pelajar SMA Negeri I Bungaraya
  7. Satresnarkoba Polres Pekanbaru Gagalkan Penyeludupan 1 Kilogram Sabu dan 3 Ribu Butir Ektasi di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II.
  8. Pj Gubri SF Hariyanto Bakal Kunjungi 12 Kabupaten/Kota Serahkan SK PPPK
  9. Resmikan RRJ Desa Se-Kabupaten Bengkalis, Kajati Riau Berikan Apresiasi
  10. Nahkoda dan ABK KLM Sinar Selamat saat Kapal Terbakar di Perairan Meranti
  11. Pj Gubernur Riau Berikan Bantuan Terhadap Korban Kebakaran di Rohul
  12. Kabar Gembira, Pemprov Riau Dalam Waktu Dekat Segera Serahkan SK PPPK Tahun 2023
  13. Disdik Riau Komitmen, Jalankan SE KPK Terkait Pencegahan Gratifikasi PPDB
  14. Pemprov Riau Turun Tangan Perbaiki Kerusakan Jalan Cipta Karya
  15. Tahun Ini Pemprov Riau Siapkan Anggaran Bayangan untuk Perubahan Dua SOTK
  16. Ini Polwan Cantik Bripda Indria Larasati, Raih Prestasi di Kancah Nasional
  17. 10 Pelajar SMK Koto Gasib Dapat KTP Elektronik dari Bupati Siak
  18. Diduga Frustasi Ditinggal Istri, Seorang Pria Sabak Auh Akhiri Hidupnya Cara Gantung Diri
  19. Wanita Paruh Baya di Siak Ditemukan Bersimbah Darah Dirumahnya, Ada Bekas Bacokan Dikening
  20. Emak Emak di Siak Keluhkan Pemadaman Listrik
  21. Soal BUMD Siak, DPRD Bentuk Pansus
  22. Bupati Goes To School, Sampaikan Tentang Kemudahan Pelayanan Disdukcapil
  23. Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Sebanyak 393 Anggota PPS kabupaten Siak diLantik.
  24. Pemerintah Siak Fokus Pembangunan Layanan Pendidikan Untuk Masyarakat Kabupaten Siak
  25. Dukung Nelayan Tradisional, Pemkab Siak Bangun Dermaga di Kampung Tualang
  26. Pemkab Siak Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian ke-13 Dari BPK RI.
  27. PT KTU Astra Agro Berikan Edukasi Terhadap Siswa Soal Stop Bullying, Pendidikan Seks Anak dan Gaya Hidup Sehat
  28. Sukses Uji Coba Sandar Kapal di Dermaga Pelabuhan Mengkapan
  29. Setelah Kalaksa BPBD, Bakal Ada Tersangka Baru Terkait Korupsi di BPBD Siak
  30. Kepala BPBD Siak jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Alam
  31. Siak Terima Bantuan Satu Unit Mobil Perpustakaan Keliling Dari Perpustakaan Nasional RI
  32. Tingkatkan Kapasitas Aparatur Kampung, Bupati Alfedri Bawa Sekdes Belajar di Kota Tahu
  33. Do'a Ngah Ige Dari Siak Untuk Korban Bencana Sumbar
  34. Mendaftar Sebagai Calon Bupati di Demokrat, Indra Gunawan Siap Membawa Perubahan Untuk Kabupaten Siak
  35. Polisi Ringkus Pelaku Sodomi Tiga Remaja Komplek Perumahan di Sekupang
  36. Harga Pinang Kering di Riau Naik, Berikut Harga Perkilogram
  37. Sapi Kurban Bantuan Presiden Jokowi Akan Dipotong di komplek Masjid Nurul Wathan Rumbai
Berantas Judi Online, Presiden Jokowi ajak Masyarakat Bersatu
Hukum

Berantas Judi Online, Presiden Jokowi ajak Masyarakat Bersatu

Jakarta, Petah.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menyuarakan larangan dan bahaya judi daring atau online. Dalam penegasannya, Presiden mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam perjudian baik secara offline maupun online.“Jangan judi.. Jangan judi.. Jangan berjudi.. baik secara offline maupun online. Lebih baik kalau ada rezeki, ada uang itu ditabung atau dijadikan modal usaha,” tegas Presiden dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden dan dikutip Kamis, (13/06/24) Presiden juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan akibat praktik judi. Mulai dari kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, hingga meningkatnya tindakan kejahatan dan kekerasan yang terjadi di masyarakat.“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekedar gim iseng-iseng berhadiah. Tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga, dan masa depan anak-anak kita,” ungkap Presiden.Oleh sebab itu, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah terus secara serius melakukan upaya pemberantasan dan memerangi perjudian online. Menurut Presiden, saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online yang telah ditutup oleh pemerintah, selain pembentukan satgas.“Satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk yang harapan kita dapat mempercepat pemberantasan judi online,” ucap Presiden.Menyadari bahwa judi online memiliki sifat transnasional dan melibatkan berbagai yurisdiksi, Presiden menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam membendung perjudian. “Salah satu pertahanan yang paling penting adalah pertahanan dari masyarakat kita sendiri serta pertahanan pribadi,” tegasnya.Presiden mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga negara untuk aktif mengingatkan, mengawasi, dan melaporkan segala bentuk aktivitas perjudian. Keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat berperan kritikal dalam upaya membangun pertahanan nasional terhadap perjudian online.

Diduga Frustasi Ditinggal Istri, Seorang Pria Sabak Auh Akhiri Hidupnya Cara Gantung Diri
Hukum

Diduga Frustasi Ditinggal Istri, Seorang Pria Sabak Auh Akhiri Hidupnya Cara Gantung Diri

Siak, Petah.id - Diduga frustasi lantaran tidak mau diajak rujuk oleh sang istri, AFS (39) rela mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kusen pintu dapur rumah kakaknya, Minggu (9/6/2024) siang.Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, korban mengakhiri hidupnya diduga frustasi lantaran istrinya tidak mau diajak rujuk setelah cerai tujuh bulan yang lalu.Hal itu dikatakan Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi melalui Kapolsek Sabak Auh Ipda Khairul. Kata Kapolsek, korban gantung diri di kusen pintu dapur rumah kakak kandungnya.“Korban diduga gantung diri di kusen pintu dapur rumah Sulasmi (kakak kandung korban). Hal itu disebabkan diduga merasa frustasi karena permasalahan keluarga yang dihadapi. Dimana istri korban tidak mau Rujuk (cerai) lebih kurang 7 bulan yang lalu,” kata Ipda Khairul.Ipda Khairul menjelaskan, saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan.“Itu kan baru dugaan sementara berdasarkan keterangan yang kita peroleh. Untuk penyebab pastinya masih dalam lidik,” terangnya.Kapolsek Sabak Auh juga menjelaskan, keluarga korban menolak untuk dilakukan Visum. Berdasarkan olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut.“Jenazah korban rencana akan dikebumikan hari ini juga di TPU Kampung Rempak, Kecamatan Sabak Auh,” terangnya.Dengan kejadian itu, Kapolsek Sabak Auh mengucapkan belasungkawa yang sedalamnya kepada keluarga korban.“Sebagai Kapolsek Sabak Auh saya turut berduka cita atas meninggalnya AFS, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya.

Setelah Kalaksa BPBD, Bakal Ada Tersangka Baru Terkait Korupsi di BPBD Siak
Hukum

Setelah Kalaksa BPBD, Bakal Ada Tersangka Baru Terkait Korupsi di BPBD Siak

Siak, Petah.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak terus mendalami keterlibatan pihak lainnya dalam kasus dugaan korupsi dana penanggulangan bencana alam di BPBD Siak. Sebelumnya, Jaksa sudah menahan Kepala BPBD Siak KHD dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi dana penanggulangan bencana alam tersebut. Kejari Siak Moch Joko Eko Purnomo dengan tegas menyampaikan akan menelusuri secara mendalam keterlibatan orang lain. "Kami akan terus mendalami, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi," tegas Kajari Siak Moch Joko Eko Purnomo di ruangan kerjanya, Jumat (17/5/2024). Kejari Siak Eko meyakini bahwa KHD selaku Kalaksa BPBD Siak tidak sendirian dalam memuluskan kegiatan yang melawan hukum tersebut. "Kami meyakini dengan alat bukti yang ada bahwa tersangka tidak mungkin sendirian dalam melakukan tindakan melawan hukum," sebutnya. Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak menetapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak inisial KHD menjadi tersangka atas dugaaan kasus korupsi. dana penanggulangan bencana alam. Kepala Kejaksaan Negeri Siak Moch Eko Joko Purnomo mengatakan, Kepala Pelaksana BPBD Siak KHD diduga melakukan tindak pidana korupsi APBD Siak untuk bencana alam pada mata anggaran 2020 sebesar Rp1.109.844.681."KHD sejak pagi kami periksa kemudian sekira pukul 14.00 Wib ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana penanggulangan bencana alam di BPBD Siak. KHD sudah merugikan negara sebesar Rp1.109.844.681," ungkapnya.Disampaikan Kajari Eko, melalui serangkaian proses penyidikan, tim penyidik telah menemukan kecukupan alat bukti tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana penanggulangan bencana pada BPBD Kabupaten Siak. "Bukti - bukti sudah kuat, bahkan kita sudah melakukan untuk penyitaan, mulai dari alat bukti surat, alat bukti saksi, dan alat bukti ahli," kata Kajari Eko. Dalam melakukan perbuatan melawan hukum, tambah Kajari Eko, banyak modus yang dilakukan oleh KHD, mulai dari mark up hingga membuat pertanggungjawaban fiktif. "Modus tersangka ini banyak sekali dalam melakukan penyalahgunaan dana penanggulangan bencana alam di BPBD Siak, mulai dari intimidasi, mark up hingga melakukan pertanggungjawaban fiktif," terang Kajari Eko. KHD menggunakan dana untuk menanggulangi bencana alam di Siak untuk kepentingan pribadinya sendiri. "Seharusnya penggunaan dana tersebut diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat Kabupaten Siak yang sedang mengalami bencana. Namun, dana tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi," kesal Kejari Eko. Dalam hal ini, Kejaksaan Siak sangat mengapresiasi terhadap inspektorat Siak dalam melakukan sinergitas dan komitmen dalam mengungkap kasus korupsi di Kabupaten Siak. "Terimakasih atas sinergisitasnya dalam mengungkap kasus korupsi di Siak, terutama pada inspektur dan jajaran tim," lanjut Kajari Eko. Tersangka KHD disangka dengan pasal 2 ayat (1) Jo. pasal 3 jo. pasal 18 ayat (1) huruf a, huruf b dan Ayat (2) undang – undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang – undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang – undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.Lebih jauh dikatakan Kajari Eko, Kejaksaan Siak bakal menahan tersangka KHD dalam 20 hari kedepan. "KHD dititipkan di Polres Siak selama dua puluh hari kedepan. Hal itu dilakukan karena yang bersangkutan dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti," ucap Kajari Eko. Kajari Eko mengimbau kepada para OPD di Siak untuk tetap profesional dalam melakukan pemanfaatan uang negara di instansinya masing-masing. Pihaknya, tidak akan memberikan ruang terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan negara. "Jadi untuk kepada seluruh OPD di Siak untuk profesional dalam melakukan pengadaan dan sebagainya. Harus sesuai dengan aturan," tutur Kajari Siak Eko

Kepala BPBD Siak jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Alam
Hukum

Kepala BPBD Siak jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Penanggulangan Bencana Alam

Siak, Petah.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak menetapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak inisial KHD menjadi tersangka atas dugaan kasus korupsi. dana penanggulangan bencana alam. Kepala Kejaksaan Negeri Siak Moch Eko Joko Purnomo mengatakan, Kepala Pelaksana BPBD Siak KHD diduga melakukan tindak pidana korupsi APBD Siak untuk bencana alam pada mata anggaran 2020 sebesar Rp1.109.844.681."KHD sejak pagi kami periksa kemudian sekira pukul 14.00 Wib ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana penanggulangan bencana alam di BPBD Siak. KHD sudah merugikan negara sebesar Rp1.109.844.681," ungkap Kajari Siak Moch Eko Joko Purnomo, Jumat (17/05/2024) di Kantor Kejaksaan Negeri Siak. Disampaikan Kajari Eko, melalui serangkaian proses penyidikan, tim penyidik telah menemukan kecukupan alat bukti tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana penanggulangan bencana pada BPBD Kabupaten Siak. "Bukti - bukti sudah kuat, bahkan kita sudah melakukan untuk penyitaan, mulai dari alat bukti surat, alat bukti saksi, dan alat bukti ahli," kata Kajari Eko. Dalam melakukan perbuatan melawan hukum, tambah Kajari Eko, banyak modus yang dilakukan oleh KHD, mulai dari mark up hingga membuat pertanggungjawaban fiktif. "Modus tersangka ini banyak sekali dalam melakukan penyalahgunaan dana penanggulangan bencana alam di BPBD Siak, mulai dari intimidasi, mark up hingga melakukan pertanggungjawaban fiktif," terang Kajari Eko. KHD menggunakan dana untuk menanggulangi bencana alam di Siak untuk kepentingan pribadinya sendiri. "Seharusnya penggunaan dana tersebut diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat Kabupaten Siak yang sedang mengalami bencana. Namun, dana tersebut justru digunakan untuk kepentingan pribadi," kesal Kejari Eko. Dalam hal ini, Kejaksaan Siak sangat mengapresiasi terhadap inspektorat Siak dalam melakukan sinergitas dan komitmen dalam mengungkap kasus korupsi di Kabupaten Siak. "Terimakasih atas sinergisitasnya dalam mengungkap kasus korupsi di Siak, terutama pada inspektur dan jajaran tim," lanjut Kajari Eko. Tersangka KHD disangka dengan pasal 2 ayat (1) Jo. pasal 3 jo. pasal 18 ayat (1) huruf a, huruf b dan Ayat (2) undang – undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang – undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang – undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.Lebih jauh dikatakan Kajari Eko, Kejaksaan Siak bakal menahan tersangka KHD dalam 20 hari kedepan. "KHD dititipkan di Polres Siak selama dua puluh hari kedepan. Hal itu dilakukan karena yang bersangkutan dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti," ucap Kajari Eko. Kajari Eko mengimbau kepada para OPD di Siak untuk tetap profesional dalam melakukan pemanfaatan uang negara di instansinya masing-masing. Pihaknya, tidak akan memberikan ruang terhadap para pelaku tindak pidana korupsi yang sangat meresahkan masyarakat dan merugikan negara. "Jadi untuk kepada seluruh OPD di Siak untuk profesional dalam melakukan pengadaan dan sebagainya. Harus sesuai dengan aturan," tutur Kajari Siak Eko.

Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Riau Dukung Program Generasi Emas 2045
Hukum

Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Riau Dukung Program Generasi Emas 2045

Pekanbaru, Petah.id - Kapolda Riau Irjen M Iqbal dan Ketua Bhayangkari, Nindya Iqbal menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) ke-44 di Aula Tribrata Mapolda Riau, Selasa (7/5/2024). HUT ke-44 ini mengusung tema "Yayasan Kemala Bhayangkari Mendukung Pemerintah Dalam Melanjutkan Program Prioritas Kemendikbud Ristek Menuju Generasi Emas Tahun 2045".Acara Syukuran tersebut dibuka dengan penampilan Bintang tamu Gildcoustic sebuah grup Band terkenal dengan lagu jawa koplo dan sebagai Vokalis Gilga Sahid, dengan alunan merdu suara Gilga Sahid dan musik yang indah membuat seisi ruangan ikut berdendang dan bergoyang. Dalam sambutan Ketua Bhayangkari Cabang Polda Riau, Nindya M Iqbal menyampaikan, pagi ini secara virtual telah dilaksanakan perayaan HUT Yayasan Kemala Bhayangkari terpusat yang diikuti oleh semua jajaran termasuk Polda Riau. YKB ini diketuai oleh Yuliati Listyo Sigit prabowo dan Penasehat Utama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo."Hari ini kita melaksanakan acara tambahan berupa syukuran setingkat cabang oleh pengurus se-Riau hingga ke tingkat ranting Yayasan Kemala Bhayangkari. Banyak rangkaian jelang HUT ke-44 Yayasan Kemala Bhayangkari yang telah kami lakukan, atas keikhlasan hati ibu-ibu dan kerja sama yang baik semua berjalan baik dan lancar," kata Nindya.Selain fokus di bidang pendidikan, YKB juga aktif dalam ceramah agama bersama Ustad Taufiqurrahman, webinar bersama dr.Boyke serta bakti sosial dan Bakti kesehatan di bantaran sungai siak dan penanaman Mangrove serta membersihkan sampah di Pantai Sei Pakning Dumai ada juga pengenalan profesi Polri dengan mengunjungi Polda Riau.Selain itu, dalam upaya membuka ruang dan wawasan untuk berkembang bagi anak didik, YKB mengunjungi pustaka daerah untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini. "Yayasan Kemala Bhayangkari juga memberikan pengenalan lebih dekat dengan profesi polri kepada anak-anak dengan mengunjungi Polda Riau dan berinteraksi dengan petugas kepolisian," ujarnya.Selain itu, murid-murid YKB juga telah menorehkan sejumlah prestasi dalam perlombaan yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari. "Alhamdulillah ananda Alya Syafira, siswi SD Kemala Bhayangkari 01 Pekanbaru berada di Jakarta untuk menerima hadiah juara 1 lomba melukis diatas kanvas tingkat SD. Hadiah langsung diberikan oleh Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari. Kemudian yang kedua Ibu Firdayeni Spd, merupakan guru TK kemala Bhayangkari 2 Brimob yang meraih juara 3 lomba menulis buku cerita se-Indonesia. Ketiga, Gelfara Yuliadi, murid TK Kemala Bhayangkari 2 Brimob mendapat juara harapan 2 di tingkat nasional dalam lomba Deklamasi," beber Nindya."Saya sebagai Ketua Cabang YKB mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Riau selaku penasehat dan para guru. Tidak mudah menjadi seorang guru, menjadi guru bukanlah sekedar pekerjaan melainkan pelukis masa depan. Bapak ibu guru kami titip anak-anak kami agar dilukis sebaik-baiknya dengan tinta emas terbaik sehingga kelak menjadi lukisan terindah di tanah air kita yang kita banggakan," pungkasnya.Sementara Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal Sebagai Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari mengucapkan  selamat ulang tahun kepada seluruh anggota YKB dimanapun berada. Dengan bertambahnya usia, Yayasan Kemala Bhayangkari dapat semakin menunjukkan eksistensinya di dalam mensejahterakan keluarga besar Polri maupun masyarakat luas serta mampu terus berkiprah dalam mendukung tugas-tugas Polri."Momentum ini dapat dijadikan sebagai sarana introspeksi dan retrospeksi atas peran yang telah disumbangkan oleh Yayasan Kemala Bhayangkari selama ini, sehingga kedepan diharapkan memberikan sumbangsih dan manfaat yang jauh lebih besar bagi kebahagiaan keluarga besar Polri maupun masyarakat luas," kata Irjen M Iqbal.Kapolda menilai, upaya-upaya yang dilakukan Yayasan Kemala Bhayangkari untuk aktif dalam mengembangkan kegiatan pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar telah membawa dampak positif yang sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh keluarga besar Polri maupun masyarakat luas. "Seperti kita ketahui bersama, bahwa anak-anak yang sekolah dibawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari merupakan generasi penerus bangsa Indonesia yang akan menjadi penduduk berusia produktif pada tahun 2045. Jika kita tidak bisa kelola hal ini dengan baik, maka akan menjadi sebuah masalah baru. Namun sebaliknya, jika hal ini dikelola dengan baik sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045, ini akan menjadi kesempatan strategis bagi indonesia untuk melakukan berbagai percepatan pembangunan dengan  dukungan SDM berusia produktif yang melimpah," ungkapnya.Keikutsertaan YKB dalam mencerdaskan kehidupan bangsa juga patut dibanggakan. Saat ini YKB daerah Riau telah memiliki 11 sekolah, yang meliputi 10 taman kanak-kanak (TK) dan 1 Sekolah Dasar (SD). "Saya mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah, para guru dan karyawan sekolah yang telah memajukan sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari guna membentuk para generasi muda menuju generasi emas tahun 2045," bebernyaTurut dalam acara tersebut, Wakapolda Riau Brigjen Pol K Rahmadi, Irwasda Polda Riau, Serta seluruh pengurus dan guru Yayasan Kemala Bhayangkari serta Panitia dan Polwan Polda Riau."Orang Hebat Bisa Melahirkan Beberapa Karya Bermutu, Tapi Guru Bermutu Bisa Melahirkan Ribuan Orang Hebat,"pungkasnya. 

Korupsi Pupuk Subsidi Kerinci Kanan, Terdakwa Suharnof Titip Kerugian Keuangan Negara Sebesar Rp 100 juta ke Jaksa
Hukum

Korupsi Pupuk Subsidi Kerinci Kanan, Terdakwa Suharnof Titip Kerugian Keuangan Negara Sebesar Rp 100 juta ke Jaksa

Siak, Petah.id - Kejaksaan Negeri Siak menerima titipan pengembalian kerugian keuangan negara dari terdakwa Suharnof dalam perkara tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pendistribusian pupuk subsidi di Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Jumat (3/5/2024).Kejari Siak, Moch Joko Eko Purnomo melalui Kasi Pidsus Kejari Siak, Huda Hazamal (Heydi) menjelaskan, bahwa pihaknya telah menerima titipan pengembalian kerugian negara dari kuasa hukum terdakwa Suharnof sebesar Rp 100 juta pada, Kamis (2/5/2024) kemarin."Ya benar, terdakwa Suharnof pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 100 juta, pengembalian kerugian keuangan negara ini diserahkan langsung oleh kuasa hukum terdakwa," sebutnya.Heydi menyebutkan, dalam perkara tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pendistribusian pupuk subsidi ini, terdakwa Suharnof sudah melakukan pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp 238 juta."Selama proses perkara ini sudah dua kali terdakwa Suharnof mengembalikan kerugian keuangan negara, pertama sebesar Rp 138 juta, dan kedua sebesar Rp 100 juta, jadi total kerugian keuangan negara yang sudah dikembalikan terdakwa sebesar Rp 238 juta," jelasnya.Selain terdakwa Suharnof, dijelaskannya, Kejaksaan Negeri Siak juga telah menerima uang titipan kerugian keuangan negara sebesar Rp 400 juta dari terdakwa Suparmin. Tak hanya uang, jaksa juga melakukan penyitaan aset terdakwa Suparmin yang berupa bangunan dan alat transportasi yang berkaitan dalam perkara ini."Penyitaan aset terdakwa Suparmin, karena dalam penanganan perkara terdakwa tidak kooperatif dan berusaha akan memindahkan aset-aset, sehingga kita lakukan penyitaan," tegasnya.Sebagaimana diketahui, dalam perkara tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pendistribusian pupuk subsidi ini kerugian negara dari hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Riau sebesar Rp 5,4 miliar.Dalam kasus ini juga Kejaksaan Negeri Siak telah menetapkan sebanyak enam tersangka dan peraka ini masih bergulir di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru. 

Terus Bergulir, Puluhan Saksi Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi di BPBD Siak
Hukum

Terus Bergulir, Puluhan Saksi Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi di BPBD Siak

Siak, Petah.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak terus bergerak cepat dalam mengungkap kasus dugaan korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak. Dikatakan Kepala Kejaksaan Siak Moch Joko Eko Purnomo melalui Kasi Intel Rawatan Manik, pihaknya terus menelusuri dan mendalami dengan memanggil saksi - saksi dalam mengungkap dugaan korupsi di BPBD Siak. Bahkan, saat ini auditor juga sedang melakukan penghitungan kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut. "Saat ini sudah pada tahapan penghitungan kerugian negara oleh auditor," kata Kasi Intel Kejari Siak, Kamis (21/3/2024). Hingga saat ini, tambah Rawatan, lebih kurang  40 an orang dipanggil untuk menjadi saksi dalam mengungkap kasus tersebut. "Kurang lebih 40 orang saksi sudah kita panggil untuk dimintai keterangan. Doakan agar semuanya berjalan lancar," tambah Rawatan. Disinggung soal penetapan tersangka, Rawatan menyampaikan agar masyarakat untuk bersabar. Menurut Rawatan, pihaknya sudah bergerak cepat dalam mengungkap kasus di BPBD Siak. "Kalau itu sabar dulu. Kita terus bergerak cepat dan saat ini masih dalam pengumpulan alat bukti serta meminta bantuan auditor untuk penghitungan kerugian negara," sebutnya. Diketahui, Kejaksaan Negeri (Kajari) Siak sangat serius dalam penanganan kasus korupsi yang kerap bikin rugi masyarakat kecil.Tercatat, Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Siak sudah mengungkap beberapa kasus korupsi yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah, seperti korupsi di salah satu BUMD Siak, salah satu desa di Siak, kasus korupsi pupuk subsidi, pungutan liar (pungli) di Satpol Siak.Terbaru, di akhir tahun 2023 Kajari Siak menaikkan status penyelidikan ke penyidikan terhadap penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Siak tahun anggaran 2022"Ya mas, penanganan perkara dugaan tipikor penyalahgunaan dana bencana pada BPBD Kabupaten Siak tahun anggaran 2022 naik ke tahapan penyidikan  untuk dilakukan proses pengumpulan alat bukti guna menemukan tersangka nya yaitu pihak pihak yang dimintai pertanggung jawab nya secara hukum", kata Kasi Pidsus Kejari Siak Huda Hazamal beberapa waktu lalu. 

Diduga Edarkan Narkoba, Polres Siak Tangkap Tiga orang di Koto Gasib
Hukum

Diduga Edarkan Narkoba, Polres Siak Tangkap Tiga orang di Koto Gasib

Siak, Petah.id - Diduga edarkan narkotika jenis sabu, dua orang pria dan satu orang perempuan di Kampung Tasik Seminai, Koto Gasib diringkus Satresnarkoba Polres Siak, Jumat (9/2/2024). Fas (41), SHS (47) dan RK (27)  diamankan polisi lantaran kedapatan memiliki 13 gram narkotika diduga sabu. Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi melalui Kasat Narkoba Riza Afyandi mengatakan penangkapan tersebut berkat informasi yang didapat dari masyarakat. "Dari informasi yang didapat langsung kita kroscek ke lokasi untuk melakukan penyelidikan kebenarannya," ungkap AKP Riza. Kronologisnya, kata AKP Riza, pihaknya melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka pada Jumat (9/2) sekira pukul 21.30 Wib di rumah RH Kampung Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib. Kemudian, di dalam rumah tersebut didapati tiga orang dan saat digeledah ditemukan satu paket narkotika jenis sabu di dalam kotak rokok. "Di dalam kamar FAS dan RH juga ditemukan 10 paket narkotika jenis sabu. Tim temukan paket tersebut di bawah kasur," sebutnya. Dari hasil interigosi, para pelaku mengakui barang haram tersebut miliknya yang didapat dari seseorang berinisial W yang saat ini masih menjadi DPO. "Mereka akui barang haram tersebut didapati dari seorang berinisial W yang saat ini masih DPO," lanjutnya. AKP Riza mengimbau kepada seluruh masyarakat Siak jika melihat, mendengar dan mengetahui tentang tindak pidana penyalahgunaan narkotika untuk segera melaporkan ke polisi. "Apabila ada yang melihat, mendengar atau mengetahui tentang adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkoba tolong segera melaporkan kepada kepolisian terdekat, bersama kita perangi narkoba," tutup AKP Riza. Atas penangkapan tersebut, polisimengamankan beberapa barang bukti lain nya seperti 1 pak plastik klip bening, 6 lembar tisu, 1 buah kotak rokok merk Coffee , 1 unit HP Realme warna hitam, 1 unit HP Oppo warna unggu, dan 1unit sepeda motor Vario. 

Sempat Kejar Kejaran, Satlantas Siak Berhasil Hentikan Jambret Wanita di Kota Siak
Hukum

Sempat Kejar Kejaran, Satlantas Siak Berhasil Hentikan Jambret Wanita di Kota Siak

Siak, Petah.id - Dua orang pelaku jambret di Kota Siak berhasil digagalkan anggota Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Siak.Kapolres Siak Asep Sujarwadi melalui Kasatlantas AKP Fandri mengatakan, dua orang pelaku jambret tidak berkutik saat dihentikan oleh Satlantas Polres Siak.Kronologisnya, dua pelaku jambret menggasak seorang wanita di Kelurahan Kwalian dengan menggunakan sepeda kotor sekira pukul 09.30 Wib.“Dua anggota kita dari Satlantas Polres Siak Bripka Chairil Iskandar dan Bripka Romi Wijaya berhasil membekuk pelaku jambret yang sempat viral di medsos pagi tadi,” ujar Kasatlantas Fandri.Penangkapan pelaku jambret tersebut, kata AKP Fandri, anggotanya di lapangan mendapatkan laporan dari warga bahwa terjadi penjambretan di wilayah Kwalian.Saat itu, anggota sedang melakukan kegiatan rutin di Pos KTL Jembatan TASL Siak.“Bahwasanya baru saja terjadi tindak pidana jambret di simpang kwalian, yang mana pelaku yang diketahui berjumlah dua orang tersebut lari menggunakan sepeda motor N-Max ke arah dayun pasca menjambret,” tambah Kasat.“Kedua terduga pelaku dua orang, menggunakan jaket hitam dan helm hitam,” sebutnya.Mendapat informasi terkait kejadian tersebut, Bripka Khairul dan Bripka Romy segera melakukan penyisiran menggunakan mobil patroli di jalan baru Siak-Dayun.Tak berselang lama melakukan penyisiran di jalan baru Dayun-Siak tersebut, Bripka Chairil melihat ciri-ciri pelaku yang disebutkan sebelumnya. Chairil mengharang pelaku dengan menggunakan mobil Patroli, saat itu kedua pelaku berhasil lolos. Dengan segera Charil menghubungi rekannya di Mapolres Siak, guna membantu melakukan pengejaran terhadap pelaku jambret itu. Dari arah dayun Brigadir mandala menghadang pelaku jambret tersebut dengan menabrakan sepeda motornya ke arah pelaku jambret itu. Kendati demikian, kedua pelaku jambret tersebut masih berusaha untuk kabur dari kejaran polisi dengan berlari ke arah semak belukar yang ada di seberang jalan.Dengan sigap Polisi yang melakukan pengejaran melakukan tembakan keudara  sehingga membuat pelaku menghentikan langkahnya dan meyerahkan diri.“Setelah kedua pelaku jambret  yang mengaku warga pekanbaru tersebut diamankan, petugas segera membawa keduanya ke Mapolres Siak guna dilakukan proses hukum selanjutnya,” tutup Fandri.

Halaman 1 dari 13